Tag: Sudin

  • Kebakaran rumah terjadi di Ciracas Jaktim

    Kebakaran rumah terjadi di Ciracas Jaktim

    Jakarta (ANTARA) – Sebanyak 35 personel Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Timur dikerahkan untuk memadamkan kebakaran rumah di Jalan Manunggal 2 RT 03/02, Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur.

    “Sebanyak tujuh unit mobil pemadam kebakaran dan 35 personel Gulkarmat Jakarta Timur kami kerahkan untuk memadamkan api di rumah tersebut,” kata Kepala Seksi Operasi Sudin Gulkarmat Jakarta Timur (Jaktim), Abdul Wahid saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.

    Abdul menyebutkan, informasi kebakaran disampaikan oleh salah satu warga sekitar melalui pusat panggilan (call center) Dinas Gulkarmat Jakarta pada pukul 19.33 WIB.

    Petugas Suku Dinas (Sudin) Gulkarmat Jaktim langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP) bersama satu unit pemadam kebakaran untuk pengerahan awal.

    “Kami terima kabar pukul 19.33 WIB, terus tiba di lokasi sekitar pukul 19.39 WIB. Awal pemadaman kami lakukan pukul 19.40 WIB,” ujar Abdul.

    Abdul menyebutkan, upaya pemadaman difokuskan agar api tak semakin merambat ke bangunan lainnya, sekaligus meminimalkan kerugian.

    “Api berhasil dilokalisir pukul 19.45 WIB. Waktu pendinginan sekitar pukul 19.47 WIB. Status saat ini sudah kuning,” katanya.

    Belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran dan total kerugian yang melanda rumah di Jalan Manunggal 2 tersebut.

    Pewarta: Siti Nurhaliza
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Arus pendek listrik picu kebakaran rumah di Asrama Polri Kramat Jati

    Arus pendek listrik picu kebakaran rumah di Asrama Polri Kramat Jati

    Jakarta (ANTARA) – Kebakaran yang melanda rumah di komplek Asrama Polri, Kelurahan Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Kamis sekitar pukul 16.29 WIB diduga dipicu arus pendek listrik (korsleting).

    Objek yang terbakar rumah tinggal di Asrama Polri Kelurahan Kramat Jati milik Ibu Enang Sunarsih seluas 15 meter persegi (m2).

    “Penyebabnya korsleting listrik,” kata Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur, Abdul Wahid saat dikonfirmasi di Jakarta.

    Kebakaran itu sempat menimbulkan kepanikan warga sekitar, sebelum akhirnya berhasil dipadamkan oleh petugas Suku Dinas (Sudin) Gulkarmat Jakarta Timur (Jaktim) dalam waktu singkat.

    Percikan api dari hubungan arus pendek listrik memicu nyala api yang kemudian membakar sebagian bangunan rumah. “Jadi laporannya tiba-tiba terjadi penyalaan diduga korsleting listrik. Warga panik, lalu menghubungi kami,” katanya.

    Abdul menyebutkan, pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 16.31 WIB. “Begitu laporan kami terima, enam unit mobil pemadam dengan total 30 personel langsung dikerahkan menuju lokasi,” ujar Abdul.

    Tim pemadam tiba di lokasi pukul 16.36 WIB dan segera melakukan pemadaman. Api berhasil dilokalisir pukul 16.40 WIB dan pendinginan sekitar pukul 16.45 WIB.

    Abdul memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Satu penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri sebelum api membesar.

    Meski tidak ada korban jiwa, kebakaran itu menimbulkan kerugian materi yang ditaksir mencapai Rp40 juta. Sejumlah perabotan rumah tangga dan bagian atap bangunan hangus terbakar.

    Selama proses pemadaman, petugas juga dibantu warga dan anggota keamanan sekitar Asrama Polri. Jalan menuju lokasi sempat ditutup sementara untuk memudahkan mobil pemadam melakukan pemadaman.

    Setelah api benar-benar padam dan dinyatakan aman, petugas melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api tersisa. “Status kebakaran dinyatakan padam dan selesai sekitar pukul 17.01 WIB,” katanya.

    Abdul mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran di permukiman, terutama pada musim hujan disertai angin seperti saat ini.

    Pewarta: Siti Nurhaliza
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Sudin KPKP Jaktim sterilkan ribuan ekor kucing hingga September 2025

    Sudin KPKP Jaktim sterilkan ribuan ekor kucing hingga September 2025

    Jakarta (ANTARA) – Suku Dinas (Sudin) Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur (Jaktim) telah melakukan sterilisasi terhadap 2.114 ekor kucing selama periode Januari hingga September 2025.

    “Rekapitulasi sementara total sterilisasi kucing bulan Januari hingga 24 September 2025 sebanyak 2.114 ekor,” kata Kepala Sudin KPKP Jaktim Taufik Yulianto saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.

    Dia menyebutkan sterilisasi itu dilakukan sebagai bagian dari program pengendalian populasi hewan liar sekaligus peningkatan kesejahteraan hewan peliharaan di wilayah Jakarta Timur.

    “Jumlah kucing jantan yang sudah disteril mencapai 1.719 ekor dan betina sebanyak 395 ekor,” ujar Taufik.

    Menurut dia, program sterilisasi gratis itu dilaksanakan secara rutin bekerja sama dengan para pegiat penyayang hewan, klinik hewan, dan organisasi pemerhati satwa.

    Kegiatan tersebut juga digelar di sejumlah kelurahan untuk memudahkan masyarakat dalam memvaksinasi hewan peliharaan mereka.

    “Sterilisasi penting untuk mencegah populasi berlebih dan mengurangi risiko penyebaran penyakit berbahaya. Kami mengimbau masyarakat ikut berpartisipasi dalam program ini,” ucap Taufik.

    Dia menegaskan pihaknya terus melanjutkan kegiatan sterilisasi hingga akhir tahun dengan target jumlah hewan yang lebih banyak.

    Selain kucing, Sudin KPKP Jaktim juga berencana memperluas layanan serupa untuk anjing peliharaan.

    Seperti diketahui, Pemerintah Kota Jakarta Timur melalui Sudin KPKP menargetkan sterilisasi 2.000 ekor kucing di wilayah Jakarta Timur untuk menekan populasi hewan tersebut.

    Target itu meningkat dibandingkan 2024 yang hanya 500 ekor kucing karena banyaknya aduan terkait kucing liar. Pelaksanaan sterilisasi itu bersinergi dengan Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) dan Dinas KPKP DKI Jakarta.

    Pencapaian sterilisasi kucing liar Sudin KPKP Jakarta Timur selama 2024, yaitu sebanyak 552 ekor kucing, yang terdiri dari 334 ekor kucing jantan dan 218 ekor kucing betina.

    Pewarta: Siti Nurhaliza
    Editor: Rr. Cornea Khairany
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Pemkot Jaktim gencarkan vaksinasi rabies dan edukasi masyarakat

    Pemkot Jaktim gencarkan vaksinasi rabies dan edukasi masyarakat

    Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur (Jaktim) melalui Suku Dinas (Sudin) Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) menggencarkan vaksinasi dan edukasi seputar hewan penular rabies (HPR) peliharaan warga guna mencegah penyebaran penyakit tersebut.

    “Kami terus menggencarkan vaksinasi dan edukasi hewan penular rabies milik warga, salah satunya saat pelaksanaan pasar tumbuh besok,” kata Kepala Sudin KPKP Jakarta Timur Taufik Yulianto di Jakarta, Kamis.

    Kegiatan pasar tumbuh itu digagas oleh Suku Dinas KPKP Jakarta Timur dan melibatkan berbagai unsur masyarakat, dunia usaha, dan perangkat daerah lintas sektor.

    Pasar tumbuh digelar pada Jumat, 31 Oktober 2025, di halaman Kantor Walikota Jakarta Timur, mulai pukul 07.00 WIB hingga 12.00 WIB.

    Taufik menjelaskan tak hanya bazar hasil pertanian, kegiatan pasar tumbuh juga menyuguhkan berbagai layanan gratis bagi masyarakat yang hadir, di antaranya vaksinasi hewan kesayangan, seperti kucing dan anjing, konsultasi klinik tanaman dari UPT Pusat Pengembangan Benih dan Proteksi Tanaman, serta pembagian bibit tanaman gratis untuk warga.

    Selain itu, menurut dia, vaksinasi tersebut sangat penting untuk mencegah penyakit rabies yang dapat menjangkiti hewan maupun manusia.

    Oleh karena itu, dia mengajak seluruh warga pemilik HPR agar membawa hewan peliharaan mereka ke lokasi layanan vaksinasi dengan sistem jemput bola yang diadakan secara berkala, khususnya di lingkungan permukiman.

    “Kami terus berupaya menjaga wilayah Jakarta Timur tetap bebas rabies dengan melakukan vaksinasi secara rutin,” ucap Taufik.

    Vaksinasi itu juga membantu membangkitkan sistem imunitas tubuh hewan terhadap virus rabies sehingga antibodi yang terbentuk dapat menetralkan virus tersebut.

    Kegiatan vaksinasi seringkali bersamaan dengan edukasi kepada pemilik hewan peliharaan tentang cara merawat hewan agar tetap sehat dan terhindar dari rabies.

    Sudin KPKP Jaktim menargetkan vaksinasi rabies terhadap 13.112 ekor HPR sepanjang 2025.

    Sejak September 2025, sebanyak 13.135 hewan di Jakarta Timur telah mendapatkan vaksinasi rabies.

    Vaksinasi dilakukan terhadap berbagai jenis hewan penular rabies, seperti anjing, kucing, kera dan musang. Dari total 13.135 itu, sebanyak 10.833 merupakan kucing, 2.218 anjing, 45 kera dan 39 musang.

    Pewarta: Siti Nurhaliza
    Editor: Rr. Cornea Khairany
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Perkuat ketahanan pangan, Pemkot Jaktim kembangkan “urban farming”

    Perkuat ketahanan pangan, Pemkot Jaktim kembangkan “urban farming”

    Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur (Jaktim) memperkuat ketahanan pangan lokal dengan pengembangan pertanian perkotaan (urban farming) melalui pasar tumbuh yang ketiga.

    “Pasar tumbuh yang ketiga kalinya ini menjadi salah satu upaya strategis Pemkot Jakarta Timur dalam mendorong pengembangan urban farming atau pertanian perkotaan yang semakin diminati masyarakat,” kata Kepala Suku Dinas (Sudin) Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur Taufik Yulianto di Jakarta, Kamis.

    Kegiatan itu digagas oleh Sudin KPKP Jakarta Timur dan melibatkan berbagai unsur masyarakat, dunia usaha, dan perangkat daerah lintas sektor.

    Menurut Taufik, kegiatan pasar tumbuh juga menjadi bagian dari strategi Pemkot Jaktim untuk mendorong warga agar memanfaatkan lahan terbatas secara produktif.

    Melalui gerakan urban farming, masyarakat diajak menanam sayuran, beternak ikan atau mengolah hasil panen di lingkungan tempat tinggalnya masing-masing.

    “Kami ingin menjadikan urban farming sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat kota,” ujar Taufik.

    Dia pun berharap kegiatan itu dapat memperkuat jejaring antarpenggiat pertanian perkotaan, dunia usaha, dan pemerintah dalam upaya membangun ketahanan pangan yang berkelanjutan.

    “Melalui pasar tumbuh, warga diharapkan semakin termotivasi untuk memanfaatkan lahan sempit di sekitar tempat tinggalnya secara produktif,” ucap Taufik.

    Kegiatan pasar tumbuh akan digelar pada Jumat, 31 Oktober 2025, di halaman Kantor Walikota Jakarta Timur, mulai pukul 07.00 WIB hingga 12.00 WIB.

    Dalam kegiatan tersebut, peserta yang merupakan penggiat urban farming dari 10 kecamatan di Jakarta Timur itu akan menampilkan berbagai produk hasil olahan pertanian, perikanan, dan peternakan.

    Mereka merupakan individu dan kelompok yang telah memanfaatkan berbagai lahan kosong dan fasilitas umum menjadi area produktif, seperti kantor pemerintahan, ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA), puskesmas, rumah sakit umum daerah (RSUD), pekarangan warga, gang hijau, serta lahan tidur.

    Beragam produk lokal turut dipamerkan dalam kegiatan itu, mulai dari sayuran hidroponik dan konvensional, buah segar, telur, tempe, tomat, terong, cabai, susu, kopi, jamu, jus, bibit tanaman, hingga aneka olahan pangan dan minuman hasil urban farming.

    “Kegiatan ini menjadi ruang apresiasi bagi para penggiat urban farming yang telah berkontribusi dalam mewujudkan kemandirian pangan di lingkungan masing-masing,” jelas Taufik.

    Pelaksanaan pasar tumbuh yang ketiga kalinya itu mengedepankan semangat kolaborasi lintas sektor.

    Kegiatan itu juga mendapatkan dukungan penuh dari Wali Kota Jakarta Timur beserta jajaran, serta melibatkan berbagai unsur, di antaranya Sudin Kebudayaan, Sudin Pemuda dan Olahraga, Sudin Parekraf, Sudin Kominfotik, Sudin Nakertrans, Baznas Bazis, Bank DKI, HIPMI Jakarta Timur, kecamatan, kelurahan, dan komunitas masyarakat.

    “Kolaborasi menjadi kunci keberhasilan gerakan urban farming di Jakarta Timur. Dengan dukungan semua pihak, kami berharap gerakan ini terus tumbuh dan memperkuat ketahanan pangan lokal,” tutur Taufik.

    Melalui kegiatan itu, Pemkot Jakarta Timur menginginkan agar urban farming tidak sekadar menjadi tren sesaat, tetapi juga berkembang menjadi gaya hidup masyarakat perkotaan.

    Selain membantu mengurangi ketergantungan pada pasokan pangan dari luar wilayah, gerakan urban farming juga mampu meningkatkan perekonomian warga serta menciptakan lingkungan yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan.

    Pewarta: Siti Nurhaliza
    Editor: Rr. Cornea Khairany
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • DKI Kemarin, tarif Transjakarta hingga banjir di Jaksel

    DKI Kemarin, tarif Transjakarta hingga banjir di Jaksel

    Jakarta (ANTARA) – Sejumlah peristiwa terjadi di Jakarta pada Rabu (29/10), mulai dari pertimbangan kenaikan tarif Transjakarta hingga banjir yang melanda Jakarta Selatan (Jaksel) setelah hujan deras.

    Berikut lima berita pilihan yang menarik untuk disimak kembali:

    1. Ini kata Pramono terkait kenaikan tarif Transjakarta

    Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo juga mempertimbangkan usulan warganet atau netizen terkait perkiraan kenaikan tarif Transjakarta mulai dari Rp5000 hingga Rp7000.

    “Saya juga mendengar rata-rata mereka (masyarakat) mengusulkan, di media (sosial) saya itu, antara Rp5000 sampai Rp7000. Tetapi kami akan memutuskan sesuai dengan nanti apa yang menjadi kemampuan masyarakat,” ujar Pramono di Balai Kota, Rabu.

    Selengkapnya

    2. Kepulauan Seribu panen ribuan ikan kerapu cantang

    Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu memanen 1.500 ekor ikan kerapu cantang dan wilayah tersebut akan menjadi lumbung pangan bagi Provinsi DKI Jakarta, terutama pangan yang berbasis hasil laut.

    Selanjutnya

    3. Layanan kesehatan hewan gratis tersedia di Sentra Fauna Lenteng Agung

    Jakarta (ANTARA) – Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (Sudin KPKP) Jakarta Selatan menyediakan layanan kesehatan untuk hewan secara gratis di area Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung, Kecamatan Jagakarsa.

    “Pelayanan kesehatan hewan gratis ini merupakan kerja sama kita dengan Sudin PPKUKM Jakarta Selatan,” kata Kepala Seksi Peternakan dan Kesehatan Hewan Sudin KPKP Jakarta Selatan, Irawati Harry Artharini di Jakarta, Rabu.

    Selengkapnya

    4. Pemprov DKI harus jaga sanitasi kota terutama saat musim hujan

    Jakarta (ANTARA) – Direktur Penyakit Menular WHO Kantor Regional Asia Tenggara 2018-2020, Prof Tjandra Yoga Aditama mengingatkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menjaga sanitasi dan kebersihan kota agar tidak menjadi sumber penularan penyakit, khususnya saat musim hujan.

    “Terutama saat curah hujan yang tinggi dan terjadi banjir,” kata dia saat dihubungi di Jakarta, Rabu.

    Selanjutnya

    5. Banjir terjang 35 RT di Jaksel akibat curah hujan tinggi

    Jakarta (ANTARA) – Banjir menerjang 35 rukun tetangga di Jakarta Selatan (Jaksel) dengan ketinggian air mulai dari 30-70 sentimeter (cm) akibat curah hujan tinggi di DKI Jakarta dan sekitarnya.

    “Kami mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Mohamad Yohan di Jakarta, Rabu.

    Selengkapnya

    Pewarta: Khaerul Izan
    Editor: Rr. Cornea Khairany
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Seruan untuk Adopsi dan Peduli Kucing Terlantar

    Seruan untuk Adopsi dan Peduli Kucing Terlantar

    Jakarta: Hari Kucing Nasional atau National Cat Day diperingati setiap tanggal 29 Oktober. Momen spesial ini menjadi waktu yang tepat untuk memberikan perhatian ekstra pada para anabul (anak bulu).
     
    Kucing merupakan hewan menggemaskan yang kerap menjadi teman manusia. Meskipun sikapnya terkadang tengil dan bikin geleng-geleng kepala, percayalah bahwa mereka juga menyayangi para pemiliknya.
     
    Untuk merayakan kehadiran mereka, momen Hari Kucing Nasional merupakan waktu yang tepat. Lantas, bagaimana latar belakang adanya Hari Kucing Nasional? Serta, apa makna di balik hari istimewa bagi para anabul dan pencinta kucing ini?

     

     

    Latar Belakang dan Makna Hari Kucing Nasional
    Hari Kucing Nasional digagas oleh seorang penulis gaya hidup asal Amerika Serikat, Colleen Paige, pada tahun 2005 lalu. Momen istimewa ini juga menjadi pengingat masyarakat akan jutaan kucing yang membutuhkan rumah dan perlindungan.
     
    Melansir nationaltoday.com, Hari Kucing Nasional juga menjadi ajakan untuk mengadopsi hewan peliharaan dari penampungan lokal, bukan membelinya, serta meningkatkan kesadaran bahwa sterilisasi dan kastrasi hewan peliharaan berbulu dapat mengurangi populasi kucing terlantar.
     

    Oleh karenanya, sejumlah negara memperingati Hari Kucing Nasional dengan mengadakan program adopsi massal dan edukasi kesejahteraan hewan. Misalnya, lembaga penyelamat hewan ASPCA rutin mengadakan kampanye “Adopt Don’t Shop” setiap 29 Oktober.
     
    Di Indonesia sendiri, kegiatan seperti sterilisasi dan kastrasi gratis mulai sering diadakan di kota-kota besar. Seperti salah satunya yang digelar oleh Sudin KPKP Jakarta Selatan dengan kuota 200 ekor kucing, pada Kamis, 30 Oktober mendatang. 
     
    Yuk, rayakan Hari Kucing Nasional bersama para anabul kesayangan!

     

    Jakarta: Hari Kucing Nasional atau National Cat Day diperingati setiap tanggal 29 Oktober. Momen spesial ini menjadi waktu yang tepat untuk memberikan perhatian ekstra pada para anabul (anak bulu).
     
    Kucing merupakan hewan menggemaskan yang kerap menjadi teman manusia. Meskipun sikapnya terkadang tengil dan bikin geleng-geleng kepala, percayalah bahwa mereka juga menyayangi para pemiliknya.
     
    Untuk merayakan kehadiran mereka, momen Hari Kucing Nasional merupakan waktu yang tepat. Lantas, bagaimana latar belakang adanya Hari Kucing Nasional? Serta, apa makna di balik hari istimewa bagi para anabul dan pencinta kucing ini?
     
     

     

    Latar Belakang dan Makna Hari Kucing Nasional

    Hari Kucing Nasional digagas oleh seorang penulis gaya hidup asal Amerika Serikat, Colleen Paige, pada tahun 2005 lalu. Momen istimewa ini juga menjadi pengingat masyarakat akan jutaan kucing yang membutuhkan rumah dan perlindungan.
     
    Melansir nationaltoday.com, Hari Kucing Nasional juga menjadi ajakan untuk mengadopsi hewan peliharaan dari penampungan lokal, bukan membelinya, serta meningkatkan kesadaran bahwa sterilisasi dan kastrasi hewan peliharaan berbulu dapat mengurangi populasi kucing terlantar.
     

     
    Oleh karenanya, sejumlah negara memperingati Hari Kucing Nasional dengan mengadakan program adopsi massal dan edukasi kesejahteraan hewan. Misalnya, lembaga penyelamat hewan ASPCA rutin mengadakan kampanye “Adopt Don’t Shop” setiap 29 Oktober.
     
    Di Indonesia sendiri, kegiatan seperti sterilisasi dan kastrasi gratis mulai sering diadakan di kota-kota besar. Seperti salah satunya yang digelar oleh Sudin KPKP Jakarta Selatan dengan kuota 200 ekor kucing, pada Kamis, 30 Oktober mendatang. 
     
    Yuk, rayakan Hari Kucing Nasional bersama para anabul kesayangan!

     
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di

    Google News


    Viral! 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id

    (PRI)

  • Kerugian Imbas Kebakaran Gedung Dekorasi Pesta di Jaktim Capai Rp 1,7 M

    Kerugian Imbas Kebakaran Gedung Dekorasi Pesta di Jaktim Capai Rp 1,7 M

    Jakarta

    Gudang dekorasi pesta di Makasar, Jakarta Timur (Jaktim), dilanda kebakaran besar. Kerugian diperkirakan capai Rp 1,7 miliar.

    “Luar area terbakar 700 meter persegi. Kerugian kurang lebih Rp 1,7 miliar,” kata Kasiops Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jaktim, Abdul Wahid, Selasa (28/10/2025).

    Proses pemadaman dinyatakan selesai pukul 16.10 WIB. Pemadaman api berlangsung hampir 3 jam karena area yang terbakar cukup luas serta jenis barang-barang yang terbakar.

    Pemadam kebakaran (damkar) mengerahkan 13 unit mobil beserta 65 personel untuk memadamkan kebakaran yang berlokasi di Jalan Udayana RT 02 RW 03 Kelurahan Kebon Pala, Kecamatan Makasar, Jaktim, itu.

    Kebakaran diduga disebabkan masalah kelistrikan. Karyawan sempat berusaha memadamkan tapi api terlalu besar.

    Kondisi di TKP

    Pantauan detikcom di lokasi, pada pukul 17.28 WIB sudah tidak ada api yang menyala di lokasi. Petugas damkar juga sudah meninggalkan TKP.

    Selain gudang, terlihat juga satu buah bangunan rumah yang ikut terbakar. Bau bekas kebakaran pun masih tercium di lokasi. Dinding-dinding bangunan juga tampak gosong akibat terkena panas api.

    Sementara itu, pekerja dari gudang dekorasi tampak mulai mengecek sisa barang-barang yang masih bisa diselamatkan.

    Lihat Video ‘Gudang di Jaktim Terbakar, Diduga Dipicu Korsleting Listrik’:

    (jbr/dhn)

  • Korsleting listrik, gudang dekorasi pesta di Jaktim ludes terbakar

    Korsleting listrik, gudang dekorasi pesta di Jaktim ludes terbakar

    perkiraan kerugian materi Rp1,7 miliar

    Jakarta (ANTARA) – Sebuah gudang dekorasi pesta di Jalan Udayana RT 02/RW 03 Kelurahan Kebon Pala, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, ludes terbakar diduga akibat korsleting listrik.

    “Objek yang terbakar gudang dekorasi pesta dengan luas sekitar 700 meter persegi milik Pak Wawan atau Koman. Penyebabnya diduga korsleting listrik,” kata Kepala Seksi Operasi Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur Abdul Wahid saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

    Informasi kebakaran diperoleh sekitar pukul 13.26 WIB dari seorang warga bernama Sopian Anas.

    Petugas Suku Dinas (Sudin) Gulkarmat Jakarta Timur langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP) bersama satu unit pemadam kebakaran untuk pengerahan awal.

    Abdul menyebut, arus pendek listrik pertama kali terlihat saat adanya percikan api dari terminal listrik.

    “Karyawan melihat keluar percikan api dari terminal listrik, lalu karyawan mencoba memadamkan dan sebagian karyawan melaporkan ke pengaduan masyarakat Jakarta Timur untuk meminta bantuan,” jelas Abdul.

    Menurut Abdul, sejumlah karyawan sempat berupaya memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Namun, api sudah membesar dan menyebar dengan cepat.

    “Api dimulai dari lorong gudang, lalu dicoba padamkan dengan alat pemadam api ringan (APAR) oleh karyawan namun tidak dapat dikuasai dan membesar,” jelas Abdul.

    Unit pertama tiba di lokasi pada pukul 13.30 WIB dan langsung melakukan pemadaman. Proses pemadaman dimulai satu menit kemudian, tepatnya pukul 13.31 WIB.

    Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Timur akhirnya mengerahkan 13 unit mobil pemadam kebakaran dan 65 personel.

    “Api berhasil dilokalisir pukul 14.00 WIB, pendinginan 14.39 WIB. Pemadaman dinyatakan selesai sekitar pukul 16.10 WIB,” ucap Abdul

    Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sebanyak 15 orang karyawan berhasil menyelamatkan diri sebelum api meluas.

    “Alhamdulillah tidak ada korban. Semua karyawan berhasil keluar dengan selamat. Namun, perkiraan kerugian materi mencapai Rp1,7 miliar,” ujar Abdul.

    Abdul mengimbau masyarakat dan pelaku usaha untuk lebih memperhatikan kondisi instalasi listrik di tempat kerja maupun rumah tinggal.

    Pewarta: Siti Nurhaliza
    Editor: Edy Sujatmiko
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • 10
                    
                        Kronologi Mobil Lexus Tertimpa Pohon Tumbang di Pondok Indah
                        Megapolitan

    10 Kronologi Mobil Lexus Tertimpa Pohon Tumbang di Pondok Indah Megapolitan

    Kronologi Mobil Lexus Tertimpa Pohon Tumbang di Pondok Indah
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan mengungkap kronologi insiden mobil Lexus tertimpa pohon palem yang tumbang di Jalan Metro Pondok Indah, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Minggu (26/10/2025).
    Kepala Suku Dinas (Sudin) Gulkarmat Jakarta Selatan, Syamsul Huda, menjelaskan, mulanya kendaraan tersebut sedang dalam perjalanan menuju arah Lebak Bulus.
    Namun, hujan deras disertai angin kencang membuat satu pohon palem tumbang dan langsung menimpa kendaraan di jalan.
    “Palem tumbang dan menimpa pengemudi yang sedang berkendara menuju arah Lebak Bulus,” ungkap Syamsul saat dikonfirmasi, Minggu.
    Syamsul menambahkan, salah satu warga yang sedang berada di dekat lokasi dan melihat kejadian langsung melapor ke kantor Sudin Damkar Lebak Bulus.
    Setelah itu, petugas tiba di lokasi dan mendapati pengemudi mobil sudah meninggal dunia.
    “Pada saat dievakuasi korban dalam kondisi sudah meninggal dunia. Selanjutnya korban dibawa oleh ambulans ke rumah sakit,” jelasnya.
    Syamsul menambahkan, pihaknya mengerahkan tiga personel untuk melakukan evakuasi korban dan penanganan pohon tumbang.
    Sebelumnya diberitakan, sebuah mobil Lexus tertimpa pohon tumbang di wilayah Pondok Indah, Jakarta Selatan, pada Minggu (26/10/2025).
    Peristiwa itu terjadi saat hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah tersebut pada Minggu sore.
    “Obyek terdampak satu pohon tumbang dan satu unit mobil,” kata Kapusdatin BPBD Jakarta, Muhammad Yohan, dalam keterangannya, Minggu.
    Yohan mengatakan, pihaknya masih mendata kemungkinan adanya korban dalam insiden ini.
    Ia belum dapat memastikan kondisi pengemudi ataupun penumpang di dalam mobil.
    “Untuk korban dan estimasi kerugian masih dilakukan pendataan,” jelasnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.