Tag: Soeharto

  • Hari Kedua Puasa, Prabowo Unggah Momen Buka Bersama Titiek dan Didit

    Hari Kedua Puasa, Prabowo Unggah Momen Buka Bersama Titiek dan Didit

    Jakarta

    Hari kedua puasa digunakan Presiden Prabowo Subianto untuk berkumpul dengan keluarga. Prabowo pun membagikan momen berbuka bersama Titiek Soeharto dan putranya, Didit Hediprasetyo.

    Dilihat detikcom, Minggu (2/3/2025), momen itu diunggah Prabowo di akun Instagram resminya. Ia mengunggah dua foto bersama Titiek dan Didit.

    Prabowo mengenakan kemeja biru seperti Didit. Sementara Titiek tampil dengan blouse kelir kuning dengan syal terkalung di lehernya.

    Tampak ketiganya menikmati buka puasa bersama di sebuah ruangan. Di hadapan mereka, tersaji berbagai makanan dan minuman di meja.

    Prabowo duduk di satu sisi, sementara Titiek dan Didit berada di sisi hadapannya. Tampak mereka menikmati sajian seraya bercengkerama.

    “Selamat Berbuka Puasa,” tulis Prabowo dalam unggahan tersebut.

    (fca/imk)

    Hoegeng Awards 2025

    Usulkan Polisi Teladan di sekitarmu

  • Sritex Perusahaan Tekstil yang Berdiri Era Soekarno, Tumbang saat Pemerintahan Prabowo – Halaman all

    Sritex Perusahaan Tekstil yang Berdiri Era Soekarno, Tumbang saat Pemerintahan Prabowo – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) resmi menutup seluruh produksinya pada 1 Maret 2025, seiring menumpuknya utang yang dimiliki perseroan dan tak mampu membayarnya.

    Diketahui, Sritex yang merupakan perusahaan tekstil berpusat di Sukoharjo, Jawa Tengah, didirikan pada 1966 oleh HM Lukminto dengan nama awal UD Sri Redjeki.

    Era tersebut, pemerintahan Indonesia masih dipimpin Presiden Soekarno.

    Perusahaan ini berawal dari usaha perdagangan kain di Pasar Klewer, Solo.

    Pada tahun 1978, Sritex resmi berbentuk perseroan terbatas (PT) dan mulai berkembang pesat di industri tekstil Indonesia.

    Pada tahun 1992, PT Sritex mengintegrasikan empat lini produksinya, pemintalan, penenunan, sentuhan akhir, dan garmen ke dalam satu lokasi pabrik yang diresmikan oleh Presiden Soeharto.

    Keberhasilan perusahaan semakin terlihat pada tahun 1994 ketika PT Sritex mendapat kepercayaan dari NATO dan Angkatan Bersenjata Jerman untuk memproduksi seragam militer.

    Selain itu, perusahaan ini juga melayani pesanan dari berbagai negara seperti Inggris, Papua Nugini, serta merek-merek fashion terkenal seperti Guess dan H&M.

    Meski menghadapi krisis moneter 1998 yang mengguncang Indonesia, PT Sritex mampu bertahan dan bahkan mengalami pertumbuhan yang luar biasa, hingga delapan kali lipat pada awal 2000-an.

    Pada tahun 2013, PT Sritex resmi melantai di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham SRIL, menjadi salah satu pemain utama di pasar saham Indonesia.

    Seiring dengan keberhasilannya di industri tekstil, PT Sritex juga melakukan ekspansi ke sektor lainnya.

    SRITEX TUTUP – Tangis haru dan kesedihan karyawan Sritex tidak bisa terbendung saat Komisaris Utama sekaligus Presiden Direktur Sritex, HM Lukminto, Jumat (28/2/2025) turun langsung menemui para karyawan yang selama ini menjadi bagian dari keluarga besar perusahaan (HO/dok Sritex)

    Pada 2000-an, perusahaan ini memasuki bisnis serat rayon melalui PT Rayon Utama Makmur (RUM) di Sukoharjo, yang memiliki kapasitas produksi hingga 90 ribu ton per tahun. 

    Namun, perusahaan sempat menghadapi masalah lingkungan akibat limbah cair pabrik yang mengganggu warga sekitar.

    Selain itu, PT Sritex juga melakukan diversifikasi ke industri tambang dengan mendirikan Ultra Tech Mining Indonesia, yang mengelola pabrik batu gamping di Wonogiri, Jawa Tengah.

    Setelah hampir enam dekade beroperasi, perusahaan yang pernah menjadi kebanggaan industri tekstil Indonesia ini menghadapi tantangan besar.

    Kejatuhan PT Sritex menjadi pukulan berat, tidak hanya bagi ribuan pekerjanya, tetapi juga bagi dunia bisnis dan manufaktur Indonesia secara keseluruhan.

    Tutup Permanen

    Sritex menutup seluruh pabriknya secara permanen per Sabtu (1/3/2025) dan PHK seluruh karyawan.

    Atas penutupan operasional Sritex, lesedihan mendalam dirasakan Direktur Utama PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRITEX), Iwan Kurniawan Lukminto (Wawan). 

    “Kondisi terkini sekarang menjadi hari terakhir kita berada di sini (Sritex). Kami sangat berduka sekali karena ini adalah momentum yang historical. Dimana 58 tahun kita bisa berkarya dan sangat sedih sekali berpisah semuanya,” terang Wawan, Jumat (28/2/2025).

    Selain itu, ia juga menyebut akan istirahat terlebih dahulu setelah PT Sritex resmi ditutup.

    “Kami akan istirahat dulu. Saya terutama akan istirahat dulu, kita nanti akan lihat nanti seperti apa,”paparnya.

    Saat disinggung soal Peninjauan Kembali (PK) yang sempat diajukan beberapa waktu lalu, setelah Mahkamah Agung menolak kasasi. 

    Wawan mengaku belum mengirim surat PK tersebut.

    “Kemarin yang diajukan PK, kita belum masukan PK kok. Jadi masih kita gantung dulu dan kita lihat situasinya,” tandasnya

    Utang Sritex

    Sritex pailit karena harus menanggung utang pokok plus bunga yang besar, sementara pendapatannya seret. 

    Jika dirinci, utang jumbo yang ditanggung Sritex ini meliputi utang jangka pendek sebesar 131,41 juta dollar AS, dan utang jangka panjang 1,46 miliar dollar AS.

    Untuk utang jangka panjang, porsi terbesar adalah utang bank yang mencapai 809,99 juta dollar AS, lalu disusul utang obligasi sebesar 375 juta dollar AS.

    Kondisi keuangan Sritex semakin terpuruk, lantaran utang yang menumpuk ditambah dengan penjualan perusahaan yang lesu, mengutip Kompas.com. 

    Masih merujuk pada laporan keuangan terbarunya, perusahaan hanya bisa mencatatkan penjualan sebesar 131,729 juta dollar AS pada semester I 2024, turun dibandingkan periode yang sama pada 2023 yakni 166,9 juta dollar AS.

    Di sisi lain, beban penjualannya lebih besar yakni 150,24 juta dollar AS.

    Artinya, uang yang masuk dari penjualan tekstil tak mampu menutupi ongkos produksinya.

    Kerugian Sritex juga tercatat hingga triliunan.

    Pada 2023, Sritex juga menderita kerugian sangat besar yaitu 174,84 juta dollar AS atau sekitar Rp 2,73 triliun.

    Lantas sepanjang semester pertama 2024, Sritex praktis mencatat rugi sebesar 25,73 juta dollar AS atau setara dengan Rp 402,66 miliar. 

  • Menteri Agama Perjuangkan Soeharto Raih Gelar Pahlawan Nasional dalam Memori Hari Ini, 1 Maret 2009

    Menteri Agama Perjuangkan Soeharto Raih Gelar Pahlawan Nasional dalam Memori Hari Ini, 1 Maret 2009

    JAKARTA – Memori hari ini,  16 tahun yang lalu, 1 Maret 2009, Menteri Agama (Menag), Muhammad Maftuh Basyuni mengungkap akan perjuangkan Soeharto raih gelar pahlawan nasional. Mantan Presiden Indonesia itu dianggapnya punya sumbangsih besar bagi bangsa dan negara.

    Sebelumnya, Soeharto dikenal ikut dalam perang revolusi melawan Belanda. Ia juga dikenal sebagai orang penting dalam penumpasan simpatisan Partai Komunis Indonesia (PKI). Peran itu membuat nama Soeharto mencuat dan jadi Presiden Indonesia.

    Soeharto bukan orang baru dalam Sejarah perjalanan bangsa Indonesia. Ia sudah eksis sedari perang revolusi. Suatu perang yang terjadi karena Belanda ingin menguasai Indonesia kali kedua. Soeharto ambil bagian sebagai pejuang kemerdekaan yang memilih angkat senjata.

    Eksistensinya dalam Perang Revolusi juga muncul dalam Serangan Umum 1 Maret 1949. Semangat Soeharto berbakti pada bangsa dan negara tak lantas berhenti kala Belanda benar-benar mengakui kedaulatan Indonesia.

    Ia terus aktif berbakti sebagai prajurit TNI. Perannya yang paling vital terjadi saat muncul pemberontakan Gerakan 30 September 1965. Sederet Jenderal TNI Angkatan Darat diculik dan dibunuh kaum pemberontak.

    Muhammad Maftuh Basyuni yang pernah menjabat sebagai Menteri Agama (Menag) era 2004-2009. (ANTARA)

    Kondisi itu membuat kekosongan kekuasaan Angkatan Darat. Namun, Soeharto yang kala itu Panglima Komando Strategis Angkatan Darat atau Pangkostrad mengambil alih kepemimpinan. Ia dengan terukur mencoba memukul mundur pemberontak dan berhasil.

    Kondisi itu membuat Soeharto menganggap PKI sebagai dalang. Ia mulai mengejar semua orang yang terhubung dengan PKI. Kemudian, PKI sendiri segera dibubarkan. Kondisi itu membuat Soeharto muncul bak tokoh besar.

    Segenap mahasiswa mulai mendukungnya jadi orang nomor satu Indonesia. Keinginan itu kesampaian. Soeharto jadi Presiden Indonesia kedua. Prestasinya bejibun. Utamanya dalam bidang Pembangunan ekonomi.

    Masalahnya kepemimpinan Soeharto represif. Ia juga menggunakan militer sebagai penjaga kekuasaan dan kepentingan kelompoknya. Soeharto dan Orde Baru (Orba) akhirnya lengser karena gejolak politik 1998.

    “Soeharto punya julukan lain yaitu Penyelamat Pancasila, Memegang Teguh Konstitusi, Memiliki Indra Keenam, Menyatu dengan Aspirasi Bangsa, Negarawan Puncak Bangsa, bahkan Pemimpin Paripurna. Para pembantunya berujar, meski sang jenderal tidak mengenyam pendidikan tinggi, nyatanya bisa membawa negeri ini ke arah yang lebih baik dan lebih maju,” ungkap Femi Adi Soempeno dalam buku Mereka Mengkhianati Saya (2008).

    Soeharto memang telah tiada sedari 2008. Namun, gema kekuasaannya masih dikenang. Kenangan itu terbagi dua. Pertama, kenangan positif terkait jejak kehebatan Soeharto sebagai prajurit TNI dan Presiden. Kedua, kenangan negatif yang terjadi sepanjang kekuasaannya yang represif.

    Menag, Muhammad Maftuh Basyuni pun tak meragukan jasa Soeharto. Ia pun berjanji akan memperjuangkan Soeharto untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional pada 1 Maret 2009, atau tepat pada tanggal Soeharto diyakini memimpin Serangan Umum 1 Maret 1949.

    Basyuni menganggap perjuangan menjadikan Soeharto sebagai pahlawan cukup penting. Soeharto sudah tak diragukan terkait kontribusinya pada bangsa dan negara. Soeharto tak ada kurangnya sebagai prajurit. Tindak-tanduknya sebagai prajurit lurus membela bangsa dan negara.

    Soeharto pun semasa jadi presiden banyak peduli pada kepentingan umat Islam. Sekalipun pandangan itu banyak pula yang tak setuju. Namun, Basyuni tetap memperjuangkan supaya Soeharto berada dalam barisan pahlawan nasional.

    “Untuk itu saya nanti dengan Pak Haryono Suyono yang juga masuk dalam tim (tim pemberian gelar kehormatan) akan memperjuangkan untuk itu. Untuk kepentingan itulah bangsa Indonesia juga telah mengalami perjalanan sejarah yang tak terlupakan.”

    “Dalam kondisi pemerintahan yang terpuruk, Letkol Soeharto merancang dan melancarkan serangan umum ke sejumlah markas dan pos pertahanan tentara Belanda di dalam kota Yogya, tanggal 1 Maret 1949. Dihantam dalam serangan dadakan, pasukan Belanda pimpinan Kolonel Van Langen, kocar-kacir. Mereka hanya bisa bertahan, meminta bala bantuan ke Magelang dan Semarang,” ungkap Basyuni sebagaimana dikutip laman Kemenag, 1 Maret 2009.

  • Cerita Perjalanan Sritex dari Masa Kejayaan Sampai Mengalami Kebangkrutan!

    Cerita Perjalanan Sritex dari Masa Kejayaan Sampai Mengalami Kebangkrutan!

    JABAR EKSPRES – PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) atau Sritex adalah perusahaan tekstil terbesar di Indonesia. Dalam sepak terjangnya, industri ini telah mengalami masa kejayaan dalam dunia tekstil tanah air.

    Sritex pernah mengalami kemajuan ketika era Presiden ke-2 Soeharto. kedekatan pendiri Sritex yakni Haji Muhammad Lukminto (H.M. Lukminto) alias Le Djie Shin menjadikan perusahaan yang ada di Sukoharjo itu jadi pionir industri tekstil.

    BACA JUGA: 26 Mantri Bank BRI Tuntut Keadilan kena PHK, Begini Respon Manajemen!

    Usaha Sritex kala itu semakin berkembang ketika di bawah perlindungan keluarga Cendana. Industri tekstil ini sering mendapat order dari pemerintah melalui pengadaan seragam TNI dan Polri.

    Akan tetapi dalam perjalanan pergantian rezim, Sritex mulai goyah dengan terpaan berbagai kondisi yang tidak menguntungkan.

    BACA JUGA: Gelombang PHK 42.863 Orang, Klaim BPJS Ketenagakerjaan Melonjak Tajam

    Sritex mulai menunjukan penurunan produksi ketika terpaan wabah Covid-19 sampai akhirnya perusahaan ini terlilit utang dengan nilai fantastis.

    Sritex juga tidak mampu untuk mengembangkan produk hingga kalah dalam persaingan produk tekstil impor dari China yang membanjiri Indonesia.

    BACA JUGA: Bahlil Ungkap Penyebab Gelombang PHK Masal pada Industri

    Kondisi ini diperparah dengan penurunan nilai ekspor akibat kondisi global yang masih tidak menentu akibat stabilitas keamana dunia yang masih belum kondusif.

    Upaya yang diambil Sritex untuk menyehatkan perusahaan tergolong sangat berani dengan melakukan pinjaman pada sindikasi perbankan swasta nasional dan luar negeri.

    Meski begitu, Sritex tetap tidak bisa bangkit, hingga akhir tahun 2023, kewajiban jangka pendek Sritex tercatat US$ 113,02 juta atau sekitar Rp 1,8 triliun.

    BACA JUGA: 15 Ribu Pekerja Pabrik Tekstil Kena PHK, Salah Satunya di Kota Bandung!

    Utang yang dimiliki ini diketahui US$ 11 juta di antaranya didapatkan dari pinjaman jangka pendek ke Bank Central Asia (BBCA).

    Selain itu, sebesar US$ 1,49 miliar merupakan kewajiban jangka panjang dengan rsincian US$ 858,05 mayoritas merupakan utang eks sindikasi bank di antaranya Citigroup, DBS, HSBC dan Shanghai Bank senilai US$ 330 juta.

    BACA JUGA: Gelombang PHK Hantam Perusahaan Starup Indonesia

  • Hari Penegakan Kedaulatan Negara, Ini Sejarah Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta

    Hari Penegakan Kedaulatan Negara, Ini Sejarah Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta

    Liputan6.com, Yogyakarta – Setiap 1 Maret diperingati sebagai Hari Penegakan Kedaulatan Negara. Peringatan ini dilatarbelakangi oleh peristiwa Serangan Umum 1 Maret yang terjadi di Yogyakarta pada 1949.

    Mengutip dari kemdikbud.go.id, peristiwa ini terjadi sebagai wujud respons atas Agresi Militer Belanda ke-II. Saat itu, Yogyakarta yang merupakan ibu kota Indonesia menjadi sasaran utama.

    Suasana negara yang saat itu sangat tidak kondusif diperparah dengan adanya propaganda Belanda di dunia luar. Belanda menyebarkan informasi bahwa tentara Indonesia sudah tidak ada.

    Demi menjaga kedaulatan negara, Sri Sultan Hamengku Buwono IX sebagai Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat kemudian mengirimkan surat kepada Letnan Jenderal Soedirman. Surat tersebut dimaksudkan sebagai izin untuk meluncurkan serangan. Jenderal Sudirman pun menyetujui hal tersebut dan meminta Sri Sultan HB IX untuk berkoordinasi dengan Letkol Soeharto yang saat itu menjabat sebagai Komandan Brigade 10/Wehrkreise III.

    Pada 1 Maret 1949 sekitar pukul 06.00, serangan besar-besaran dilakukan serentak di seluruh wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Serangan tersebut diluncurkan sesaat setelah sirene dibunyikan.

    Dalam penyerangan tersebut, Letkol Soeharto memimpin pasukan dari sektor barat hingga ke batas Malioboro. Sementara itu, Ventje Sumual memimpin sektor timur, Mayor Sardjono memimpin sektor selatan dan timur, sedangkan Mayor Kusno memimpin sektor utara.

    Khusus sektor kota dipimpin oleh Letnan Amir Murtono dan Letnan Masduki. Dalam serangan ini, TNI berhasil menduduki Yogyakarta selama enam jam.

    Tepat pukul 12.00, seluruh pasukan TNI mundur. Hal ini sesuai dengan yang telah ditentukan.

    Melalui serangan ini, bangsa Indonesia membuktikan bahwa eksistensi tentara Indonesia masih ada. Hal itu pun memberikan dampak sangat besar bagi pihak Indonesia yang sedang mengikuti sidang di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Serangan ini sekaligus memperkuat posisi tawar Indonesia dalam perundingan di Dewan Keamanan PBB.

    Untuk mengenang peristiwa ini, dibangunlah Monumen Serangan Umum 1 Maret di sekitar area Museum Benteng Vredeburg. Bukan itu saja, Serangan Umum 1 Maret 1949 juga divisialisasikan melalui minirama di diorama III Museum Vredeburg Yogyakarta. Pengunjung dapat melihat detail terkait gambaran peristiwa tersebut.

    Sementara itu, Hari Penegakan Kedaulatan Negara ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 2 Tahun 2022 tentang Hari Penegakan Kedaulatan Negara. Tujuan peringatan ini untuk menanamkan nilai-nilai sejarah, termasuk sejarah penting peristiwa Serangan Umum 1 Maret di Yogyakarta.

    Penulis: Resla

  • Mantan PM Malaysia Mahathir kagumi keberhasilan Indonesia dalam ketahanan pangan

    Mantan PM Malaysia Mahathir kagumi keberhasilan Indonesia dalam ketahanan pangan

    Foto: Agung Santoso/Radio Elshinta

    Mantan PM Malaysia Mahathir kagumi keberhasilan Indonesia dalam ketahanan pangan
    Dalam Negeri   
    Editor: Sigit Kurniawan   
    Kamis, 27 Februari 2025 – 23:49 WIB

    Elshinta.com – Mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, mengungkapkan kekagumannya terhadap Indonesia yang berhasil mencukupi kebutuhan pangan bagi penduduknya yang mencapai hampir 300 juta orang. 

    Hal ini disampaikannya usai bertemu dengan mantan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi), di kediaman Jokowi di kawasan Sumber, Banjarsari, Kota Solo, Rabu (26/2).  

    “Saya kagum walaupun jumlah penduduk di Indonesia begitu ramai, tapi soal makanan masih cukup. Ini satu kejayaan yang boleh dibanggakan,” ujar Mahathir, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Agung Santoso.

    Mahathir menegaskan bahwa pertemuan tersebut tidak membahas politik. “Tidak ada. Tidak ada bincang politik,” tegasnya saat menjawab pertanyaan wartawan. Namun, ia menyoroti pentingnya meningkatkan kerja sama dagang antara Malaysia dan Indonesia. 

    Menurutnya, produk-produk Indonesia seharusnya lebih banyak diimpor ke Malaysia, mengingat selama ini Malaysia lebih sering mengimpor dari negara lain.  

    “Dagangan Malaysia dengan Indonesia tidak secemerlang seperti dengan negara-negara lain,” ucap Mahathir. 

    Ia menambahkan, kerja sama yang lebih baik akan memudahkan kedua negara dalam menentukan produk yang perlu diimpor maupun diekspor.  

    Pertemuan ini merupakan kali pertama Mahathir bertemu dengan Jokowi di Solo, meski sebelumnya ia sudah dua kali mengunjungi kota tersebut. 
    Kunjungan pertamanya ke Solo adalah untuk melawat Presiden kedua RI, Soeharto, saat wafat. “Dan saya datang lagi kali ini untuk berziarah ke makamnya,” ungkap Mahathir.  

    Dalam kunjungannya kali ini, Mahathir didampingi putrinya, Marini. Kedatangan mereka disambut oleh Iriana Jokowi, yang turut menyiapkan jamuan makan siang dan hiburan musik keroncong selama pertemuan berlangsung.  

    Sementara itu, Jokowi menegaskan bahwa pertemuan ini murni bersifat silaturahmi. “Saya kira hubungan seperti itu, hubungan pribadi seperti itu, yang terus ingin kita bangun untuk kepentingan yang lebih baik,” kata Jokowi usai pertemuan.  

    Ia juga mengungkapkan bahwa Mahathir memberikan apresiasi kepada Indonesia atas keberhasilan dalam ketahanan pangan. 

    Namun, Jokowi menekankan bahwa potensi kerja sama antara Malaysia dan Indonesia merupakan urusan pemerintah yang sedang menjabat.  

    “Ini mantan dengan mantan, jangan dihubungkan dengan pemerintah. Sekali lagi, saya sudah tidak di pemerintahan,” tegas Jokowi.  

    Setelah pertemuan, Jokowi dan Mahathir berkeliling Kota Solo sebelum akhirnya menuju Bandara Adi Soemarmo.

    Sumber : Radio Elshinta

  • Di Depan DPR, Menteri KP Beberkan Perkembangan Terbaru Kasus Pagar Laut Bekasi

    Di Depan DPR, Menteri KP Beberkan Perkembangan Terbaru Kasus Pagar Laut Bekasi

    Jakarta

    Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Sakti Wahyu Trenggono melaksanakan Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi IV DPR RI. Rapat ini membahas sejumlah agenda, termasuk di antaranya perkembangan dari kasus pagar laut.

    Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto mengatakan, pada Raker 23 Januari pihaknya telah meminta KKP untuk segera menuntaskan proses investigasi dan pemeriksaan terhadap pembangunan pagar laut yang telah disegel.

    “Oleh karena itu, melalui rapat kerja hari ini, Komisi IV ingin meminta penjelasan secara menyeluruh terhadap hasil investigasi tersebut dan sudah sejauh mana hasil pemeriksaannya,” kata Titiek, dalam sesi pembukaan rapat, Kamis (27/2/2025).

    Menjawab hal tersebut, Trenggono mengatakan, pihaknya saat ini telah menghentikan aktivitas pemagaran laut di Bekasi. Proses pemeriksaan juga masih terus berlangsung kepada PT TRPN, selaku pemilik pagar laut sepanjang 3 km itu, beserta kawasan reklamasinya.

    “Selanjutnya PT TRPN telah melakukan pembongkaran mandiri pagar laut dan menyatakan bertanggung jawab dan bersedia membayar denda administratif sesuai peraturan yang berlaku,” kata Trenggono.

    Trenggono menjelaskan, tindak lanjut terhadap kasus pagar laut telah dilakukan sesuai kewenangan berdasarkan PermenKP Nomor 30 Tahun 2021 tentang pengawasan ruang laut dan PermenKP Nomor 31 Tahun 2021 tentang penanganan sanksi administratif di bidang kelautan dan perikanan yang dimiliki oleh KKP sebagai berikut.

    Selain pagar laut Bekasi, langkah serupa juga telah dilakukan terhadap kasus pagar laut Tangerang. Berdasarkan hasil pemeriksaan dan bukti-bukti yang ada, maka telah ditetapkan dua orang sebagai pelaku yang bertanggung jawab atas pembangunan pagar laut.

    “Yaitu Saudara A selaku Kepala Desa dan Saudara T selaku Perangkat Desa. Pelaku telah mengakui dan bertanggung jawab terhadap pemasangan pagar laut serta bersedia membayar denda administratif sesuai peraturan yang berlaku,” ujarnya.

    Menurutnya, proses penetapan pelaku ini memakan proses yang sangat panjang. Hal ini berbeda dengan proses identifikasi di kasus pagar laut Bekasi yang jelas berada di bawah naungan perusahaan.

    “Pada akhirnya melalui kegiatan penyelidikan yang dilakukan oleh KKP, dalam hal ini Direktur Jenderal PSDKP, maka ditemukan dua pelaku yang jelas dan telah terbukti secara nyata melakukan pemagaran dan yang bersangkutan telah dilakukan juga penetapan sanksi administratif,” kata Trenggono.

    Trenggono menjelaskan, proses pemeriksaan dan penyidikan, serta langkah tindak pidananya dilakukan dengan melibatkan Bareskrim Polri. Sedangkan dari sisi KKP sendiri berkewenangan dalam hal sanksi administratif

    “Saat ini sudah dikenakan denda sebesar Rp 48 miliar sesuai dengan luasan dan ukuran. Lalu kemudian juga ada report surat pernyataan, bisa ditampilkan surat pernyataan dari saudara A dan T untuk mengakui dan siap membayar denda. Kalau yang di Bekasi sudah lebih mudah karena memang dilakukan ada atas nama perusahaannya,” ujar dia.

    (shc/kil)

  • Dekat Keluarga Cendana hingga Jokowi

    Dekat Keluarga Cendana hingga Jokowi

    GELORA.CO -Nama pengusaha minyak, Mohammad Riza Chalid trending di media sosial X buntut kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) periode 2018-2023 yang merugikan negara hingga Rp193,7 triliun.

    Warganet pun mengulik Riza Chalid berikut sepak terjangnya di pentas perminyakan Tanah Air.

    Nama Riza Chalid diketahui pernah muncul pada 2015-2016 dalam kasus ‘Papa Minta Saham’ yang melibatkan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) saat itu, Setya Novanto. 

    Kasus tersebut terkait dengan dugaan bagi-bagi saham dalam perpanjangan perizinan perusahaan pertambangan emas terbesar di dunia, yang beroperasi di Papua, PT Freeport Indonesia. 

    Pegiat media sosial Jhon Sitorus mengungkap bahwa Riza Chalid merupakan pengusaha yang kerap selalu dekat dengan lingkaran kekuasaan.

    “Pernah dekat dengan anak Soeharto (Bambang Trihatmojo) dan puluhan tahun mengendalikan Petral,” tulis Jhon Sitorus melalui akun X yang dilihat Kamis 27 Februari 2025.

    Saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berkuasa selama 10 tahun, nama Riza Chalid hanya boleh disebut sebagai “Tuan R”.

    “Disebut memiliki sejumlah perusahaan : Supreme Energy, Global Energy Resources, Paramount Petroleum, Straits Oil dan Cosmic Petroleum dll,” sambungnya.

    Riza Chalid, menurut Jhon, dikabarkan turut menghadiri pernikahan putra Presiden ke-7 Joko Widodo di Solo.

    Diketahui, Kejaksaan Agung (Kejagung) mengumumkan tujuh tersangka dalam penyidikan korupsi ekspor-impor minyak mentah.

    Satu dari tujuh para tersangka tersebut adalah Muhammad Kerry Andrianto Riza (MKAR) yang merupakan putra Riza Chalid.

    Kejagung juga telah menggeledah rumah Riza Chalid  di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Selasa, 25 Februari 2025.

    Dari penggeledahan, penyidik menyita ada 34 ordner yang berisi dokumen-dokumen dan itu sekarang sedang diteliti, karena di dalam ordner kemudian ada 89 bundel dokumen. Kemudian ada uang tunai sebanyak Rp833 juta dan 1.500 dolar AS. Kemudian ada 2 CPU.

  • Bantul kobarkan semangat perjuangan peringati Serangan Umum 1 Maret

    Bantul kobarkan semangat perjuangan peringati Serangan Umum 1 Maret

    Peran Jenderal Besar H.M. Soeharto dalam Serangan Umum 1 Maret 1949 sangatlah besar. 

    Bantul (ANTARA) – Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menggelar serangkaian kegiatan dalam rangka Peringatan Serangan Umum 1 Maret 1949 guna mengajak semua elemen masyarakat daerah ini untuk mengobarkan semangat perjuangan dalam melanjutkan pembangunan.

    “Semangat perjuangan yang diwariskan Jenderal Besar H.M. Soeharto harus kita lanjutkan dengan terus mengobarkan api semangat perjuangan untuk membangun serta memajukan daerah, bangsa, dan negara,” kata Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanta saat membuka rangkaian kegiatan Peringatan Serangan Umum 1 Maret di Bantul, Kamis.

    Kegiatan dalam rangkaian Peringatan Serangan Umum 1 Maret adalah bazar dan kesenian jatilan di Sanggar Tari Tirto Arum Sari Sedayu. Sebelumnya, dilakukan kegiatan ramah-tamah di Museum Memorial Jenderal Besar H.M. Soeharto, Bantul.

    Serangan Umum 1 Maret 1949 adalah salah satu peristiwa penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Melalui peristiwa ini, bangsa Indonesia berhasil menunjukkan kepada dunia bahwa Republik Indonesia masih ada dan tetap berdaulat.

    Menurut dia, peran Jenderal Besar H.M. Soeharto dalam Serangan Umum 1 Maret 1949 sangatlah besar karena menunjukkan kepemimpinan luar biasa dalam merencanakan dan menjalankan strategi militer yang mengguncang pemerintahan kolonial Belanda.

    “Keberhasilan ini menjadi bagian dari perjuangan panjang bangsa kita dalam mempertahankan kemerdekaan,” katanya.

    Sementara itu, Lurah Argomulyo Sedayu Bambang Sarwono berharap bazar dan kesenian jatilan ini bisa menjadi sarana hiburan bagi masyarakat serta dapat menjadi sarana promosi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

    Dengan adanya kesenian jatilan, kata Bambang, akan mendatangkan antusiasme masyarakat untuk melihat sehingga berdampak pada penjualan produk UMKM.

    “Didukung dengan kesenian jatilan yang mendatangkan banyak orang untuk menyaksikan sehingga produk UMKM makin laris,” ujarnya.

    Kesenian jatilan ini diharapkan pula menjadi sarana hiburan bagi masyarakat Argomulyo dan sekitarnya.

    Pewarta: Hery Sidik
    Editor: D.Dj. Kliwantoro
    Copyright © ANTARA 2025

  • Siswa SMAN 1 Sigaluh Banjarnegara Demo, Ada Apa?
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        26 Februari 2025

    Siswa SMAN 1 Sigaluh Banjarnegara Demo, Ada Apa? Regional 26 Februari 2025

    Siswa SMAN 1 Sigaluh Banjarnegara Demo, Ada Apa?
    Tim Redaksi
    BANJARNEGARA, KOMPAS.com
    – Puluhan siswa SMA Negeri 1 Sigaluh, Kabupaten
    Banjarnegara
    , Jawa Tengah, menggelar demonstrasi, Rabu (26/2/2025).
    Mereka berkumpul di lapangan upacara sekolah dengan membawa sejumlah poster berisi kecaman dan tuntutan. Sedangkan siswa lainnya melakukan orasi.
    Usut punya usut, para siswa bukan sedang demonstrasi terkait isu yang sedang ramai diperbincangkan masyarakat, seperti gagalnya ikut SBP, Indonesia Gelap maupun soal band Sukatani.
    Para siswa kelas XII ini ternyata sedang mengikuti pembelajaran mata pelajaran sejarah dengan melakukan simulasi demonstrasi.
    Adapun isu yang diangkat terkait peristiwa Reformasi 1998.
    Guru mata pelajaran sejarah SMAN 1 Sigaluh Heni Purwono mengatakan, simulasi ini selalu dilakukan sebagai salah satu metode dalam pembelajaran.
    “Selain belajar tentang masa Reformasi 1998, ini juga untuk menyadarkan kepada siswa bahwa kekuatan massa bisa menentukan sejarah,” kata Heni kepada wartawan, Rabu.


    Tak hanya menumbangkan Soeharto, dia mencontohkan, kekuatan massa juga berhasil menurunkan Presiden Soekarno dan juga Presiden Filipina Ferdinand Marcos.
    “Saya sampaikan juga kepada mereka bahwa menyampaikan aspirasi dan pendapat di muka umum adalah hak warga negara yang dijamin oleh Undang-Undang,” ujar Heni yang juga menjadi Ketua Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI) Jateng ini.
    Lebih lanjut Heni mengatakan, dalam simulasi ini para siswa juga diajari tata cara demonstrasi.
     
    Para siswa diminta membuat surat pemberitahuan ke polisi, siaran pers, teks orasi hingga struktur organisasi demonstrasi.
    “Mereka kan tidak semua (melanjutkan) kuliah, yang kuliah juga belum tentu nanti demo. Tujuannya agar mereka tahu, demonstrasi itu ada aturannya,” kata dia.
    “Saya tidak pernah menyarankan cara demonstrasi anarkis. Mereka harus tahu konten apa yang didemokan dan bagaimana cara menyampaikan aspirasi tanpa melanggar hukum,” imbuhnya.
    Heni menambahkan, kegiatan belajar seperti ini merupakan bagian penerapan pembelajaran mendalam.
    Siswa tidak hanya diajak untuk tahu sesuatu, namun sampai pada level mencoba.
    Bahkan sampai pada level berkreasi dengan memodifikasi cara demo kekinian menggunakan bahasa Gen Z.
    Sementara itu, aalah satu siswa SMAN 1 Sigaluh Mulaya Zaki mengaku senang memiliki pengalaman melakukan orasi.
    “Ternyata tidak mudah berorasi. Saya masih baca teks, dan juga tidak mudah mengajak teman-teman untuk bisa semangat. Tapi ini pengalaman yang menarik, meskipun hanya pura-pura, tapi kita bisa tahu gambaran yang lebih detail bagaimana mahasiswa di tahun 1998 berdemo menurunkan Presiden Suharto,” ucap Zaki.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.