Tag: Shehbaz Sharif

  • Politik kemarin, soal Bupati Aceh Selatan hingga Prabowo di Pakistan

    Politik kemarin, soal Bupati Aceh Selatan hingga Prabowo di Pakistan

    Jakarta (ANTARA) – Sejumlah peristiwa politik telah diwartakan oleh pewarta Kantor Berita ANTARA pada Selasa (9/12). Berikut beberapa berita pilihan yang masih menarik dibaca pagi ini.

    1. Mendagri berhentikan sementara Bupati Aceh Selatan selama 3 bulan

    Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memberhentikan sementara Bupati Aceh Selatan Mirwan MS selama tiga bulan dari jabatannya karena berangkat umrah tanpa izin di saat daerahnya dilanda bencana.

    Dia mengatakan sanksi tersebut diberikan berdasarkan ketentuan Pasal 76 Ayat i dan Pasal 77 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Menurut dia, Mirwan belum mengajukan izin perjalanan luar negeri ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) karena izinnya sudah terlebih dahulu ditolak oleh Gubernur Aceh Muzakir Manaf.

    2. Mendagri terbitkan SE larang kepala daerah ke luar negeri

    Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menerbitkan surat edaran (SE) yang melarang seluruh kepala daerah untuk berpergian ke luar negeri sampai 15 Januari, imbas terjadinya bencana dan cuaca yang masih ekstrem.

    Menurut dia, seluruh kepala daerah di Indonesia diminta untuk berada di daerahnya masing-masing, terutama bagi kepala daerah di berbagai wilayah di Sumatera yang daerahnya terdampak bencana.

    Baca selengkapnya di sini.

    3. Gibran apresiasi gerakan Ferry Irwandi, sebut aksi nyata gotong royong

    Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengapresiasi gerakan solidaritas warga untuk membantu korban bencana di Aceh dan Sumatera, yang dilakukan oleh komunitas hingga individu, termasuk dari Pendiri Malaka Project, Ferry Irwandi.

    “Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat yang telah bahu-membahu menggalang bantuan bagi warga terdampak bencana banjir dan longsor di Sumatera,” kata Wapres Gibran dalam pernyataan tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Selasa.

    Baca selengkapnya di sini.

    4. Indonesia-Pakistan tanda tangani 7 MoU, disaksikan Prabowo dan Sharif

    Pemerintah Indonesia dan Pakistan menandatangani tujuh dokumen nota kesepahaman (MoU) kerja sama dan perjanjian kerja sama di berbagai bidang yang prosesinya disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri (PM) Pakistan Shehbaz Sharif.

    Upacara penandatanganan dan pertukaran dokumen kerja sama tersebut digelar dalam rangkaian kunjungan resmi Presiden Prabowo di kediaman resmi Perdana Menteri Pakistan (PM House) di Islamabad, Selasa.

    Baca selengkapnya di sini.

    5. Presiden Prabowo terima anugerah bintang tertinggi “Nishan-e-Pakistan”

    Presiden Prabowo Subianto menerima anugerah penghargaan bintang tertinggi Republik Islam Pakistan “Nishan-e-Pakistan” dari Presiden Pakistan Asif Ali Zardari dalam upacara penghargaan di Istana Kepresidenan Pakistan Aiwan-e-Sadr, Islamabad, Selasa (9/12).

    Bintang kehormatan “Nishan-e-Pakistan” merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan oleh Pemerintah Pakistan kepada pemimpin asing atau tokoh-tokoh penting yang dinilai berjasa luar biasa dan berkontribusi terhadap Pakistan baik di tingkat nasional maupun internasional.

    Baca selengkapnya di sini.

    Pewarta: Nadia Putri Rahmani
    Editor: Hisar Sitanggang
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Sebut penyair Sapardi, PM Pakistan kirim dokter ke RI dengan tulus

    Sebut penyair Sapardi, PM Pakistan kirim dokter ke RI dengan tulus

    Jakarta (ANTARA) – Perdana Menteri (PM) Pakistan Shehbaz Sharif sempat menyebutkan nama sastrawan ternama Indonesia Sapardi Djoko Damono saat menyatakan rencana mengirim bantuan tenaga kedokteran Pakistan untuk Indonesia sebagai tindakan yang tulus.

    Dalam sesi pernyataan bersama (joint statement) bersama Presiden Prabowo Subianto di kediaman resmi perdana menteri (PM House) di Islamabad, Selasa, PM Sharif menjelaskan bahwa kedua pemimpin sepakat untuk mengirim tenaga kedokteran untuk membantu Indonesia menambah jumlah fakultas kedokteran.

    “Hari ini kita juga sepakat bahwa kita akan dengan senang hati mengirimkan para dokter, dokter gigi, profesor kedokteran, dan pakar terkait lainnya dari Pakistan ke Indonesia untuk mewujudkan impian Anda, yaitu membangun sejumlah fakultas kedokteran, dan universitas di sana,” kata PM Sharif yang disaksikan melalui siaran langsung via Youtube di Jakarta, Rabu dini hari.

    PM Sharif menjelaskan bahwa pemerintah Pakistan siap mengirimkan bantuan tenaga kedokteran dan pakar kesehatan tanpa penundaan, dengan sepenuh hati, selama hal itu memungkinkan.

    Sharif pun menyebut nama Sapardi Djoko Darmono sebagai sastrawan sekaligus penyair ternama Indonesia yang menuliskan tentang kehangatan hidup dalam ketulusan. Kehangatan itu tercermin dari hubungan kedua negara, dan pertemuan bersama Presiden Prabowo.

    “Jadi, kehangatan ini lahir dari ketulusan, bukan dari protokol rutin. Dan kita sungguh-sungguh merasakan kehangatan itu hari ini, meskipun cuaca semakin dingin di Islamabad dalam beberapa hari mendatang,” kata Sharif.

    Adapun Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah Indonesia dan Pakistan untuk memperkuat kerja sama strategis di berbagai sektor, mulai dari kesehatan, perdagangan, hingga politik luar negeri.

    Dalam bidang kesehatan, Presiden Prabowo mengapresiasi komitmen Pakistan untuk mengirimkan tenaga ahli, termasuk dokter dan profesor, guna mendukung program besar Indonesia dalam pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan nasional.

    “Maka saya sangat gembira, saya sangat bersyukur bahwa Pakistan bersedia membantu kami di bidang kesehatan dengan mengirimkan dokter, profesor, dan pakar Anda untuk membantu kami di sektor kesehatan,” kata Prabowo.

    Pewarta: Mentari Dwi Gayati
    Editor: Virna P Setyorini
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Presiden Prabowo terima anugerah bintang tertinggi “Nishan-e-Pakistan”

    Presiden Prabowo terima anugerah bintang tertinggi “Nishan-e-Pakistan”

    Jakarta (ANTARA) – Presiden Prabowo Subianto menerima anugerah penghargaan bintang tertinggi Republik Islam Pakistan “Nishan-e-Pakistan” dari Presiden Pakistan Asif Ali Zardari dalam upacara penghargaan di Istana Kepresidenan Pakistan Aiwan-e-Sadr, Islamabad, Selasa (9/12).

    Bintang kehormatan “Nishan-e-Pakistan” merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan oleh Pemerintah Pakistan kepada pemimpin asing atau tokoh-tokoh penting yang dinilai berjasa luar biasa dan berkontribusi terhadap Pakistan baik di tingkat nasional maupun internasional.

    Penghargaan tersebut diberikan kepada Presiden Prabowo yang dinilai berjasa besar dan memiliki kontribusi luar biasa dalam memperkuat hubungan bilateral kedua negara, menurut siaran resmi Sekretariat Presiden yang dikonfirmasi di Jakarta, Rabu dini hari.

    Dalam prosesi penyematan anugerah bintang tertinggi itu, Presiden Zardari didampingi oleh Perdana Menteri (PM) Pakistan Shehbaz Sharif, dan disaksikan oleh sejumlah pejabat dua negara, anggota parlemen Pakistan, serta duta besar dari negara-negara sahabat di Islamabad, Pakistan.

    Penganugerahan kepada Presiden Prabowo mencerminkan pengakuan Pemerintah Pakistan terhadap peran strategis Indonesia di kawasan Indo-Pasifik serta komitmen Presiden Prabowo dalam memperkuat hubungan kerja sama pertahanan, ekonomi, dan solidaritas dunia Islam, menurut siaran resmi dari Sekretariat Presiden tersebut.

    Sejak diberikan pertama kali pada 19 Maret 1957, “Nishan-e-Pakistan” juga pernah diberikan kepada sejumlah pemimpin negara di antaranya Raja Jordania Abdullah II bin Hussein, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, Emir Qatar Tamim bin Hamad Al Thani, dan Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah.

    Penghargaan tersebut juga menjadi simbol menghormati hubungan historis Indonesia dan Pakistan yang telah terjalin sejak masa Presiden Soekarno, dan memperkokoh kemitraan strategis kedua negara di tengah dinamika geopolitik global.

    Siaran resmi tersebut juga menyebutkan bahwa penghargaan itu juga mencerminkan harapan bahwa kerja sama kedua negara akan semakin meningkat dalam bidang pertahanan, ekonomi, teknologi, pangan, dan solidaritas dunia Muslim.

    Pada Hari yang sama, Presiden Prabowo menyambangi Istana Kepresidenan Pakistan Aiwan-e-Sadr setelah merampungkan kunjungan resminya di kediaman resmi perdana menteri Pakistan (PM House) di Islamabad. Kunjungan itu merupakan rangkaian dari lawatan perdana Presiden Prabowo di Pakistan selama dua hari yakni pada 8-9 Desember 2025.

    Di Aiwan-e-Sadr, Presiden Prabowo dan Presiden Zardari menggelar pertemuan empat mata membahas peningkatan kerja sama dua negara, serta perkembangan situasi di kawasan. Usai pertemuan tersebut, dua pemimpin lanjut memimpin pertemuan bilateral antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Pakistan.

    Sepanjang pertemuan di Aiwan-e-Sadr, Presiden Prabowo didampingi oleh delegasi Pemerintah Indonesia yang terdiri atas Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI M Tonny Harjono, Duta Besar RI untuk Pakistan Letjen TNI (Purn) Chandra Warsenanto Sukotjo, Kepala Badan Logistik Pertahanan Kementerian Pertahanan Marsekal Madya TNI Yusuf Jauhari, dan Panglima Kopassus TNI AD Letjen TNI Djon Afriandi.

    Pewarta: Genta Tenri Mawangi
    Editor: Virna P Setyorini
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Prabowo Teken 7 Kesepakatan dengan Pakistan, Kerja Sama Bidang Teknologi hingga Dagang

    Prabowo Teken 7 Kesepakatan dengan Pakistan, Kerja Sama Bidang Teknologi hingga Dagang

    Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah Indonesia dan Pakistan meneken nota kesepahaman atau MoU untuk memperkuat kemitraan dan perjanjian kerja sama di sejumlah sektor. 

    Pertukaran dokumen tersebut berlangsung di kediaman PM Pakistan di Islamabad dan secara langsung disaksikan Presiden Prabowo Subianto dan PM Pakistan Shehbaz Sharif. 

    “Hari ini kita telah mengadakan pertemuan yang sangat produktif. Kita telah mencapai banyak kesepakatan di berbagai bidang dan kita telah membahas hal-hal yang menjadi kepentingan bersama,” ujar Prabowo dalam keterangan tertulis, Selasa (9/12/2025).

    Berdasarkan keterangan Sekretariat Presiden ada tujuh poin kerja sama kemitraan RI dan Pakistan. Salah satunya penguatan di sektor teknologi.

    Kemudian, sektor yang turut dikerja samakan yakni sektor pendidikan, UMKM, pemberantasan narkoba, perdagangan hingga kesehatan.

    Pada intinya, MoU dan perjanjian kerja sama diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta memperkokoh kontribusi kedua negara dalam menjaga stabilitas kawasan.

    Berikut 7 poin kerja sama dalam MoU RI-Pakistan :

    1. Perjanjian antara Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia dengan Higher Education Commission (HEC) of Islamic Republic of Pakistan tentang pengakuan bersama Sertifikat dan Gelar Pendidikan Tinggi;

    2. Perjanjian antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Pakistan untuk Program Hibah pada “The Indonesian Aid Scholarships”;

    3. MoU antara SMESCO dan SMEDA tentang Kemitraan Strategis dalam Fasilitasi Usaha Kecil dan Menengah;

    4. MoU antara Arsip Nasional Republik Indonesia dan the Cabinet Division Represented by National Archives Pakistan tentang Kerja Sama Kearsipan;

    5. MoU antara Badan Narkotika Nasional Pemerintah Republik Indonesia dan Ministry of Interior and Narcotics Control Pemerintah Pakistan tentang Kerja Sama dalam Pencegahan dan Pemberantasan Peredaran Gelap Narkotika, Psikotropika, Zat Adiktif Baru dan Prekursornya; 

    6. MoU antara Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal Republik Indonesia dan Pakistan Halal Authority dalam Perdagangan dan Sertifikasi Halal;

    7. MoU tentang Kerja Sama di Bidang Kesehatan. 

  • 5
                    
                        Prabowo Dikawal Jet Tempur, PM Pakistan: Ketulusan Kami karena Pemimpin Cakap Berkunjung
                        Nasional

    5 Prabowo Dikawal Jet Tempur, PM Pakistan: Ketulusan Kami karena Pemimpin Cakap Berkunjung Nasional

    Prabowo Dikawal Jet Tempur, PM Pakistan: Ketulusan Kami karena Pemimpin Cakap Berkunjung
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
     Perdana Menteri (PM) Pakistan Shehbaz Sharif mengungkapkan, pengerahan pesawat tempur yang mengawal kedatangan Presiden Prabowo Subianto ke Pakistan bukan protokol rutin.
    Ia menyebutkan, penyambutan itu merupakan bentuk penghormatan Pakistan terhadap Prabowo sebagai pemimpin yang cakap dan dinamis.
    “Pengawalan itu bukan bentuk bantuan atau prosedur rutin. Itu berasal dari ketulusan hati kami karena seorang pemimpin yang cakap dan dinamis dari negara Muslim terbesar di dunia berkunjung ke Pakistan,” kata PM Shehbaz usai pertemuan bilateral dengan Prabowo di kediaman resmi Perdana Menteri, Selasa (9/12/2025), dikutip dari siaran pers.
    PM Sharif menyampaikan kehormatan atas kehadiran Presiden Prabowo di Pakistan, seraya menyebut Indonesia sebagai negara sahabat yang memiliki kedekatan historis panjang dengan Pakistan.
    “Merupakan suatu kehormatan besar bagi kami untuk kembali menyambut Anda atas nama rakyat Pakistan, pemerintah, dan saya pribadi. Kunjungan ini adalah kunjungan seorang Presiden Indonesia pertama dalam tujuh tahun terakhir, dan Pakistan adalah rumah kedua Anda,” ujar dia.
    Kunjungan Presiden Prabowo ini bertepatan dengan peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Pakistan.
    PM Sharif menyoroti sejarah panjang solidaritas kedua negara, termasuk dukungan Pakistan terhadap perjuangan kemerdekaan Indonesia serta dukungan Indonesia kepada Pakistan.
    “Indonesia berdiri teguh bersama Pakistan. Dan ini telah tercatat dalam sejarah dengan kata-kata emas dan ini akan dikenang oleh rakyat Pakistan selamanya,” ucapnya.
    PM Sharif menyebut pertemuan dengan Presiden Prabowo berlangsung sangat produktif dan menghasilkan sejumlah kesepakatan penting untuk memperkuat kerja sama kedua negara.
    Pakistan siap berkolaborasi untuk menyeimbangkan neraca perdagangan yang saat ini mencapai 4,5 miliar dollar AS.
    PM Shehbaz juga menyampaikan kesiapan Pakistan untuk mengirim tenaga medis guna mendukung program pembangunan perguruan tinggi dan fasilitas kesehatan di Indonesia.
    “Kami telah membahas bagaimana mengambil langkah-langkah perbaikan untuk menyeimbangkan neraca perdagangan ini melalui ekspor pertanian dari Pakistan, melalui ekspor inisiatif-inisiatif yang dipimpin oleh IT, dan tentu saja di banyak bidang lainnya,” kata PM Shehbaz.
    PM Sharif pun yakin
    hubungan Indonesia-Pakistan
    akan terus berkembang.
    “Kunjungan Anda hari ini akan membawa hubungan baik ini ke tingkat yang jauh lebih tinggi, insya Allah. Dalam arti sebenarnya, kedua negara kita akan bekerja sama demi kemajuan dan perdamaian, tidak hanya di antara kedua negara kita, tetapi juga di seluruh kawasan,” kata dia.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Prabowo sebut RI-Pakistan negara muslim moderat promosikan toleransi

    Prabowo sebut RI-Pakistan negara muslim moderat promosikan toleransi

    Jakarta (ANTARA) – Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan bahwa Indonesia dan Pakistan memiliki nilai bersama sebagai negara muslim terbesar di dunia, namun merupakan Islam moderat yang mempromosikan inklusivitas dan toleransi.

    Dalam sesi pernyataan bersama (joint statement) dengan Perdana Menteri (PM) Pakistan Shehbaz Sharif di kediaman resmi perdana menteri (PM House) di Islamabad, Selasa. Presiden Prabowo mengatakan bahwa Indonesia dan Pakistan memiliki hubungan historis.

    “Kita memiliki nilai-nilai bersama, kita memiliki kepentingan bersama, kita mungkin sama-sama negara muslim terbesar di dunia, tetapi Islam kita adalah Islam moderat yang mempromosikan inklusivitas, toleransi, dan hubungan historis,” kata Presiden Prabowo, yang disaksikan melalui siaran langsung Youtube, di Jakarta, Selasa,

    Prabowo menilai hubungan persaudaraan antara Indonesia dan Pakistan juga terjalin dengan solidaritas yang kuat.

    Oleh karenanya, Kepala Negara menilai pentingnya dalam beberapa tahun mendatang untuk memanfaatkan momentum ikatan persaudaraan kedua negara, terutama dalam kerja sama di berbagai bidang.

    Sementara itu, PM Sharif mengatakan bahwa hubungan diplomatik Indonesia dan Pakistan telah terjalin selama lebih dari 75 tahun. Sharif pun mengajak agar peringatan bilateral kedua negara dapat dirayakan di dua ibu kota, yakni Islamabad dan Jakarta

    “Kunjungan Anda bertepatan dengan peringatan hubungan diplomatik kita. Mari kita sepakat untuk merayakan 75 tahun ini dengan meriah di Jakarta dan di Islamabad,” kata Sharif.

    Sharif melanjutkan bahwa hubungan Pakistan dan Indonesia sejatinya telah terjalin sebelum Indonesia merdeka

    Pendiri Pakistan, Qaid-e-Azam Muhammad Ali Jinnah, yang kala itu menjadi Presiden Liga Muslim India, mendukung bangsa Indonesia meraih kemerdekaanya.

    “Beliau mendukung penuh Presiden Soekarno. Dan Alhamdulillah, pada bulan Agustus 1945, Indonesia mengklaim kemerdekaannya, meskipun Belanda secara resmi mengakuinya pada tahun 1949. Saya pikir itu adalah perjuangan heroik yang luar biasa dari pihak rakyat Indonesia, saudara-saudari kita,” kata Sharif.

    Pewarta: Mentari Dwi Gayati
    Editor: Hisar Sitanggang
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Prabowo Minta Pakistan Kirim Dokter untuk Tingkatkan Sektor Kesehatan RI

    Prabowo Minta Pakistan Kirim Dokter untuk Tingkatkan Sektor Kesehatan RI

    Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menyampaikan kerja sama RI dengan Pakistan akan memperkuat sektor kesehatan.

    Hal tersebut diungkap Prabowo dalam sambutannya saat melakukan pertemuan bilateral dengan PM Pakistan, Shehbaz Sharif di Islamabad, Pakistan, Selasa (9/12/2025).

    “Saya sangat senang dan bersyukur bahwa Pakistan bersedia membantu kami di bidang kesehatan dengan mengirimkan dokter, profesor, dan pakar Anda untuk membantu kami di sektor kesehatan,” ujar Prabowo.

    Orang nomor satu di Indonesia itu menyatakan dokter hingga pakar dari Pakistan itu akan masuk dalam program pendidikan pemerintah di bidang kesehatan.

    Dengan demikian, tenaga kerja di Indonesia diharapkan dapat menyerap ilmu dari profesor maupun ahli Pakistan di bidang kesehatan nantinya.

    “Kami sangat membutuhkan dokter dan dokter gigi, dan saya sedang memulai program pendidikan besar-besaran di bidang ini. Jadi bantuan Anda akan sangat strategis dan penting bagi kami,” imbuhnya.

    Lebih jauh, Prabowo juga telah memerintahkan menteri di Indonesia agar bisa memperkuat hubungan dagang dengan pemerintah Pakistan untuk kepentingan masyarakat ke depannya.

    “Dan yakinlah bahwa kita ingin bergerak secepat mungkin di semua bidang ini. Bidang pendidikan, bidang perdagangan, bidang kerja sama pertanian, dan ilmu pengetahuan serta teknologi,” pungkasnya.

  • Prabowo: Bantuan dokter Pakistan perkuat sektor kesehatan Indonesia

    Prabowo: Bantuan dokter Pakistan perkuat sektor kesehatan Indonesia

    Jakarta (ANTARA) – Presiden RI Prabowo Subianto mengapresiasi Pemerintah Pakistan yang telah membantu Indonesia untuk memperkuat sektor kesehatan, salah satunya dengan mengirimkan dokter dan para ahli lainnya.

    Dalam sesi pidato pernyataan bersama (joint statment) dengan Perdana Menteri (PM) Pakistan Shehbaz Sharif yang dipantau melalui siaran langsung Youtube, di Jakarta, Selasa, Presiden Prabowo mengatakan Indonesia saat ini membutuhkan tenaga kesehatan dalam jumlah yang besar.

    Bantuan Pakistan dengan mengirimkan dokter, profesor, dan tenaga ahli, kata Presiden Prabowo, sangat membantu sektor kesehatan di Indonesia.

    “Kami memiliki kebutuhan yang sangat besar akan dokter dan dokter gigi, dan saya sedang memulai sebuah program pendidikan besar-besaran di bidang ini. Jadi, bantuan Anda akan sangat strategis dan penting bagi kami. Kami sangat menghargainya,” ujar Presiden Prabowo

    Selain kerja sama kesehatan, Prabowo juga menekankan pentingnya percepatan untuk memperkuat perdagangan kedua negara.

    Ia mengatakan telah menginstruksikan kepada jajaran menteri untuk mempercepat implementasi kerja sama secara konkret di berbagai bidang, seperti pendidikan, perdagangan, pertanian serta sains dan teknologi.

    “Yakinlah bahwa kami ingin bergerak secepat mungkin di semua bidang ini, pendidikan, perdagangan, kerja sama pertanian, serta sains dan teknologi,” kata Presiden.

    Presiden Prabowo Subianto tiba di kediaman resmi perdana menteri Pakistan (PM House) di Islamabad, Pakistan, Selasa untuk bertemu empat mata dengan PM Pakistan Shehbaz Sharif.

    Tepat di area pelataran PM House, kedatangan PM Sharif menyambut kedatangan Presiden Prabowo. Keduanya lanjut berjalan menuju mimbar untuk menerima penghormatan dari tentara Pakistan. Dalam prosesi itu, lagu kebangsaan dua negara dikumandangkan, diawali dengan lagu kebangsaan Indonesia “Indonesia Raya”, dan dilanjutkan dengan lagu kebangsaan Pakistan “Pāk Sarzamīn”.

    Delegasi Pemerintah Indonesia yang mendampingi Presiden Prabowo dalam lawatannya di Islamabad, di antaranya Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI M. Tonny Harjono, Duta Besar RI untuk Pakistan Letjen TNI (Purn.) Chandra Warsenanto Sukotjo, Kepala Badan Logistik Pertahanan Kementerian Pertahanan Marsekal Madya TNI Yusuf Jauhari, dan Panglima Kopassus TNI AD Letjen TNI Djon Afriandi.

    Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
    Editor: Benardy Ferdiansyah
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Temui PM Pakistan, Prabowo: Kita Negara Islam Besar yang Moderat

    Temui PM Pakistan, Prabowo: Kita Negara Islam Besar yang Moderat

    Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto telah menemui Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif di Islamabad, Pakistan, Selasa (9/12/2025).

    Mulanya, Prabowo mengapresiasi atas sambutan hangat yang diberikan pemerintah maupun masyarakat Pakistan atas kedatangannya itu.

    Prabowo yang menggunakan pesawat kepresidenan Garuda Indonesia-1 mendapatkan penyambutan istimewa dengan enam jet tempur JF-17 Thunder milik Angkatan Udara Pakistan.

    “Sebelum saya mendarat di tanah Pakistan, saya disambut di udara, dikawal oleh pilot-pilot Angkatan Udara Anda yang terhormat dengan JF-17 Thunder Anda. Sebuah kehormatan besar bagi saya,” ujar Prabowo.

    Setelah itu, Prabowo menyatakan bahwa pemerintah RI dan Pakistan merupakan negara Islam besar yang memiliki kepentingan yang sama.

    Islam yang dimaksud Prabowo adalah perilaku yang moderat. Islam yang menggaungkan inklusivitas, toleransi, dan hubungan persaudaraan antara kedua negara kita yang solid.

    “Kita memiliki kepentingan bersama, kita mungkin sama-sama negara Muslim terbesar di dunia, tetapi Islam kita adalah Islam moderat,” imbuhnya.

    Kemudian, orang nomor satu di Indonesia berharap agar kerja sama yang selama ini dijalani bisa terus ditingkatkan dan bermanfaat bagi kedua negara.

    “Saya pikir sangat penting bagi kita dalam beberapa hari dan tahun mendatang untuk memanfaatkan sejarah ini, memanfaatkan ikatan persaudaraan ini untuk memberi manfaat bagi rakyat kita di sebagian besar bidang,” pungkasnya.

  • Indonesia-Pakistan tanda tangani 7 MoU, disaksikan Prabowo dan Sharif

    Indonesia-Pakistan tanda tangani 7 MoU, disaksikan Prabowo dan Sharif

    Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Indonesia dan Pakistan menandatangani tujuh dokumen nota kesepahaman (MoU) kerja sama dan perjanjian kerja sama di berbagai bidang yang prosesinya disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri (PM) Pakistan Shehbaz Sharif.

    Upacara penandatanganan dan pertukaran dokumen kerja sama tersebut digelar dalam rangkaian kunjungan resmi Presiden Prabowo di kediaman resmi Perdana Menteri Pakistan (PM House) di Islamabad, Selasa.

    Tujuh MoU dan perjanjian kerja sama itu mencakup MoU kerja sama bidang pendidikan tinggi yang diteken oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Brian Yuliarto dan Menteri Pendidikan dan Pelatihan Profesional Federal Pakistan Khalid Maqbool Siddiqui, kemudian kerja sama peluncuran bantuan beasiswa Indonesia “Indonesian Aid Scholarship” yang diteken oleh Menteri Luar Negeri RI Sugiono dan Menteri Pendidikan Pakistan Khalid Maqbool Siddiqui.

    Kedua negara juga meneken MoU bidang perdagangan dan sertifikasi produk-produk halal, yang dokumen kerja samanya dipertukarkan oleh Menteri Luar Negeri Sugiono dan Menteri Perdagangan Pakistan Jam Kamal Khan. Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar dunia, sementara Pakistan menempati urutan kedua untuk populasi muslim terbesar dunia.

    Di PM House, Indonesia dan Pakistan juga mengumumkan kerja sama pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dokumen MoU untuk kerja sama tersebut dipertukarkan oleh Menlu Sugiono dengan Menteri Ketahanan Pangan Nasional Pakistan Rana Tanveer Hussain. Kemudian, Indonesia dan Pakistan juga meneken kerja sama bidang arsip.

    Dokumen kerja sama bidang arsip kemudian dipertukarkan oleh Menlu Sugiono dengan Wakil Perdana Menteri Pakistan, yang juga Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar.

    Kemudian, dua negara lanjut menyepakati kerja sama mencegah dan memberantas perdagangan narkoba. Terakhir, Indonesia dan Pakistan lanjut meneken MoU untuk kerja sama sektor kesehatan. Dokumen kerja sama itu dipertukarkan oleh Menlu Sugiono dengan Menteri Layanan dan Regulasi Kesehatan Nasional Pakistan Syed Mustafa Kamal.

    Presiden Prabowo, untuk pertama kalinya, menyambangi PM House di Islamabad dalam rangkaian kunjungan resminya di Pakistan pada tanggal 8-9 Desember 2025. Di PM House, Presiden Prabowo dan PM Pakistan Shehbaz Sharif menggelar pertemuan empat mata dan memimpin pertemuan bilateral antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Pakistan.

    Delegasi Pemerintah Indonesia yang mendampingi Presiden Prabowo dalam rangkaian lawatannya di Pakistan, yaitu Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI M. Tonny Harjono, Duta Besar RI untuk Pakistan Letjen TNI (Purn.) Chandra Warsenanto Sukotjo, Kepala Badan Logistik Pertahanan Kementerian Pertahanan Marsekal Madya TNI Yusuf Jauhari, dan Panglima Kopassus TNI AD Letjen TNI Djon Afriandi.

    Pewarta: Genta Tenri Mawangi
    Editor: Hisar Sitanggang
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.