Kegelisahan Jukir di Tengah Penutupan Ratusan Gerai Alfamart…
Editor
JAKARTA, KOMPAS.com
– Bachtiar (60), juru parkir (jukir) yang menjaga gerai Alfamart di Depok, dihantui kecemasan.
Kabar penutupan ratusan gerai Alfamart yang menggema di telinga membuatnya seperti disambar petir di siang bolong.
Bagi Bachtiar, yang menghidupi keluarga melalui penghasilan dari tempat itu, kabar tersebut adalah pertanda suram bagi masa depannya.
“Kalau mau beneran tutup berarti ya pemasukan saya semakin berkurang,” kata Bachtiar saat ditemui di Depok, Senin (16/12/2024).
Setiap hari, dari pukul 12.00 hingga 16.00 WIB, Bachtiar berdiri di tengah hiruk-pikuk aktivitas masyarakat untuk memenuhi kebutuhan.
Namun, seiring berjalannya waktu, Bachtiar mulai merasakan penurunan tajam dalam penghasilannya.
Tiga bulan terakhir, keuntungan yang diterima Bachtiar semakin menyusut, seakan tersapu angin.
“Ini saya mulai jaga pukul 12.00-16.00 WIB, tapi Rp 30.000 belum dapat. Memang lagi susah, untung-untungan mungkin ya,” ujarnya.
Sistem parkir yang diterapkannya bersifat sukarela, memberi kebebasan pelanggan untuk memilih, tanpa ada paksaan.
Ia tak pernah memaksa siapa pun untuk membayar, terutama mereka yang hanya mampir sejenak.
Namun, situasi yang semakin sulit diperburuk oleh kenyataan bahwa ada tiga juru parkir lain yang turut berbagi waktu untuk menjaga tempat itu.
“Kalau jaga parkir normal jam 08.00-16.00 WIB, mungkin bisa sekitar Rp 50.000. Tapi kan saya enggak dapat jatah di waktu itu, selalu sama (12.00-16.00 WIB),” ungkap Bachtiar.
Di tengah segala kesulitan, Bachtiar masih mencoba untuk menggenggam secercah harapan.
Keahlian menyetir mobil yang dimiliki, meski tak selalu mengalirkan keuntungan yang banyak, menjadi penolong di saat sulit.
“Untungnya saya ada keahlian menyetir mobil, kadang memang banyak nafkahnya di sana. Kalau benar (mau tutup), ya berarti saya enggak bisa bekerja di waktu luang saya lagi,” tutur Bachtiar.
Nasib serupa juga dialami oleh Nasrullah (48), tukang parkir yang biasa berjaga di salah satu gerai Alfamart di Kecamatan Bogor Barat.
Nasrullah kaget saat mengetahui berita penutupan hingga membuatnya cemas akan kehilangan sumber penghasilan utamanya.
“Saya belum tahu kalau banyak toko yang tutup. Baru tahu sekarang, kaget juga ya. Sebenarnya saya kuli bongkar muat, tapi kalau lagi nggak ada muatan, saya jaga parkir di Alfamart ini,” ujar Nasrullah.
Di lokasi tempatnya bekerja, pendapatan hariannya bervariasi antara Rp 50.000 hingga Rp 100.000.
Namun, lokasi gerai yang berada di jalur cepat membuat jumlah pelanggan hanya sedikit.
“Karena Alfamart di sini sepi, pendapatannya nggak terlalu besar,” ucap Nasrullah.
Di balik berita yang terus bergulir tentang penutupan gerai, Corporate Affairs Director PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart), Solihin, sebelumnya membenarkan kabar itu.
Sebuah keputusan yang diambil setelah mempertimbangkan biaya sewa yang terus membumbung tinggi dan perubahan minat dari para pemegang franchise.
“Biaya toko makin mahal, kita memaklumi kalau naik, tapi kalau biaya sewa naiknya tinggi dan enggak wajar ya harus ditutup,” ujar Solihin.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Tag: Solihin
-

Alfamart Tutup 400 Gerai, Tukang Parkir Liar Ketar-ketir Curhat Begini
Jakarta, CNBC Indonesia – Peritel modern format minimarket, Alfamart, menutup 300 gerainya di tahun 2024 ini. Kondisi ini pun mengundang perhatian juru parkir.
“Saya nggak tahu kalau Alfamart banyak yang tutup. Paling kalau tutup cari kerjaan lain karena nggak ada pemasukan. Soalnya saya setiap hari jaga di sini,” kata Agus Supriano, seorang juru parkir yang ditemui CNBC Indonesia di salah satu gerai Alfamart berlokasi di Kelapa Dua, Tangerang, Selasa (17/12/2024).
“Sehari minimal kalau lagi ramai dapat Rp200 ribu. Kalau sepi paling puluhan ribu,” tambahnya.
Agus mengaku, pendapatan hasil parkir itu kemudian digunakan untuk membiaya kebutuhan hidup sehari-hari.
“Buat masak, buat makan. Sekarang lagi dua hari sekali masak. Apalagi kalau sudah punya anak-istri, pasti ceritanya beda lagi. Saya sudah jaga tiga tahun lebih,” tutur Agus.
Di lokasi yang sama, Ajat yang juga berprofesi sebagai juru parkir menuturkan hal serupa.
“Sama sih, saya juga jadi nggak ada duit kalau Alfa tutup,” katanya.
“Di sana udah ada yang tutup juga. Dari yang saya denger katanya duit sewanya dinaikin sama yangg punya ruko. Jadi dia tutup. Kalau saya uang hasil markir dipake buat anak istri di rumah. Kan butuh makan juga. Tapi saya selain markir kadang juga jadi Pak Ogah di pertigaan jalan sana,” Ajat bercerita.
Foto: Tukang parkir Alfamidi di Kelapa Dua, Tangerang. CNBC Indonesia M Fakhriansyah
Tukang parkir Alfamidi di Kelapa Dua, Tangerang. CNBC Indonesia M FakhriansyahSebagai informasi, Direktur Corporate Affairs PT Sumber Alfaria Triaya Tbk (Alfamart) Solihin mengungkapkan, penutupan toko-toko Alfamart disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya karena tidak menguntungkan.
Solihin menjelaskan, toko-toko yang tidak menguntungkan tersebut salah satunya karena biaya sewa yang semakin mahal, namun tidak diimbangi pertumbuhan penjualan.
“Kalau misalkan tutup pertanyaannya kenapa? Pertama ada kenaikan sewa luar biasa daripada pemilik tempat. Penyebab utama. Lalu ada pemilik tempat tidak menyewakan lagi. Sehingga, kita tidak memperpanjang, tapi kita buka lagi yang baru tidak jauh dari sana,” katanya kepada CNBC Indonesia, dikutip Selasa (17/12/2024).
“Jadi kalau ditanya apakah yang tutup ada yang buka bagaimana? Saya kalau tutup 1 buka 3 tuh minimal. Toko yang buka jauh lebih banyak daripada yang tutup. Ini kan strategi perusahaan dalam hal ini. Toko-toko yang tidak berkontribusi keuntungan ya buat apa? Tapi bukan berarti tutup selesai,” ujar Solihin.
Parkir Liar Alfamart-Alfamidi
Sebelumnya, PT Midi Utama Indonesia Tbk. (MIDI) mengakui keberadaan tukang parkir liar juga menjadi isu dan sorotan manajemen. Sehingga, hal itu tertuang dalam strategi bisnis tahun 2024 mengenai standar dan kualitas terhadap konsumen.
“Memang sesuai strategi bisnis 2024 standar dan kualitas ke konsumen salah satunya isu parkir,” ungkap Direktur Legal and Compliance Alfamidi, Afid Hermeily dikutip Kamis (12/12).
Menurut Afid, perusahaan akan bekerja sama dengan Pemerintah Daerah (Pemda), aparat keamanan, dan lingkungan sekitar, untuk mengatasi masalah tukang parkir liar.
“Kita sudah melakukan meeting, jadi parkir liar ada yang berada di lingkungan perumahan dan non perumahan. Yang perumahan parkir liar ada yang berasal dari lingkungan dan di luar lingkungan setempat,” jelasnya.
Afid mengaku, meskipun sudah diperingatkan dilarang ada parkir liar di kawasan gerai Alfamart dan Alfamidi, tukang parkir liar cenderung tidak menghiraukannya.
“Kita kerja sama dengan lingkungan setempat dan pihak keamanan akan melakukan tindakan tegas. Tapi masih ada parkir liat kembali lagi,” ucapnya.
Sebagai catatan, mengutip situs resmi Alfamart, Alfamart dan Alfamidi merupakan dua waralaba yang dikelola oleh satu manajemen, yakni PT Sumber Alfaria Trijaya, yang sekaligus menjadi pemegang saham.
(dce/dce)
-

Alfamart Tutup 400 Gerai, Pemerintah Kaji Pemberian Insentif agar Sektor Ritel Bertumbuh – Halaman all
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Lita Febriani
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) menutup sekitar 400 gerai Alfamart sepanjang tahun 2024. Beberapa perusahaan ritel lain juga dikabarkan akan menunda ekspansi di tahun depan.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza, mengatakan pihaknya akan mengkaji laporan tersebut terlebih dahulu.
“Kami pada awal-awal ini sedang mengkaji semua sektor dan subsektor yang kemungkinan punya kontribusi untuk pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan sektor manufaktur,” tutur Faisol saat ditemui Wartawan di Gedung Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (17/12/2024).
Wamenperin menyampaikan, sektor retail menjadi bagian penting dalam rantai pasok penyediaan kebutuhan masyarakat. Di tengah situasi global, sektor ini pun mengalami gangguan.
“Dari semua itu tentu kita juga mengkaji situasi perekonomian secara global dan nasional yang memungkinkan untuk kita nilai mana sektor yang bisa kita harapkan tumbuh atau tidak,” ungkapnya.
Faisol berharap, sektor retail masih bisa tetap bertumbuh di tengah situasi yang saat ini masih tidak menentu. Kajian dengan berbagai kementerian lain juga diharapkan mampu memberikan opsi seperti insentif.
“Kami percaya bahwa ini masih bisa tumbuh besar. Makanya kami juga sedang mengkaji apakah bisa diberikan insentif tambahan kepada sektor-sektor seperti ini, supaya bisa tumbuh di tahun depan dan beberapa tahun ke depan lagi,” imbuh Wamenperin.
Kata Manajemen Alfamart Penutupan Ratusan Gerai
Corporate Affairs Director PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) Solihin mengatakan, pihaknya menghadapi berbagai tantangan, mulai dari lonjakan biaya sewa hingga perubahan strategi bisnis mitra waralabanya.
“Biaya sewa toko makin mahal kita memaklumi kalau naik, tapi kalau biaya sewa naiknya tinggi dan enggak wajar, yah, mau kita lanjutkan? Yah, harus ditutup,” ujar Solihin dikutip dari Kontan, Senin (16/12/2024).
Faktor lainnya adalah banyak para pemegang waralaba atau franchise Alfamart yang ingin beralih dengan membuka usaha lain.
Sebagai informasi, Alfamart juga membuka sistem kerjasama franchise dengan masyarakat dengan modal mulai dari Rp 300 juta.
“Ada toko franchise dan ada toko reguler, tapi yang pasti kalau franchise masa iya kita paksakan mereka harus buka,” ucapnya.
Solihin menyebut, jumlah gerai yang tutup tahun ini jauh lebih sedikit dari jumlah toko yang masih buka. Dalam catatannya, toko baru Alfamart yang baru dibuka mencapai sekitar 1.000 unit di tahun ini.
“Walaupun ratusan toko tutup, toko yang buka lebih daripada seribuan lah, kita ekspansi. Yang tutup, setengahnya pun enggak ada. Masih banyak yang buka,” jelas dia.
Sementara itu, jika dilihat dari kinerja keuangan Alfamart, perusahaan masih membukukan kinerja yang positif meskipun menghadapi penutupan sejumlah toko.
Berdasarkan laporan keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), perusahaan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 2,39 triliun, meningkat 9,52 persen dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 2,19 triliun.
Pendapatan perusahaan juga naik 10,23 persen dari Rp 80,02 triliun per September 2023 menjadi Rp 88,21 triliun pada kuartal III-2024.
Namun, beban pokok pendapatan melonjak signifikan menjadi Rp 69,24 triliun dari Rp 53,12 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Laba bruto Alfamart mencapai Rp 18,86 triliun, naik 11,66 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 16,89 triliun.
Beban penjualan dan distribusi juga tercatat meningkat dari Rp 13,43 triliun menjadi Rp 15,04 triliun, sementara beban umum dan administrasi naik dari Rp 1,44 triliun menjadi Rp 1,57 triliun.
-

Wamenperin Respons Alfamart Tutup 400 Gerai, Kaji Insentif Khusus
Jakarta, CNN Indonesia —
Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza merespons penutupan 400 gerai PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk alias Alfamart sepanjang 2024.
Ia menegaskan Kemenperin terus mengkaji semua sektor dan subsektor industri. Faisol mencatat ritel menjadi salah satu yang kontribusinya kuat untuk menopang pertumbuhan ekonomi.
“Nah, yang hari ini (penutupan gerai Alfamart) itu juga beberapa bagian terganggu karena rantai pasok situasi global. Namun, kami percaya bahwa ini (sektor ritel) masih bisa tumbuh besar,” bebernya usai Launching Roadmap Pengembangan Jasa Industri 2025-2045 di Kemenperin, Jakarta Selatan, Selasa (17/12).
“Makanya kami juga sedang mengkaji apakah bisa diberikan insentif tambahan kepada sektor-sektor seperti ini (ritel) supaya bisa lebih tumbuh di tahun depan dan beberapa tahun ke depan lagi,” ungkap Faisol.
Wamenperin Faisol menegaskan pihaknya tak bisa bekerja sendiri. Ia mengatakan mesti menggandeng Kementerian Koordinator (Kemenko) Perekonomian dan Kementerian Keuangan.
Kendati, ia menyinggung tugas berat yang tengah dihadapi dua kementerian tersebut. Faisol mencontohkan Kemenkeu sedang putar otak bagaimana mengumpulkan sumber-sumber penerimaan baru.
“Tentu kami harus mengajak Kementerian (Kemenko) Perekonomian dan Kementerian Keuangan untuk membahas lebih serius (insentif untuk pengusaha ritel),” jelas sang wakil menteri.
“Kemenko Perekonomian punya beban tinggi dan Kementerian Keuangan hari ini juga harus kerja keras untuk mengumpulkan sumber pemasukan baru untuk pemerintah dan negara,” sambung Faisol.
Terpisah, Corporate Affairs Director Alfamart Solihin mengatakan penutupan 400 gerai ditempuh imbas biaya sewa yang tinggi. Di lain sisi, penjualan toko ritel mereka turun.
Solihin menegaskan pihaknya lebih memilih membuka gerai baru ketimbang harus mempertahankan 400 cabang tersebut. Alfamart telah membuka lebih dari 1.000 gerai sepanjang 2024, sehingga total gerai mereka saat ini mencapai 20 ribu.
“Kenapa (400 gerai Alfamart) ditutup? Ya, pasti ada sebabnya. Pertama, harga sewa memang naiknya luar biasa,” ucap Solihin saat dikonfirmasi.
“Toko-toko yang tidak untung yang memang oleh karena faktor seperti tadi, sewanya naik. Kalau kita terus menerus mengikuti kepakuan daripada landlord ya, mohon maaf bisnis kita tidak untung atau pas-pasan, ya buat apa? Sementara kita masih ada tempat yang bisa kita sewa lebih feasible,” imbuhnya.
(skt/sfr)
-

Ini Kinerja Keuangan Alfamart (AMRT), Tutup Ratusan Gerai
Corporate Affairs Director PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) Solihin membenarkan kabar penutupan ratusan gerai Alfamart sepanjang 2024. Jumlah toko Alfamart yang tutup pada 2024 sebanyak 300–400 unit di berbagai daerah di Indonesia.
“Iya, memang jumlah toko tutup ratusan, 300 sampai 400 di sepanjang tahun ini,” ujar Solihin dalam keterangan yang diterima, Selasa (17/12).
Namun, ia menekankan bahwa jumlah gerai baru milik Alfamart yang dibuka jauh lebih banyak. Menurut catatannya, pada 2024, Alfamart telah membuka sekitar 1.000 unit toko baru.
Ia menjelaskan bahwa ada berbagai alasan di balik penutupan ratusan gerai Alfamart. Secara umum, alasan penutupan ratusan gerai Alfamart pada 2024 adalah terkait perpanjangan harga sewa yang mengalami kenaikan drastis.
Secara keseluruhan, Solihin menuturkan bahwa penutupan toko-toko tersebut masih dalam batas wajar. Dengan demikian, ia menegaskan bahwa bisnis Alfamart tetap dalam fase ekspansi.
Kinerja keuangan
Alfamart (AMRT) mencatat pendapatan sebesar Rp88,21 triliun pada September 2024, meningkat 10,24 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).
Pertumbuhan ini didorong oleh pendapatan dari segmen makanan yang naik 10,52 persen YoY menjadi Rp62,37 triliun pada September 2024, dibandingkan Rp56,43 triliun pada September 2023.
Sementara itu, pendapatan dari segmen non-makanan juga meningkat 9,55 persen YoY menjadi Rp25,85 triliun pada September 2024, dibandingkan Rp23,59 triliun pada September 2023.
Di sisi lain, beban non-operasional Alfamart menurun 79,61 persen YoY menjadi Rp16 miliar pada September 2024, dari Rp80 miliar pada September 2023.
Penurunan ini terutama disebabkan oleh peningkatan pendapatan keuangan sebesar 49,56 persen YoY dan penurunan beban keuangan sebesar 29,83 persen YoY.
Kondisi ini membuat laba bersih Alfamart tumbuh 9,79 persen YoY menjadi Rp2,48 triliun pada September 2024, dibandingkan Rp2,26 triliun pada September 2023.
Selain itu, Alfagift, sebagai pilihan belanja online bagi konsumen, memberikan kontribusi sebesar 6,6 persen terhadap pendapatan pada September 2024.
Demikianlah kinerja keuangan Alfamart (AMRT) usai menutup ratusan gerai sepanjang 2024.
-

Alfamart Tutup 400 Gerai Tahun Ini Gara-gara Biaya Sewa Makin Mahal
Jakarta, CNN Indonesia —
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) menutup 400 gerai sepanjang tahun ini.
Corporate Affairs Director Alfamart Solihin mengatakan penutupan gerai tersebut dilakukan lantaran biaya sewa yang tinggi. Sementara penjualannya turun.
“Kenapa ditutup? Ya, pasti ada sebabnya. Pertama, harga sewa memang naiknya luar biasa,” katanya kepada CNNIndonesia.com, Selasa (17/12).
Solihin mengatakan dibandingkan mempertahankan gerai-gerai yang tak menguntungkan tersebut, Alfamart lebih memilih untuk membuka gerai baru.
“Toko-toko yang tidak untung yang memang oleh karena faktor seperti tadi, sewanya naik. Kalau kita terus menerus mengikuti kepakuan daripada landlord ya,mohon maaf bisnis kita tidak untung atau pas-pasan ya buat apa. Sementara kita masih ada tempat yang bisa kita sewa lebih feasible,” katanya.
Solihin mengatakan di samping menutup 400 gerai, Alfamart juga membuka lebih dari 1.000 gerai tahun ini.
Sehingga total saat ini Alfamart memiliki 20 ribu gerai.
Penutupan gerai tak hanya dilakukan Alfamart. Pusat perbelanjaan lainnya seperti PT Matahari Department Store Tbk juga akan menutup 13 gerai pada tahun ini.
Pada saat yang sama, perusahaan memantau 20 gerai lainnya.
“Saat ini, Matahari sedang memantau kinerja 20 gerai yang ada dalam watchlist dan berencana menutup 13 gerai tahun ini. Selain itu, rencana renovasi untuk gerai-gerai strategis juga sedang berjalan, dengan diikuti kriteria metrik kinerja yang telah disempurnakan,” bunyi keterangan Matahari Departement Store, Oktober lalu.
Perusahaan mengatakan dengan fokus pada penguatan jaringan gerai, Matahari melakukan penyesuaian selektif terkait portofolio gerainya.
Hal ini mencakup pengembangan daftar gerai baru potensial, di samping pengurangan jumlah gerai dengan performa yang berkinerja rendah.
(fby/sfr)
-

Harga cabai rawit naik Rp10.840 jadi Rp51.090 per kg pada Senin
Ilustrasi – Seorang pedagang memilih cabai rawit di pasar Sentral, Kota Gorontalo, Gorontalo. ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin
Harga cabai rawit naik Rp10.840 jadi Rp51.090 per kg pada Senin
Dalam Negeri
Editor: Calista Aziza
Senin, 16 Desember 2024 – 09:15 WIBElshinta.com – Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat harga sejumlah komoditas pangan secara umum naik per Senin (16/12), cabai rawit merah naik Rp10.840 menjadi Rp51.090 per kilogram (kg).
Berdasarkan data dari Panel Harga Bapanas pukul 07.30 WIB, secara umum harga pangan di tingkat pedagang eceran secara nasional, beras premium naik 8,65 persen atau Rp1.330 menjadi Rp16.700 per kg.
Begitu pun beras medium naik 5,50 persen atau 740 menjadi Rp14.200 per kg; begitu pun beras stabilitas pasokan dan harga pangan (SPHP) Bulog naik 0,88 persen atau Rp110 menjadi Rp12.610 per kg.
Berikutnya komoditas bawang merah naik 0,15 persen atau Rp60 menjadi Rp40.010 per kg; begitu pun bawang putih bonggol naik 5,53 persen atau Rp2.330 menjadi Rp44.480 per kg.
Berikutnya, harga komoditas cabai merah keriting naik hingga 31,06 persen atau Rp10.470 menjadi Rp44.180 per kg; lalu cabai rawit merah juga naik hingga 26,93 persen atau Rp10.840 menjadi Rp51.090 per kg.
Sementara itu, harga daging sapi murni turun 1,55 persen atau Rp2.090 menjadi Rp132.790 per kg; sedangkan daging ayam ras naik 22,52 persen atau Rp8.250 menjadi Rp44.890 per kg; begitu pula telur ayam ras naik 11,49 persen atau Rp3.410 menjadi Rp33.100 per kg.
Berikutnya, harga kedelai biji kering (impor) terpantau naik 1,44 atau Rp150 menjadi Rp10.590 per kg; lalu gula konsumsi juga naik 7,74 persen atau Rp1.390 menjadi Rp19.350 per kg.
Minyak goreng kemasan sederhana naik 10,83 persen atau Rp2.020 menjadi Rp20.670 per kg; sedangkan minyak goreng curah turun 3,21 persen atau Rp560 menjadi Rp16.880 per kg.
Kemudian komoditas tepung terigu curah naik 2,77 persen atau Rp280 menjadi Rp10.380 per kg; sedangkan terigu non curah naik 4,52 persen atau Rp590 menjadi Rp13.650 per kg.
Kemudian harga jagung di tingkat peternak naik 31,66 persen atau Rp1.890 menjadi Rp7.860 per kg; lalu harga garam halus beryodium juga naik 10,54 persen atau Rp1.220 menjadi Rp12.790 per kg.
Berikutnya, harga ikan kembung terpantau naik 18,92 persen atau Rp7.090 menjadi Rp44.560 per kg; begitu pun ikan tongkol naik 23,47 persen atau Rp7.340 menjadi Rp38.620 per kg; lalu ikan bandeng juga naik 31,70 persen atau Rp10.620 menjadi Rp44.120 per kg.
Sumber : Antara
-

Ratusan Gerai Alfamart Tutup, Manajemen Ungkap Biang Keroknya – Halaman all
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ratusan gerai minimarket, Alfamart terpaksa harus ditutup mulai tahun ini.
Dikabarkan, ada 400 gerai Alfamart di berbagai daerah telah tutup sepanjang 2024.
Corporate Affairs Director PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) Solihin mengatakan, pihaknya menghadapi berbagai tantangan, mulai dari lonjakan biaya sewa hingga perubahan strategi bisnis mitra waralabanya.
“Biaya sewa toko makin mahal kita memaklumi kalau naik, tapi kalau biaya sewa naiknya tinggi dan enggak wajar, yah, mau kita lanjutkan? Yah, harus ditutup,” ujar Solihin dikutip dari Kontan, Senin (16/12/2024).
Faktor lainnya adalah banyak para pemegang waralaba atau franchise Alfamart yang ingin beralih dengan membuka usaha lain.
Sebagai informasi, Alfamart juga membuka sistem kerjasama franchise dengan masyarakat dengan modal mulai dari Rp 300 juta.
“Ada toko franchise dan ada toko reguler, tapi yang pasti kalau franchise masa iya kita paksakan mereka harus buka,” ucapnya.
Solihin menyebut, jumlah gerai yang tutup tahun ini jauh lebih sedikit dari jumlah toko yang masih buka. Dalam catatannya, toko baru Alfamart yang baru dibuka mencapai sekitar 1.000 unit di tahun ini.
“Walaupun ratusan toko tutup, toko yang buka lebih daripada seribuan lah, kita ekspansi. Yang tutup, setengahnya pun enggak ada. Masih banyak yang buka,” jelas dia.
Sementara itu, jika dilihat dari kinerja keuangan Alfamart, perusahaan masih membukukan kinerja yang positif meskipun menghadapi penutupan sejumlah toko.
Berdasarkan laporan keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), perusahaan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 2,39 triliun, meningkat 9,52 persen dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 2,19 triliun.
Pendapatan perusahaan juga naik 10,23 persen dari Rp 80,02 triliun per September 2023 menjadi Rp 88,21 triliun pada kuartal III-2024.
Namun, beban pokok pendapatan melonjak signifikan menjadi Rp 69,24 triliun dari Rp 53,12 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Laba bruto Alfamart mencapai Rp 18,86 triliun, naik 11,66 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 16,89 triliun.
Beban penjualan dan distribusi juga tercatat meningkat dari Rp 13,43 triliun menjadi Rp 15,04 triliun, sementara beban umum dan administrasi naik dari Rp 1,44 triliun menjadi Rp 1,57 triliun.
-

Alfamart Terpaksa Tutup Ratusan Toko Gegara Biaya Sewa Melonjak Drastis
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA – Ratusan minimarket Alfamart tutup sepanjang tahun 2024.
Terungkap alasan ratusan minimarket tersebut tutup karena biaya sewa toko yang meningkat setiap tahun.
Hal itu disampaikan Corporate Affairs Director PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) Solihin.
Solihin membenarkan informasi mengenai ratusan toko Alfamart tutup tahun ini.
Dia menjelaskan ada beberapa alasan penutupan toko itu.
Pertama adalah lantaran biaya sewa toko yang setiap tahunnya semakin mahal.
“Biaya toko makin mahal kita memaklumi kalau naik tapi kalau biaya sewa naiknya tinggi dan enggak wajar ya harus ditutup,” ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Minggu (15/12/2024).
Faktor lainnya adalah karena banyak para pemegang waralaba atau franchise Alfamart ingin beralih usaha dengan membuka gerai lain.
Adapun Alfamart membuka sistem kerja sama franchise dengan modal mulai dari Rp 300 juta.
“Ada toko franchise dan ada toko reguler tapi yang pasti kalau franchise masa iya kita paksakan mereka harus buka,” jelas dia.
Sholihin pun memastikan jumlah gerai yang tutup tahun ini jauh lebih sedikit dari jumlah toko yang masih buka.
“Yang tutup, setengahnya pun enggak ada. Masih banyak yang buka,” pungkasnya. (*)
-

Asosiasi Soroti Tantangan Pertumbuhan Ekonomi Ritel Modern pada 2024
Jakarta, Beritasatu.com – Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Solihin menyatakan, pertumbuhan ekonomi sektor ritel modern pada 2024 diperkirakan tidak akan mencapai angka 6,5%.
Ia menjelaskan, sebagian besar kenaikan di sektor ini lebih banyak didorong oleh ekspansi berupa pembukaan gerai-gerai baru, dibandingkan pertumbuhan pada gerai yang sudah ada atau same store growth.
“Nah, kalau saya mau jujur, ritel, kita bicara same store ya, artinya toko yang sama tahun lalu dan tahun ini, naiknya enggak sampai 6,5%. Toko yang sama loh ya,” ujar Solihin saat ditemui di Tangerang, Sabtu (14/12/2024).
Menurut Solihin, meskipun terdapat pertumbuhan pada sektor ritel, banyak pelaku usaha yang menghadapi tantangan berat, termasuk dampak dari kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.
Ia mengungkapkan bahwa kenaikan di sektor ritel lebih banyak berasal dari pembukaan gerai-gerai baru. Namun, tidak sedikit juga gerai ritel modern yang terpaksa menutup operasionalnya akibat tekanan ekonomi.
“Apakah di ritel saat ini enggak banyak tutup? Alhamdulillah, ratusan toko memang ditutup. Namun, kita tertutupi dengan pembukaan toko baru. Jadi bukan berarti ritel ini segar bugar tanpa masalah,” ungkapnya.
Solihin mengakui bahwa penutupan gerai menjadi salah satu langkah yang tidak dapat dihindari untuk menyeimbangkan operasional perusahaan di tengah situasi sulit hingga membuat pertumbuhan ekonomi ritel tidak mencapai 6,5%.
“Kalau ditanya, kebetulan saya bekerja di sektor ritel. Alhamdulillah, 300-400 toko saya tutup. Namun, pada saat yang sama, toko baru juga dibuka untuk menutupi kekurangan itu,” tambahnya.
Lebih lanjut, Solihin menyoroti dampak dari kebijakan pemerintah mengenai kenaikan upah minimum provinsi (UMP) terhadap sektor ritel. Menurutnya, kebijakan ini menambah tekanan bagi pelaku usaha, meskipun mereka tidak memiliki banyak pilihan untuk menolaknya.
“Kalau Anda tanya pelaku ritel, pasti berat, tetapi kalau Anda berada di posisi saya, apakah Anda bisa menolak? Artinya, sekarang ini semua pengusaha ritel akan mengarah kepada efisiensi,” jelasnya.
Ia juga menambahkan, efisiensi menjadi langkah yang semakin penting di tengah meningkatnya biaya operasional. Dalam pertumbuhan ekonomi ritel seperti saat ini, para pelaku usaha harus mencari cara untuk tetap bertahan tanpa mengorbankan terlalu banyak aspek pelayanan kepada konsumen.
Meskipun tantangan ekonomi terus mengadang, sektor ritel modern tetap berupaya untuk bangkit dan beradaptasi. Ekspansi melalui pembukaan toko baru menjadi salah satu strategi yang terus dilakukan untuk mempertahankan pertumbuhan. Namun, keberlanjutan sektor ini sangat bergantung pada stabilitas ekonomi nasional, daya beli masyarakat, dan kebijakan pemerintah yang mendukung iklim usaha.
Dengan langkah-langkah efisiensi dan inovasi yang tepat, Solihin optimistis akan mampu melewati masa sulit pertumbuhan ekonomi ritel. Bagi pelaku usaha, 2024 juga menjadi tahun yang penuh dinamika, sekaligus peluang untuk menguatkan fondasi bisnis di tengah persaingan yang semakin ketat.
/data/photo/2021/07/17/60f2ef794e236.png?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)