Tag: Sudin

  • Suami yang paksa istrinya mengemis dipulangkan dari RSKD Duren Sawit

    Suami yang paksa istrinya mengemis dipulangkan dari RSKD Duren Sawit

    Jakarta (ANTARA) – Suami yang melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan memaksa istrinya mengemis di wilayah Kelapa Dua Wetan, Ciracas, sudah dipulangkan dari Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Duren Sawit, Jakarta Timur.

    “Informasi dari RSKD Duren Sawit, kedua orang tersebut (suami dan istri) sudah dipulangkan,” kata Wakil Wali Kota Jakarta Timur Kusmanto saat dihubungi di Jakarta, Senin.

    Kusmanto menyebutkan, suami berinisial AG (37) meminta kepada pihak RSKD Duren Sawit agar dirinya dan sang istri, DP (22), dipulangkan karena masih ada anak kecil yang membutuhkan perawatan.

    “Suami dan istri dipulangkan karena permintaan dari sang suami bahwa mereka berdua masih memiliki dua anak yang masih kecil,” ujar Kusmanto.

    Sementara itu, dihubungi secara terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Timur Rizqon Hermawan mengatakan, pihaknya sudah membawa AG dan DP ke RSKD Duren Sawit, Minggu (25/5) siang.

    Namun, pihak Suku Dinas (Sudin) Sosial tidak mengetahui pasti rekam medis AG dan DP untuk kepastian apakah ada gangguan jiwa atau tidak.

    “Kita sudah bawa ke RSKD Duren Sawit kemarin siang. Tapi untuk rekam medis suaminya, pihak keluarga tidak memberikan. Jadi untuk kepastian terindikasi ODGJ atau bukan kita belum mengetahui,” katanya.

    Sebelumnya, viral di media sosial Instagram @ciracasinfo seorang istri mengalami tindakan KDRT di wilayah Jakarta Timur (Jaktim). Dalam video tersebut terlihat sang istri yang mendapatkan perlakukan kekerasan hingga dipaksa mengemis oleh suaminya.

    Selain itu, video tersebut juga memperlihatkan beberapa warga yang memperingatkan AG terkait kelakuannya tersebut. Namun AG hanya duduk sambil menghisap rokok dan menggendong anaknya yang masih bayi.

    Sedangkan korban yang mendapatkan tindakan KDRT menangis setelah dipisahkan oleh suaminya.

    “Petugas berkoordinasi dengan pihak RT dan keluarga didapatkan informasi bahwa Taruna terindikasi memiliki gangguan kejiwaan,” kata Wali Kota Jakarta Timur Munjirin saat dihubungi di Jakarta, Minggu (25/5).

    Munjirin menyebutkan, Satuan Tugas (Satgas) Pelayanan, Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S) Posko Pasar Rebo, Ciracas, Jakarta Timur, menindaklanjuti laporan masyarakat melalui Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kelurahan Kelapa Dua Wetan.

    Pewarta: Siti Nurhaliza
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Melanggar, Imigrasi Jaktim sebut 15 WNA di deportasi

    Melanggar, Imigrasi Jaktim sebut 15 WNA di deportasi

    Jakarta (ANTARA) – Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Timur Earias Wirawan menyebutkan sebanyak 15 Warga Negara Asing (WNA) yang tinggal di wilayah Jakarta Timur dideportasi karena melakukan pelanggaran selama periode Januari-Mei 2025.

    “Kalau untuk kasus pelanggaran tindakan administrasi keimigrasian (TAK) ditemukan 18 WNA, namun yang dideportasi ada 15 WNA,” kata Earias usai rapat Tim Pengawasan Orang Asing (Tim Pora) di Pulogadung, Jakarta Timur, Kamis.

    Sedangkan kasus pelanggaran WNA pada 2024 sebanyak 52 kasus.

    “Kita terus melakukan pengawasan. Karena terkadang orang asing mengajukan izin tinggalnya di Jakarta Barat, bisa saja dia berada di Jakarta Timur,” ujar Earias.

    Oleh karena itu, pihaknya terus bekerja sama dengan instansi terkait dan Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi (Sudin Nakertransgi) untuk mengecek administrasi dan melakukan patroli pengawasan WNA di wilayah Jakarta Timur.

    “Jadi, konsep pengawasan harus paham dulu, sehingga apa yang dilakukan teman-teman Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) melakukan pengecekan, dan memastikan alamat dan kegiatannya sesuai dengan izin tinggalnya,” jelas Earias.

    Selain itu, pihaknya terus berkoordinasi dengan Sudin Nakertrans dan Kesbangpol Jakarta Timur dalam mendata tenaga kerja asing yang berada di wilayah itu.

    Jika ditemukan kejanggalan data, Imigrasi Jakarta Timur bersama pihak pemangku kepentingan terkait langsung turun ke lapangan mengecek keberadaan WNA sesuai data yang ada.

    “Terbagi ke semua-semua apartemen yang ada di wilayah Jakarta Timur, itu lumayan banyak. Ada kadang di kos-kosan yang di Otista, Pulogadung, itu juga tersebar,” ucap Earias.

    Selain itu, banyak tempat-tempat penginapan yang sifatnya tidak resmi atau berstatus tidak jelas. Sehingga, Imigrasi Jakarta Timur perlu mengecek kembali penginapan untuk mengetahui kejelasan posisi WNA.

    “Informasi dari masyarakat sangat kita butuhkan, tapi kegiatan kita juga kita maksimalkan. Tujuan ini untuk mensinergikan, untuk bertukar informasi mengenai bagaimana orang asing berinvestasi, apa saja yang dibutuhkan,” jelas Earias.

    Dalam operasi Wira Waspada yang digelar pada 14-16 Mei 2025, lanjut dia, Imigrasi Jakarta Timur menjaring empat WNA yang berasal dari Liberia, Nigeria, dan Mesir. WNA tersebut tersebar di kawasan Otista, Bassura, dan Pulogadung.

    Adapun Kepala Kanwil Kemenkum DKI Jakarta Pamuji Raharja menyebut, Tim Pengawasan Orang Asing (Tim Pora) menjadi upaya untuk memperkuat sinergi pengawasan orang asing untuk menjaga iklim investasi ketenagakerjaan di Jakarta.

    “Kami mendukung dan menyambut baik atas partisipasi anggota Tim Pora yang turut serta menjadi salah satu wujud bersama meningkatkan sinergi dalam memperkuat pengawasan orang asing,” katanya.

    Tim Pora terdiri atas Kantor Keimigrasian, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan Dinas atau Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) setempat.

    Pewarta: Siti Nurhaliza
    Editor: Syaiful Hakim
    Copyright © ANTARA 2025

  • Pemkot Jakut ajak puluhan warga ikut “urban farming”

    Pemkot Jakut ajak puluhan warga ikut “urban farming”

    Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Kota Jakarta Utara ((Pemkot Jakut) mengajak 90 warga setempat untuk mengikuti pelatihan sistem pertanian perkotaan (urban farming) sebagai salah satu upaya dalam penguatan program ketahanan pangan di daerah setempat.

    “Kami dukung warga untuk bersemangat dalam ‘urban farming’. Kami beri ruang untuk meningkatkan keterampilan mereka,” kata Wali Kota Jakarta Utara Hendra Hidayat saat membuka Pelatihan Urban Farming Kelas Lanjut di Jakarta, Kamis.

    Menurut dia, pelatihan tersebut sangat penting untuk meningkatkan pemahaman warga agar sistem pertanian perkotaan di daerah ini semakin membaik.

    Pelatihan diinisiasi Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (Sudin KPKP) dan peserta berasal dari kelompok tani, pengelola Ruang Publik Terbuka Ramah Anak (RPTRA), Rusun Gang Hijau dan kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK).

    Dirinya meminta seluruh peserta untuk terus memanfaatkan, mengembangkan dan menjaga sarana yang telah diberikan Sudin KPKP Jakarta Utara.

    Ia mencontohkan dengan merawat rak hidroponik, jika terus dikembangkan dengan baik maka hasil tanamannya dapat menghasilkan keuntungan.

    Hendra juga meminta para peserta pelatihan agar dapat menyerap ilmu sebanyak-banyaknya dan mampu membangun relasi serta bertukar informasi satu dengan lainnya.

    “Kami berharap ke depan Jakarta Utara dapat menciptakan pangan yang berkualitas, murah, serta ekosistem perkotaan yang selalu asri dan teduh,” kata dia.

    Sementara Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Utara, Unang Rustanto mengatakan bahwa pelatihan itu merupakan tahapan lanjutan dari tahun sebelumnya.

    Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengelola dan penggiat pertanian perkotaan untuk terus aktif dan berkembang dengan baik.

    Menurutnya, terdapat tiga materi yang diberikan, kepada peserta mulai dari pemahaman tentang budi daya sayur dan buah yang disampaikan oleh dari praktisi Oksigen Garden Norman Saksono.

    Kemudian, kiat sukses bertanam hidroponik oleh Marwan yang merupakan pengelola Hidroponik Young Sayur dan budi daya melon dengan pemateri dari Penyuluh Pertanian Jakarta Ahmad Syarif.

    Dirinya berharap para peserta dapat mengimplementasikan hasil dari pelatihan ini sehingga pertanian perkotaan semakin meluas.

    “Kegiatan pertanian itu hanya butuh tiga dasar, yakni air, matahari dan kemauan. Dan ini yang harus dipahami bersama,” kata dia.

    Pewarta: Mario Sofia Nasution
    Editor: Edy Sujatmiko
    Copyright © ANTARA 2025

  • Kepulauan Seribu melatih selam warganya untuk dukung wisata bahari

    Kepulauan Seribu melatih selam warganya untuk dukung wisata bahari

    Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menyelam serta menghadapi berbagai kondisi, yang lebih menantang, seperti selam malam hari, arus deras, dan sebagainya.

    Jakarta (ANTARA) – Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (Sudin KPKP) Kepulauan Seribu menyelenggarakan pelatihan selam lanjutan tingkat advance (mahir) kepada warganya sebagai upaya lebih memajukan wisata bahari di wilayahnya.

    “Kami menggelar pelatihan menyelam lanjutan untuk meningkatkan keterampilan warga setempat,” kata Kepala Seksi Kelautan dan Perikanan Sudin KPKP Kepulauan Seribu, Gama Eka Anantha di Jakarta, Rabu.

    Ia mengatakan sebelumnya Sudin KPKP telah mengadakan pelatihan selam bagi pemula angkatan pertama.

    Dan kini kembali hadir memberikan kesempatan untuk masyarakat yang ingin meningkatkan kemampuan selam.

    Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menyelam serta menghadapi berbagai kondisi, yang lebih menantang, seperti selam malam hari, arus deras, dan sebagainya.

    Ia menjelaskan pelatihan selam lanjutan ini diikuti sebanyak 20 peserta dari enam kelurahan dan para peserta sebelumnya telah mengantongi sertifikat A1 menyelam.

    Selama empat hari pelatihan, para peserta dibekali materi dan praktik menyelam dengan didampingi oleh lima pelatih yang profesional di bidangnya.

    Para peserta dibagi menjadi lima kelompok, tujuannya agar peserta fokus dan instruktur mudah mengawasi mereka.

    “Peserta pun sangat antusias, terlebih saat praktik menyelam,” kata dia.

    Dia berharap pelatihan ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat lokal khususnya untuk menghasilkan pemandu wisata selam yang berkualitas serta mampu menjaga kelestarian ekosistem alam bawah laut.

    “Kegiatan ini akan terus berkelanjutan dan diharapkan juga kepada para peserta yang nantinya menerima sertifikat A2, untuk kembali melanjutkan pekerjaan mereka dengan kemampuan yang sudah ditingkatkan (upgrade),” kata dia.

    Seorang peserta pelatihan warga Pulau Panggang, Fandu Wijaya (25) mengaku senang bisa kembali mengikuti pelatihan selam gratis yang diadakan Sudin KPKP Kepulauan Seribu.

    Menurut dia selama pelatihan para instruktur sangat detail dalam memberikan penjelasan.

    “Kami berharap dengan meningkatkan sertifikat ini bisa memberikan kepercayaan dan pengalaman yang menyenangkan kepada wisatawan yang berkunjung ke Kepulauan Seribu,” kata dia.

    Pewarta: Mario Sofia Nasution
    Editor: Ganet Dirgantara
    Copyright © ANTARA 2025

  • Pulau Tidung: Sampah yang memenuhi perairannya berasal dari Jakarta

    Pulau Tidung: Sampah yang memenuhi perairannya berasal dari Jakarta

    Sampah mulai terlihat di perairan sejak 19 Mei 2025 akibat terdorong angin dan menumpuk di sepanjang tepian pantai,

    Jakarta (ANTARA) – Kelurahan Pulau Tidung, Kabupaten Kepulauan Seribu menyatakan sampah yang memenuhi perairan di wilayahnya merupakan kiriman atau migrasi dari daratan Jakarta yang kerap terjadi setiap kali musim angin tertentu.

    “Fenomena sampah kiriman ini bukan yang pertama terjadi. Jadi ada musimnya,” kata Plt Sekretaris Kelurahan Pulau Tidung, Ari Prianto di Jakarta, Rabu.

    Ia mengatakan Pulau Tidung kerap menjadi titik akumulasi sampah laut yang terbawa dari daratan Jakarta dan sekitarnya.

    “Kami mengapresiasi atas gerak cepat petugas yang terus membersihkan sampah kiriman tersebut,” kata dia.

    Sementara Petugas Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Kepulauan Seribu, membersihkan sampah kiriman yang memenuhi perairan Pulau Tidung, Kepulauan Seribu Selatan.

    “Sampah mulai terlihat di perairan sejak 19 Mei 2025 akibat terdorong angin dan menumpuk di sepanjang tepian pantai,” kata Koordinator Lapangan (Korlap) Sudin LH Pulau Tidung, Azwar Hamid.

    Ia menyebutkan ada tiga titik kawasan yang terdampak sampah kiriman yakni pantai Gedung Pembenihan milik Suku Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP), sekitar Kantor Kelurahan Pulau Tidung, dan kawasan wisata Jembatan Asmara yang berdekatan dengan RPTRA Tidung Ceria.

    Menurut dia untuk mempercepat penanganan, pihaknya mengerahkan delapan personel pasukan oranye di tiga zona tersebut.

    “Masih ada sampah yang di tengah laut dan belum bisa kami angkut. Kami tunggu sampai merapat ke pantai supaya bisa langsung kami bersihkan,” kata dia.

    Ia menyebutkan total 250 ton sampah telah dibersihkan, dengan jenis beragam, mulai dari batang kayu, plastik, kaleng kemasan, hingga kasur bekas mengotori garis pantai.

    Sampah dilakukan pemilihan dan dikeringkan sebelum dibawa ke daratan.

    “Kami akan terus memantau dan membersihkan sampah kiriman tersebut. Mari jaga lingkungan kita, jangan membuang sampah ke kali atau sungai,” harapnya.

    Pewarta: Mario Sofia Nasution
    Editor: Ganet Dirgantara
    Copyright © ANTARA 2025

  • Kepulauan Seribu merutinkan penyuluhan pencegahan penyebaran TBC

    Kepulauan Seribu merutinkan penyuluhan pencegahan penyebaran TBC

    Melalui berbagai upaya, kami optimistis kasus TBC di Kepulauan Seribu dapat terus ditekan

    Jakarta (ANTARA) – Suku Dinas Kesehatan Kepulauan Seribu merutinkan kegiatan penyuluhan serta skrining (pemeriksaan) kesehatan sebagai upaya mencegah penyebaran Tuberkulosis (TBC) di enam kelurahan.

    “Kegiatan ini dalam rangka upaya menurunkan kasus TBC di Kepulauan Seribu,” kata Kepala Suku Dinas Kesehatan Kepulauan Seribu dr Murniasi Hutapea saat dihubungi, Selasa.

    Ia mengatakan skrining dan penyuluhan TBC ini merupakan kegiatan rutin bersama kader kesehatan di wilayah Kepulauan Seribu yang bertujuan meningkatkan kesadaran dan menghapus stigma masyarakat terhadap kasus TBC.

    “Selain di lingkungan warga, kami juga mengadakan edukasi di lingkungan sekolah dan asrama,” kata dia.

    Ia menyebutkan kasus TBC di wilayah Kepulauan Seribu pada Januari-April 2025 berjumlah 17 kasus atau menurun dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 23 kasus.

    Menurut dia penurunan ini tidak terlepas dari berbagai upaya yang telah dilakukan secara intensif seperti pemberian terapi pencegahan TBC (TPT), serta pembentukan Pengawas Minum Obat (PMO) di lingkungan keluarga pasien.

    Ia mengatakan dalam upaya penurunan kasus TBC, pihaknya juga menjalin kerja sama dengan Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) terkait pembiayaan dan pembinaan kader secara rutin untuk memperkuat penemuan kasus di lapangan.

    Selain itu, pada saat ini telah terbentuk tujuh Kampung Siaga TBC di Kepulauan Seribu yang menjadi pusat komunitas yang melibatkan berbagai unsur seperti kelurahan, puskesmas, RT atau RW, PKK, Karang Taruna, dan tokoh masyarakat dalam upaya pencegahan dan pengendalian TBC.

    “Melalui berbagai upaya, kami optimistis kasus TBC di Kepulauan Seribu dapat terus ditekan dan pengendalian penyakit menular ini menjadi lebih efektif,” ucapnya.

    Sementara itu, warga Pulau Untung Jawa, Hapijin mengaku terbantu dengan adanya layanan pemeriksaan kesehatan dan penyuluhan tersebut.

    Menurut dia melalui layanan ini masyarakat dapat semakin sadar untuk menjaga kesehatan.

    “Saya tadi ikut periksa pengecekan gula darah, kolesterol, dan lainnya. Terima kasih kepada Sudin Kesehatan Kepulauan Seribu sudah mengadakan kegiatan ini, semoga bisa terus berlanjut,” kata dia.

    Pewarta: Mario Sofia Nasution
    Editor: Ganet Dirgantara
    Copyright © ANTARA 2025

  • Jakbar mulai periksa hewan kurban di penampungan

    Jakbar mulai periksa hewan kurban di penampungan

    Jakarta (ANTARA) – Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Jakarta Barat mulai memeriksa kesehatan hewan kurban di tempat penampungan yang ada wilayah tersebut menjelang Idul Adha 1446 Hijriah.

    “Tim Satpel (Satuan Pelaksana) Sudin KPKP di kecamatan sudah mulai memeriksa, mendata di lapangan atau TPnHK (tempat penampungan hewan kurban),” kata Kepala Suku Dinas (Kasudin) KPKP Jakarta Barat, Novy C. Palit di Jakarta, Senin.

    Novy menegaskan bahwa pihaknya juga memberikan surat keterangan sehat bagi hewan-hewan yang dinyatakan sehat usai diperiksa petugas Sudin Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP).

    “Kita juga memberi surat keterangan kesehatan,” ujar Novy.

    Pada 27 Mei 2025, Dinas KPKP Jakarta bakal melakukan pemeriksaan antraks pada hewan-hewan kurban di wilayah setempat. “Nanti 27 Mei ada ‘surveilans anthrax’ oleh Dinas KPKP di Jakarta Barat,” katanya.

    Pemerintah Kota Jakarta Barat (Jakbar) menjamin tempat pemotongan hewan kurban di wilayah setempat sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

    “InsyaAllah tidak ada penampungan hewan kurban di tempat-tempat yang tidak sesuai dengan aturan atau ketentuan,” kata Wali Kota Jakbar Uus Kuswanto saat dihubungi ANTARA di Jakarta pada Kamis (1/5).

    Adapun ketentuan tempat pemotongan hewan kurban di Jakarta masih berpatokan pada Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 10 Tahun 2022 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pemotongan Hewan Kurban di Jakarta.

    “Kita masih menunggu Pergub baru ya terkait ketentuannya. Tapi sementara kita masih berpegangan pada ketentuan di Pergub 10 tahun 2022 itu,” kata Uus.

    Dalam Pergub tersebut, persyaratan teknis utama yang mesti dipenuhi adalah memadainya fasilitas pemotongan, lahan pemotongan, akses air bersih, penampungan limbah dan tempat perebusan.

    Selain itu, badan dan peralatan disinfeksi, kondisi kesehatan panitia, penyediaan kandang isolasi dan karantina, lokasi yang tidak rawan banjir serta tidak mengganggu ketertiban umum.

    Adapun dalam Surat Keputusan (SK) Wali Kota Jakarta Barat tahun 2024, terdapat 129 tempat penampungan serta 777 tempat pemotongan hewan kurban yang tersebar di delapan kecamatan di Jakbar.

    Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2025

  • Pembangunan tanggul pemecah ombak sudah melalui kajian teknis

    Pembangunan tanggul pemecah ombak sudah melalui kajian teknis

    Jakarta (ANTARA) –

    Suku Dinas Sumber Daya Air Kepulauan Seribu menegaskan bahwa pembangunan tanggul pemecah ombak (breakwater) di pulau-pulau berpenduduk di wilayah tersebut berdasarkan kajian teknis dan telah melalui proses sosialisasi kepada masyarakat.

    “‘Breakwater’ ini dibangun guna melindungi pulau dari ancaman abrasi pantai,” kata Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta, Mustajab di Jakarta, Jumat.

    Ia mengatakan, penetapan titik-titik pembangunan tanggul pemecah ombak ini juga telah disepakati bersama Taman Nasional Kepulauan Seribu dan tim dari Suku Dinas Lingkungan Hidup sehingga tidak merusak ekosistem atau lingkungan.

    Sebelum proyek dijalankan, pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada warga serta melaksanakan pengawasan terhadap kondisi terumbu karang di sekitar lokasi.

    Selain itu dalam kontrak kegiatan pengawasan terumbu karang sudah menjadi bagian yang dijalankan. “Bahkan sebelum proyek dimulai, hal tersebut sudah dipersiapkan,” kata dia.

    Dia memastikan bahwa seluruh kegiatan pembangunan telah mengikuti prosedur dan dilengkapi kajian lingkungan yang dibutuhkan.

    “Pembangunan infrastruktur pelindung pantai ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi keberlangsungan permukiman serta ekosistem di pulau-pulau yang terdampak abrasi,” kata dia.

    Pewarta: Mario Sofia Nasution
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2025

  • Kepulauan Seribu beri pelatihan kepada pelaku UMKM

    Kepulauan Seribu beri pelatihan kepada pelaku UMKM

    Jakarta (ANTARA) –

    Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kepulauan Seribu memberi pelatihan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di wilayah tersebut untuk meningkatkan kualitas produk usaha mereka.

    Pelatihan dilakukan melalui Bimbingan Teknis Pengembangan Ekonomi Kreatif yang diikuti oleh 35 pelaku UMKM di wilayah tersebut.

    “Total ada 35 pelaku usaha yang kami libatkan dalam pelatihan untuk mengembangkan potensi ekonomi kreatif,” kata Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Sudin Parekraf) Kepulauan Seribu, Sonti Pangaribuan di Jakarta, Jumat.

    Menurut dia, ekonomi kreatif kini menjadi salah satu penggerak utama dalam inovasi, penciptaan lapangan kerja serta pengayaan budaya melalui karya dan ekspresi kreatif.

    Ia mengatakan, untuk memperdalam pemahaman peserta, panitia menghadirkan enam narasumber profesional di bidang masing-masing.

    “Kami berharap peserta dapat mempelajari strategi terbaik, saling berbagi pengalaman, dan membangun jejaring yang kuat guna mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif di wilayah ini,” kata dia.

    Dia berharap peserta dapat menjelajahi dan mengembangkan potensi ekonomi kreatif yang sangat penting bagi kemajuan masyarakat Kepulauan Seribu.

    Menurut dia, Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Ekonomi Kreatif Tahun 2025 berlangsung 15-16 Mei 2025, di Aula Gedung Sasana Wisata Aula, Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu Selatan.

    Bimtek ini mengusung tema “Kemasan Menarik, Pasar Tertarik” yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha lokal di bidang ekonomi kreatif.

    “Ini merupakan kegiatan rutin yang digelar agar peserta dapat menjelajahi dan mengembangkan potensi ekonomi kreatif yang sangat penting bagi kemajuan masyarakat Kepulauan Seribu,” kata dia.

    Warga Pulau Untung Jawa yang menjadi salah satu peserta pelatihan tersebut, Nurul Hidayah (24) mengaku senang dapat mengikuti pelatihan karena mendapatkan banyak pengetahuan mulai dari toko daring (e-commerce), “branding”, pengemasan, teknik penyajian dan pembuatan konten menarik hingga keterampilan komunikasi.

    “Selain banyak ilmu baru, kami juga bisa saling bertukar ide. Terima kasih kepada Sudin Parekraf atas kesempatan dan pelatihan yang bermanfaat ini,” kata dia.

    Pewarta: Mario Sofia Nasution
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2025

  • Dinas LH Jaksel uji emisi 170 kendaraan bermotor di Pesanggrahan

    Dinas LH Jaksel uji emisi 170 kendaraan bermotor di Pesanggrahan

    dari 170 kendaraan yang ikut uji emisi, kendaraan roda empat berbahan bakar bensin yang lulus uji emisi sebanyak 34 unit

    Jakarta (ANTARA) – Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan melakukan uji emisi sebanyak 170 kendaraan bermotor roda empat dan roda dua di lingkungan Kantor Kecamatan Pesanggrahan untuk memastikan bahwa kendaraan mematuhi standar lingkungan.

    “Kendaraan yang menjalani uji emisi terdiri atas 34 mobil berbahan bakar bensin, enam unit berbahan bakar solar, dan 67 sepeda motor,” kata Kepala Seksi Pengendalian, Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Sudin LH Jaksel Tuty Ernawati Sapardin dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Jumat.

    Tuty merinci dari 170 kendaraan yang ikut uji emisi, kendaraan roda empat berbahan bakar bensin yang lulus uji emisi sebanyak 34 unit.

    Kemudian, kendaraan roda empat berbahan bakar solar lulus enam unit dan kendaraan roda dua berbahan bakar bensin lulus 61 unit dan tidak lulus enam unit.

    Sasaran uji emisi yang dilaksanakan pada Kamis (15/5) yakni kendaraan pribadi roda dua atau roda empat yang berbahan bakar bensin ataupun solar.

    Terhadap kendaraan yang tidak lulus uji emisi, kata Tuty, pihaknya meminta untuk melakukan pemeriksaan dan perbaikan mesin.

    Tuty juga menjelaskan uji emisi ini merupakan langkah nyata dalam menjalani Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 66 Tahun 2020 tentang gas buang kendaraan bermotor dan upaya mengurangi polusi udara.

    “Semakin rutin kita melakukan uji emisi ini, maka polusi udara yang disebabkan gas buang kendaraan bermotor semakin berkurang, sehingga menciptakan lingkungan yang sejuk dan asri,” ucapnya.

    Pewarta: Ilham Kausar
    Editor: Ganet Dirgantara
    Copyright © ANTARA 2025