Tag: Sudin

  • Pemkot Jakbar bersiap gelar Festival Cinta Lingkungan 2025

    Pemkot Jakbar bersiap gelar Festival Cinta Lingkungan 2025

    Wali Kota Jakarta Barat Uus Kuswanto (tengah). ANTARA/Risky Syukur

    Pemkot Jakbar bersiap gelar Festival Cinta Lingkungan 2025
    Dalam Negeri   
    Editor: Novelia Tri Ananda   
    Jumat, 08 Agustus 2025 – 10:57 WIB

    Elshinta.com – Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) melakukan persiapan untuk penyelenggaraan kegiatan Festival Cinta Lingkungan (Cilung) 2025 pada 28 September mendatang. Wali Kota Jakbar Uus Kuswanto mengatakan pihaknya telah memberikan sejumlah fasilitas pendukung kepada peserta festival melalui Unit Penanganan Sampah (UPS) Badan Air di setiap kecamatan.

    Fasilitas pendukung itu berupa material dan alat bantu yang digunakan oleh para peserta untuk membuat karya perahu ramah lingkungan.

    “Dukungan kita dari Pemkot Jakbar, dermaga kubus apung 1 unit, perahu boat 5 unit, perahu dari kubus apung 1 unit, karung 100 lembar, cangkang 20 buah, golok 20 buah dan truk 3 unit,” kata Uus melalui pesan singkat di Jakarta, Jumat.

    Uus menyebut penggunaan seluruh fasilitas pendukung tersebut dikoordinasikan oleh Kepala Satuan Pelaksana (Kasatlak) UPS Badan Air di delapan kecamatan.

    “Semuanya disiapkan Kasatlak UPS BA Jakbar. Intinya, dukungan dari Jakarta Barat itu lewat Sudin LH dan UPS Badan Air,” pungkas Uus.

    Sementara itu, Humas Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Yogi Ikhwan menyebutkan Festival Cinta Lingkungan 2025 diikuti oleh 42 kecamatan di Jakarta.

    “Diminta semua tim UPS Badan Air di 42 kecamatan (membuat) 1 perahu,” kata Yogi.

    Sumber : Elshinta.Com

  • Jakbar pastikan akses yang sama untuk semua sekolah dalam Program CKG

    Jakbar pastikan akses yang sama untuk semua sekolah dalam Program CKG

    Arsip foto -;Seorang santri mengikuti pemeriksaan gigi saat peluncuran pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah, Jakarta Barat, Senin (4/8/2025). Pemerintah memulai pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) pada pelajar secara serentak di sekolah/madrasah/pesantren dengan menargetkan sebanyak 53,8 juta peserta didik di 282.317 satuan pendidikan di seluruh Indonesia untuk mengikuti program CKG Sekolah. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/YU

    Jakbar pastikan akses yang sama untuk semua sekolah dalam Program CKG
    Dalam Negeri   
    Editor: Calista Aziza   
    Kamis, 07 Agustus 2025 – 20:55 WIB

    Elshinta.com – Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat memastikan akses yang sama untuk semua sekolah di wilayah tersebut dalam Program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

    Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat Erizon Safari di Jakarta, Kamis, mengapresiasi program itu lantaran tidak hanya menyasar sekolah umum dan sekolah swasta, tetapi juga sekolah keagamaan.

    “Menurut saya itu sangat penting dan memang akan dilaksanakan di sekolah lain karena ini program nasional. Sasarannya semua murid sekolah, baik umum, sekolah keagamaan, lintas agama,” ungkap Erizon.

    Selain itu, ia juga mengapresiasi jenis-jenis penyakit yang diperiksa dalam program tersebut, seperti TBC, pemeriksaan fungsi ginjal, deteksi dini kanker dan lainnya.

    “Ada sejumlah penyakit yang diperiksa. Jadi intinya itu tes kesehatan dan kebugaran para murid juga. Deteksi dini itu kan penting bagi anak-anak usia pelajar,” kata dia.

    Terkait pemeriksaan kesehatan di Pondok Pesantren Assidiqiyah Jakarta, kata Erizon, semua dari 100 peserta gelombang pertama dinyatakan sehat. “Pemeriksaan sekitar 100 anak, semua sehat,” katanya.

    Adapun Program CKG di sekolah itu akan terus berlanjut sampai gelombang ke delapan hingga 830 pelajarnya ikut terlibat.

    Sebelumnya, Wali Kota Jakarta Barat Uus Kuswanto menjamin kesiapan sekolah-sekolah di wilayah tersebut sebagai lokasi pelaksanaan Program CKG

    “Jadi bukan hanya di sekolah umum. Namun juga di pondok pesantren dan sekolah keagamaan lain,” kata Uus saat dihubungi di Jakarta, Rabu (6/8).

    Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Suku Dinas Pendidikan dan Suku Dinas Kesehatan setempat agar sekolah beserta para pelajar dipersiapkan untuk mengikuti program itu.

    “Sudah koordinasi dengan Sudindik dan Sudin Kesehatan supaya lembaga sekolahnya dipersiapkan, termasuk kemarin CKG di Ponpes Assidiqiyah. Saya dapat laporan, sudah berjalan lancar,” ujar Uus

    Menurut Uus, Program CKG penting untuk dilaksanakan, menyusul layanan itu berkonsep jemput bola yang mendekatkan layanan pemeriksaan kesehatan dengan para pelajar.

    “Intinya kita mendukung program-program pemerintah untuk bisa dilaksanakan di seluruh lapisan masyarakat, termasuk salah satunya di sekolah. Sehingga mereka benar-benar bisa mendapat layanan kesehatan yang terbaik,” ujar Uus.

    Sumber : Antara

  • KPK Gali Dugaan Pemberian Jam Tangan Mewah dari SYL ke Anggota DPR
                
                    
                        
                            Nasional
                        
                        7 Agustus 2025

    KPK Gali Dugaan Pemberian Jam Tangan Mewah dari SYL ke Anggota DPR Nasional 7 Agustus 2025

    KPK Gali Dugaan Pemberian Jam Tangan Mewah dari SYL ke Anggota DPR
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami dugaan pemberian jam tangan mewah dari mantan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL), untuk Ketua Komisi IV DPR Periode 2019-2024, Sudin.
    Penerimaan itu telah terungkap dalam fakta persidangan kasus dugaan pemerasan dan penerimaan gratifikasi yang menjerat SYL.
    Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, mengatakan bahwa saat ini, KPK masih mengumpulkan informasi terkait dugaan penerimaan jam mewah tersebut.
    “Termasuk jam tangan mewah dan lain-lainnya. Kita akan perdalam terkait itu,” kata Asep di Gedung Merah Putih, Jakarta, Rabu (6/8/2025).
    Asep juga memastikan bahwa KPK akan terus mendalami kasus dugaan korupsi lainnya di Kementerian Pertanian, termasuk dugaan keterlibatan anggota legislatif.
    “Ya. Sedang kita kumpulkan informasi lainnya. Nanti kita akan kita tindak lanjuti,” ujarnya.
    Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga ada aliran dana dugaan korupsi eks Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) yang mengalir ke Ketua Komisi IV DPR RI, Sudin.
    Sudin merupakan anggota DPR RI dari Fraksi PDI-P yang beberapa waktu lalu dipanggil penyidik KPK.
    Kediamannya di Depok juga digeledah tim KPK.
    “Dan ada juga Komisi IV yang juga diduga menerima aliran kan,” kata Juru Bicara Penindakan dan Kelembagaan KPK, Ali Fikri, saat ditemui awak media di sela peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2023 di Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (13/12/2023).
    “Waktu itu sudah disebutkan, siapa, yang rumahnya digeledah, Sudin,” lanjut Ali.
    Adapun KPK saat ini tengah mengusut tiga klaster dugaan korupsi di Kementerian Pertanian, yakni dugaan pemerasan SYL terhadap bawahannya yang sudah naik penyidikan, dugaan korupsi pengadaan sapi, serta dugaan korupsi hortikultura yang masih dilidik.
    Sudin diduga menerima aliran dana terkait kasus pemerasan yang saat ini tengah disidik KPK dan menyeret SYL ke balik jeruji besi.
    Menurut Ali, KPK telah mengkonfirmasi ke Sudin terkait proyek di Kementan, fungsi pengawasan Komisi IV terhadap Kementan, dan lainnya.
    “Ya kita kan harus konfirmasi proyek dan lain-lainnya. Pengawasan anggaran dan lain-lain,” tutur Ali.
    Sudin diperiksa KPK pada Rabu (15/11/2023). Saat ditemui awak media usai menemui penyidik, Sudin mengaku dicecar terkait anggaran.
    “Hanya ditanya mengenai anggaran dan pengawasan saja, itu saja,” kata Sudin di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu.
    KPK juga telah menggeledah rumah dinas Ketua Komisi IV DPR RI Sudin yang terletak di Raffles Hills, Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Jumat (10/11/2023) malam.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Jaksel pastikan CKG dilaksanakan merata bagi seluruh siswa

    Jaksel pastikan CKG dilaksanakan merata bagi seluruh siswa

    Jakarta (ANTARA) – Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Selatan memastikan pelayanan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dilaksanakan secara merata bagi semua siswa di wilayah tersebut.

    “Semua siswa sekolah di Jakarta Selatan dilakukan Cek Kesehatan Gratis,” kata Kepala Suku Dinas (Sudin) Kesehatan Jakarta Selatan Yudi Dimyati saat dihubungi di Jakarta, Rabu.

    Yudi mengatakan kegiatan ini dalam rangka melaksanakan program pemerintah pusat dengan target sampai Desember 2025.

    Pemeriksaan kesehatan gratis ini dilakukan setiap setahun sekali untuk bisa menjangkau sekolah sasaran.

    Kemudian, dalam peresmian pertamanya di Jakarta Selatan, sebanyak 617 siswa di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 8 Jakarta mengikuti pro6gram CKG pada Senin (4/8).

    “Target semua anak sekolah mulai dari kelas 1 hingga kelas 12 Sekolah Dasar (SD),” katanya.

    Hingga kini pemeriksaan kesehatan gratis itu belum ada kendala. Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan (Jaksel) menargetkan sekolah-sekolah untuk didatangi guna mendapat pelayanan Program CKG.

    “Secara bertahap sudah kita jadwalkan untuk petugas datang ke sekolah melakukan pemeriksaan Cek Kesehatan Gratis,” katanya.

    Program CKG berkaitan dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bertujuan untuk membuat anak-anak Indonesia lebih sehat karena memiliki gizi yang lengkap serta tubuh yang kuat.

    CKG Sekolah merupakan pembaruan (rebranding) dari skrining kesehatan usia sekolah dan remaja yang telah rutin dilaksanakan untuk usia 7-17 tahun (jenjang SD sampai dengan SMA sederajat) tiap tahun ajaran.

    Program ini selain ditujukan untuk pelajar di sekolah juga menyasar anak usia 7-17 tahun yang tidak bersekolah atau tidak mengakses pendidikan formal.

    Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyasar sebanyak 1.997.082 anak untuk mendapatkan layanan Program CKG Sekolah.

    Pewarta: Luthfia Miranda Putri
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Sekolah di Jakbar siap laksanakan Program CKG

    Sekolah di Jakbar siap laksanakan Program CKG

    Jakarta (ANTARA) – Wali Kota Jakarta Barat Uus Kuswanto menyatakan sekolah-sekolah di wilayah tersebut siap melaksanakan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

    “Jadi bukan hanya di sekolah umum. Namun juga di pondok pesantren dan sekolah keagamaan,” kata Uus saat dihubungi di Jakarta, Rabu.

    Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Suku Dinas Pendidikan dan Suku Dinas Kesehatan setempat agar sekolah beserta para pelajar dipersiapkan untuk mengikuti program itu.

    “Sudah koordinasi dengan Sudindik dan Sudin Kesehatan supaya lembaga sekolahnya dipersiapkan, termasuk kemarin CKG di Ponpes Assidiqiyah. Saya dapat laporan, sudah berjalan lancar,” ujar Uus.

    Menurut Uus, Program CKG penting untuk dilaksanakan dan layanan itu berkonsep “jemput bola” yang mendekatkan layanan pemeriksaan kesehatan dengan para pelajar.

    “Intinya kita mendukung program-program pemerintah untuk bisa dilaksanakan di seluruh lapisan masyarakat, termasuk salah satunya di sekolah. Sehingga mereka benar-benar bisa mendapat layanan kesehatan yang terbaik,” ujar Uus.

    Adapun Program CKG di Ponpes Assidiqiyah bakal berlangsung dalam delapan gelombang. Pelaksanaan pertama pada Senin (3/8) diikuti 100 peserta.

    Program CKG akan terus berlanjut di Ponpes Assidiqiyah hingga 830 pelajar di sekolah itu mendapatkan layanan tersebut.

    Sebelumnya diberitakan, Menteri Agama Nasaruddin Umar meminta jajaran, baik tingkat pusat maupun kantor wilayah di seluruh provinsi, mengawal kesuksesan Program CKG di sekolah keagamaan.

    “Kepada seluruh kepala kanwil se-Indonesia kalau nanti saya tahu ada di antara sekolah yang tidak mendapatkan pemeriksaan, nanti akan saya panggil para kepala kanwil dan Kankemenag-nya,” kata dia di Jakarta, Senin (4/8).

    Ia menjelaskan, pelaksanaan CKG akan menjadi kesempatan penting dalam mendukung Visi Indonesia Emas 2045, khususnya mencetak generasi yang sehat, cerdas dan berdaya saing.

    Ia menjelaskan pelaksanaan CKG menyasar madrasah, pesantren, satuan pendidikan keagamaan Kristen, Katolik, Hindu (Widyalaya) dan Buddha (Dhammasekha).

    Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Tumpukan Sampah di Kelapa Gading Terbakar, Diduga Akibat Puntung Rokok
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        6 Agustus 2025

    Tumpukan Sampah di Kelapa Gading Terbakar, Diduga Akibat Puntung Rokok Megapolitan 6 Agustus 2025

    Tumpukan Sampah di Kelapa Gading Terbakar, Diduga Akibat Puntung Rokok
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Tumpukan sampah di Jalan Inspeksi Kali Sunter, RT 18, RW 13, Kelapa Gading, Jakarta Utara, terbakar, Rabu (6/8/2025).
    Kasiops Sudin Gulkarmat Jakarta Utara Gatot Sulaeman mengatakan kebakaran tersebut diduga akibat puntung rokok.
    “Objek yang terbakar sampah diduganya karena ada puntung rokok,” kata Gatot Sulaeman saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu.
    Gatot mengaku, pertama kali mendapatkan informasi kebakaran tersebut dari salah satu warga bernama Nurul lewat telepon.
    Kebakaran itu, kata Gatot, bermula saat salah satu bangunan semi permanen atau bedeng tempat pengumpulan barang bekas milik warga bernama Zaenal terbakar karena puntung rokok.
    Lalu, api merambat ke tumpukan sampah di sekitarnya sehingga semakin membesar dan mengeluarkan asap tebal.
    Setelah menerima laporan, Gatot langsung meluncurkan 10 unit mobil pemadam kebakaran dengan total 50 personel ke TKP.
    Sekitar pukul 06.24 WIB para petugas tiba di lokasi dan langsung melakukan pemadaman. Api berhasil dilokalisir dan kini sudah dalam tahap pendinginan sekitar 07.30 WIB.
    Gatot memastikan, tak ada korban jiwa atas peristiwa kebakaran tersebut.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Bina Marga kebut perbaikan tiga titik ruas jalan di Jakbar

    Bina Marga kebut perbaikan tiga titik ruas jalan di Jakbar

    Jakarta (ANTARA) – Suku Dinas (Sudin) Bina Marga Jakarta Barat (Jakbar) mengebut betonisasi atau perbaikan tiga titik ruas jalan rusak di Kebon Jeruk tahun ini.

    “Tiga titik ruas jalan tersebut, yakni Jalan Surya Wijaya Kusuma Kelurahan Kedoya Selatan, Jalan Ratu Flambotan dan Jalan Ratu Cempaka Kelurahan Duri Kepa,” kata Kepala Suku Dinas Bina Marga Jakarta Barat, Darwin Ali saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

    Ia menjelaskan, hal itu dilakukan sebagai imbas ruas jalan rusak, sehingga butuh perbaikan.

    “Kami juga upaya beri pelayanan bagi pengguna jalan supaya tetap nyaman dan aman berkendara, meski ada perbaikan,” ujarnya.

    Kepala Seksi Jalan dan Jembatan Sudis Bina Marga Jakarta Barat, Khairul Imam merinci, perbaikan di Jalan Surya Wijaya Kusuma Kedoya Utara dilakukan panjang 65 meter persegi lebar delapan meter persegi dan ketebalan 30 sentimeter (cm).

    “Untuk Jalan Ratu Flamboyan, Duri Kepa, panjangnya 182 meter persegi dan lebar lima meter persegi,” kata dia.

    Sementara itu perbaikan di Jalan Ratu Cempaka, Duri Kepa dilakukan dengan panjang 156 meter persegi dan lebar lima meter.

    “Pengerjaan peninggian jalan beton dengan bahan “ready mix” (beton aspal), dikerjakan mulai akhir 20 Juli 2025,” katanya.

    Hingga kini, kata Khairul, progres perbaikan sudah mencapai 40 persen.

    “Diprakirakan rampung awal September 2025. Karena wilayah itu sering tergenang, diharapkan nantinya dapat mengurangi genangan di wilayah itu,” katanya.

    Darwin belum merinci berapa anggaran untuk perbaikan jalan pada titik ruas itu.

    Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
    Editor: Edy Sujatmiko
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • SDA Jaksel pilah sampah daun dan kayu untuk antisipasi kebakaran

    SDA Jaksel pilah sampah daun dan kayu untuk antisipasi kebakaran

    Jakarta (ANTARA) – Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan memilah sampah daun dan kayu bekas untuk antisipasi kebakaran gudang, di mana sebelumnya gudang SDA di Jalan AUP Pasar Minggu, terbakar pada Sabtu (2/8) lalu.

    “Sampah-sampah yang mudah terbakar akan kami pisahkan ke area yang lebih basah,” kata Kepala Seksi Pemeliharaan Sudin SDA Jakarta Selatan, Junjung Paulus saat dihubungi di Jakarta, Senin.

    Junjung menyebutkan penyebab kebakaran tersebut akibat adanya korsleting listrik yang menimbulkan percikan api.

    Kemudian, percikan api itu merembet ke sampah seperti daun hingga kayu bekas yang berada di area sekitar gudang.

    “Percikan api membakar sampah-sampah daun, triplek dan kayu bekas. Itu yang membuatnya makin besar,” jelasnya.

    Ke depannya, Suku Dinas SDA Jakarta Selatan berkomitmen terus melakukan pemantauan terhadap kabel-kabel listrik yang berada di sekitar.

    “Dan akan sering melakukan pemantauan terhadap kabel-kabel listrik di area dalam,” ucapnya.

    Sebanyak 40 personel Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan memadamkan kebakaran di gudang Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA), di Jalan AUP Pasar Minggu.

    Sudin Gulkarmat Jakarta Selatan menerima laporan kebakaran dari masyarakat pukul 07.50 WIB.

    Hingga pukul 08.00 WIB sudah padam dan sejak pendinginan pukul 08.09 WIB dilakukan pendinginan dan selesai pukul 08.27 WIB.

    Tidak ada korban jiwa dan taksiran kerugian mencapai Rp50 juta dari peristiwa kebakaran tersebut.

    Pewarta: Luthfia Miranda Putri
    Editor: Syaiful Hakim
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Platform digital eMaggot dari Pemprov DKI dapatkan apresiasi

    Platform digital eMaggot dari Pemprov DKI dapatkan apresiasi

    Jakarta (ANTARA) – Platform digital yang memfasilitasi transaksi jual beli maggot (larva) Black Soldier Fly (BSF) yang dikembangkan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta bersama Koperasi Suka Resik (KSR), eMaggot mendapatkan apresiasi dari masyarakat.

    Pencipta sekaligus produsen Magobox, perangkat budidaya maggot BSF portabel untuk skala rumah tangga dan komunitas, Fathimah Himmatina salah satunya yang menyambut baik peluncuran eMaggot.

    “Saya sangat senang akhirnya ada dukungan dari DLH Jakarta dalam membangun ekosistem pasar yang mempertemukan para maggoters dengan offtaker (pembeli). Dulu kami sulit sekali mencari pasar, bahkan harus mencarinya sampai ke Bogor dan Mojokerto. Alhamdulillah, sekarang pasarnya makin luas,” kata dia di Jakarta, Senin.

    Fathimah mengatakan, pegiat maggot skala rumahan di Jakarta secara mandiri menginisiasi pengurangan sampah organik di rumah dan komunitas mereka melalui proses biokonversi.

    Selain dia, ada juga produsen sekaligus offtaker maggot Royan. Dia menyampaikan hadirnya eMaggot memudahkan memasarkan hasil budidaya maggot.

    “Dulu bingung mau jual ke mana. Sekarang dengan adanya koperasi dan sistem digital ini, penyaluran hasil budidaya jadi jauh lebih mudah,” katanya.

    Royan berharap Koperasi Suka Resik dapat berkembang menjadi lebih dari sekadar tempat jual beli, tetapi juga dapat menjadi pusat pelatihan, edukasi, dan kolaborasi antar pegiat maggot.

    Sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta bersama Koperasi Suka Resik (KSR) resmi meluncurkan eMaggot, sebuah platform digital terpusat yang memfasilitasi transaksi jual beli maggot Black Soldier Fly (BSF).

    Inisiatif ini bertujuan mendukung pengelolaan sampah organik yang lebih efektif, berbasis teknologi dan pemberdayaan masyarakat, serta berkelanjutan.

    Dia mengatakan, platform eMaggot tidak hanya menghadirkan solusi teknologi dalam pengelolaan sampah, tetapi juga mendorong terciptanya sistem ekonomi sirkular yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat.

    Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menyampaikan melalui eMaggot, distribusi maggot dari para produsen ke Satuan Pelaksana (Satpel) dan Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) kini dapat dilakukan secara lebih efisien, terpusat, dan terdokumentasi secara digital dan nontunai.

    “Dengan sistem yang transparan dan terdigitalisasi, proses distribusi menjadi lebih akuntabel dan terpantau dengan baik,” katanya.

    Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
    Editor: Syaiful Hakim
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Mengambang di Aliran Kali Kawasan Penjaringan

    Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Mengambang di Aliran Kali Kawasan Penjaringan

    JAKARTA – Sesosok mayat ditemukan mengambang dalam posisi telungkup di aliran Kali Jalan Pantai Indah Utara, Sektor Timur, RW 10, Kelurahan Kapuk Muara, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu, 3 Agustus 2025, sore.

    Penemuan mayat pria tanpa identitas tersebut dilaporkan warga terjadi sekitar pukul 16.57 WIB. Kemudian warga melaporkan ke Polsek Penjaringan.

    “Awalnya tercium bau tidak sedap. Setelah dilihat ternyata ada mayat di tanggul,” kata warga sekitar kepada wartawan.

    Setelah petugas Kepolisian melakukan pengecekan ke lokasi, aparat Kepolisian kemudian melaporkan ke Sudin Gulkarmat Jakarta Utara untuk dilakukan evakuasi jenazah dari dalam aliran kali.

    Selanjutnya, satu tim rescue Sudin Gulkarmat Jakarta Utara dikerahkan ke lokasi kejadian untuk mengevakuasi mayat pria tersebut dari dalam aliran kali.

    “Objek evakuasi mayat mengambang di kali. Evakuasi selesai pukul 17.25 WIB,” kata Kasiops Gulkarmat Gatot Sulaeman saat dikonfirmasi, Minggu, 3 Agustus, malam.

    Pada proses evakuasi, tim rescue menggunakan tangga dan tali yang dikaitkan di tubuh korban, kemudian ditarik dari atas tanggul.

    Setelah berhasil dievakuasi, petugas Kepolisian tidak menemukan kartu identitas korban di tubuhnya. Selanjutnya tubuh korban dimasukan ke dalam kantong jenazah dan diangkut oleh mobil palang hitam Dinas Pertamanan DKI Jakarta.

    “Evakuasi korban selesai ditangani oleh tim damkar dan instansi terkait. Korban laki-laki tidak ditemukan identitas. Selanjutnya jenazah tersebut dibawa Ke RSCM,” katanya.

    Sementara penemuan mayat tersebut masih dalam penyelidikan Polsek Metro Penjaringan guna mengungkap kematian dan identitas korban.