Ketika Pemudik Ditanya “Kapan Nikah” di 7 Rumah yang Dikunjunginya Saat Lebaran…
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com –
Beragam
topik pembicaraan
mewarnai saat
silaturahmi
Hari Raya Idul Fitri 2025 pada Senin (31/3/2025).
Salah satunya Nuri (24) yang baru saja pulang ke kampung halamannya di Jawa Barat setelah kemarin bekerja setengah hari.
Sesampainya di sana, dia harus berkeliling ke tujuh rumah keluarganya untuk mempererat tali silaturahmi.
“Bayangin jam 16.00 WIB sampai maghrib itu tuh aku sudah (mengunjungi) tujuh rumah,” kata dia saat dihubungi
Kompas.com
, Selasa (1/4/2025).
Dalam hampir setiap kunjungannya ke rumah-rumah keluarganya, pertanyaan-pertanyaan yang sama selalu terulang kembali.
Nuri ditanya perihal kapan dia akan membawa calon suaminya berkunjung ketika Lebaran.
“Nah terus kayak dia nanya, ‘Gimana calonnya kapan dibawa?’ gitu. Orang gue aja belum punya calon gitu kan, kayak bingung kita,” kata dia.
Nuri sendiri sudah menduga topik itu bakal ditanyakan kepada dirinya. Mengingat dalam budaya di keluarganya, menikah sehabis lulus dari kuliah menjadi hal yang normal.
Meskipun sudah menduga pertanyaan-pertanyaan itu, Nuri mengaku tertekan dalam menjawabnya. Sebab, dia punya rencana lain selain ikut menjalankan kebiasaan yang dilakukan warga desanya.
“Ke-
pressure
jujur iya karena juga dari orangtuaku tuh kayak
hope
gitu loh. Kayak benar-benar berharap. Nah, aku enggak bisa tuh karena orangtuaku udah berharap gitu,” tambah dia.
Sementara itu, Luthfa (22) juga mendapatkan pertanyaan-pertanyaan serupa pada
Lebaran 2025
.
Topik obrolan yang mendominasi mengenai pekerjaan. Mengingat dirinya baru saja lulus dari kuliah dan diharapkan segera bekerja ke industri.
“Tadi kalau sama tante-tante gue yang rada tua, sempat ditanya kerjaan karena mungkin gue baru lulus juga kan tahun lalu,” kata dia.
Sama seperti Nuri, Luthfa sudah menduga pertanyaan itu bakal disampaikan keluarganya saat Lebaran.
Pasalnya, Luthfa dilahirkan dari keluarga yang hampir semua menjadi pekerja kantoran. Alhasil, ekspektasi bagi Luthfa segera mendapatkan pekerjaan semakin tinggi.
“Gue cuma bilang, gue lagi magang aja sih. Menerima pertanyaan itu ya gue
mood-mood
-an juga sih. Ada beberapa kali kadang pas ditanyain gitu,
mood
gue lagi enggak enak, jadi penerimaan gue tuh enggak enak juga,” kata dia.
Namun, Luthfa berusaha menjawab pertanyaan itu dengan baik. Dia berusaha untuk tidak terlihat tersinggung dengan pertanyaan yang keluarganya lontarkan padanya.
Selain mengenai kehidupan pribadi, keluarga Luthfa juga membicarakan obrolan mengenai Presiden Prabowo Subianto yang ditemani anaknya, Ragowo Hediprasetyo Djojohadikusumo atau Didit Hediprasetyo, saat
open house
di Istana Negara.
Keluarga Luthfa bertanya-tanya perihal keberadaan Didit yang mendampingi Prabowo, bukan Titiek Soeharto.
“Tadi sih gue denger dari nenek gue, katanya, Prabowo tuh lagi nyambut tamu sendirian. Terus Titiek sama Didit dateng nih. Tapi si Titiek enggak nemenin, jadi si Didit yang ditaruh di sana,” katanya.
Sebetulnya pembicaraan mengenai politik tidak terbiasa terdengar di ruang keluarga Luthfa. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan lebih pada persoalan-persoalan substansial yang keluarganya alami.
Sementara itu, Riski (26) mendengar lebih banyak pembicaraan mengenai politik di meja makan rumahnya saat Lebaran 2025.
Adapun persoalan politik yang dibicarakan di atas meja makan Riski mengenai pemerintahan Prabowo.
“Ngomongin Presiden aja, kebijakannya, terus soal menteri-menteri yang katanya mau di-
reshuffle
gitu,” kata dia.
Setiap tahunnya, pembicaraan mengenai politik selalu santer terdengar di meja makan Riski. Tidak banyak pertanyaan personal yang diajukan sebab keluarga mereka hampir setiap hari bertemu satu sama lain.
“Kakek gue nyeletuk soal politik dulu, soal kebijakannya Prabowo, bahkan soal RUU TNI,” tambah dia.
Selepasnya, obrolan mengenai nostalgia masa lalu keluarga mendominasi meja makan.
Keluarga Riski saling melontarkan kenangan terhadap orang-orang yang tidak dapat hadir dalam Lebaran tahun ini atau sekadar menertawakan masa lalu masing-masing dari mereka di atas meja makan.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Tag: Soeharto
-
/data/photo/2022/08/22/63033ad4279f4.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Tata Kelola Intelijen Pasca-Revisi UU TNI Nasional 1 April 2025
Tata Kelola Intelijen Pasca-Revisi UU TNI
Abahroji, Adalah Seorang Konten Kreator Bekerja pada Perusahaan Konsultan Strategis
WALI KOTA
Yogyakarta Hasto Wardoyo menggegerkan jagat pemberitaan. Bekas Bupati Bantul yang seorang dokter tersebut mengatakan akan menurunkan intelijen untuk mendeteksi warung-warung nakal yang menjual di luar harga normal atau ‘Nuthuk’.
Hal tersebut ia lakukan untuk menghindari citra negatif Yogyakarta sebagai Kota Pariwisata.
Langkah Hasto, menurut saya, inovatif dan patut diapresiasi. Pada konteks daerah, Hasto memanfaatkan intelijen sebagai dasar kebijakan untuk kesejahteraan ekonomi dan melindungi masyarakat.
Sebagai pengambil kebijakan pada level daerah, Hasto memahami fungsi intelijen sehingga bisa memanfaatkan produk intelijen tersebut untuk menunjang tugas-tugasnya sebagai kepala daerah.
Di daerah, di tingkat kabupaten atau provinsi kita mengenal Komite Intelijen Daerah (Kominda), forum koordinasi para pimpinan penyelenggara intelijen negara di tingkat daerah.
Sementara di pusat ada Komite Intelijen Pusat (Kominpus). Merujuk pada Peraturan Presiden No 67 Tahun 2013 tentang
Badan Intelijen Negara
, disebutkan Komite Intelijen memiliki tugas melakukan rapat koordinasi membahas dan menetapkan permasalahan strategis yang memengaruhi keamanan wilayah, membahas permasalahan aktual yang memengaruhi keamanan nasional.
Dalam rapat tersebut dilakukan sinkronisasi, harmonisasi produk intelijen untuk kemudian dirumuskan kegiatan operasional dan tindakan bersama yang harus dilakukan.
Informasi keamanan nasional tersebut akan tergambar dari hasil koordinasi lintas lembaga intelijen negara, sehingga bisa dijadikan pemetaan oleh pengambil kebijakan.
Namun tidak semua pimpinan, baik nasional dan daerah menggunakan produk intilijen secara baik. Hal tersebut bisa dilatarbelakangi validitas dan kualitas produksi intelijen yang tidak teruji dan minimnya profesionalisme lembaga.
Sehingga menimbulkan
distrust
pengguna akhir atau
end user
produksi intelijen tersebut. Cara pandang pimpinan terhadap ancaman juga menjadi variabel produk intelijen tersebut digunakan atau tidak atau bisa karena perbedaan pandangan politik si pembuat kebijakan.
Presiden Soekarno pernah tidak percaya dengan hasil produk intelijen, Badan Rahasia Negara Indonesia (BERANI), lembaga yang didirikan Zulkifli Lubis yang diresmikan pada 7 Mei 1946.
Zulkifli adalah seorang militer yang memiliki kemampuan teknis intelijen didikan Pembela Tanah Air (PETA) Jepang.
Stabilitas politik yang tidak terkendali dan kepentingan golongan yang tidak terkontrol pada Era Parlementer mendorong Soekarno membentuk lembaga intelijen baru yang dipimpin Menteri Pertahanan oleh Amir Syarifuddin yang disebut Badan Pertahanan B dipimpin oleh sipil.
Soekarno kemudian menggabungkan personel BERANI dan Badan Pertahanan B menjadi Bidang V di bawah kementerian pertahanan dengan pimpinannya seorang jenderal polisi pada1947.
Intelijen di era awal kemerdekaan memang terjadi militerisasi mengingat ancaman saat itu adalah ancaman perang dari luar selain ancaman disintegrasi dari dalam.
Tokoh militer seperti Zulkifli Lubis dan Dr. Sucipto kemudian bersaing untuk mendapatkan legalitas Presiden Soekarno.
Era Soekarno ini, para pengamat menyebutnya dengan Militerisasi Intelijen (Relasi Intellijen dan Dan Negara 1945-2004, Andi Wijayanto & Artanti Wardani, Pacivis UI 2008).
Situasi berubah pasca-Dekrit 1950, di mana kebijakan Soekarno berorientasi pada sipil dan konsolidasi politik dalam negeri.
Meskipun Ancaman perang masih ada, tapi tak sehebat sebelum 1950. Karena itulah relasi intelijen dan negara terbangun nuansa konsolidasi politik.
Para pemerhati intelijen mengasosiasikan intelijen saat itu dengan intelijen politik. Soekarno membuat Badan Pusat Intilijen (BPI) dengan menunjuk Menteri Luar Negeri Subandrio sebagai kepalanya.
Subandrio yang berhaluan kiri, menggunakan BPI untuk mengawasi tokoh-tokoh politik yang dianggap musuh oleh dirinya dan Soekarno. BPI menyebar agen-agen intelijen ke berbagai dinas-dinas intelijen untuk memperkuat posisi Partai Komunis Indonesia (PKI).
Perbedaan orientasi politik juga telah mendorong Presiden Soeharto untuk mengubah struktur intelijen negara.
Cara pandang Soeharto terhadap ancaman yang muncul saat itu menjadikan intelijen tidak hanya sebagai instrumen politik, tapi juga menjadikan intelijen sebagai konsolidasi militer.
Para pengamat mengklasifikasi periode ini sebagai Negara Intelijen. Jenderal Soeharto yang berlatarbelakang militer menjadikan intelijen sebagai instrumen untuk mengendalikan lawan-lawan politik yang mencoba menentang kebijakannya.
Sejak Peristiwa Gestapu atau Gerakan 30 September 1965 sampai Reformasi 1998, Soeharto mampu mendalilkan bahwa keamananan dan ketertiban masyarakat hanya bisa dikendalikan oleh kekuatan militer.
Militer masuk pada ruang sosial politik dan mengatur tata kehidupan masyarakat sipil. Dengan dalih keamanan nasional, Soeharto juga membentuk Komando Operasi Keamanan dan Ketertiban (Kopkamtib) dan Komando Operasi Tinggi (KOTI).
Kopkamtib melakukan Operasi Intelijen, Operasi Tempur dan Operasi teritorial dan semuanya berada di bawah komando Angkat Darat dengan dibantu Angkatan Laut dan Udara. Kopkamtib adalah era baru diawalinya doktrin keamanan nasional berada di tangan militer (ABRI).
Dengan justifikasi melawan paham komunisme yang mengancam kedaulatan ideologi negara, keamanan dan ketahanan nasional, Presiden Soeharto melucuti agen-agen Badan Pusat Intilijen di bawah kendali militer dengan membentuk Badan Kooordinasi Intelijen (BAKIN) pada 22 Mei 1967 yang langsung berada di bawah kendalinya dan berfungsi mengendalikan simpul-simpul intelijen pada divisi militer dan institusi sipil.
Soeharto melakukan militerisasi BAKIN dengan menempatkan jenderal-jenderal kepercayaannya. Kopkamtib bukan hanya berperan menghadapi musuh dari external (perang), tapi juga menjadi alat mengontrol aktivitas intelijen.
Selama 32 tahun, Soeharto menggunakan alasan keamanan nasional, intelijen di bawah kendali militer bisa memasukan seseorang ke dalam penjara. Dengan dalih keamanan nasional, pers harus berhenti terbit dan patuh keinginan presiden atau kroninya.
Intelijen digunakan untuk mengontrol aktivitas lawan politik dan tokoh masyarakat yang vokal tanpa aturan hukum yang jelas. Intelijen menjadi aktivitas hitam mengerikan yang meninggalkan sejarah kelam dan traumatik pada bangsa ini.
Pascapenetapan
revisi UU TNI
, kekhawatiran munculnya intelijen hitam kembali menguak. Ini tidak terlepas dari lembaga Badan Intelijen Negara (BIN) sebagai koordinator intelijen negara masuk pada 15 lembaga yang boleh diduduki oleh tentara aktif.
Setelah 26 tahun Reformasi, ada 9 kepala BIN yang telah menjabat (7 Purnawirawan TNI dan 2 Purnawirawan polisi). Namun, tidak ada satupun sipil yang pernah menjadi kepalanya.
Untuk menjaga kredibilitas intelijen diperlukan wadah organisasi intelijen modern, intelijen yang menjaga profesialisme, menghormati hak asasi manusia dan tetap meyakini kerahasiannya serta tata kelola yang demokratis, patuh pada institusi politik dan negara.
Komunitas masyarakat sipil sejak reformasi terus mendorong pentingnya penataan intelijen negara yang transparan dan lepas dari intervensi politik.
Pasca-Reformasi, kita memiliki Undang-undang No. 17 Tahun 2011 yang mengatur peran intelijen negara dalam tata ketatanegaraan Indonesia.
Undang-undang ini mengatur lembaga-lembaga yang boleh melakukan aktivitas intelijen, yakni fungsi intelijen militer dilakukan oleh (BAIS), Intelijen Kepolisian (Intelkam), Intelijen Kejaksaan (Jamintel) dan Intelijen Kementerian/Non Kementerian yang diatur oleh peraturan pemerintah.
Sementara yang melakukan koordinasi dan komunikasi intelijen di Pusat adalah Badan Intelijen Negara (BIN).
Undang-undang tersebut tidak mengatur bagaimana koordinasi antarkomunitas intelijen tersebut dalam memberikan produksi intelijen kepada presiden.
Dan bagaimana Kominpus memberikan rekomendasi kepada presiden dan kebijakan apa yang harus dilakukan oleh presiden dalam merespons hasil aktivitas intelijen tersebut.
Hasil riset penulis, pada 2023 misalnya, koordinasi komunitas intelijen dalam mengantisipasi dan memetakan potensi ancaman radikalisme pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) cukup lemah sekali.
Komunitas intelijen, BIN, BAIS TNI dan Baintelkam POLRI serta BNPT belum memiliki skema bersama dalam memetakan potensi radikalisme yang berujung pada terorisme selama 2018-2022 (Peran Intelijen Dalam Deteksi Dini Ancamanan Radikalisme di BUMN).
Begitupun lemahnya koordinasi komunitas intelijen dalam mengantisipias potensi ancaman ekonomi utamanya saat ini berupa penyelundupan,
transnational organized crime, trade-based money laundering.
Ketidaktegasan dan deferensiasi tugas dan wewenang di antara komunitas intelijen tersebut menimbulkan konflik kepentingan yang mengarah pada tindakan kekerasan antara sesama lembaga. (Aldila Kun, Penguatan Tata Kelola Komunitas Intelen Dalam Sistem Keamanan Nasional di Indonesia, Jurnal Syntax Literate, Vol 8 No.3 2023)
Undang-Undang tersebut juga dianggap belum mengatur soal sumber daya manusia, penganggaran dan pengawasan terhadap kerja-kerja intelijen negara.
Komunitas Masyarakat Sipil Untuk Reformasi Pertahanan yang merupakan gabungan LSM, pakar dan aktivis yang peduli pertahanan dan keamanan sampai saat ini masih menyoroti tata kelola penganggaran dan pengawasan external intelijen.
Belum ada mekanisme yang jelas bagaimana mengevaluasi lembaga telik sandi tersebut agar tidak dijadikan kepentingan politik dan kelompok tertentu.
Atas desakan tersebut, DPR baru saja memiliki Tim Pengawas (Dilantik pada Desember 2024) yang terdiri dari perwakilan partai politik. Namun, Tim Pengawas yang berjumlah 13 orang tersebut tidak melibatkan unsur masyarakat ataupun akademisi sebagai anggotanya.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -

Outfit Bobby Kertanegara, Kucing Presiden Prabowo Ikut Rayakan Lebaran, Pakai Baju Koko Putih – Halaman all
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kucing kesayangan Presiden Prabowo Subianto, Bobby Kertanegara ikut merayakan Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah pada Senin (31/3/2025).
Bobby Kertanegara bahkan sempat pamer outfit Lebaran, tampil gagah pakai baju koko warna putih.
Dalam akun Instagram pribadinya, Bobby Kertanegara membagikan foto dirinya merayakan Lebaran.
Ia terlihat duduk manis menghadap kamera dengan latar dekorasi khas Idulfitri, seperti ketupat, lilin, bunga mawar, dan pajangan bambu.
Ini merupakan Idulfitri pertama Bobby sebagai “kucing Istana” setelah Prabowo resmi dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia pada 20 Oktober 2024.
Untuk diketahui Presiden Prabowo Subianto menemukan Bobby Kertanegara pada 2017 silam di kediamannya, Jalan Kertanegara IV, Jakarta.
Karena iba dengan nasib kucing tersebut, Prabowo lalu merawatnya dan memberi nama Bobby.
Meski sudah dipelihara sejak 2017 tapi publik baru mengenal Bobby Kertanegara pada pertengahan 2018.
Pada 20 Oktober 2024 usai terpilih sebagai Presiden, Prabowo membawa serta Bobby Kertanegara ke istana, Bobby pun makin viral.
Bobby Kertanegara, Kucing Prabowo, Ikut Rayakan Idulfitri 1446 H/2025 M
Bobby Kertanegara, kucing kesayangan Prabowo Subianto, ikut merayakan Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah pada Senin (31/3/2025).
Lebaran kali ini menjadi momen spesial bagi Bobby, karena ia merayakannya bersama Presiden Prabowo Subianto, keluarga, termasuk sang putra, Didit Prabowo, dan Titiek Soeharto.
Ini juga merupakan Idulfitri pertama Bobby sebagai “kucing Istana” setelah Prabowo resmi dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia pada 20 Oktober 2024.
Dalam akun Instagram pribadinya, Bobby membagikan foto dirinya merayakan Lebaran.
LEBARAN 2025 – Bobby Kertanegara, kucing Prabowo Subianto, ikut merayakan Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah pada hari ini, Senin (31/3/2025), dengan mengenakan baju koko putih.
Dalam potret tersebut, ia terlihat duduk manis menghadap kamera dengan latar dekorasi khas Idulfitri, seperti ketupat, lilin, bunga mawar, dan pajangan bambu.
Yang menarik perhatian, Bobby tampil mengenakan baju koko putih, membuatnya terlihat rapi, menggemaskan, dan siap menyambut hari kemenangan.
“SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI, 1 Syawal 1446 Hijriah. Mohon maaf salah dan khilaf lahir dan batin. Selamat berkumpul dengan orang-orang dan anabul-anabul tersayang,” tulis Bobby dalam caption Instagramnya.
Bobby juga menuliskan harapan agar Allah Subhanahu wa ta’ala senantiasa memberikan kebahagiaan dan kelegaan hati, serta menghapus kebencian melalui amalan-amalan baik selama Ramadan.
Warganet Puji Penampilan Bobby Kertanegara, Kepo Baju Koko Beli Dimana
Penampilan Bobby dengan baju koko sontak menarik perhatian warganet.
Banyak yang memuji ketampanannya dalam balutan busana khas Lebaran itu.
“Ganteng banget!” tulis salah satu netizen.
Ada juga yang penasaran dengan asal-usul baju koko Bobby.
“Kokonya beli di Tanah Abang atau Thamrin, Bob?” tanya seorang warganet.
Bobby Kertanegara (Kolase Tribunnews/Instagram @Bobbykertanegara)
Baju koko untuk kucing peliharaan memang banyak dijual di e-commerce maupun toko offline, tersedia dalam berbagai model, warna, dan ukuran.
Harganya pun bervariasi, mulai dari Rp30 ribuan hingga Rp100 ribuan, tergantung ukuran kucing.
Biasanya, semakin besar ukurannya, semakin tinggi pula harganya.
Baju koko untuk kucing tersedia dalam berbagai ukuran, mulai dari yang cocok untuk kucing berbobot satu kilogram hingga 10 kilogram.
Rela Antre Panjang di Open House Istana, Warga Serang Penasaran Ingin Lihat Bobby Kucing Prabowo
Open House bersama Presiden Prabowo Subianto menjadi salah satu momen paling dinanti masyarakat pada Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah.
Ratusan warga memadati kawasan sekitar Istana Negara demi kesempatan bersalaman langsung dengan Prabowo.
Namun, bagi Hari (60), warga asal Serang, Banten, ada alasan lain yang membuatnya antusias mengikuti antrean panjang tersebut.
Selain ingin bertemu Prabowo, dia juga berharap bisa melihat Bobby Kertanegara, kucing peliharaan Prabowo
“Ya senang lah (mau ketemu Prabowo),” kata Hari saat ditemui di gerbang utama Kementerian Sekretariat Negara di Jalan Majapahit, Jakarta, Senin (30/3/2025).
Hari tiba di Istana Negara setelah menunaikan Salat Id di Masjid Istiqlal, Jakarta.
Dia mengaku sengaja memilih lokasi salat tersebut agar lebih dekat dengan tempat berlangsungnya Open House.
Namun, lebih dari sekadar bertemu Prabowo, Hari mengaku juga ingin bertemu Bobby Kertanegara.
Sebagai pencinta kucing atau cat lover, dia tertarik untuk melihat langsung kucing kesayangan Prabowo tersebut.
“Ya sekalian ketemu Bobby. Saya kan cat lover, pencinta kucing,” ujar Hari.
Bobby Kertanegara (Kolase TribunnewsInstagram @Bobbykertanegara)
Hari mengaku mengenal Bobby Kertanegara dari berbagai unggahan di media sosial, mulai dari TikTok hingga YouTube.
“Ya mau saya pegang saja. Kan sering ada di tik tok, YouTube,” ucapnya.
(tribun network/thf/TribunBengkulu.com/Tribunnews.com)
-

Gegara Ekonomi RI Porak-poranda, Soeharto Sampai Tak Gelar Open House
Jakarta, CNBC Indonesia – Saat Lebaran para tokoh-tokoh besar di Indonesia menyelenggarakan open house. Sesuai namanya, open house berarti membuka pintu rumah selebar-lebarnya kepada tamu yang hendak datang bersilaturahmi. Dalam konteks Lebaran, tamu juga akan saling bermaafan satu sama lain kepada pemilik rumah.
Kebiasaan ini dilakukan juga oleh Presiden Indonesia. Setiap Lebaran, masing-masing presiden membuka Istana Negara atau rumah pribadi untuk menerima tamu yang ingin bersilaturahmi. Kegiatan ini sepanjang sejarah pernah tak dilakukan dua kali
Pertama, akibat Covid-19 di era Presiden Jokowi. Penyebaran virus membuat Jokowi menutup pintu untuk tamu-tamu dari luar. Kedua, di era Presiden Soeharto demi hemat anggaran. Kejadian ini terjadi pada Lebaran tahun 1987.
Lazimnya, setiap 1 Syawal, presiden akan menerima tamu undangan di kediaman pribadi di Jl. Cendana, Jakarta Pusat. Namun, pada 1 Syawal 1407 Hijriah, Soeharto memutuskan tak melakukan kebisaan serupa.
Menteri Sekretaris Negara Sudharmono mengatakan untuk pertama kalinya Presiden Soeharto tak membuka open house di Jl. Cendana. Alasannya demi memenuhi tuntutan hidup sederhana di tengah ekonomi Indonesia yang porak-poranda.
Kala itu, ekonomi Indonesia tengah carut-marut usai komoditas ekspor utama, yakni minyak bumi, mengalami penurunan harga global. Boediono dalam Ekonomi Indonesia dalam Lintasan Sejarah (2016) menyebut, harga ekspor minyak RI pun jatuh yang membuat pendapatan Indonesia merosot. Pada saat bersamaan, nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS juga melemah dan Indonesia belum mengandalkan ekspor komoditas non-migas.
Kondisi demikian membuat pemerintah harus berhemat. Semua proyek ditinjau ulang. Harga BBM juga dinaikkan. Gaji PNS ditahan tidak naik selama empat tahun. Namun, itu semua tak membuat anggaran surplus. Malah tetap defisit.
Dengan kondisi demikian, Soeharto dalam autobiografi Soeharto: Pikiran, Ucapan dan Tindakan Saya (1982) menyebut, sebagai pemimpin perlu mencontohkan kesederhanaan dan keprihatinan dalam situasi ekonomi tak menentu. Caranya dengan tidak membuka open house di Jl. Cendana.
“Pada hari Lebaran 1987, saya dan istri tak menerima ucapan selamat Idulfitri di kediaman kami di Jl. Cendana,” tutur Soeharto.
Alhasil, para pejabat, tamu diplomatik, hingga masyarakat tak bisa mengunjungi dan bersalaman bersama orang nomor satu di Indonesia. Tentu, tindakan Soeharto tersebut bisa menjadi pembelajaran bagi pemimpin mendatang ihwal mencontohkan perilaku sederhana di tengah ketidakstabilan ekonomi.
(mfa/mfa)
-

Momen hangat Prabowo, Titiek, dan Didiet rayakan lebaran bersama
Presiden Prabowo Subianto (kiri) didampingi putranya Didit Hediprasetyo (tengah) berbincang dengan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (kanan) dan Titiek Soeharto (kedua kiri) saat menghadiri open house di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (31/3/2025). (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)
Momen hangat Prabowo, Titiek, dan Didiet rayakan lebaran bersama
Dalam Negeri
Editor: Widodo
Senin, 31 Maret 2025 – 16:01 WIBElshinta.com – Presiden RI Prabowo Subianto tidak hanya mengunggah video ucapan Idul Fitri 1446 H bersama Titiek Soeharto dan anaknya Didiet Hediprasetyo, tapi juga merayakan hari pertama lebaran bersama-sama.
Momen ini ditunjukkan saat acara open house atau gelar griya berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, Senin.
Dalam kesempatan ini, Presiden tampil dengan setelah jas lengkap berwarna abu-abu dan ikat kain batik serta peci hitam.
Sementara Titiek Soeharto tampil berkebaya berwarna hijau cerah senada dengan selendang dan tasnya.
Sedangkan Didiet hadir dengan kemeja berwarna krem mengkilap dilengkapi dengan peci hitam.
Dalam momen di hari kemenangan ini, Prabowo bersalaman dan bermaaf-maafan dengan hangat dengan Titiek serta Didiet.
Hal ini melengkapi kebersamaan mereka yang sebelumnya kompak membagikan ucapan selebrasi untuk Idul Fitri 1446 Hijriah.
Ketiganya sebelum merayakan lebaran hari pertama, secara khusus mengunggah video ucapan untuk masyarakat yang merayakan lebaran atau Idul Fitri 1446 Hijriah. Namun yang menarik, dalam video terbaru ini diunggah bersama dengan Titiek Soeharto dan anaknya Didiet Hediprasetyo.
“Selamat Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah,” kata Prabowo dalam unggahan Instagramnya @prabowo, Senin.
Dalam video yang diunggah itu Presiden mengenakan kemeja batik, didampingi Titiek yang menggunakan atasan hitam dan kerudung, serta Didiet yang mengenakan kemeja putih sederhana.
Setelah Prabowo mengucapkan selamat Idul Fitri, Didit dan Titiek menambahkan kalimat pelengkap menyampaikan mohon maaf lahir batin.
Terkait gelar griya di Istana yang berlangsung pada Senin (31/3), mulai dari Presiden hingga Wakil Presiden terdahulu yakni Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, keduanya hadir dalam acara tersebut.
Selain itu, jajaran menteri, wakil dan kepala lembaga dari Kabinet Merah Putih (KMP) hingga Gubernur Jakarta Pramono Anung turut hadir meramaikan acara gelar griya di Istana Merdeka.
Para pejabat publik itu mengantre dan menanti bersama rombongan keluarganya untuk masuk ke dalam Istana Merdeka Jakarta, Senin.
Mereka menantikan momen untuk bertemu, bersilaturahim dan berfoto dengan Presiden RI Prabowo Subianto.
Beberapa menteri yang tampak hadir di antaranya adalah Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Budi Gunawan, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, dan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.
Sumber : Antara
-

Prabowo Unggah Momen Lebaran Bersama Titiek Soeharto dan Didit Hediprasetyo
loading…
Ada momen menarik yang diunggah Presiden Prabowo Subianto di akun instagram pribadinya, yakni lebaran bersama Didit Hediprasetyo dan Titiek Soeharto. Foto/Instagram Prabowo Subianto
JAKARTA – Ada momen menarik yang diunggah Presiden Prabowo Subianto di akun instagram pribadinya. Kepala Negara mengabadikan momen Lebaran bersama Didit Hediprasetyo dan Titiek Soeharto pada Senin (31/3/2025).
Terlihat dalam video yang diunggah ketiganya kompak tersenyum sambil mengucapkan Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah.
“Selamat Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah,” kata Prabowo dalam video tersebut.
“Mohon maaf lahir dan batin,” sambut Didit dan Titiek.
Video ini pun disambut komentar positif warganet. Mereka memuji ketiganya yang selalu tampil akur bahkan ada komentar yang menggoda karena senyum kompak ketiganya.
“Ih, cie cie cie sudah full team nihhhh ??,” tulis akun @juliantipanama.
“Uhuyyy full team, selamat hari raya bapak dan keluarga, mohon maaf lahir dan batin,” tambah akun @haibatulftr.
-

Didit Halalbihalal ke Rumah Megawati, Dasco Buka Suara
Jakarta, CNBC Indonesia – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Sufmi Dasco buka suara soal putra Presiden Prabowo Subianto, Ragowo Hediprasetyo atau Didit Hediprasetyo yang dikabarkan hadir halalbihalal ke rumah Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Dasco menjelaskan bahwa dirinya pun baru mendengar terkait berita tersebut. Ketika ditanya apakah ia akan ikut mengunjungi Megawati, Dasco menjelaskan dirinya masih menunggu kabar.
“Kapan? Oh begitu, ya nanti kita tunggu, kabarnya,” ujarnya.
Menurut laporan detik.com, putra Presiden Prabowo Subianto, Ragowo Hediprasetyo Djojohadikusumo atau Didit Hediprasetyo, muncul di kediaman Megawati. Didit tiba di kediaman Megawati sekitar pukul 11.58 WIB. Namun Didit enggan berkomentar terkait obrolan dengan Megawati dalam halalbihalal tersebut.
Sekjen Gerindra Ahmad Muzani juga halalbihalal ke rumah Megawati. Muzani mengenakan kemeja batik dan tiba di kediaman Megawati, di Jalan Teuku Umar, Jakarta, sekitar pukul 13.06 WIB. Sampai sekitar pukul 13.52 WIB, baru Muzani yang mewakili Gerindra melakukan halalbihalal di rumah Megawati di Teuku Umar, Jakarta Pusat.
Sebagai informasi Didit Prabowo yang merupakan anak satu-satunya Presiden RI Prabowo Subianto merayakan ulang tahun ke-41 pada 22 Maret 2025.
Momen perayaan ulang tahun Didit Prabowo tersebar di media sosial dan membuat netizen heboh. Pasalnya, anak-anak para Presiden RI pertama hingga ketujuh hadir dalam perayaan tersebut.
Beberapa di antaranya ada Guruh Soekarnoputra yang merupakan anak Presiden RI ke-1 Soekarno, lalu Titiek Soeharto anak Presiden RI ke-2 Soeharto, dan Ilham Habibie anak Presiden RI ke-3 BJ Habibie.
Ada pula Yenny Wahid anak Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid atau Gusdur. Selanjutnya Puan Maharani anak Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri. Kemudian Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY anak Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono.
(dem/dem)
-

Presiden Prabowo dan Titiek Kompak Ucapkan Selamat Idulfitri
Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kembali menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri 1446 Hijriah melalui sebuah video yang diunggah di akun Instagram resminya, @prabowo, pada Senin (31/3/2025).
Menariknya, dalam video tersebut, ia tampil bersama Titiek Soeharto dan putra mereka, Didiet Hediprasetyo.
Pada video tersebut, Presiden Prabowo, yang mengenakan kemeja batik mengucapkan selamat Idulfitri, yang kemudian dilengkapi dengan pesan mohon maaf lahir dan batin dari Didiet serta Titiek. Titiek tampil mengenakan atasan hitam dengan kerudung, sementara Didiet memilih kemeja putih sederhana.
Unggahan ini mendapat respons positif dari masyarakat, terbukti dengan jumlah suka yang mencapai 232.000 serta dibagikan lebih dari 2.300 kali di Instagram.
Sebelumnya, dalam pernyataan resmi yang disiarkan oleh Biro Pers, Media, dan Informasi (BPMI) Sekretariat Presiden pada Minggu (30/4/2025), Prabowo mengajak seluruh rakyat Indonesia, khususnya umat Muslim, untuk menjadikan Idulfitri sebagai momentum mempererat solidaritas dan persatuan bangsa.
“Setelah menjalankan ibadah puasa selama sebulan, kini saatnya kita merayakan kemenangan. Idul Fitri adalah momen suci untuk saling memaafkan, mempererat silaturahmi, dan meneguhkan komitmen menjadi pribadi yang lebih baik, lebih sabar, serta lebih peduli terhadap sesama,” ujar Prabowo dalam pernyataan yang dirilis oleh Istana.
Presiden juga mengungkapkan pentingnya Idulfitri sebagai sarana memperkokoh persatuan dan membangun masa depan Indonesia yang lebih adil dan makmur.
“Saya mengajak seluruh rakyat Indonesia, di mana pun berada, untuk menjadikan Idulfitri ini sebagai momen memperkuat solidaritas sosial serta membangun bangsa yang lebih berkeadaban demi kesejahteraan bersama,” tutup Presiden Prabowo.
/data/photo/2024/04/25/6629d5e2a7b32.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)

/data/photo/2025/03/31/67ea79f759f22.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)