Tag: Saifullah Yusuf

  • Hari Pertama Kerja ASN di Kemensos, 2 Pegawai Tidak Hadir

    Hari Pertama Kerja ASN di Kemensos, 2 Pegawai Tidak Hadir

    PIKIRAN RAKYAT – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memimpin apel pagi hari pertama masuk kerja di lingkungan Kementerian Sosial (Kemensos) usai libur lebaran, Selasa, 8 April 2025. Gus Ipul menuturkan bahwa terdapat dua pegawai yang tidak hadir tanpa pemberitahuan. 

    Sementara itu, Gus Ipul menyebut bahwa total pegawai ASN yang masuk hari ini di Kemensos ada sebanyak 3.159 pegawai.

    Adapun dua pegawai Kemensos yang tidak masuk hari ini, kata Gus Ipul memang selama beberapa bulan terakhir ini yang bersangkutan tidak ada pemberitahuan.

    Gus Ipul menyebut sanksi terberat bisa mengarah pada pemberhentian dari jabatannya.

    “Maka itu saya minta untuk diproses lebih lanjut menuju ke pemberhentian. Karena sudah lebih dari tiga bulan. Jadi yang tidak masuk, sesuai ketentuan kita akan beri sanksi, tapi yang berat kita akan berhentikan,” kata Gus Ipul.

    “Tadi saya sudah tanya ya, baru mendapatkan informasi awal memang kedua orang yang tidak masuk hari ini dari jajaran rehabilitasi sosial dan juga dari jajaran balai penelitian yang memang ini sudah beberapa bulan terakhir ini tidak masuk tanpa pemberitahuan,” ucapnya.

    Gus Ipul berkeinginan agar semua jajaran pegawai di lingkungan Kemensos tetap mengedepankan sikap disiplin dan profesional dalam bekerja.

    “Kita ingin teman-teman jajaran Kementerian Sosial ini tetap disiplin, profesional, dan terus berinovasi agar prestasi-prestasi ke depan ini bisa kita dapatkan lagi lebih baik dibanding tahun 2024,” kata Gus Ipul.***

    Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News

  • 4
                    
                        Dua ASN Kemensos yang Absen Tanpa Izin Terancam Diberhentikan
                        Nasional

    4 Dua ASN Kemensos yang Absen Tanpa Izin Terancam Diberhentikan Nasional

    Dua ASN Kemensos yang Absen Tanpa Izin Terancam Diberhentikan
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Dua aparatur sipil negara (ASN) dari lingkungan Kementerian Sosial (Kemensos) yang
    absen tanpa izin
    pada saat hari pertama kembali masuk kerja usai libur Lebaran, terancam diberhentikan.
    Hal ini dikatakan Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau karib disapa
    Gus Ipul
    usai melaksanakan Apel Pagi di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat.
    “Tentu kami akan beri sanksi sesuai ketentuan yang ada. Salah satu sanksinya yang mungkin itu adalah
    pemberhentian
    .
    Pemberhentian
    kepada yang bersangkutan,” ujar Gus Ipul, Selasa (8/4/2025).
    Gus Ipul mengatakan, ini bukan kali pertamanya dua ASN tersebut absen tanpa memberitahukan alasan.
    “Sebelum-sebelum ini sudah tidak pernah masuk tanpa pemberitahuan,” ucapnya.
    Karena itu, Gus Ipul meminta jajarannya untuk melanjutkan proses sanksi kepada dua bawahannya tersebut.
    “Maka itu saya minta untuk diproses lebih lanjut menuju ke pemberhentian karena sudah lebih dari tiga bulan,” kata Gus Ipul.
    Sebelumnya, Gus Ipul menuturkan, dua ASN yang absen tanpa izin tersebut merupakan jajaran dari Balai Penelitian dan Rehabilitasi Sosial.
    Kedua ASN tersebut absen tanpa izin pada hari pertama kerja usai Lebaran Idul Fitri 1446 H, Selasa.
    Mayoritas
    ASN Kemensos
    sudah mulai bekerja dari kantor mulai hari ini.
    Sebagian ada yang memilih work from anywhere (WFA) dengan pemantauan dari Sekretariat Jenderal.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Mensos Gus Ipul Serahkan Bansos PKH Tahap 2 di Trawas Mojokerto

    Mensos Gus Ipul Serahkan Bansos PKH Tahap 2 di Trawas Mojokerto

    Mojokerto (beritajatim.com) – Menteri Sosial RI, Saifulloh Yusuf menyerahkan secara langsung bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Jatijejer, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Minggu (6/4/2025). Ada sebanyak 89 PKM yang menerima bansos PKH tahap 2.

    Didampingi Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra dan Wakil Bupati (Wabup) Mojokerto Muhammad Rizal Oktavian, Gus Ipul (sapaan akrab, red) melaksanakan dialog bersama penerima bansos PKH. Dialog digelar di Masjid Dusun Urung Urung, Desa Jatijejer, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.

    Menteri Sosial RI, Saifulloh Yusuf berharap, Bupati dan Wabup Mojokerto bisa menghantarkan Kabupaten Mojokerto menjadikan kabupaten yang sukses dan warga Desa Jatijejer yang mendapatkan bansos dari pemerintah bisa bermanfaat. “Program PKH ini sifatnya sementara untuk mencukupi kebutuhan pokok,” ungkapnya.

    Masih kata mantan Wakil Gubernur (Wabup) Jawa Timur ini, bansos yang diberikan adalah bersyarat dan jelas peruntukannya. Pihaknya berharap Bupati Mojokerto bisa mengevaluasi untuk program selanjutnya agar warga Kabupaten Mojokerto tidak bergantung ke program bansos dan bisa produktif serta kreatif.

    “Total bansos Kabupaten Mojokerto dengan penerima sebanyak 95.900 KPM dengan nilai Rp330.031 miliar dan harapannya uang sebesar ini bisa efektif dan bisa tersalur ke keluarga yang membutuhkan. Diharapkan setiap 6 bulan kita akan evaluasi, kedepan Gubernur dan Bupati kita kasih wewenang supaya program berjalan dengan efektif,” pungkasnya. [tin/but]

  • Kemensos RI Pastikan Logistik Permakanan Tim Penyelamat Tersedia dengan Baik

    Kemensos RI Pastikan Logistik Permakanan Tim Penyelamat Tersedia dengan Baik

    Mojokerto (beritajatim.com) – Kementerian Sosial RI (Kemensos RI) memastikan logistik permakanan tim penyelamat di lokasi bencana longsor di wilayah kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo, Blok Watu Lumpang, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto tersedia dengan baik.

    “Prosedur penangganan bencana yang pertama adalah evakuasi, setelah evakuasi selesai baru kemudian yang berikutnya adalah jika ada pengungsi maka akan disiapkan tempat pengungsian. Jika tidak ada maka berikutnya adalah rehabilitasi, pemulihan di daerah tempat bencana,” ungkapnya, Minggu (6/4/2025).

    Masih kata Gus Ipul (sapaan akrab, red), ada 20 personel yang dilibatkan dalam membantu dukungan proses evakuasi korban bencana longsor yang terjadi di jalur alternatif Mojokerto – Batu pasca kejadian pada, Kamis (3/4/2025) lalu. Yakni dengan melibatkan Taruna Tanggap Bencana (Tagana) Kabupaten Mojokerto.

    “Untuk evakuasi itu SAR, TNI, Polri, BPBD atau kader-kader yang terlatih. Dapur umum kemarin selama tiga hari, hari pertama cukup banyak ada 400 (nasi bungkus), hari kedua karena sudah selesai evakuasinya itu ada 150. Untuk menyediakan makanan bagi mereka yang ikut rehabilitasi, dapur umum siaga sampai tuntas,” katanya.

    Menurut yang menentukan tuntas tidaknya adalah Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra. Dapur umum telah beroperasi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi relawan dan tim penyelamat di lokasi. Selain itu, koordinasi dengan pihak terkait juga terus dilakukan guna memastikan proses evakuasi berjalan lancar.

    Rincian bantuan logistik yang telah disalurkan melalui Dinas Sosial (Dinsos) dan Tagana Kabupaten Mojokerto mencakup nasi bungkus dari dapur umum dengan kapasitas memasak 500 porsi per hari. Kemensos RI akan terus memastikan bantuan bagi para korban dan logistik permakanan tim penyelamat tersedia dengan baik.

    Tagana, SAR, dan instansi terkait masih bersiaga di lokasi untuk menangani dampak bencana longsor di jalur alternatif Mojokerto – Batu. Sekedar diketahui, total ada 10 korban dalam bencana longsor di wilayah kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo, Blok Watu Lumpang, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. [tin/but]

  • Mensos Beri Santunan Korban Tertimpa Pohon saat Salat Id di Pemalang

    Mensos Beri Santunan Korban Tertimpa Pohon saat Salat Id di Pemalang

    Jakarta

    Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyerahkan berbagai bantuan untuk warga Pemalang di Pendopo Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Sabtu (5/4/2025).

    Total bantuan yang diserahkan senilai Rp 426 Juta, meliputi santunan bagi 22 korban jemaah salat Idul Fitri yang tertimpa pohon, bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) bagi 23 penerima manfaat, dan buffer stock lumbung sosial Kab. Pemalang.

    Dalam kesempatan ini, Gus Ipul menyampaikan belasungkawa kepada ahli waris korban meninggal dunia dan korban yang terluka akibat tertimpa pohon rubuh.

    “Saya sekali lagi ingin berbelasungkawa, mengucapkan duka yang dalam atas musibah yang terjadi pada saat menjelang ibadah Idul Fitri 1446 Hijriah di Alun-alun Kab. Pemalang,” ucapnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (5/4/2025).

    Idul Fitri kali ini mengguratkan duka bagi warga Kab. Pemalang. Pada Senin (31/3/2025) lalu, sebuah pohon rubuh dan menimpa sebagian warga yang hendak menjalankan salat Idul Fitri di Alun-Alun Kab. Pemalang. Akibatnya 4 orang meninggal dunia, 11 orang luka berat dan 7 orang warga menderita luka ringan.

    Mengetahui hal tersebut, Kementerian Sosial segera melakukan asesmen. Hari ini, Gus Ipul bahkan menemui dan menyalurkan santunan senilai Rp15 Juta bagi masing-masing ahli waris korban yang meninggal, santunan senilai Rp5 Juta bagi setiap korban luka berat dan Rp3 Juta bagi korban luka ringan.

    1. Rasmono (42 Th), warga Kel. Pelutan, Kec/Kab Pemalang

    2. Anita Rahmawati (39 Th), warga Kel. Pelutan, Kec/Kab. Pemalang

    4. Anggi Nurkholis (25 Th), warga Kel. Pelutan Kec/ Kab. Pemalang.

    Kementerian Sosial hadir bukan hanya memberikan santunan, tetapi juga memberikan dukungan untuk ahli waris dan korban bencana. Adapun dukungan tersebut diberikan dalam bentuk ATENSI berupa bantuan pemenuhan hidup layak dan bantuan kewirausahaan.

    “Mereka yang terkena bencana akan kami bantu untuk merintis usaha,” kata Gus Ipul.

    Pada kesempatan itu, Gus Ipul juga menyerahkan secara simbolis bantuan pemenuhan hidup layak bagi ahli waris dan korban, serta bantuan kewirausahaan senilai Rp 2.428.410,00. Total seluruh bantuan ATENSI tersebut bernilai Rp 15.949.910,00.

    Dalam hal mitigasi bencana, Kementerian Sosial mengambil peran baik dalam evakuasi, penyediaan shelter dan logistik serta rehabilitasi. Untuk menunjang persediaan shelter dan logistik di Kab. Pemalang, Gus Ipul juga menyerahkan buffer stock lumbung sosial senilai Rp 274.284.250,00. Buffer stock tersebut berupa 2 unit penjernih air, 600 paket makanan siap saji, 140 lembar kasur, 50 lembar selimut, 20 lebar tenda gulung, 70 paket family kit, 160 paket kids ware dan tenda keluarga portable.

    Sementara itu, Bupati Pemalang Anom Widyantoro menyambut baik dan mengapresiasi aksi nyata Kemensos membantu warganya baik dalam bentuk bantuan dan peningkatan mitigasi bencana di Kabupaten Pemalang.

    “Atas nama pemerintah Kabupaten Pemalang, saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Mensos, Bapak Saifullah Yusuf. Saya ingin mengucapkan apresiasi setinggi-tingginya atas bantuan yang diberikan kepada seluruh korban dan seluruh keluarga,” pungkasnya.

    (akd/ega)

    Hoegeng Awards 2025

    Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini

  • Bencana Longsor di Mojokerto Timbulkan 10 Korban Jiwa, Kemensos Segera Salurkan Bantuan

    Bencana Longsor di Mojokerto Timbulkan 10 Korban Jiwa, Kemensos Segera Salurkan Bantuan

    Bencana Longsor di Mojokerto Timbulkan 10 Korban Jiwa, Kemensos Segera Salurkan Bantuan
    Tim Redaksi
    KOMPAS.com
    – Bencana alam tanah
    longsor
    terjadi di akses Jalan
    Mojokerto
    -Kota Batu, Kabupaten Mojokerto,
    Jawa Timur
    , Kamis (3/4/2025). Bencana yang menimpa dua mobil dan satu sepeda motor ini mengakibatkan 10 korban jiwa.
    Menteri Sosial Saifullah Yusuf (
    Gus Ipul
    ) mengatakan, Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Mojokerto-Batu Kementerian Sosial (
    Kemensos
    ) telah membantu proses evakuasi korban meninggal bersama tim SAR, Dinas Sosial, dan relawan. Saat ini, korban telah didata dan diverifikasi.
    “Tagana Mojokerto beserta unsur lainnya telah mendirikan dapur umum di lokasi untuk memenuhi kebutuhan makanan relawan yang mencari korban,” kata Gus Ipul dalam siaran tertulis yang diterima Kompas.com, Sabtu (5/4/2025).
    Gus Ipul melanjutkan, Kemensos telah mendistribusikan bantuan dapur umum yang mampu memasak hingga 500 porsi. Proses evakuasi dihentikan setelah semua korban telah ditemukan pada Jumat (4/4/2025).
    “Kemensos berkoordinasi dengan pihak terkait untuk rencana penyerahan santunan kepada ahli waris korban bencana yang meninggal dunia,” katanya.
    Berikut daftar korban meninggal dunia dalam bencana tanah longsor di akses Jalan Mojokerto-Kota Batu.
    1. Masjid Zatmo Setio (31), laki-laki, sopir Innova warga RT 10 RW 2, Desa Kloposepuluh, Kecamatan Sukodono, Kabuapaten Sidoarjo.
    2. Rani Anggraeni (28), perempuan , warga RT 10 RW 2, Desa Kloposepuluh, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo.
    3. Syahrul Nugroho Rangga Setiawan (6), laki-laki, warga RT 10 RW 2, Desa Kloposepuluh, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo.
    4. Putri Qiana Ramadhani (2), perempuan, warga RT 10 RW 2, Desa Kloposepuluh, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo,
    5. H. Wahyudi (71), laki-laki warga RT 10 RW 2, Desa Kloposepuluh, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo
    6. Hj. Jainah (61), perempuan, warga RT 10 RW 2, Desa Kloposepuluh, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo.
    7. Saudah (70), perempuan, warga Desa Suruh, RT 18 RW 5, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo
    8. Fitria Handayani (27), perempuan, warga Dusun Urung-Urung, Desa Jatijejer, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.
    9. Ahmad Fiki Muzaki (28), laki-laki, warga Dusun Urung-Urung, Desa Jatijejer, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.
    10. Mikaila FZ (3,5), perempuan, warga Dusun Urung-Urung, Desa Jatijejer, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 10 Korban Tewas Akibat Longsor di Mojokerto, Kemensos Salurkan Santunan

    10 Korban Tewas Akibat Longsor di Mojokerto, Kemensos Salurkan Santunan

    Jakarta

    Bencana alam tanah longsor terjadi di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Tanah longsor di akses Jalan Mojokerto-Kota Batu menimpa 2 mobil dan 1 sepeda motor.

    Akibat kejadian ini, 10 korban meninggal dunia. Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan Tagana Kabupaten Mojokerto-Batu Kemensos telah membantu proses evakuasi korban bersama tim SAR, dinas sosial, dan relawan.

    “Tagana Mojokerto beserta unsur lainnya telah mendirikan dapur umum di lokasi untuk memenuhi permakanan relawan yang mencari para korban,” kata Gus Ipul, dalam keterangan tertulis, Sabtu (5/4/2025).

    Lalu, korban meninggal telah didata dan diverifikasi. Ia menuturkan Kemensos telah mendistribusikan bantuan permakanan dengan kapasitas memasak dapur umum sebanyak 500 porsi.

    Pada Jumat (4/4), semua korban telah ditemukan dan evakuasi dihentikan. Gus Ipul memaparkan Kemensos berkoordinasi dengan pihak terkait untuk rencana penyerahan santunan kepada ahli waris korban bencana yang meninggal dunia.

    Berikut daftar korban meninggal dunia:

    2. Rani Anggraeni, Perempuan, (28), warga RT 10 RW 2, Desa Kloposepuluh, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo.

    3. Syahrul Nugroho Rangga Setiawan, Laki-laki (6), warga RT 10 RW 2, Desa Kloposepuluh, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo.

    5. H Wahyudi (71), Laki-laki warga RT 10 RW 2, Desa Kloposepuluh, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo

    6. Hj Jainah (61), Perempuan, warga RT 10 RW 2, Desa Kloposepuluh, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo.

    7. Saudah (70), Perempuan, warga Desa Suruh, RT 18 RW 5, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo

    8. Fitria Handayani, Perempuan, (27), warga Dusun Urung-Urung, Desa Jatijejer, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.

    9. Ahmad Fiki Muzaki, Laki-Laki, (28), warga Dusun Urung-Urung, Desa Jatijejer, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.

    10. Mikaila FZ, Perempuan, (3,5), warga Dusun Urung-Urung, Desa Jatijejer, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.

    (akd/akd)

    Hoegeng Awards 2025

    Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini

  • Longsor di Mojokerto, Kemensos Bantu Evakuasi dan Dirikan Dapur Umum

    Longsor di Mojokerto, Kemensos Bantu Evakuasi dan Dirikan Dapur Umum

    Jakarta

    Kementerian Sosial RI bergerak cepat menyalurkan bantuan bagi masyarakat yang terdampak bencana tanah longsor di Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur, Kamis (3/4). Bencana alam ini terjadi akibat cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang yang melanda wilayah Pacet Jalur Cangar, perbatasan Kabupaten Mojokerto-Kota Batu.

    Berdasarkan informasi yang diimpun, longsor menimpa dua mobil dan satu sepeda motor. Sebanyak 10 orang tertimbun, dengan satu korban telah ditemukan atas nama Majid Zatmo, warga Desa Kelompok, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo. Tidak ada laporan korban luka-luka.

    “Tagana telah bergabung memperkuat tim sar melakukan evakuasi korban yang terdampak serta mendirikan dapur umum di lokasi kejadian,” kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dalam keterangannya, Jumat (4/4/2025).

    Menurut Gus Ipul, dapur umum telah beroperasi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi relawan dan tim penyelamat di lokasi. Selain itu, koordinasi dengan pihak terkait juga terus dilakukan guna memastikan proses evakuasi berjalan lancar.

    Rincian bantuan logistik yang telah disalurkan melalui Dinsos dan Tagana Kabupaten Mojokerto mencakup nasi bungkus dari dapur umum dengan kapasitas memasak 500 porsi per hari.

    Gus Ipul mengatakan hingga kini tim SAR dan relawan masih terus melakukan proses evakuasi korban yang tertimbun. Namun, faktor cuaca hujan dan angin cukup mempengaruhi pencarian korban.

    Kemensos akan terus memastikan bantuan bagi para korban dan logistik permakanan tim penyelamat tersedia dengan baik. Tagana, SAR, dan instansi terkait masih bersiaga di lokasi untuk menangani dampak bencana ini.

    (akn/akn)

    Hoegeng Awards 2025

    Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini

  • Mensos harap penerima manfaat rehabilitasi sosial segera hidup mandiri

    Mensos harap penerima manfaat rehabilitasi sosial segera hidup mandiri

    Jakarta (ANTARA) – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul berharap para penerima manfaat rehabilitasi sosial di Sentra Mulya Jaya, Jakarta segera hidup mandiri.

    Sebab, kata dia, pendampingan Kementerian Sosial (Kemensos) di berbagai sentra Kemensos bersifat sementara.

    “Tidak boleh di sini menikmati lalu tinggal seumur hidup, jangan. Harus semangat untuk segera keluar dari sini menjadi keluarga atau pribadi yang mandiri,” ucap Gus Ipul saat berbincang dengan para kelompok rentan yang menerima manfaat pendampingan Kemensos di Sentra Mulya Jaya, Jakarta, Senin.

    Gus Ipul pun mengaku bahwa pihaknya siap membantu para penerima manfaat rehabilitasi sosial untuk hidup mandiri, antara lain melalui program pemberdayaan maupun pemberian modal usaha.

    Adapun Sentra Mulya Jaya merupakan salah satu sentra dari 31 sentra yang dimiliki oleh Kementerian Sosial (Kemensos).

    Dalam sentra itu, ia menjelaskan Kemensos menampung dan merehabilitasi para kelompok, komunitas, maupun individu, yang membutuhkan layanan khusus.

    Dia mengungkapkan para penerima layanan khusus dimaksud, yakni 12 Pemerlu Atensi Sosial (PAS), antara lain fakir miskin, penyandang disabilitas, maupun anak-anak terlantar yang berhadapan dengan hukum, korban kekerasan, dan lain sebagainya.

    Selain itu, penerima manfaat tersebut meliputi pula masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), gelandangan, pengemis, korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO), hingga kelompok lain yang memerlukan rehabilitasi, baik sosial maupun medis.

    Di Sentra Mulya Jaya, kata dia, disiapkan tempat tinggal sementara bagi para kelompok rentan tersebut serta layanan rehabilitasi agar mereka bisa menjadi individu atau keluarga yang lebih mandiri.

    Dalam proses rehabilitasi sosial, disebutkan bahwa Kemensos turut dibantu oleh para pendamping karena terdapat pula orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) atau orang yang bermasalah dengan mental hingga lansia terlantar.

    “Ini karena diperlukan keterampilan khusus untuk melayani mereka,” tuturnya.

    Pewarta: Agatha Olivia Victoria
    Editor: Tasrief Tarmizi
    Copyright © ANTARA 2025

  • Monyet Bukan Saya Amanatkan untuk Guru Tua

    Monyet Bukan Saya Amanatkan untuk Guru Tua

    GELORA.CO – Gus Fuad Plered memilih meminta maaf atas kontroversi ucapan monyet terkait usulan Guru Tua alias Habib Idrus bin Salim Aljufri sebagai calon pahlawan nasional. Hal itu setelah Pengurus Besar (PB) Alkhairaat di Kota Palu, Sulawesi Tengah, mengintruksikan kepada seluruh komisariat wilayah (komwil) dan komisariat daerah (komda), untuk melaporkan Gus Fuad Plered ke kepolisian.

    “Merespons para kiai-kiai pendukung kajian tesis batalnya nasab Balawi dan pihak-pihak lain terkait yang memperkuat mempertanyakan pernyataan saya tentang pengusulan pahlawan nasional Guru Tua, Idrus bin Salim Al Jufri, di mana kiai-kiai mempertanyakan maksud pernyataan saya yang menyebut istilah monyet itu, saya perlu klarifikasi,” katanya melalui akun channel Youtube Gus Fuad Channel dikutip Republika.co.id di Jakarta, Jumat (28/3/2025).

    Dalam klarifikasinya, Gus Fuad Plered menjelaskan maksud pernyataan kontroversialnya ketika ia mengetahui Guru Tua yang sudah diusulkan sebagai pahlawan nasional sejak tahun 2006, namun selalu ditunda karena tidak adanya data dan dokumen tertulis perjuangan fisik. Hal itu juga berdasarkan hasil penelitian Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) M Alfan Alfian, karena status kewarganegaraan yang bersangkutan juga tidak memenuhi syarat.

    “Kemudian saya juga membaca berita, Menteri Sosial Gus Ipul menyatakan semangat pengangkatan pahlawan nasional kali ini adalah mikul dhuwur mendem jero, semangat merangkul, saya curiga walaupun tidak memenuhi syarat, baik dari sisi warga negara dan dokumen tertulis perjuangan fisik, akan tetapi akan diangkat sebagai pahlawan nasional,” ucap Gus Guad Plered.

    Jika sampai hal itu terjadi, Gus Guad Plered menganggap, sangat berbahaya sekali bagi kewibawaan pemerintah. Menurut dia, jika sampai Guru Tua diangkat sebagai pahlawan nasional, walaupun tidak memenuhi syarat maka jelas tidak bisa dibenarkan.

    “Dan saya menganggap upaya itu sebagai sebagai upaya akal-akalan seperti orang Yahudi di masa lalu yang diberitakan Alquran bahwa orang Yahudi menyiasati larangan Tuhan agar mereka tidak memburu ikan di hari Sabtu, lalu mereka menyiapkan perangkap di hari Sabtu dan memburunya di hari lainnya, akhirnya Tuhan mengatakan, jadilah kalian semua monyet yang hina,” kata Gus Guad Plered.

    Merujuk firman Allah tersebut, Gus Fuad Plered menegaskan, ucapan monyet itu itu bukan diamanatkan untuk guru Tua, tapi ditujukan kepada sekelompok-sekelompok orang yang berusaha menyiasati aturan. Padahal, kata dia, Guru Tua yang tidak memenuhi syarat sebagai pahlawan nasional, namun bisa tetap diangkat sebagai pahlawan nasonal karena dicarikan celah aturan.

    “Walaupun kemudian, jika apa yang saya nyatakan itu dianggap menghina, kepada pihak-pihak yang terkait saya menyatakan memohon maaf, semata-mata apa yang saya nyatakan tentang usulan pahlawan nasional itu adalah untuk menjaga kewibawaan pemerintah dan dalam upaya menjaga kebesaran nama pahlawan yang telah berjuang kemerdekaan bangsa dan demi ketinggian martabat bangsa Indonesia,” ujar Gus Fuad Plered.

    Dia pun hanya menyampaikan klarifikasi sebagaimana deskripsi yang dibacakan. Gus Fuad Plered mengajar masyarakat bersama-sama mendukung pemerintah agar bisa menjalankan tugas dan amanat yang diberikan rakyat dengan sebaik-baiknya sesuai target dan tujuan yang sesuai dengan konstitusi kita.

    “Dan marilah kita tidak ikut-ikutan menambah beban pemerintah. Salam Pancasila, merdeka. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,” kata Gus Fuad Plered.