Tag: Sudin

  • Aksi demo di DPR sisakan 18,72 ton sampah 

    Aksi demo di DPR sisakan 18,72 ton sampah 

    sampah-sampah itu didominasi bahan anorganik

    Jakarta (ANTARA) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mencatat aksi demonstrasi di kawasan Gedung DPR/MPR dan Medan Merdeka, Jakarta pada Senin (25/8) menyisakan 18,72 ton sampah.

    Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto di Jakarta, Selasa mengatakan sampah-sampah itu didominasi bahan anorganik, seperti banner, botol plastik, dan sisa-sisa poster.

    Adapun para petugas yang dikerahkan yakni 150 personel petugas kebersihan Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Pusat dan 100 personel Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) dari Kelurahan Gelora dan Kelurahan Bendungan Hilir.

    Kemudian didukung 12 road sweeper atau penyapu jalan mekanis, tiga mini dump truk, dan 10 truk angkut sampah anorganik.

    “Operasi pembersihan yang dilakukan sejak Senin (25/8) malam hingga Selasa dini hari. Prinsip kami sederhana, hak demonstrasi boleh, tapi hak warga atas lingkungan bersih juga harus dipenuhi,” kata Asep.

    Operasi pembersihan terkonsentrasi di dua lokasi, yakni di sekitar Gedung DPR/MPR yang meliputi Jalan Pemuda Senayan, Jalan Pejompongan, hingga Tanah Abang, serta kawasan Gambir di Jalan Medan Merdeka Barat dan Timur.

    Petugas mulai menyisir area sejak pukul 20.00 WIB. Pembersihan berat dilakukan pukul 23.00 WIB hingga dini hari dengan memanfaatkan lalu lintas yang sepi.

    Asep mengatakan Pemprov DKI melakukan operasi pasca-demonstrasi sejak 2023 dengan protokol standar yakni pemantauan lokasi, penyiapan armada, dan peluncuran tim begitu massa bubar.

    ”Kami punya timeline ketat. Maksimal pukul 05.00 pagi, semua harus sudah bersih. Alhamdulillah pagi tadi kondisi sudah normal,” ujarnya.

    Asep berharap ada kesadaran bersama dari semua pihak untuk tidak meninggalkan sampah.

    ”Berkumpul itu wajar, tapi tinggalkan tempat sebagaimana adanya. Kami siap menampung sampah dengan penyediaan tempat sampah,” katanya.

    Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
    Editor: Syaiful Hakim
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Sempitkan Aliran Sungai, Warga Minta Turap Kali Cipinang Dibongkar
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        26 Agustus 2025

    Sempitkan Aliran Sungai, Warga Minta Turap Kali Cipinang Dibongkar Megapolitan 26 Agustus 2025

    Sempitkan Aliran Sungai, Warga Minta Turap Kali Cipinang Dibongkar
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Warga RW 06 Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur, meminta turap di Kali Cipinang dibongkar karena menyebabkan lebar aliran sungai menyempit.
    Ketua RW 06 Rambutan, Djaya Mursit, mengatakan aliran Kali Cipinang yang semula lurus kini menjadi lebih sempit dan sedikit berbelok setelah pembangunan turap. Kondisi itu juga berdampak pada jalan lingkungan yang melebar sekitar satu meter.
    “Akhirnya kita komplain lah dari pihak warga sini keberatan dengan adanya kesalahan pembangunan itu yang sudah berdiri, minta dibongkar gitu,” tutur Djaya saat ditemui di lokasi, Selasa (26/8/2025).
    Menurut Djaya, Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Timur bersama pihak pengembang telah menerima protes warga dan berjanji menindaklanjuti serta memperbaiki turap.
    Solusi sementara yang ditawarkan adalah membongkar bagian atas turap hingga 30 sentimeter di bawah permukaan jalan, lalu menggesernya ke dalam.
    “Mereka (Sudin) kalau dibongkar semua keberatan. Jadi solusinya biar sama-sama enak, itu atasnya dibongkar sampai dari permukaan jalan turun lagi 30 sentimeter, itu nanti dibongkar akan digeser ke dalam,” jelasnya.
    Setelah pembongkaran, kondisi jalan disebut akan kembali normal seperti semula. Namun, pengerjaan baru bisa dilakukan setelah proyek lanjutan lainnya selesai.
    “Itu sudah kesepakatan, tinggal tunggu pelaksanaan karena mereka kan harus menyelesaikan yang pekerjaan lanjutan dulu yang belum selesai,” kata Djaya.
    Sebelumnya, tembok belakang dua kontrakan di RT 14/RW 06, Kelurahan Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur, longsor pada Kamis (21/8/2025).
    Djaya Mursit mengatakan longsoran terjadi akibat gempa di Bekasi, pengerjaan turap di sekitar lokasi, serta fondasi bangunan yang tergerus aliran Kali Cipinang.
    Ia menambahkan pengerjaan turap tersebut sudah dilakukan dua minggu sebelum terjadinya longsor pada rumah kontrakan.
    “Jadi pengerjaan awal itu ada beko. Jadi efeknya baru ketahuan berapa hari lah, ada goyangan gempa juga serta aliran kali itu,” ucap Djaya Mursit.
    Djaya menuturkan, warga sempat memprotes pengembang proyek karena pengerjaan turap membuat aliran sungai semakin kecil.
    “Terus efeknya setelah pembangunan itu, mengurangi, mengecilkan sungai. Awalnya sungai yang tadinya harus lurus, tapi ini agak belok,” ungkap Djaya.
    Djaya menjelaskan, air yang datang langsung menghantam ke rumah yang berada di kiri, sehingga berisiko longsoran.
    “Dua atau tiga hari setelah itu, sempat air pasang juga otomatis kan nendang ke kiri ya,” tutur Djaya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Jakut perbaiki turap Kali Mati untuk antisipasi banjir

    Jakut perbaiki turap Kali Mati untuk antisipasi banjir

    Petugas Suku Dinas SDA memperbaiki turap Kali Mati di Pademangan, Jakarta Utara, Senin (25/8/2025). ANTARA/HO-Pemkot Jakut

    Jakut perbaiki turap Kali Mati untuk antisipasi banjir
    Dalam Negeri   
    Editor: Calista Aziza   
    Senin, 25 Agustus 2025 – 21:23 WIB

    Elshinta.com – Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Utara melakukan perbaikan turap Kali Mati di Jalan Satria I, RW 03, Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan, sebagai upaya mengantisipasi banjir di saat hujan.

    “Perbaikan turap merupakan tindak lanjut usulan langsung warga yang disampaikan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang),” kata Kepala Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA,) Jakarta Utara, Ahmad Saiful di Jakarta, Senin.

    Menurut dia, sebagian kondisi turap sudah miring dan rusak. Bahkan ketika hujan dengan intensitas tinggi air kali kerap meluap. “Jadi harus dilakukan perbaikan dan peninggian,” katanya.

    Ia menjelaskan perbaikan turap sudah dimulai sejak awal Agustus sepanjang 195 meter dengan ketinggian 180 sentimeter dan lebar 60 sentimeter.

    Perbaikan turap melibatkan sembilan personel Pasukan Biru dengan peralatan pendukungnya. “Pengerjaan dilakukan secara manual dengan material batu kali dan besi slop untuk menguat dinding turap,” katanya.

    Ia menambahkan, perbaikan turap akan di lakukan dua sisi dan saat ini pengerjaan di satu sisi baru mencapai 15 persen atau sekitar 30 meter dan seluruh proses pengerjaan ditargetkan rampung November mendatang.

    “Semoga dengan perbaikan ini mampu mengembalikan fungsi saluran air seperti sediakala,” kata dia.

    Seorang warga setempat bernama Riffat Ghifari (33) mengatakan kawasan ini kerap tergenang saat hujan. Dengan turap diperbaiki dan ditinggikan, di sini tidak lagi ada genangan lagi.

    “Saya harap bisa cepat selesai pengerjaan perbaikan ini,” kata dia.

    Sumber : Antara

  • Kebakaran rumah di Ciracas Jaktim diduga akibat arus pendek listrik

    Kebakaran rumah di Ciracas Jaktim diduga akibat arus pendek listrik

    Perwira Piket Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Timur Deny Andreas di Gang Madrasah RT 15/RW 10, Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur, Senin (25/8/2025). (ANTARA/Siti Nurhaliza)

    Kebakaran rumah di Ciracas Jaktim diduga akibat arus pendek listrik
    Dalam Negeri   
    Editor: Novelia Tri Ananda   
    Senin, 25 Agustus 2025 – 18:23 WIB

    Elshinta.com – Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur menyebutkan, kebakaran rumah di Gang Madrasah RT 15/RW 10, Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur diduga akibat arus pendek listrik (korlseting).

    “Hasil sementara penyebab kebakaran rumah di Ciracas ini diduga korsleting listrik,” kata Perwira Piket Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur Deny Andreas di lokasi kebakaran, Jakarta Timur, Senin.

    Hingga saat ini, pihaknya masih melakukan pendataan lebih lanjut untuk menyelidiki penyebab pasti kebakaran.

    “Kami masih mendata segala hal-hal yang berkaitan dengan kebakaran rumah ini, untuk nantinya menjadi bahan penyelidikan lebih lanjut,” ujar Deny.

    Deny menyebut pihaknya menerima informasi kebakaran tersebut dari warga sekitar pukul 10.23 WIB. Petugas Suku Dinas (Sudin) Gulkarmat Jakarta Timur langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP) bersama satu unit pemadam kebakaran untuk pengerahan awal.

    Untuk memadamkan api, Sudin Gulkarmat Jakarta Timur mengerahkan sebanyak 14 unit mobil pemadam kebakaran dan 70 personel.

    “Alhamdulillah dengan cepat laporan masyarakat kita langsung merespon tanggap jadi tidak ada perambatan ke rumah sekitar. Memang kondisinya memungkinkan terjadi perambatan tetapi bisa kita cegah,” katanya.

    Warga sempat panik saat api terus berkobar, namun petugas Gulkarmat Jakarta Timur (Jaktim) langsung berupaya memadamkan api. Petugas juga melakukan pengamanan di sekitar lokasi guna mencegah warga mendekat ke area bekas kebakaran.

    “Kendalanya akses yang sempit, padat, namun dengan standar operasional prosedur yang dijalankan Alhamdulillah semua teratasi. Kita lakukan dari sumber air yang cukup jauh namun dibantu semua unit jadi sumber air lebih baik,” katanya.

    Status kebakaran saat ini sudah selesai, api dilokalisir pukul 10.45 WIB, proses pendinginan pukul 11.10 WIB dan pemadaman berakhir pukul 11.21 WIB. Akibat kebakaran ini, pemilik rumah bernama Suwadi mengalami luka bakar di bagian kepala akibat tertimpa runtuhan kayu panas saat dirinya berupaya memadamkan api yang menghanguskan rumahnya.

    Sumber : Antara

  • Kebakaran landa ruko di Grogol Petamburan Jakbar

    Kebakaran landa ruko di Grogol Petamburan Jakbar

    Kebakaran melanda sebuah rumah toko (ruko) di Jalan Jelambar Jaya 3, RT 08/RW 02, Jelambar Baru, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Minggu (24/8/2025) sore. ANTARA/HO-Sudin Gulkarmat Jakbar.

    Kebakaran landa ruko di Grogol Petamburan Jakbar
    Dalam Negeri   
    Editor: Widodo   
    Minggu, 24 Agustus 2025 – 21:59 WIB

    Elshinta.com – Kebakaran melanda sebuah rumah toko (ruko) di Jalan Jelambar Jaya 3, RT 08/RW 02, Jelambar Baru, Grogol Petamburan, Jakarta Barat pada Minggu sore.

    Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat (Jakbar) Syarifudin menyebutkan pihaknya menerima informasi kebakaran tersebut sekitar pukul 15.52 WIB.

    “Operasi pemadaman dimulai pukul 15.58 WIB,” kata Syarif saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu.

    Sebanyak 85 personel dengan 17 unit kendaraan pemadam diterjunkan untuk mengatasi kebakaran tersebut sekaligus mencegah api merambat ke bangunan lain.

    “Api sudah bisa dilokalisasi pukul 16.53 WIB,” ujar Syarif.

    Sementara itu, Perwira Piket Gulkarmat Jakbar Joko Susilo mengatakan kebakaran itu kemungkinan diperparah akibat kebocoran bahan bakar.

    Hal itu dia sampaikan melalui sebuah video pemadaman yang diterima ANTARA, Minggu. Dalam video itu, api bahkan keluar dari dalam got, yang menandakan adanya bahan atau cairan mudah terbakar yang tumpah ke dalam got tersebut.

    Hingga berita ini diturunkan, penyebab serta kronologi kebakaran tersebut masih belum diketahui.

    Sumber : Antara

  • Sudin LH edukasi pengunjung pameran Flona cara mengolah sampah

    Sudin LH edukasi pengunjung pameran Flona cara mengolah sampah

    Jakarta (ANTARA) – Suku Dinas (Sudin) Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Kepulauan Seribu mengedukasi pengunjung pameran Flona (flora dan fauna) di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, tentang cara mengolah sampah rumah tangga pada Minggu.

    “Kegiatan sosialisasi dilakukan untuk mendukung kegiatan di stan Kabupaten Kepulauan Seribu di Pameran Flona 2025,” kata Kepala Seksi Peran Serta Masyarakat dan Penaatan Hukum Sudin LH Kepulauan Seribu Riza Lestari Ningsih di Jakarta, Minggu.

    Melalui sosialisasi tersebut, sambung dia, masyarakat dapat semakin memahami tata cara pengolahan sampah rumah tangga.

    Dalam sosialisasi itu, pengunjung stan Kabupaten Kepulauan Seribu mendapatkan informasi dan pengetahuan mengenai cara mengolah sampah dari salah satu sumbernya, yaitu rumah.

    Caranya, menurut dia, dimulai dengan mengolah sampah organik menjadi kompos, pakan ternak, biogas atau pakan maggot. Sampah daur ulang itu kemudian dapat dijual ke bank sampah.

    “Sampah B3/E atau limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) akan mendapatkan perlakuan khusus, sehingga tidak membahayakan bagi manusia dan lingkungan,” terang Riza.

    Seperti diketahui, pameran Flona 2025 diselenggarakan di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, mulai 1 Agustus hingga 8 September.

    Pada pameran Flona yang tahun ini mengusung tema “Biodiversitas dalam Harmoni Jakarta menuju Kota Global Berbudaya”, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu menghadirkan miniatur Menara Petronas yang merupakan ikon negara tetangga Malaysia.

    Pewarta: Mario Sofia Nasution
    Editor: Rr. Cornea Khairany
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Sudin Parekraf edukasi pelaku UMKM di Jakut kembangkan ekonomi kreatif

    Sudin Parekraf edukasi pelaku UMKM di Jakut kembangkan ekonomi kreatif

    Jakarta (ANTARA) – Suku Dinas (Sudin) Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Jakarta Utara (Jakut) melakukan edukasi terhadap sejumlah pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk mengembangkan potensi ekonomi kreatif melalui kegiatan bimbingan teknis.

    Kegiatan tersebut diselenggarakan di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Jumat (22/8).

    “Kegiatan ini sangat penting karena di era sekarang para pelaku ekraf (ekonomi kreatif) harus pintar menentukan jenis usaha yang sesuai dengan kebutuhan pasar,” kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Kota Jakarta Utara Wawan Budi Rohman dalam keterangannya, Minggu

    Menurut dia, pelaku usaha harus memanfaatkan teknologi digital dalam memasarkan produk-produk mereka sehingga cepat naik kelas.

    Selain itu, pelaku usaha juga dituntut agar profesional dalam mengelola keuangan, salah satunya mampu memisahkan antara kepentingan usaha dan kebutuhan pribadi.

    “Kemudian, menanamkan modal usaha agar dapat lebih berkembang,” ujar Wawan.

    Lebih lanjut, dia menyebutkan pelaku usaha juga harus mampu berkolaborasi dengan mitra dari pemasok atau distributor untuk mendapatkan bahan baku yang lebih murah dan berkualitas.

    “Saya ingin pelaku usaha di Jakarta Utara lebih meningkat dan dapat berdaya saing di tingkat lebih tinggi,” harap Wawan.

    Sementara itu, Kepala Sudin Parekraf Jakut Shinta Nindyawati menambahkan bimbingan teknis tersebut merupakan kegiatan lanjutan dari pelaksanaan sebelumnya pada Februari 2025.

    Bimbingan Teknis dengan tema “Peningkatan Manajemen Usaha Melalui pemasaran Digital, Tata Kelola Keuangan dan Kemitraan” diikuti sebanyak 60 pelaku usaha di bidang fesyen, kriya, dan kuliner dari enam kecamatan se-Jakarta Utara.

    Menurut dia, kegiatan itu bertujuan memberikan pemahaman kepada pelaku ekonomi kreatif di Jakut tentang pemasaran digital, tata kelola keuangan, serta cara menjalin kemitraan untuk meningkatkan usaha agar lebih kompetitif dan berdaya saing global.

    Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber yang kompeten, di antaranya perwakilan dari Kementerian Hukum, Kementerian Parekraf, Asosiasi Desainer Grafis Indonesia serta akademisi.

    “Kehadiran para narasumber ini tentu memberikan nilai tambah yang besar bagi para peserta dalam memperoleh pengetahuan dan wawasan baru,” tutur Shinta.

    Dia menjelaskan sektor UMKM memiliki peran yang sangat penting dalam mewujudkan visi Jakarta sebagai Kota Global.

    Untuk itu, dengan kreativitas dan inovasi yang dimiliki oleh para pelaku usaha, Jakarta dapat menjadi pusat kreativitas dan daya tarik global yang menginspirasi.

    “Saya berharap para peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang didapat untuk meningkatkan daya saing usaha masing-masing,” ungkap dia.

    Pewarta: Mario Sofia Nasution
    Editor: Rr. Cornea Khairany
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Godrej Ajak 20.000 Siswa SD Jadi ‘Pahlawan’ Pencegah DBD

    Godrej Ajak 20.000 Siswa SD Jadi ‘Pahlawan’ Pencegah DBD

    Jakarta

    Godrej Consumer Products Indonesia (GCPI) melalui brand HIT melanjutkan gerakan ‘Merdeka dari DBD’ dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Nyamuk Sedunia.

    ‘Merdeka dari DBD’merupakan kampanye edukasi interaktif yang membekali siswa sekolah dasar dengan pengetahuan dan kebiasaan hidup bersih untuk mencegah penyebaran demam berdarah dengue (DBD).

    GCPI berkomitmen menghapus penyakit yang ditularkan melalui vektor yang sejalan dengan visi keberlanjutan Good & Green. Di India, program EMBED telah berhasil melawan malaria; sementara di Indonesia, inisiatif ini fokus memberantas DBD.

    Corporate Communication & Sustainability Head, GCPI, Wahyu Radita, menegaskan bahwa peringatan Hari Kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai perjuangan di medan perang, tetapi juga sebagai upaya melawan berbagai ancaman kesehatan, termasuk demam berdarah.

    “Momentum Hari Kemerdekaan mengingatkan kita bahwa perjuangan tidak hanya di medan perang, tetapi juga melawan ancaman kesehatan. Dengan edukasi yang tepat, kita membekali generasi muda untuk menjadi pahlawan di lingkungannya, melindungi diri, keluarga, dan bangsa dari DBD,” ujar Wahyu dalam keterangan tertulis, Jumat (22/8/2025).

    Melalui tokoh Super HITO, pahlawan pembasmi nyamuk, para siswa diajak belajar siklus hidup nyamuk, mengenali habitat berkembangbiaknya, dan mempraktikkan langkah pencegahan DBD seperti 3M Plus dan menjaga kebersihan rumah serta lingkungan.

    Godrej Ajak 20.000 Siswa SD Edukasi Pencegahan DBD. Foto: dok. Godrej

    Direktur Penyakit Menular Kemenkes RI, dr. Ina Agustina Isturini, M.K.M, menyoroti tingginya kasus demam berdarah di Indonesia. Ia mengungkapkan bahwa kelompok usia anak 5-14 tahun menjadi yang paling rentan mengalami kematian akibat penyakit ini.

    “Kasus demam berdarah di Indonesia masih sangat tinggi. Yang memprihatinkan, angka kematian banyak terjadi pada anak usia 5-14 tahun. Pencegahan DBD harus dimulai dari kesadaran masyarakat, terutama anak-anak,” ujar dr. Ina.

    Hingga pertengahan 2025, tercatat lebih dari 67.000 kasus di seluruh Indonesia. Jawa Barat menjadi provinsi dengan kasus terbanyak, yaitu lebih dari 10.000 kasus. Jumlah ini mengingatkan bahwa ancaman DBD belum reda, dan pencegahan perlu dilakukan sejak dini.

    Adapun Dokter Spesialis Anak, dr. Miza Afrizal, p.A, Bmedsci.Mkes, menekankan pentingnya memahami fase kritis dalam demam berdarah. Ia menjelaskan bahwa tanda bahaya biasanya muncul sekitar 72 jam setelah demam, sehingga pemeriksaan laboratorium yang dilakukan terlalu dini bisa memberikan hasil yang tampak normal dan menimbulkan rasa aman palsu bagi orang tua.

    “Di DBD, tanda bahaya justru muncul saat masuk fase kritis, sekitar 72 jam setelah demam mulai. Kalau lab dilakukan terlalu dini, hasilnya bisa kelihatan aman padahal bahayanya belum muncul. Kalau dicek terlalu cepat, risikonya adalah rasa aman palsu. Kemarin lab ‘bagus’, hari ini anak drop, tapi orang tua tenang karena percaya hasil kemarin. Maka, ingat 72 jam itu bukan 3 hari. Dan dalam DBD, timing bisa menyelamatkan nyawa,” jelasnya.

    Untuk itu, edukasi bukan hanya pencegahan,namun juga menekankan pentingnya deteksi dini yang tepat waktu. Banyak orang tua ingin cepat memeriksa lab saat anak demam, namun dalam kasus DBD, waktu pengecekan menjadi sangat krusial.

    Kepala Seksi SD Sudin Pendidikan Wilayah 1 Kota Adm. Jakarta Timur, Riswan Desri, Plt. memberikan apresiasi terhadap inisiatif GCPI yang mengajarkan pencegahan DBD dengan metode interaktif. Ia menilai keterlibatan siswa SD dalam program tersebut penting karena dapat membentuk generasi yang peduli terhadap kesehatan lingkungan.

    “Kami sangat mengapresiasi inisiatif GCPI yang mengajarkan pencegahan DBD secara interaktif. Dengan melibatkan siswa SD, kita mencetak generasi yang peduli kesehatan lingkungan dan mampu menularkan kebiasaan hidup bersih ke keluarga serta masyarakat,” katanya.

    Sebagai informasi, kegiatan edukasi diikuti oleh 500 siswa dan 25 relawan, dengan target ambisius untuk menjangkau 50.000 siswa SD di seluruh Indonesia pada tahun 2027. Hingga kini, lebih dari 20.000 siswa telah mendapatkan edukasi ini.

    Kegiatan ini terselenggara berkat dukungan dari Kementerian Kesehatan RI (P2P), Dinas Pendidikan DKI Jakarta, dan Puskesmas setempat. Beberapa siswa yang telah mengikuti program ini ditunjuk sebagai Sahabat Super HITO, agen perubahan di lingkungannya, menyebarkan ilmu pencegahan DBD kepada teman-teman dan keluarga di rumah.

    (prf/ega)

  • Pemkot Jakbar masih telusuri anak yang putus sekolah

    Pemkot Jakbar masih telusuri anak yang putus sekolah

    Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Barat masih terus menelusuri anak-anak yang putus sekolah di wilayahnya menyusul adanya temuan 48 anak yang putus sekolah di wilayah Kelurahan Duri Kosambi, Semanan dan Tegal Alur.

    “Masih kita coba telusuri lagi, pelajari motifnya anak-anak itu putus sekolah. Kemudian kita fasilitasi. Sehingga, jangan sampai ada lagi anak yang benar-benar putus sekolah di Jakarta Barat karena tidak difasilitasi,” kata Wali Kota Jakarta Barat Uus Kuswanto saat dihubungi di Jakarta, Kamis.

    Pihaknya pun sudah memfasilitasi 20 anak yang putus sekolah di wilayah Kelurahan Duri Kosambi, Semanan dan Tegal Alur untuk kembali belajar di sekolah paket, yakni SKB (Sanggar Kegiatan Belajar) 07 di Kelurahan Cengkareng Barat, Kecamatan Cengkareng.

    “Masih kita cari lagi. Data terbaru masih ada di Sudin Pendidikan,” katanya.

    Dia menilai anak-anak yang putus sekolah di Jakarta Barat memiliki motif yang beragam.

    “Apakah itu terkait dengan masalah ekonomi, masalah keluarga, atau mungkin anaknya malas sekolah. Mungkin juga terkait dengan masalah kenakalan anak-anak. Makanya, kita telusuri juga latar belakang mereka putus sekolah,” kata Uus.

    Pihaknya juga meminta sekolah-sekolah dan masyarakat di Jakarta Barat untuk mencari tahu informasi mengenai anak-anak yang putus sekolah.

    “Mudah-mudahan dengan informasi dari tetangga, masyarakat sekitar, kita bisa temukan anak-anak kita yang putus sekolah,” ujarnya.

    Sebelumnya, sebanyak 48 anak usia SD hingga SMP di wilayah Kelurahan Duri Kosambi, Semanan dan Tegal Alur, Jakarta Barat putus sekolah.

    Hal itu diungkapkan oleh anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta, Lukmanul Hakim saat mengunjungi anak-anak yang putus sekolah di RW 06 Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat pada Kamis (14/8).

    “Data yang sudah masuk, ada 48 anak. Mereka asalnya dari (Kelurahan) Duri Kosambi, Semanan, Tegal Alur. Rata-rata usia SD dan menuju SMP ada juga sebagian,” kata Lukmanul di lokasi, Kamis (14/8).

    Berdasarkan keluhan yang diterima, kata Lukman, anak-anak itu putus sekolah karena kesulitan ekonomi.

    “Penyebab utamanya setelah kami selidiki ada beberapa faktor sih. Yang pertama memang ekonomi orangtuanya tidak mampu terus, kadang-kadang ini sebagian juga ada anak yatim. Akhirnya anaknya tidak sekolah,” kata dia.

    Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
    Editor: Syaiful Hakim
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Godrej Ajak 20 Ribu Siswa SD Jadi Pahlawan Pencegah DBD

    Godrej Ajak 20 Ribu Siswa SD Jadi Pahlawan Pencegah DBD

    Jakarta: Godrej Consumer Products Indonesia (GCPI) melalui brand HIT kembali melanjutkan gerakan “Merdeka dari DBD”. Dalam semangat memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Nyamuk Sedunia GCPI mengajak 20 ribu siswa SD menjadi Pahlawan DBD.

    Merdeka dari DBD sendiri merupakan sebuah kampanye edukasi interaktif yang membekali siswa Sekolah Dasar dengan pengetahuan dan kebiasaan hidup bersih untuk mencegah penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD). Urgensi kampanye ini semakin tinggi, seiring dengan melonjaknya kasus DBD di Indonesia. Hingga pertengahan 2025, tercatat lebih dari 67.000 kasus di seluruh Indonesia.

    Jawa Barat menjadi provinsi dengan kasus terbanyak, yaitu lebih dari 10.000 kasus.  Jumlah ini mengingatkan bahwa ancaman DBD belum reda, dan pencegahan perlu dilakukan sejak dini.

    Sejalan dengan visi keberlanjutan Good & Green, GCPI berkomitmen menghapus penyakit yang ditularkan melalui vektor. Di India, program EMBED telah berhasil melawan malaria; sementara di Indonesia, inisiatif ini fokus memberantas DBD.

    “Kasus demam berdarah di Indonesia masih sangat tinggi. Yang memprihatinkan, angka kematian banyak terjadi pada anak usia 5–14 tahun. Pencegahan DBD harus dimulai dari kesadaran masyarakat, terutama anak-anak,” ujar Direktur Penyakit Menular, Kemenkes RI
    Agustina Isturini dalam acara Merdeka DBD di SDN Pondok Bambu 02 Kamis, 21 Agustus 2025.
     

    Ajak Siswa SD Jadi Pahlawan DBD Lewat Edukasi Interaktif

    Melalui tokoh Super HITO, pahlawan pembasmi nyamuk, para siswa diajak belajar siklus hidup nyamuk, mengenali habitat berkembangbiaknya, dan mempraktikkan langkah pencegahan DBD seperti 3M Plus dan menjaga kebersihan rumah serta lingkungan.

    Hari ini, kegiatan edukasi diikuti oleh 500 siswa dan 25 relawan, dengan target ambisius untuk menjangkau 50.000 siswa SD di seluruh Indonesia pada tahun 2027. Hingga kini, lebih dari 20.000 siswa telah mendapatkan edukasi ini.

    “Kami sangat mengapresiasi inisiatif GCPI yang mengajarkan pencegahan DBD secara interaktif. Dengan melibatkan siswa SD, kita mencetak generasi yang peduli kesehatan lingkungan dan mampu menularkan kebiasaan hidup bersih ke keluarga serta masyarakat,” kata Plt. Kepala Seksi SD Sudin Pendidikan Wilayah 1 Kota Adm. Jakarta Timur, Riswan Desri.

    Tak hanya pencegahan, edukasi juga menekankan pentingnya deteksi dini yang tepat waktu. Banyak orang tua ingin cepat memeriksa lab saat anak demam, namun dalam kasus DBD, waktu pengecekan menjadi sangat krusial.

    “Di DBD, tanda bahaya justru muncul saat masuk fase kritis, sekitar 72 jam setelah demam mulai. Kalau lab dilakukan terlalu dini, hasilnya bisa kelihatan aman padahal bahayanya belum muncul. Kalau dicek terlalu cepat, risikonya adalah rasa aman palsu. Kemarin lab ‘bagus’, hari ini anak drop, tapi orang tua tenang karena percaya hasil kemarin. Maka, ingat 72 jam itu bukan 3 hari. Dan dalam DBD, timing bisa menyelamatkan nyawa” jelas dr. Miza Afrizal, p.A, Bmedsci.Mkes

    Jakarta: Godrej Consumer Products Indonesia (GCPI) melalui brand HIT kembali melanjutkan gerakan “Merdeka dari DBD”. Dalam semangat memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Nyamuk Sedunia GCPI mengajak 20 ribu siswa SD menjadi Pahlawan DBD.
     
    Merdeka dari DBD sendiri merupakan sebuah kampanye edukasi interaktif yang membekali siswa Sekolah Dasar dengan pengetahuan dan kebiasaan hidup bersih untuk mencegah penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD). Urgensi kampanye ini semakin tinggi, seiring dengan melonjaknya kasus DBD di Indonesia. Hingga pertengahan 2025, tercatat lebih dari 67.000 kasus di seluruh Indonesia.
     
    Jawa Barat menjadi provinsi dengan kasus terbanyak, yaitu lebih dari 10.000 kasus.  Jumlah ini mengingatkan bahwa ancaman DBD belum reda, dan pencegahan perlu dilakukan sejak dini.

    Sejalan dengan visi keberlanjutan Good & Green, GCPI berkomitmen menghapus penyakit yang ditularkan melalui vektor. Di India, program EMBED telah berhasil melawan malaria; sementara di Indonesia, inisiatif ini fokus memberantas DBD.
     
    “Kasus demam berdarah di Indonesia masih sangat tinggi. Yang memprihatinkan, angka kematian banyak terjadi pada anak usia 5–14 tahun. Pencegahan DBD harus dimulai dari kesadaran masyarakat, terutama anak-anak,” ujar Direktur Penyakit Menular, Kemenkes RI
    Agustina Isturini dalam acara Merdeka DBD di SDN Pondok Bambu 02 Kamis, 21 Agustus 2025.
     

    Ajak Siswa SD Jadi Pahlawan DBD Lewat Edukasi Interaktif

    Melalui tokoh Super HITO, pahlawan pembasmi nyamuk, para siswa diajak belajar siklus hidup nyamuk, mengenali habitat berkembangbiaknya, dan mempraktikkan langkah pencegahan DBD seperti 3M Plus dan menjaga kebersihan rumah serta lingkungan.
     
    Hari ini, kegiatan edukasi diikuti oleh 500 siswa dan 25 relawan, dengan target ambisius untuk menjangkau 50.000 siswa SD di seluruh Indonesia pada tahun 2027. Hingga kini, lebih dari 20.000 siswa telah mendapatkan edukasi ini.
     
    “Kami sangat mengapresiasi inisiatif GCPI yang mengajarkan pencegahan DBD secara interaktif. Dengan melibatkan siswa SD, kita mencetak generasi yang peduli kesehatan lingkungan dan mampu menularkan kebiasaan hidup bersih ke keluarga serta masyarakat,” kata Plt. Kepala Seksi SD Sudin Pendidikan Wilayah 1 Kota Adm. Jakarta Timur, Riswan Desri.
     
    Tak hanya pencegahan, edukasi juga menekankan pentingnya deteksi dini yang tepat waktu. Banyak orang tua ingin cepat memeriksa lab saat anak demam, namun dalam kasus DBD, waktu pengecekan menjadi sangat krusial.
     
    “Di DBD, tanda bahaya justru muncul saat masuk fase kritis, sekitar 72 jam setelah demam mulai. Kalau lab dilakukan terlalu dini, hasilnya bisa kelihatan aman padahal bahayanya belum muncul. Kalau dicek terlalu cepat, risikonya adalah rasa aman palsu. Kemarin lab ‘bagus’, hari ini anak drop, tapi orang tua tenang karena percaya hasil kemarin. Maka, ingat 72 jam itu bukan 3 hari. Dan dalam DBD, timing bisa menyelamatkan nyawa” jelas dr. Miza Afrizal, p.A, Bmedsci.Mkes

     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

    (RUL)