Tag: Sudin

  • Penanganan Tumpukan Sampah di Pasar Kramat Jati Ditargetkan Selesai 5 Hari
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        10 Januari 2026

    Penanganan Tumpukan Sampah di Pasar Kramat Jati Ditargetkan Selesai 5 Hari Megapolitan 10 Januari 2026

    Penanganan Tumpukan Sampah di Pasar Kramat Jati Ditargetkan Selesai 5 Hari
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta menargetkan penanganan tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, dapat diselesaikan dalam waktu lima hari ke depan.
    Untuk mempercepat proses tersebut, DLH mengerahkan 25 unit perbantuan guna menangani akumulasi
    sampah
    yang menumpuk.
    “Untuk mengatasi kondisi tersebut, Sudin LH Jakarta Timur menargetkan penanganan perbantuan dapat dituntaskan dalam lima hari ke depan,” ujar Kepala Sudin LH Jakarta Timur, Julius Monangta, dalam keterangan, Sabtu (10/1/2026).
    Ia menjelaskan,
    penanganan sampah
    di
    Pasar Induk Kramat Jati
    sebenarnya dilakukan setiap hari.
    Namun, pada periode tertentu seperti musim buah, volume sampah melonjak dan melampaui kapasitas penanganan rutin.
    “Artinya, terjadi akumulasi atau ‘tabungan’ sampah sekitar 60 ton setiap harinya,” lanjut dia.
    Untuk mengatasi kondisi tersebut, armada pengangkut sampah diprioritaskan melakukan dua kali pengangkutan per hari menuju TPST Bantargebang.
    Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pengurangan tumpukan sampah.
    Dalam kegiatan perbantuan ini, Sudin LH Jakarta Timur mengerahkan 23 pengemudi, dua operator alat berat, serta empat pengawas lapangan.
    Penanganan sampah didukung 13 unit dump truck, 10 unit tronton, dan dua unit shovel loader.
    Julius menegaskan, berdasarkan Perda Nomor 3 Tahun 2013 dan Pergub Nomor 102 Tahun 2021, kawasan komersial termasuk pasar wajib mengelola sampah secara mandiri.
    “Kewajiban pengelolaan sampah secara mandiri tetap harus dijalankan oleh Perumda Pasar Jaya sesuai ketentuan yang berlaku,” kata dia.
    Sebelumnya, gunung sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, mulai diangkut oleh
    DLH DKI Jakarta
    .
    Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, Kamis (8/1/2026), sebanyak tiga alat berat dikerahkan untuk mengurai tumpukan sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) pasar tersebut.
    Alat berat itu digunakan untuk memindahkan sampah ke truk-truk pengangkut milik DLH.
    Kondisi ini berbeda dibandingkan sehari sebelumnya, ketika hanya terlihat satu alat berat yang beroperasi di lokasi.
    Sejumlah titik tumpukan sampah juga mulai berkurang ketinggiannya dibandingkan hari-hari sebelumnya.
    Meski demikian, kondisi jalan di sekitar TPS masih terlihat becek dan licin akibat sisa sampah yang tercecer di badan jalan.
    Di tengah proses pengangkutan, masih tampak beberapa warga yang membuang sampah di kawasan tersebut.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Tak Ada Alasan Tidak Ditangani

    Tak Ada Alasan Tidak Ditangani

    Sebelumnya, lonjakan sampah saat musim buah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur (Jaktim) telah direspons cepat oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta.

    Untuk mengatasi kondisi itu, Sudin LH Jaktim menargetkan penanganan perbantuan dapat dituntaskan dalam lima hari ke depan.

    “Armada pengangkut sampah diprioritaskan melakukan dua rit pengangkutan per hari menuju TPST Bantargebang agar penumpukan sampah dapat segera terurai,” ujar Kepala Sudin LH Jakarta Timur Julius Monangta dalam keterangan tertulis, Jumat (9/1/2026).

    Menurut Monang, sapaan akrabnya, sebanyak 25 armada perbantuan dikerahkan untuk melakukan penanganan sampah secara intensif agar akumulasi sampah tidak mengganggu aktivitas pasar dan lingkungan sekitar.

    Dia juga menjelaskan penanganan sampah di Pasar Induk Kramat Jati sejatinya dilakukan setiap hari. Namun, pada periode tertentu, terutama saat musim buah diakui volume sampah meningkat signifikan dan melampaui kapasitas penanganan rutin.

    “Saat ini kemampuan penanganan sampah di kawasan tersebut sekitar 160 ton per hari. Sementara pada musim tertentu, timbulan sampah bisa mencapai hingga 220 ton per hari. Artinya, terjadi akumulasi atau ‘tabungan’ sampah sekitar 60 ton setiap harinya,” ucap Monang.

  • Kaleidoskop 2025: Kebakaran Maut Glodok Plaza, 10 Jam Api Tak Padam
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        31 Desember 2025

    Kaleidoskop 2025: Kebakaran Maut Glodok Plaza, 10 Jam Api Tak Padam Megapolitan 31 Desember 2025

    Kaleidoskop 2025: Kebakaran Maut Glodok Plaza, 10 Jam Api Tak Padam
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Kebakaran hebat melanda Glodok Plaza, Tamansari, Jakarta Barat, pada Rabu malam, 15 Januari 2025.
    Peristiwa yang menggegerkan warga itu terjadi pada awal Januari dan menghanguskan sebagian besar gedung pusat perbelanjaan tersebut.
    Dinas Penanggulangan
    Kebakaran
    dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta harus berjibaku memadamkan api selama kurang lebih 10 jam.
    Proses pemadaman berlangsung lama karena masih ditemukan titik api dan kepulan asap tebal dari dalam gedung.
    “Masih ada titik api, masih ada asap tebal itu, masih ada titik api, dari luar kelihatan asap saja. Karena yang terbakar di dalam, kami belum bisa masuk (ke dalam),” ungkap Sardi, Perwira Piket, saat berada di lokasi kebakaran pada Kamis (16/1/2025).
    Kebakaran diketahui dengan cepat merambat dan diduga berasal dari area diskotek dan karaoke di lantai tujuh gedung Glodok Plaza.
    “Yang terbakar (lantai gedung) 7, 8, dan 9. Area cukup luas, samping semua. Yang kebakar jelas area karaoke,” ujar Kasi Operasi Sudin Gulkarmat Jakarta Barat, Syarifudin, Rabu (15/1/2025).
    Menurut Syarifudin, api muncul di area yang menyimpan material mudah terbakar sehingga dengan cepat menyebar ke lantai lainnya.
    “Info awal dari lantai 7 dari diskotek, memang karena 7 dan 8 itu area diskotek. Jadi gas fuel itu sangat cepat untuk penjalaran, jadi saat perjalanannya besar langsung menjalar. Jadi menjalarnya cepat sekali,” jelas Syarifudin.
    Polres Metro Jakarta Barat mengungkap
    penyebab kebakaran
    Glodok Plaza, Tamansari, Jakarta Barat, karena hubungan pendek arus listrik atau korsleting videotron.
    Hal ini disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Arfan Zulkan, setelah melakukan penyisiran ulang di lokasi kejadian.
    “Dan kami juga informasikan bahwa dari hasil laporan yang sudah keluar dari Laboratorium (labfor), ini ada hubungan arus pendek di belakang videotron,” ujar Arfan.
    Arfan menjelaskan bahwa percikan api yang muncul langsung menyambar panel besar yang terletak di lantai sembilan.
    “Jadi ada kabelnya di belakang videotron tersebut ada kabel di situ, hubungan arus pendek yang mengakibatkan percikan api. Lalu, kurang lebih ada berapa meter ada panel besar,” katanya.
    Operator karaoke ini terjebak di lantai 9 gedung tersebut bersama delapan orang lainnya.
    Dalam kepanikan yang melanda, mereka berjuang menyelamatkan diri di tengah kobaran api dan asap pekat yang mencekik.
    “Saya taunya sudah enggak bisa ke mana-mana, sudah banyak asap semua,” ujar Jielim.
    Api yang merambat cepat memaksa Jielim dan kelompoknya melarikan diri ke lantai paling atas.
    Di lantai 10, Jielim dan delapan orang lainnya terjebak dengan jarak hanya 20 meter dari kobaran api.
    Perasaan pasrah sempat menghantui mereka.
    “Saya hanya bisa pasrah,” ungkapnya.
    Namun, sekitar pukul 22.20 WIB, petugas pemadam kebakaran tiba dan menggunakan tangga hidrolik untuk mengevakuasi para korban.
    Meski berlangsung tegang, sorak-sorai warga yang menyaksikan dari bawah memberikan secercah harapan.
    Semua korban berhasil dievakuasi dengan selamat tanpa luka serius dan langsung mendapat perawatan dari Palang Merah Indonesia (PMI).
    Lebih dari 200 personel pemadam kebakaran (damkar) dari lima wilayah dikerahkan untuk mengevakuasi belasan korban yang diduga hilang dalam
    kebakaran Glodok Plaza
    , Mangga Besar, Jakarta Barat, Jumat (17/1/2025).
    Syarifuddin mengatakan, ratusan personel itu berasal dari Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Utara.
    Sebanyak 14 orang dilaporkan hilang dalam peristiwa ini.
    Proses identifikasi terhadap korban yang ditemukan masih dilakukan oleh RS Polri Kramat Jati.
    Tim Disaster Victim Identification (DVI) RS Polri telah menerima laporan sebanyak 14 orang yang dilaporkan hilang dan menerima 16 kantong jenazah dalam peristiwa kebakaran Glodok Plaza.
    Setidaknya, terdapat
    body part
    dari enam kantong jenazah yang tidak dapat diperoleh profil DNA-nya akibat kondisi yang sangat rusak karena hangus terbakar.
    Sementara itu, dari 16 kantong jenazah yang diterima RS Polri, enam korban kebakaran Glodok Plaza telah berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada keluarga.
    Mereka adalah Desti Eka Putri Suwarno, Keren Shallom Jeremiah, Ade Aryati, Zukhi Fitria Rahdja, Aulia Belinda Kurapak, dan Oshima Yukari.
    Korban sendiri terdiri dari Pramugai, karyawan BUMN, Kasir diskotek,
    Influenser
    , hingga calon pramugari.
    RS Polri Kramatjati memastikan bahwa delapan individu yang dilaporkan hilang dalam peristiwa kebakaran Glodok Plaza tidak dapat teridentifikasi.
    “Terdapat delapan individu yang berdasarkan laporan orang hilang yang belum ditemukan,” kata Karodokpol Pusdokkes Polri Brigjen Pol Nyoman Eddy Purnama Wirawan.
    Delapan individu itu terbagi dalam dua jenis kelamin, yakni enam perempuan dan dua laki-laki.
    “Karena, kondisi ya, kondisi terdegradasi, kemudian hangus dan sama sekali tidak muncul profil DNA,” ujar Nyoman.
    Di sisi lain, Nyoman mengungkapkan, RS Polri menemukan dua DNA laki-laki yang tidak cocok dengan 14 orang yang dilaporkan hilang.
    “Berarti kami simpulkan bahwa terdapat korban kebakaran Glodok Plaza yang tidak dilaporkan atau belum dilaporkan sampai saat ini,” ungkapnya.
    Keren Shallom Jeremiah (21) merupakan satu dari enam jenazah korban kebakaran Glodok Plaza, Tamansari, Jakarta Barat, yang telah teridentifikasi.
    Dewi (49), orangtua Keren, mengenang pertemuan terakhirnya dengan korban.
    Dewi ingat betul momen saat ia mengantarkan buah hatinya itu ke kampus untuk meminta tanda tangan revisi tugas.
    Momen itu terjadi pada Rabu (15/1/2025) atau pagi hari sebelum kejadian kebakaran Glodok Plaza.
    “Hari H saya yang mengantarkan ke kampusnya karena minta tanda tangan revisi. Terus dia bilang “Mah, nanti aku pulang pukul 21.00 WIB malam’. Oke,” kata Dewi di RS Polri Kramat Jati,
    Dewi menceritakan, saat itu Keren memegang tangannya dan meminta untuk menjaga kesehatan.
    “Dia bilang, ‘Mama panjang umur ya. Jaga kesehatan’ lalu saya tanya, untuk apa? ‘Biar mama datang ke wisuda saya’,” tutur Dewi.
    Sementara itu, Edi Sunarsono (68), ayah dari Osima Yukari (30), terakhir kali bertemu putrinya pada 1 Desember 2024.
    Saat itu, Edi datang dari kampung halamannya di Kendal, Jawa Tengah, untuk menghadiri pagelaran seni di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur.
    “Kami di Kabupaten Kendal selaku Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Kendal, Provinsi Jawa Tengah.
    “Kebetulan Kabupaten Kendal mengutus saya untuk mengisi di anjungan TMII. Nah itu saya di sini datang, (Osima Yukari) temui saya di situ. Terakhir kami ketemu di situ,” kata Edi.
    Diketahui Edi tinggal di Kendal, Jawa Tengah. Sementara, Osima Yukari bekerja di Jakarta sebagai pramugari di BlueBird Nordic Airlines atau BBN Airlines Indonesia.
    Mengetahui putrinya masuk daftar orang hilang dalam kebakaran Glodok Plaza yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta, Edi langsung bertolak ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Dishub Bakal Tertibkan Parkir Sembarangan di Depan Pasar Pramuka
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        26 Desember 2025

    Dishub Bakal Tertibkan Parkir Sembarangan di Depan Pasar Pramuka Megapolitan 26 Desember 2025

    Dishub Bakal Tertibkan Parkir Sembarangan di Depan Pasar Pramuka
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Suku Dinas (Sudin) Perhubungan Jakarta Timur akan menertibkan kendaraan yang parkir sembarangan di depan Pasar Pramuka, Jakarta Timur.
    Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) Parkir
    Jakarta Timur
    , Damanik, mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan pengawasan di Pasar Pramuka.
    Parkir di depan Pasar Pramuka diperbolehkan, namun jika petugas tidak ada biasanya kendaraan parkir dua baris atau sembarangan.
    “Ya, selama masih ada anggota kita, itu masih kita bisa atau tetap pertahankan untuk satu baris (parkir). Kadang-kadang anggota shalat atau izin ke toilet lah, begitu sembarangan,” jelas Damanik saat dikonfirmasi, Jumat (26/12/2025).
    Damanik menegaskan, pihaknya juga memberikan imbauan kepada pengguna jasa parkir agar memarkirkan kendaraan di dalam Pasar Pramuka.
    “Kita arahkan untuk masuk ke dalam, di parkiran Pasar Pramuka. Namun demikian juga kapasitas di dalam pasar itu pun sendiri tidak memadai,” ucap Damanik.
    Selain itu, Sudin Perhubungan Jakarta Timur akan kembali menegaskan larangan parkir dua baris kepada para juru parkir di lokasi tersebut.
    “Nanti akan kita sampaikan lagi penegasannya terhadap juru parkir-juru parkir di sana atau mungkin nanti kami buat semacam, spanduk ya untuk pengguna jasa parkir untuk tidak parkir dua jalur,” ungkap Damanik.
    Sebelumnya, warga mengeluhkan parkir kendaraan di depan Pasar Pramuka, Jakarta Timur, karena dinilai memicu kemacetan panjang.
    Dalam video yang diunggah akun Instagram @ijoeel, terlihat mobil-mobil terparkir hingga dua baris di pinggir jalan depan Pasar Pramuka.
    Kondisi tersebut membuat arus lalu lintas tersendat karena hanya satu lajur yang dapat dilalui kendaraan.
    Padahal, dalam video tersebut juga terlihat area parkir di dalam Pasar Pramuka masih dapat menampung sejumlah kendaraan.
    “Tolong lah ya, pengertiannya lagi ada proyek, jalan jadi menyempit. Jangan pada nekat parkir yang semakin nyempitin jalan, di dalam Pasar Pramuka ada parkiran luas bisa dimanfaatkan,” tulis keterangan akun Instagram ijoeel.
    Berdasarkan pantauan
    Kompas.com
    di lokasi, Kamis (25/12/2025), parkir paralel dua baris sudah tidak terlihat.
    Kendaraan yang terparkir di depan pasar hanya satu baris, terdiri dari sekitar empat mobil.
    Di lokasi juga terpasang rambu parkir paralel serta sejumlah petugas parkir yang mengatur kendaraan.
    Sementara parkiran di dalam Pasar Pramuka terlihat penuh oleh beberapa mobil dan truk boks pengirim barang, sedangkan lalu lintas terlihat lengang.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Tahun baru di Jakbar, kembang api diganti galang dana bencana Sumatera

    Tahun baru di Jakbar, kembang api diganti galang dana bencana Sumatera

    Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) mengganti pesta kembang api pada perayaan malam tahun baru dengan penggalangan dana bagi korban bencana Sumatera.

    “Tidak ada yang menggunakan petasan dan kembang api karena kita bersimpati tahun ini pada saudara kita yang masih berduka setelah bencana. Di kantor Wali Kota, kita akan adakan penggalangan dana,” kata Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah di Jakarta, Selasa.

    Dana yang dikumpulkan akan diserahkan kepada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk kemudian disalurkan kepada korban bencana.

    “Jadi, nanti warga yang datang untuk tahun baru-an di kantor Wali Kota, kita juga ajak untuk berdonasi nanti melalui Baznas,” kata Iin.

    Ia juga menyiapkan dua titik utama sebagai pusat keramaian malam tahun baru, yakni di Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Kembangan dan kawasan wisata Kota Tua, Tamansari.

    Khusus di Kantor Wali Kota, acara akan dikemas dengan suasana yang lebih sejuk dan bukan berupa pesta.

    “Kalau untuk hiburan, kita sudah ada dari Sudin Parekraf sudah menyiapkan, tetapi hiburan tentu yang membuat juga gembira tapi tidak hingar-bingar. Harapannya membuat suasana juga sejuk,” katanya.

    Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan tokoh-tokoh agama untuk menggelar doa bersama menjelang pergantian tahun.

    “Kami juga akan awali dengan doa bersama. Rencana, kita sedang rapatkan dengan tokoh-tokoh agama, kita doa bersama untuk akhir tahun sehingga kita bisa merefleksikan apa yang sudah terjadi satu tahun ini,” katanya.

    Dengan model perayaan tersebut, Iin berharap masyarakat Jakarta Barat dapat menyambut tahun 2026 dengan semangat baru yang lebih positif, sekaligus tetap peduli terhadap sesama yang tertimpa musibah.

    “Kita akan menyiapkan diri untuk setahun 2026 itu dengan lebih baik, dengan lebih semangat, kita awali dengan doa,” katanya.

    Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menegaskan bahwa tidak ada pesta kembang api saat malam Tahun Baru 2026 di Jakarta.

    “Saya segera memutuskan kembang api, menurut saya, juga nggak perlu ada. Jadi pakai (atraksi) drone saja cukup,” kata Pramono di Jakarta Utara, Jumat (19/12).

    Kendati demikian, Pramono menyebutkan, perayaan tahun baru harus tetap diadakan di Jakarta meski dengan cara sederhana.

    Sebab, kata Pramono, Jakarta merupakan Ibu Kota Negara (IKN) dan merupakan kota global sehingga Jakarta akan disorot oleh dunia.

    Selain itu, Pramono juga tidak menghalangi masyarakat untuk menyambut tahun baru sebagai bentuk syukur dengan cara masing-masing.

    Pada Senin (22/12), ia akan memutuskan secara rinci gelaran acara yang akan diadakan di Jakarta dalam rangka menyambut tahun baru.

    “Tapi yang jelas saya tidak ingin, kita menampakkan kemewahan berlebihan dan tidak punya empati dengan apa yang terjadi dengan saudara-saudara kita yang ada di Sumatera,” kata Pramono.

    Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
    Editor: Edy Sujatmiko
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Ini upaya Jakbar untuk antisipasi cuaca ekstrem

    Ini upaya Jakbar untuk antisipasi cuaca ekstrem

    Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) menggencarkan pengerukan sedimen lumpur di saluran air wilayah setempat untuk mengantisipasi cuaca ekstrem karena berpotensi menyebabkan banjir.

    “Mitigasinya, pertama, kita pastikan di semua saluran, sedimentasi ini tidak mengendap. Jadi, tidak ada sedimen yang menghambat aliran air, sehingga aliran air dari hulu sampai ke hilir itu, lancar,” kata Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah di Jakarta, Selasa.

    Iin mengatakan, cuaca ekstrem di Jakarta diprediksi bisa terjadi hingga Januari 2025.

    “Kita ketahui bahwa BMKG merilis bahwa memang cuaca ini tidak terprediksi sampai dengan Januari. Jadi, kita harus siap siaga,” ujar Iin.

    Menurutnya, pengerukan sedimen saluran air di Jakarta Barat penting dilakukan karena terdapat 13 kali besar, seperti Kali Ciliwung.

    “Jakarta Barat berbatasan dengan daerah lain, dari Tangerang masuk lewat kita, kemudian dari Ciliwung juga masuk ke kita lewat Kali BKB (banjir kanal barat). Jadi, prinsipnya bahwa konsep hulu ke hilir ini, perlu kita jaga, jangan sampai ada sedimen lumpur,” ujar Iin.

    Pihaknya pun telah memetakan sejumlah titik rawan banjir di Jakarta Barat, seperti termasuk Kapuk, Rawa Buaya, lampu merah Kembangan, Jalan Arjuna Utara, Duri Kepa dan wilayah lainnya.

    “Area-area potensi banjir dan genangan, sudah kita petakan,” katanya menegaskan.

    Selain itu, telah dilakukan pemangkasan pohon secara gencar, khususnya yang berpotensi tumbang saat cuaca ekstrem.

    “Kita koordinasi dengan teman-teman di Sudin Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut),” kata dia.

    Iin meminta masyarakat untuk bekerja sama mengantisipasi banjir atau bencana dengan tidak membuang sampah sembarangan.

    “Tempat sampah sudah ada. Jadi, mari kita kerja sama, cukup buang sampah pada tempatnya,” katanya.

    Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
    Editor: Edy Sujatmiko
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • ​Kebakaran Besar di Grogol, 109 Orang Terpaksa Mengungsi

    ​Kebakaran Besar di Grogol, 109 Orang Terpaksa Mengungsi

    Jakarta: Sebanyak 109 warga terpaksa mengungsi imbas kebakaran besar melanda kawasan permukiman padat di Jalan Karya Dalam, RT 013 RW 002, Kelurahan Wijaya Kusuma, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Senin, 22 Desember 2025 malam Wib.

    Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta Mohamad Yohan mengatakan, api yang mulai berkobar sejak pukul 19.33 WIB itu menghanguskan sedikitnya tujuh rumah warga dan satu bangunan indekos. Setidaknya sebanyak 35 KK (kepala keluarga) terdampak dari kebakaran ini.

    “Objek terdampak total tujuh rumah tinggal, satu kos-kosan. Warga terdampak 35 KK (kepala keluarga) dengan 109 jiwa harus mengungsi,” kata Yohan dikutip dari Antara, Selasa, 23 Desember 2025.
     
    Korban kebakaran mengungsi

    Para korban telah dievakuasi ke dua titik pengungsian yang disiapkan oleh petugas gabungan. Bantuan darurat pun segera disalurkan untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi.

    “Ada bantuan darurat tenda dari BPBD dan Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta juga telah didirikan di sekitar lokasi. Titik pengungsian lain di Masjid Al Muttaqiin,” ujar Yohan.
     

    Api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya menjelang tengah malam setelah petugas berjibaku hampir empat jam di lokasi kejadian.

    Dalam proses pemadaman, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) mengerahkan 20 unit mobil pemadam dengan dukungan 100 personel ke lokasi kejadian.
     
    Penyebab kebakaran diduga korsleting listrik

    Berdasarkan data sementara BPBD dan Gulkarmat, kebakaran diduga dipicu oleh gangguan pada instalasi listrik. “Penyebab kebakaran belum ada pastinya. Tapi sementara dugaan korsleting listrik,” ucap Yohan.

    Saat kejadian, kobaran api disertai asap hitam tampak membumbung tinggi dan terlihat dari kejauhan. Kondisi permukiman yang padat serta banyaknya bangunan berbahan kayu membuat api cepat merambat ke bangunan lain.

    Petugas Sudin Pemadam Kebakaran Jakarta Barat yang tiba di lokasi langsung melakukan upaya pemadaman guna mencegah meluasnya kebakaran. Warga sekitar juga turut membantu proses pemadaman dengan peralatan seadanya.

    Jakarta: Sebanyak 109 warga terpaksa mengungsi imbas kebakaran besar melanda kawasan permukiman padat di Jalan Karya Dalam, RT 013 RW 002, Kelurahan Wijaya Kusuma, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Senin, 22 Desember 2025 malam Wib.
     
    Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta Mohamad Yohan mengatakan, api yang mulai berkobar sejak pukul 19.33 WIB itu menghanguskan sedikitnya tujuh rumah warga dan satu bangunan indekos. Setidaknya sebanyak 35 KK (kepala keluarga) terdampak dari kebakaran ini.
     
    “Objek terdampak total tujuh rumah tinggal, satu kos-kosan. Warga terdampak 35 KK (kepala keluarga) dengan 109 jiwa harus mengungsi,” kata Yohan dikutip dari Antara, Selasa, 23 Desember 2025.
     

    Korban kebakaran mengungsi

    Para korban telah dievakuasi ke dua titik pengungsian yang disiapkan oleh petugas gabungan. Bantuan darurat pun segera disalurkan untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi.

    “Ada bantuan darurat tenda dari BPBD dan Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta juga telah didirikan di sekitar lokasi. Titik pengungsian lain di Masjid Al Muttaqiin,” ujar Yohan.
     

     
    Api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya menjelang tengah malam setelah petugas berjibaku hampir empat jam di lokasi kejadian.
     
    Dalam proses pemadaman, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) mengerahkan 20 unit mobil pemadam dengan dukungan 100 personel ke lokasi kejadian.
     

    Penyebab kebakaran diduga korsleting listrik

    Berdasarkan data sementara BPBD dan Gulkarmat, kebakaran diduga dipicu oleh gangguan pada instalasi listrik. “Penyebab kebakaran belum ada pastinya. Tapi sementara dugaan korsleting listrik,” ucap Yohan.
     
    Saat kejadian, kobaran api disertai asap hitam tampak membumbung tinggi dan terlihat dari kejauhan. Kondisi permukiman yang padat serta banyaknya bangunan berbahan kayu membuat api cepat merambat ke bangunan lain.
     
    Petugas Sudin Pemadam Kebakaran Jakarta Barat yang tiba di lokasi langsung melakukan upaya pemadaman guna mencegah meluasnya kebakaran. Warga sekitar juga turut membantu proses pemadaman dengan peralatan seadanya.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di

    Google News

    (PRI)

  • “Dokter pohon” gencar inspeksi pohon rapuh di Jakbar

    “Dokter pohon” gencar inspeksi pohon rapuh di Jakbar

    Jakarta (ANTARA) – Petugas dari Unit Pelaksana Teknis Pengembangan Tanaman Perkotaan (UPT PTP) DKI Jakarta atau “dokter pohon” gencar melakukan inspeksi terhadap pohon rapuh di Jakarta Barat untuk mengantisipasi kejadian tumbang, terutama saat hujan atau angin kencang.

    “Jadi di dinas itu ada UPT PTP yang tugasnya memeriksa semua pohon-pohon yang ada di Jakarta, termasuk Jakarta Barat yang berpotensi tumbang, keropos, atau rapuh begitu,” ujar Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut) Jakarta Barat, Dirja Kusuma saat dihubungi di Jakarta, Minggu.

    Para petugas tersebut disebut sebagai “dokter pohon” karena mereka bertugas memeriksa fisik pohon-pohon. Pemeriksaan pun biasanya melibatkan teknologi ultrasonografi untuk menerawang kondisi fisik pohon.

    Adapun selama tahun 2025, Sudin Tamhut Jakbar telah melakukan pemangkasan terhadap ribuan pohon di delapan wilayah kecamatan untuk mencegah kejadian tumbang.

    “Hingga bulan Desember 2025 Minggu kedua, kita telah melakukan pemangkasan ringan, sedang, berat, tebang, sempal dan tumbang, itu sekitar 9.346 pohon,” ujar Dirja.

    Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
    Editor: Syaiful Hakim
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Jakarta Barat Maksimalkan Enzim Probiotik dan Tutup TPS Ilegal untuk Kelola Sampah

    Jakarta Barat Maksimalkan Enzim Probiotik dan Tutup TPS Ilegal untuk Kelola Sampah

    Selain mengendalikan bau, Sudin LH Jakarta Barat menutup 10 TPS ilegal sepanjang 2025 untuk menjaga pengelolaan sampah tetap tertib dan aman.

    “Secara formal, kita sudah tutup 10 TPS ilegal di wilayah Jakarta Barat. Tujuannya, untuk menjaga rantai pengolahan sampah,” ujar Hariadi. 

    Selain memastikan rantai pengolahan sampah tetap lancar, langkah ini juga bertujuan menjaga keamanan lahan Fasilitas sosial (Fasos) dan Fasilitas umum (Fasum). 

    “Menjaga aset lahan fasos dan fasum, juga pengawasan rantai pengolahan sampah. TPS-TPS itu tidak masuk daftar,” jelas Hariadi.

    Penutupan 10 TPS ilegal di Jakarta Barat mencakup lokasi seperti TPS PLN, Bohlam, dan Gadog di Kedoya Utara, TPS Pasar Patra di Duri Kepa, serta TPS RW 03 di Rawa Buaya.

    Sementara itu, TPS RW 05 di Cengkareng Barat, TPS Presidi dan IPEKA di Meruya Utara, serta TPS Mercu Buana di Meruya Selatan juga termasuk yang ditertibkan.

  • Ular Sanca 1,5 Meter Masuk ke Rumah Roy Marten, "Tamu Tak Diundang" Bertahan 10 Menit
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        20 Desember 2025

    Ular Sanca 1,5 Meter Masuk ke Rumah Roy Marten, "Tamu Tak Diundang" Bertahan 10 Menit Megapolitan 20 Desember 2025

    Ular Sanca 1,5 Meter Masuk ke Rumah Roy Marten, “Tamu Tak Diundang” Bertahan 10 Menit
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur menangkap seekor ular sanca dari rumah aktor Roy Marten di Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, Jumat (19/12/2025) pagi.
    Kepala Seksi Operasi Sudin Gulkarmat Jakarta Timur Abdul Wahid menjelaskan, ular sanca berukuran sekitar 1,5 meter itu pertama kali ditemukan oleh asisten rumah tangga (ART)
    Roy Marten
    saat hendak membersihkan gudang.
    “Saat ART rumah ingin membersihkan gudang, melihat ada seekor ular lalu melapor ke pihak damkar untuk minta dievakuasi,” ucap Wahid melalui keterangan, Sabtu (20/12/2025).
    Proses evakuasi ular sanca tersebut berlangsung singkat dan hanya memakan waktu sekitar 10 menit.
    “Kita tiba di lokasi pukul. 09.10 WIB, awal melakukan evakuasi pukul. 09.15 WIB, dan akhir evakuasi pukul. 09.25 WIB,” ungkap Wahid.
    Untuk proses evakuasi tersebut, Sudin Gulkarmat Jakarta Timur mengerahkan satu unit mobil rescue dengan enam personel.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.