Tag: Saifullah Yusuf

  • Hari Disabilitas Internasional, Kemensos Gandeng BIG Luncurkan Atlas Taktual

    Hari Disabilitas Internasional, Kemensos Gandeng BIG Luncurkan Atlas Taktual

    Hari Disabilitas Internasional, Kemensos Gandeng BIG Luncurkan Atlas Taktual
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –

    Kementerian Sosial
    (Kemensos) dan
    Badan Informasi Geospasial
    (BIG) menandatangani nota kerja sama dalam penyediaan fasilitas untuk kaum
    disabilitas
    .
    Kesepakatan tersebut dijalin pada rangkaian peringatan
    Hari Disabilitas
    Internasional (HDI) 2024 yang berlangsung di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Minggu (1/12/2024).
    Pada kesempatan itu, Mensos
    Saifullah Yusuf
    menerima Atlas Taktual untuk penyandang disabilitas yang baru diluncurkan dari Ketua BIG Aris Marfai.
    “Badan Informasi Geospasial ini adalah badan resmi milik pemerintah langsung di bawah presiden yang tugasnya itu diantaranya adalah membuat peta berdasarkan ilmu dan pendekatan geospasial,” ujar Saifullah di TIM, Jakarta, Minggu (1/12/2024).
    “Betapa banyak manfaatnya data-data yang disajikan kepada kita khususnya dalam rangka memfasilitasi teman-teman difabel,” kata dia.
    Saifullah berharap peringatan perayaan Hari
    Disabilitas
    ini dapat mendorong semakin banyak instansi pemerintah maupun swasta untuk terlibat dalam pemberdayaan disabilitas.
    “Kita harapkan penyandang disabilitas kemudian bisa berdaya dan lebih mandiri. Ada tiga hal yang kita sasar, pertama adalah akses kepada kesehatan, akses kepada pendidikan dan terakhir adalah akses terhadap pekerjaan,” kata Saifullah.
    Sementara itu, Aris menerangkan bahwa nantinya Atlas Taktual nantinya akan diperbanyak dan disebarkan untuk meningkatkan wawasan kebangsaan para penyandang disabilitas.
    “Atlas untuk teman-teman disabilitas. Ini disusun sesuai dengan standar penyusunan atlas. Harapannya teman-teman disabilitas netral akan memahami tentang Indonesia,” kata Aris.
    “Dan atas arahan Pak Menteri kami akan menggandakan lebih banyak lagi,” ujar dia.
    Aris pun berharap lewat kerja sama dengan Kemensos ini, BIG bisa menyediakan lebih banyak data dan menghasilkan produk lain yang dapat menunjang kebutuhan informasi disabilitas.
    “Nanti bisa saja tema tentang pariwisata tema tentang potensi alam, tema tentang kebencanaan dan lain sebagainya. Semoga bisa diproduksi banyak disampaikan ke sekolah-sekolah disabilitas dan juga kepada masyarakat,” kata dia.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Krisna Murti Minta Arahan Menteri Sosial Saifullah Yusuf untuk Pengobatan Agus Salim Segera Dijalankan

    Krisna Murti Minta Arahan Menteri Sosial Saifullah Yusuf untuk Pengobatan Agus Salim Segera Dijalankan

    Jakarta, Beritasatu.com – Pengacara Krisna Murti mengapresiasi pertemuan selebgram Pratiwi Noviyanthi atau Teh Novi dan selebritas Denny Sumargo (Densu) dengan Menteri Sosial Saifullah Yusuf terkait kasus uang donasi Agus Salim. Ia pun meminta arahan dari mensos terkait pengobatan Agus Salim, segera dijalankan.

    Krisna mengatakan, pertemuan Teh Novi dan Densu dengan Kementerian Sosial itu cukup baik untuk menjelaskan donasi untuk pengobatan yang berlarut-larut. Kemudian, ia juga memberikan apresiasi statement dari Menteri Sosial Saifullah Yusuf juga cukup baik terkait dengan pengobatan mata Agus Salim.

    “Pak Menteri mengutamakan pengobatan Agus Salim dan seperti yang saya bilang karena berpacu dengan waktu dan arahan dari Pak Menteri untuk pengobatan Agus segera dijalankan saja,” ucapnya dikutip dari Channel YouTube, Minggu (1/12/2024).

    Krisna juga menyambut baik dua nama tokoh besar itu membantu dalam kasus uang donasi Agus Salim ini. Pasalnya, tak hanya  Menteri Sosial Saifullah Yusuf yang kini terlibat dalam donasi uang pengobatan Agus Salim ini, tetapi juga ada nama tokoh dan pebisnis Yusuf Hamka 

    “Artinya, Pak Yusuf Hamka, sebagai tokoh nasional melihat kegaduhan seperti ini, dan melakukan mediasi untuk bertemu dengan Kemensos juga. Ini satu hal yang baik,” ucapnya.

    Krisna pun meminta Kemensos untuk segera mengambil tindakan agar pengobatan Agus Salim dipercepat dan permasalahan ini berimbang. Kemensos diminta juga segera memanggil Agus Salim agar mendapat penjelasan yang sesuai.

    “Kemarin kan baru dari pihak Teh Novi dan Densu terkait kejadian donasi uang itu, Maka, supaya ada titik terang dari kedua belah pihak, maka Agus Salim juga harus dimintai keterangan,” ucapnya.

    Pertemuan ini, kata Krisna menjadi sangat penting untuk mengetahui hal-hal yang menjadi deadlock antara keduanya.

    “Secepat mungkin Kemensos dan Pak Yusuf Hamka memanggil Agus,” ucap Krisna, sembari terus menekankan pengobatan Agus Salim.

  • Mensos Gus Ipul Bakal Turun Tangan Temui Agus Salim, Buntut Kisruh Donasi – Page 3

    Mensos Gus Ipul Bakal Turun Tangan Temui Agus Salim, Buntut Kisruh Donasi – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf alias Gus Ipul akan turun tangan menemui Agus Salim untuk mencari solusi atas kisruh donasi yang terjadi saat ini. Hal ini disampaikan usai Mensos menerima kunjungan Youtuber Denny Sumargo dan Pratiwi Noviyanthi di kantornya.

    “Iya (akan bertemu Agus Salim), kalau misalnya ketemu di sini boleh, saya datang ke rumahnya juga boleh. Kami ingin bicara dari hati ke hati,” kata Gus Ipul dalam keterangan tertulis, seperti dikutip dari Antara, Sabtu (1/12/2024).

    Ia berkomitmen untuk mencari solusi terbaik dengan mendalami masalah-masalah dan mengidentifikasi poin-poin penting untuk mencapai perdamaian antara pihak yang bertikai.

    “Ini menyangkut wilayah kerja Kementerian Sosial. Terus terang saya lihat ini semuanya berawal dari niat baik untuk membantu saudara yang lain yang membutuhkan bantuan kita,” katanya.

    Menurutnya, kekisruhan yang terjadi adalah buah dari kesalahpahaman dan ketidakmengertian yang kemudian menimbulkan diskusi di ruang publik. Oleh karena itu, Mensos mengajak semua pihak yang terlibat agar duduk bersama dan mencarikan solusi terkait kisruh donasi ini.

    “Saya dengan Pak Wamensos mengajak semua teman-teman, termasuk Mas Agus Salim dan juga para pengacara, mari kita duduk bersama, mari kita bicara. Yang terbaik adalah mencarikan solusi,” ujar Gus Ipul.

    Mensos juga mengajak semua kalangan agar memahami ketentuan-ketentuan yang ada. Pengumpulan donasi atau dalam undang-undang disebut Pengumpulan Uang dan Barang (PUB) menjadi ranah Kemensos sebagaimana diatur dalam Undang-undang No. 9 Tahun 1961 tentang PUB dan Peraturan Menteri Sosial No 8 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan PUB.Meskipun saat ini sudah banyak yang berizin, pengumpulan donasi juga banyak yang belum berizin.

    Persoalan ini dipahami Mensos sebagai evaluasi agar pihaknya dapat memperkuat sosialisasi terkait PUB yang izinnya dapat diurus lewat Kemensos, yang saat ini sudah berbasis digital.

    “Nah ke depan Mas Densu, Mbak Novi, bantu kami untuk ikut mensosialisasikan bahwa ini harus ada proses yang harus dilewati, dan itu tidak sulit,” ucap Gus Ipul.

     

  • Agus Salim Disebut Sombong Maunya Berobat ke Singapura, Tolak Uang Rp300 Juta dari Denny Sumargo

    Agus Salim Disebut Sombong Maunya Berobat ke Singapura, Tolak Uang Rp300 Juta dari Denny Sumargo

    TRIBUNJATIM.COM – Agus Salim, korban penyiraman air keras disebut sombong lantaran hanya mau berobat di Singapura.

    Ia bahkan menolak uang dari Denny Sumargo sebesar Rp300 juta.

    Agus beralasan uang tersebut tak cukup untuk berobat ke Singapura sekaligus biaya perjalanan ke kampung halamannya, Aceh.

    Padahal uang tersebut diberikan Denny Sumargo secara pribadi untuk pengobatan mata Agus Salim.

    Mengingat uang donasi untuk Agus Salim masih ditahan di yayasan milik Teh Novi.

    Namun, uang tersebut justru malah ditolak oleh Agus.

    Soal ini disampaikan Teh Novi sendiri ketika melakukan siaran langsung bersama Bunda Corla.

    Melansir dari akun TikTok @virgo.ef, Denny Sumargo awalnya menawarkan uang pengobatan sebanyak Rp 200 juta.

    Namun Agus Salim merasa uang tersebut belum cukup untuk dirinya berobat.

    Lalu ditambahkan lah oleh Densu sebanyak Rp 100 juta, sehingga total uang yang ingin diberikan menjadi Rp 300 juta.

    Uang ini merupakan milik pribadi Denny Sumargo, bukan dari uang donasi.

    Sayangnya, kebaikan Denny Sumargo ini ditolak oleh Agus Salim.

    Ia merasa uang yang ditawarkan Denny Sumargo tidak cukup sebab dirinya ingin berobat di Singapura. 

    Ia juga membutuhkan uang untuk biaya akomodasi ke kampung halamannya di Aceh. 

    Agus Salim ngotot maunya berobat ke Singapura. Ia juga tolak uang Rp300 juta dari Denny Sumargo. (ISTIMEWA/TRIBUN BENGKULU)

    “Dia mau ke Singapura. Dikasih Rp 300 juta, dia masih enggak mau. Kata dia itu enggak cukup untuk biaya dia nanti pulang ke Aceh, untuk pengobatan di Singapura,” jelas Teh Novi, dikutip dari Tribun Bengkulu.

    Ia menambahkan, Agus Salim tetap ngotot inginnya berobat di Singapura, bukan di Indonesia.

    Sehingga Agus merasa perlu uang lebih banyak karena hanya ingin diobati di Singapura saja.

    “Dia maunya di Singapura, enggak mau di Indonesia,” kata Teh Novi.

    Mendengar cerita Teh Novi, Bunda Corla pun ikut memberikan komentar.

    Ia menilai Agus Salim sombong karena hanya ingin berobat di Singapura sehingga menolak pemberian Denny Sumargo.

    “Ih sombongnya, sombong bener. Dia enggak mau ke Malaysia, di Indonesia, maunya ke Singapura?” tanya Bunda Corla lagi meyakinkan.

    “Dia maunya ke Singapur bunda,” ucap Teh Novi membenarkan.

    Di sisi lain, Agus Salim diberi kesempatan terakhir untuk bisa berobat menggunakan uang donasi Rp 1,3 miliar.

    Kesempatan itu ada di tangan Agus setelah kasus ini dibawa ke Kementerian Sosial.

    Bahkan Menteri Sosial Saifullah Yusuf, akan turun tangan untuk menyelesaikan masalah ini.

    Namun jika setelah bertemu Mensos, Agus masih tetap ngeyel, maka Denny Sumargo yang akan menyelesaikan dengan caranya.

    Menurut Denny Sumargo, ia paham mengapa Agus berteriak saat Pratiwi Noviyanthi walk out.

    “Kejiwaannya juga mungkin udah mengalami masalah, tapi mau gimana gus?” kata Densu, sapaan akrab Denny Sumargo usai bertemu Mensos, Jumat (30/11/2024).

    Densu pun mengingatkan Agus jangan sampai kasus ini terlalu berlarut sehingga merugikan dirinya sendiri.

    Sebab jika Agus masih ngeyel saja, maka ia kemungkinan akan kehilangan uang donasi untuk berobat.

    “Mau cepet apa mau lama? Mau masih ada buat berobat apa ilang? Mau gimana, Gus?” kata Densu lagi.

    Menurut Denny Sumargo, dirinya hanya memfasilitasi agar kasus ini segera selesai.

    Bahkan ia menegaskan kalau Kemensos ini jadi upaya terakhir Densu membantu menyelamatkan Agus.

    “Saya kan cuma fasilitasi, ya kalau Agus ga mau kita juga ga bisa maksa kok,” kata dia.

    Densu mengatakan, jika tidak diselesaikan di Kemensos, maka ada salah satu dari pihak Agus yang bisa terjerat pidana.

    Namun Denny Sumargo menegaskan bahwa adanya keterlibatan Kemensos untuk menghindari hal itu terjadi.

    “Kalau pidana kemungkinan penyelewengan, tapi Gus Menteri gak mau, kasian, makanya mau ngurusin,” jelasnya.

    Namun jika setelah nanti Agus bertemu Mensos dan belum juga selesai, maka ia sendiri yang akan turun tangan.

    “Kalau sampai dipanggil Pak Menteri mau ketemu, masih juga, udah pak saya bilang, biar saya yang beresin,” tegas Densu.

    Kolase potret Agus Salim dan Denny Sumargo. (KOMPAS.com/Melvina Tionardus)

    Ia pun meyakinkan tidak akan memberi ampun jika sampai hal itu terjadi.

    “Ya saya bereskan, dan itu pasti sakit rasanya,” kata Densu lagi.

    Sementara itu, Teh Novi juga mengatakan kalau akhir kasus ini ada di tangan Agus Salim.

    “Kemensos akan datengin Agus atau Agus datang ke Kemensos untuk menyelesaikan ini semua,” kata Novi saat live TikTok bersama Bunda Corla, Jumat (29/11/2024).

    Bahkan menurut Teh Novi, akan ada mediasi lagi yang difasilitasi langsung oleh Kemensos.

    “Nanti setelah dari pertemuan itu, kita bertemu beramai-ramai, maunya seperti apa,” jelasnya.

    Hal ini dilakukan oleh Novi dan Densu agar Agus tetap bisa menggunakan uang itu untuk pengobatan matanya.

    Sebab saat ini para donatur sudah resmi menggugat uang itu ke pengadilan.

    Agus pun terancam tidak akan bisa menggunakan uang donasi itu untuk berobat lagi.

    Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews Tribunjatim.com

  • Terpopuler: Mensos Saifullah Yusuf Tanggapi Polemik Donasi Agus Salim hingga Warganet Tagih Rp 10 Juta untuk Kecurangan Rido

    Terpopuler: Mensos Saifullah Yusuf Tanggapi Polemik Donasi Agus Salim hingga Warganet Tagih Rp 10 Juta untuk Kecurangan Rido

    Jakarta, Beritasatu.com – Sejumlah pemberitaan menarik perhatian pembaca pada Sabtu (30/11/2024). Berita Menteri Sosial Saifullah Yusuf yang angkat bicara terkait polemik donasi Agus Salim dan Pratiwi Noviyanthi (Teh Novi) menjadi perbincangan hangat pembaca Beritasatu.com.

    Berita lainnya yang masuk kategori terpopuler, yakni warganet yang ramai-ramai menagih uang Rp 10 juta yang dijanjikan Ridwan Kamil (RK)-Suswono terkait kecurangan Pilgub Jakarta 2024, Teh Novi yang mempersilakan apabila Kementerian Sosial (Kemensos) mengambil alih dana donasi Agus Salim, Jusuf Kalla yang menanggapi barter terpidana mati Filipina Mary Jane, hingga kereta api komuter tujuan Surabaya di jalur Blitar-Malang terganggu akibat banjir.

    Berikut top 5 news atau lima berita terpopuler Beritasatu.com.

    1. Menteri Sosial Saifullah Yusuf: Uang Donasi Dipakai Bukan untuk Berobat, Donatur Bisa Tempuh ke Jalur Hukum
    Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan, agar masyarakat jangan bermain soal uang donasi yang dikirimkan oleh donatur. Saifullah Yusuf menyebut, apabila uang donasi disalahgunakan maka donatur bisa menempuh lewat jalur hukum.

    Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan terkait adanya uang donasi yang dikirimkan dari masyarakat yang memiliki kategori keuangan yang mampu.

    Ungkapan dari menteri sosial itu muncul setelah ramai polemik Agus Salim dengan Pratiwi Noviyanthi yang hingga kini belum menemukan titik terang.

    2. Jadi Bumerang RK-Suswono, Warganet Ramai Kirim Bukti Kecurangan Rido di Pilgub Jakarta dan Tagih Rp 10 Juta
    Ketua tim pemenangan pasangan Ridwan Kamil (RK)-Suswono (Rido), Ahmad Riza Patria, membuka sayembara berhadiah Rp 10 juta bagi masyarakat yang menemukan adanya kecurangan dalam Pilgub Jakarta 2024.

    Riza Patria meminta masyarakat mengambil foto dan video apabila menemukan adanya kecurangan, misalnya kecurangan money politic atau penyebaran sembako pada masa tenang atau menjelang pencoblosan Pilgub Jakarta 2024.

    Sayembara tersebut justru menjadi bumerang. Seusai sayembara berhadiah Rp 10 juta ini diumumkan, warganet kini beramai-ramai melaporkan kecurangan yang justru dilakukan kubu RK-Suswono dan menagih uang Rp 10 juta yang dijanjikan.

    3. Lelah Berpolemik, Teh Novi Persilakan Donasi Agus Salim Diambil Alih Kemensos
    Pengiat sosial Pratiwi Noviyanthi yang akrab disapa Teh Novi mempersilakan apabila Kementerian Sosial (Kemensos) mengambil alih dana donasi sebesar Rp 1,3 miliar yang sebelumnya diperuntukkan bagi Agus Salim, korban penyiraman air keras oleh karyawannya. Teh Novi merasa sudah lelah dengan polemik yang terus terjadi.

    “Yang pasti aku tinggal menunggu saja keputusannya seperti apa. Kalau misalnya nanti (uang donasi) mau diambil pengadilan, diambil Kemensos, atau siapa pun silakan, karena aku sudah lelah berpolemik,” ungkap Teh Novi, dikutip dari channel YouTube, Minggu (1/12/2024).

    Sebagai pemilik Yayasan Rumah Peduli Kemanusiaan, Teh Novi memastikan bahwa dana donasi untuk Agus Salim masih tersimpan utuh di rekening yayasan dan tidak pernah digunakan untuk kepentingan pribadi.

    4. Jusuf Kalla Sebut Perpindahan Terpidana Mati Narkoba Mary Jane ke Filipina Barter
    Mantan wakil Presiden Republik Indonesia Muhammad Jusuf Kalla menegaskan, pemindahan narapidana warga negara asing ke negara asalnya merupakan hal yang lazim dalam hubungan antarnegara.

    Namun, ia mengingatkan, narapidana tersebut tetap harus menjalani hukuman sesuai dengan sistem hukum di negara asalnya.

    Pernyataan ini disampaikan Jusuf Kalla seusai menjadi pembicara dalam sebuah seminar nasional di Universitas Gadjah Mada, Sleman, Yogyakarta, pada Kamis (29/11/2024).

    5. KA Tujuan Surabaya Terhenti Berjam-jam di Stasiun Kesamben Akibat Longsor dan Banjir
    Perjalanan kereta api komuter tujuan Surabaya di jalur Blitar-Malang terganggu akibat banjir, dan memaksa kereta berhenti lama di Stasiun Kesamben, Kabupaten Blitar. Insiden ini menyebabkan para penumpang tertahan selama berjam-jam.

    “Saya mau ke Malang, tetapi dapat informasi ada banjir di jalur kereta, jadi keretanya berhenti di sini,” kata Febry Hermawan, salah satu penumpang KA Penataran saat ditemui di Stasiun Kesamben, Sabtu (30/11/2024).

    Febry menjelaskan, kereta berhenti sejak selepas waktu magrib. Hingga pukul 20.00 WIB, perjalanan belum dilanjutkan.

  • Cara Deny Sumargo Selesaikan Kisruh Donasi Agus Salim Dipuji Mensos, Farhat Abbas Panas: Kami Protes

    Cara Deny Sumargo Selesaikan Kisruh Donasi Agus Salim Dipuji Mensos, Farhat Abbas Panas: Kami Protes

    TRIBUNJATIM.COM – Agus Salim dan Pratiwi Noviyanthi mendapat perlakuan berbeda meski sama-sama mendatangi Kementerian Sosial (Kemensos).

    Pratiwi Noviyanthi dan Denny Sumargo langsung bertemu dengan Menteri Sosial Saifullah Yusuf lengkap dengan jajarannya.

    Mereka bertemu Mensos Gus Ipul di kantor Kemeterian Sosial pada Jumat (29/11/2024).

    Akan tetapi Agus Salim bersama gerombolannya hanya diterima oleh Dirjen.

    Ya, sekitar pekan lalu, Farhat Abbas membawa Agus Salim bersama Elmi dan Wawa datang ke tempat yang sama.

    Tapi Farhat Abbas merasa mendapat perlakuan berbeda.

    “Kami agak protes, kenapa Menteri menerima secara bersama-sama Densu, Novi, dan orang yang kita laporkan di situ,” keluh dia.

    Farhat Abbas tak terima Denny Sumargo dan Pratiwi Noviyanthi langsung bertemu dengan Menteri Sosial Gus Ipul.

    “Agus aja waktu itu cuma diterima sama direkturnya, direktur yang tidak komunikatif, tadi saya lihat ada nongol direkturnya. Ada apa?” ungkap dia.

    Ia juga seperti sirik mendengar ucapan Gus Ipul yang memuji tindakan Denny Sumargo dalam menolong Agus Salim.

    “Anehnya, Pak Menteri mengubah kalimatnya seolah memuji Densu,” ucap Farhat Abbas.

    “Padahal jelas-jelas Densu ini bagi kami orang yang berubah-ubah dan membuat suasana semakin panas,” lanjutnya.

    “Karena dia menyatakan uang itu akan dibagikan untuk bencana alam dan lainnya.”

    “Kenapa enggak diserahkan aja uangnya, buat apa di tangan mereka juga,” beber Farhat Abbas.

    Menteri Sosial (Mensos) Republik Indonesia, Gus Ipul, ajak tabayyun soal masalah donasi Agus Salim, Farhat Abbas merespons pedas (YouTube)

    Sementara Mensos Gus Ipul berencana bertemu dengan Agus Salim.

    “Ketemu di sini boleh, saya datang ke rumahnya juga boleh. Kami ingin bicara dari hati ke hati,” tutur Gus Ipul.

    Ia mengatakan bakal mendalami terkait donasi Agus Salim yang kini menjadi polemik sangat keruh.

    “Terus terang saya lihat ini semuanya berawal dari niat baik untuk membantu saudara yang lain yang membutuhkan bantuan kita,” imbuh Gus Ipul.

    Gus Ipul mengaku, pihaknya akan mendalami kasus uang donasi Agus Salim.

    Tapi pihaknya terlebih dulu akan mengindentifikasi poin penting dalam kasus Agus Salim.

    “Ya, sebelumnya Mas Densu (Denny Sumargo), Mbak Novi kan sudah ketemu sama Dirjen sama staf-staf kita ya, membahas berbagai hal terkait dengan isu ini.”

    “Nah, tadi ketemu saya secara langsung, bertemu dengan Pak Wamen, ya kita mendalami masalah-masalah yang lainnya.”

    “Kemudian kita identifikasi, mana yang kira-kira ini menjadi poin penting,” kata Saifullah Yusuf, Jumat (29/11/2024), mengutip Tribunnews.com.

    Kemensos sendiri akan membuka ruang mediasi dengan Agus Salim terkait kisruh penggalangan dana ini.

    “Jadi sebenarnya saya ingin menyampaikan, tentu kalau ada kekeliruan kita akan meluruskan sama-sama ke depannya,” ujar Gus Ipul.

    Kolase foto Gus Ipul dan Agus Salim. (YouTube Intens Investigasi/Tribunnews.com)

    Pihaknya berharap, ke depannya permasalahan donasi Agus Salim bisa dijalankan dengan baik melalui mediasi yang akan digelar.

    “Jadi mari kita mulai ke depan hal-hal yang baik ini dengan tata kelola yang baik, dan saya senang sama Densu, dan terus terang belum tahu dan baru tahu sekarang,” ungkap Saifullah. 

    “Niat kami begini-begini itu kan satu hal yang menurut saya cukup bagi kita sebagai modal untuk mencari solusi,” lanjutnya. 

    Kemudian Mensos memilih untuk memfokuskan pengobatan mata Agus Salim dari donasi yang sudah terkumpul hingga saat ini.

    “Jadi yang penting ada niat baik mau bantu. Sebenarnya yang paling utama Mas Agus sembuh dulu.”

    “Jangan masuk dalam kontroversi terlalu lama ya, ini sembuh dulu. Yang penting berobat, ini penting,” tandas Saifullah Yusuf.

    Sementara itu, Denny Sumargo menganggap polemik donasi Agus Salim sudah sangat tidak sehat bagi kondusifitas.

    “Saya pikir ini sudah enggak kondusif. Jadi saya izin merapat karena saya punya peran dan tanggung jawab untuk menjaga keutuhan kita semua dalam usaha kebaikan semua.”

    “Dan itu disambut baik oleh menteri di mana mereka juga sangat melihat ini bisa ke arah yang buruk,” katanya.

    Kata Denny Sumargo, Kemensos akan menfasilitasi penyelesaian masalah ini. 

    “Kemungkinan besar dari pihak Kemensos, mereka akan melakukan mediasi memanggil beberapa pihak, termasuk Agus,” ucap Densu.

    Sedangkan Pratiwi Noviyanthi didampingi kuasa hukumnya dan tim yayasan Rumah Peduli Kemanusiaan saat bertemu dengan Menteri Sosial Saifullah Yusuf.

    “Sangat memuaskan (pertemuannya),” ujar Pratiwi Noviyanthi.

    Berita Viral lainnya

  • Denny Sumargo Pernah Tawarkan Bantuan Rp 300 Juta, tetapi Agus Salim Menolak

    Denny Sumargo Pernah Tawarkan Bantuan Rp 300 Juta, tetapi Agus Salim Menolak

    Jakarta, Beritasatu.com – Aktor Denny Sumargo (Densu) pernah menawarkan bantuan sebesar Rp 300 juta untuk biaya operasi mata Agus Salim. Namun, tawaran tersebut ternyata ditolak oleh korban penyiraman air keras itu. Hal itu diungkapkan oleh pegiat sosial, Pratiwi Noviyanthi atau Teh Novi saat live bersama Bunda Corla.

    Teh Novi yang juga pendiri Yayasan Rumah Peduli Kemanusiaan, menjelaskan bahwa Agus merasa uang yang  akan diberikan oleh Denny Sumargo tersebut tidak cukup untuk menutupi biaya hidup dan pengobatan matanya di Singapura.

    Teh Novi merasa sangat kecewa dengan penolakan tersebut, mengingat uang Rp 300 juta yang ditawarkan Densu berasal dari kantong pribadinya, bukan dari yayasan.

    “Namun, dia (Agus Salim) menolak. Katanya, uang itu enggak cukup buat pengobatan di Singapura. Dia hanya mau operasi mata di Singapura, bukan di Indonesia,” ujar Teh Novi dalam siaran langsung TikTok bersama Bunda Corla, pada Jumat (29/11/2024).

    Mendengar hal itu, Bunda Corla langsung memberikan komentar dengan nada gemas. Ia mengatakan, Agus terlalu sombong menolak bantuan dari Denny Sumargo.

    “Waduh, sombongnya. Sombong banget. Kok ada orang yang sudah tertimpa musibah tetapi masih sombong begitu? Ya Allah, sombong banget,” jelas Bunda Corla.

    Fakta baru tersebut memicu berbagai respons dari netizen. Salah satu dari netizen mengatakan, Agus ingin berobat ke Singapura menggunakan BPJS kesehatan.

     “Agus maunya ke Singapura pakai BPJS,” kata TikTok @mi****.

    Hingga kini permasalahan terkait donasi untuk Agus Salim masih belum menemukan jalan keluar. Pada 29 November 2024, Pratiwi Noviyanthi dan Denny Sumargo bertemu dengan Kementerian Sosial (Kemensos) untuk mencari solusi.

    Denny Sumargo menyatakan, dia bertemu dengan Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Mensos karena situasi yang semakin tidak kondusif. 

    “Kami memenuhi undangan Pak Menteri hari ini demi kebaikan bersama,” terang Densu.

    Setelah pertemuan dengan Gus Mensos, Densu mengungkapkan bahwa Kemensos kemungkinan besar akan bertemu dengan Agus untuk membahas solusi terkait donasi Rp 1,5 miliar tersebut. Meskipun tawaran bantuan Denny Sumargo Rp 300 juta untuk Agus Salim berujung ditolak.

  • Ingin Bicara dari Hati ke Hati

    Ingin Bicara dari Hati ke Hati

    GELORA.CO – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyatakan rencananya untuk menemui Agus Salim demi mencari titik terang atas polemik pengumpulan donasi yang hingga kini masih belum menemukan penyelesaian.

    Hal ini disampaikan Gus Ipul saat menerima kunjungan Youtuber Denny Sumargo dan Pratiwi Noviyanti di Kementerian Sosial (Kemensos). Dalam pertemuan itu, dia menegaskan komitmennya untuk mendalami masalah ini secara langsung.

    “Iya (bertemu Agus), kalau misalnya ketemu di sini boleh, saya datang ke rumahnya juga boleh. Kami ingin bicara dari hati ke hati,” kata Gus Ipul dikutip dari Antara Jumat, 29 November 2024. 

    Menurut Gus Ipul, konflik ini timbul akibat salah paham dan kurangnya pemahaman terkait aturan pengelolaan donasi. Ia menilai bahwa semua pihak awalnya memiliki niat baik untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Namun, perbedaan pandangan justru menimbulkan perdebatan di ruang publik.

    “Saya dengan Pak Wamensos mengajak semua teman-teman, termasuk Mas Agus Salim dan juga para pengacara, mari kita duduk bersama, mari kita bicara. Yang terbaik adalah mencarikan solusi,” ujarnya.

    Gus Ipul juga menyoroti pentingnya pemahaman terhadap regulasi terkait pengumpulan uang dan barang (PUB). Sebagai ranah Kementerian Sosial, kegiatan ini diatur dalam Undang-undang No. 9 Tahun 1961 serta Permensos No. 8 Tahun 2021. Ia menyebut banyak kegiatan donasi yang telah memiliki izin resmi, tetapi tidak sedikit yang masih belum memenuhinya.

    “Nah ke depan Mas Densu, Mbak Novi, bantu kami untuk ikut mensosialisasikan bahwa ini harus ada proses yang harus dilewati, dan itu tidak sulit,” tambahnya.

    Selain itu, pengelola donasi diwajibkan membuat laporan pertanggungjawaban. Untuk pengumpulan dana di atas Rp500 juta, laporan tersebut harus diaudit oleh akuntan publik guna memastikan transparansi. Mensos juga mendorong penggunaan media sosial sebagai sarana melaporkan hasil dan penyaluran donasi, demi menjaga kepercayaan masyarakat.

    “Selain dapat izin, nanti ada pertanggungjawaban uang yang sudah didapat atau barang yang sudah didapat itu dipergunakan untuk apa. Kemudian, perlu diaudit, baik oleh pihak yang berwenang maupun oleh masyarakat secara luas,” tandasnya.

    Saifullah menegaskan bahwa semangat gotong royong dan solidaritas sosial masyarakat Indonesia adalah modal besar yang harus dijaga. Untuk itu, pengumpulan donasi perlu dilakukan dengan tata kelola yang baik agar kesetiakawanan ini tetap terpelihara sesuai dengan aturan yang berlaku.

  • Cara Mensos Sambut Hari Disabilitas Nasional

    Cara Mensos Sambut Hari Disabilitas Nasional

    Jakarta: Menteri Sosial Saifullah Yusuf menginisiasi kampanye inklusif bertema ‘Setara Berkarya’. Kampanye itu menegaskan kesetaraan bagi penyandang disabilitas, untuk terus berkarya dan setara dengan masyarakat lain.

    “Kesadaran di tengah masyarakat sangat dibutuhkan untuk memastikan penyandang disabilitas mendapatkan akses, kesempatan, fasilitas, dan peluang yang setara untuk berkontribusi lebih besar dalam kemajuan bangsa Indonesia,” kata Mensos dalam keterangan yang dikutip Jumat, 29 November 2024. 

    Hal tersebut diungkap Mensos menjelang Hari Disabilitas Nasional pada 3 Desemner 2024. Menurut dia, kesadaraan masyarakat amat penting untuk penyandang disabilitas.

    Mensos yakin kampanye ini dapat diperkuat, dengan mengedepankan kesetaraan, pemberdayaan, dan kolaborasi. Menurut dia, kampanye Setara Berkarya akan mempercepat terciptanya ekosistem yang lebih inklusif di Indonesia

    “Pentingnya menciptakan ekosistem yang mendukung penyandang disabilitas agar mereka dapat memperoleh hak-haknya dan merasa nyaman di mana pun berada,” kata dia.
     

    Kampanye yang menekankan pentingnya kesetaraan dan pemberdayaan ini disambut antusias netizen. Khususnya parapemerhati isu inklusivitas. 

    Kampanye ini dimulai dengan peluncuran video inspiratif di media sosial resmi Kemensos. Video tersebut menampilkan kolaborasi antara penyandang disabilitas dan non-disabilitas, menegaskan bahwa semua individu memiliki hak yang setara untuk berkarya. 

    Kementerian Sosial RI melalui media sosial resminya juga mendorong partisipasi publik dalam berbagai kegiatan interaktif, seperti #InklusiVlogChallenge dan DuetTikTok bersama Yana Mulyana. 

    Agenda lain yakni “Live Mural #SetaraBerkarya” di TamanIsmail Marzuki sejak 25 November 2024. Kegiatan ini melibatkan penyandangdisabilitas dan seniman lokal dalam menciptakan mural yang menggambarkan semangat kesetaraan dan keberagaman.

    Sementara itu, rangkaian acara utama Hari Disabilitas Internasional 2024 berlangsung pada 1-3 Desember di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Beragam workshop interaktif juga akan digelar, termasuk menggambar, mewarnai, make-up bersama penyandang disabilitas, serta kelas bahasa isyarat untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang inklusivitas. 

    Sebagai puncak acara pada 3 Desember 2024, konser “Setara Berkarya” akan menghadirkan kolaborasi antara penyandang disabilitas dan Tohpati Orchestra, sebuah persembahan yang merayakan kreativitas dan kontribusi mereka bagi masyarakat. 

    Hari Disabilitas Internasional 2024 menjadi momentum penting untuk merayakan keberagaman, memperkuat solidaritas, dan membuka peluang setara bagi semua—termasuk penyandangdisabilitas—untuk bersama-sama berkarya dan berkontribusi bagi bangsa.

    Jakarta: Menteri Sosial Saifullah Yusuf menginisiasi kampanye inklusif bertema ‘Setara Berkarya’. Kampanye itu menegaskan kesetaraan bagi penyandang disabilitas, untuk terus berkarya dan setara dengan masyarakat lain.
     
    “Kesadaran di tengah masyarakat sangat dibutuhkan untuk memastikan penyandang disabilitas mendapatkan akses, kesempatan, fasilitas, dan peluang yang setara untuk berkontribusi lebih besar dalam kemajuan bangsa Indonesia,” kata Mensos dalam keterangan yang dikutip Jumat, 29 November 2024. 
     
    Hal tersebut diungkap Mensos menjelang Hari Disabilitas Nasional pada 3 Desemner 2024. Menurut dia, kesadaraan masyarakat amat penting untuk penyandang disabilitas.
    Mensos yakin kampanye ini dapat diperkuat, dengan mengedepankan kesetaraan, pemberdayaan, dan kolaborasi. Menurut dia, kampanye Setara Berkarya akan mempercepat terciptanya ekosistem yang lebih inklusif di Indonesia
     
    “Pentingnya menciptakan ekosistem yang mendukung penyandang disabilitas agar mereka dapat memperoleh hak-haknya dan merasa nyaman di mana pun berada,” kata dia.
     

     
    Kampanye yang menekankan pentingnya kesetaraan dan pemberdayaan ini disambut antusias netizen. Khususnya parapemerhati isu inklusivitas. 
     
    Kampanye ini dimulai dengan peluncuran video inspiratif di media sosial resmi Kemensos. Video tersebut menampilkan kolaborasi antara penyandang disabilitas dan non-disabilitas, menegaskan bahwa semua individu memiliki hak yang setara untuk berkarya. 
     
    Kementerian Sosial RI melalui media sosial resminya juga mendorong partisipasi publik dalam berbagai kegiatan interaktif, seperti #InklusiVlogChallenge dan DuetTikTok bersama Yana Mulyana. 
     
    Agenda lain yakni “Live Mural #SetaraBerkarya” di TamanIsmail Marzuki sejak 25 November 2024. Kegiatan ini melibatkan penyandangdisabilitas dan seniman lokal dalam menciptakan mural yang menggambarkan semangat kesetaraan dan keberagaman.
     
    Sementara itu, rangkaian acara utama Hari Disabilitas Internasional 2024 berlangsung pada 1-3 Desember di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Beragam workshop interaktif juga akan digelar, termasuk menggambar, mewarnai, make-up bersama penyandang disabilitas, serta kelas bahasa isyarat untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang inklusivitas. 
     
    Sebagai puncak acara pada 3 Desember 2024, konser “Setara Berkarya” akan menghadirkan kolaborasi antara penyandang disabilitas dan Tohpati Orchestra, sebuah persembahan yang merayakan kreativitas dan kontribusi mereka bagi masyarakat. 
     
    Hari Disabilitas Internasional 2024 menjadi momentum penting untuk merayakan keberagaman, memperkuat solidaritas, dan membuka peluang setara bagi semua—termasuk penyandangdisabilitas—untuk bersama-sama berkarya dan berkontribusi bagi bangsa.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (ADN)

  • Mensos Gus Ipul: Uang Donasi Dipakai Bukan untuk Berobat, Donatur Tentu Kecewa

    Mensos Gus Ipul: Uang Donasi Dipakai Bukan untuk Berobat, Donatur Tentu Kecewa

    Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, buka suara terkait polemik uang donasi yang melibatkan Agus Salim dan Pratiwi Noviyanthi. Hingga kini, kasus tersebut masih menjadi perhatian publik tanpa solusi yang jelas.

    Gus Ipul menegaskan uang donasi dari masyarakat, terutama mereka yang mampu secara finansial, harus digunakan sesuai tujuan awal. Ia mengingatkan, jika dana tersebut disalahgunakan, para donatur berhak menempuh jalur hukum.

    “Kalau uang donasi digunakan bukan untuk keperluan berobat, tentu donatur akan kecewa. Bila donatur tidak setuju, maka hal ini dapat menjadi perkara hukum,” ujar Gus Ipul dalam pernyataannya yang dikutip dari kanal YouTube pada Jumat (29/11/2024).

    Lebih lanjut, Mensos mengimbau masyarakat agar tidak bermain-main dengan dana donasi yang dipercayakan oleh donatur. Ia menegaskan bahwa donasi bertujuan meringankan beban penerima, terutama dalam pengobatan yang membutuhkan biaya besar.

    “Donasi itu bukan untuk keperluan pribadi,” tegasnya.

    Untuk menghindari kesalahpahaman di masa depan, Gus Ipul menyampaikan rencana untuk memperkuat aturan terkait pengelolaan dana donasi. Aturan tersebut diharapkan dapat melindungi dana yang diberikan para donatur agar benar-benar sampai kepada penerima manfaat.

    “Oleh karena itu, tata kelola sangat penting. Kami ingin duduk bersama dan berdiskusi secara mendalam untuk mencari solusi terbaik. Ini adalah langkah tabayun yang baik,” ujarnya.

    Gus Ipul juga mengakui bahwa kasus antara Agus Salim dan Pratiwi Noviyanthi mencerminkan kurangnya pemahaman masyarakat mengenai aturan terkait donasi. Ia menyoroti pentingnya sosialisasi agar masyarakat mengetahui prosedur yang benar, termasuk pertanggungjawaban dana donasi.

    “Sosialisasi memang masih kurang. Banyak yang belum tahu soal aturan donasi. Dalam aturan, selain harus mendapat izin, penggunaan dana juga harus dipertanggungjawabkan dan diaudit, baik oleh pihak berwenang maupun masyarakat,” tambahnya.

    Polemik ini bermula saat Agus Salim, korban penyiraman air keras di Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, melaporkan Pratiwi Noviyanthi ke Polda Metro Jaya terkait dana donasi sebesar Rp 1,5 miliar. Laporan tersebut didaftarkan dengan nomor LP/B/6330/X/2024/SPKT/Polda Metro Jaya pada Sabtu (19/10/2024).

    Dalam laporan itu, Agus Salim mengacu pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), serta Pasal 27 A, Pasal 310 KUHP, dan Pasal 311 KUHP juncto Pasal 45 ayat (4).