Gandeng PPATK, Mensos Temukan Rekening Penerima Bansos yang Hanya Terima Transfer
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, yang akrab disapa
Gus Ipul
, mengumumkan kerja sama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (
PPATK
) untuk memastikan kelayakan penerima
bantuan sosial
(bansos).
Langkah ini diambil sebagai upaya untuk meningkatkan efektivitas dan ketepatan sasaran dalam penyaluran bansos, sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Ternyata ada banyak rekening
penerima bansos
yang disinyalir dormant atau tidak melakukan transaksi apapun kecuali hanya menerima transfer saja,” kata Gus Ipul dalam keterangan resmi yang dirilis pada Jumat (4/7/2025).
Gus Ipul menjelaskan bahwa kerja sama dengan PPATK bertujuan untuk memperoleh data yang semakin akurat, sehingga bansos dapat diterima oleh pihak-pihak yang berhak.
“Kami mohon bantuan PPATK untuk melakukan semacam analisis terhadap rekening seluruh penerima bansos,” ujar dia.
Ia menegaskan bahwa analisis
rekening penerima bansos
yang dilakukan oleh PPATK akan menjadi bukti bahwa data yang dimiliki oleh Kementerian Sosial (
Kemensos
) adalah valid.
“Data-data telah kami sampaikan (ke PPATK) dan masalah-masalah yang kami hadapi juga telah kami sampaikan, yang mudah-mudahan ke depannya ditindaklanjuti,” ujar dia.
Gus Ipul menyatakan bahwa hasil analisis rekening penerima bansos dari PPATK akan digunakan sebagai pedoman untuk memastikan bantuan sosial tepat sasaran.
Ketua PPATK Ivan Yustiavanda mengungkapkan bahwa pihaknya telah menemukan anomali dalam rekening penerima bansos.
“Kami menemukan beberapa data memang yang anomali, dan itu akan kami serahkan segera kepada Pak Mensos untuk mengambil kebijakan terkait dengan penyaluran bansos,” kata Ivan.
Ivan menambahkan, PPATK akan melakukan eksplorasi lebih lanjut terhadap data yang telah diberikan oleh Kemensos.
Sinergi ini diharapkan dapat memenuhi arahan Presiden Prabowo agar bansos harus tepat sasaran.
“Apa yang diharapkan oleh Presiden melalui Kemensos, bansos harus tepat sasaran, digunakan secara benar, dan kepada orang-orang yang tepat, bisa dilaksanakan dengan baik,” ujar dia.
Ivan juga menyatakan komitmennya untuk membantu Kemensos dalam memastikan efektivitas penyaluran bansos.
“Kami siap membantu ke depan. Kita berharap bahwa bansos ini akan lebih efektif, dan benar-benar tepat sasaran untuk masyarakat Indonesia,” tutup dia.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Tag: Saifullah Yusuf
-
/data/photo/2025/06/29/68616139bd4b6.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
4 Gandeng PPATK, Mensos Temukan Rekening Penerima Bansos yang Hanya Terima Transfer Nasional
-
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5271366/original/056183000_1751507171-Gambar_WhatsApp_2025-07-03_pukul_06.31.22_974398c1.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Lantik Pejabat Struktural dan Fungsional Kemensos, Gus Ipul: Ini Adalah Peneguhan Amanah – Page 3
Selanjutnya, tumbuhkan inovasi dan integritas, jangan pernah takut berbuat baik, dan jangan pernah kompromi dengan praktik yang menodai kepercayaan publik.
Terakhir, jaga solidaritas di internal Kemensos, dengan solidaritas dan bersatu, semua akan bisa bergerak cepat dan tepat.
“Tugas kita adalah menyalakan harapan, memberikan keyakinan bahwa negara hadir, menguatkan mereka yang lemah, dan memastikan tidak ada satu pun warga yang tertinggal dalam perjalanan menuju Indonesia yang lebih sejahtera,” ujarnya.
-

Kapan Bansos hingga Beras Murah Disalurkan? Ini Jawaban Bos Bapanas
Jakarta –
Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan penyaluran bantuan pangan serta beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dapat dilakukan pada awal Juli 2025. Penyaluran dilakukan usai Bapanas menerima anggaran dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menyampaikan saat ini Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah menyetujui anggaran biaya tambahan (ABT) untuk penyaluran bantuan pangan serta SPHP. Saat ini, pihaknya sedang menunggu transfer anggaran dari Kemenkeu.
“Rakortas-nya udah, Menteri Keuangannya sudah setuju, tinggal transfer-nya, setelah itu baru bisa,” ujar Arief kepada awak media di Gedung DPR RI, Jakarta Selatan, Selasa (1/7/2025).
Kendati anggaran belum diterima, Arief optimistis penyaluran bisa dilakukan dalam pekan ini. “Bisa minggu ini lah. Biasanya sehari pencairan anggaran. Yang susah itu kan pengajuannya. Kalau pengajuannya udah disetujui, sudah, cepat (prosesnya),” tambah Arief.
Terkait beras SPHP baru mau disalurkan bulan ini, Arief menerangkan untuk menjaga harga gabah di tingkat petani. Sebab, masih dalam musim panen raya pada Maret-April sehingga stok beras melimpah
Arief menekankan, penyaluran beras SPHP nantinya tak hanya akan dikirim ke wilayah timur Indonesia saja. Namun, juga ke daerah-daerah yang harga beras di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Semua (wilayah) sekarang. Kalau lihat, hampir semua wilayah (harga berasnya naik). (Beras SPHP disalurkan ke wilayah) yang terindikasi naik harga berasnya di atas 5% ya. Berarti kita sekarang waktunya. Kan sudah bener, waktunya SPHP sama bantuan pangan disalurkan sekarang,” jelas Arief.
Lihat juga video: Update! Jutaan Bansos Sempat Gagal Salur, Gus Ipul: Sudah Cair
(rea/fdl)
-
/data/photo/2024/10/14/670c838e62956.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Penyaluran Bansos PKH Tahap 2 Mencapai 8,04 Juta Keluarga Penerima
Penyaluran Bansos PKH Tahap 2 Mencapai 8,04 Juta Keluarga Penerima
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa
Gus Ipul
, melaporkan realisasi penyaluran
bantuan sosial
(bansos) tahap kedua Program Keluarga Harapan (PKH) telah mencapai lebih dari 8,04 juta
Keluarga Penerima Manfaat
(KPM) per 1 Juli 2025.
Dia mengatakan jumlah tersebut setara dengan 80,49 persen dari total kuota penerima, dengan nilai bantuan yang telah digelontorkan mencapai Rp 5,8 triliun.
“Per 1 Juli 2025, Kemensos telah menyalurkan
bansos PKH
kepada 8,04 juta KPM atau sekitar 80,49 persen dari kuota, dengan nilai total Rp 5,8 triliun,” ujar Gus Ipul di kantornya, Selasa (1/7/2025).
Tak hanya PKH, bansos Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau bansos sembako telah disalurkan kepada lebih dari 15,4 juta KPM, atau sekitar 84,71 persen dari total kuota, dengan total nilai mencapai Rp 9,2 triliun.
Program penebalan bantuan sosial, yang merupakan tambahan bantuan dari Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat daya beli masyarakat, juga telah tersalurkan dengan angka yang sama dengan BPNT, yaitu lebih dari 15,4 juta KPM (84,71 persen) dengan nilai Rp 6,19 triliun.
“Kami pastikan bahwa penyaluran bansos triwulan kedua ini sesuai dengan arahan Presiden untuk menjaga daya beli masyarakat serta memberikan stimulus terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” jelas Gus Ipul.
Sebagai informasi, Kemensos mulai menyalurkan bantuan sosial (bansos) triwulan kedua tahun 2025 kepada 16,5 juta
keluarga penerima manfaat
(KPM) dengan total anggaran mencapai Rp 10 triliun pada 28 Mei 2025 lalu.
Gus Ipul mengatakan, penyaluran dilakukan secara bertahap berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Dia menyebutkan, ada lebih dari 20 juta data calon penerima, di mana sebanyak 16,5 juta telah dinyatakan valid berdasarkan DTSEN.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/06/29/68616110e5fbc.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Semangati Anak Miskin, Mensos: Seskab Teddy Dulu Orang Susah Juga, Tak Boleh Putus Asa
Semangati Anak Miskin, Mensos: Seskab Teddy Dulu Orang Susah Juga, Tak Boleh Putus Asa
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com –
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (
Gus Ipul
) menyemangati anak-anak dari kalangan miskin untuk tidak patah semangat.
Gus Ipul meminta mereka semua tetap berjuang meski berada di titik 0.
Gus Ipul pun memberi contoh sosok Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol
Teddy Indra Wijaya
kepada anak-anak yang merupakan calon siswa
Sekolah Rakyat
itu.
Hal tersebut terjadi saat Gus Ipul meninjau Sekolah Rakyat bersama Teddy, Menteri PU Dody Hanggodo, hingga Wamensos Agus Jabo di Sentra Handayani Kemensos, Jakarta Timur, Minggu (29/6/2025).
“Saya sudah tanya tadi, apakah kenal Mayor Teddy? Semuanya kenal, Pak. Betul enggak?” ujar Gus Ipul.
“Betul,” seru siswa dan orang tua murid.
“(Tadinya) kenalnya cuma di TV. Tapi bisa ketemu (Teddy) hari ini secara langsung,” kata Gus Ipul.
Gus Ipul mengatakan, Teddy merupakan sosok yang hebat, pintar, dan muda.
Dia mengeklaim ucapannya itu bisa diakui.
Namun, dia mengungkit bahwa Teddy tidak serta merta tiba-tiba menjadi Seskab.
Menurut Gus Ipul, Teddy sebenarnya sempat hidup susah di masa lalu.
Meski begitu, Gus Ipul menegaskan, Teddy terus berjuang dan tidak menyerah.
Dia mengajak para siswa miskin untuk berjuang agar suatu saat bisa bernasib seperti Teddy juga.
“Pak Teddy ini masih muda, hebat, pintar, dan itu bisa diakui bapak/ibu sekalian. Dulu bukan beliau enggak susah. Susah juga. Jadi orang susah juga. Bukan orang serba berada. Jadi beliau juga dari 0,” kata Gus Ipul.
“Contoh yang baik bahwa kita tidak boleh putus asa, berjuang, siapa tahu nanti kita bisa seperti Pak Teddy. Saya tadi tanya, apakah yang tua saja yang kenal? Ternyata anak-anaknya juga kenal ternyata,” imbuhnya.
Diketahui, Sekolah Rakyat dijadwalkan akan dimulai pada 14 Juli 2025 mendatang. Pada tahap awal ini, 100 titik Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia yang akan beroperasi terlebih dahulu.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -

Sekolah Rakyat Dibuat Agar Anak Dapat Pendidikan Bermutu
Jakarta –
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya bertemu dengan para orang tua calon siswa sekolah rakyat. Teddy menegaskan sekolah rakyat dibuat agar anak dapat pendidikan bermutu dan sejahtera.
“Percayalah bahwa sekolah rakyat ini dibuat, dirancang oleh Bapak Presiden melalui Kementerian Sosial, dalam hal ini Pak Gus Ipul, Menterinya. Sekolah rakyat ini bertujuan untuk membangun anak-anak agar lebih sehat,” kata Teddy dalam keterangannya, Minggu (29/6/2025).
“Lebih mendapatkan pendidikan yang bermutu, lebih aman, lebih terlindung, dan lebih sejahtera. Tujuannya itu,” lanjutnya.
Teddy meninjau Sekolah Rakyat Sentra Handayani Jakarta, Minggu (29/6). Teddy datang bersama Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Menteri PU Dody Hanggodo.
Beberapa orang tua calon siswa memberi tahu keadaan keluarganya. Para orang tua ini termasuk pada keluarga yang tergolong dalam kategori miskin dan miskin ekstrem yang masuk desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Sementara itu Gus Ipul meminta para orang tua tidak putus asa dan terus memberikan semangat kepada anaknya di tengah keterbatasan. Ia mencontohkan Teddy yang juga pernah mengalami masa sulit hingga bisa menggapai karier sampai saat ini.
“Dulu bukan beliau enggak susah, susah juga. Jadi dari orang susah juga, bukan orang serba berada, jadi beliau juga dari nol juga. Contoh yang baik, buat kita tidak boleh putus asa, berjuang, siapa tahu nanti bisa seperti pak Teddy,” lanjutnya.
Sekolah Rakyat di Sentra Handayani merupakan satu dari seratus SR rintisan yang direncanakan beroperasi pada 14 Juli 2025. Sekolah rintisan ini hanya akan beroperasi satu tahun atau bersifat sementara, sebelum nantinya dipindah ke 100 SR baru permanen yang akan dibangun mulai September 2025-Juni 2026.
(eva/isa)
Hoegeng Awards 2025
Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini
-

Momen Seskab-Mensos Dialog dengan Orang Tua Calon Siswa Sekolah Rakyat
Jakarta –
Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya, memenuhi undangan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul), dalam acara silaturahmi sekaligus dialog dengan orangtua serta calon siswa Sekolah Rakyat di Sentra Handayani di Jakarta, Minggu (29/6/2025). Turut hadir dalam acara ini Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo.
Undangan dari Gus Ipul ini sekaligus bagian dari kunjungan kerja guna meninjau kesiapan sarana dan prasarana menjelang pembukaan tahun ajaran baru Sekolah Rakyat 2025/2026 pada 14 Juli 2025.
Pada kesempatan itu, satu per satu orangtua menceritakan kondisi hidup mereka. Salah satunya Irwan, ayah dari Muhammad Cikal, calon siswa, yang bekerja sebagai kuli panggul dan tinggal di rumah sempit berukuran 4×5 meter di lahan pemakaman, Kapuk, Jakarta Barat.
“Dapat sehari Rp100 ribu belum bersih Pak. Alhamdulillah (dengan Sekolah Rakyat) Insya Allah bisa membantu buat saya dan keluarga,” ujar Irwan dalam keterangan tertulis, Minggu (29/6/2025).
Cerita lain datang dari Suratna, ibu calon siswa Galih Yahdan Atlantik. Ia janda dengan empat anak yang tinggal di kontrakan Rp500 ribu per bulan. Ia hidup dari berjualan nasi uduk dan menjadi buruh cuci.
“Alhamdulilah (Sekolah Rakyat) membantu sekali. Galih sebenarnya anak yang pintar, cuma karena kondisi saya orang tua yang kurang mampu mendidik,” kata Suratna.
“Sekolah Rakyat dirancang oleh Bapak Presiden bertujuan untuk membangun anak-anak agar lebih sehat, lebih mendapatkan pendidikan yang bermutu, lebih aman, lebih terlindung dan lebih sejahtera. Kita memiliki tujuan mulia menciptakan dan membangun anak-anak Indonesia yang lebih sejahtera,” kata Teddy.
Ia juga mengajak orangtua dan calon siswa Sekolah Rakyat untuk meninjau langsung Sekolah Rakyat.
Usai dialog, Letkol Teddy bersama Gus Ipul dan Dody Hanggodo meninjau langsung lokasi Sekolah Rakyat yang dibangun di atas lahan 1,2 hektare, bagian dari Sentra Handayani seluas total 10 hektare. Mereka juga turut mengajak orangtua dan calon siswa meninjau fasilitas utama seperti asrama, ruang kelas, dan lapangan olahraga.
Kunjungan kemudian dilanjutkan ke kontrakan tempat tinggal Galih yang jaraknya hanya sekitar 100 meter dari kompleks sekolah. Kegiatan ini memperlihatkan keterlibatan langsung negara dalam memastikan kesiapan teknis dan program.
Sekolah Rakyat Handayani dijadwalkan memulai tahun ajaran pada 14 Juli 2025, dengan tiga rombongan belajar jenjang SMP. Total terdapat 75 siswa, terdiri dari 35 laki-laki dan 40 perempuan, berasal dari keluarga desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi (DTSEN). Progres pembangunan fisik sekolah telah mencapai 88,81 persen, dengan realisasi pekerjaan 92,63 persen, menyisakan waktu 9 hari hingga tuntas.
Fasilitas utama yang telah disiapkan meliputi asrama putra dan putri, gedung sekolah, kantor guru, ruang makan, rumah guru, toilet ramah disabilitas, hingga lapangan basket.
Selain di Sentra Handayani, Sekolah Rakyat di wilayah DKI Jakarta juga dibuka di dua titik lainnya, yakni Sentra Mulya Jaya dan Pusdiklat Margaguna.
Kurikulum Sekolah Rakyat dirancang sistematis dan menyeluruh. Dimulai dari program persiapan fisik, mental, dan akademik berbasis talent mapping, kurikulum meliputi pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler, serta penguatan karakter, spiritualitas, nasionalisme, dan literasi.
Para guru diseleksi secara nasional oleh Kemendikdasmen. Saat ini telah ditetapkan 1.554 guru, didukung 2.730 tenaga kependidikan. Sebanyak 53 kepala sekolah telah mengikuti retret nasional selama lima hari, dan 47 kepala sekolah lainnya dijadwalkan mengikuti pelatihan serupa pada 1 Juli 2025.
Secara nasional, Sekolah Rakyat tahap awal mencakup 395 rombongan belajar di berbagai jenjang (SD, SMP, dan SMA), tersebar di 100 titik. Pulau Jawa menjadi wilayah terbanyak dengan 48 lokasi, disusul Sumatra (22), Sulawesi (15), Bali-Nusra, Kalimantan, dan Maluku (masing-masing 4), serta Papua (3 titik).
Pemerintah juga tengah menyiapkan gelombang berikutnya, dengan memanfaatkan 122 Balai Latihan Kerja (BLK) Kementerian Ketenagakerjaan dan 45 gedung milik pemerintah daerah. Target tahap lanjutan mencakup 424 rombel, melibatkan 10.600 siswa, 2.180 guru, dan 4.069 tenaga kependidikan.
(akd/akd)
Hoegeng Awards 2025
Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini
-
/data/photo/2025/06/29/6860f55400489.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Tinjau Sekolah Rakyat Sentra Handayani, Mensos Gus Ipul Tekankan Pentingnya Pendidikan Nasional 29 Juni 2025
Tinjau Sekolah Rakyat Sentra Handayani, Mensos Gus Ipul Tekankan Pentingnya Pendidikan
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Menteri Sosial (
Mensos
) Saifullah Yusuf bersama Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya meninjau
Sekolah Rakyat
milik Kementerian Sosial (
Kemensos
) di kawasan Sentra Handayani, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Minggu (29/6/2025).
Pada kegiatan tersebut, Saifullah atau akrab disapa
Gus Ipul
bersama Letkol Teddy dan Dody berkeliling untuk melihat satu per satu ruangan yang ada di Sekolah Rakyat Sentra Handayani.
Mereka juga menyempatkan bersosialisasi dengan para calon murid dan orangtua siswa dari sekolah itu.
Untuk diketahui,
sekolah rakyat
adalah salah satu program sekolah berasrama dari Presiden Prabowo Subianto bagi keluarga kurang mampu yang masuk dalam desil 1 dan 2 pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Gus Ipul mengatakan, lewat program tersebut Presiden Prabowo berkomitmen memutus rantai kemiskinan.
“Beliau menekankan bahwa jika orangtuanya hidup dalam kesulitan, maka anaknya tidak boleh mewarisi keadaan yang sama. Inilah tekad besar beliau, yakni memastikan agar kemiskinan tidak terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya,” ujar Gus Ipul.
Sekolah rakyat
, tambah Gus Ipul, diperuntukkan khusus bagi anak-anak yang selama ini tidak bersekolah atau putus sekolah sesuai data pemerintah.
Sebelum penentuan calon siswa, Kemensos bersama sejumlah pihak telah melakukan seleksi ketat agar program itu benar-benar tepat sasaran.
“Kepala sekolahnya pun diseleksi dan diberi pelatihan serta pembekalan terlebih dahulu. Hari ini, kami juga melakukan proses verifikasi siswa yang diterima di Sentra Handayani. Optimalisasi program ini pun menyentuh orangtua. Para wali turut diberdayakan agar kondisi ekonominya dapat lebih baik,” kata Gus Ipul.
Dalam kesempatan itu, Gus Ipul menyebutkan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat Sentra Handayani dilakukan di atas lahan seluas 1,5 hektare.
Pembangunan gedungnya baru dimulai sekitar dua bulan lalu dan saat ini sudah memasuki tahap akhir.
Pengerjaan proyek dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan tim dari Sekretariat Kabinet dan sejumlah kementerian, termasuk Kementerian Pembangunan Umum (PU).
Nantinya, sekolah tersebut akan menampung sebanyak 75 calon siswa di tahap pertama untuk jenjang sekolah menengah pertama (SMP).
Untuk menunjang kegiatan belajar-mengajar, Sekolah Rakyat Sentra Handayani telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas penting.
Fasilitas itu, di antaranya ruang kelas dengan pendingin ruangan, asrama, serta ruang makan terpisah putra dan putri.
“Alhamdulillah, mayoritas sudah siap digunakan.
Update
terakhir insya Allah selesai pada Selasa (8/7/2025). Artinya, tinggal sebentar lagi. Jadi, sebanyak 75 siswa tahap pertama akan sekolah di sini,” ucap Gus Ipul.
Gus Ipul menambahkan, masa orientasi dan proses belajar siswa Sekolah Rakyat tahap pertama ditargetkan mulai pada Senin (14/7/2025).
Masa orientasi dan pembelajaran akan serentak dilakukan di 100 lokasi yang tersebar dari ujung barat Aceh hingga timur Jayapura, termasuk di Sentra Handayani Jakarta.
Senada dengan
Gus ipul
, Teddy menjelaskan bahwa kehadiran sekolah rakyat merupakan wujud konkret dari Presiden Prabowo untuk memastikan agar anak-anak dari keluarga tidak mampu dapat tumbuh lebih sehat, aman, dan sejahtera.
“Percayalah, sekolah rakyat ini dibuat dan dirancang oleh Bapak Presiden melalui Kemensos untuk membangun anak-anak yang lebih sehat, aman, terlindung, dan sejahtera. Tujuannya itu,” jelas Teddy.
Teddy menambahkan, dalam beberapa bulan terakhir, rencana sekolah rakyat telah dipikirkan dengan matang.
Oleh karena itu, menurutnya pembangunannya mampu berjalan dengan lancar.
“Ini memang kita tidak terlalu banyak siswa yang bersekolah di sini. Namun, saya yakin, nanti akan semakin banyak orang tahu. Sebab, itu tadi. Tujuan adanya sekolah ini adalah untuk membuat hidup anak jadi lebih sejahtera,” terang Teddy.
Teddy juga mengapresiasi secara langsung kepada semua pihak yang terlibat dalam proses pembangunan dan seleksi calon siswa. Ia pun tak lupa berterima kasih kepada para calon wali dan siswa yang hadir pada kegiatan peninjauan.
“Kehadiran bapak ibu semua sangat berarti. Sebab, sekolah ini hadir untuk memberikan kesempatan yang setara bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera dalam kategori miskin ekstrem untuk meraih pendidikan berkualitas.
Menurut Teddy, kegiatan diskusi dengan para orangtua dan tim pendamping sosial saat melakukan peninjauan merupakan bentuk keterbukaan yang dilakukan pemerintah agar semua mendapat kejelasan terkait sekolah rakyat, melalui Kementerian Sosial.
“Saya percaya, tempat ini sudah layak digunakan, aman, dan terlindungi. Setelah ini, kami akan cek langsung kondisi di lapangan untuk memastikan semua sesuai harapan,” ujar Teddy.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
/data/photo/2025/06/25/685b8f17f0889.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5254201/original/099939300_1750077454-416216f0-cef3-4cf0-b941-0e2446ad7483.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)