Tag: Sony Susmana

  • Setop Normalisasi Naik Motor Sambil Ngerokok!

    Setop Normalisasi Naik Motor Sambil Ngerokok!

    Jakarta

    Konon, ada satu persamaan antara pengendara motor yang merokok dan orang yang sedang jatuh cinta: keduanya sama-sama sulit dinasihati.

    Meski demikian, kebiasaan naik motor sambil merokok tak seharusnya dinormalisasi. Selain membahayakan diri sendiri karena mengganggu konsentrasi dan kontrol kendaraan, abu serta bara rokok berisiko mengenai pengendara lain. Tak cuma soal etika berlalu lintas, perilaku itu menyangkut keselamatan bersama di jalan raya.

    Menurut studi berjudul ‘Cigarette Smoking, Road Traffic Accidents and Seat Belt Usage’ yang dikerjakan peneliti kesehatan di Southampton, Inggris, kegiatan merokok membuat konsentrasi pengendara terpecah. Selain itu, pengendara juga menjadi abai terhadap aturan-aturan keselamatan.

    “Ini menunjukkan peningkatan risiko kecelakaan yang menyebabkan cedera di jam-jam gelap (malam hari) bagi pengemudi yang merokok dibandingkan pengemudi yang tidak merokok. Keterlibatan kecelakaan juga meningkat,” demikian bunyi studi tersebut, dikutip dari Sciencedirect, Selasa (30/12).

    Merokok di Sepeda Motor Foto: Rangga Rahardiansyah

    Praktisi keselamatan berkendara yang juga Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana membenarkan, naik motor sambil merokok sangat berbahaya. Menurutnya, kebiasaan itu bisa mengganggu konsentrasi dan keseimbangan pengendara saat melaju di jalan raya.

    “Mengemudi apa pun kendaraannya harus fokus atau konsentrasi. Menjaga kontrol dan keseimbangan kendaraan. Tidak boleh yang namanya sambil-sambil apalagi ngerokok,” ujar Sony kepada detikcom beberapa waktu lalu.

    Sony menjelaskan dampak buruk yang ditimbulkan akibat merokok sambil berkendara, salah satunya dapat mempengaruhi kesiapan pengemudi saat menghadapi situasi yang darurat.

    “Mengemudi sambil merokok, artinya pengemudi hanya fokus satu tangan dalam menggenggam kemudi,” tegasnya.

    Selain itu, kata dia, sisa pembakaran rokok juga bisa membahayakan pengguna jalan lain di belakang. Itulah mengapa, berkendara sambil merokok merupakan perbuatan ‘haram’ yang sangat tak disarankan.

    “Abu dan baranya mengganggu pengemudi lain, bisa juga terbang ke mata sendiri,” kata Sony.

    Di luar itu, secara hukum, merokok saat mengendarai motor bisa dikenakan sanski berdasarkan Pasal 106 ayat 1 juncto Pasal 283 Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Hukumannya kurungan paling lama tiga bulan dan denda maksimal Rp 750 ribu.

    (sfn/din)

  • Belajar dari Kasus Pemotor PCX Ngamuk usai Ditegur Jangan Ngerokok

    Belajar dari Kasus Pemotor PCX Ngamuk usai Ditegur Jangan Ngerokok

    Jakarta

    Sejak kemarin, media sosial dihebohkan video pengendara Honda PCX putih yang ngamuk usai ditegur jangan merokok. Sosok viral yang diketahui bernama Galih Saputra itu telah meminta maaf dan berjanji tak akan mengulanginya lagi. Apa pelajaran penting yang bisa dipetik?

    Selain melanggar hukum, perbuatan merokok sambil mengendarai motor bisa membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lain. Sebab, kebiasaan itu berpotensi mengganggu konsentrasi dan keseimbangan pengendara saat melaju di jalan raya.

    “Mengemudi apa pun kendaraannya harus fokus atau konsentrasi. Menjaga kontrol dan keseimbangan kendaraan. Tidak boleh yang namanya sambil-sambil apalagi ngerokok,” ujar Praktisi keselamatan berkendara yang juga Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana kepada detikcom, belum lama ini.

    Di luar itu, dia menambahkan, sisa pembakaran rokok juga bisa membahayakan pengguna jalan lain di belakang. Itulah mengapa, berkendara sambil merokok merupakan perbuatan ‘haram’ yang benar-benar tak disarankan.

    “Abu dan baranya mengganggu pengemudi lain, bisa juga terbang ke mata sendiri,” kata Sony.

    Pemotor ngerokok. Foto: Doc. IG @mintadisundut

    Diberitakan sebelumnya, aksi pemotor yang ngamuk saat ditegur jangan merokok viral di sejumlah platform media sosial, termasuk Instagram. Akun @mintadisundut merupakan salah satu yang pertama membagikannya di jagad maya.

    Tayangan yang beredar menunjukkan, pemotor arogan itu tak sendirian, melainkan membawa wanita yang juga tak mengenakan pelindung kepala. Dia, sepanjang perjalanan, asik merokok tanpa memedulikan pengguna jalan lain.

    Merasa terganggu, pemotor lain di belakang menegur pemotor arogan tersebut. Dia meminta agar si perokok mematikan rokoknya. Sebab, abu dan baranya bisa mengancam keselamatan pengguna jalan lain.

    “Abu rokok lo kena orang,” ujar pemotor lain yang menegur perokok tersebut, dikutip Senin (29/12).

    “Lo kan tinggal nyalip doang, monyet!” demikian respons si perokok sambil terus memacu Honda PCX berkelir putihnya. Bahkan, alih-alih meminta maaf, dia justru menyerang penegur dengan makian-makian.

    Si penegur berusaha sabar. Dia kemudian bertanya ke perokok: pernah sekolak tidak? Sebab, kata-katanya terlalu kasar dan tak beretika.

    “Yang lain elo tegur nggak, k*nt*l?” begitu respons lanjutan si perokok. Bahkan, parahnya lagi, dia melayangkan tendangan keras ke arah motor si penegur.

    Hingga tulisan ini dimuat, postingan tersebut sudah disaksikan 272 ribu kali dan mendapat hampir 3 ribu komentar. Warganet rata-rata menyayangkan aksi perokok yang sok jagoan dan tak mau mengaku salah.

    Pemotor PCX Minta Maaf

    Setelah kasus tersebut viral, pengendara motor yang bernama Galih Saputra itu akhirnya menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf melalui akun Instagram resminya. Dia janji tak akan mengulanginya lagi di lain hari.

    “Saya Galih Saputra, ingin mengklarifikasi sehubung video saya merokok sambil berkendara. Saya menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang terdampak, terutama mas-mas di video tersebut,” kata Galih.

    Menurut Galih, insiden viral tersebut terjadi pada Minggu (28/12) sekira pukul 00.00 malam. Dia mengaku, ketika itu lalai dan ceroboh.

    “Saya menyadari kejadian tersebut menimbulkan ketidaknyamanan dan kesalahpahaman di masyarakat. Saya dengan tulus menyampaikan permohonan dan minta maaf,” tuturnya.

    “Sebagai bentuk tanggung jawab, saya sudah evaluasi dan mengambil langkah perbaikan diri agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” kata dia menambahkan.

    (sfn/dry)

  • Belajar dari Kasus Pemotor PCX Ngamuk usai Ditegur Jangan Ngerokok

    Sok Jagoan! Pemotor di Sudirman Ngamuk Usai Ditegur Jangan Ngerokok

    Jakarta

    Media sosial dihebohkan video yang menampilkan pemotor tanpa helm sedang merokok di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat. Parahnya, ketika ditegur, dia malah melayangkan tendangan dan melempar kata-kata kasar!

    Disitat dari akun Instagram @mintadisundut, pemotor arogan itu tak sendirian, melainkan membawa wanita yang juga tak memakai pelindung kepala. Dia, sepanjang perjalanan, asik merokok tanpa memedulikan pengguna jalan lain.

    Merasa terganggu, pemotor lain di belakang menegur pemotor arogan tersebut. Dia meminta agar si perokok mematikan rokoknya. Sebab, abu dan baranya bisa mengancam keselamatan pengguna jalan lain.

    “Abu rokok lo kena orang,” ujar pemotor lain yang menegur perokok tersebut, dikutip Senin (29/12).

    “Lo kan tinggal nyalip doang, monyet!” demikian respons si perokok sambil terus memacu Honda PCX berkelir putihnya. Bahkan, alih-alih meminta maaf, dia justru menyerang penegur dengan makian-makian.

    Si penegur berusaha sabar. Dia kemudian bertanya ke perokok: pernah sekolak tidak? Sebab, kata-katanya terlalu kasar dan tak beretika.

    “Yang lain elo tegur nggak, k*nt*l?” begitu respons lanjutan si perokok. Bahkan, parahnya lagi, dia melayangkan tendangan keras ke arah motor si penegur.

    Pemotor ngerokok. Foto: Doc. IG @mintadisundut

    Hingga tulisan ini dimuat, postingan tersebut sudah disaksikan 272 ribu kali dan mendapat hampir 3 ribu komentar. Warganet rata-rata menyayangkan aksi perokok yang sok jagoan dan tak mau mengaku salah.

    Secara hukum, merokok saat mengendarai motor bisa dikenakan sanksi berdasarkan Pasal 106 ayat 1 juncto Pasal 283 Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Hukumannya kurungan paling lama tiga bulan dan denda maksimal Rp 750 ribu.

    Praktisi keselamatan berkendara yang juga Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, mengingatkan bahaya naik motor sambil merokok. Menurutnya, kebiasaan tersebut bisa mengganggu konsentrasi dan keseimbangan pengendara saat melaju di jalan raya.

    “Mengemudi apa pun kendaraannya harus fokus atau konsentrasi. Menjaga kontrol dan keseimbangan kendaraan. Tidak boleh yang namanya sambil-sambil apalagi ngerokok,” ujar Sony kepada detikcom beberapa waktu lalu.

    Pemotor ngerokok. Foto: Doc. IG @mintadisundut

    Selain itu, kata dia, sisa pembakaran rokok juga bisa membahayakan pengguna jalan lain di belakang. Itulah mengapa, berkendara sambil merokok merupakan perbuatan ‘haram’ yang sangat tak disarankan.

    “Abu dan baranya mengganggu pengemudi lain, bisa juga terbang ke mata sendiri,” kata Sony.

    (sfn/rgr)

  • Waspada Cuaca Ekstrem saat Nataru, Ini 5 Komponen Mobil yang Wajib Diperiksa

    Waspada Cuaca Ekstrem saat Nataru, Ini 5 Komponen Mobil yang Wajib Diperiksa

    Jakarta

    Kamu sedang merencanakan liburan atau mudik saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru)? Waspadai cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi selama bulan Desember. Berikut beberapa komponen mobil yang perlu dicek saat liburan atau mudik di momen Nataru.

    Seperti dijelaskan ASTRA Infra dalam keterangan resminya, setidaknya ada lima bagian mobil yang perlu diperiksa sebelum kamu bepergian. Apa saja?

    1. Ban Kendaraan

    Pastikan tekanan udara ban sesuai standar dan ketebalan tapak ban masih memadai. Kondisi ban yang tidak optimal dapat meningkatkan risiko terjadinya aquaplaning, yaitu keadaan saat ban kehilangan traksi dengan permukaan jalan akibat genangan air. Pengguna jalan diimbau untuk menjaga kecepatan berkendara serta mewaspadai genangan air di sepanjang perjalanan.

    2. Sistem Pengereman

    Periksa kondisi rem secara menyeluruh untuk memastikan respon kendaraan dan fungsi rem tetap optimal saat melintas di jalan licin dan basah akibat hujan.

    3. Lampu Kendaraan

    Pastikan seluruh sistem penerangan kendaraan berfungsi dengan baik, termasuk lampu utama, lampu rem, dan lampu sein, agar kendaraan tetap terlihat jelas oleh
    pengguna jalan lain dalam kondisi jarak pandang terbatas.

    “Pengguna jalan diimbau untuk tidak menyalakan lampu hazard saat hujan, karena lampu tersebut hanya digunakan dalam kondisi darurat dan dapat membingungkan pengguna jalan lainnya apabila digunakan tidak semestinya,” ujar Senior Instructor Safety Defensive Driving Consultant Sony Susmana.

    4. Wiper dan Kaca Depan

    Pastikan wiper kendaraan berfungsi normal dan kaca depan dalam kondisi bersih tanpa goresan untuk menjaga visibilitas saat hujan deras. Selain itu, untuk mengantisipasi terbatasnya jarak pandang dan kondisi jalan yang licin, pengguna jalan diimbau untuk mengurangi kecepatan dengan batas maksimal 70 km/jam serta menjaga jarak aman antar kendaraan sekitar 80 meter.

    5. Bahan Bakar atau Daya Kendaraan

    Pastikan ketersediaan bahan bakar cukup sampai tempat tujuan atau baterai kendaraan listrik terisi cukup guna menghindari risiko berhenti darurat di tengah perjalanan, terutama saat melintasi area yang berpotensi terdampak cuaca ekstrem. Pengguna jalan juga disarankan untuk mengetahui lokasi SPBU dan SPKLU di rest area maupun di sekitar ruas tol melalui perencanaan perjalanan secara cermat.

    (lua/rgr)

  • Yang Penting Nggak Lawan Ortu!

    Yang Penting Nggak Lawan Ortu!

    Jakarta

    Baru-baru ini, media sosial diramaikan video pengendara motor yang tak terima saat ditegur lawan arah. Bahkan, dia membela diri dengan kalimat atau pernyataan yang tak nyambung!

    Disitat dari akun Instagram @antilawanarah, pengendara motor tersebut menunggangi Yamaha Mio tanpa mengenakan helm atau pengaman kepala. Ketika diminta putar balik, dia menolak dan justru meminta diberikan jalan.

    “Muter, kalau mau muter langsung. Udah tahu ada mobil, kok lawan arah?” ujar penegur kepada pemotor tersebut, dikutip Sabtu (20/12).

    Alih-alih putar balik, dia justru terus melawan. Dia menunjukkan sikap seakan-akan melawan arah merupakan perbuatan yang bisa diterima.

    “Yang penting kan nggak ngelawan orang tua!” demikian respons pemotor yang lawan arah tersebut.

    Butuh waktu sekian menit untuk meyakinkan pemotor itu putar balik. Bahkan, sampai ada sedikit perdebatan. Hingga berita ini dimuat, video tersebut telah disaksikan hampir 2 juta kali. Meski tak semua, namun kebanyakan warganet menyalahkan sikap pemotor yang ‘kepala batu’ dan merasa paling benar.

    Director Training Safety Defensive Consultant (SDCI), Sony Susmana mengatakan, kebiasaan melawan arah merupakan ‘penyakit’ para pengguna jalan raya di Indonesia. Menurutnya, kebiasaan itu sering dilakukan orang yang maunya buru-buru tanpa memikirkan keselamatan.

    “(Mereka mikir) mumpung sepi, cuma dekat, kok, dan lain-lain membuat semua jalan disamaratakan. Bahkan aturan lalin diabaikan meski membahayakan,” ujar Sony kepada detikOto, belum lama ini.

    Lebih jauh, Sony mengingatkan, lebih baik tertib tapi selamat, ketimbang buru-buru dan melawan arah tapi berakhir celaka.

    “Tertib lalu lintas dan menjaga kebugaran menjadi salah satu kunci dalam menjaga keselamatan,” kata Sony.

    (sfn/dry)

  • Sopir PO Rosalia Indah Ugal-ugalan karena Alasan Dikejar Waktu, Ini Kata Pengamat

    Sopir PO Rosalia Indah Ugal-ugalan karena Alasan Dikejar Waktu, Ini Kata Pengamat

    Jakarta

    Viral di media sosial sopir bus PO Rosalia Indah ugal-ugalan di jalan tol hingga nyaris menabrak pengendara mobil yang datang dari lajur kanan. Sopir bus dan pengendara mobil kemudian saling beradu argumen di rest area. Sopir bus yang ngotot tidak mau disalahkan mengaku melakukan manuver bahaya karena dikejar waktu. Apa kata pengamat safety driving?

    Beredar video viral yang memperlihatkan sopir bus Rosalia Indah ugal-ugalan di Tol Trans Jawa. Bus PO Rosalia Indah tersebut melakukan manuver ekstrem dari bahu jalan menuju ke lajur kanan, hingga nyaris menabrak pemobil yang sedang melaju di lajur tersebut.

    Video itu diunggah di akun @dashcamindonesia, Kamis (11/12/2025). Menurut keterangan dalam unggahan tersebut, peristiwa terjadi sebelum Rest Area 275 A. Dijelaskan sopir bus bernama Marco Sony melakukan manuver berbahaya, yaitu menyalip kendaraan lainnya menggunakan bahu jalan dengan kecepatan tinggi.

    Selanjutnya dari bahu jalan, bus itu memaksa masuk lajur paling kanan. Sementara di lajur kanan, melaju pengendara mobil yang juga pemilik rekaman video dashcam itu. Pengendara mobil yang mengetahui ada bus PO Rosalia Indah memotong lajur secara cepat kemudian membunyikan klakson panjang, sehingga bus itu gagal masuk lajur.

    “Karena hal tersebut dia (sopir bus) seperti marah besar, sehingga membuntuti saya sampai Rest Area 275 A, di mana saya mengisi (daya) listrik mobil saya. Setelah sampai di rest area, driver bus bernama Marco Sony dengan sangat bersemangat memaki saya dengan kata kebun binatang dan kata-kata kotor dan menyalahkan saya karena alasannya dikejar waktu, sehingga dia berhak membahayakan nyawa saya dan nyawa keluarga saya,” tulis keterangan mobil tersebut.

    “Tapi dengan kebesaran hati saya, saya meminta maaf duluan, namun dengan sangat bersemangat dia melakukan kontak fisik dengan cara menepak handphone saya sampai handphone saya mati dan restart beberapa kali,” terangnya lagi.

    Praktisi keselamatan berkendara yang juga Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana mengatakan, alasan ugal-ugalan karena mengejar waktu tak bisa dibenarkan. Bagaimanapun, keselamatan harus selalu menjadi tujuan utama ketika berkendara di jalan raya. Sony juga menegaskan bahwa aksi sopir bus tersebut sangat berbahaya dan brutal.

    “Dari cara bermanuvernya saja sudah terlihat tidak layak sebagai pengemudi yang berkompeten, dari lajur kiri langsung ambil lajur kanan secara langsung. Itu sangat brutal,” ungkap Sony melalui pesan singkat kepada detikOto, Jumat (12/12/2025).

    “Dan menurut saya, (ugal-ugalan karena mengejar waktu) nggak bisa dijadikan alasan. Selama pengemudi ugal-ugalan, membahayakan, merugikan pihak lain, harus ditindak. Karena tanggung jawabnya dia termasuk, tidak hanya membuat perjalanan nyaman, tapi juga menyelamatkan para penumpang,” bilang Sony.

    (lua/din)

  • Niat Ngerem, Malah Injak Pedal Gas

    Niat Ngerem, Malah Injak Pedal Gas

    Jakarta

    Sopir mobil MBG yang menabrak SD di Jakut mengaku salah menginjak pedal saat kejadian. Niatnya nginjak pedal rem, yang terinjak justru pedal gas.

    Mobil pengantar MBG menyeruduk SDN Kalibaru 01 Pagi, Cilincing, Jakarta Utara. Insiden ini terjadi saat para siswa sedang mengikuti kegiatan di lapangan sekolah pada pukul 07.39 WIB. Daihatsu Gran Max berkelir putih itu mulanya menghantam pagar sekolah, lalu menabrak para siswa di lapangan.

    Pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan terhadap sopir mobil MBG tersebut. Kapolsek Cilincing Kompol Bobi Subasri mengungkap, berdasarkan pengakuan sementara, sopir mengaku salah menginjak pedal. Niatnya menginjak pedal rem, yang terinjak justru pedal gas. Sopir yang mengemudikan itu diketahui merupakan sopir pengganti. Dia sudah dua kali melakukan pengantaran MBG karena sopir utama sakit.

    “Ini keterangan sementara ya, bukan pasti ya, sementara. Dia mau naik ke atas itu, mau ngerem, katanya remnya nggak pakem kan, karena takut mau nabrak (mundur), dia injek (rem) yang dalam. Nah, kirain itu (rem), ternyata gas,” kata Bobi dikutip detikNews.

    Dia mengatakan pihaknya masih melakukan pemeriksaan lanjutan kepada sopir maupun kernet, MRR. Dia menyebut olah tempat kejadian perkara (TKP) juga masih dilakukan.

    “Itu untuk sementara ya, tapi kita belum bisa ini, masih olah TKP dulu ya,” kata Bobi.

    Akibat insiden tersebut, 20 orang menjadi korban. 19 merupakan siswa, dan satu lainnya seorang guru. Lima di antaranya dirawat di RS Koja, sedangkan 14 lainnya dibawa ke RSUD Cilincing. Sementara satu orang dibawa ke puskesmas setempat.

    Kejadian salah menginjak pedal berujung celaka bukan kali pertama terjadi. Praktisi keselamatan berkendara yang juga Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, menyebut sebelum berkendara sebaiknya pengemudi mengenali dan memahami cara kerja dan operasional sebuah kendaraan.

    “Khususnya salah injak pedal bisa dipelajari di awal, mana pedal dan fungsinya serta risiko-risikonya. Seperti, menginjak pedal gas harus dalam posisi duduk siap, posisi tumit ada di depan pedal dan menginjak pedal gasnya harus smooth serta clear area,” jelas Sony beberapa waktu lalu.

    Sony menekankan, posisi tumit harusnya berada sejajar dengan pedal rem. Jika tumit berada sejajar dengan pedal gas, maka kaki pengemudi akan kesulitan mengoreksi ke pedal rem di saat kaget atau tiba-tiba harus mengerem.

    “Lebih baik ngeremnya sempurna dan ngegasnya nggak sempurna daripada sebaliknya,” sambungnya lagi.

    (dry/din)

  • Viral Ban Innova Masih Bagus Tiba-tiba Pecah, Ini Pelajaran Pentingnya!

    Viral Ban Innova Masih Bagus Tiba-tiba Pecah, Ini Pelajaran Pentingnya!

    Jakarta

    Di media sosial viral ban mobil Innova tiba-tiba pecah saat dikendarai di tol. Padahal disebutkan, ban tersebut masih dalam kondisi bagus. Tapi, ban itu pecah di bagian dindingnya.

    Video viral itu diunggah akun TikTok ratna.listy1. Unggahan video itu menarasikan, ban mobil tersebut masih terlihat bagus. Umur ban juga belum tua. Tapi ban bisa pecah dan terlihat hancur.

    “Benar-benar kejadian di luar nalar. Ban masih bagus, umur belum tua, tiba2 pecah dan hancur seperti kerupuk begini. Ada petugas Derek dari Astra Tol Cipali @astratolcipali lewat dan ikut menjaga situasi agar insiden ini tidak sampai mengganggu lalu lintas jalan tol. Serem ya kalau lihat penampakan bannya. Sepertinya mustahil kita selamat jika bukan karena pertolongan Allah,” tulisnya di unggahan TikTok.

    Dalam video yang diunggah tersebut, terlihat ban Innova itu pecah di bagian dinding ban. Tampak bagian dinding ban hancur. Pengendara Innova itu akhirnya menggantinya dengan ban serep.

    Menurut praktisi keselamatan berkendara sekaligus Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana, ban mobil meski terlihat bagus bisa saja mengalami pecah di tengah perjalanan. Hal itu biasanya terkait dengan perawatan ban.

    Sony bilang, dari semua bagian ban, dinding ban adalah yang paling rentan. Makanya, ban mobil kebanyakan pecah di bagian dinding ban.

    “Dari semua bagian ban, yang paling tipis adalah dinding ban, sehingga rata-rata pecah dan rusaknya di situ,” katanya.

    Ada beberapa faktor yang menyebabkan dinding ban pecah saat dikendarai. Faktor-faktor seperti kurang dirawat kebanyakan menjadi pemicunya.

    “Biasanya rusak atau pecah karena sering kurang tekanan angin pada bannya, atau ban sering disemir oplosan, atau tertusuk benda tajam yang tidak terdeteksi, atau cacat produksi (kemungkinan terkecil),” sebut Sony.

    Pelajaran Penting

    Untuk itu, Sony menyarankan sebelum melakukan perjalanan biasakan mengecek kondisi ban, paling tidak secara visual. Kalau tekanan angin berkurang, langsung tambahkan tekanan angin sesuai rekomendasi pabrikan. Untuk berapa besar tekanan angin sesuai rekomendasi pabrikan, biasanya di bagian pintu pengemudi ada tabel spesifikasi tekanan ban yang sesuai.

    “Pahami bahwa ban itu buatan pabrik yang bukan berarti tidak perlu perawatan. Dan di kendaraan, ban tersebut kerjanya paling berat,” ujar Sony.

    “Untuk menghindari kerusakan, biasakan dicek secara visual bannya dan tekanan anginnya setiap pagi hari. Kemudian jangan disemir dengan semir oplosan. Sesuaikan kecepatan kendaraan dengan aturan lalu lintas (maksimal 80 km/jam) karena harapannya jika pecah pun kendaraan masih bisa dikontrol oleh pengemudi,” bebernya.

    (rgr/din)

  • Viral Ban Innova Masih Bagus Tiba-tiba Pecah, Ini Pelajaran Pentingnya!

    Viral Ban Innova Masih Bagus Tiba-tiba Pecah, Kok Bisa?

    Jakarta

    Di media sosial TikTok viral ban mobil Kijang Innova tiba-tiba pecah saat dikendarai. Dinarasikan, ban dalam kondisi bagus, tapi tetap pecah hingga terlihat hancur. Kok bisa?

    Video viral itu diunggah akun TikTok ratna.listy1. Dia menarasikan, ban mobil tersebut masih terlihat bagus. Umur ban juga belum tua. Tapi ban bisa pecah dan terlihat hancur.

    “Benar-benar kejadian di luar nalar. Ban masih bagus, umur belum tua, tiba2 pecah dan hancur seperti kerupuk begini. Ada petugas Derek dari Astra Tol Cipali @astratolcipali lewat dan ikut menjaga situasi agar insiden ini tidak sampai mengganggu lalu lintas jalan tol. Serem ya kalau lihat penampakan bannya. Sepertinya mustahil kita selamat jika bukan karena pertolongan Allah,” tulisnya di unggahan TikTok.

    Dalam video yang diunggah tersebut, terlihat ban Innova itu pecah di bagian dinding ban. Terlihat bagian dinding ban hancur. Pengendara Innova itu akhirnya menggantinya dengan ban serep.

    @ratna.listy1 Benar-benar kejadian di luar nalar. Ban masih bagus, umur belum tua, tiba2 pecah dan hancur seperti kerupuk begini. Ada petugas Derek dari Astra Tol Cipali @astratolcipali lewat dan ikut menjaga situasi agar insiden ini tidak sampai mengganggu lalu lintas jalan tol. Serem ya kalau lihat penampakan bannya. Sepertinya mustahil kita selamat jika bukan karena pertolongan Allah. 😢 #tolcipali #banmeletus #kecelakaantolcipali ♬ suara asli – Ratna Listy

    Praktisi keselamatan berkendara sekaligus Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana bilang, memang tetap ada kemungkinan ban mobil pecah meski kondisinya masih bagus. Hal itu disebabkan karena faktor perawatan.

    “Ban bisa pecah karena banyak hal, terutama salah dalam perawatan sekalipun belum habis masa pakai sesuai dengan umur penggantian,” kata Sony kepada detikOto, Minggu (7/12/2025).

    Menurut Sony, dari semua bagian ban, dinding ban adalah yang paling rentan. Makanya, ban mobil kebanyakan pecah di bagian dinding ban.

    “Dari semua bagian ban, yang paling tipis adalah dinding ban, sehingga rata-rata pecah dan rusaknya di situ,” katanya.

    Ada beberapa faktor yang menyebabkan dinding ban pecah saat dikendarai. Faktor-faktor seperti kurang dirawat kebanyakan menjadi pemicunya.

    “Biasanya rusak atau pecah karena sering kurang tekanan angin pada bannya, atau ban sering disemir oplosan, atau tertusuk benda tajam yang tidak terdeteksi, atau kemungkinan terkecil cacat produksi,” sebut Sony.

    Untuk itu, Sony menyarankan sebelum melakukan perjalanan biasakan mengecek kondisi ban, paling tidak secara visual. Kalau tekanan angin berkurang, segera tambahkan tekanan angin sesuai rekomendasi pabrikan. Untuk berapa besar tekanan angin sesuai rekomendasi pabrikan, biasanya di bagian pintu pengemudi ada tabel spesifikasi tekanan ban yang sesuai.

    (rgr/din)

  • Sopir Tak Bisa Ngerem saat Kecelakaan Cipularang

    Sopir Tak Bisa Ngerem saat Kecelakaan Cipularang

    Jakarta

    Lagi-lagi kecelakaan maut terjadi di Tol Cipularang. Kecelakaan yang menewaskan satu orang itu dipicu oleh kendaraan yang mengalami rem blong.

    Insiden tersebut terjadi pada Selasa (2/12/2025) sekitar pukul 13.40 WIB. Nahas akibat kecelakaan beruntun itu, 1 orang meninggal dan 5 orang lainnya luka-luka.

    Pemicu kecelakaan tersebut yakni truk boks yang dikemudikan oleh Rian Hidayat. Truk boks itu mengalami rem blong. Pengemudi mengakui remnya sudah bermasalah sebelum terjadi kecelakaan maut.

    “Mobilnya nggak bisa ngerem, jadi memang penyebabnya ya mobil yang saya bawa,” kata Rian Hidayat dikutip detikJabar.

    Ia mengatakan truk yang ia kemudikan tak membawa muatan apa pun. Saat itu ia melakukan perjalanan dari Bandung menuju Jakarta. Ia mengaku sudah merasakan adanya hal yang tak beres pada kendaraannya.

    “Truk kosong, enggak bawa muatan. Jadi saya dari KM 116 itu memang sudah enggak bisa ngerem. Saya langsung buang ke kiri, tadi di jalur memang enggak ada tempat pembuangan yang di tol itu makanya langsung nabrak mobil di depannya,” kata Rian.

    Praktisi keselamatan berkendara sekaligus Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana bilang, jika mengacu kepada kronologi tersebut, artinya kecelakaan ini merupakan kelalaian sopir truk boks yang mengakibatkan orang lain cedera sampai meninggal dunia.

    “Sebuah kelalaian besar dilakukan oleh pengemudi jika memaksakan kendaraannya tetap berjalan yang bermasalah dengan remnya. Pasti hanya tinggal tunggu waktu dan tempat untuk tabrakan,” kata Sony kepada detikOto, Rabu (3/12/2025).

    Menurut Sony, di kondisi jalan menurun, pengemudi harus mengontrol kecepatan truk. Caranya bisa dengan menggunakan gigi rendah atau mengurangi kecepatan.

    “Sehingga jika terjadi malfunction pada kendaraan-kendaraannya, si pengemudi memiliki waktu untuk bertindak dalam mengantisipasi kecelakaan,” jelas Sony.

    Selain itu, bisa juga menggunakan lajur kiri. Sebab, dengan memanfaatkan lajur kiri, dalam kondisi darurat pengemudi truk lebih mudah banting setir.

    “Pengemudi truk bisa membuang ke kiri, ruang kosong yang kemungkinan terjadinya korban jiwa sedikit. Jika ada gate rail pun dengan mudah diterabas oleh truk,” sebut Sony.

    (rgr/dry)