Tag: Sudin

  • Pedagang umum jalani kurasi untuk tempati Sentra Fauna Lenteng Agung

    Pedagang umum jalani kurasi untuk tempati Sentra Fauna Lenteng Agung

    Jakarta (ANTARA) – Sebanyak 22 pedagang umum menjalani tahap kurasi untuk bisa menempati Sentra Fauna Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

    “Hari ini, kami lakukan kurasi terhadap produk UMKM yang akan mengisi Blok A dan E Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung,” kata Kepala Suku Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Sudin PPKUKM) Jakarta Selatan (Jaksel), Djaharuddin kepada wartawan di Jakarta, Rabu.

    Ia mengatakan pada kesempatan ini, sebanyak 22 dari 51 calon UMKM menjalani tahap terakhir sebelum para UMKM menerima kunci kios atau disebut kurasi.

    Adapun tahapan penilaiannya berdasarkan rasa, higienitas, penampilan dan kemasan produk UMKM yang dijual.

    Nantinya, bagi mereka yang lolos akan didata untuk uji coba berjualan selama sebulan ke depan.

    “Mereka yang lolos nantinya akan mengisi Blok A Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung, area terdepan dari area relokasi pedagang Barito itu,” ucapnya.

    Diharapkan, Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung menjadi ikon baru Kota Jakarta Selatan sebagai tempat hiburan sekaligus edukasi bagi masyarakat.

    “Kalau belanja kebutuhan hewan sudah, bisa makan di sini, lengkap kulinernya dari jajanan sampai makanan beratnya ada,” ucapnya.

    Sentra Fauna Lenteng Agung dibangun sebagai lokasi binaan bagi pedagang lokasi sementara (loksem) Barito yang dipindahkan.

    Tujuan pemindahan tersebut, yaitu untuk mengembalikan fungsi taman dan trotoar serta terkait pembangunan Taman Bendera Pusaka yang tengah dibangun oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

    Tak hanya menyediakan lokasi pengganti yang lebih baik, Pemerintah Kota Jakarta Selatan juga berkomitmen membantu promosi dan sosialisasi bagi eks pedagang Barito.

    Sentra Fauna Lenteng Agung berdiri di atas lahan seluas 7.500 meter persegi. Dari luas tersebut, sekitar 2.000 meter persegi dialokasikan bagi pedagang yang sebelumnya menempati Lokasi Sementara (Loksem) JS 25, JS 26, JS 30 dan JS 96.

    Kios-kios di sentra fauna itu terbagi dalam tiga zona utama, yakni Zona A yang terdiri atas 22 kios kuliner, Zona C dan D sebanyak 74 kios pedagang burung dan pakan hewan, serta Zona E untuk pedagang parsel dan kuliner sebanyak 29 kios.

    Sementara Zona B yang diperuntukkan bagi ruang serba guna yang saat ini masih belum berproses.

    Pewarta: Luthfia Miranda Putri
    Editor: Edy Sujatmiko
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • DKI tangani kabel semrawut di kawasan Tebet

    DKI tangani kabel semrawut di kawasan Tebet

    Jakarta (ANTARA) – Dinas Bina Marga DKI menangani kabel semrawut di kawasan Tebet, khususnya pada sepanjang Jalan Dr Soepomo sampai Dr Saharjo, termasuk kantor Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan sebagai upaya penataan utilitas dan menjaga estetika perkotaan.

    “Kemarin di sini sudah diikat sama Bina Marga dan ada juga dari dinas sampai level kecamatan,” kata Camat Tebet, Putut Puji Linangkung kepada wartawan di Jakarta, Rabu.

    Puji mengatakan sebelumnya kabel di lokasi tersebut sudah dirapikan, namun karena ada pihak lain yang memasang jaringan baru maka menjadi berantakan.

    Maka itu, kini petugas Satuan Pelaksana Bina Marga tingkat kecamatan telah merapikan kembali agar tidak semrawut.

    Berbeda dengan kabel semrawut, di lokasi itu juga terdapat tujuh tiang listrik miring yang juga sudah dilaporkan, namun butuh alat berat untuk memperbaikinya.

    “Dari Bina Marga yang akan mengkoordinasikan ke pihak-pihak itu. Harus dengan alat yang memang seperti derek atau apa pun yang bisa menegakkan kembali,” ucapnya.

    Dikonfirmasi, Kepala Sudin Bina Marga Jakarta Selatan Rifki Rismal mengatakan sarana jaringan utilitas terpadu (SJUT) di Jakarta Selatan berada di tangan PT Jakpro, termasuk pedestrian yang baru selesai dikerjakan.

    Hal ini mengingat Dinas Bina Marga DKI bidang Pasukan Unit Sarana Utilitas Kota (PSUK) menugaskan PT. Jakpro untuk penataan SJUT di Jakarta Selatan.

    “Terkait kabel di sepanjang Jalan Dr Saharjo dan Soepomo itu penanganan langsung Dari Dinas Bina Marga bidang PSUK. Karena itu terkait dengan penugasan kepada PT Jakpro untuk SJUT-nya,” ucapnya.

    Sebelumnya, sejumlah warga mengeluhkan keamanan akibat temuan kabel semrawut dan tiang miring di kawasan sepanjang Jalan Dr Soepomo sampai Dr Saharjo, Tebet, Jakarta Selatan.

    Sebelumnya, anak usaha Perumda PT Jakarta Propertindo (Jakpro), PT Jakarta Infrastruktur Propertindo (JIP) menargetkan pembangunan sarana jaringan utilitas terpadu (SJUT) sepanjang 84,5 kilometer (km) di kawasan Jakarta Timur dan Jakarta Selatan hingga 2025.

    Pewarta: Luthfia Miranda Putri
    Editor: Edy Sujatmiko
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Sudin LH Jakarta Barat gencarkan grebek pilah sampah di Rusun Pesakih

    Sudin LH Jakarta Barat gencarkan grebek pilah sampah di Rusun Pesakih

    Jakarta (ANTARA) – Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Barat menggencarkan “grebek pilah sampah” di Rumah Susun (Rusun) Pesakih, Cengkareng.

    Kasudin LH Jakbar Achmad Hariadi mengatakan, kegiatan itu ditujukan untuk menindaklanjuti Pergub 77 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Sampah Lingkup RW.

    “Kegiatan ini juga sesuai dengan arahan Kadis Lingkungan Hidup DKI Jakarta untuk meningkatkan kesadaran warga dan kepedulian lingkungan tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik, termasuk soal pemilahan,” ujar Hariadi saat dihubungi di Jakarta, Selasa.

    Lebih lanjut, Hariadi mengatakan bahwa kegiatan itu juga merupakan strategi dalam pengurangan sampah dan meningkatkan partisipasi warga dalam pengelolaan sampah.

    “Jadi, kami beri edukasi pemilahan sampah di Rusun Pesakih, termasuk jenis-jenis sampah yang dipilah. Sampah yang dipilah baik sampah organik dapur, anorganik bernilai, sampah plastik atau kemasan dan lain-lain, dikelola di TPS 3R (Tempat Pengolahan Sampah Reuse, Reduce, Recycle) Bambu Larangan,” ujar Hariadi.

    Dalam kegiatan tersebut, kata dia, dikumpulkan 300 kilogram (kg) sampah organik dapur, 400 kg sampah anorganik bernilai dan 300 kg sampah plastik RDF (Refused-Derived Fuel).

    Kepada setiap penghuni, Suku Dinas Lingkungan Hidup juga memberikan edukasi terkait Perda Nomor 3 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah, khususnya implementasi pengawasan dan penindakan bagi pelanggar kebersihan.

    “Kemudian soal kondisi sampah yang menumpuk di tempat pembuangan sampah rusun. Jadi, kita sarankan agar disiram bio-aktivator supaya bakteri patogen yang bau hilang dan sampah organik semakin mudah terurai,” imbuhnya.

    Sementara Kepala Unit Pengelola Rumah Susun V Rusun Pesakih Muhammad Ali, mengimbau warga untuk membuang sampah pada tempatnya dan memisahkan sampah organik dan non-organik.

    Ia berharap dengan kegiatan itu, warga Rusun Pesakih memiliki kesadaran yang lebih tinggi dalam mengelola sampah dan menjaga lingkungan.

    “Semoga gerakan gerebek sampah ini meningkatkan kesadaran masyarakat untuk peduli kepada lingkungan,” kata Ali.

    Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
    Editor: Edy Sujatmiko
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Pemkot rampungkan pembangunan PLTS di tiga sekolah di Jakut

    Pemkot rampungkan pembangunan PLTS di tiga sekolah di Jakut

    Kami mengadakan sosialisasi Transisi Energi Bersih di tiga sekolah bersamaan dengan penyelesaian pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di sekolah tersebut

    Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi (Sudin Nakertransgi) Kota Jakarta Utara merampungkan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di tiga sekolah sebagai upaya transisi energi bersih di daerah setempat.

    “Kami mengadakan sosialisasi Transisi Energi Bersih di tiga sekolah bersamaan dengan penyelesaian pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di sekolah tersebut,” kata Kepala Seksi Energi Sudin Nakertransgi Jakarta Utara, Syahid Dwi Susanto

    Pihaknya berkolaborasi dengan pihak GIZ Energy Programme Indonesia melalui project CASE (Clean, Affordable and Secure Energy) menggelar sosialisasi dan edukasi transisi energi ini diikuti sekitar 250 pelajar di masing-masing sekolah.

    “Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung pengembangan perencanaan transisi energi nasional dengan salah satunya penguatan sumber daya manusia agar memiliki wawasan dalam transisi energi,” kata dia.

    Menurut dia, sosialisasi tersebut di gelar di tiga sekolah yang sebelumnya telah dilakukan pembangunan PLTS, yakni SDN Rawa Badak Selatan 03, SDN Sukapura 02, dan SMAN 75 Jakarta Utara.

    Program ini tidak hanya bertujuan mendukung transisi energi bersih, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi sekolah, seperti penghematan tagihan listrik bulanan.

    Ia menambahkan, pembangunan PLTS ini juga dapat menjadi media pembelajaran bagi murid untuk mengenal teknologi energi bersih sejak dini.

    “Bagi murid SMA, sosialisasi ini memberikan wawasan mengenai kondisi transisi energi di Indonesia, tantangan pengembangan energi surya di masa mendatang, serta peluang terciptanya pekerjaan hijau,” terangnya.

    Sementara Kepala SMAN 75 Jakarta Utara, Muflikhatus Sukriyati mengatakan program tersebut sangat bermanfaat dalam menambah wawasan peserta didik sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan energi berkelanjutan.

    “Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah yang terus memberikan fasilitas yang modern di sekolah ini dan akan kami jaga dan rawat bersama,” kata dia.

    Pewarta: Mario Sofia Nasution
    Editor: Sambas
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Infografis Rentetan Kebakaran Jakarta dalam Sepekan Terakhir

    Infografis Rentetan Kebakaran Jakarta dalam Sepekan Terakhir

    Liputan6.com, Jakarta – Rentetan kejadian kebakaran dalam sepekan terakhir berlangsung di sejumlah wilayah di Jakarta. Yang pertama tragedi kebakaran di Gedung Terra Drone, Kemayoran, Jakarta Pusat.

    Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kapusdatin BPBD) DKI Jakarta Mohammad Yohan menjelaskan, berdasarkan informasi diterima, kronologis awal kejadian pada pukul 12.43 WIB pada Selasa 9 Desember 2025.

    Tim Damkar kemudian langsung melakukan proses pendinginan pada pukul 14:10 WIB dan pemadaman selesai pada pukul 14.55 WIB. Sementara itu, proses evakuasi korban selesai pada pukul 17.30 WIB.

    “Selesai ditangani oleh 29 Unit Disgulkarmat, P2B BPBD PMI, AGD Dinkes, Dishub, Satpol PP, PLN, Personil PSKB/Tagana Dinsos, Personil Polsek dan Personil Koramil,” jelas Yohan, Selasa 9 Desember 2025.

    Diketahui, sebanyak 22 orang menjadi korban meninggal dunia akibat insiden kebakaran Gedung Terra Drone. Yohan merinci, total korban berjumlah 76 jiwa rinciannya, 54 orang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Sementara, 22 Korban meninggal dunia yang terdiri dari 15 Perempuan dan 7 Laki-laki.

    Tak hanya itu, insiden kebakaran juga terjadi di lantai 2 gedung Mall AEON Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Selatan atau Sudin Gulkarmat Jaksel langsung bergerak cepat memadamkan api.

    “Pengerahan enam unit dengan 25 personel. Dugaan penyebab proses penyelidikan,” tulis Command Center Damkar, Kamis 11 Desember 2025.

    Dan pada hari ini saat awal pekan, Senin (15/12/2025), terjadi kebakaran di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur (Jaktim).

    Kepala Operasional Sudin Gulkarmat Jaktim Abdul Wahid menyebut, pihaknya menerima laporan kebakaran dari masyarakat melalui sambungan telepon sekitar pukul 07.24 WIB.

    Petugas pemadam tiba di lokasi pada pukul 07.28 WIB dan segera memulai operasi pemadaman satu menit kemudian, tepatnya pukul 07.29 WIB.

    Lantas, seperti apa rentetan kebakaran yang terjadi di Jakarta dalam rentang waktu sepekan terakhir mulai Selasa 9 Desember hingga Senin 15 Desember 2025? Seberapa besar kerugiannya? Simak selengkapnya dalam rangkaian Infografis berikut ini:

  • ​350 Kios di Pasar Induk Kramat Jati Dilalap Api, Diduga karena Korsleting

    ​350 Kios di Pasar Induk Kramat Jati Dilalap Api, Diduga karena Korsleting

    Jakarta: Sebanyak 350 kios dilaporkan hangus terbakar dalam peristiwa kebakaran yang melanda Pasar Induk Kramat Jati, Jalan Raya Bogor, Kelurahan Kampung Tengah, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin pagi, 15 Desember 2025.

    “Ini total ada sekitar 350 kios terbakar,” kata Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Agus Himawan saat ditemui di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, dilansir Antara, Senin, 15 Desember 2025.

    Agus menjelaskan, kebakaran pertama kali dilaporkan sekitar pukul 07.15 WIB. Api melalap ratusan kios yang berada di kawasan Los Buah Blok C2 dan sempat memicu kepanikan di kalangan pedagang.

    Meski demikian, berkat respons cepat petugas pemadam kebakaran serta dukungan sistem pengamanan internal pasar, api berhasil dikendalikan dalam waktu kurang dari satu jam.

    “Pada pagi hari ini, pukul 07.15 WIB telah terjadi kebakaran di Pasar Induk, khususnya di Los Buah C2. Alhamdulillah, api sudah berhasil dipadamkan pada pukul 08.00 WIB dan saat ini masih dilakukan proses pendinginan oleh Dinas Pemadam Kebakaran,” jelas Agus. 
     

    Sebanyak 95 personel Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur diterjunkan ke lokasi kejadian.

    “Sebanyak 19 unit mobil pemadam kebakaran dan 95 personel Gulkarmat Jakarta Timur kami kerahkan untuk memadamkan api,” kata Kepala Seksi Operasi Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur Abdul Wahid.
     
    Diduga akibat korsleting

    Salah satu saksi mata, Ridwan, seorang sopir truk yang sedang melakukan bongkar muat di lokasi, mengaku sempat mendengar suara ledakan.

    “Itu awalnya toko plastik dekat situ, toko plastik korsleting. Saya dengar ledakan, mobil saya lagi parkir bongkar muat, saya lagi duduk-duduk di warung,” ujar Ridwan di Jakarta Timur.

    Menurut Ridwan, kecepatan perambatan api sangat cepat. Dalam hitungan menit, kobaran api membesar dan menyebar ke bangunan lain. Kondisi ini diperparah dengan banyaknya material yang sangat mudah terbakar di sekitar lokasi.

    “Cepat banget merembet ini apinya, hitungan menit, karena angin juga, terus banyak kayu sama plastik,” pungkasnya.

    Material kayu yang menumpuk di depan los juga diduga menjadi faktor utama api penyebaran api.

    Jakarta: Sebanyak 350 kios dilaporkan hangus terbakar dalam peristiwa kebakaran yang melanda Pasar Induk Kramat Jati, Jalan Raya Bogor, Kelurahan Kampung Tengah, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin pagi, 15 Desember 2025.
     
    “Ini total ada sekitar 350 kios terbakar,” kata Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Agus Himawan saat ditemui di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, dilansir Antara, Senin, 15 Desember 2025.
     
    Agus menjelaskan, kebakaran pertama kali dilaporkan sekitar pukul 07.15 WIB. Api melalap ratusan kios yang berada di kawasan Los Buah Blok C2 dan sempat memicu kepanikan di kalangan pedagang.

    Meski demikian, berkat respons cepat petugas pemadam kebakaran serta dukungan sistem pengamanan internal pasar, api berhasil dikendalikan dalam waktu kurang dari satu jam.
     
    “Pada pagi hari ini, pukul 07.15 WIB telah terjadi kebakaran di Pasar Induk, khususnya di Los Buah C2. Alhamdulillah, api sudah berhasil dipadamkan pada pukul 08.00 WIB dan saat ini masih dilakukan proses pendinginan oleh Dinas Pemadam Kebakaran,” jelas Agus. 
     

     
    Sebanyak 95 personel Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur diterjunkan ke lokasi kejadian.
     
    “Sebanyak 19 unit mobil pemadam kebakaran dan 95 personel Gulkarmat Jakarta Timur kami kerahkan untuk memadamkan api,” kata Kepala Seksi Operasi Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur Abdul Wahid.
     

    Diduga akibat korsleting

    Salah satu saksi mata, Ridwan, seorang sopir truk yang sedang melakukan bongkar muat di lokasi, mengaku sempat mendengar suara ledakan.
     
    “Itu awalnya toko plastik dekat situ, toko plastik korsleting. Saya dengar ledakan, mobil saya lagi parkir bongkar muat, saya lagi duduk-duduk di warung,” ujar Ridwan di Jakarta Timur.
     
    Menurut Ridwan, kecepatan perambatan api sangat cepat. Dalam hitungan menit, kobaran api membesar dan menyebar ke bangunan lain. Kondisi ini diperparah dengan banyaknya material yang sangat mudah terbakar di sekitar lokasi.
     
    “Cepat banget merembet ini apinya, hitungan menit, karena angin juga, terus banyak kayu sama plastik,” pungkasnya.
     
    Material kayu yang menumpuk di depan los juga diduga menjadi faktor utama api penyebaran api.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di

    Google News

    (PRI)

  • Pedagang Pasar Induk Kramat Jati rugi usai kiosnya baru dapat pasokan

    Pedagang Pasar Induk Kramat Jati rugi usai kiosnya baru dapat pasokan

    Jakarta (ANTARA) – Beberapa pedagang di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, mengalami kerugian usai kiosnya baru menerima pasokan dagangan dan langsung mengalami kebakaran.

    “Iya rugi, ini kebetulan baru buka, dagangan baru datang, terus kebakaran,” kata salah satu pedagang di Pasar Induk Kramat Jati, Heri di Jakarta Timur, Senin.

    Sebagian besar kios yang terdampak baru kembali beroperasi dan baru saja menerima pasokan dagangan.

    Heri mengungkapkan, kebakaran diduga bermula dari sebuah toko plastik. Api kemudian dengan cepat menjalar ke kios-kios lain karena tiupan angin yang mengarah ke bagian dalam pasar.

    “Awalnya dari toko plastik, lalu menjalar ke dalam karena angin,” ucapnya.

    Menurut Heri, sekitar 35 kios lebih terdampak kebakaran. Para pedagang pun tak sempat menyelamatkan barang dagangan mereka yang baru datang.

    Dia mengaku tidak terdengar suara ledakan saat kejadian. Seluruh pemilik kios dipastikan selamat, namun kerugian material diperkirakan cukup besar.

    Banyak pedagang kehilangan stok dagangan yang menjadi sumber utama penghidupan mereka.

    Hingga kini, para pedagang masih menunggu kepastian terkait penanganan lanjutan serta pendataan kerugian pascakebakaran di Pasar Induk Kramat Jati.

    Salah satu sopir truk di Pasar Induk Kramat Jati, Ridwan mengatakan ​​​​​​, banyaknya bahan material yang mudah terbakar membuat api cepat membesar dan merambat ke beberapa toko lainnya.

    Para pedagang terlihat panik dan langsung menyelamatkan beberapa barang dagangannya.

    “Cepat banget merembet ini apinya, hitungan menit, karena angin juga, terus banyak kayu sama plastik, rugi pasti pedagang,” ujar Ridwan.

    Sebelumnya, Kepala Operasional Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur Abdul Wahid menyebut, pihaknya menerima laporan kebakaran dari masyarakat melalui sambungan telepon sekitar pukul 07.24 WIB.

    Petugas pemadam tiba di lokasi pada pukul 07.28 WIB dan segera memulai operasi pemadaman satu menit kemudian, tepatnya pukul 07.29 WIB.

    Dalam penanganan awal, Sudin Gulkarmat Jakarta Timur mengerahkan sebanyak 16 unit mobil pemadam kebakaran dengan dukungan 80 personel.

    Berdasarkan pantauan, asap hitam tebal membubung tinggi dari kawasan pasar. Kobaran api terlihat melahap bangunan los semi permanen, tepatnya di los buah.

    Material kayu yang menumpuk di depan los diduga membuat api cepat merambat dan sulit dikendalikan.

    Sejumlah pedagang terlihat berlarian menjauh dari lokasi sesaat setelah suara ledakan terdengar.

    Kepanikan juga tampak menyelimuti area pasar, sementara aparat kepolisian meminta warga dan pedagang untuk menjauh dari titik kebakaran demi keselamatan dan kelancaran proses pemadaman.

    Pewarta: Siti Nurhaliza
    Editor: Syaiful Hakim
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Kebakaran di Pasar Kramat Jati diduga berasal dari toko plastik

    Kebakaran di Pasar Kramat Jati diduga berasal dari toko plastik

    Jakarta (ANTARA) – Kebakaran di kawasan Pasar Induk Kramat Jati, Jalan Raya Bogor, Kelurahan Kampung Tengah, Kecamatan Kramat Jati, Senin pagi, diduga akibat korsleting listrik dari toko plastik.

    “Itu awalnya toko plastik dekat situ, toko plastik korsleting. Saya dengar ledakan, mobil saya lagi parkir bongkar muat, saya lagi duduk-duduk di warung,” kata salah satu sopir truk di Pasar Induk Kramat Jati, Ridwan di Jakarta Timur, Senin.

    Ridwan menyebut, banyaknya bahan material yang mudah terbakar membuat api cepat membesar dan merambat ke beberapa toko lainnya.

    Para pedagang terlihat panik dan langsung menyelamatkan beberapa barang dagangannya.

    “Cepat banget merembet ini apinya, hitungan menit, karena angin juga, terus banyak kayu sama plastik,” ujar Ridwan.

    Sebelumnya, Kepala Operasional Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur Abdul Wahid menyebut, pihaknya menerima laporan kebakaran dari masyarakat melalui sambungan telepon sekitar pukul 07.24 WIB.

    Petugas pemadam tiba di lokasi pada pukul 07.28 WIB dan segera memulai operasi pemadaman satu menit kemudian, tepatnya pukul 07.29 WIB.

    Dalam penanganan awal, Sudin Gulkarmat Jakarta Timur mengerahkan sebanyak 16 unit mobil pemadam kebakaran dengan dukungan 80 personel.

    Berdasarkan pantauan, asap hitam tebal membubung tinggi dari kawasan pasar. Kobaran api terlihat melahap bangunan los semi permanen, tepatnya di los buah.

    Material kayu yang menumpuk di depan los diduga membuat api cepat merambat dan sulit dikendalikan. Sejumlah pedagang terlihat berlarian menjauh dari lokasi sesaat setelah suara ledakan terdengar.

    Kepanikan juga tampak menyelimuti area pasar, sementara aparat kepolisian meminta warga dan pedagang untuk menjauh dari titik kebakaran demi keselamatan dan kelancaran proses pemadaman.

    Pewarta: Siti Nurhaliza
    Editor: Syaiful Hakim
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Kebakaran landa Pasar Induk Kramat Jati Jaktim

    Kebakaran landa Pasar Induk Kramat Jati Jaktim

    Jakarta (ANTARA) – Kebakaran melanda kawasan Pasar Induk Kramat Jati di Jalan Raya Bogor, Kelurahan Kampung Tengah, Kecamatan Kramat Jati, Senin pagi.

    “Objek yang terbakar pasar, tempat kejadian di Jalan Raya Bogor, Kecamatan Kramat Jati, pagi ini,” kata Kepala Seksi Operasional Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur Abdul Wahid saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin.

    Abdul menyebut, pihaknya menerima laporan kebakaran dari masyarakat melalui sambungan telepon sekitar pukul 07.24 WIB.

    “Setelah menerima laporan, unit dari Pos Kramat Jati langsung kami kerahkan ke lokasi kejadian,” ujarnya.

    Petugas pemadam tiba di lokasi pada pukul 07.28 WIB dan segera memulai operasi pemadaman satu menit kemudian, tepatnya pukul 07.29 WIB.

    Dalam penanganan awal, Sudin Gulkarmat Jakarta Timur mengerahkan sebanyak 16 unit mobil pemadam kebakaran dengan dukungan 80 personel.

    Hingga saat ini, situasi kebakaran masih berstatus merah atau dalam proses pemadaman.

    “Untuk saat ini fokus petugas adalah memadamkan api agar tidak merembet ke area lain di dalam pasar,” ucap Abdul.

    Adapun dugaan penyebab kebakaran, total kerugian, maupun informasi terkait korban belum dapat dipastikan.

    “Penyebab kebakaran masih dalam pendataan, dan sementara belum ada laporan, masih pendataan,” katanya.

    Sudin Gulkarmat Jakarta Timur mengimbau masyarakat untuk menjauhi lokasi kebakaran agar tidak menghambat proses pemadaman.

    Warga juga diminta tetap waspada dan segera melapor ke Command Center Damkar apabila menemukan potensi kebakaran di lingkungan sekitar.

    Untuk layanan darurat kebakaran, masyarakat dapat menghubungi Call Center 112 atau nomor Command Center Dinas Gulkarmat DKI Jakarta.

    Pewarta: Siti Nurhaliza
    Editor: Syaiful Hakim
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Teknisi Listrik Tewas Tersetrum Saat Pasang Sambungan Kabel di Plafon Ruko 

    Teknisi Listrik Tewas Tersetrum Saat Pasang Sambungan Kabel di Plafon Ruko 

    JAKARTA – Seorang pria berinisial SA (42) ditemukan tewas mengenaskan akibat tersengat listrik di Ruko Puri Mutiara, Jalan Griya Utama Blok BA, Kelurahan Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok Korban merupakan teknisi listrik di kantor tersebut.

    Korba kemudian dievakuasi oleh petugas Sudin Gulkarmat Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu setelah mendapatkan laporan kejadian.

    Kasiop Sudin Gulkarmat Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu mengatakan korban ditemukan di atas plafon ruko dalam kondisi meninggal dunia.

    “Korban di atas plafon sudah meninggal dunia,” ucap Gatot saat dikonfirmasi, Sabtu, 13 Desember.

    Menurut keterangan saksi, kejadian berawal terjadi ketika korban ini sedang memasang sambungan kabel instalasi listrik di atas plafon bersama dirinya.

    “Saksi ini melihat saat korban tersetrum tapi tidak berani menolong,” katanya.

    Saksi langsung menghubungi petugas Damkar untuk mengevakuasi korban. “Alhamdulillah evakuasi berhasil dilakukan dengan aman dan selesai,” katanya.