Tag: Soeharto

  • LPEM UI Minta Penertiban Kawasan Hutan Tidak Membabi Buta

    LPEM UI Minta Penertiban Kawasan Hutan Tidak Membabi Buta

    loading…

    Perpres No 5/2025 tentang Penertiban Kawasan Hutan sebaiknya tidak dijalankan secara membabi buta tanpa melihat sejarah munculnya tumpang tindih lahan kepala sawit di kawasan hutan tersebut. Foto/Dok. SINDOnews

    JAKARTA – Peraturan Presiden (Perpres) No 5/2025 tentang Penertiban Kawasan Hutan sebaiknya tidak dijalankan secara membabi buta tanpa melihat sejarah munculnya tumpang tindih lahan kelapa sawit di kawasan hutan tersebut. Berjalannya kegiatan ekonomi di lahan sawit tersebut harus menjadi prioritas agar kebijakan yang diambil pemerintah tidak malah merugikan kepentingan masyarakat secara luas.

    Peneliti Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI) Dr Eugenia Mardanugraha mengungkapkan penertiban lahan yang membabi berakibat buruk pada iklim investasi di Indonesia. ”Perpres ini tujuannya baik tapi jangan dijalankan secara membabi buta. Itu merugikan rakyat Indonesia sendiri. Misalnya membabi buta itu pokoknya semua pengusaha harus dipidana, harus membayar. Kalau cuma membayar saja sih bisa dihitung. Tapi misalkan dipaksa diambil lahannya terus bagaimana? Jangan sampai terjadi yang seperti begitu,” kata Eugenia dalam keterangannya pada Selasa (18/2/2025).

    Menurut dia, Satgas Penertiban Kawasan Hutan sebaiknya melakukan verifikasi lahan-lahan sawit tersebut secara detail sebelum melakukan penertiban. Hal tersebut penting dilakukan karena setiap lahan memiliki asal-usul sendiri-sendiri.

    Menurut dia, lahan sawit yang ada saat ini kebanyakan warisan dari zaman Pemerintahan Presiden Soeharto. Saat itu, Pemerintah Orde Baru mengundang para pengusaha untuk berinvestasi di industri kelapa sawit. Hanya saja, dokumentasi kepemilikan lahan kala itu tidak rapi seperti sekarang. ”Masalah administrasi pertanahan yang tidak beres tersebut dibiarkan hingga puluhan tahun hingga sekarang sehingga terjadi tumpang tindih, yang harusnya lahan kawasan hutan dijadikan perkebunan sawit,” ujarnya.

    Melihat proses tersebut, dia mengharapkan pemerintah tidak mengambil alih begitu saja. Namun, harus melalui proses yang jelas dan berkeadilan. Apalagi, di atas lahan-lahan sawit tersebut rata-rata sudah ada kegiatan ekonomi yang melibatkan banyak pihak.

    ”Saya kurang setuju (direbut kembali). Mereka kan juga sudah berkontribusi untuk Indonesia. Dulunya hutan, ditanam sawit, sawitnya dijual. Multiflier ekonominya sudah besar,” papar anggota Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) ini.

    Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyebut dari total 16,38 juta hektare kebun kelapa sawit terdapat lebih kurang 3,3 juta hektare lahan berada di dalam kawasan hutan.

    Karena itu, dia mengusulkan agar pemerintah bermusyawarah dengan seluruh stakeholder di industri sawit untuk menemukan jalan terbaik. Kalau misalnya ada sanksi denda, hal tersebut bisa dilakukan dengan perhitungan yang jelas. ”Intinya jangan sampai menjadi lahan kosong yang tidak ada nilai ekonominya karena diambil alih oleh pemerintah. Jangan sampai nilai ekonominya turun,” paparnya.

    Dia berharap pemerintah tidak mengedepankan sanksi pidana dalam penyelesaian masalah tumpang tindih lahan ini. ”Semuanya bisa dibicarakan secara baik baik,” imbuhnya.

    Untuk diketahui, pemerintah telah menerbitkan Perpres No 5 Tahun 2025 mengenai Penertiban Kawasan Hutan. Aturan ini juga mengatur pembentukan Satgas Penertiban Kawasan Hutan yang bertugas melaksanakan penertiban kawasan hutan melalui penagihan dikenakan sanksi denda administratif, pidana, penguasaan kembali kawasan hutan dan pemulihan aset di kawasan hutan.

    Satgas akan dipimpin Menteri Pertahanan sebagai Ketua Pengarah dengan Wakil Ketua antara lain Jaksa Agung, Panglima TNI, Kapolri. Anggota terdiri dari Menteri Kehutanan, Menteri ESDM, Menteri Agraria, Menteri ATR/BPN, Menteri Keuangan, Menteri LHK, Kepala BPKP. Sebagai Ketua Pelaksana Satgas adalah Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung. Wakil Ketua Pelaksana antara lain Kepala Staf Umum TNI, Kepala Bareskrim, Deputi Bidang Investigasi BPKP.

    (poe)

  • Ida Iasha Bercerai pada 2011 Sebelum Terkait dengan Tommy Soeharto

    Ida Iasha Bercerai pada 2011 Sebelum Terkait dengan Tommy Soeharto

    Jakarta, Beritasatu.com – Artis senior sekaligus model Ida Iasha menjadi sorotan setelah dikabarkan telah menikah dengan Tommy Soeharto. Ternyata, Ida Iasha sempat mengalami kegagalan rumah tangga saat menikah dengan pengusaha Eddy Syahputra.

    Dilansir dari beragam sumber, Senin (17/2/2025), pertemuan Ida Iasha dengan pengusaha berdarah Padang, Eddy Syahputra itu terjadi di kawasan Blok M Plaza, Jakarta Selatan.

    Pertemuan Ida Iasha dengan Eddy Syahputra membuat keduanya serius untuk membina rumah tangga. Hingga akhirnya, ayah Eddy Syahputra, HM Syarif Hasyim yang kala itu merupakan Kolonel TNI AD datang ke kediaman Ida Iasha dengan tujuan keinginan putranya untuk menikahi Ida Iasha.

    Perjalanan waktu membuat Ida Iasha memutuskan untuk memeluk agama Islam. Setelah resmi mualaf, nama Ida Iasha pun berubah menjadi Ida Aisyah Syahputra.

    Ida Iasha dan Eddy Syahputra akhirnya resmi menikah pada 11 Mei 1983. Dari pernikahan keduanya, dikaruniai empat orang anak, yaitu Rendy Russell Syahputra, Kama Bashkara Syahputra, Remyzard Adi Putra dan Badra Rahadi Putra.

    Sayangnya, pernikahan Ida Iasha dan Eddy Syahputra tidak berjalan mulus. Keduanya sepakat mengakhiri pernikahan sejak 2011.

    Perceraian yang dialami Ida Iasha itu sempat ditutupi olehnya, hingga pada Sabtu, 30 September 2023 membuat dirinya buka suara terkait berakhirnya perceraian yang dialaminya itu.

    “Mengapa saya memilih untuk berdiam diri? Karena saya tidak ingin mempublikasikan. Bagi saya, hidup ini baik susah dan senang adalah saya yang menjalankan bukan orang lain,” ucap Ida Iasha.

    “Jadi, enggak perlu saya posting atau saya umbar kemana-mana. Ini merupakan bagian dari masalah pribadi yang harus saya selesaikan secara sendiri tanpa melibatkan orang lain,” tambahnya.

    Setelah lama berlalu dari perpisahannya dari Eddy Syahputra, kini artis dengan nama asli Ida Albertina van Suchtelen van de Haere, atau lebih dikenal dengan nama Ida Iasha, mendadak menjadi perbincangan netizen setelah hadir dalam pesta ulang tahun Puteri Modiyanti, putri dari Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto) dan Sandy Harun.

    Dikutip dari akun TikTok @reginaharun28, Kamis (13/2/2025), Tommy Soeharto hadir dalam acara tersebut yang sekaligus merayakan ulang tahun putrinya. Ia tampil dengan tampilan sederhana mengenakan kemeja cokelat saat menerima potongan tumpeng pertama dari sang putri.

    “Selamat ulang tahun, Modi sayang,” tulis Sandy Harun dalam unggahannya.

    Yang menarik, dalam unggahan tersebut, kehadiran Tommy Soeharto di pesta sederhana itu juga dihadiri oleh Ida Iasha. Ia tampak mengenakan pashmina berwarna krem yang menutupi kepalanya, diketahui oleh netizen dari foto yang dibagikan oleh Sandy Harun.

    “Slide ketiga, kayaknya Ida Iasha. Atau mirip saja ya?” tulis salah satu netizen.

    Sandy pun langsung membenarkan pertanyaan tersebut dan mengonfirmasi bahwa sosok yang dimaksud adalah sahabatnya, Ida Iasha. Ia turut hadir bersama Tommy Soeharto. Bahkan, Sandy menyebutkan Ida Iasha adalah istri kedua Tommy Soeharto dan ibu kedua bagi Puteri Modiyanti.

    “Iya, benar. Ibu kedua Modi dan kebetulan sahabat saya. Cantik ya,” jawab Sandy.

  • Isu Nikah dengan Tommy Soehato, Ida Iasha Sempat Sakit Jantung?

    Isu Nikah dengan Tommy Soehato, Ida Iasha Sempat Sakit Jantung?

    Jakarta, Beritasatu.com – Pernyataan artis senior Ida Iasha pernah sakit jantung kembali viral setelah kabar pernikahan dengan Tommy Soeharto beredar di media sosial (medsos).

    Ida Iasha ternyata pernah mengalami sakit jantung pada 13 tahun yang lalu. Kondisi itu yang kemudian viral kembali.

    “Saya memang ada beberapa keluhan sakit pinggang, kadang-kadang kalau kita terlalu lama duduk dan mau berdiri suka pegal-pegal dan berdiri agak susah. Bahkan, angkat bahu juga suka terasa sakit di sini,” kata Ida Iasha dikutip dari channel YouTube, Senin (17/2/2025).

    Selain mengeluhkan pada bagian pinggang dan bahu, Ida Iasha juga kerap mengeluhkan pada bagian dadanya.

    “Saya juga ada keluhan di jantung, kemudian saya melakukan pemeriksaan pada dokter spesialis jantung lalu saya diberikan obat sebelum dilakukan MRI,” tuturnya.

    Setelah diperiksa dari dokter spesialis, Ida Iasha diminta untuk mengonsumsi obat sebelum melakukan pemeriksaan magnetic resonance imaging (MRI).

    “Setelah mengonsumsi obat, membuat jantung saya semakin berdebar akhirnya hasil dari MRI itu mengatakan jantung saya tidak bermasalah tetapi setelah mendapatkan hasil MRI yang tidak terlalu bermasalah membuat saya tetap penasaran,” ungkapnya.

    Ida Iasha mengaku, meski sudah berobat ke dokter spesialis jantung tetapi dirinya masih saja merasakan keringat dingin yang tidak pernah berhenti.

    “Saya suka keringat dingin dan punggung saya di belakang seperti di tusuk dan akhirnya juga sesak nafas dan ternyata memang ritme dari jantung saya atau listriknya yang ke jantung saya kurang baik,” tuturnya.

    Tanpa ada rasa menyerah, selain berserah diri kepada Sang Pencipta. Ida Iasha terus melakukan pengobatan hingga terapi yang hingga akhirnya rasa sakit yang dirasakan tidak muncul lagi.

    “Saya melakukan terapi dan pengobatan. Alhamdulillah, sekarang jantung saya jarang sekali berdebar dan saya melakukan terapi,” tutup Ida Iasha yang mengaku sempat mengalami masalah pada jantungnya.

  • Umrah Bareng Tommy Soeharto, Isu Ida Iasha Menikah Makin Kuat

    Umrah Bareng Tommy Soeharto, Isu Ida Iasha Menikah Makin Kuat

    Jakarta, Beritasatu.com – Kabar pengusaha Tommy Soeharto yang sudah menikah dengan artis senior Ida Iasha semakin menguat. Pasalnya, video Tommy Soeharto dan anak-anaknya beribadah umrah bersama Ida Iasha kini beredar di media sosial (medsos).

    Video ibadah umrah Tommy Soeharto bersama Ida Iasha itu pertama kali diunggah oleh akun TikTok @fwdsheesh. Pada video yang diunggah itu terlihat dengan jelas wajah Ida Iasha yang terlihat bersama Tommy Soeharto dan anak-anaknya itu.

    Terlihat Tommy Soeharto sedang memegang rambut putranya, bahkan Ida Iasha yang berada di dekat Tommy Soeharto itu terlihat dengan jelas mengenakan pakaian hijab serbaputih.

    “Awal melihat video langsung salfok. Ada Ida Iasha ikut umrah bareng Tommy Soeharto dan anak-anak,” tulis akun tersebut, Senin (17/2/2025).

    Bahkan pada foto berikutnya terlihat Ida Iasha tampak bersama anak-anak Tommy Soeharto yang sedang bercengkerama.

    “Bahagia selalu untuk mereka,” tutup akun tersebut yang memperlihatkan Tommy Soeharto beribadah umrah bareng bersama Ida Iasha.

    Sebelumnya, kabar Tommy Soeharto sudah menikah dengan Ida Iasha itu terucap dari selebritas sekaligus model Shandy Harun di akun TikTok miliknya.

    Artis lawas era 1980-an, Ida Albertina van Suchtelen van de Haere, atau lebih dikenal dengan nama Ida Iasha, mendadak menjadi perbincangan netizen setelah hadir dalam pesta ulang tahun Puteri Modiyanti, putri dari Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto) dan Sandy Harun.

    Dikutip dari akun TikTok @reginaharun28, Kamis (13/2/2025), Tommy Soeharto hadir dalam acara tersebut yang sekaligus merayakan ulang tahun putrinya. Ia tampil dengan tampilan sederhana mengenakan kemeja cokelat saat menerima potongan tumpeng pertama dari sang putri.

    “Selamat ulang tahun, Modi sayang,” tulis Sandy Harun dalam unggahannya.

    Yang menarik, dalam unggahan tersebut, kehadiran Tommy Soeharto di pesta sederhana itu juga dihadiri oleh Ida Iasha. Ia tampak mengenakan pashmina berwarna krem yang menutupi kepalanya, diketahui oleh netizen dari foto yang dibagikan oleh Sandy Harun.

    “Slide ketiga, kayaknya Ida Iasha. Atau mirip saja ya?” tulis salah satu netizen.

    Sandy pun langsung membenarkan pertanyaan tersebut dan mengonfirmasi bahwa sosok yang dimaksud adalah sahabatnya, Ida Iasha. Ia turut hadir bersama Tommy Soeharto. Bahkan, Sandy menyebutkan Ida Iasha adalah istri kedua Tommy Soeharto dan ibu kedua bagi Puteri Modiyanti.

    “Iya, benar. Ibu kedua Modi dan kebetulan sahabat saya. Cantik ya,” jawab Sandy.

  • “Chinese New Year Fashion Exhibition” diharapkan pacu industri fesyen

    “Chinese New Year Fashion Exhibition” diharapkan pacu industri fesyen

    Jakarta (ANTARA) – Penjabat Gubernur Provinsi DKI Jakarta Teguh Setyabudi berharap “Chinese New Year Fashion Exhibition” dapat memacu kemajuan industri fesyen di Indonesia, terutama di Jakarta.

    “Semoga industri busana di Jakarta terus berkembang dan mampu bersaing di kancah internasional,” kata Teguh di kegiatan bertajuk “Wisdom in the Old Town: A Lunar Celebration” yang digelar di House of Tugu, Kota Tua, Jakarta Barat, Senin.

    Dia juga berharap kegiatan itu menjadi upaya dalam mempromosikan Kota Tua Jakarta sebagai destinasi wisata berkelas dunia.

    Di samping itu, “House of Tugu” merupakan salah satu destinasi yang turut berperan dalam pelestarian warisan budaya Indonesia. Selain itu, hadirnya tradisi peranakan (Tionghoa) yang telah berkembang selama berabad-abad turut menambah khazanah industri busana di Indonesia.

    Karena itu, Pemprov DKI Jakarta mengapresiasi para desainer Indonesia serta seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan menjadi representasi atas semangat dan kreativitas dalam mempersembahkan karya terbaik yang telah diakui di kancah internasional.

    Tak hanya Teguh, “Chinese New Year Fashion Exhibition” ini pun turut dihadiri oleh Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Veronica Tan dan Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha.

    Selain itu Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Titik Soeharto, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta Andhika Permata serta Wali Kota Jakarta Barat Uus Kuswanto.

    Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2025

  • Prabowo Bilang Ndasmu Tanggapi Kritik Kabinet Gemuk, Henri Subiakto: Rakyat Makin Terbelah

    Prabowo Bilang Ndasmu Tanggapi Kritik Kabinet Gemuk, Henri Subiakto: Rakyat Makin Terbelah

    FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Pakar Komunikasi Politik Universitas Airlangga, Henri Subiakto menilai Presiden Prabowo merendahkan kritik publik. Terkait dengan tanggapannya soal kritik kabinet gemuk.

    “Prabowo dalam penampilan pidatonya belakangan ini tak hanya meremehkan kritik netizen dan masyarakat, tapi juga meremehkan pendapat para akademisi, dan para profesor yang dia sebutkan,” kaya Henri dikutip dari unggahannya di X, Senin (17/2/2015).

    Hal itu, disebut Henri sebagai fallacy of relevance. Menyerang kembali pengkritiknya dengan cara tertentu.

    “Prabowo melakukan fallacy of relevance, menyerang pendapat atau pemikiran yang tidak relevan dengan argumen asli dari para pengritiknya,” ucap Henri.

    Padahal menurut Henri, Kabinet gemuk Prabowo berhubungan dengan efisiensi anggaran. Hal yang didengungkan pemerintah belakangan ini.

    “Maka perbandingan yg relevan adalah dengan Kabinet Kabinet Pemerintah Indonesia sebelumnya. Misal dibandingkan dengan struktur Kabinetnya Presiden Jokowi, SBY hingga Soeharto atau Sukarno,” terangnya.

    Sementara Prabowo, malah membandingkan negara maju. Seperti di Uni Eropa.

    “Bukan malah dibandingkan dengan Uni Eropa yg merupakan kumpulan negara negara maju di Eropa,” imbuhnya.

    Secara luas, memang27 negara Uni Eropa itu seluas Indonesia. Tapi konteksnya berbeda.

    “Walau luas negara kita memang sebanding dengan Uni Eropa tapi kita itu satu negara, sedang UE terdiri 27 negara, dengan kekuatan ekonomi, sejarah dan kondisi rakyatnya sangat kontras dan tidak bisa dibandingkan dengan Indonesia dan provinsi2nya,” jelasnya.

  • Jokowi Bilang Tak Ada Presiden Sekuat Prabowo Didukung 80 Persen Parlemen, Kisah Pemerintahan Soeharto Diungkit

    Jokowi Bilang Tak Ada Presiden Sekuat Prabowo Didukung 80 Persen Parlemen, Kisah Pemerintahan Soeharto Diungkit

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pegiat Media Sosial (Medsos) Nicho Silalahi mengirim peringatan ke Presiden Prabowo Subianto terkait Jokowi Widodo.

    Di cuitannya di media sosial X, Nico Silalahi memperingatkan Presiden Prabowo terkait ocehan dari Jokowi.

    Ia bahkan menyindir dan menyebut mantan Presiden RI itu sebagai tukang utang dan memperingatkan Prabowo jangan sampai terbuai dan terlena.

    “Pak @prabowo hati-hati ocehan mahluk yang hobby ngutang dan ngibul ini sehingga bapak terbuai,” tulisnya dikutip Senin (17/2/2025).

    “Biasanya apa yang dibilang olehnya selalu kebalikan (Kayak emak-emak Sein Kiri Belok Kanan),” sebutnya.

    Nicho bahkan memberi peringatan dengan memberikan contoh seperti yang dialami oleh mantan Presiden sekaligus mertua dari Prabowo, yaitu Soeharto.

    Ia mengatakan Soeharto awalnya mendapatkan dukungan dari Parlemen, namun akhirnya ia dikhianati. Hal inilah yang juga ditakutkan menimpa Presiden Prabowo.

    “Sejarah sudah mencatat bahwasanya pak Harto yang juga sebagai mertuamu dahulu sangat didukung penuh Parlemen,” sebutnya.

    “Tapi hanya hitungan bulan dia dikhianati Parlemen yang mengangkatnya itu, bahkan orang-orang terdekatnya pada cari selamat dari kemarahan rakyat membiarkan pak harto jatuh sendirian,” ujarnya.

    Presiden Prabowo pun diminta agar segera mengadili Jokowi sesuai dengan apa yang diminta oleh rakyat selama ini dan harus kembali mengasingkan diri nantinya.

    Nicho punya ketakutan nantinya hal ini bisa berbalik justru Presiden Prabowo sendiri yang akhirnya nanti diadili.

  • Sosok Sandy Harun, Mantan Istri Tommy Soeharto? Kini Izinkan Ida Iasha Jadi Ibu Kedua Putrinya

    Sosok Sandy Harun, Mantan Istri Tommy Soeharto? Kini Izinkan Ida Iasha Jadi Ibu Kedua Putrinya

    TRIBUNJATIM.COM – Kabar Tommy Soeharto memperistri Ida Iasha, viral di media sosial. 

    Hal ini pertama kali diungkap oleh Sandy Harun

    Bahkan Sandy Harun mengaku sudah menerima Ida Iasha sebagai ibu kedua bagi putrinya dengan Tommy Soeharto. 

    Untuk diketahui, Sandy Harun dan Tommy Soeharto memiliki seorang putri bernama Puteri Modiyanti.

    Siapa sosok Sandy Harun pun kini jadi sorotan.

    Pasalnya namanya tak perah disebut sebagai istri Tommy Soeharto.

    Lantas, seperti apa sosok Sandy Harun?

    Sandy Harun memiliki nama lengkap Regina Ursula Sandy.

    Ia lahir di Bandung, Jawa Barat pada 28 Februari 1965 dari pasangan Harun Al-Rasyid Wirasaputra dan Rosaline Harun.

    Sandy merupakan anak kedua dari enam bersaudara. Salah satu adiknya adalah artis Donna Harun.

    Sandy Harun memang dikenal sebagai model Tanah Air. Namun ia juga melebarkan sayapnya ke dunia akting.

    Realita, Cinta dan Rock’n Roll (2006) merupakan karya debutnya di industri perfilman.

    Sandy juga sempat membintangi film Susuk Pocong (2009) dan Toilet 105 (2010).

    Di tahun 2006, ia ternyata sempat bermain untuk 2 FTV yakni Super Model dan Laura, Simpan Kisahku.

    Terkait kehidupan pribadi, Sandy sempat menikah dengan  seniman sekaligus pengusaha, Setiawan Djodi.

    Namun, ia membuat pengakuan mengejutkan. Ia mengaku menikah siri dengan Tommy Soeharto.

    Sandy bahkan mempunyai anak perempuan dari Tommy yang kemudian diberi nama Puteri Modiyanti.

    Di sisi lain, pihak keluarga Cendana tidak pernah mengkonfirmasi hal tersebut.

    SOSOK SANDY HARUN – Potret Sandy Harun diambil dari Instagramnya pada Rabu (12/2/2025). Sandy Harun sempat menikah siri dengan Tommy Soeharto. (Instagram @sandyharunn)

    Sandy Harun kemudian bercerai dari Setiawan Djodi.

    Baru-baru ini Sandy menjadi buah bibir terkait postingannya di TikTok.

    Ia mengunggah momen perayaan ulang tahun Puteri yang digelar sederhana.

    Tommy Soeharto tampak hadir memberikan perhatiannya kepada Puteri.

    Pada momen itulah Ida Iasha terlihat mendampingi Tommy.

    Sandy bahkan mengonfirmasi bahwa keduanya telah menikah dan menjadi pasangan suami istri.

    Hal itu terungkap saat dirinya menjawab pertanyaan netizen.

    @archie_941 – slide ke-3 kyk Ida iasha, apa mirip aja yaa?

    “iya bener ,ibu kedua modi dan kebetulan sahabat aku.cantik ya,” balas Sandy.

    @archie_941 – ibu kedua modi, berarti skrg istrinya pak Tommy ya mbak, iya cantik sama kyk mbak Shandy..sehat2 yaa mbak dan keluarga

    “iya betul .sama2 ya,” balas Sandy.

    FAKTA SANDY HARUN – Potret Sandy Harun diambil dari Instagram dan TikToknya pada Rabu (12/2/2025). Sandy Harun benarkan kalau Ida Iasha istri Tommy Soeharto. (TikTok @reginaharun28 Instagram @sandyharunn)

    Deretan Film yang Dibintangi Ida Iasha

    Ida Iasha memiliki nama lengkap Ida Albertina van Suchtelen van de Haere.

    Ia lahir di Zwijndrecht, Belanda pada 14 Mei 1963.

    Ida merupakan anak ketiga dari lima bersaudara. Orang tuanya bernama Adrianus Jacobus Constan van Suchtelen van de Haere dan Thelma Gassner.

    Adrianus dikenal sebagai pemain terompet. Ia juga Kepala Riset Unilever Belanda.

    Saat berusia 17 tahun, Ida hijrah ke Indonesia dan tinggal di rumah nenek dari ibunya.

    Ia kemudian melanjutkan pendidikannya di SMA Tarakanita 1 Jakarta sembari mengambil kursus Bahasa Indonesia.

    Seiring berjalannya waktu, Ida mulai terjun sebagai model.

    Tak hanya model untuk peragaan busana tapi juga sampul majalah.

    Pada tahun 1986, Ida memulai debutnya di dunia akting. Dari situlah kariernya berkembang pesat. 

    Ida ternyata sempat menjadi model untuk produk sabun populer, Lux.

    Berikut deretan film yang pernah dibintangi Ida Iasha:

    Tahu Sama Tahu (1986)
    Takdir Marina (1986)
    Kodrat (1986)
    Di Balik Dinding Kelabu (1986)
    Dendam Membara (1987)
    Mekar Diguncang Prahara (1987)
    Kasmaran (1987)
    Pemburu Berdarah Dingin (1988)
    Seputih Kasih Semerah Luka (1988)
    Arini II, Biarkan Kereta Itu Lewat (1988)
    Bunga Desa (1988)
    Giliran Saya Mana (1989)
    Misteri dari Gunung Merapi: Penghuni Rumah Tua (1989)
    Kanan Kiri OK (1989)
    Jeram Cinta (1989)
    Kanan Kiri OK II (1989)
    Gampang-Gampang Susah (1990)
    Kanan Kiri OK III (1990)
    Misteri dari Gunung Merapi II: Titisan Roh Nyai Kembang (1990)
    Perempuan Kedua (1990)
    Nada & Dakwah (1991)
    Tabir Biru (1993)
    Kuntilanak 2 (2007)
    Kuntilanak 3 (2008)
    Sajadah Ka’bah (2013)

    Sinetron

    Kembang Setaman (1996-1998)
    Salah Asuhan (1993-1994)

    Berita tentang Tommy Soeharto lainnya

  • Di Hadapan Jokowi, Prabowo Ngaku Tak Suka Ada yang Menjelekkan Megawati

    Di Hadapan Jokowi, Prabowo Ngaku Tak Suka Ada yang Menjelekkan Megawati

    Bisnis.com, JAKARTA — Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto mengaku tak suka ada yang menjelek-jelekan Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri.

    Prabowo mengaku alasan dirinya tidak suka ada yang menjelekkan pimpinan PDIP itu lantaran Megawati telah banyak berjasa untuk Tanah Air.

    “Ibu Mega banyak keberhasilan dan jasa untuk republik ini, saya akui. Maaf kalau ada yang mau jelek-jelekan Bu Mega, saya tidak suka menjelek-jelekan, karena saya mengerti apa yang beliau buat juga untuk republik ini,” ujarnya di HUT ke-17 Gerindra di Bogor, Sabtu (15/2/2025).

    Dia menegaskan bahwa para presiden pendahulunya merupakan sosok yang berperan penting bagi bangsa Indonesia. Pasalnya, kondisi Indonesia saat ini merupakan hasil dari perjuangan presiden sebelumnya.

    Misalnya, Presiden ke-1 RI Soekarno diibaratkan yang meletakkan pondasinya, kemudian dibangun Presiden ke-2 Soeharto, Presiden ke-3 BJ Habibie dan Presiden ke-4 Gus Dur.

    “Apa yang saya lakukan sekarang, saya katakan ini karena letak pondasi dasar dibuat oleh presiden-presiden terdahulu. Semuanya punya bagian,” tambahnya.

    Tak lupa, Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang dinilai berhasil mengatasi berbagai tantangan mulai dari bencana hingga krisis keuangan.

    “Pak Jokowi saya katakan beliau sangat berjasa, sehingga kita bisa insyaallah kita akan bangkit, kita akan hilirisasi, kita akan tingkatkan penghasilan untuk rakyat Indonesia,” pungkasnya.

  • Prabowo Ajak Masyarakat Cari Kebaikan, Bukan Kejelekan Jokowi

    Prabowo Ajak Masyarakat Cari Kebaikan, Bukan Kejelekan Jokowi

    GELORA.CO – Ketua Umum DPP Partai Gerindra sekaligus Presiden Ke-8 RI Prabowo Subianto mengucapkan terima kasih kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dalam pidatonya dalam HUT ke-17 Partai Gerindra di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (15/2/2025). Dalam pidato tersebut, Prabowo menekankan pentingnya menghormati para pemimpin sebelumnya dengan lebih melihat kebaikan yang diwariskan.

    “Terima kasih Pak Jokowi, terima kasih. Kita harus menghormati, cari kebaikan, bukan kejelekan. Semua pendahulu kita, semua wapres kita, semuanya punya jasa dan kebaikan,” ujarnya.

    Prabowo menyebut, setiap pemimpin memiliki kekurangan dan kesalahan, namun mereka tetap berusaha memberikan yang terbaik untuk Indonesia. Dia menegaskan, dari kekurangan itulah bangsa harus belajar agar terus meningkat.

    Dalam refleksi 100 hari kepemimpinannya, Prabowo mengungkapkan, sudah banyak hal yang dilakukan, tetapi ia menegaskan bahwa perjalanan masih panjang. “Dalam 100 hari, alhamdulillah kita telah berbuat banyak, tapi ini belum apa-apa. Rakyat mengharapkan lebih dari kita dan kita jangan besar kepala,” ucap Prabowo.

    Menurut Prabowo, proses transisi kekuasaan dari Presiden Jokowi kepada dirinya merupakan salah satu yang paling mulus dalam sejarah, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di dunia. Dia membandingkan kondisi di Indonesia dengan negara-negara lain, termasuk Sudan yang mengalami gejolak dalam pergantian kepemimpinan.

    “Kita lihat setiap malam, tiap hari, jutaan rakyat tidak punya rumah, jenderal satu lawan jenderal lainnya, panglima angkatan darat mau diturunkan oleh wakilnya. Loh, sudah sama-sama jenderal kok? Kita bersyukur pemimpin kita tidak mendidik kita seperti itu,” ucap Prabowo.

    Prabowo juga mengapresiasi peran Jokowi dalam membantu transisi pemerintahan. Tidak lupa, ia mengapresiasi semua presiden RI, mulai Sukarno, Soeharto, BJ Habibie, Gus Dur, Megawati Soekarnopurti, dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).