Foto
Antara Foto/Adiwinata Solihin – detikNews
Rabu, 16 Apr 2025 11:30 WIB
Gorontalo – Jembatan yang menghubungkan Kecamatan Pulubala dan Tibawa di Gorontalo ambruk usai tergerus arus sungai yang meluap akibat hujan deras. Begini penampakannya.

Foto
Antara Foto/Adiwinata Solihin – detikNews
Rabu, 16 Apr 2025 11:30 WIB
Gorontalo – Jembatan yang menghubungkan Kecamatan Pulubala dan Tibawa di Gorontalo ambruk usai tergerus arus sungai yang meluap akibat hujan deras. Begini penampakannya.

Rabu, 16 April 2025 07:50 WIB
Foto aerial kondisi jembatan yang ambruk di Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, Selasa (15/4/2025). Jembatan yang menghubungkan Kecamatan Pulubala, Bongomeme dan Tibawa tersebut ambruk tergerus arus sungai yang meluap akibat hujan deras yang melanda wilayah itu pada Senin (14/4). ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin/YU
Warga melintasi sungai di Desa Pulubala, Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, Selasa (15/4/2025). Warga terpaksa menerjang sungai agar dapat melintas dan beraktivitas dimana jembatan yang menghubungkan Kecamatan Pulubala, Tibawa dan Bongomeme tersebut ambruk. ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin/YU
Warga menyaksikan kondisi jembatan yang ambruk di Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, Selasa (15/4/2025). Jembatan yang menghubungkan Kecamatan Pulubala, Bongomeme dan Tibawa tersebut ambruk tergerus arus sungai yang meluap akibat hujan deras yang melanda wilayah itu pada Senin (14/4). ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin/YU

Pekerja mengawasi proses produksi ikan cakalang asap (fufu) di Desa Talulobutu, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo. ANTARA/Adiwinata Solihin
Desa Talulobutu dukung pengembangan perekonomian masyarakat
Dalam Negeri
Editor: Novelia Tri Ananda
Senin, 14 April 2025 – 06:31 WIB
Elshinta.com – Pemerintah Desa Talulobutu, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo mendukung pengembangan usaha untuk peningkatan ekonomi masyarakat dengan memberikan berbagai bantuan modal dan fasilitas usaha. Kepala Desa Talulobutu Herman Eki di Bone Bolango, Minggu mengatakan sejak pandemi COVID-19 pihak desa lebih banyak menjalankan program peningkatan ekonomi masyarakat.
“Diantaranya pemberian bantuan modal untuk 10 warga senilai Rp750 ribu per orang untuk usaha olahan ikan cakalang asap (fufu),” ucap Herman.
Bahkan kata Herman, saat ini kelompok pelaku usaha olahan ikan tersebut telah mampu berdiri sendiri dan hingga kini semakin berkembang.
“Sekarang sudah bisa merekrut tenaga kerja, bisa mendatangkan keuangan di desa juga, bantuan ke masyarakat seperti ini juga kita lebih kembangkan contohnya untuk instalasi listrik ini kami berikan,” kata dia.
Selain usaha olahan ikan, Pemerintah Desa juga memberikan usaha sektor pertanian seperti sayuran terung, cabai, selada dan sektor perikanan dengan budidaya ikan nila, lele dan mas.
“Alhamdulillah masyarakat untuk mengembangkan ekonomi yang ada di desa, di sini kita dorong mereka apapun usulan dari mereka kita bawakan di rapat, kita tampung selama anggaran masih bisa untuk membantu mereka,” kata dia, lagi.
Sumber : Antara
/data/photo/2025/04/05/67f0f4976369b.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Cerita Solihin Pilih Kereta Api Saat Balik ke Jakarta untuk Hindari Macet di Tol
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com –
Solihin (51) biasanya memilih naik kereta api untuk perjalanan mudik Lebarannya ke kampung halaman, Pemalang, Jawa Tengah.
Namun, Lebaran tahun ini Solihin hanya bisa naik kereta api saat kembali ke Jakarta.
“Saya berusaha kalau ini, kalau momen lebaran, inginnya itu pakai kereta,” ungkap Solihin di Stasiun Pasar Senen, Senin (7/4/2025).
Pria asal Pemalang itu menjelaskan, pemilihan kereta api sebagai moda transportasi Lebaran berdasarkan faktor kenyamanan dan bebas macet.
“Biasanya pakai bus PO. Tapi kalau momen Lebaran gini, inginnya pakai kereta. Biar lebih nyaman. Dan ya tahu sendiri lah, macet,” ungkap seorang buruh pabrik itu.
Saat membeli tiket pulang ke Jakarta, Solihin tidak menemukan kesulitan seperti yang ia rasakan saat mencari tiket keberangkatan menuju Pemalang.
Dia baru kembali ke Jakarta karena ada acara keluarga yang harus dihadiri.
“Jadi kemarin ada saudara yang nikahin anak, sebenarnya hari Minggu, Minggu-Senin. Cuma kan kemarin acara puncaknya sebenarnya hari Minggu, yaudah lah, pagi hari Senin saya berangkat,” jelasnya.
Sebelumnya saat dia membeli
tiket kereta
api keberangkatan menuju Pemalang, Solihin sampai harus terjaga hingga subuh selama dua hari. Namun, upaya Solihin ini tidak membuahkan hasil.
“
Tiket kereta
itu susah dapatnya. Biasalah kalau gitu. Kalau ini pas hari kemaren kita udah 2 malam begadang, susah untuk ini akses aplikasi KAI Access itu,” katanya.
Akhirnya, Solihin memilih menggunakan bus untuk mengantarnya ke Pemalang. Moda transportasi ini memang sering ia gunakan saat pulang ke rumah setiap bulannya.
Salah satu alasannya adalah titik pemberhentian bus yang biasa dinaiki Solihin berada tidak jauh dari rumahnya di Pemalang.
“Jadi kalau pakai kereta, itu sebenarnya masih lumayan jauh juga sih ke rumah. Kalau pakai bus bisa turun lebih dekat gitu,” jelas Solihin.
Sebelumnya, Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko, menyebutkan lima tips agar masyarakat bisa mendapatkan harga tiket kereta yang terjangkau.
“Pertama, pesan tiket lebih awal. Semakin cepat Anda memesan tiket, semakin besar peluang mendapatkan harga pada batas bawah,” ucap Ixfan dalam keterangannya, Sabtu (5/4/2025).
Kedua, warga bisa memilih tiket untuk Kelas Ekonomi Subsidi (PSO). Kelas ini mendapatkan subsidi dari pemerintah, sehingga lebih murah dibandingkan kelas komersial.
Berikutnya, warga juga bisa mendapatkan harga tiket lebih terjangkau dengan menggunakan aplikasi resmi KAI.
“Unduh dan pantau secara berkala aplikasi KAI Access atau kunjungi situs resmi KAI untuk informasi harga dan promo,” tutur Ixfan.
Keempat, jelas Ixfan, rencanakan perjalanan di luar puncak liburan. Menurut dia, harga tiket pada hari kerja atau di luar musim puncak umumnya lebih murah.
Kelima, warga tentu bisa memanfaatkan program promo untuk bisa mendapatkan harga tiket lebih terjangkau. Ixfan mengajak masyarakat untuk mengikuti berbagai promo dan diskon resmi dari KAI yang diumumkan pada waktu-waktu tertentu.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan masyarakat terhadap layanan KAI. Kami akan terus berupaya memberikan layanan terbaik bagi seluruh pelanggan,” tutup Ixfan.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
/data/photo/2025/04/07/67f38014a9a5d.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Perumahan Maharta Langganan Banjir, Pemkot Didesak Tambah Pompa dan Keruk Kali
Tim Redaksi
TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com
– Bambang (50), pemilik warung pecel lele di Perumahan Maharta, Pondok Kacang, Tangerang Selatan (Tangsel) meminta pemerintah segera mengatasi
banjir
yang kerap melanda perumahan tersebut.
Harapan itu disampaikan Solihin setelah banjir kembali merendam warung dan rumahnya pada Minggu (6/4/2025), akibat hujan deras.
“Pompanya rusak mulu. Jadi perlu ada tambahan pompa sama harusnya dikeruk kalinya yang paling penting,” ujar Bambang saat ditemui di lokasi, Senin (7/4/2025).
Menurut Bambang, pompa air sangat dibutuhkan karena lokasi Perumahan Maharta berada di dataran rendah. Sehingga, air sulit surut jika tidak disedot secara berkala.
Selain pompa air, warga juga mendesak agar kali di sekitar Perumahan Maharta segera dikeruk. Sempitnya saluran air juga dinilai menjadi salah satu penyebab air tidak mengalir lancar ke hilir.
“Kalau dulu itu kalinya standar, jembatan enggak dinaikin enggak masalah, airnya enak ngalirnya, lurus aja enggak numpuk. Nah kalau sekarang itu jembatannya tinggi, air ngumpul semua, kalinya juga kecil,” jelas dia.
Hal senada juga disampaikan oleh warga Perumahan Maharta lainnya, Samratuti (60).
Menurutnya, letak Perumahan Maharta yang lebih rendah dan dikelilingi perumahan lain membuat banjir makin sulit surut.
“Saya melihatnya adanya jembatan yang terlampau tinggi, tapi tidak memikirkan bagaimana dampak kami di sini. Jembatan ditinggikan tapi kami yang terendam. Seperti wajanlah saya lihat-lihat. Kayak tekukan yang di sini, airnya enggak bisa keluar,” jelas Samratuti.
“Sedangkan pompanya kecil. Dari ujung ke ujung itu kan ada dua kilometer tapi pompanya cuma dua,” sambung dia.
Samratuti menilai, belum adanya upaya maksimal dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel maupun provinsi untuk mengatasi banjir di wilayah tersebut, misalnya dengan normalisasi kali.
Oleh sebab itu, ia berharap, pemerintah lebih memperhatikan warga Perumahan Maharta yang langganan terdampak banjir.
“Harapannya, jangka panjangnya tolong dipikirkan kepada pemerintah kalau bisa dikeruk kalinya,” kata Samratuti.
“Untuk jangka pendeknya, tolong kami dibagi untuk pompa dulu. Pompa yang bisa mengatasi
emergency
. Bila ada pompa
emergency,
secepatnya kami bisa kerja,” ucap dia.
Sebelumnya, Komandan Peleton (Danton) Satgas BPBD Kota Tangerang Selatan, Dian Wiryawan, menyebut, ada 23 titik di Tangsel yang tergenang banjir.
“Sebagian besar genangan disebabkan oleh curah hujan yang cukup deras dan meluapnya aliran kali. Beberapa lokasi juga terdampak karena saluran drainase tidak mampu menampung debit air,” ujar Dian saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin (7/4/2025).
Salah satu titik banjir terparah terjadi di Perumahan Pondok Maharta, Kelurahan Pondok Kacang Timur.
Di wilayah ini, tinggi muka air (TMA) di lokasi tersebut mencapai sekitar 130 sentimeter dan berdampak pada 350 kepala keluarga (KK).
Sementara itu, Perumahan Taman Mangu di Jurang Mangu Barat juga terdampak dengan TMA antara 20 hingga 45 sentimeter. Sebanyak 200 keluarga terdampak di lokasi ini.
Dian menyebutkan, kondisi sebagian besar genangan saat ini sudah mulai surut, meski masih ada beberapa titik yang tergenang.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

ANTARA – Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyebut posko angkutan lebaran Gorontalo tahun 2025 siap menyambut para pemudik hingga arus balik pada libur panjang Idul Fitri 1446 H. Hal tersebut diungkapkan Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail usai apel dan pembukaan posko angkutan lebaran di Bandar Udara (Bandara) Djalalludin Tantu, Kabupaten Gorontalo, Jumat, (21/3)
(Adiwinata Solihin/Arif Prada/Ludmila Yusufin Diah Nastiti)