Tag: Subandi

  • Bupati Subandi Rotasi Pejabat ASN Pemkab Sidoarjo

    Bupati Subandi Rotasi Pejabat ASN Pemkab Sidoarjo

    Sidoarjo (beritajatim.com) – Bupati Sidoarjo H. Subandi melakukan rotasi pejabat aparat sipil negara (ASN) Pemkab Sidoarjo di Pendopo Delta Wibawa, Sabtu (10/1/2026).

    Mutasi yang tercatat sebagai mutasi kali kedua ini dalam pemerintahan H. Subandi – Hj. Mimik Idayana. Banyak pejabat yang dimutasi. Yakni mulai sekelas Camat, Sekretaris Dinas, Kepala Dinas, Asisten hingga Staf Ahli di lingkungan Pemkab Sidoarjo. Berikut sejumlah nama pejabat yang dimutasi Bupati Sidoarjo.

    Staf Ahli 

    1. Mochammad Hudori menjabat Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM

    2. Arif Mulyono menjabat Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik

    3. Happy Setianingsih Astrawati menjabat Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan.

    Asisten 

    1. Untuk jabatan Asisten I dijabat Ainun Amalia yang sebelumnya menjabat Kepala Disnaker

    2. Asisten II dijabat H.M Bahrul Amiq yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK). Sedangkan posisi jabatan Kepala DLHK masih kosong dan rencananya bakal diisi Plt.

    Kepala Dinas

    1. Sabino Mariano yang sebelumnya menjabat Camat Tanggulangin menjabat Kepala Pelaksana BPBD Kab. Sidoarjo

    2. Probo Agus Sunarno yang sebelumnya sebagai Plt kini menjabat Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD)

    3. Muhammad Yunan Khoiron yang sebelumnya menjabat Sekretaris Disperindag kini menjabat sebagai Kepala Dinas Perikanan Kab. Sidoarjo.

    4. Eri Sudewo yang sebelumnya menjabat Plt kini menjabat Kepala Dinas Kominfo Kab. Sidoarjo

    5. R Martha Wira Kusuma yang sebelumnya menjabat Sekretaris Inspektorat kini menjabat Kepala Dinas Sosial Kab. Sidoarjo.

    6. dr Lakhsmie Yuwantina yang sebelumnya menjabat sebagai Plt kini menjabat Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kab. Sidoarjo.

    Selain itu, juga terjadi rotasi untuk beberapa jabatan Camat. Pergantian itu antara Camat Krian, Taman, Waru, Gedangan, Tarik dan Camat Sukodono.

    “Mutasi dan rotasi jabatan ini sudah biasa dalam penyegaran organisasi. Semoga para pejabat baru bisa cepat beradaptasi dan memicu kinerjanya agar setiap OPD nilai etos kerjanya naik,” ujar Subandi memberikan pesan saat prosesi mutasi itu. (isa/ted)

  • Pemkab Sidoarjo Rencanakan Kawasan Wisata Mangrove di Sedati

    Pemkab Sidoarjo Rencanakan Kawasan Wisata Mangrove di Sedati

    Sidoarjo (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo berencana membangun kawasan wisata mangrove di wilayah pesisir Kecamatan Sedati. Penataan awal destinasi ekowisata tersebut akan dilakukan di Desa Tambak Cemandi dan Desa Gisik Cemandi, yang berada di kawasan pesisir timur Sidoarjo.

    Tahap awal pengembangan kawasan wisata mangrove ini dimulai dengan pembangunan akses jalan menuju lokasi. Saat ini, Pemkab Sidoarjo telah memulai proses persiapan peningkatan jalan menuju kawasan tersebut. Akses jalan yang akan dibangun memiliki panjang sekitar 2,5 kilometer dari jalan utama.

    Sebagian lahan yang akan dilalui akses jalan tersebut merupakan milik TNI Angkatan Laut. Untuk itu, Bupati Sidoarjo H. Subandi mendatangi Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) V Surabaya, Kamis (8/1/2025). Kedatangan Bupati diterima langsung oleh Dankodaeral V Laksda TNI Ali Triswanto, didampingi Wadan Kodaeral V Brigjen TNI (Mar) Suwandi.

    Bupati Subandi mengatakan, wilayah pesisir Kecamatan Sedati akan dikembangkan menjadi kawasan wisata hutan bakau atau mangrove. Saat ini, Pemkab Sidoarjo tengah menyiapkan akses jalan menuju lokasi tersebut dengan lebar mencapai 25 meter dan panjang 2,5 kilometer.

    “Rencana kami nanti ada wisata mangrove di wilayah timur Sidoarjo. Untuk akses jalan, kami membutuhkan sekitar 20 x 120 meter lahan milik TNI AL,” ujar Subandi di hadapan jajaran pejabat Kodaeral V Surabaya.

    Menanggapi rencana tersebut, Dankodaeral V Laksda TNI Ali Triswanto menyambut baik pembangunan kawasan wisata mangrove di pesisir Sidoarjo. Ia menyampaikan bahwa pemanfaatan lahan TNI AL untuk akses jalan dapat dibicarakan lebih lanjut secara teknis.

    “Untuk rencana jangka panjang pembangunan mangrove, silakan dibicarakan lebih lanjut dengan Aslog Dankodaeral V Kolonel Laut (T) Insaf Setya Budhi,” terangnya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan, Permukiman, Cipta Karya, dan Tata Ruang (Perkim CKTR) Kabupaten Sidoarjo, M. Bachruni Aryawan, menjelaskan bahwa penataan awal kawasan wisata mangrove difokuskan di pesisir Desa Tambak Cemandi dan Desa Gisik Cemandi. Ke depan, kawasan tersebut akan diperluas hingga pesisir selatan Sidoarjo.

    “Pengembangan wisata mangrove direncanakan membentang dari pesisir Kecamatan Sedati hingga Kecamatan Jabon, dengan panjang garis pantai sekitar 33 kilometer dan lebar kawasan kurang lebih 1 kilometer,” paparnya. (isa/but)

  • Malam Tahun Baru 2026, Bupati Sidoarjo Himbau Tidak Nyalakan Kembang Api

    Malam Tahun Baru 2026, Bupati Sidoarjo Himbau Tidak Nyalakan Kembang Api

    Sidoarjo (beritajatim.com) – Bupati Sidoarjo H. Subandi menerbitkan Surat Edaran Nomor 400/16980/438.1.1.2/2025 tentang Peningkatan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat pada Malam Perayaan Tahun Baru 2026.

    Surat edaran tersebut dikeluarkan dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat serta menciptakan suasana yang aman dan kondusif menjelang pergantian tahun.

    Dalam surat edaran tersebut, Bupati Sidoarjo menghimbau seluruh lapisan masyarakat, baik perorangan, organisasi atau kelompok masyarakat, maupun badan usaha, untuk tidak menyalakan, menggunakan, maupun membunyikan kembang api dan/atau petasan dalam bentuk apa pun.

    Larangan ini dimaksudkan untuk mencegah potensi terjadinya ledakan, kebakaran, serta risiko korban jiwa maupun kerugian harta benda pada malam perayaan Tahun Baru.

    Selain itu, Bupati Sidoarjo juga menghimbau seluruh masyarakat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) agar tidak melaksanakan perayaan malam Tahun Baru.

    Surat Edaran Bupati Sidoarjo

    Sebagai gantinya, masyarakat diajak untuk mengisi pergantian tahun dengan kegiatan doa bersama sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap saudara-saudara di Provinsi Aceh, Provinsi Sumatera Utara, Provinsi Sumatera Barat, serta daerah lain yang terdampak bencana.

    Khusus kepada ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Bupati menegaskan agar menjadi teladan bagi masyarakat dengan tidak melakukan aktivitas yang dilarang dalam surat edaran tersebut.

    ASN juga diminta turut mengajak dan mengedukasi masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban umum.

    Melalui surat edaran ini, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berharap seluruh elemen masyarakat dapat berperan aktif dalam menciptakan suasana malam Tahun Baru 2025 yang aman, tertib, dan penuh kepedulian sosial. (isa/ted)

  • Bupati Sidoarjo Sidak RTLH di Gedangan dan Waru, Renovasi Dijadwalkan Awal Januari 2026

    Bupati Sidoarjo Sidak RTLH di Gedangan dan Waru, Renovasi Dijadwalkan Awal Januari 2026

    Sidoarjo (beritajatim.com) – Kepedulian Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terhadap kesejahteraan masyarakat kembali ditunjukkan melalui inspeksi mendadak (sidak) Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Tebel, Kecamatan Gedangan, dan Desa Tambaksawah, Kecamatan Waru, Senin (29/12/2025).

    Bupati Sidoarjo H. Subandi turun langsung meninjau kondisi rumah warga yang dinilai membahayakan keselamatan penghuninya. Sidak tersebut didampingi Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo, Baznas Sidoarjo, serta jajaran Forkopimka setempat.

    Di Desa Tebel, bupati melihat langsung kondisi rumah milik Lilik Rahayu yang mengalami kerusakan parah, terutama pada bagian atap dan struktur bangunan. Sementara di Desa Tambaksawah, Kecamatan Waru, sidak dilakukan di rumah milik Mutmainah yang juga dinilai tidak layak huni dan membutuhkan penanganan segera.

    Bupati Sidoarjo H. Subandi menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan menunda perbaikan, mengingat kondisi rumah warga sudah masuk kategori rawan, terlebih saat musim hujan.

    “Kita akan segera melakukan renovasi, terutama pada atap rumah yang mulai roboh serta memperbaiki struktur bangunan yang sudah tidak layak huni karena usia bangunan yang sudah tua,” ujar H. Subandi saat meninjau rumah milik Lilik Rahayu.

    Ia menambahkan, Pemkab Sidoarjo telah berkoordinasi dengan Baznas Sidoarjo agar proses renovasi bisa segera direalisasikan dalam waktu dekat.

    “Saya sudah berkoordinasi dengan Baznas agar pada minggu pertama bulan Januari 2026 nanti perbaikan bisa segera dilakukan, sehingga keluarga dapat tinggal dengan aman dan nyaman,” tambahnya.

    Menurutnya, percepatan penanganan RTLH menjadi prioritas karena menyangkut keselamatan jiwa masyarakat, khususnya warga kurang mampu yang tinggal di rumah dengan kondisi bangunan rapuh.

    Sementara itu, Lilik Rahayu menyampaikan rasa syukur atas perhatian langsung dari Bupati Sidoarjo. Ia mengaku telah menempati rumah tersebut dalam kondisi rusak selama beberapa bulan terakhir.

    “Saya mengucapkan terima kasih dan sangat bersyukur kepada Bapak H. Subandi karena rumah saya yang rusak sejak dua bulan lalu akan segera diperbaiki. Semoga setelah ini saya bisa hidup lebih layak,” tutur Lilik Rahayu.

    Program penanganan RTLH ini menjadi bagian dari komitmen Pemkab Sidoarjo dalam memastikan masyarakat memiliki hunian yang aman, sehat, dan layak, sekaligus memperkuat kehadiran negara di tengah warga yang membutuhkan perlindungan sosial. [isa/beq]

  • Inilah Pengurus PDIP Sidoarjo Periode 2025 – 2030, Mitra Kritis Subandi – Mimik

    Inilah Pengurus PDIP Sidoarjo Periode 2025 – 2030, Mitra Kritis Subandi – Mimik

    Sidoarjo (beritajatim.com) – Kepengurusan DPC PDI Perjuangan (PDIP) Sidoarjo masa bakti 2025–2030 resmi ditetapkan melalui Konferensi Cabang (Konfercab) yang berlangsung di Hotel Shangri-La Surabaya, Minggu (21/12/2025).

    Ketua DPP sekaligus Ketua DPD PDIP Jawa Timur, MH Said Abdullah, memimpin sidang dan membacakan surat keputusan rekomendasi dengan menetapkan tiga unsur pimpinan DPC, yaitu Hari Yulianto sebagai Ketua, Raymond Tara Wahyudi sebagai Sekretaris, serta Hj. Kasipah sebagai Bendahara.

    Said Abdullah menjelaskan bahwa konfercab merupakan agenda konsolidasi lima tahunan untuk mereposisi dan menyegarkan kepengurusan di semua tingkatan. Ia mengingatkan para kader agar responsif terhadap perubahan zaman.

    “Perubahan berjalan cepat. Kader dan kepengurusan harus adaptif, kreatif, dan inovatif dalam menjalankan roda organisasi serta program perjuangan PDI Perjuangan,” tegasnya.

    Konferensi Cabang (Konfercab) PDIP Sidoarjo yang berlangsung di Hotel Shangri-La Surabaya, Minggu (21/12/2025).

    Formasi pengurus DPC PDIP Sidoarjo berjumlah 21 kader dengan latar belakang beragam, mulai dari aktivis partai, profesional, akademisi, hingga praktisi kebudayaan dan pelaku ekonomi kreatif. Komposisi kepengurusan juga memuat unsur perempuan.

    Ditemui seusai acara, Ketua DPC Hari Yulianto menyampaikan bahwa selain penetapan kepengurusan, konfercab menghasilkan sejumlah rekomendasi organisasi, termasuk sikap politik, konsolidasi struktur, dan program kerja.

    Untuk sikap politik, DPC mengikuti kebijakan DPP secara nasional. Di tingkat lokal, DPC PDIP akan menjadi mitra kritis pemerintahan Bupati Subandi dan Wakil Bupati Mimik Idayana.

    “Sebagai mitra, kami mendukung program pemerintah kabupaten untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Namun jika tidak berjalan, kami akan memberikan kritik secara terbuka maupun melalui petugas partai di DPRD Sidoarjo,” ujarnya.

    Hari yang juga anggota DPRD Jawa Timur menjelaskan bahwa konsolidasi organisasi hingga tingkat kecamatan dan desa/kelurahan dijadwalkan berlangsung Januari–April 2026, mengikuti agenda nasional.

    Program kerakyatan, lanjutnya, akan dirumuskan berdasarkan kebutuhan masyarakat Sidoarjo dan sinkron dengan program nasional. Ia memastikan program kepartaian tetap berjalan meski dalam masa transisi kepengurusan.

    “Selama masa transisi ini, Baguna tetap siaga membantu masyarakat korban bencana,” tambahnya.

    Hari mencontohkan respons cepat Baguna saat mengevakuasi santri korban runtuhnya gedung Ponpes Al Khoziny, serta membuka dapur umum dan menyalurkan logistik bagi warga Kedungbanteng yang terdampak banjir awal Desember 2025. (isa/but)

  • RSUD Notopuro Sidoarjo Kebanjiran, Bupati Subandi Turun Tangan

    RSUD Notopuro Sidoarjo Kebanjiran, Bupati Subandi Turun Tangan

    Sidoarjo (beritajatim.com) – Bupati Sidoarjo H.Subandi melakukan sidak ke ruang IGD RSUD. R.T Notopuro. Sidak dilakukan karena hujan deras membuat area IGD RSUD R.T Notopuro tergenang banjir hingga masuk ke ruangan pelayanan.

    Hari Minggu (21/12/2025), Bupati ingin melihat secara langsung kondisi IGD pasca banjir. Selain itu, Bupati melakukan pengecekan secara langsung apa yang menjadi penyebab serta akan memberikan solusinya seperti apa.

    “Dengan sidak ini saya ingin melihat langsung kondisi di lapangan pasca banjir kemarin. Bagaimana kondisi pembuangan air sehingga menyebabkan sampai banjir, dan setelah melihat secara langsung maka bisa ditentukan langkah apa yang diambil oleh pemerintah,” katanya.

    Ruang IGD RSUD R.T Notopuro Sidoarjo yang direndam banjir sekitar selama dua jam.

    Bupati menegaskan terkait penanganan ini akan melakukan kajian bersama pihak Pemerintah Daerah juga dengan pihak RSUD R.T Notopuro. Tujuannya untuk bisa menyelesaikan masalah ini bersama-sama, agar pelayanan di RSUD tidak kembali terganggu dengan banjir.

    “Saat terjadi banjir kemarin, pelayanan sempat sedikit terganggu selama kurang lebih 2 jam, namun dari pihak rumah sakit tetap memberikan pelayanan yang maximal kepada pasien serta mencari solusi agar banjir segera tertangani,” terangnya.

    Setelah melihat langsung kondisi sungai sebagai tempat pembuangan air, Bupati menghimbau kepada Dinas PU Bina Marga untuk mengambil tindakan terkait beberapa bangunan yang didirikan di sempadan sungai. Kurang maximalnya fungsi drainase juga akan lebih dimaximalkan lagi selain itu juga juga memfungsikan bantaran sungai yaitu 2 meter dari bibir sungai. Tinjau dilapangan agar apabila diperlukan alat berat untuk menormalisasikan sungai tidak terhambat oleh bangunan-bangunan.

    “Maka nanti kita akan melakukan menyusuran kepada masyarakat yang tinggal di bibir sungai jangan sampai membuat bangunan di bibir sungai atau bahkan mendirikan bangunan diatasnya, karena jika terjadi banjir maka yang akan rugi masyarakat luas, apalagi dampaknya sampai mengganggu pelayanan publik seperti Rumah sakit, serta kepada PUBM untuk bisa menambahkkan pompa air agar jika terjadi banjir segera dilakukan penyedotan”pungkasnya. (isa/but)

  • Ditutup Bupati Subandi, Festival Bandeng dan Udang Sidoarjo 2025 Dorong UMKM Perikanan Naik Kelas

    Ditutup Bupati Subandi, Festival Bandeng dan Udang Sidoarjo 2025 Dorong UMKM Perikanan Naik Kelas

    Sidoarjo (beritajatim.com) – Bupati Sidoarjo, H. Subandi, secara resmi menutup Festival Bandeng dan Udang Sidoarjo 2025 yang digelar oleh Dinas Perikanan Kabupaten Sidoarjo, dengan tema “Bandeng dan Udang Sidoarjo 2025, Kebanggaan yang Mendunia” di Lapangan GOR Delta Sidoarjo, Sabtu (20/12/2025).

    H. Subandi menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia serta pihak terkait yang telah bekerja keras menyukseskan festival tersebut. “Festival Bandeng dan Udang ini menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi Kabupaten Sidoarjo sebagai daerah penghasil komoditas perikanan unggulan, khususnya bandeng dan udang,” ucapnya.

    Bupati Sidoarjo menambahkan, melalui berbagai kegiatan seperti lomba memasak olahan bandeng dan udang serta bazar UMKM perikanan, diharapkan muncul kreativitas baru dan peningkatan kualitas produk lokal agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

    Pemkab Sidoarjo, lanjutnya, berkomitmen terus mendukung pelaku usaha perikanan melalui pembinaan, fasilitasi, serta penguatan akses pemasaran.

    “Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci untuk mewujudkan sektor perikanan yang maju, mandiri, dan berkelanjutan. Mari jadikan festival ini sebagai ruang kebersamaan untuk saling belajar, mendukung, dan tumbuh bersama. Kegiatan seperti ini sangat penting untuk menggerakkan perekonomian petani tambak. Ke depan, pelaksanaan festival bisa ditutup pada malam hari agar UMKM memiliki waktu lebih maksimal melayani masyarakat,” terangnya.

    Pada kesempatan tersebut, H. Subandi juga menyoroti peran perbankan dalam mendukung UMKM perikanan. Ia menyampaikan bahwa Pemkab Sidoarjo memiliki program Kredit Usaha Rakyat Daerah (Kurda) dengan bunga ringan, yakni 0,2 persen melalui Bank Delta Artha dan KUR 6 persen melalui Bank Jatim.

    “Saya titipkan UMKM Sidoarjo kepada Bank Jatim dan Bank Delta Artha agar petani tambak bisa berkoordinasi dan mendapatkan dukungan permodalan yang optimal. Pemerintah akan terus hadir memberikan pelayanan terbaik,” imbuhnya.

    H. Subandi juga mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian tambak di wilayah Sidoarjo yang rawan terdampak rob, terutama saat musim hujan. “Jangan sampai petani tambak mengalami gagal panen akibat kondisi lingkungan. Kita harus bersama-sama menjaga keberlanjutan sektor perikanan agar petani tetap untung dan ekonomi daerah terus tumbuh,” tambah bupati.

    Masih menurut H. Subandi, Festival Bandeng dan Udang tidak hanya digelar sekali, tetapi dapat dilaksanakan secara berkelanjutan guna mendorong pertumbuhan UMKM perikanan di Kabupaten Sidoarjo.

    Ia bahkan mengusulkan agar ke depan kegiatan lelang bandeng, seperti yang pernah dilaksanakan pada tahun-tahun sebelumnya, dapat kembali digelar untuk meningkatkan kesejahteraan petani tambak.

    Adapun pemenang Lomba Memasak Olahan Bandeng dan Udang adalah:
    • Juara I: Kecamatan Taman
    • Juara II: Kecamatan Tarik
    • Juara III: Kecamatan Waru
    • Juara Harapan I: Kecamatan Balongbendo (isa/kun)

  • Sidak Proyek SDN Suko, Bupati Sidoarjo Puji Kualitas Bangunan: Sesuai Standar

    Sidak Proyek SDN Suko, Bupati Sidoarjo Puji Kualitas Bangunan: Sesuai Standar

    Sidoarjo (beritajatim.com) – Bupati Sidoarjo H. Subandi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi proyek pembangunan SD Negeri Suko, Kecamatan Sukodono, pada Selasa (16/12/2025). Kunjungan ini bertujuan memastikan sarana pendidikan dibangun dengan kualitas aman dan nyaman guna menunjang kegiatan belajar mengajar siswa.

    Dalam tinjauan lapangan tersebut, Bupati Subandi mengecek langsung detail progres fisik bangunan. Ia memverifikasi apakah pengerjaan proyek telah mematuhi standar teknis dan sesuai dengan kontrak kerja yang disepakati.

    Berdasarkan hasil pantauannya, Subandi menilai realisasi pembangunan SDN Suko secara umum telah memuaskan dan memenuhi ketentuan yang berlaku.

    “Tidak banyak catatan koreksi yang saya temukan. Kualitas bahan dasar pembangunan dari tembok hingga struktur atap bangunan sudah bagus dan sesuai standar,” ujar H. Subandi di lokasi.

    Orang nomor satu di Sidoarjo ini juga memberikan apresiasi terhadap kinerja kontraktor pelaksana yang dinilai profesional dalam menjaga mutu pekerjaan. Menurutnya, komitmen kontraktor sangat krusial dalam menghadirkan infrastruktur publik yang layak.

    Selain kontraktor, sorotan positif juga ditujukan kepada tim pengawas proyek. Subandi menekankan bahwa hasil pembangunan yang presisi tidak lepas dari fungsi kontrol yang berjalan maksimal di lapangan.

    “Kualitas hasil pembangunan sangat bergantung pada kinerja konsultan pengawas. Jika pengawas bekerja dengan baik, maka hasilnya juga akan maksimal,” imbuhnya.

    Subandi berharap standar kualitas yang diterapkan di SDN Suko dapat menjadi tolok ukur (benchmark) bagi pembangunan fasilitas pendidikan lainnya di Kabupaten Sidoarjo. Dengan infrastruktur yang kokoh dan aman, kualitas pendidikan di Kota Delta diharapkan dapat terus meningkat. [isa/beq]

  • Inovasi Pelayanan Publik, Kemendagri Nobatkan Sidoarjo Sebagai Kabupaten Terinovatif 2025

    Inovasi Pelayanan Publik, Kemendagri Nobatkan Sidoarjo Sebagai Kabupaten Terinovatif 2025

    Sidoarjo (beritajatim.com) – Kabupaten Sidoarjo kembali dinobatkan sebagai Kabupaten Terinovatif pada Innovative Government Award (IGA) 2025.

    Penghargaan itu diraih berkat rangkaian inovasi pelayanan publik yang terus dikembangkan oleh Pemkab Sidoarjo.

    Penghargaan IGA 2025 itu diserahkan oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Komjen (Purn) Akhmad Wiyagus kepada Bupati H. Subandi di Grand Balroom Kempinski, Jakarta (10/12/2025).

    Kabupaten Sidoarjo meraih penghargaan IGA 2025 setelah dinilai produktif dalam menciptakan inovasi pelayanan publik yang berkelanjutan.

    Bupati Sidoarjo H. Subandi menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang telah bekerja keras mengembangkan inovasi pelayanan publik.

    Menurutnya, penghargaan ini merupakan buah dari kerja cerdas dan kolaborasi antar OPD yang konsisten dalam mendorong perbaikan layanan.

    “Penghargaan IGA menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik di Sidoarjo. kedepannya seluruh OPD akan didorong untuk terus berkreasi dan berinovasi demi pelayanan yang prima dan responsif,” katanya melalui rilis resmi Dinas Kominfo Kab. Sidoarjo.

    Pemkab Sidoarjo di tahun 2025 ini mengajukan dua inovasi unggulan yang masuk nominasi IGA, yakni platform pembayaran retribusi digital MyRetribusi dan program non-digital Duta Hatiku (Dukcapil Tanggap Bencana Harapan Timbul Kembali Utuh).

    MyRetribusi dirancang untuk meningkatkan transparansi dan kemudahan pembayaran retribusi daerah, sementara Duta Hatiku fokus pada layanan jemput bola penerbitan dokumen kependudukan di lokasi bencana.

    Kedua inovasi tersebut mendapat perhatian tim penilai IGA yang melakukan validasi lapangan di Sidoarjo sebelum penentuan pemenang. Kunjungan tim penilai menjadi bagian dari proses verifikasi yang menilai dampak, keberlanjutan, dan replikasi inovasi di tingkat daerah.

    Dalam IGA Award Kabupaten Sidoarjo bukan pendatang baru dalam inovasi daerah. Penghargaan IGA 2025 merupakan kali keempat berturut-turut yang diraih kabupaten ini. Sebelumnya Sidoarjo pertama kali mendapat predikat Kabupaten Sangat Inovatif pada 2022 dan kembali dinobatkan sebagai Kabupaten Terinovatif pada IGA 2024 oleh Kemendagri.

    Usai menerima penghargaan, H. Subandi menekankan bahwa tujuan inovasi adalah memudahkan masyarakat memperoleh layanan yang cepat, tepat, dan transparan. Ia berharap inovasi-inovasi berkualitas itu mampu menurunkan hambatan administratif dan mempercepat akses publik terhadap layanan dasar.

    Para pengembang inovasi di OPD juga menyatakan komitmen untuk melakukan evaluasi berkala dan memperluas jangkauan layanan. Langkah ini dimaksudkan agar inovasi tidak berhenti sebagai proyek, melainkan menjadi bagian dari tata kelola pemerintahan yang berkelanjutan.

    Penghargaan IGA 2025 diharapkan menjadi pemicu bagi daerah lain untuk mencontoh praktik baik Sidoarjo dalam mengintegrasikan teknologi dan pendekatan humanis pada layanan publik. Dengan demikian, manfaat inovasi tidak hanya dirasakan lokal tetapi juga dapat direplikasi untuk memperbaiki layanan publik di tingkat nasional. (isa/ted)

  • Bupati Sidoarjo Sidak Proyek Double Deck Parking RSUD R.T. Notopuro, Temukan Ketidaksesuaian Kualitas Pekerjaan

    Bupati Sidoarjo Sidak Proyek Double Deck Parking RSUD R.T. Notopuro, Temukan Ketidaksesuaian Kualitas Pekerjaan

    Sidoarjo (beritajatim.com) – Bupati Sidoarjo, H. Subandi, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di lokasi proyek pembangunan Double Deck Parking RSUD R.T. Notopuro pada Jumat (5/12/2025). Sidak ini bertujuan untuk memastikan kualitas pekerjaan serta mencocokkan progres pembangunan dengan jadwal kontrak yang tinggal beberapa hari lagi.

    Setibanya di lokasi, Bupati Subandi meninjau beberapa titik konstruksi dan menemukan sejumlah ketidaksesuaian dalam pekerjaan yang dilakukan. Ia menyoroti kualitas pengecoran yang dirasa kurang memenuhi standar, penggunaan material yang tidak sesuai, serta lemahnya pengawasan dari pihak konsultan.

    “Kalau melihat kondisi di lapangan, saya sebagai pimpinan daerah merasa kurang puas. Beton itu perlu penyangga yang benar, dan tripleks tidak boleh dipakai dua kali. Tetapi yang saya lihat, tripleks bekas masih digunakan. Banyak cor-coran yang masih mentah,” ujar H. Subandi dengan tegas.

    Ia juga mempertanyakan laporan deviasi pekerjaan yang disampaikan oleh pelaksana proyek, yang menurutnya tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan. “Katanya deviasi -8%, kalau melihat kenyataannya yang ndak karu-karuan itu tidak mungkin. Dalam agenda kita itu -23% dengan waktu tinggal sekitar 15 hari,” urainya.

    Bupati Sidoarjo meminta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) RSUD R.T. Notopuro beserta konsultan pengawas untuk memperketat pengawasan agar seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai dengan Rencana Anggaran Belanja (RAB).

    Subandi juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo tidak akan segan memberikan sanksi tegas kepada kontraktor yang tidak memenuhi standar profesionalisme. “Kalau nanti tidak selesai, ya blacklist dan harus diberikan nilai merah,” tegasnya.

    Bupati Subandi berharap proyek pembangunan Double Deck Parking ini, yang menelan anggaran sebesar Rp23 miliar, dapat diselesaikan tepat waktu dan sesuai dengan standar mutu yang ditetapkan.

    Ia menekankan bahwa kualitas pelayanan kesehatan harus didukung oleh fasilitas yang aman dan layak, demi memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan.

    Di sisi lain, Direktur RSUD R.T. Notopuro, dr. Atok Irawan, menjelaskan bahwa pembangunan Double Deck Parking ini merupakan kebutuhan mendesak untuk mengatasi masalah keterbatasan lahan parkir yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.

    Dengan kapasitas dua lantai yang direncanakan mampu menampung 125 unit mobil, diharapkan fasilitas ini akan meningkatkan kenyamanan pasien dan pengunjung. Untuk mengejar target waktu yang semakin mendekat, pihak kontraktor telah diminta untuk menambah sekitar 60 tenaga kerja. [isa/suf]