JK Singgung Subsidi Elpiji 3 Kg yang Begitu-begitu Saja…
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Presiden Republik Indonesia (RI)
Prabowo Subianto
melakukan pertemuan dengan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI
Jusuf Kalla
(JK) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (4/2/2025).
Pertemuan keduanya digelar secara tertutup dengan diawali makan siang, sekaligus membahas berbagai isu strategis.
Dalam acara makan siang ini, JK didampingi oleh anaknya yang juga CEO Kalla Grup, Solihin Kalla.
Sementara itu, Prabowo didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
“Habis makan baru kita bicara serius,” kata Prabowo mengawali pertemuan itu, dikutip dari keterangan tertulis.
Dilihat dari video yang dibagikan Tim Media Prabowo, tampak Prabowo menyambut kedatangan JK dengan hangat.
Prabowo juga turut mengenalkan para pembantunya yang hadir kepada JK.
Prabowo lalu duduk berhadapan dengan JK, sedangkan para pendamping duduk berderet di samping kedua tokoh tersebut.
Pertemuan itu terlihat hangat, Prabowo, JK, serta tokoh-tokoh lainnya tampak mengumbar senyum dan beberapa kali melontarkan tawa.
Prabowo dan anak buahnya juga terlihat mengantar JK dan Solihin meninggalkan Istana selepas pertemuan.
Selepas pertemuan, Bahlil mengungkapkan, pembicaraan kedua tokoh Selasa kemarin membahas sejumlah hal, termasuk soal kebijakan elpiji.
Menurut Bahlil, JK menyinggung soal subsidi elpiji yang tak berubah dari tahun ke tahun.
“Ya, Pak JK ngomong tentang elpiji bahwa elpiji ini terjadi di saat kebijakan beliau menjadi Wakil Presiden di tahun periode pertama dan sampai dengan sekarang subsidinya belum ada perubahan,” ujar Bahlil kepada awak media, Selasa.
Ketua Umum Partai Golkar ini menegaskan bahwa nilai subsidi elpiji selama 20 tahun terakhir masih belum berubah.
“Bayangkan, sudah 20 tahun subsidi elpiji ini belum ada perubahan, di saat itu kurs dollar kata Pak JK masih Rp 8.000, sekarang sudah Rp 16.000,” ucapnya.
Dalam pertemuan itu, menurut Bahlil, JK menilai penataan penjualan elpiji sebagai hal penting.
Hal ini diungkapkannya usai ditanya awak media yang menanyakan soal respons JK terkait polemik penjualan elpiji.
“Ya, Pak JK menyampaikan bahwa penataan itu penting. Penataan itu penting,” ungkap Bahlil singkat.
Sebagai informasi, penjualan elpiji 3 kilogram (kg) sedang menjadi sorotan lantaran Kementerian ESDM sempat tidak mengizinkan pengecer untuk menjual elpiji per 1 Februari 2025.
Teranyar, Presiden Prabowo Subianto meralat aturan itu dan kembali mengizinkan pengecer menjual elpiji 3 kilogram.
Bahlil menjelaskan, kebijakan awal yang tidak mengizinkan pengecer menjual elpiji 3 kilogram dilakukan agar distribusi “gas melon” tepat sasaran ke masyarakat yang membutuhkan.
Dia lantas menjelaskan alur distribusi elpiji.
Biasanya,
elpiji 3 kg
dijual dari Pertamina ke agen berkisar Rp 12.000-Rp 13.000.
Kemudian, harga elpiji dari agen ke pangkalan naik menjadi kisaran Rp 17.000.
Menurutnya, distribusi dan kenaikan harga itu dapat dikendalikan oleh Pertamina.
“Dari agen ke pangkalan harganya itu kurang lebih sekitar Rp 16.000 atau Rp 17.000. Nah, sekarang itu masih bisa dikendalikan oleh Pertamina, masih bisa dipantau,” katanya.
Sementara harga elpiji dari pangkalan ke pengecer itu, kata Bahlil, sulit dikendalikan Pertamina.
Oleh karenanya, ada pengecer yang menjual elpiji hingga Rp 30.000 hingga mengoplosnya untuk disalurkan ke industri.
“Dari pangkalan ke pengecer, itu di situ yang susah Pertamina kendalikan, enggak ada instrumennya dan itulah harganya terjadi sampai dengan di atas Rp 20.000. Bahkan ada yang Rp 30.000, kadang-kadang bahkan ada yang dioplos,” katanya.
Atas pertimbangan distribusi ini, Bahlil awalnya ingin tidak mengizinkan pengecer menjual elpiji 3 kilogram.
Namun, dikarenakan ada atensi dari Presiden RI Prabowo Subianto, pengecer tetap diizinkan menjual elpiji dengan dijadikan subpangkalan.
Diharapkan harga elpiji tetap terkontrol karena dapat diawasi Pertamina.
Nantinya, subpangkalan juga akan difasilitasi dengan teknologi untuk melakukan pengawasan distribusi.
“Nah, dengan mereka menjadi subpangkalan, maka kita akan menaruh fasilitas yang sama dengan di pangkalan supaya harganya bisa kita kontrol pakai IT,” ucapnya.
“Kan ada IT Pertamina mengontrol pangkalan, itu kan ada IT-nya, ada teknologinya. Nah, IT-nya ini yang akan ditempatkan langsung oleh Pertamina. Nah, tidak ada biaya yang dikeluarkan sedikit pun oleh subpangkalan,” sambung Bahlil.
Selain membahas soal elpiji, Prabowo dan JK juga membahas isu lain.
JK disebut memberikan saran dalam hal kedaulatan pangan dan energi.
Sayangnya, Bahlil tak mengungkap rincian saran yang diberikan JK.
“Menyampaikan tentang sumbang saran dalam kedaulatan pangan, kedaulatan energi, dan juga bagaimana tentang perekonomian kita, dan alhamdulillah hasilnya bagus,” tutur Bahlil.
Pertemuan tersebut juga membahas strategi pemerintah dalam mengamankan produksi beras nasional yang meningkat tajam.
Pemerintah juga akan memastikan stabilitas harga beras menjelang bulan Ramadhan.
Senada, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkap ada saran dari JK terkait pengelolaan ketahanan pangan nasional.
Secara spesifik, saran dimaksud mencakup soal kebijakan serap gabah hingga revolusi hijau.
Amran menilai masukan dari JK sangat baik untuk pemerintah.
“Bagaimana serap gabah, bagaimana dulu revolusi hijau, bagaimana Bimas memberi masukan dan itu adalah masukan yang baik untuk kami,” ungkap Amran.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Tag: Solihin
-
/data/photo/2025/02/04/67a1d3021ee8d.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
9 JK Singgung Subsidi Elpiji 3 Kg yang Begitu-begitu Saja… Nasional
-

Sistem Pajak (Coretax) Terus Bermasalah, Pengusaha Ritel Minta Kejelasan
Bisnis.com, JAKARTA — Kalangan pengusaha ritel akan menemui Direktorat Jenderal Pajak alias Ditjen Pajak usai muncul berbagai permasalahan dalam pengimplementasian Coretax atau sistem inti administrasi perpajakan. Gangguan paling menyulitkan bagi pengusaha ritel di coretax adalah tidak dapatnya mengeksekusi transaksi karena terhambat penerbitan faktur pajak.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Solihin menjelaskan audiensi tersebut akan berlangsung pada Rabu (5/2/2025) pagi. Menurutnya, Aprindo yang meminta audiensi tersebut.
“Pertama kita minta audiensi dan sudah direspons, dan kita disediakan waktu, Aprindo itu pada Rabu (5/2),” ungkap Solihin kepada Bisnis, kemarin (3/2/2025).
Dia menjelaskan sejak diimplementasikan pada awal Januari 2025, pengusaha ritel memang kerap mengalami permasalahan penerbitan faktur di Coretax.
Beberapa waktu lalu, sambungnya, Dirjen Pajak sudah memberi solusi agar sekitar 90 perusahaan besar yang banyak membutuhkan faktur pajak kembali menggunakan aplikasi e-Faktur. Dengan begitu, aplikasi Coretax tidak terlalu bekerja keras dan terjadi eror berkepanjangan.
Hanya saja, Solihin menekankan bahwa solusi tersebut hanya untuk perusahaan-perusahaan besar. Sementara itu, perusahaan menengah-kecil masih harus berjibaku dengan permasalahan Coretax.
Oleh sebab itu, sambungnya, Aprindo akan menyampaikan keluhan dan masukan kepada Ditjen Pajak pada saat audiensi nanti.
“Saya lagi mendata segala semua masukan. Saya berharap perusahaan juga mengirimkan wakilnya sehingga pada saat tanya jawab, secara detil bisa disampaikan,” jelas Solihin.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto berkunjung ke Kantor Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan pada Senin (3/2/2025) pagi. Ditemani Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Dirjen Pajak Suryo Utomo, Airlangga mengecek pengaplikasian Coretax.
Politisi Partai Golkar itu tidak menampik bahwa terdapat sejumlah permasalahan yang ditemukan oleh wajib pajak ketika menggunakan Coretax. Salah satu permasalahan yang masih sering ditemui yaitu kendala penerbitan faktur pajak.
“Makanya tadi saya minta fast-moving consumer goods, perusahaan yang memproduksi faktur banyak itu perlu ada sistem tersendiri,” ujar Airlangga di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Senin (3/2/2025).
Bagaimanapun, sambungnya, kebutuhan penerbitan faktur dari wajib pajak perusahaan-perusahaan FMCG jauh lebih banyak daripada wajib pajak badan yang bergerak di sektor lain.
Lebih lanjut, Airlangga memastikan bahwa Kemenko Perekonomian memberi dukungan penuh atas pengaplikasian Coretax. Kendati demikian, dia waswas dengan potensi penerimaan negara yang terganggu karena permasalahan
“Jadi itu yang kami pastikan saja supaya penerimaan anggaran tidak terganggu dengan implementasi Coretax yang tentu perlu penyempurnaan,” ujar Airlangga.
-

Garda Satu Minta Pemerintah Malaysia Beri Santunan pada PMI Korban Penembakan
loading…
Sekjen DPP GARDA SATU, Solihin Pure saat orasi dalam aksi demonstrasi di depan Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta, Jumat (31/1/2025). FOTO/IST
JAKARTA – Ratusan orang dari Ormas Garuda Sakti Bersatu (GARDA SATU) menggelar aksi demonstrasi di depan Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta, Jumat (31/1/2025). Mereka menuntut pemerintah Malaysia bertanggung jawab atas insiden penembakan lima pekerja migran Indonesia (PMI) di Perairan Tanjung Rhu, Malaysia oleh Otoritas Maritim Malaysia pada Jumat (24/1/2025) pekan lalu.
Sekjen DPP GARDA SATU, Solihin Pure menegaskan, kejadian ini bukan yang pertama. Berdasarkan data Migrant Care, dalam 25 tahun terakhir setidaknya 75 warga negara Indonesia telah menjadi korban kekerasan oleh aparat Malaysia.
“Pada intinya saya ingin menegaskan bahwa dalam kurun 25 tahun terakhir berdasarkan data Migrant Care dari 2005 sampai dengan 2025, kejadian hari ini yang tanggal 24 ini bukan baru pertama kali, tapi sudah berkali-kali,” kata Pure di lokasi.
GARDA SATU juga meminta pemerintah Malaysia meminta maaf secara resmi kepada rakyat Indonesia serta memberikan santunan kepada keluarga korban, khususnya kepada Sanggup Basri, salah seorang korban penembakan.
“Ini sesungguhnya kami sangat tegas mengancam kepada pemerintah Malaysia agar segera meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia. Dan sekaligus juga meminta kepada pemerintah Malaysia melalui Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta agar supaya memberi sangu (santunan), memberi bantuan, khususnya kepada Sanggup Basri dan keluarganya sebagai tanda duka. Itu harapan kami,” tegas Pure.
Dalam aksi tersebut, perwakilan Kedubes Malaysia, Jumadi menerima pernyataan sikap GARDA SATU dan berjanji menyampaikannya kepada pemerintah Malaysia. Meski demikian, Pure menegaskan pihaknya akan menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar jika tuntutan mereka tidak segera ditanggapi.
“Tentu. Kalau tidak ditangkapi dalam 1 x 24 jam ini, kita akan turun dengan kekuatan lebih besar untuk mengepung pemerintahan Malaysia di Jakarta,” katanya.
Massa juga mendesak pemerintah Indonesia untuk mempertimbangkan penghentian ekspor komoditas strategis ke Malaysia, termasuk gas. Mereka berharap Presiden Prabowo Subianto segera mengambil langkah tegas stop ekspor gas Indonesia ke Malaysia.
(abd)
-
/data/photo/2025/01/29/679a246bcdac3.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Peringati Peristiwa Merah Putih Sangasanga, Bupati Kukar Temui Keluarga Veteran Regional 29 Januari 2025
Peringati Peristiwa Merah Putih Sangasanga, Bupati Kukar Temui Keluarga Veteran
Tim Redaksi
KOMPAS.com –
Bupati Kutai Kartanegara (Kukar)
Edi Damansyah
menemui keluarga dan janda
veteranPeristiwa Merah Putih Sangasanga
di Gedung Wisma Ria PT Pertamina EP Sangasanga Field, Kecamatan Sangasanga, Kabupaten Kukar, Kalimantan Timur (Kaltim), Senin (27/1/2025).
Agenda tersebut merupakan salah satu bagian dari rangkaian acara Peringatan Peristiwa Merah Putih Sangasanga ke-78 Tahun 2025.
Pada kesempatan itu, Edi menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada keluarga veteran dan janda veteran beserta keluarga besar para Pejuang Merah Putih Sangasanga atas segala pengorbanan dan jasa yang telah diberikan.
“Para pejuang adalah bagian dari sejarah bangsa yang telah mengorbankan segala yang mereka miliki baik tenaga, waktu, bahkan jiwa dan raga demi mempertahankan kemerdekaan serta martabat bangsa,” ucap Edi mengutip laman resmi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar, Selasa (28/1/2025).
Pemkab Kukar, lanjutnya, telah mengupayakan bantuan berupa beasiswa Kukar Idaman untuk para anak yatim piatu, khususnya para anak cucu, yang termasuk dalam keluarga veteran Sangasanga.
“Kami juga memfasilitasi program pemberdayaan, ekonomi kerakyatan, pembinaan, dan pelatihan. Contohnya, pelatihan menjahit, tata boga, dan tata rias. Silakan dipilih sesuai keinginan. Kami akan bantu peralatan dan akses permodalannya,” ujar Edi.
Menurut dia, generasi penerus bertugas melanjutkan perjuangan tersebut dengan cara menjaga persatuan, membangun daerah, dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa.
Pemkab Kukar juga akan mengarahkan dinas dan badan terkait agar terus melakukan evaluasi terhadap langkah-langkah rangkaian kegiatan Peristiwa Merah Putih Sangasanga. Dengan demikian, kegiatan ini bisa dikembangkan dengan baik serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Edi juga berharap, seluruh pihak dapat memperluas informasi kepada komunitas dan masyarakat, khususnya di Provinsi Kaltim, terkait Peringatan Peristiwa Merah Putih di Kecamatan Sangasanga yang jatuh pada 27 Januari.
Sebagai informasi, pada pertemuan tersebut, hadir pula Wakil Bupati Kutai Kartanegara Rendi Solihin, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Legiun
Veteran
RI Provinsi Kaltim Sabri, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kukar, dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Kukar.
Hadir pula Camat Sangasanga, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Sangasanga, lurah atau kepala desa (kades) dan PKK se-Kecamatan Sangasanga, para tokoh masyarakat, keluarga veteran, janda veteran, serta para tamu undangan.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -

Gagalkan Pencurian Sepeda Motor, Ketua RT di Penjaringan Jakut Mundur Setelah Ditodong Pistol – Halaman all
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Ferli, ketua RT di wilayah Penjaringan, Jakarta Utara, menggagalkan upaya pencarian sepeda motor pada Senin (20/1/2025) siang.
Dalam upaya itu, ketua RT sekaligus pemilik motor yang hendak dicuri itu nyaris ditembak kawanan pelaku yang berjumlah dua orang.
Dalam rekaman CCTV, percobaan pencurian ini terjadi di depan kos-kosan di Jalan Sinar Budi, RT 06 RW 03 Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.
Rekaman CCTV memperlihatkan dua pelaku berboncengan mendekati sepeda motor yang menjadi target mereka.
Salah satu pelaku, bertindak sebagai eksekutor, berusaha membobol kunci kontak sepeda motor dengan alat yang dibawanya.
Namun, aksi tersebut diketahui oleh pemilik sepeda motor, Ferli Solihin, yang memantau CCTV dari dalam rumah.
Ferli segera keluar dan berusaha menangkap para pelaku.
Saat hampir tertangkap, seorang pelaku mengeluarkan senjata api dan menodongkannya kepada Ferli, memaksa korban mundur.
Pelaku juga sempat menodongkan senjata apinya ke warga yang mencoba mengejar mereka.
Beruntung, tidak ada tembakan yang dilepaskan oleh pelaku.
Ferli mengungkapkan, percobaan pencurian sepeda motor ini terjadi Senin siang sekitar pukul 13.30 WIB.
“Kebetulan saya lagi lihat CCTV, kebetulan saya lihat ada yang mencurigakan dua orang di motor saya,” ucap Ferli, Selasa (21/1/2025).
Ferli bergegas keluar dari rumahnya dan menubruk badan pelaku yang berperan sebagai eksekutor.
Akan tetapi, pelaku berhasil melepaskan diri dan malah mengeluarkan senjata api dari jaketnya.
“Ternyata dia ngeluarin pistol, pas ngeluarin pistol saya mundur, istri saya teriak, maling, maling,” katanya.
“Akhirnya warga uber, terus karena warga juga takut akhirnya warga cuma bisa teriak dan pelaku kabur,” sambung Ferli.
Ferli mengaku cukup lega pelaku tak sampai melepaskan tembakan ke arahnya.
Ia juga bersyukur bahwa motor miliknya tak sampai digasak kawanan maling itu.
Meski demikian, Ferli tetap melaporkan kasus ini ke Mapolsek Penjaringan, Jakarta Utara dan berharap pihak kepolisian menindaklanjuti laporannya untuk segera menangkap para pelaku.
Penulis: Gerald Leonardo Agustino
-

Aksi Heroik Pak RT di Penjaringan Gagalkan Maling Motor Bersenjata Api hingga Nyaris Kena Tembak
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino
TRIBUNJAKARTA.COM, PENJARINGAN – Upaya pencurian sepeda motor berhasil digagalkan oleh seorang ketua RT di wilayah Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (20/1/2025) siang.
Bahkan, ketua RT sekaligus pemilik motor yang hendak dicuri itu nyaris ditembak kawanan pelaku yang berjumlah dua orang.
Dalam rekaman CCTV, percobaan pencurian ini terjadi di depan kos-kosan di Jalan Sinar Budi, RT 06 RW 03 Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.
Rekaman CCTV memperlihatkan dua pelaku berboncengan mendekati sepeda motor yang menjadi target mereka.
Salah satu pelaku, bertindak sebagai eksekutor, berusaha membobol kunci kontak sepeda motor dengan alat yang dibawanya.
Namun, aksi tersebut diketahui oleh pemilik sepeda motor, Ferli Solihin, yang memantau CCTV dari dalam rumah.
Ferli yang juga merupakan Ketua RT 06 RW 03 Pejagalan segera keluar dan berusaha menangkap para pelaku.
Saat hampir tertangkap, salah satu pelaku mengeluarkan senjata api dan menodongkannya kepada Ferli, memaksa korban untuk mundur.
Pelaku juga sempat menodongkan senjata apinya ke warga yang mencoba mengejar mereka.
Beruntung, tidak ada tembakan yang dilepaskan oleh pelaku.
Ferli mengungkapkan, percobaan pencurian sepeda motor ini terjadi Senin siang sekitar pukul 13.30 WIB.
“Kebetulan saya lagi lihat CCTV, kebetulan saya lihat ada yang mencurigakan dua orang di motor saya,” ucap Ferli, Selasa (21/1/2025).
Ferli bergegas keluar dari rumahnya dan menubruk badan pelaku yang berperan sebagai eksekutor.
Akan tetapi, pelaku berhasil melepaskan diri dan malah mengeluarkan senjata api dari jaketnya.
“Ternyata dia ngeluarin pistol, pas ngeluarin pistol saya mundur, istri saya teriak, maling, maling,” katanya.
“Akhirnya warga uber, terus karena warga juga takut akhirnya warga cuma bisa teriak dan pelaku kabur,” sambung Ferli.
Ferli mengaku cukup lega pelaku tak sampai melepaskan tembakan ke arahnya.
Ia juga bersyukur bahwa motor miliknya tak sampai digasak kawanan maling itu.
Meski demikian, Ferli tetap melaporkan kasus ini ke Mapolsek Penjaringan, Jakarta Utara dan berharap pihak kepolisian menindaklanjuti laporannya untuk segera menangkap para pelaku.
Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya



