Tag: Shinzo Abe

  • Horor Penikaman di Resto Cepat Saji Jepang, 1 Pria Ditangkap

    Horor Penikaman di Resto Cepat Saji Jepang, 1 Pria Ditangkap

    Jakarta

    Seorang pria ditangkap atas penusukan fatal seorang siswa sekolah menengah pertama dan melukai satu remaja lainnya di restoran cepat saji di McDonald’s di Jepang barat daya. Media lokal Jepang melaporkan pria tersebut ditangkap pada hari Kamis (19/12).

    Kejahatan dengan kekerasan jarang terjadi di Jepang. Namun, insiden penusukan dan bahkan penembakan sesekali terjadi, termasuk pembunuhan mantan perdana menteri Shinzo Abe pada tahun 2022.

    Dilansir kantor berita AFP, Kamis (19/12/2024), dalam peristiwa yang terjadi pada hari Sabtu lalu, kedua remaja tersebut sedang mengantre untuk memesan sekitar pukul 8:30 malam waktu setempat, ketika penyerang dilaporkan memasuki restoran di kota Kitakyushu tersebut. Pria itu langsung menikam mereka berdua tanpa berkata apa-apa. Tidak disebutkan identitas remaja putra dan remaja putri yang menjadi korban dalam penikaman itu.

    Polisi telah menangkap seorang pria berusia 40-an yang tinggal di dekat resto tersebut, demikian laporan media publik NHK dan outlet media lainnya. Kepolisian tidak dapat segera mengonfirmasi laporan tersebut kepada AFP.

    Usai kejadian tersebut, sekolah tempat kedua korban bersekolah ditutup pada hari Senin lalu. Beberapa warga mengatakan kepada media lokal, bahwa mereka takut keluar rumah setelah serangan itu, yang mungkin terjadi secara acak.

    Sebelumnya pada tahun 2019, dua orang termasuk seorang siswi ditikam hingga tewas dan lebih dari selusin lainnya terluka di Kawasaki, Jepang saat seorang penyerang mengamuk dan menyerang anak-anak yang sedang menunggu bus.

    Dalam insiden itu, pria penyerang yang berusia 51 tahun juga menikam dirinya sendiri hingga tewas.

    (ita/ita)

  • Ucapkan Selamat, PM Jepang Sebut Trump Sangat Ramah

    Ucapkan Selamat, PM Jepang Sebut Trump Sangat Ramah

    Jakarta

    Perdana Menteri (PM) Jepang Shigeru Ishiba mengatakan dirinya telah melakukan panggilan telepon dengan presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump untuk menyampaikan ucapan selamat. PM Jepang yang baru dilantik itu menyebut Trump “sangat ramah”.

    Ishiba, yang baru menjabat PM Jepang lebih dari sebulan yang lalu, mengatakan bahwa dirinya dan Trump sepakat untuk memperkuat aliansi Jepang-AS dan berharap untuk menyelenggarakan pertemuan tatap muka “secepat mungkin”.

    “Saya mendapat kesan bahwa ia adalah tipe orang yang dapat saya ajak bicara dengan jujur,” tambahnya, dilansir kantor berita AFP, Kamis (7/11/2024).

    Ishiba mengucapkan selamat kepada Trump pada Rabu (6/11) malam waktu setempat atas kemenangannya dalam pemilihan presiden. Pemimpin Jepang itu menyampaikan harapan untuk “bekerja sama erat dengan Trump untuk membawa aliansi Jepang-AS dan hubungan Jepang-AS ke tingkat yang lebih tinggi”.

    Jepang dan Amerika Serikat merupakan investor asing utama satu sama lain, dan 54.000 personel militer AS ditempatkan di Jepang, sebagian besar di wilayah Okinawa.

    Ketika Trump terakhir kali memenangkan pemilihan AS pada tahun 2016, perdana menteri Jepang saat itu, Shinzo Abe terbang ke New York untuk berbincang dengan presiden terpilih tersebut. Abe ketika itu menjadi pemimpin asing pertama yang bertemu Trump di gedung pencakar langitnya di Manhattan.

    Ishiba juga berharap dapat bertemu dengan Presiden China Xi Jinping di sela-sela KTT yang digelar di Peru dari tanggal 10-16 November tersebut.

    (ita/ita)

  • Jepang Hadapi Ketidakpastian Politik Setelah Pemilu

    Jepang Hadapi Ketidakpastian Politik Setelah Pemilu

    Jakarta

    Setelah hasil pemilu Jepang menjadi jelas, Perdana Menteri (PM) Shigeru Ishiba mengatakan para pemilih telah memberikan “penilaian yang berat” kepada partainya. LDP kehilangan 65 kursi dan hanya memperoleh 191 kursi, jauh di bawah 233 kursi yang dibutuhkan untuk memperoleh mayoritas mutlak di parlemen. Mitra koalisinya, Komeito, kehilangan delapan dan hanya memperoleh 24 kursi.

    “Jelas bahwa para pemilih sangat frustrasi dan marah atas skandal politisi LDP yang mengumpulkan dana gelap dalam jumlah besar,” kata Hiromi Murakami, profesor ilmu politik di Temple University, Tokyo.

    Partai oposisi utama CDP menambah 50 kursi sehingga kini menguasai 148 kuri. Tapi LDP tetap menjadi fraksi terbesar di parlemen, sekalipun tanpa mayoritas mutlak. Kemerosotan LDP memang sudah diduga, karena banyak politisinya yang terlibat skandal.

    Puluhan politisi dan akuntan LDP terlibat dalam skandal yang mencuat tahun lalu dan melibatkan sekitar 600 juta yen (sekitar USD3,93 juta) dalam bentuk pendanaan politik yang tidak terdokumentasi, suap, dan pendapatan yang tidak dilaporkan. Masalah itu kemudian memaksa mantan Perdana Menteri Fumio Kishida mengundurkan diri.

    “Saya pikir itu merupakan faktor yang signifikan. LDP gagal memahami kedalaman perasaan orang-orang tentang masalah tersebut,” kata Hiromi Murakami.

    Dari 46 politisi yang terkait dengan skandal dana gelap itu, 28 orang kehilangan kursi mereka dalam pemilihan hari Minggu. Ishiba sekarang berjanji untuk melaksanakan “reformasi mendasar” di partainya dan untuk menangani korupsi.

    Oposisi bangkit

    Yoshihiko Noda, pemimpin CDP, punya ambisi besar. Dia mengatakan akan terus menekan LDP sampai menjadi partai minoritas. Dia juga menuntut agar setiap politisi yang terlibat dalam skandal tersebut untuk hadir di hadapan komite etik parlemen Jepang, Diet.

    Salah satu partai kecil ini adalah partai sayap kanan Sanseito, yang menentang vaksinasi COVID dan sekarang menuntut peningkatan tajam dalam anggaran pertahanan, larangan pernikahan sesama jenis, dan reformasi pendidikan untuk mempromosikan nilai-nilai tradisional Jepang.

    Partai-partai sayap kanan bermunculan

    Partai kecil lain adalah Partai Konservatif Jepang, yang baru dibentuk pada September 2023 dan sekarang berhasil merebut 3 kursi.

    Yoichi Shimada, pensiunan akademisi, memenangkan salah satu kursi dalam pemilu untuk Partai Konservatif. Dia mengatakan telah mengalihkan kesetiaan politiknya dari LDP karena partai itu telah menjadi terlalu “lemah”.

    “Setelah kematian tragis [mantan Perdana Menteri] Shinzo Abe, kesan saya adalah bahwa LDP telah menjadi lebih liberal,” katanya kepada DW.

    Yoichi Shimada mengatakan bahwa ia tidak setuju dengan LDP dalam hampir segala hal, mulai dari mendorong pengembangan sumber energi hijau hingga cara sejarah diajarkan di sekolah-sekolah Jepang.

    “Salah satu alasan saya memutuskan untuk mencalonkan diri dalam pemilihan ini adalah karena saya ingin membawa perubahan dalam suasana politik di Jepang dari sisi konservatif,” katanya.

    Diadaptasi dari artikel DW bahasa Inggris

    (ita/ita)

  • Pria Lempar Bom Molotov ke Markas Partai Berkuasa di Jepang

    Pria Lempar Bom Molotov ke Markas Partai Berkuasa di Jepang

    Jakarta

    Seorang Pria (40) ditangkap di Tokyo setelah melemparkan bom molotov ke markas partai berkuasa. Peristiwa ini terjadi menjelang pemilihan umum.

    Dilansir AFP, Sabtu (19/10/2024), Penyiar publik NHK mengatakan sekitar enam benda seperti bom molotov mengenai kendaraan polisi anti huru hara. Namun api segera padam sehingga tidak ada yang terluka. Polisi tidak dapat segera mengonfirmasi laporan tersebut kepada AFP.

    Pria itu sempat menabrakkan mobilnya ke halaman kantor perdana menteri, tetapi terhalang oleh pagar. Pria itu kemudian mencoba melemparkan bom asap namun langsung dihentikan polisi di lokasi kejadian.

    Insiden itu terjadi sebelum pukul 6 pagi (2100 GMT Jumat). Pria itu langsung diringkus aparat atas dugaan menghalangi ketertiban umum.

    Menurut laporan harian Asahi Shimbun dan outlet media lainnya, beberapa tangki polietilen ditemukan di mobil pria itu,

    Pemilihan umum di Jepang pada 27 Oktober merupakan ujian bagi Perdana Menteri baru Shigeru Ishiba yang menjabat setelah memenangkan pemilihan pimpinan Partai Demokrat Liberal.

    Kejahatan dengan kekerasan jarang terjadi di Jepang, yang memiliki undang-undang pengendalian senjata yang ketat. Namun, negara itu terguncang pada tahun 2022 oleh pembunuhan mantan perdana menteri Shinzo Abe, yang ditembak di siang bolong saat berkampanye oleh seorang pria dengan senjata api rakitan.

    (taa/taa)

  • Mantan Menhan Shigeru Ishiba Akan Jadi PM Baru Jepang

    Mantan Menhan Shigeru Ishiba Akan Jadi PM Baru Jepang

    Tokyo

    Mantan Menteri Pertahanan (Menhan) Jepang Shigeru Ishiba memenangkan pemilihan ketua Partai Liberal Demokratik (LDP) yang digelar pada Jumat (27/9) waktu setempat. Dengan menjabat Ketua LDP, partai yang berkuasa di Jepang, maka Ishiba juga akan menjabat sebagai PM baru Jepang.

    Ishiba akan menggantikan PM Fumio Kishida, yang telah mengumumkan pengunduran dirinya dan tidak mencalonkan diri lagi dalam pemilihan ketua LDP.

    Seperti dilansir AFP, Jumat (27/9/2024), Ishiba yang berusia 67 tahun ini berhasil mengalahkan pesaing utamanya, Menteri Negara untuk Keamanan Ekonomi Sanae Takaichi, yang sebelumnya berpotensi menjadi PM wanita pertama di Jepang.

    Pemilihan ketua baru LDP ini dilakukan oleh para anggota parlemen dan anggota partai dari LDP pada Jumat (27/9) waktu setempat.

    Pada putaran pertama pemungutan suara, tercatat ada sembilan kandidat yang mencalonkan diri setelah faksi-faksi yang sudah lama berkuasa di LDP dibubarkan pada awal tahun ini karena skandal pendanaan. Ishiba dan Takaichi menjadi dua kandidat utama yang berhadapan pada putaran akhir.

    Karena LDP kini memegang mayoritas dalam parlemen Jepang, maka pemenang pemilihan ketua secara pasti akan menjadi PM Jepang yang selanjutnya dan kemungkinan besar akan menggelar pemilu sela untuk memperkuat mandat mereka.

    Sebagai ketua LDP, Ishiba akan menjabat selama tiga tahun, dan dia bisa menjabat selama tiga periode berturut-turut.

    Usai memenangkan pemilihan ketua LDP pada Jumat (27/9), Ishiba akan secara resmi dipilih menjadi PM Jepang oleh parlemen pada 1 Oktober mendatang.

    Ishiba sebelumnya pernah hampir menduduki posisi puncak di Jepang, termasuk pada tahun 2012 ketika dia dikalahkan oleh mendiang Shinzo Abe, yang menjadi pemimpin terlama di Jepang.

    Profesor politik pada Universitas Tokyo Yu Uchiyama sebelumnya menyebut “situasinya menguntungkan Ishiba dan sikapnya yang ‘adil dan jujur’” ketika skandal-skandal yang muncul memicu ketidakpuasan publik terhadap LDP.

    Pengalaman Ishiba menangani isu-isu sosial yang sulit, seperti reformasi pertanian, juga dinilai membuatnya lebih memenuhi syarat untuk menjadi PM Jepang dibandingkan Takaichi, pesaing utamanya.

    Sementara itu, sebagai calon PM Jepang, Ishiba akan menghadapi ancaman keamanan regional, mulai dari China yang semakin agresif hingga hubungan yang semakin erat antara Beijing dengan Rusia serta uji coba rudal Korea Utara (Korut) yang dilarang.

    Di dalam negeri, Ishiba akan ditugaskan untuk menghidupkan perekonomian, seiring bank sentral menjauhi pelonggaran moneter selama beberapa dekade yang memangkas nilai mata uang Yen.

    Halaman 2 dari 2

    Simak Video “Video: PM Jepang Shigeru Ishiba Mundur dari Jabatan”
    [Gambas:Video 20detik]
    (nvc/ita)

  • Israel Ganjal Indonesia Gabung Geng Negara Maju OECD

    Israel Ganjal Indonesia Gabung Geng Negara Maju OECD

    Jakarta, CNN Indonesia

    Permintaan Indonesia bergabung dengan Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) terganjal restu Israel yang tengah menerima kritikan keras atas serangan militernya di Gaza.

    Dilansir Nikkei Asia, Minggu (4/2), Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Namun, keberadaan Israel di klub negara-negara maju memberikan dampak bagi dalam negeri.

    OECD mempunyai 38 anggota termasuk negara-negara di Amerika Utara dan Eropa serta Jepang, Korea Selatan, Australia, Selandia Baru dan Chili.

    Sejak didirikan pada 1961, jumlah negara anggotanya secara bertahap bertambah.

    Disebut sebagai lembaga pemikir terbesar di dunia, OECD merekomendasikan kebijakan ekonomi bagi anggotanya dan memiliki pengaruh besar terhadap pembuatan peraturan internasional, seperti perpajakan.

    Sumber diplomatik mengatakan Israel keberatan memulai proses aksesi Indonesia pada pertemuan duta besar OECD pada Senin dan Selasa (5 dan 6 Februari 2024).

    Israel memang tidak serta merta menentang keanggotaan Indonesia, tetapi dikatakan bahwa situasi di Timur Tengah dan kurangnya hubungan diplomatik sebagai alasannya. Karena memerlukan kebulatan suara di antara negara-negara anggotanya untuk mengambil keputusan, maka OECD tidak dapat memulai proses aksesi tanpa persetujuan Israel.

    Israel dan anggota OECD lainnya siap untuk melanjutkan diskusi. Tahun ini menandai peringatan 60 tahun keanggotaan Jepang dalam kelompok tersebut, dan Negeri Sakura tersebut akan memimpin pertemuan dewan menteri yang dijadwalkan pada Mei 2024.

    Tujuannya adalah untuk menyelesaikan proses aksesi Indonesia pada saat pertemuan dewan tersebut, yang diperkirakan akan dihadiri oleh Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida.

    Bergabungnya Indonesia sebagai anggota telah lama dinantikan oleh Jepang dan sekretariat OECD.

    Sebab, Jepang telah meluncurkan Program Regional Asia Tenggara OECD pada 2014, yang diusulkan oleh Perdana Menteri Shinzo Abe saat itu, dan sangat mendukung upaya Indonesia dan negara-negara lain untuk bergabung.

    Indonesia telah melakukan persiapan matang untuk bergabung dengan OECD. Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahkan sudah bertemu dengan para pemimpin Belanda, Perancis dan Italia di sela-sela KTT G20 pada September 2023 untuk mencari dukungan bagi keanggotaan OECD.

    Pada November, Jokowi juga mengunjungi AS dan mendapatkan dukungan dari Presiden Joe Biden untuk memulai proses tersebut.

    (ldy/sfr)

  • Menteri-menteri Undur Diri Usai Jepang Diguncang Skandal Korupsi

    Menteri-menteri Undur Diri Usai Jepang Diguncang Skandal Korupsi

    Jakarta

    Para menteri di Jepang mundur dari jabatannya gara-gara isu korupsi. Padahal isu korupsi ini masih diselidiki alias belum ada putusan inkrah. Menurut Anda, sikap pejabat Jepang itu baik atau buruk untuk diteladani?

    Sebelum beropini, simak dulu berita yang dilansir AFP, Kamis (14/12/2023) ini.

    Kasus heboh di Negeri Matahari Terbit ini menyeret nama besar di pemerintahan yakni Perdana Menteri (PM) Jepang, Fumio Kishida. Fumio adalah politikus dari Partai Demokrat Liberal (LDP).

    Skandal korupsi terbaru ini melibatkan faksi terbesar dalam LDP, yang sebelumnya dipimpin oleh mendiang mantan PM Shinzo Abe sebelum dia tewas dibunuh tahun lalu. Faksi yang sama dipimpin oleh Kishida pada saat ini.

    Laporan harian terkemuka Jepang, Asahi Shimbun, menyebut Kishida diduga gagal mendeklarasikan lebih dari 20 juta Yen dalam tiga tahun hingga tahun 2020 lalu. Kishida, dalam pernyataan yang disampaikan sehari sebelumnya, menyebut dirinya akan menangani tuduhan-tuduhan itu ‘secara langsung’.

    ADVERTISEMENT

    `;
    var mgScript = document.createElement(“script”);
    mgScript.innerHTML = `(function(w,q){w[q]=w[q]||[];w[q].push([“_mgc.load”])})(window,”_mgq”);`;
    adSlot.appendChild(mgScript);
    },
    function loadCreativeA() {

    var adSlot = document.getElementById(“ad-slot”);
    if (!adSlot) return;
    adSlot.innerHTML = “;

    if (typeof googletag !== “undefined” && googletag.apiReady) {
    googletag.cmd.push(function () {
    googletag.display(‘div-gpt-ad-1708418866690-0’);
    googletag.pubads().refresh();
    });
    } else {
    var gptScript = document.createElement(“script”);
    gptScript.src = “https://securepubads.g.doubleclick.net/tag/js/gpt.js”;
    gptScript.async = true;
    gptScript.onload = function () {
    window.googletag = window.googletag || { cmd: [] };
    googletag.cmd.push(function () {
    googletag.defineSlot(‘/4905536/detik_desktop/news/static_detail’, [[400, 250], [1, 1], [300, 250]], ‘div-gpt-ad-1708418866690-0’)
    .addService(googletag.pubads());
    googletag.enableServices();
    googletag.display(‘div-gpt-ad-1708418866690-0’);
    googletag.pubads().refresh();
    });
    };
    document.body.appendChild(gptScript);
    }
    }
    ];

    var currentAdIndex = 0;
    var refreshInterval = null;
    var visibilityStartTime = null;
    var viewTimeThreshold = 30000;

    function refreshAd() {
    var adSlot = document.getElementById(“ad-slot”);
    if (!adSlot) return;
    currentAdIndex = (currentAdIndex + 1) % ads.length;
    adSlot.innerHTML = “”;
    ads[currentAdIndex]();
    }

    var observer = new IntersectionObserver(function (entries) {
    entries.forEach(function (entry) {
    if (entry.intersectionRatio > 0.1) {
    if (!visibilityStartTime) {
    visibilityStartTime = new Date().getTime();
    requestAnimationFrame(checkVisibility);
    }
    } else {
    visibilityStartTime = null;
    if (refreshInterval) {
    clearInterval(refreshInterval);
    refreshInterval = null;
    }
    }
    });
    }, { threshold: 0.1 });

    function checkVisibility() {
    if (visibilityStartTime && (new Date().getTime() – visibilityStartTime >= viewTimeThreshold)) {
    refreshAd();
    if (!refreshInterval) {
    refreshInterval = setInterval(refreshAd, 30000);
    }
    } else {
    requestAnimationFrame(checkVisibility);
    }
    }

    document.addEventListener(“DOMContentLoaded”, function () {
    var adSlot = document.getElementById(“ad-slot”);
    if (!adSlot) {
    console.error(“❌ Elemen #ad-slot tidak ditemukan!”);
    return;
    }
    ads[currentAdIndex]();
    observer.observe(adSlot);
    });

    var mutationObserver = new MutationObserver(function (mutations) {
    mutations.forEach(function (mutation) {
    if (mutation.type === “childList”) {
    visibilityStartTime = new Date().getTime();
    requestAnimationFrame(checkVisibility);
    }
    });
    });

    mutationObserver.observe(document.getElementById(“ad-slot”), { childList: true, subtree: true });

    “Saya melakukan upaya-upaya bersemangat dan memimpin LDP untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat,” tegasnya kepada wartawan setempat.

    Lantas apa sih kasus korupsi terbaru yang bikin banyak menteri di Jepang mundur? Memalukan banget kah? Simak halaman selanjutnya:

    Lihat juga Video: Proyek Ambisius Jepang ke Bulan Pakai Roket Bertenaga Kotoran Sapi

    Suap untuk dongkrak penjualan tiket

    Kasus terbaru kali ini mencuat. Ada kasus korupsi mengenai suap sebagai hadiah bagi orang yang berhasil menjual jumlah tiket melampaui target. Tiket yang dijual adalah tiket acar partaii politik.

    Duit suap itu bukan main, yakni sebesar 500 juta Yen atau sekitar Rp 54,7 miliar. Skandal ini menjerat para anggota LDP, partai tempat PM Fumio Kishida berasal. Padahal, LDP telah menguasai pemerintahan Jepang selama beberapa dekade tanpa adanya gangguan.

    Laporan media lokal menyebut jaksa akan mulai menggeledah kantor-kantor dan menginterogasi puluhan anggota parlemen Jepang pada akhir pekan ini.

    Dalam kasus yang sedang diselidiki ini, uang suap diduga diberikan kepada beberapa anggota partai yang mampu melebihi kuota penjualan tiket untuk acara penggalangan dana partai.

    “Jika Anda yakin mampu menjual (tiket), jika Anda bisa menjual lebih dari yang diwajibkan, itu semuanya menjadi pemasukan Anda, jadi mudah dan hebat,” tutur seorang pejabat senior yang pernah bekerja di kantor salah satu anggota parlemen dari LDP saat berbicara kepada televisi lokal ANN.

    Identitas pejabat senior itu dirahasiakan, dengan wajahnya disensor dan suaranya disamarkan.

    Namun pemerintahan PM Fumio Kishida bukannya tanpa cela. Hasil jajak pendapat terbaru terhadap Kishida tercatat sebagai yang terburuk di antara PM Jepang mana pun sejak LDP berkuasa lagi tahun 2012 lalu, dengan adanya kemarahan pemilih terhadap inflasi dan cara pemerintahannya menangani serentetan skandal sebelumnya.

    Kishida yang berusia 66 tahun ini sebenarnya bisa memimpin hingga tahun 2025 mendatang, namun ada spekulasi bahwa dirinya mungkin akan menyerukan digelarnya pemilu lebih awal menjelang pemilihan pemimpin LDP secara internal tahun depan.

    Selanjutnya, daftar menteri-menteri yang mundur gara-gara skandal korupsi tersebut:

    Daftar menteri-menteri yang mundur

    Seperti dilansir AFP, Kepala Sekretaris Kabinet Hirokazu Matsuno mengonfirmasi dirinya mengundurkan diri dari jabatannya. Berikut adalah daftar menteri-menteri dan pejabat terkemuka yang mundur:

    – Kepala Sekretaris Kabinet, Hirokazu Matsuno
    – Menteri Ekonomi dan Industri, Yasutoshi Nishimura
    – Menteri Dalam Negeri, Junji Suzuki
    – Menteri Pertahanan, Ichiro Miyashita
    – Penasihat khusus PM sekaligus kepala jubir pemerintahan, Michiko Ueno
    – Lima wakil menteri

    Menteri Ekonomi dan Industri, Yasutoshi Nishimura, menilai tengah dikerubungi keraguan publik. Di tengah atmosfer itu, dia menilai langkah mundur lebih baik ketimbang bertahan di jabatannya.

    “Keraguan masyarakat ada di sekitar saya mengenai dana politik, yang menyebabkan ketidakpercayaan terhadap pemerintah. Ketika penyelidikan sedang berlangsung, saya pikir saya akan memperbaiki keadaan,” ucap Menteri Ekonomi dan Industri, Nishimura, saat berbicara kepada wartawan setempat.

    Fenomena pejabat mundur gara-gara isu kasus korupsi atau sorotan publik ini agaknya menjadi kekhasan negara-negara maju. Banyak pula menteri dan pejabat di Indonesia yang mundur setelah menjadi tersangka korupsi. Anda punya komentar terhadap cara pejabat Jepang menghadapi kasus seperti itu?

    Hoegeng Awards 2025

    Usulkan Polisi Teladan di sekitarmu

  • PM Jepang Rombak Kabinet karena Skandal Keuangan

    PM Jepang Rombak Kabinet karena Skandal Keuangan

    Jakarta

    Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida pada hari Rabu (13/12) malam waktu setempat mengatakan bahwa ia sedang menyelesaikan perombakan kabinet menyusul skandal penggalangan dana kampanye partai berkuasa di Jepang.

    Tidak lama berselang pada hari Kamis (14/12), Kepala Sekretaris Kabinet Hirokazu Matsuno dan Menteri Perindustrian Yasutoshi Nishimura mengatakan bahwa ia telah mengundurkan diri. Sementara mantan Menteri Luar Negeri Yoshimasa Hayashi mengonfirmasi bahwa ia telah diminta untuk bergabung kembali dengan kabinet menggantikan Matsuno.

    “Mengingat berbagai tuduhan terkait dana politik yang menggoyahkan kepercayaan masyarakat terhadap politik dan berbagai tuduhan terkait dana politik saya sendiri, saya telah mengajukan pengunduran diri,” kata Matsuno dalam konferensi pers, Kamis (14/12).

    Empat menteri dan beberapa wakil menteri lainnya juga akan diganti, menurut laporan media lokal. Perombakan kabinet ini merupakan yang ketiga kalinya dilakukan PM Kishida sejak menjabat lebih dari dua tahun yang lalu. Keempat menteri tersebut berasal dari faksi terbesar dan terkuat dalam Partai Demokratik Liberal, LDP, yang secara resmi dipimpin oleh mantan PM Shinzo Abe.

    Penyelidikan terhadap LDP

    Jaksa penuntut telah menyampaikan penyelidikan kriminal terhadap fraksi tersebut dan mulai hari Kamis (14/12), pihaknya akan meminta keterangan dari puluhan anggota parlemen atas tuduhan suap sekitar 500 juta yen dalam bentuk penggalangan dana yang hilang dari rekening resmi partai, demikian dilaporkan berbagai media.

    ADVERTISEMENT

    `;
    var mgScript = document.createElement(“script”);
    mgScript.innerHTML = `(function(w,q){w[q]=w[q]||[];w[q].push([“_mgc.load”])})(window,”_mgq”);`;
    adSlot.appendChild(mgScript);
    },
    function loadCreativeA() {

    var adSlot = document.getElementById(“ad-slot”);
    if (!adSlot) return;
    adSlot.innerHTML = “;

    if (typeof googletag !== “undefined” && googletag.apiReady) {
    googletag.cmd.push(function () {
    googletag.display(‘div-gpt-ad-1708418866690-0’);
    googletag.pubads().refresh();
    });
    } else {
    var gptScript = document.createElement(“script”);
    gptScript.src = “https://securepubads.g.doubleclick.net/tag/js/gpt.js”;
    gptScript.async = true;
    gptScript.onload = function () {
    window.googletag = window.googletag || { cmd: [] };
    googletag.cmd.push(function () {
    googletag.defineSlot(‘/4905536/detik_desktop/news/static_detail’, [[400, 250], [1, 1], [300, 250]], ‘div-gpt-ad-1708418866690-0’)
    .addService(googletag.pubads());
    googletag.enableServices();
    googletag.display(‘div-gpt-ad-1708418866690-0’);
    googletag.pubads().refresh();
    });
    };
    document.body.appendChild(gptScript);
    }
    }
    ];

    var currentAdIndex = 0;
    var refreshInterval = null;
    var visibilityStartTime = null;
    var viewTimeThreshold = 30000;

    function refreshAd() {
    var adSlot = document.getElementById(“ad-slot”);
    if (!adSlot) return;
    currentAdIndex = (currentAdIndex + 1) % ads.length;
    adSlot.innerHTML = “”;
    ads[currentAdIndex]();
    }

    var observer = new IntersectionObserver(function (entries) {
    entries.forEach(function (entry) {
    if (entry.intersectionRatio > 0.1) {
    if (!visibilityStartTime) {
    visibilityStartTime = new Date().getTime();
    requestAnimationFrame(checkVisibility);
    }
    } else {
    visibilityStartTime = null;
    if (refreshInterval) {
    clearInterval(refreshInterval);
    refreshInterval = null;
    }
    }
    });
    }, { threshold: 0.1 });

    function checkVisibility() {
    if (visibilityStartTime && (new Date().getTime() – visibilityStartTime >= viewTimeThreshold)) {
    refreshAd();
    if (!refreshInterval) {
    refreshInterval = setInterval(refreshAd, 30000);
    }
    } else {
    requestAnimationFrame(checkVisibility);
    }
    }

    document.addEventListener(“DOMContentLoaded”, function () {
    var adSlot = document.getElementById(“ad-slot”);
    if (!adSlot) {
    console.error(“❌ Elemen #ad-slot tidak ditemukan!”);
    return;
    }
    ads[currentAdIndex]();
    observer.observe(adSlot);
    });

    var mutationObserver = new MutationObserver(function (mutations) {
    mutations.forEach(function (mutation) {
    if (mutation.type === “childList”) {
    visibilityStartTime = new Date().getTime();
    requestAnimationFrame(checkVisibility);
    }
    });
    });

    mutationObserver.observe(document.getElementById(“ad-slot”), { childList: true, subtree: true });

    Kantor kejaksaan mengatakan bahwa mereka belum dapat mengomentari investigasi yang sedang berlangsung ketika dihubungi Reuters.

    Beberapa pengamat politik telah membandingkan skandal ini dengan apa yang disebut “skandal rekrut” pada akhir 1980-an ketika tuduhan perdagangan orang dalam membuat PM Noboru Takeshita dan beberapa pejabat tinggi pemerintah lainnya mengundurkan diri.

    Sejak berita tentang skandal terbaru ini merebak beberapa minggu yang lalu, dukungan publik terhadap Kishida turun menjadi sekitar 23%, terendah sejak ia menjabat pada Oktober 2021, demikian hasil jajak pendapat terbaru.

    Dukungan untuk LDP juga turun di bawah 30% untuk pertama kalinya sejak 2012, ketika LDP kembali berkuasa setelah hampir mendominasi politik Jepang.

    Perdana menteri tidak perlu mengadakan pemilihan umum hingga Oktober 2025 dan oposisi yang terpecah secara historis telah berjuang untuk membuat terobosan yang berkelanjutan terhadap cengkeraman kekuasaan LDP. Namun, para analis mengatakan masih harus dilihat berapa lama Kishida dapat bertahan pada jabatan puncak tersebut karena skandal itu membuat pemerintahannya berantakan.

  • PM Jepang Akan Pecat Beberapa Menteri karena Tuduhan Gratifikasi

    PM Jepang Akan Pecat Beberapa Menteri karena Tuduhan Gratifikasi

    Tokyo

    Perdana Menteri (PM) Jepang Fumio Kishida dilaporkan akan memecat beberapa menteri penting yang sedang diselidiki atas dugaan penipuan dan gratifikasi. Ini akan menjadi perombakan kabinet kedua dalam tiga bulan terakhir.

    Seperti dilansir AFP, Senin (11/12/2023), para menteri yang dicopot dari jabatannya, kemungkinan besar diumumkan paling cepat pekan ini, mencakup tangan kanan Kishida, Kepala Sekretaris Kabinet Hirokazu Matsuno, dan Menteri Ekonomi, Industri dan Perdagangan Yasutoshi Nishimura.

    Menurut laporan Asahi Shimbun, jumlah menteri dan pejabat tinggi yang akan dipecat oleh Kishida mencapai 15 orang, termasuk beberapa wakil menteri dan wakil menteri parlemen.

    Semua pejabat yang dipecat itu tergabung dalam faksi yang sebelumnya dipimpin oleh mendiang PM Shinzo Abe — salah satu dari setidaknya lima kelompok besar yang bersaing untuk mendapatkan pengaruh dan kekuasaan di dalam Partai Demokrat Liberal (LDP) yang berkuasa di Jepang.

    Laporan media lokal Jepang menyebut para jaksa setempat sedang menyelidiki tuduhan yang menyebut faksi tersebut gagal melaporkan dana puluhan ribu dolar yang dikumpulkan melalui penggalangan dana oleh partai.

    ADVERTISEMENT

    `;
    var mgScript = document.createElement(“script”);
    mgScript.innerHTML = `(function(w,q){w[q]=w[q]||[];w[q].push([“_mgc.load”])})(window,”_mgq”);`;
    adSlot.appendChild(mgScript);
    },
    function loadCreativeA() {
    var adSlot = document.getElementById(“ad-slot”);
    adSlot.innerHTML = “;

    console.log(“🔍 Checking googletag:”, typeof googletag !== “undefined” ? “✅ Defined” : “❌ Undefined”);

    if (typeof googletag !== “undefined” && googletag.apiReady) {
    console.log(“✅ Googletag ready. Displaying ad…”);
    googletag.cmd.push(function () {
    googletag.display(‘div-gpt-ad-1708418866690-0’);
    googletag.pubads().refresh();
    });
    } else {
    console.log(“⚠️ Googletag not loaded. Loading GPT script…”);
    var gptScript = document.createElement(“script”);
    gptScript.src = “https://securepubads.g.doubleclick.net/tag/js/gpt.js”;
    gptScript.async = true;
    gptScript.onload = function () {
    console.log(“✅ GPT script loaded!”);
    window.googletag = window.googletag || { cmd: [] };
    googletag.cmd.push(function () {
    googletag.defineSlot(‘/4905536/detik_desktop/news/static_detail’, [[400, 250], [1, 1], [300, 250]], ‘div-gpt-ad-1708418866690-0’).addService(googletag.pubads());
    googletag.enableServices();
    googletag.display(‘div-gpt-ad-1708418866690-0’);
    googletag.pubads().refresh();
    });
    };
    document.body.appendChild(gptScript);
    }
    }
    ];

    var currentAdIndex = 0;
    var refreshInterval = null;
    var visibilityStartTime = null;
    var viewTimeThreshold = 30000;

    function refreshAd() {
    var adSlot = document.getElementById(“ad-slot”);
    if (!adSlot) return;

    currentAdIndex = (currentAdIndex + 1) % ads.length;
    adSlot.innerHTML = “”; // Clear previous ad content
    ads[currentAdIndex](); // Load the appropriate ad

    console.log(“🔄 Ad refreshed:”, currentAdIndex === 0 ? “Creative B” : “Creative A”);
    }

    var observer = new IntersectionObserver(function(entries) {
    entries.forEach(function(entry) {
    if (entry.isIntersecting) {
    if (!visibilityStartTime) {
    visibilityStartTime = new Date().getTime();
    console.log(“👀 Iklan mulai terlihat, menunggu 30 detik…”);

    setTimeout(function () {
    if (visibilityStartTime && (new Date().getTime() – visibilityStartTime >= viewTimeThreshold)) {
    console.log(“✅ Iklan terlihat 30 detik! Memulai refresh…”);
    refreshAd();
    if (!refreshInterval) {
    refreshInterval = setInterval(refreshAd, 30000);
    }
    }
    }, viewTimeThreshold);
    }
    } else {
    console.log(“❌ Iklan keluar dari layar, reset timer.”);
    visibilityStartTime = null;
    if (refreshInterval) {
    clearInterval(refreshInterval);
    refreshInterval = null;
    }
    }
    });
    }, { threshold: 0.5 });

    document.addEventListener(“DOMContentLoaded”, function() {
    var adSlot = document.getElementById(“ad-slot”);
    if (adSlot) {
    ads[currentAdIndex](); // Load the first ad
    observer.observe(adSlot);
    }
    });

    Satu pejabat tinggi lainnya yang dilaporkan terlibat adalah mantan Menteri Olimpiade Seiko Hashimoto.

    Kishida, pada Senin (11/12) waktu setempat, menolak untuk membahas kemungkinan perombakan kabinet — yang bisa dilakukan setelah sidang parlemen berakhir pada Rabu (13/12) waktu setempat. Namun dia menegaskan dirinya menanggapi dengan serius tuduhan penipuan oleh jajaran menterinya.

    “Saya berpikir untuk mengambil tindakan yang tepat, pada waktu yang tepat, demi pemulihan kepercayaan masyarakat (terhadap pemerintah), dan untuk mencegah penundaan dalam operasi pemerintah,” tutur Kishida kepada wartawan setempat.

    Angka kepuasan kinerja Kishida berada pada level terendah sejak dia menjabat dua tahun lalu, sebagian akibat kegelisahan pemilih terhadap inflasi.

    Kishida yang berusia 66 tahun ini bisa memimpin hingga tahun 2025 mendatang, namun ada spekulasi dia akan mengumumkan digelarnya pemilu lebih awal menjelang pemilihan pemimpin internal LDP tahun depan.

    Laporan media lokal Jiji Press menyebut kubu oposisi dijadwalkan mengajukan mosi tidak percaya kepada parlemen Jepang pada Senin (11/12) malam. Namun mosi tersebut kemungkinan besar tidak akan disetujui.