Tag: Sudin

  • Bina Marga benahi JPO rusak di Kebon Jeruk Jakarta Barat

    Bina Marga benahi JPO rusak di Kebon Jeruk Jakarta Barat

    Jakarta (ANTARA) – Suku Dinas Bina Marga Jakarta Barat kembali menambal kerusakan lantai Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Tol Kebon Jeruk KM 2, Jalan Arjuna Selatan, Jakarta Barat.

    Kerusakan lantai JPO yang terbuat dari semen itu viral setelah dikeluhkan warga melalui media sosial (medsos).

    “Sudah kita tindaklanjuti aduan warga. Penanganan sementara oleh petugas kita,” ujar Kepala Seksi Jalan dan Jembatan Suku Dinas (Sudin) Bina Marga Jakarta Barat, Khairul Imam di Jakarta pada Jumat.

    Perbaikan dilakukan dengan cara cor semen pada bagian lantai JPO yang berlubang. “Kita cor semen, itu penanganan sementara,” kata Khairul.

    Pihaknya segera bersurat ke pihak PT Jasa Marga sebagai pemilik JPO tersebut. “Kami sedang bikin surat ke Jasa Marga agar diperbaiki, karena itu aset tol,” ujar dia.

    Dalam video viral, nampak lantai JPO itu sudah rapuh, bahkan lubangnya terisi tanah sehingga ditumbuhi rumput liar.

    Menindaklanjuti laporan itu, pada Selasa (1/7) malam, Sudin Bina Marga Jakarta Barat (Jakbar) langsung melakukan penambalan sementara. Lima orang petugas kuning dikerahkan untuk pekerjaan penambalan itu.

    Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Pemkot Jakut perbaiki 6.889 titik jalan rusak

    Pemkot Jakut perbaiki 6.889 titik jalan rusak

    Petugas memperbaiki titik jalan rusak di satu ruas jalan di Jakarta Utara ANTARA/HO-Pemkot Jakut

    Pemkot Jakut perbaiki 6.889 titik jalan rusak
    Dalam Negeri   
    Editor: Calista Aziza   
    Jumat, 04 Juli 2025 – 15:40 WIB

    Elshinta.com – Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Suku Dinas Bina Marga Jakarta Utara mengklaim telah memperbaiki 6.889 titik jalan rusak dan berlubang sejak Januari hingga Juni 2025.

    “Total luas jalan yang telah diperbaiki tersebut mencapai 53.976,952 meter persegi,” Kepala Suku Dinas Bina Marga Jakarta Utara, Siti Dinarwenny di Jakarta, Jumat.

    Menurut dia, perbaikan dilakukan menggunakan penambalan cepat dengan metode coldmix dan untuk kerusakan sedang dan berat akan ditambal menggunakan hotmix.

    Ia mengatakan petugas melakukan perbaikan di jalan lingkungan, penghubung, protokol, maupun jalan arteri.

    “Jadi, prinsipnya kami lihat jalan berlubang langsung ditangani, jangan sampai ada aduan masyarakat dulu baru dikerjakan,” ujar Siti.

    Ia mengatakan jalan berlubang atau rusak di sejumlah ruas jalan disebabkan beberapa hal mulai dari faktor usia, curah hujan, kendaraan bertonase tinggi, hingga galian proyek.

    “Petugas dari Sudin maupun Satpel Kecamatan, setiap harinya terus melakukan monitoring untuk mengidentifikasi jalan berlubang di seluruh wilayah agar bisa dilakukan perbaikan segera,” katanya.

    Selain itu, cuaca yang tidak menentu (panas dan hujan) menyebabkan banyak jalan berlubang kecil-kecil atau mengalami kerusakan ringan.

    Sementara itu, Kepala Seksi Jalan dan Jembatan Suku Dinas Bina Marga Jakarta Utara, Budi Cahyo Wardoyo menyebutkan jalan yang telah diperbaiki di bulan Januari 2025 mencapai 1.451 titik seluas sekitar 5.940,762 meter persegi.

    Kemudian, pada Februari ada 1.375 titik dengan total luasan sekitar 2.444,285 meter persegi dan Maret hanya 454 titik mencapai 722,9 meter persegi.

    Kemudian di bulan April ada 1.066 titik mencapai 5.631,17 meter persegi.

    “Pada bulan Mei ada 1.292 titik dengan total luas sekitar 23.820,425 meter persegi. Sementara, Juni lalu ada 1.251 titik mencapai 15.417,41 meter persegi,” paparnya.

    Ia menambahkan, pada bulan Juni perbaikan terbanyak di lakukan di wilayah Kecamatan Kelapa Gading dengan jumlah 314 titik dengan total luas 3.235,68 meter persegi.

    “Mudah-mudahan dengan dilakukan perbaikan setiap harinya, dapat mencegah potensi terjadinya kecelakaan. Pengendara yang melintas menjadi lebih merasa aman dan nyaman,” kata Budi.

    Sumber : Antara

  • Triplek jadi pemicu api cepat membesar hanguskan lima rumah di Jaktim

    Triplek jadi pemicu api cepat membesar hanguskan lima rumah di Jaktim

    Personel Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Timur memadamkan api di Jalan Mayjen Sutoyo Nomor 76, RT 02/RW 14, Cililitan, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (5/7/2025) dini hari. ANTARA/HO-Sudin Gulkarmat Jakarta Timur.

    Triplek jadi pemicu api cepat membesar hanguskan lima rumah di Jaktim
    Dalam Negeri   
    Editor: Calista Aziza   
    Jumat, 04 Juli 2025 – 11:39 WIB

    Elshinta.com – Material bangunan yang mudah terbakar, seperti triplek menjadi pemicu utama api cepat membesar hingga menghanguskan lima rumah di Cililitan, Kramat Jati, Jakarta Timur pada Jumat dini hari sekitar pukul 01.07 WIB.

    “Kalau objek yang terbakar total lima rumah, dan materialnya memang bahan-bahannya mudah terbakar. Bangunan itu terbuat dari triplek dan kondisi panas, triplek akan jadi bahan bakar dan mempercepat perjalanan api,” kata Perwira Piket Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Timur, Sunaryo saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.

    Informasi kebakaran yang melanda permukiman padat di Jalan Mayjen Sutoyo Nomor 76, RT 02/RW 14, Cililitan, Kramat Jati tersebut disampaikan salah satu warga sekitar yang datang melapor ke pos pemadam kebakaran di wilayah setempat pada pukul 01.07 WIB.

    Petugas pemadam kebakaran langsung bergerak cepat untuk mencegah api meluas dengan mengerahkan empat unit pemadam kebakaran dan satu unit pendukung.

    Saat tim tiba di lokasi, api sudah membakar sekitar tiga sampai empat rumah, dan satu rumah lainnya terdampak.

    “Personel Damkar secepatnya mencegah dan melokalisir tempat kejadian perkara (TKP) agar api tidak menyebar luas. Kondisi saat petugas tiba di TKP sudah ada tiga sampai empat rumah terbakar dan satu terdampak, total ada lima rumah,” jelas Sunaryo.

    Salah satu kendala utama yang dihadapi tim Sudin Gulkarmat Jakarta Timur, kata Sunaryo yakni akses jalan yang sempit dan mengharuskan tim menggelar empat sampai lima selang.

    “Hambatan yang kami dapat pertama akses, posisi jalan ada empat sampai lima selang digelar dan tidak asing lagi terkait bahaya listrik itu jadi kendala. Tapi Alhamdulillah semua selamat, tidak ada hal yang menimbulkan bahaya, baik ke petugas maupun masyarakat,” ucap Sunaryo.

    Sebanyak 15 unit mobil pemadam kebakaran dan 75 personel dikerahkan untuk memadamkan kebakaran lima rumah di Cililitan tersebut. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 02.25 WIB.

    Menurut Sunaryo, meskipun lokasi sumber air hanya berjarak sekitar 300 meter, jumlah armada yang dikerahkan tetap diperbanyak untuk mencegah meluasnya kebakaran di tahap awal.

    Hingga saat ini, pihaknya masih menyelidiki lebih lanjut penyebab dan sumber api yang menghanguskan lima rumah di Kramat Jati.

    “Penyebab masih kami dalami, proses penyelidikan, nanti minta informasi dan keterangan dari saksi dan posisi akhir pusat TKP. Kami belum bisa simpulkan,” kata Sunaryo.

    Sumber : Antara

  • Kerugian akibat kebakaran rumah di Kramat Jati capai Rp210 juta

    Kerugian akibat kebakaran rumah di Kramat Jati capai Rp210 juta

    Kebakaran lima rumah di Jalan Mayjen Sutoyo Nomor 76, RT 02/RW 14, Cililitan, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (4/7/2025) dini hari. ANTARA/HO-Sudin Gulkarmat Jakarta Timur.

    Kerugian akibat kebakaran rumah di Kramat Jati capai Rp210 juta
    Dalam Negeri   
    Editor: Calista Aziza   
    Jumat, 04 Juli 2025 – 11:55 WIB

    Elshinta.com – Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur mengungkapkan, kerugian akibat kebakaran lima rumah di Cililitan, Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Jumat dini hari, mencapai Rp210 juta.

    “Objek yang terbakar total lima rumah tinggal dengan luas area kurang lebih 10×7 meter persegi. Akibatnya, total kerugian sekitar Rp210 juta,” kata Kepala Seksi Operasi (Kasi Ops) Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur Abdul Wahid dikutip dari ANTARA, Jumat.

    Informasi kebakaran rumah yang berada di Jalan Mayjen Sutoyo Nomor 76, RT 02/RW 14, Cililitan, Kramat Jati ini diketahui petugas saat salah satu warga sekitar yang datang melapor ke pos pemadam kebakaran di wilayah setempat pada pukul 01.07 WIB.

    Petugas pemadam kebakaran langsung bergerak cepat untuk pengetahuan awal agar mencegah api meluas dengan mengerahkan empat unit pemadam kebakaran dan satu unit pendukung.

    “Kami terima kabar pukul 01.07 WIB, terus tiba di lokasi sekitar pukul 01.11 WIB dan langsung melakukan pemadaman 01.13 WIB. Api dilokalisir pukul 01.38 WIB dan pendinginan sekitar pukul 01.45 WIB,” ujar Wahid.

    Sudin Gulkarmat Jakarta Timur meluncurkan sebanyak 15 unit pemadam kebakaran dan 75 personel untuk memadamkan api di lokasi kebakaran.

    “Api berhasil padam dan status hijau atau pemadaman dinyatakan selesai pukul 02.25 WIB,” ucapnya.

    Dia memastikan sebanyak 4 KK dan 15 jiwa berhasil diselamatkan dalam peristiwa kebakaran tersebut. Sehingga tak ada korban jiwa dan hal yang membahayakan bagi petugas pemadam kebakaran ataupun warga sekitar.

    Hingga saat ini, Sudin Gulkarmat Jakarta Timur masih menyelidiki lebih lanjut penyebab dan sumber api yang menghanguskan lima rumah di Kramat Jati.

    Proses penyelidikan dilakukan dengan menelusuri rumah yang hangus terbakar dan meminta keterangan dari saksi serta petugas di posisi akhir pusat kebakaran.

    Sumber : Antara

  • 75 personel Gulkarmat padamkan kebakaran lima rumah di Kramat Jati

    75 personel Gulkarmat padamkan kebakaran lima rumah di Kramat Jati

    Kebakaran lima rumah di Jalan Mayjen Sutoyo Nomor 76, RT 02/RW 14, Cililitan, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (4/7/2025) dini hari. ANTARA/HO-Sudin Gulkarmat Jakarta Timur.

    75 personel Gulkarmat padamkan kebakaran lima rumah di Kramat Jati
    Dalam Negeri   
    Editor: Calista Aziza   
    Jumat, 04 Juli 2025 – 10:28 WIB

    Elshinta.com – Sebanyak 75 personel Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Timur dikerahkan untuk memadamkan kebakaran lima rumah di Cililitan, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat dini hari.

    “Sebanyak 15 unit mobil pemadam kebakaran dan 75 personel kami kerahkan untuk memadamkan api,” kata Perwira Piket Sudin Gulkarmat Jakarta Timur, Sunaryo saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.

    Sunaryo menyebut, informasi kebakaran di Jalan Mayjen Sutoyo Nomor 76, RT 02/RW 14 tersebut disampaikan oleh salah satu warga sekitar yang datang melapor ke salah satu pos pemadam kebakaran di wilayah setempat pada pukul 01.07 WIB.

    Lalu, pihaknya langsung menuju lokasi kejadian bersama beberapa unit pemadam kebakaran untuk pengerahan awal. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 02.25 WIB.

    “Ada warga yang melapor dan datang juga ke pos samping PGC memberikan informasi ada kebakaran di permukiman padat, kami langsung memberangkatkan empat unit dan satu unit pendukung untuk awalan saja,” ujarnya.

    Petugas Sudin Gulkarmat Jaktim tiba di lokasi kebakaran sekitar pukul 01.11 WIB. Lalu, api dilokalisir pukul 01.38 WIB dan pendinginan sekitar pukul 01.45 WIB.

    Kebakaran itu diduga berasal dari salah satu rumah yang dalam posisi kosong.

    “Menurut informasi diduga api berasal dari rumah Bapak Deni yang kebetulan kosong, yang tiba-tiba api sudah membesar dan langsung laporan ke pos pemadam kebakaran terdekat,” jelas Sunaryo.

    Belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran yang melanda lima rumah tersebut. Pihak Gulkarmat Jakarta Timur masih menyelidiki lebih lanjut, termasuk total kerugian akibat kebakaran.

    “Kami masih selidiki oleh tim kami, yang jelas tidak ada laporan korban dalam kebakaran,” ucapnya.

    Sumber : Antara

  • Hingga Juni 2025, Jaksel sterilkan 800 lebih hewan

    Hingga Juni 2025, Jaksel sterilkan 800 lebih hewan

    Jakarta (ANTARA) – Suku Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Selatan (Jaksel) mensterilkan 836 ekor hewan hingga Juni 2025 untuk bisa menekan populasi yang berlebih di daerah itu.

    “Total steril 836 ekor hewan,” kata Kepala Seksi Peternakan dan Kesehatan Hewan Sudin KPKP Jakarta Selatan, Irawati Harry Artharini saat dihubungi di Jakarta, Rabu.

    Irawati mengatakan ratusan hewan yang sudah sterilisasi itu terdiri dari 584 ekor jantan dan 253 ekor betina.

    Adapun sasaran sterilisasi yakni kucing liar dengan menerapkan metode tangkap, steril dan lepas kembali (trap-neuter-return/TNR).

    Selain TNR, pihaknya juga sudah menambah kuota sterilisasi di setiap kecamatan yakni sebanyak 150 dengan 100 ekor kucing jantan dan 50 ekor betina.

    “Kalau steril target 2.300 ekor pada 2025,” ujarnya.

    Sebelumnya, Sudin KPKP Jaksel mengingatkan warga setempat untuk tidak membuang hewan peliharaan agar tidak membahayakan bagi lingkungan, khususnya terkait dengan rabies.

    Selain itu, Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Selatan juga meminta warga untuk membantu merawat kucing usai sterilisasi dengan metode tangkap, steril, dan lepas kembali atau trap-neuter-return (TNR).

    Diimbau juga, masyarakat untuk bertanggung jawab kepada hewan peliharaannya dengan cara divaksinasi rabies dan disterilisasi agar tidak berkembang biak semakin banyak.

    Pewarta: Luthfia Miranda Putri
    Editor: Edy Sujatmiko
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Polisi selidiki penyebab kebakaran RS Hermina Jatinegara Jaktim

    Polisi selidiki penyebab kebakaran RS Hermina Jatinegara Jaktim

    Evakuasi pasien di Rumah Sakit (RS) Hermina Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, saat terjadi kebakaran, Rabu (2/7/2025) pagi. (ANTARA/HO-Sudin Gulkarmat Jakarta Timur)

    Polisi selidiki penyebab kebakaran RS Hermina Jatinegara Jaktim
    Dalam Negeri   
    Editor: Calista Aziza   
    Rabu, 02 Juli 2025 – 12:24 WIB

    Elshinta.com – Kepolisian masih menyelidiki penyebab kebakaran Rumah Sakit (RS) Hermina, Jatinegara, Jakarta Timur, pada Rabu pagi sekitar pukul 05.00 WIB.

    “Iya masih kita lakukan pendalaman dulu terkait penyebab kebakaran,” kata Kapolsek Jatinegara Kompol Samsono saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

    Samsono menyebutkan, pihaknya akan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama dengan tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor). “Kita laksanakan olah TKP nanti sambil menunggu Puslabfor,” ujar Samsono.

    Adapun adanya informasi kebakaran itu awalnya disampaikan oleh salah satu warga sekitar melalui pusat panggilan (call center) Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta pada pukul 05.02 WIB.

    Lalu, Suku Dinas (Sudin) Gulkarmat Jakarta Timur langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP) bersama satu unit pemadam kebakaran untuk pengerahan awal pukul 05.10 WIB.

    Api berhasil dilokalisir sekitar pukul 05.11 WIB dan pendinginan pukul 05.12 WIB. Sebanyak 50 personel Sudin Gulkarmat Jakarta Timur (Jaktim) dikerahkan untuk memadamkan api tersebut.

    “Sebanyak 10 unit mobil pemadam kebakaran dan 50 personel Gulkarmat Jakarta Timur kami kerahkan untuk memadamkan api,” kata Kepala Seksi Operasi (Kasi Ops) Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Timur Abdul Wahid saat dihubungi di Jakarta, Rabu.

    Abdul menyebutkan, api sudah dapat dipadamkan kurang lebih setengah jam kemudian, namun asap masih menyelimuti gedung RS Hermina, khususnya beberapa lantai di gedung rawat jalan.

    Karena itu, Sudin Gulkarmat Jaktim mengerahkan unit tambahan berupa pompa atau penyalur untuk menyedot asap yang menyelimuti ruangan rumah sakit tersebut.

    Petugas juga melakukan pengamanan di sekitar lokasi guna mencegah warga mendekat ke area bekas kebakaran.

    Tak ada korban jiwa akibat kebakaran tersebut. Sebanyak 75 jiwa berhasil diselamatkan, termasuk puluhan pasien yang masih dirawat, baik menggunakan kursi roda ataupun tempat tidur langsung dievakuasi ke luar gedung.

    Beberapa pasien juga langsung dievakuasi ke Unit Gawat Darurat (UGD) untuk memastikan keadaan pasien baik dan mendapatkan pertolongan.

    Sumber : Antara

  • Antisipasi tumbang, seribu lebih pohon di Jakarta Selatan dipangkas

    Antisipasi tumbang, seribu lebih pohon di Jakarta Selatan dipangkas

    Jakarta (ANTARA) – Suku Dinas Pertamanan dan Hutan (Sudin Tamhut) Kota Jakarta Selatan (Jaksel) memangkas 1.195 pohon selama Juni 2025 untuk antisipasi tumbang pada musim hujan.

    “Sebanyak 1.195 pohon, sudah kami pangkas selama Juni 2025,” kata Kepala Suku Dinas Tamhut Jakarta Selatan, Djauhar Arifien saat dihubungi di Jakarta, Rabu.

    Djauhar mengatakan dari angka sebanyak itu, Kecamatan Pancoran menjadi wilayah dengan jumlah pemangkasan pohon tertinggi, mencapai 125 pohon.

    Dia mengatakan pemangkasan dilakukan untuk mencegah potensi bahaya dari pohon tumbang, khususnya saat musim hujan dan cuaca ekstrem.

    “Pemangkasan dilakukan berdasarkan kategori ringan, sedang, hingga berat, termasuk penebangan dan penanganan pohon tumbang,” ujarnya.

    Sementara itu, jenis pemangkasan kategori sedang menjadi yang paling dominan dengan jumlah 608 pohon, diikuti pemangkasan berat (324 pohon), dan ringan (167 pohon).

    Pemangkasan pohon dibagi menjadi tiga kategori, yakni pangkas ringan (merapikan), sedang (banyak cabang yang dipotong) dan berat (memotong ketinggian dan cabang yang dikhawatirkan tumbang).

    Pohon-pohon yang dipangkas juga dinilai rawan tumbang saat kondisi cuaca ekstrem atau curah hujan tinggi, berada di akses infrastruktur misalnya di saluran air, sisi jalan, serta pohon yang keropos, kering dan mati.

    Tim-tim khusus seperti Buser dan Team Taman juga berperan aktif dalam pemangkasan, terutama di area permukiman padat, taman kota, hingga jalur lalu lintas utama.

    Ada pun lokasi penopingan atau pemangkasan biasanya berdasarkan laporan atau aduan masyarakat melalui aplikasi Cepat Respons Masyarakat (CRM).

    Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya preventif dalam menjaga keselamatan warga dan mendukung estetika kota.

    Pewarta: Luthfia Miranda Putri
    Editor: Edy Sujatmiko
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Pulau Seribu bangun Posko Damkar di Pulau Lancang

    Pulau Seribu bangun Posko Damkar di Pulau Lancang

    Jakarta (ANTARA) –

    Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu (Pulau Seribu) membangun Pos Pemadam Kebakaran (Pos Damkar) di Kelurahan Pulau Pari, Pulau Lancang, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Kepulauan Seribu untuk meningkatkan pelayanan keselamatan dari bahaya kebakaran warga setempat.

    Kepala Sektor Delapan Sudin Gulkarmat Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu Soemarno di Jakarta, Rabu, menjelaskan pembangunan Pos Damkar ini direncanakan akan memakan waktu pengerjaan selama enam bulan.

    Menurut dia, pos ini dibangun dengan luas bangunan kurang lebih sekitar 104 meter persegi dan berlokasi di RT 03 RW 03 Pulau Lancang, Kelurahan Pulau Pari.

    “Pembangunan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan infrastruktur keselamatan publik di wilayah kepulauan yang memiliki karakter geografis yang cukup menantang dalam penanganan kebakaran,” kata dia.

    Soemarno belum merinci berapa anggaran dan sumbernya untuk membangun Pos Damkar itu.

    Lurah Pulau Pari Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan Muhammad Adriansyah menyatakan pembangunan Pos Damkar itu akan semakin mendekatkan layanan keselamatan kepada warga kepulauan setempat.

    “Dengan adanya kantor baru untuk Damkar, kami berharap pelayanan terhadap keselamatan warga Pulau Lancang bisa semakin efektif dan responsif,” kata Adriansyah.

    Menurut dia, kehadiran posko ini diharapkan dapat memacu kinerja tim Damkar semakin meningkat dalam memberikan pertolongan dan penyelamatan kepada warga.

    “Semoga kinerja tim Damkar juga terus meningkat,”katanya

    Ia menambahkan, pembangunan Pos Damkar ini menjadi bagian dari upaya peningkatan infrastruktur keselamatan publik di wilayah kepulauan.

    “Karakteristik geografis yang cukup menantang dalam penanganan kebakaran sehingga pos ini sangat vital,” kata dia.

    Sementara itu, Ketua RT 03 Kelurahan Pulau Pari Sunaini mengatakan pembangunan pos ini diharapkan dapat memudahkan warga, dalam menjalin koordinasi cepat saat terjadi keadaan darurat.

    “Semoga dengan adanya pos ini, warga bisa merasa lebih aman dan mudah dalam mengakses bantuan bila terjadi kebakaran atau kondisi darurat lainnya,” kata dia.

    Sebelumnya, data resmi dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta per awal 2025, menyebutkan, idealnya Jakarta memerlukan 267 pos pemadam kebakaran yakni satu pos untuk setiap kelurahan (267 kelurahan). Namun, saat ini baru ada sekitar 170–172 pos yang aktif beroperasi.

    Pewarta: Mario Sofia Nasution
    Editor: Edy Sujatmiko
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Warga Jaksel diingatkan tak buang hewan peliharaan

    Warga Jaksel diingatkan tak buang hewan peliharaan

    Jakarta (ANTARA) – Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Kota Administrasi Jakarta Selatan (Sudin KPKP Jaksel) mengingatkan warga setempat untuk tidak membuang hewan peliharaan agar tidak membahayakan bagi lingkungan, khususnya terkait dengan rabies.

    “Jadi, masyarakat harus bertanggung jawab pada hewan peliharaa untuk tidak membuangnya jika sudah kewalahan dan menjadi banyak,” kata Kepala Seksi Peternakan dan Kesehatan Hewan Sudin KPKP Jaksel, Irawati Harry Artharini di Jakarta, Rabu.

    Irawati mengimbau masyarakat untuk bertanggung jawab kepada hewan peliharaannya dengan cara divaksinasi rabies dan disterilisasi agar tidak berkembang biak semakin banyak.

    Maka untuk mengendalikan populasi, katanya, sterilisasi merupakan salah satu program dari Sudin KPKP Jakarta Selatan, untuk pengendalian penyakit rabies dan populasi kucing liar di Jakarta Selatan.

    “Harapannya adalah semakin banyak nanti titik untuk kegiatan vaksinasi dan sterilisasi kucing liar, untuk mencegah populasi kucing liar,” ucapnya.

    Menurutnya, hingga kini para pemilik kucing sangat antusias dalam mendukung program ini sebagai bentuk kolaborasi nyata untuk menjaga populasi kucing tetap terkendali.

    “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, termasuk pemilik hewan, tenaga medis dan relawan. Semoga kegiatan ini membawa manfaat nyata bagi lingkungan, kesehatan hewan dan kesejahteraan bersama,” ungkapnya.

    Di Cilandak Timur, hewan yang vaksinasi rabies total enam kucing betina dan yang disterilisasi 30 kucing yang terdiri dari 23 kucing jantan dan tujuh kucing betina.

    Kemudian, pihaknya juga melakukan sterilisasi sebanyak 96 ekor kucing jantan berpemilik di Agro Edukasi Wisata (AEW) Ragunan, Kecamatan Pasar Minggu.

    Sterilisasi dilakukan dengan melibatkan dokter hewan atau tim medis dari Pusat Pelayanan Kesehatan Hewan dan Peternakan (Pusyankeswannak) DKI Jakarta.

    Pewarta: Luthfia Miranda Putri
    Editor: Edy Sujatmiko
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.