Tag: Sudin

  • Warga terluka dari dua kebakaran di Jakarta Selatan

    Warga terluka dari dua kebakaran di Jakarta Selatan

    Jakarta (ANTARA) – Tiga warga terluka dari dua kebakaran di Jakarta Selatan yakni kawasan Gandaria Utara, Kebayoran Baru dan Bukit Duri, Tebet pada Kamis pagi sekitar pukul 10.00 WIB.

    “Satu orang inisial J luka ringan dari kebakaran di Gandaria Utara,” kata Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan Syamsul Huda di Jakarta, Kamis.

    Syamsul mengatakan ada empat kepala keluarga (KK) atau 18 jiwa, dua rumah dan kios terdampak dari kebakaran tersebut.

    Lokasi kebakaran itu berada di kios bangunan tepatnya Jalan Hidup Baru No. 36, RT 10/RW 07, Gandaria Utara, Kebayoran Baru dengan mengerahkan 50 personel.

    Diduga penyebab kebakaran berasal dari fenomena listrik yang terjadi di lokasi dan taksiran kerugian mencapai Rp911 juta.

    Kemudian, ada dua orang terluka dari kebakaran di Jalan Kampung Melayu Barat No 4 RT09/RW06, Bukit Duri, Tebet.

    Sebanyak 50 personel Sudin Gulkarmat Jakarta Selatan turut dikerahkan untuk memadamkan tiga rumah yang terbakar.

    “Dua orang pingsan dan kepala terluka, sudah ditangani Palang Merah Indonesia (PMI),” ucapnya.

    Penyebab kebakaran juga dikarenakan fenomena listrik di area berukuran 181 meter.

    Adapun jiwa terdampak sebanyak lima kepala keluarga (KK) atau 24 jiwa dengan taksiran kerugian dari kebakaran tersebut mencapai Rp254 juta.

    Pewarta: Luthfia Miranda Putri
    Editor: Edy Sujatmiko
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Tujuh pohon tumbang saat hujan deras dan angin kencang di Jaktim

    Tujuh pohon tumbang saat hujan deras dan angin kencang di Jaktim

    Sumber foto: Antara/elshinta.com.

    Tujuh pohon tumbang saat hujan deras dan angin kencang di Jaktim
    Dalam Negeri   
    Editor: Sigit Kurniawan   
    Rabu, 20 Agustus 2025 – 20:58 WIB

    Elshinta.com – Sebanyak tujuh pohon di sejumlah lokasi di Jakarta Timur tumbang saat hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah tersebut pada Rabu sore. 

    “Total ada tujuh pohon yang tumbang karena hujan intensitasnya lebat dan disertai angin kencang,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan saat dihubungi di Jakarta.

    Meski tidak menimbulkan korban jiwa, tumbangnya pohon tersebut sampai pukul 17.45 WIB ini membuat lalu lintas tersendat.

    “Korban tidak ada, tapi pohon yang tumbang membuat arus lalu lintas sempat terhambat karena akses jalan tertutup batang pohon yang melintang,” ujar Yohan.

    Yohan menyebutkan, pihaknya langsung mengerahkan petugas bersama personel gabungan untuk melakukan evakuasi terhadap pohon tumbang ke tempat kejadian perkara (TKP).

    Personel gabungan tersebut terdiri dari petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Sudin Tamhut) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta.

    Lalu, personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) serta Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat).

    “Sedang ditangani petugas bersama warga bahu-membahu memotong batang pohon agar lalu lintas kembali normal,” katanya.

    Yohan mengimbau masyarakat agar waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan.

    Hujan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang masih berpotensi terjadi di wilayah Jakarta dan sekitar.

    Berikut lokasi tujuh pohon yang tumbang di Jakarta Timur (Jaktim):

    1. Jalan Bambu Wulung 2 Nomor 113A RT 005/RW 005, Bambu Apus, Cipayung

    2. Jalan Setu Cipayung Nomor 46 RT 006/RW 007, Cipayung, Cipayung

    3. Jalan H. Abdullah Nomor 602 RT 001/RW 003, Setu, Cipayung

    4. Jalan Komplek Polri Gang HEK 2 RT 012/RW 004, Ciracas

    5. Jalan Puskesmas Setu RT 007/RW 003 Nomor 119, Setu, Cipayung

    6. Jalan Mandor Hasan, Cipayung

    7. Jalan Raya Mabes Hankam, Ceger, Cipayung

    Berdasarkan data dari Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Sudin Tamhut) Jaktim yang diperoleh di Jakarta, Rabu, menyebutkan, selama periode Januari hingga pekan pertama November 2024 telah memangkas 20.453 pohon.

    Pengurangan dahan pohon dilakukan secara rutin tergantung kondisi pohon yang terdiri atas tiga kategori. Yakni pangkas ringan (merapikan), sedang (banyak cabang yang dipotong), dan berat (memotong ketinggian dan cabang yang dikhawatirkan tumbang).

    Dari 20.453 pohon dipangkas terdiri dari pangkas ringan sebanyak 6.783 pohon, pangkas sedang 8.023 pohon dan pangkas berat 5.177 pohon serta 45 pohon dilakukan penebangan.

    Sedangkan jumlah pohon yang tumbang pada Januari-November 2024 sebanyak 502 pohon dengan rincian pohon sempal (patah) 168 dan pohon tumbang 334.

    Sumber : Antara

  • Hujan dan Angin Kencang, Pohon Tumbang Timpa Dua Motor di Jaktim
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        20 Agustus 2025

    Hujan dan Angin Kencang, Pohon Tumbang Timpa Dua Motor di Jaktim Megapolitan 20 Agustus 2025

    Hujan dan Angin Kencang, Pohon Tumbang Timpa Dua Motor di Jaktim
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Pohon tumbang akibat hujan deras dan angin kencang menimpa dua motor di Jakarta Timur pada Rabu (20/8/2025) sore. 
    Kepala Satgas Korwil BPBD Kota Jakarta Timur, Ali mengatakan memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Pohon tumbang juga sempat menimbulkan kemacetan.
    “Korban tidak ada, hanya memicu kemacetan dan dua motor yang terdampak akibat pohon tumbang,” kata Ali saat dikonfirmasi, Rabu (20/8/2025).
    Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta Timur mencatat ada delapan pohon tumbang di wilayah Jakarta Timur akibat hujan deras disertai angin kencang.
    “Secara keseluruhan ada delapan pohon tumbang akibat pohon diakibatkan kondisi hujan disertai angin kencang,” kata dia.
    Ali menambahkan, pihaknya telah mengevakuasi seluruh pohon tumbang dengan mengerahkan sejumlah petugas gabungan.
    “Ditangani Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Sudin Tamhut), dan BPBD Jakarta, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat),” jelasnya.
    1. Jalan Bambu Wulung 2 RT 05, RW 05 Kel Bambu Apus, Cipayung.
    2. Jalan Raya Setu RT.1 RW.4, Setu, Kecamatan Cipayung.
    3. Jalan H Abdullah No.60, Setu, Kecamatan Cipayung.
    4. Jalan Komp Polri, RT.12 RW.4, Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas.
    5. Jalan Raya Gongseng Kelurahan Cijantung, Kecamatan Pasar Rebo.
    6. Jalan Puskesmas Setu RT.7 RW.3 Kelurahan Setu, Kecamatan Cipayung.
    7. Jalan Mandor Hasan Kelurahan Cipayung, Kecamatan Cipayung.
    8. Jalan Raya Mabes Hankam (Pintu 3 TMII).
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Mayat pria di Kali Ciliwung teridentifikasi, sudah dijemput keluarga

    Mayat pria di Kali Ciliwung teridentifikasi, sudah dijemput keluarga

    Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur mengevakuasi mayat pria di aliran Kali Ciliwung, Selasa (19/8/2025). (ANTARA/Siti Nurhaliza).

    Mayat pria di Kali Ciliwung teridentifikasi, sudah dijemput keluarga
    Dalam Negeri   
    Editor: Novelia Tri Ananda   
    Rabu, 20 Agustus 2025 – 14:07 WIB

    Elshinta.com – Polisi mengidentifikasi mayat pria yang ditemukan di aliran Kali Ciliwung, Mataraman, Jakarta Timur, setelah dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta Pusat.

    “Mayat pria di Kali Ciliwung tersebut langsung dibawa ke RSCM dan sekarang sudah teridentifikasi,” kata Kapolsek Matraman AKP Suripno saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Rabu.

    Korban diketahui berinisial MDR, pria kelahiran 1979 dan merupakan warga Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara. Suripno menyebut mayat pria itu sudah diambil pihak keluarga setelah menjalani visum di RSCM untuk proses penyelidikan.

    “Mayat sudah diambil oleh keluarga semalam di RSCM. Mereka warga Kelapa Gading Barat,” ucap Suripno.

    Sebelumnya, Suku Dinas (Sudin) Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur (Jaktim) mengevakuasi mayat yang hanyut di aliran Kali Ciliwung, Kebon Manggis, Matraman, Selasa (19/8). Laporan dari masyarakat terkait penemuan mayat itu diterima sekitar pukul 11.35 WIB. Tak lama, lima personel Sudin Gulkarmat Jaktim langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP).

    Proses evakuasi dimulai pada pukul 12.10 WIB dan dinyatakan selesai berselang 50 menit kemudian. Seperti diketahui, mayat pria tanpa identitas yang mengambang di aliran Kali Ciliwung membuat geger warga RT 01/04, Kelurahan Kebon Manggis, Matraman, Jakarta Timur.

    “Sudah membengkak mayatnya, biru-biru seperti, ya, sudah hancurlah kulit-kulitnya, jadi tidak terlihat wajahnya, kita tidak bisa mengenali juga,” ujar salah satu warga Kebon Manggis Ipang (39) di Matraman, Jakarta Timur, Selasa (19/8).

    Warga yang melihat mayat tersebut tidak berani melakukan evakuasi dan langsung melapor ke petugas Sudin Gulkarmat Jaktim. Selain itu, warga juga melaporkan penemuan mayat tersebut ke Polsek Matraman agar dapat diselidiki.

    “Bagian wajah korban ada sejumlah luka, diduga akibat benturan selama mengapung,” jelas Ipang.

    Sumber : Antara

  • Polisi ungkap penyebab pria tewas di Kali Ciliwung Jaktim

    Polisi ungkap penyebab pria tewas di Kali Ciliwung Jaktim

    Jakarta (ANTARA) – Polisi mengungkap penyebab kematian seorang pria berinisial MDR (46) yang ditemukan tewas di aliran Kali Ciliwung, Matraman, Jakarta Timur.

    “Mayat pria yang ditemukan di Kali Ciliwung tersebut karena yang bersangkutan masuk ke kali, tapi tidak bisa renang,” kata Kapolsek Matraman Kompol Suripno saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Rabu.

    Dia menjelaskan hasil tersebut berdasarkan penyelidikan dan keterangan keluarga yang menunjukkan korban tidak bisa berenang.

    Korban diduga masuk ke kali, kemudian tidak dapat menyelamatkan diri sehingga banyak air masuk ke dalam tubuhnya.

    “Karena tidak bisa berenang, jadinya kebanyakan air yang masuk,” ucap Suripno.

    Korban merupakan warga Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara. Pihak keluarga juga tidak mengetahui tujuan maupun aktivitas korban sebelum masuk ke kali.

    Namun berdasarkan pemeriksaan sementara, korban diperkirakan sudah meninggal lebih dari satu hari sebelum ditemukan.

    “Pihak keluarga juga tidak tau juga mau apa korban, cuma mereka menjelaskan korban tidak bisa renang,” ujar Suripno.

    Dengan keterangan tersebut, polisi memastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

    Mayat pria tersebut sudah diambil oleh pihak keluarga pada Selasa (19/8) malam setelah dilakukan visum di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk proses penyelidikan.

    Sebelumnya, Suku Dinas (Sudin) Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur (Jaktim) mengevakuasi mayat yang hanyut di aliran Kali Ciliwung, Kebon Manggis, Matraman, Selasa (19/8).

    Laporan dari masyarakat terkait penemuan mayat itu diterima sekitar pukul 11.35 WIB. Tak lama, lima personel Sudin Gulkarmat Jaktim langsung bergerak menuju tempat kejadian perkara (TKP).

    Proses evakuasi dimulai pada pukul 12.10 WIB dan dinyatakan selesai berselang 50 menit kemudian.

    Pewarta: Siti Nurhaliza
    Editor: Rr. Cornea Khairany
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Kebakaran di Apartemen City Park, diduga akibat kebocoran gas

    Kebakaran di Apartemen City Park, diduga akibat kebocoran gas

    Seorang korban luka dievakuasi akibat kebakaran yang terjadi di Apartemen City Park, Jakarta Barat, Selasa (19/8/2025). ANTARA/HO-Gulkarmat Jakarta Barat

    Kebakaran di Apartemen City Park, diduga akibat kebocoran gas
    Dalam Negeri   
    Editor: Widodo   
    Rabu, 20 Agustus 2025 – 08:11 WIB

    Elshinta.com – Suku Dinas (Sudin) Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat menyebutkan kebakaran yang terjadi di Apartemen City Park, Jakarta Barat disebabkan oleh kebocoran gas.

    “Dugaan penyebab kebakaran adanya kebocoran gas pada saat sedang memasak,” kata Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat, Syarifudin saat dikonfirmasi, Selasa (19/8)..

    Syarifudin juga menjelaskan perkiraan luas area yang terbakar kurang lebih 12 meter persegi dengan estimasi jumlah kerugian sekitar Rp45 juta.

    “Korban jiwa nihil, korban selamat 10 orang namun ada satu orang korban luka sedang yang mengalami luka bakar dan sudah dibawa ke RS Bunda Suci,” katanya.

    Ia menambahkan kebakaran dipastikan selesai pada pukul 20.27 WIB dengan mengerahkan 22 unit mobil dan 110 personel pemadam.

    Petugas berhasil memadamkan kebakaran yang terjadi di Apartemen City Park, Cengkareng, Jakarta Barat pada Selasa malam.

    Di lokasi, api yang sempat berkobar di lantai 11 bangunan apartemen itu sudah berhasil dipadamkan petugas. Meskipun sudah padam, terlihat petugas pemadam masih berada di sekitar lokasi.

    Seorang saksi di lokasi bernama Bella (33), mengaku mulanya melihat asap hitam yang muncul dari salah satu unit apartemen di lantai 11 sekitar pukul 18.00 WIB, yang kemudian disusul kobaran api keluar dari dalam satu ruangan.

    “Awalnya cuma asap gitu doang terus pas perkiraan sekitar 15 menit kemudian ada apinya,” ujar di Bella di lokasi.

    Ia pun sempat mendengar suara ledakan sebelum api berkobar. Dalam pengakuannya, kaca jendela dari salah satu unit apartemen di lantai 11 itu pecah lalu jatuh ke tanah.

    Sumber : Antara

  • Penyebab Kebakaran di Apartemen City Park Jakarta Barat Terungkap – Page 3

    Penyebab Kebakaran di Apartemen City Park Jakarta Barat Terungkap – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta Kebakaran di Apartemen City Park, Jakarta Barat, Selasa (19/8) malam, disebabkan oleh kebocoran gas. Hal ini diungkapkan oleh Suku Dinas (Sudin) Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat.

    “Dugaan penyebab kebakaran adanya kebocoran gas pada saat sedang memasak,” kata Kepala Seksi Operasi Sudin Gulkarmat Jakarta Barat Syarifudin saat dikonfirmasi. Dikutip dari Antara.

    Syarifudin juga menjelaskan perkiraan luas area yang terbakar kurang lebih 12 meter persegi, dengan estimasi jumlah kerugian sekitar Rp45 juta.

    “Korban jiwa nihil, korban selamat 10 orang namun ada satu orang korban luka sedang yang mengalami luka bakar dan sudah dibawa ke RS Bunda Suci,” ucapnya.

    Dia menambahkan, kebakaran dipastikan padam pada pukul 20.27 WIB. Total armada yang dikerahkan 22 unit mobil dan 110 personel pemadam.

    Di lokasi, api yang sempat berkobar di lantai 11 bangunan apartemen itu sudah berhasil dipadamkan petugas.

    Seorang saksi di lokasi bernama Bella (33), mengaku mulanya melihat asap hitam yang muncul dari salah satu unit apartemen di lantai 11 sekitar pukul 18.00 WIB, yang kemudian disusul kobaran api keluar dari dalam satu ruangan.

    “Awalnya cuma asap gitu doang terus pas perkiraan sekitar 15 menit kemudian ada apinya,” ujar di Bella di lokasi.

    Dia pun sempat mendengar suara ledakan sebelum api berkobar. Dalam pengakuannya, kaca jendela dari salah satu unit apartemen di lantai 11 itu pecah lalu jatuh ke tanah.

  • Ini cara Pulau Seribu cegah rabies

    Ini cara Pulau Seribu cegah rabies

    Jakarta (ANTARA) –

    Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu mencegah penyebaran rabies di daerah itu melalui vaksinasi dan sterilisasi terhadap hewan penular secara berkelanjutan.

    “Hari ini, kami sterilisasi dan vaksinasi 113 hewan penular rabies (HPR) di Kelurahan Pulau Tidung, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan,” kata Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Kepulauan Seribu, Nurliati di Jakarta, Selasa.

    Pihaknya melakukan layanan jemput bola langsung ke permukiman penduduk di empat RW Kelurahan Pulau Tidung agar kucing warga dapat divaksin dan sterilisasi.

    “Dalam layanan gratis vaksin rabies dan sterilisasi ini, kami lakukan terhadap 55 ekor kucing jantan dan 75 betina,” kata dia.

    Menurut dia, kegiatan ini rutin dilakukan untuk mempertahankan Provinsi DKI Jakarta sebagai daerah bebas rabies sejak 2004.

    Kemudian, mengendalikan populasi kucing serta menambah jaminan kesehatan hewan dan keamanan bagi pemilik hewan penular rabies seperti kucing.

    “Kami mengerahkan delapan dokter hewan dan paramedik dari Sudin KPKP Kepulauan Seribu serta Perhimpunan Dokter hewan Indonesia (PDHI) DKI Jakarta dan Pet Love Center,” kata dia.

    Warga RW 02, Kelurahan Pulau Tidung, Ambar (24) mengatakan sterilisasi dan vaksinasi rabies gratis di wilayahnya sangat membantu pecinta kucing dan warga yang ingin hewan peliharaannya tetap sehat.

    Ia mengatakan selalu vaksinasi rabies kucing-kucing miliknya dan yang sudah cukup umur disterilkan semua.

    “Hal ini penting untuk menjaga kesehatan kita agar tidak terkena penyakit rabies saat bermain dengan hewan peliharaan,” kata dia.

    Pewarta: Mario Sofia Nasution
    Editor: Edy Sujatmiko
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Sudin PPKUKM masih mendata pedagang Taman Puring pascakebakaran

    Sudin PPKUKM masih mendata pedagang Taman Puring pascakebakaran

    Arsip foto – Petugas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) meninjau lokasi bekas kebakaran di Pasar Taman Puring, Kebayoran Baru, Jakarta, Selasa (29/7/2025). Sudin Gulkarmat Jakarta Selatan mencatat sebanyak 552 kios ludes terbakar dengan taksiran kerugian sekitar Rp30 miliar. ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/tom.

    Sudin PPKUKM masih mendata pedagang Taman Puring pascakebakaran
    Dalam Negeri   
    Editor: Calista Aziza   
    Selasa, 19 Agustus 2025 – 15:12 WIB

    Elshinta.com – Suku Dinas (Sudin) Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (PPKUKM) Jakarta Selatan (Jaksel), masih melakukan pendataan pedagang di Pasar Taman Puring, Kebayoran Baru, yang terdampak kebakaran beberapa waktu lalu. 

    “Untuk Taman Puring, kita masih mendata ulang pedagangnya. Ini membutuhkan waktu kurang lebih dua bulan karena mereka terpencar-pencar,” kata Kepala Sudin PPKUKM Jaksel Parulian Tampubolon saat dihubungi di Jakarta, Selasa.

    Dia mengatakan pendataan ulang itu diperlukan karena lokasi pedagang tidak terkonsentrasi di satu titik.

    Hasil pendataan tersebut nantinya dilaporkan kepada pimpinan sebagai dasar pengambilan keputusan lebih lanjut.

    Pendataan itu, sambung dia, meliputi jumlah pedagang aktif, jenis dagangan, dan status kepemilikan kios atau lapak. Data tersebut akan menjadi acuan dalam penataan maupun pembinaan selanjutnya.

    Menurut Parulian, pihaknya mengerahkan petugas di lapangan untuk melakukan verifikasi langsung ke lokasi, serta melakukan koordinasi dengan pengelola pasar, aparat wilayah, dan perwakilan pedagang.

    Dia menambahkan pendataan ulang itu penting untuk memastikan seluruh pedagang terakomodasi secara adil dalam rencana penataan.

    Kendati demikian, Sudin PPKUKM Jaksel memastikan proses pendataan tersebut tidak mengganggu aktivitas perdagangan secara signifikan. Seluruh pedagang pun diharapkan dapat bekerja sama selama proses itu berlangsung.

    Pasar Taman Puring di Kebayoran Baru, Jaksel, dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan barang bekas dan peralatan rumah tangga di Jakarta Selatan.

    Pada 28 Juli 2025, kebakaran melanda pasar tersebut. Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta mengerahkan 35 unit mobil pemadam dengan 118 personel serta bantuan suplai air dari Taman Langsat untuk memadamkan api.

    Sebanyak 552 unit kios ludes terbakar dalam peristiwa yang terjadi sekitar pukul 18.00 WIB itu.

    Selain kios yang hangus, empat tahanan di Polsek Kebayoran Baru juga dipindahkan ke Polres Metro Jakarta Selatan imbas kebakaran tersebut.

    Meskipun tak ada korban jiwa, total kerugian materi akibat kebakaran itu diperkirakan mencapai Rp30 miliar.

    Sumber : Antara

  • Penyebab Kebakaran 4 Kapal di Muara Baru, Kerugian Capai Rp 2,75 Miliar
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        16 Agustus 2025

    Penyebab Kebakaran 4 Kapal di Muara Baru, Kerugian Capai Rp 2,75 Miliar Megapolitan 16 Agustus 2025

    Penyebab Kebakaran 4 Kapal di Muara Baru, Kerugian Capai Rp 2,75 Miliar
    Penulis

    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Kebakaran melanda empat kapal nelayan yang tengah bersandar di Pelabuhan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (16/8/2025) pagi.
    Peristiwa tersebut diduga dipicu korsleting listrik pada bagian panel kapal.
    Kasi Ops Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara, Gatot Sulaiman, menyebutkan bahwa kebakaran yang terjadi sekitar pukul 07.48 WIB itu menghanguskan kapal berukuran 6×30 meter.
    “Obyek terbakar empat kapal nelayan. Kerugian lebih kurang Rp 2,75 miliar dengan dugaan penyebab korsleting listrik pada bagian panel,” ujar Gatot dalam keterangannya, Sabtu.
    Asap hitam pekat sempat membumbung tinggi dari dek kapal dan mengarah ke bangunan di sekitar lokasi.
    Sejumlah warga terlihat menyaksikan langsung petugas berjibaku memadamkan api.
    Dalam penanganan kebakaran ini, Sudin Gulkarmat Jakarta Utara mengerahkan 16 unit mobil pemadam dan 80 personel.
    “Pengerahan 16 unit dan 80 personel,” ungkap Gatot.
    Meski menimbulkan kerugian materi hingga miliaran rupiah, kebakaran ini tidak menelan korban jiwa.
    Sebelumnya, sejumlah foto yang diterima
    Kompas.com
    menunjukkan api melalap kapal nelayan di Muara Baru.
    Petugas terlihat berupaya keras memadamkan api, sementara warga sekitar hanya bisa menonton dari tepi pelabuhan.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.