Tag: Satya Nadella

  • Gerhana Matahari Total, Bos Apple dan Microsoft ke Indonesia

    Gerhana Matahari Total, Bos Apple dan Microsoft ke Indonesia

    Jakarta
    April 2024, di dunia sains ada fenomena gerhana Matahari total yang berbarengan dengan melintasnya ‘komet setan’. Sementara itu, industri teknologi Indonesia diramaikan dengan kunjungan CEO Apple dan Microsoft.

    CEO Apple Tim Cook menjadi perbincangan karena dalam kunjungannya sempat mencicipi sate dan nonton wayang. Sedangkan CEO Microsoft Satya Nadella berjumpa dengan para developer Tabah Air.

    Di bulan ini juga menandai makin maraknya perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang diramaikan dengan berbagai produk smartphone sampai laptop. Berikut adalah rangkumannya.

    8 April 2024: Fenomena Gerhana Matahari Total dan Komet Setan

    Pada 8 April 2024, terjadi fenomena gerhana Matahari total. Peristiwa ini memang tidak dapat disaksikan dari Indonesia, namun tetap menarik perhatian. Foto: Getty Images/Hector Vivas

    Pada 8 April 2024, terjadi fenomena gerhana Matahari total. Peristiwa ini memang tidak dapat disaksikan dari Indonesia, namun tetap menarik perhatian.

    Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkapkan Gerhana Matahari Total 8 April hanya tersedia di wilayah Amerika Utara, yakni meliputi Kanada, Amerika Serikat, dan Meksiko.

    Menariknya lagi, fenomena Gerhana Matahari Total 8 April berbarengan dengan kemunculan komet setan yang melintas. BRIN mengungkapkan bahwa komet setan memiliki nama asli 12P/Pons-Broks. Benda antariksa ini sudah dikenal sejak 1812 dan diketahui memiliki periode orbit selama 71 tahun.

    “Disebut komet setan (devil) karena pada Juli 2023 terjadi semburan di kepala komet yang menyebabkannya tampak seperti bertanduk,” kata Ahli Astronomi dan Astrofisikan dari Pusat Riset Antariksa BRIN, Thomas Djamaludin, dikutip dari laman blog pribadinya.

    16 April 2024: Bos Apple ke Indonesia, Makan Sate hingga Nonton Wayang

    April 2024, CEO Apple Tim Cook datang ke Indonesia. Banyak kegiatan menarik yang ia lakukan. Ia juga bertemu dengan sejumlah pejabat dalam negeri. Foto: Kris/Biro Pers Sekretariat Presiden

    April 2024, CEO Apple Tim Cook datang ke Indonesia. Banyak kegiatan menarik yang ia lakukan. Ia juga bertemu dengan sejumlah pejabat dalam negeri.

    Tiba di Indonesia pada 16 April 2024, Cook mengawali kegiatan dengan kulineran sate ayam. Esoknya, Rabu (17/4), dia bertemu Presiden RI ke-7 Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta.

    Dalam pertemuan itu, ia menyampaikan maksud kedatangannya, yang salah satu tujuannya adalah membahas peluang investasi Apple di Indonesia.

    Usai bertemu Jokowi, Cook menyambangi Museum Wayang di kawasan Kota Tua Jakarta. Orang nomor satu di Apple itu tampak terpukau dengan kesenian wayang kulit.

    Di hari yang sama, Cook juga bertamu ke kantor Prabowo Subianto yang saat itu masih menjadi Menteri Pertahanan. Dalam pertemuan itu, Prabowo menyampaikan rasa hormat atas kunjungan itu. Ia juga sempat bertanya apakah Cook seorang vegetarian atau vegan, karena berniat mengajak makan malam bersama.

    Sore harinya, ia berkunjung ke Apple Developer Academy di BSD Tangerang dan mengumumkan rencana membuka Apple Developer Academy di Bali.

    25 April: Artificial Intelligence Makin Populer di Indonesia

    Tahun 2024 menjadi momen naik daunny AI di Indonesia. Berbagai produk smartphone sampai laptop makin marak bermunculan dilengkapi dengan AI. Foto: Shutterstock

    Tahun 2024 menjadi momen naik daunnya artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan di Indonesia. Berbagai produk smartphone sampai laptop makin marak bermunculan dilengkapi dengan AI.

    Samsung mengembangkan Galaxy AI berbahasa Indonesia dimulai dari Galaxy S24 Series. Inovasi ini dikembangkan para anak muda Indonesia di Samsung R&D Institute Indonesia (SRIN).

    Lalu ada Vivo yang menyematkan AI pada X Fold3 Pro dan Vivo V40 Lite. Xiaomi juga memakai advanced AI co-developed with Google untuk Xiaomi 14T Series.

    Tak ketinggalan, Oppo memberikan fitur AI di Reno 12 Series, menyusul Realme 13 Pro Series juga dilengkapi AI. Sementara itu, Apple mengembangkan Apple Intelligence lewat pembaruan iOS 18.1 yang bisa dipakai untuk iPhone 15 Pro dan iPhone 15 Pro Max, serta seluruh seri iPhone 16 yang belum masuk Indonesia.

    AI yang dikembangkan Microsoft, yaitu Copilot+ secara bertahap tersedia untuk laptop yang rilis di Indonesia. Lalu pada Juli, Lenovo Yoga Slim 7x meluncur sebagai laptop Copilot+ PC.

    Selain itu ada yang Asus merilis Vivobook S 15 OLED, ROG Zephyrus G16 dan TUF Gaming A14 dengan Copilot+ PC. Lalu di September, ada Acer yang merilis Swift 14 AI, Swift 16 AI dan Swift Go 14 AI.

    30 April: Bos Microsoft Satya Nadella ke Indonesia

    CEO Microsoft Satya Nadella datang ke Indonesia pada 30 April 2024. Foto: Grandyos Zafna

    CEO Microsoft Satya Nadella datang ke Indonesia pada 30 April 2024. Kedatangannya dalam acara Microsoft Build: AI Day. Di sana, Nadella berjumpa dengan ribuan developer Tanah Air.

    Dalam kesempatan tersebut, Nadella sempat memuji pencapaian developer Indonesia. Ia mengatakan, Microsoft melihat pertumbuhan komunitas developer yang pesat di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

    “Faktanya, dalam beberapa tahun terakhir, kami melihat dua kali lipat pertumbuhan software developer di Indonesia,” kata Nadella saat membuka Microsoft Build: AI Day di Jakarta Convention Center, Selasa (30/4).

    Orang nomor satu di Microsoft ini juga bertemu Presiden RI ke-7 Joko Widodo untuk membahas perkembangan AI di Indonesia. Dalam kunjungan ini, Microsoft mengumumkan investasi Rp 27,6 triliun untuk pembangunan infrastruktur digital dan pelatihan AI.

    Halaman 2 dari 5

    Simak Video “Video: Microsoft-Komdigi Targetkan Setahun Ciptakan Sejuta Master AI Indonesia”
    [Gambas:Video 20detik]
    (rns/rns)

  • Elon Musk Dkk Minggir Dulu, Ini Bos Raksasa Tech Baru Asal Malaysia

    Elon Musk Dkk Minggir Dulu, Ini Bos Raksasa Tech Baru Asal Malaysia

    Jakarta, CNBC Indonesia – CEO Broadcom yakni Hock Tan memiliki gaya kepemimpinan yang cukup unik di dalam dunia teknologi yang berbeda dengan bos teknologi lain seperti Jensen Huang dari Nvidia atau Tim Cook dari Apple.

    Sebagai seseorang yang baru saja masuk ke dalam klub super eksklusif, CEO perusahaan dengan kapitalisasi US$ 1 triliun (Rp 16.000 triliun) atau lebih, Hock Tan memiliki karakteristik yang berbeda dari CEO teknologi lainnya.

    Para bos perusahaan teknologi besar Amerika biasanya dapat dikategorikan ke dalam dua tipe. Pertama, pendiri visioner eksentrik seperti Mark Zuckerberg dari Meta, Elon Musk dari Tesla, dan Jensen Huang dari Nvidia, yang dikenal dengan obsesi mereka terhadap produk dan kekuasaan tak terbatas.

    Kedua, tipe manajer yang meneruskan kesuksesan seperti Tim Cook dari Apple, Satya Nadella dari Microsoft, dan Sundar Pichai dari Alphabet, yang fokus pada optimalisasi bisnis. Namun demikian, Hock Tan tidak masuk dalam kedua kategori tersebut, karena dirinya bukan pendiri dan tidak juga diwarisi bisnis yang sukses.

    Di bawah kepemimpinannya, ia mampu membawa Broadcom ke puncak dengan nilai pasar melonjak 40% dalam sepekan, terutama berkat prosesor khusus kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk klien besar seperti Google dan Meta.

    Hal ini langsung dibandingkan dengan Jensen Huang dan Nvidia, yang chip AI-nya telah mendorong kapitalisasi pasarnya menjadi US$ 3,4 triliun dalam beberapa tahun terakhir. Namun, Broadcom sesuai dengan namanya, jauh lebih beragam.

    Selain menjual prosesor AI, Broadcom juga menjual segala hal mulai dari chip jaringan nirkabel hingga perangkat lunak virtualisasi.

    Dalam wawancara pada 2023 lalu, Tan dengan tegas menyatakan bahwa ia tidak memiliki “strategi besar” untuk 23 divisi Broadcom. “Saya benci mengatakannya, jawabannya adalah tidak,” ujarnya dikutip dari The Economist, Minggu (22/12/2024).

    Menurut The Economist, Hock Tan berbeda dari bos teknologi abad ke-21 lainnya dalam beberapa cara yang mencolok. Pertama, dirinyaa lahir di Malaysia, bukan tempat yang dikenal menghasilkan banyak talenta global untuk posisi CEO.

    Usianya lebih tua satu dekade dibandingkan Tim Cook dan Jensen Huang, dan tiga dekade lebih tua dari Mark Zuckerberg. Sulit untuk menemukan foto dirinya tanpa kemeja rapi dan jas formal.

    Metodenya juga unik, meskipun ia mengaku tidak memiliki strategi besar, ia sangat metodis. William Kerwin dari Morningstar menilai pendekatannya lebih menyerupai gaya para taipan dalam pembelian aset.

    Temukan bisnis yang matang, idealnya yang penting bagi pelanggan. Belilah dengan harga yang wajar. Pangkas habis tenaga kerja, hilangkan produk yang kurang menguntungkan, dan kurangi anggaran penelitian dan pengembangan.

    Naikkan harga untuk pelanggan yang tidak punya pilihan lain. Kumpulkan uang tunai. Bagikan dividen dan pembelian kembali saham kepada pemegang saham, lalu ulangi prosesnya.

    Meskipun gemar melakukan akuisisi (US$ 150 miliar sejak Avago go public pada tahun 2009), obsesi terhadap arus kas, dan ketidaksabaran terhadap perusahaan yang kinerjanya buruk mengingatkan pada industri private equity, Hock Tan enggan membandingkan Broadcom dengan perusahaan ekuitas swasta atau hedge fund.

    (fsd/fsd)

  • CEO Google Tiba-tiba Ungkap Akhir Kejayaan AI

    CEO Google Tiba-tiba Ungkap Akhir Kejayaan AI

    Jakarta, CNBC Indonesia – Selama dua tahun terakhir, Artificial Intelligence mengalami perkembangan yang luar biasa. Namun akhir kejayaan AI nampaknya telah di depan mata.

    Hingga sekarang banyak perusahaan yang akhirnya ikut menyelami pasar tersebut dan mengeluarkan produk berbasis AI. Dominasi AI pada setiap merek teknologi nampaknya akan terus berlanjut hingga tahun 2025.

    Meski begitu, CEO Google Sundar Pichai percaya perkembangan AI akan melambat. Sebab kemajuannya akan sulit didapatkan untuk para perusahaan yang berada di pasar ini.

    “Saya pikir kemajuan semakin sulit. Anda akan butuh terobosan yang lebih dalam mencapai tahapan berikutnya,” jelas Pichai dalam sebuah acara dikutip dari Tech Radar, Selasa (10/12/2024).

    Pelambatan pertumbuhan AI akan melambat saat batas sistem AI telah tercapai. Batas itu akan didapatkan investasi dan pengembangan besar yang butuh waktu untuk menghasilkan sesuatu.

    Tidak akan ada perubahan signifikan ke depannya dalam ekosistem AI. Pichai menilai akan ada lebih banyak peningkatan bertahap namun tidak akan mendefinisikan ulang soal AI seperti setahun terakhir.

    Sebelumnya, CEO Microsoft Satya Nadella juga pernah bersuara terkait perkembangan AI. Menyamakannya dengan revolusi industri, menurutnya pertumbuhan butuh waktu sebelum akhirnya meledak.

    Namun tak semuanya memiliki penilaian yang sama. November lalu, CEO OpenAI Sam Altman menyebut perkembangan ini tidak ada batasannya.

    Ucapan itu dia ungkapkan setelah banyaknya kritik terkait pembaruan ChatGPT. Update platform itu dinilai hanya sedikit lebih baik dari model yang diluncurkan sebelumnya.

    Namun, TechRadar yang mengutip sebuah laporan menyebut beberapa perusahaan yang mengembangkan AI yakni OpenAI, Google dan Anthropic mengalami kesulitan memajukan sistem AI. Semua perusahaan tengah berusaha untuk bisa mendapatkan capaian secara internal.

    (fab/fab)

  • Komdigi dan Microsoft Kerja Sama Bidang AI, Komitmen Investasi Rp27,6 Triliun

    Komdigi dan Microsoft Kerja Sama Bidang AI, Komitmen Investasi Rp27,6 Triliun

    Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Microsoft bekerja sama mencanangkan program ElevAIte untuk pelatihan keterampilan artificial intelligence (AI).

    Menkomdigi Meutya Hafid menyatakan kerja sama ini menghasilkan komitmen investasi Microsoft sebesar Rp27,6 triliun.

    “Kami mengucapkan terima kasih ada komitmen investasi sebesar USD1,7 milyar atau sekitar Rp27,6 triliun, angka yang merupakan investasi terbesar dalam sejarah 29 tahun Microsoft hadir di Indonesia,” tuturnya dalam Peluncuran ElevAIte di Media Center Kementerian Komdigi, Senin (2/12/2024).

    Meutya Hafid menyatakan komitmen investasi oleh Microsoft telah disampaikan dalam pertemuan sebelumnya.

    Oleh karena itu, Menteri Meutya bersama Wakil Menteri Komdigi Nezar Patria dan Angga Raka Prabowo akan mengawal kerja sama tersebut terlaksana dengan baik di Indonesia.

    Melalui kerja sama bidang AI, Meutya Hafid berharap dapat meningkatkan efisiensi layanan publik dan membantu mengawasi ruang digital. 

    Menurutnya, Kementerian Komdigi banyak menerima pesan dari masyarakat agar menjaga ruang digital yang sehat dan produktif.

    “Kami meminta agar Microsoft bisa berfokus pada pendidikan AI yang inklusif. Pelatihan ini harus dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat, dan meskipun kita akan memberikan perhatian lebih pada perempuan, program ini terbuka untuk siapa saja,” ujarnya.

    Sebelumnya, CEO Microsoft Satya Nadella berjanji akan membawa infrastruktur AI terbaru ke Indonesia dengan menggelontorkan US$1,7 miliar atau Rp27,65 triliun (kurs Rp16.267).

    “Kami mengumumkan bahwa pusat data kami akan segera hadir di Indonesia. Itu sangat menggembirakan. Bahkan, hal yang benar-benar membuat saya bersemangat untuk diumumkan hari ini adalah perluasan investasi pusat data. Jadi US$1,7 miliar untuk membawa infrastruktur AI terbaru dan terhebat ke Indonesia,” ungkap Nadella dalam acara Microsoft Build: AI Day di Jakarta Convention Center, Selasa (30/4/2024).

    Nadella menjelaskan bahwa pihaknya akan memiliki infrastruktur pelatihan inferensi kelas dunia, baik itu Nvidia, AMD, atau chip Maya milik Microsoft sendiri akan menjadi bagian dari infrastruktur pusat data.

    “Memungkinkan setiap pengembang dapat melatih model mereka, melakukan inferensi terbaik dari model mereka melalui seluruh infrastruktur,” ujarnya. 

  • Microsoft Jadi Objek Lidik Komite Perdagangan AS Imbas Insiden Keamanan

    Microsoft Jadi Objek Lidik Komite Perdagangan AS Imbas Insiden Keamanan

    Bisnis.com, JAKARTA – Komite Perdagangan Federal Amerika Serikat (AS) atau FTC menjalankan penyelidikan antitrust terhadap Microsoft imbas insiden keamanan yang terjadi beberapa waktu lalu. Microsoft dikabarkan sempat mengalami gangguan yang berdampak besar bagi AS. 

    Menambah panjang deretan nama perusahaan teknologi raksasa yang berada di bawah pengawasan serupa dalam beberapa tahun terakhir.

    Mengutip The Verge, beberapa hal yang tengah diteliti oleh FTC adalah bisnis komputasi awan (cloud) dan lisensi perangkat lunak, layanan keamanan siber, serta penawaran kecerdasan buatan (AI) milik Microsoft. Perihal ini pertama kali dilaporkan oleh Bloomberg.

    Minat FTC terhadap bisnis cloud Microsoft meningkat setelah beberapa insiden keamanan yang memengaruhi produknya. Terutama, karena Microsoft adalah salah satu penyedia perangkat lunak utama bagi lembaga pemerintah AS.

    Permintaan informasi yang diajukan mencakup ratusan halaman dan menjadi puncak dari diskusi informal selama lebih dari satu tahun dengan para pesaing dan mitra Microsoft.

    Salah satu fokusnya adalah bagaimana Microsoft menggabungkan perangkat lunak produktivitas dan keamanan dengan layanan cloud Azure-nya, menurut sumber tersebut. Baik FTC maupun Microsoft menolak berkomentar mengenai hal ini.

    Awal tahun ini, Cyber Safety Review Board atau Dewan Tinjauan Keamanan Siber Pemerintah menyimpulkan “budaya keamanan Microsoft tidak memadai dan membutuhkan perombakan, terutama mengingat peran sentral perusahaan dalam ekosistem teknologi.”

    Tak lama setelah itu, CEO Microsoft Satya Nadella mengeluarkan memo kepada karyawan terkait dengan masalah dilema antara keamanan dan prioritas lain. “Jika Anda dihadapkan pada dilema antara keamanan dan prioritas lain, jawabannya jelas: utamakan keamanan,” kata Nadella.

    Jika FTC mengajukan gugatan terhadap perusahaan, hal ini akan menempatkan Microsoft kembali dalam situasi yang pernah dialami di masa lalu. Pada akhir 1990-an, perusahaan menghadapi gugatan antimonopoli dari Departemen Kehakiman AS terkait penggabungan peramban webnya dengan sistem operasi Windows.

    Namun, dalam beberapa tahun terakhir, Microsoft sebagian besar luput dari pengawasan antitrust yang dialami Amazon, Apple, Meta, dan Google, yang masing-masing sedang menghadapi tuduhan monopoli dari pemerintah.

    Namun, mayoritas Demokrat di FTC akan segera berubah ketika Presiden terpilih Donald Trump dilantik pada Januari 2024.

    Trump, kelas The Verge, kemungkinan akan memilih salah satu dari dua komisaris Republik saat ini untuk menjabat sebagai ketua sementara, dan pada akhirnya akan mencalonkan ketua atau komisaris baru yang sejalan dengan pandangannya.

    Kendati demikian, tidak menutup kemungkinan bahwa penyelidikan ini akan tetap berlanjut — mengingat pada masa jabatan terakhir Trump, Departemen Kehakiman (DOJ) dan FTC masing-masing mengajukan gugatan antitrust terhadap Google dan Meta.

  • Asing Mulai Ramai Serbu RI, Pemerintah Beri Peringatan Ini

    Asing Mulai Ramai Serbu RI, Pemerintah Beri Peringatan Ini

    Jakarta, CNBC Indonesia – Yandex jadi nama perusahaan global terakhir yang ikut berinvestasi di Indonesia. Tak sembarangan, pemerintah menegaskan semua yang ingin berinvestasi perlu ikut aturan di dalam negeri.

    Hal ini diungkapkan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria soal Yandex yang berisi banyak konten negatif. “Kita sudah sampaikan bahwa kalau siapapun yang mau berinvestasi di Indonesia harus comply dengan aturan di sini,” jelas dia ditemui di Jakarta, Senin (11/11/2024).

    Komitmen investasi Yandex diungkapkan perusahaan yang diwakili kepala divisi pencarian internasional, Alexander Popovskiy saat bertemu dengan Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid pekan lalu.

    Nezar mengatakan investasi itu sebagai lanjutan hubungan internasional Indonesia dan Rusia. Selain itu juga banyak perusahaan dari negara lain yang juga ingin menanamkan investasinya di tanah air.

    Pertumbuhan ekonomi Indonesia dinilai menarik bagi perusahaan global tersebut hingga mereka ingin berinvestasi di sini. Termasuk masa depan yang cukup menjanjikan di dalam negeri.

    “Ini follow up hubungan internasional kita dengan Rusia, dengan China, Amerika, negara Eropa, banyak sekali yang berdatangan. Juga menunjukkan keinginan mereka melihat pertumbuhan ekonomi Indonesia,” kata Nezar.

    Namun Yandex, dia mengatakan belum menyebutkan jumlah pasti investasi. Nezar hanya menambahkan raksasa mesin pencarian itu tertarik melakukan beberapa hal di Indonesia.

    “Belum disebutkan jumlahnya (investasi di Indonesia), tetapi tertarik pembangunan infrastruktur, seperti data center, mereka juga tertarik bekerja sama pengembangan kecerdasan artifisiail dan mereka juga tertarik berkolaborasi membina talenta digital,” ungkapnya.

    Selain Yandex, Microsoft sudah lebih dulu mengumumkan komitmen investasinya. Saat lawatan April lalu, CEO Satya Nadella mengungkapkan perusahannya menggelontorkan dana senilai US$1,7 miliar di Indonesia.

    Selain itu, Nvidia diketahui bekerja sama dengan Indosat Ooredoo Hutchison. Keduanya berencana membangun pusat AI di kota Solo.

    (fab/fab)

  • Investasi di Bidang AI, Meutya Hafid Sambut Positif Minat Yandex Group dan Microsoft

    Investasi di Bidang AI, Meutya Hafid Sambut Positif Minat Yandex Group dan Microsoft

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pengembangkan ekosistem kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) di Indonesia menjadi hal mendasar, di tengah berkembangnya teknologi AI yang begitu cepat di dunia.

    Di Indonesia, minat investasi dari perusahaan Teknologi Informasi atau IT global untuk mengembangkan ekosistem kecerdasan artifisial atau AI cukup bagus.

    Tidak heran, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid menyambut positif minat tersebut. Meutya Hafid menyebut, potensi pengembangan teknologi AI sangat besar dan strategis untuk mendukung kemajuan digital di Indonesia.

    “Artificial Intelligence berkembang sangat cepat di dunia. Peran AI bagi manusia pun terus meningkat di berbagai sektor. Kami mengapresiasi minat Yandex Group dan Microsoft untuk menanamkan investasi di Indonesia,” ungkap Meutya seusai pertemuan terpisah dengan CEO Yandex Search Alexander Popovsky, dan Head of ASEAN Government Affairs Microsoft Maciej Surowiec, di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat baru-baru ini.

    Didampingi Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, Meutya Hafid menyambut rencana Yandex Group yang ingin memperluas platform mesin pencari di Indonesia.

    “Potensi ekonomi kecerdasan buatan di Indonesia di tahun 2030 sangat signifikan, PDB Indonesia bisa meningkat 12 persen atau USD366 Miliar. Untuk itu, kami mendukung rencana dari Yandex untuk meningkatkan investasinya di Indonesia,” tutur Meutya dilansir jawapos.

    Sementara saat bertemu dengan Maciej Surowiec dari Microsoft, Meutya menyoroti langkah perusahaan tersebut menindaklanjuti komitmen CEO Microsoft Satya Nadella saat berkunjung ke Indonesia pada April 2024.

  • Ternyata Ini Alasan Banyak Orang India Jadi Bos IT

    Ternyata Ini Alasan Banyak Orang India Jadi Bos IT

    Jakarta, CNBC Indonesia – Banyak orang India ataupun keturunan negara tersebut yang bekerja bahkan menjabat sebagai bos di perusahaan teknologi dunia, termasuk di antaranya CEO Microsoft Satya Nadella, Sundar Pichai bos Alphabet, Arvind Krishna dari IBM, dan Shantanu Narayen selaku CEO Adobe.

    Ada beberapa alasan kenapa semua itu terjadi. Salah satunya masyarakat India dilatih secara gladiator.

    “Dari akta kelahiran hingga akta kematian, dari penerimaan sekolah hingga mendapatkan pekerjaan, dari ketidakcukupan infrastruktur hingga kapasitas yang tidak memadai, tumbuh di India melengkapi orang India jadi manajer alami,” jelas Mantan Direktur Eksekutif Tata Sons, R. Gopalakrishnan, dikutip dari BBC.

    Karakteristik mereka juga dibuat dari kehidupan yang ada di India. Misalnya Sikap masyarakat India yang bisa memecahkan masalah dan mudah beradaptasi berasal dari persaingan dan kekacauan di sana.

    Para pegawai dari India disebut sangat profesionalisme. Bahkan tidak melibatkan bantuan pribadi dalam budaya kantor Amerika Serikat yang terlalu banyak bekerja.

    Para bos tersebut juga didukung kekayaan dan sejarah panjang India. Termasuk minoritas dari kelompok berjumlah 4 juta orang tersebut orang terkaya dan terdidik Amerika Serikat (AS).

    Tercatat satu juta orang adalah ilmuwan dan insinyur, 70% pemegang visa H-1B, izin bekerja untuk insinyur software India yang dikeluarkan oleh India. Selain itu tercatat 40% insinyur di Seattle adalah orang India.

    Penulis The Other One Percent: Indian in America menjelaskan sejarah kebijakan imigrasi AS tahun 1960. Setelah adanya gerakan hak sipil, kuota nasional digantikan pada mereka yang memiliki keterampilan dan penyatuan keluarga.

    Dari sana terlihat banyak orang India yang datang ke AS. Mereka berasal dari orang berpendidikan tinggi ilmuwan, insiyur, dan dokter.

    Orang India yang pindah ke AS merupakan kasta atas yang bisa mengenyam pendidikan tinggi. Selain itu juga bagian kecil dari mendapatkan biaya gelar master di AS.

    (hsy/hsy)

  • Para Bos Raksasa Teknologi Puji Kemenangan Gemilang Donald Trump

    Para Bos Raksasa Teknologi Puji Kemenangan Gemilang Donald Trump

    Washington

    Para pemimpin raksasa teknologi mengucap selamat ke Presiden terpilih Donald Trump dan Wakil Presiden JD Vance atas kemenangan mereka dalam pemilihan presiden Amerika Serikat. Pesan yang disampaikan serupa, di mana para CEO mendoakan Trump agar sukses saat kembali ke Gedung Putih dan berharap dapat bekerja sama dengan pemerintahannya.

    Pendiri dan Chairman Amazon Jeff Bezos menilai kemenangan Trump sebagai “kebangkitan politik luar biasa dan kemenangan yang menentukan.” Bezos, pemilik Washington Post dan pendiri perusahaan antariksa Blue Origin, relasinya tak harmonis dengan Trump dan sering jadi sasaran saat masa jabatan pertamanya.

    Trump berulang kali mengkritik kepemilikan Bezos atas Post dan catatan pajak Amazon. Bezos juga menyerang Trump dalam unggahan medsos tahun 2015, “#sendDonaldtospace.” Bezos belakangan lebih lunak dan memuji Trump atas keberaniannya di bawah tekanan setelah percobaan pembunuhan di Pennsylvania.

    Adapun CEO Apple Tim Cook mengucap selamat kepada Trump dalam postingan di X. “Kami harap dapat bekerja sama dengan Anda dan pemerintahan Anda untuk membantu memastikan Amerika Serikat terus memimpin dan didorong oleh kecerdikan, inovasi, dan kreativitas,” tulis Cook.

    CEO OpenAI Sam Altman berharap Trump meraih sukses besar dalam pekerjaannya. “Sangat penting bagi AS untuk mempertahankan keunggulan dalam mengembangkan AI dengan nilai-nilai demokrasi,” tulisnya.

    CEO Meta Mark Zuckerberg menyebut kemenangan Trump “kemenangan yang menentukan” dan berharap dapat bekerja sama dengan pemerintahannya. “Kita memiliki peluang besar di depan kita sebagai sebuah negara,” tulis Zuckerberg di Threads.

    Kedua pria itu juga terkadang memiliki hubungan tidak harmonis. Di 2021, Facebook melarang Trump selama dua tahun tak lama setelah insiden 6 Januari. Trump bulan Maret menyebut Zuckerberg sebagai “Zuckerschmuck” dan menyebut Facebook sebagai musuh sejati rakyat sambil mengatakan ia menentang pelarangan TikTok.

    Trump juga dilaporkan mengklaim Zuckerberg berkomplot melawannya dalam pemilihan presiden 2020 dan mengatakan CEO tersebut dapat menghabiskan sisa hidupnya di penjara jika melakukannya lagi.

    Adapun Elon Musk dalam rentetan cuitannya di X jelas memuji kemenangan Trump. Musk jadi sekutu utama Trump dalam kampanyenya menuju Gedung Putih, dengan mantan presiden tersebut berjanji menunjuk Musk sebagai kepala komisi efisiensi pemerintah. Musk menyumbang hampir USD 75 juta kepada America PAC, komite aksi politik pro Trump yang ia dirikan awal tahun ini.

    Sundar Pichai, CEO induk Google Alphabet, juga mengucapkan selamat kepada Trump atas kemenangannya dan mengatakan ia berkomitmen bekerja sama dengan pemerintahan presiden terpilih tersebut.

    “Selamat kepada Presiden Trump, kami harap dapat bekerja sama dengan Anda dan pemerintahan Anda untuk mendorong inovasi yang menciptakan pertumbuhan dan peluang baru bagi Amerika Serikat dan dunia,” sebut CEO Microsoft, Satya Nadella.

    CEO Intel Pet Gelsinger juga memberi selamat kepada Trump dan berharap dapat bekerja sama dengan pemerintahannya untuk memajukan teknologi dan kepemimpinan manufaktur Amerika di dunia. Intel sedang restrukturisasi besar-besaran dengan harapan mendapatkan kembali posisinya sebagai produsen semikonduktor terkemuka.

    Sementara CEO Uber Dara Khosrowshahi mengucap selamat kepada Trump atas “kemenangannya yang gemilang”. “Kami siap bekerja sama dengan Anda dan pemerintahan Anda dalam cara-cara untuk meningkatkan transportasi, memberdayakan usaha kecil, dan meningkatkan standar untuk pekerjaan yang fleksibel,” cetusnya.

    (fyk/fyk)

  • Microsoft, Meta, dkk Investasi US0 Miliar Kembangkan AI

    Microsoft, Meta, dkk Investasi US$200 Miliar Kembangkan AI

    Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan besar internet dan perangkat lunak dunia kembali melakukan investasi besar-besaran dalam program pengembangan kecerasan buatan (artificial intelligence/AI), setidaknya US$200 miliar digelontorkan tahun ini.

    Belanja modal dari empat perusahaan internet dan perangkat lunak terbesar, yakni Amazon.com Inc., Microsoft Corp., Meta Platforms Inc., dan Alphabet Inc. diperkirakan akan mencapai lebih dari US$200 miliar tahun ini, rekor untuk kelompok perusahaan itu.

    Para eksekutif dari masing-masing perusahaan memperingatkan investor pekan ini bahwa pemborosan ini akan berlanjut tahun depan, atau bahkan meningkat.

    Pembelanjaan ini menyoroti biaya dan sumber daya besar yang dikonsumsi oleh ledakan AI global yang dipicu hadirnya ChatGPT. Para raksasa teknologi berlomba mengamankan chip kelas atas yang langka dan membangun pusat data besar yang dibutuhkan teknologi ini.

    Untuk itu, mereka telah menjalin kesepakatan dengan penyedia energi untuk memasok daya ke fasilitas ini, bahkan menghidupkan kembali pembangkit nuklir yang terkenal.

    Mereka berusaha meyakinkan Wall Street bahwa investasi besar ini akan membuat bisnis masa depan mereka lebih menguntungkan dibandingkan bisnis saat ini yang menjual iklan digital, barang, dan perangkat lunak.

    CEO Amazon Andy Jassy, menyebut AI sebagai peluang yang benar-benar besar, bahkan jenis peluang seumur hidup, yang dibuktikan dengan proyeksi perusahaan untuk belanja sebesar US$75 miliar pada 2024.

    “Saya rasa pelanggan, bisnis, dan pemegang saham kami akan merasa puas dalam jangka panjang bahwa kami mengejarnya secara agresif,” dalam panggilan dengan investor, dikutip dari Bloomberg, Sabtu (2/11/2024).

    Analis di MoffettNathanson menyebut belanja Amazon ini sungguh mencengangkan.

    Sebelumnya, CEO Meta Mark Zuckerberg berjanji akan meningkatkan investasi dalam model bahasa AI dan proyek futuristik lainnya yang sekarang dia anggap sebagai inti masa depan perusahaannya. Belanja modal Meta bisa naik hingga US$40 miliar tahun ini.

    Sementara itu, anggaran belanja modal Alphabet lebih tinggi dari perkiraan Wall Street, dan CFO Anat Ashkenazi memproyeksikan peningkatan substantial pada 2025.

    Apple Inc. juga berjanji berinvestasi dalam AI, memperkenalkan rangkaian layanan baru seperti Siri yang lebih cerdas, disebut Apple Intelligence. Namun, hasil keuangan Apple yang relatif lemah pada kuartal ini tidak terbantu oleh produk AI barunya yang sebagian besar belum dirilis.

    Hasil keuangan raksasa teknologi pekan ini beragam. Saham Amazon dan Alphabet, induk Google, melesat setelah mereka melampaui ekspektasi laba, terutama berkat pertumbuhan unit komputasi awan mereka. Namun, saham Meta dan Microsoft turun setelah rencana belanja Meta menimbulkan kekhawatiran, dan prospek pertumbuhan pendapatan cloud Microsoft mengecewakan.

    Saham Alphabet, Microsoft, dan Meta sedikit naik dalam perdagangan pra-pasar pada Jumat, sementara Amazon naik 6,7% sebelum bursa New York dibuka. Apple turun sekitar 1,1% di awal perdagangan.

    Bagi Microsoft, kinerja kuartalan yang lesu terjadi bukan karena pelanggan tidak tertarik membayar layanan cloud dan AI-nya, tetapi karena perusahaan tidak dapat membangun kapasitas dengan cepat.

    “Permintaan ini muncul dengan sangat cepat. Pusat data tidak dibangun dalam semalam,” kata CEO Microsoft Satya Nadella.

    Microsoft menghabiskan US$14,9 miliar pada kuartal ini, naik 50% dari tahun lalu — jumlah tertinggi yang pernah dihabiskan perusahaan untuk properti dan peralatan dalam satu tahun sebelum 2020. CFO Microsoft Amy Hood mengatakan kepada investor bahwa Microsoft akan berusaha mengatasi masalah pasokan pusat data dengan lebih seimbang.

    Analis secara umum optimistis bahwa masalah pasokan pusat data Microsoft pada akhirnya akan teratasi. Masalah ini akan ‘secara sederhana’ membatasi bisnis cloud Microsoft, tetapi investasi perusahaan, khususnya saham besar di OpenAI, sedang ‘menanam benih untuk kesuksesan jangka panjang,’ tulis analis JPMorgan dalam catatan setelah hasil perusahaan.

    Kekhawatiran Wall Street terhadap belanja yang berlebihan terhadap AI ini belum hilang. Pekan ini, Meta melaporkan kerugian operasional sebesar US$4,4 miliar untuk Reality Labs, divisinya yang membuat kacamata augmented reality dan gadget lain yang masih jauh dari kesuksesan komersial. Perusahaan juga menghabiskan banyak uang membuat model Llama yang ditujukan untuk bersaing dengan Google dan OpenAI.

    Dalam panggilan hasil Meta, Zuckerberg berargumen bahwa investasi AI ini meningkatkan bisnis utama perusahaan dalam penjualan iklan di Facebook dan Instagram.

    “Namun, investor akan tetap khawatir jika terjadi tanda-tanda kelemahan dalam bisnis iklan karena mereka terus menunggu pengembalian dari taruhan AI besar Meta,” kata Jasmine Enberg, Analis Utama di Emarketer.

    Meski begitu, saham Meta naik 60% tahun ini. Beberapa analis mengatakan pengeluaran besar Zuckerberg akan terbayar di masa mendatang. “Tentu saja, sejarah ada di pihaknya, dan sekarang para investor telah dilatih bahwa kesabaran di sini adalah suatu pilihan yang baik,” tulis MoffettNathanson dalam laporannya.

    DI DALAM NEGERI

    Kecerdasan buatan kini menjadi teknologi yang semakin menarik perhatian karena mampu mempercepat berbagai pekerjaan di banyak sektor. Penggunaan AI sendiri juga diprediksi semakin meluas, terlihat dari survei yang dilakukan PricewaterhouseCoopers (PwC) kepada 4.702 CEO Global termasuk Indonesia terungkap bahwa 50% CEO di berbagai perusahaan Indonesia akan terus meningkatkan penggunaan AI.

    Head of Product Marketing Pintu Iskandar Mohammad mengungkapkan teknologi AI saat ini sudah menjadi teman yang dapat mempercepat berbagai pekerjaan rutinitas teknis.

    “Tim marketing Pintu juga menggunakan AI sebagai penunjang produksi konten dan laporan. Kami juga melihat tools AI seperti ChatGPT misalnya, perkembangannya sangat bagus, mungkin dua tahun sebelumnya output informasi yang dihasilkan masih kurang tepat, namun sekarang semakin baik dan logical,” terangnya.

    Iskandar menambahkan perkembangan AI sendiri juga memengaruhi kemajuan aset kripto dan teknologi blockchain. Mengutip data dari Coinmarketcap, terdapat lebih dari 300 token yang masuk dalam kategori AI dengan kapitalisasi pasar mencapai US$34 miliar atau sekitar Rp527 triliun.

    Menurutnya, banyak infrastruktur AI yang digunakan industri kripto seperti, Web3, Chatbot, NFT generator, trading, hingga gaming. Meski begitu, masih terdapat tantangan yang dihadapi dalam pengembangan AI, kripto, dan blockchain.

    “Namun, Kami juga yakin, ke depan, Indonesia bisa menjadi pemain kunci dalam adopsi teknologi AI yang diharapkan dapat terus mendorong penetrasi aset kripto di Indonesia,” terangnya.

    Tantangan dan masa depan AI dalam kripto dan blockchain juga pernah diulas oleh Co-Founder Ethereum Vitalik Buterin lewat tulisannya berjudul “The promise and challenges of crypto + AI application” menyoroti semakin canggihnya teknologi blockchain dan AI dengan peningkatan jumlah use-cases (kegunaan).

    Namun, Vitalik juga menilai ada tantangan yang dihadapi antara AI dan kripto yakni penggunaan AI terdesentralisasi yang dapat diandalkan dengan menggunakan blockchain dan kriptografi. Namun, Vitalik optimistis bisa melihat lebih banyak use-cases AI yang konstruktif sehingga bisa digunakan dalam skala besar.