Tag: Saifullah Yusuf

  • Kisah Nazril yang Dulu Tak Bisa Membaca, Kini Siap Membawakan Puisi untuk Prabowo

    Kisah Nazril yang Dulu Tak Bisa Membaca, Kini Siap Membawakan Puisi untuk Prabowo

    Kisah Nazril yang Dulu Tak Bisa Membaca, Kini Siap Membawakan Puisi untuk Prabowo
    Tim Redaksi
    KALSEL, KOMPAS.com –
     Kepercayaan diri Nazril yang dulu redup perlahan mulai tumbuh. Ketidakmampuan membaca dan menulis yang selama bertahun-tahun membebaninya kini tak lagi menjadi tembok penghalang.
    Di usianya yang menginjak 17 tahun pada 2026, Nazril baru benar-benar mulai lancar membaca dan menulis setelah duduk di kelas I SMA Sekolah Rakyat 13, Kota Bekasi.
    “Dulu saya kesulitan membaca. Sama buat menulis itu kayak susah dihapalinnya,” kata Nazril, ketika berbincang dengan Kompas.com di peluncuran Sekolah Rakyat, Banjarbaru, Kalsel, Minggu (11/1/2026).
    Nazril tinggal di Kabupaten Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, bersama kedua orangtuanya.
    “Orangtua saya cuci gosok, kalau ayah sebagai OB di apartemen, saya anak tunggal,” kata dia bercerita.
    Berbeda dengan banyak anak lain, hambatan utama Nazril bukanlah biaya sekolah. Sejak SD hingga SMP, ia tetap bersekolah, tetapi kemampuan membaca dan menulisnya tertinggal jauh dibandingkan teman-temannya.
    “Kalau di sekolah sebelumnya itu kayak susah, enggak ada lesnya, terus saya kesulitan buat baca, teman-teman saya belum tahu saya belum bisa baca,” ucapnya.
    Rasa tertinggal itu ia simpan sendiri, sampai akhirnya Nazril dipertemukan dengan Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul.
    Dari pertemuan itulah, Nazril mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan SMA di Sekolah Rakyat.
    Perubahan mulai dirasakan Nazril setelah empat bulan mengeyam pendidikan di Sekolah Rakyat.
    “Sudah empat bulan saya belajar baca di sini, di Sekolah Rakyat. Saya sudah lumayan hampir bisa belajar membaca, menulis juga,” ucapnya.
    Nazril menemukan lingkungan yang lebih suportif.
    Di asrama Sekolah Rakyat, ia dibantu oleh teman-temannya untuk belajar membaca.
    Nazril juga gemar membaca komik selama jam istirahat.
    Kebiasaan itu dilakukan untuk mengasah kemampuan membacanya.
    “Belajar pakai buku biasa, komik juga, bacanya pas istirahat, di kelas gitu. Kalau malam-malam, ada teman yang ngajarin, teman sekamar,” ucapnya.
    Perkembangan itu membawa Nazril pada pengalaman yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.
    Kini, ia bersiap membacakan puisi di hadapan Presiden RI Prabowo Subianto dalam acara peluncuran Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru, Senin (12/1/2026).
    “Puisinya kan enggak terlalu banyak. Terus saya hafalin terus, sudah beberapa bulan. Teksnya kan diubah-ubah terus, diganti-ganti. Saya takut lupa teksnya dari mana. Jadi, saya hafalin lagi,” tutup Nazril.
    Meski hatinya berdebar karena ini pertama kalinya ia membawakan puisi, Nazril siap membuat Kepala Negara terkesan.
    Presiden RI Prabowo Subianto direncanakan bakal menghadiri peluncuran program Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru, di Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan pada Senin (12/1/2025).
    Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, kehadiran Prabowo sebagai momentum Kemensos melaporkan penyelenggaraan Sekolah Rakyat yang berjalan dengan baik.
    “Kami dengan Pak Wamen, Pak Sekjen, seluruh jajaran Sekolah Rakyat ingin ini menjadi bagian dari laporan ke Presiden bahwa penyelenggaraan Sekolah Rakyat telah berjalan dengan baik,” kata Gus Ipul di Kalsel, Minggu (11/1/2026).
    Gus Ipul mengatakan, 166 titik Sekolah Rakyat telah berjalan meski ia akui terdapat kendala dan tantangan yang dihadapi selama pelaksanaan ini.
    “Jadi ada beberapa tahap di 166 titik ini telah berjalan dengan baik. Ada tantangan, ada dinamika, tapi semuanya bisa diatasi dengan baik oleh para kepala sekolah, oleh para guru, dan juga bantuan dari pemerintah daerah,” ucapnya.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Pemerintah Matangkan SDM Guru Sekolah Rakyat Lewat Pelatihan Nasional

    Pemerintah Matangkan SDM Guru Sekolah Rakyat Lewat Pelatihan Nasional

    Jakarta

    Pemerintah menegaskan peran strategis guru sebagai ujung tombak keberhasilan Program Sekolah Rakyat melalui pelatihan nasional yang diikuti ribuan pendidik dari berbagai daerah. Program pembekalan tersebut menjadi fondasi penting dalam menyiapkan pendidikan gratis berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin sebagai bagian dari upaya memutus mata rantai kemiskinan.

    Melalui kegiatan Pembekalan Kepala Sekolah dan Guru Sekolah Rakyat, pemerintah membekali lebih dari 2.300 guru dan kepala sekolah dengan pemahaman menyeluruh mengenai filosofi, pendekatan, serta integrasi Sekolah Rakyat dengan berbagai program sosial.

    Pelatihan ini dirancang untuk memperkuat peran pendidik tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pendamping yang menumbuhkan kepercayaan diri dan membuka peluang masa depan bagi siswa dari kelompok paling rentan.

    Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan bahwa guru dan kepala sekolah memegang peran kunci dalam misi besar Sekolah Rakyat untuk memuliakan wong cilik melalui pendidikan yang setara dan bermartabat.

    “Dan para guru, para kepala sekolah adalah bagian dari upaya untuk memuliakan wong cilik itu. Siapa yang memuliakan wong cilik, Insya Allah akan dimuliakan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa,” ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Minggu (4/1/2026).

    Orang tua siswa juga diarahkan menjadi bagian dari Koperasi Desa Merah Putih agar manfaat program dapat dirasakan secara menyeluruh oleh keluarga.

    “Dan juga nanti orang tuanya, keluarganya menjadi anggota Koperasi Desa Merah Putih. Dengan begitu, seluruh program unggulan Presiden Prabowo akan ikut menyentuh siswa dan keluarga Sekolah Rakyat,” jelas Gus Ipul.

    Ke depan, penguatan Sekolah Rakyat akan memasuki babak baru melalui peluncuran nasional program tersebut. Pemerintah menjadwalkan Peluncuran Sekolah Rakyat pada 12 Januari 2026 di Sekolah Rakyat Terintegrasi 9 Banjarbaru. Kegiatan ini mengusung tagline “Cerdas Bersama, Tumbuh Setara” dengan tajuk khusus “Obor Masa Depan Menantang Dunia”.

    Peluncuran nasional tersebut akan melibatkan pakar pendidikan dan sosial, serta menampilkan kemampuan siswa-siswi Sekolah Rakyat di luar kelas, mulai dari seni bela diri, pidato multibahasa, paduan suara, hingga pertunjukan seni daerah.

    Seluruh rangkaian informasi dan perkembangan Program Sekolah Rakyat dapat diikuti melalui kanal dan tagsite khusus detikcom sebagai sumber referensi resmi.

    (akn/ega)

  • Datang dari NTT hingga Papua, Siswa Sekolah Rakyat Siap Tampil dan Sambut Prabowo di Banjarbaru

    Datang dari NTT hingga Papua, Siswa Sekolah Rakyat Siap Tampil dan Sambut Prabowo di Banjarbaru

    Datang dari NTT hingga Papua, Siswa Sekolah Rakyat Siap Tampil dan Sambut Prabowo di Banjarbaru
    Tim Redaksi
    KALIMANTAN SELATAN, KOMPAS.com –
    Para siswa-siswi Sekolah Rakyat siap unjuk kebolehan untuk menyambut Presiden RI Prabowo Subianto saat peluncuran Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru, di Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan pada Senin (12/1/2025).
    Gus Ipul menuturkan, siswa Sekolah Rakyat didatangkan dari berbagai daerah.
    Mereka akan menampilkan baris-berbaris serta paduan suara.
    Pesertanya berasal dari Nusa Tenggara Timur, Jakarta, Jawa Timur, Makassar, Papua, dan Aceh.
    “Dari NTT, Jakarta, Jawa Timur, Makassar, Papua, Aceh, mereka kami minta untuk bisa memberikan yang terbaik di depan presiden. Yang naik panggung itu adalah semua siswa Sekolah Rakyat dengan beragam kemampuan,” ujar Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, saat meninjau persiapan di lokasi, Kalsel, Minggu (11/1/2026).
    Gus Ipul menuturkan, setiap masing-masing siswa dari berbagai daerah berkumpul untuk memberikan penampilan terbaik.
    “Mereka mewakili daerah masing-masing. Kami minta bisa memberikan yang terbaik di depan Presiden,” tutur dia.
    Penampilan yang dipersembahkan besok dirancang untuk menggambarkan bagaimana keadaan sesungguhnya dari Sekolah Rakyat.
    “Besok kita tunggu, kami berterima kasih arahan Bapak Presiden selama ini, kepada Pak Mensesneg yang membantu memberikan bantuan percepatan regulasi penyelenggaraan Sekolah Rakyat,” jelasnya.
    Gus Ipul melanjutkan, Sekolah Rakyat merupakan gagasan Prabowo dengan tujuan menjangkau anak-anak dari keluarga yang selama ini terpinggirkan, tersisihkan, dan kurang mampu.
    “Program ini menjangkau keluarga yang terpinggirkan, prasejahtera, kurang mampu, termasuk yang dalam statistik masuk kategori miskin dan miskin ekstrem,” kata dia.
    Sejak diluncurkan pada pertengahan 2024 sampai dengan saat ini, Sekolah Rakyat telah beroperasi di 166 titik di berbagai daerah.
    “Ada yang sudah berjalan enam bulan, ada juga empat bulan, tiga bulan, dimulai dari Juli, Agustus, September hingga awal Oktober. Dan sejauh ini, 166 titik tersebut berjalan dengan baik,” ucapnya.
    Prabowo ingin putra-putri dari keluarga kurang mampu tidak dilupakan dalam mempersiapkan masa depan Indonesia menyongsong Generasi Emas pada 2045.
    “Presiden ingin putra-putri dari keluarga yang seperti ini juga disiapkan untuk masa depan Indonesia menyongsong Generasi Emas pada 2045,” ucapnya.
    Untuk diketahui, SRT 9 Banjarbaru berada di lingkungan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarbaru.
    Sekitar 2.000 peserta dari berbagai unsur ikut berpartisipasi dalam acara peluncuran ini, di antaranya terdapat sejumlah siswa Sekolah Rakyat yang akan memberikan penampilan khusus, seperti paduan suara, teater, hingga pidato.
    Para siswa dari berbagai Sekolah Rakyat diseluruh Indonesia seperti Jakarta, Bogor, Bekasi, Tangerang Selatan, Aceh Besar, Malang, Probolinggo, Jombang, Pasuruan, Kupang, Makassar, hingga Jayapura.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Prabowo Bakal Hadiri Peluncuran Sekolah Rakyat di Banjarbaru Besok

    Prabowo Bakal Hadiri Peluncuran Sekolah Rakyat di Banjarbaru Besok

    Prabowo Bakal Hadiri Peluncuran Sekolah Rakyat di Banjarbaru Besok
    Tim Redaksi
    KALIMANTAN SELATAN, KOMPAS.com
    – Presiden RI Prabowo Subianto direncanakan bakal menghadiri peluncuran program Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru, di Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan pada Senin (12/1/2025).
    Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, kehadiran Prabowo sebagai momentum Kemensos melaporkan penyelenggaraan Sekolah Rakyat yang berjalan dengan baik.
    “Kami dengan Pak Wamen, Pak Sekjen, seluruh jajaran Sekolah Rakyat ingin ini menjadi bagian dari laporan ke Presiden bahwa penyelenggaraan Sekolah Rakyat telah berjalan dengan baik,” kata Gus Ipul di Kalsel, Minggu (11/1/2026).
    Gus Ipul mengatakan, 166 titik Sekolah Rakyat telah berjalan meski ia akui terdapat kendala dan tantangan yang dihadapi selama pelaksanaan ini.
    “Jadi ada beberapa tahap di 166 titik ini telah berjalan dengan baik. Ada tantangan, ada dinamika, tapi semuanya bisa diatasi dengan baik oleh para kepala sekolah, oleh para guru, dan juga bantuan dari pemerintah daerah,” ucapnya.
    Gus Ipul menyebut, Sekolah Rakyat merupakan gagasan Prabowo dengan tujuan menjangkau anak-anak dari keluarga yang selama ini terpinggirkan, tersisihkan, dan kurang mampu.
    “Bisa disebut juga dalam statistik itu miskin atau miskin ekstrem,” tuturnya.
    Prabowo ingin putra-putri dari keluarga kurang mampu tidak dilupakan dalam mempersiapkan masa depan Indonesia menyongsong Generasi Emas pada 2045.
    “Presiden ingin putra-putri dari keluarga yang seperti ini juga disiapkan untuk masa depan Indonesia menyongsong Generasi Emas pada 2045,” ucapnya.
    Untuk diketahui, SRT 9
    Banjarbaru
    berada di lingkungan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarbaru.
    Sekitar 2.000 peserta dari berbagai unsur ikut berpartisipasi dalam acara peluncuran ini, di antaranya terdapat sejumlah siswa Sekolah Rakyat yang akan memberikan penampilan khusus, seperti paduan suara, teater, hingga pidato.
    Para siswa dari berbagai Sekolah Rakyat diseluruh Indonesia seperti Jakarta, Bogor, Bekasi, Tangerang Selatan, Aceh Besar, Malang, Probolinggo, Jombang, Pasuruan, Kupang, Makassar, hingga Jayapura.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Mendagri Ungkap Strategi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera

    Mendagri Ungkap Strategi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera

    Mendagri Ungkap Strategi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera
    Tim Redaksi
    KOMPAS.com
    – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengungkapkan sejumlah strategi yang perlu dilakukan untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatera.
    Hal tersebut disampaikan Tito dalam Rapat Koordinasi Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Pascabencana Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) dengan Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi
    Pascabencana Sumatera
    di Kota Banda Aceh, Aceh, Sabtu (10/1/2026).
    Untuk diketahui, saat ini, Tito ditugaskan Presiden Prabowo Subianto sebagai Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).
    Di awal penugasannya, Tito langsung bergerak cepat menggelar rapat pemetaan dan verifikasi kondisi terkini pascabencana di 52 kabupaten/kota bersama pihak-pihak terkait.
    Tito menyampaikan bahwa pemerintah telah melakukan pemetaan kondisi pemulihan di 52 kabupaten/kota terdampak pada tiga provinsi, yakni Aceh, Sumut, dan Sumbar.
    Hasil pemetaan tersebut membagi daerah dalam tiga kategori, antara lain daerah yang sudah normal, setengah normal, dan belum normal. Pemetaan ini juga melibatkan partisipasi daerah terdampak sehingga data yang diperoleh sesuai dengan kondisi di lapangan. 
    “Sehingga kita bisa menerapkan strategi ke mana kita akan bergerak melakukan penanganan,” ujar Tito dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Sabtu. 
    Berdasarkan hasil rapat dan peninjauan di lapangan, Tito mengungkapkan tiga langkah prioritas.
    Pertama
    , percepatan
    pembersihan lumpur
    di kawasan permukiman dan aliran sungai.
    Menurutnya, pengerahan tambahan personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) sangat dibutuhkan agar pekerjaan dapat dipercepat sebelum memasuki Ramadan.
    Selain TNI dan Polri, dukungan tambahan personel juga bisa didapatkan dari sekolah kedinasan dengan menugaskan mahasiswanya, seperti yang dilakukan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kementerian Dalam Negeri (
    Kemendagri
    ).
    Nantinya, penyebaran personel tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan daerah terdampak. 
    “Ini kalau bisa dikeroyok rame-rame, tambahan Polri, TNI, kemudian sekolah kedinasan. (Mereka) bergerak semua, mobilisasi itu dilakukan. Saya yakin sekali daerah-daerah yang banyak lumpur itu akan segera bersih, termasuk sampai ke rumah-rumah,” ungkap Tito.
    Kedua
    , Tito menekankan perlunya aktivasi kembali pemerintahan daerah (
    pemda
    ), salah satunya melalui percepatan penyaluran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
    Ia mengatakan bahwa Kemendagri telah menerbitkan surat edaran yang memungkinkan pemda melakukan perubahan APBD secara cepat.
    Tito mencontohkan penyaluran dana transfer ke Aceh Tamiang yang dilakukan tanpa menunggu seluruh syarat administrasi.
    “Mekanisme kecepatan seperti ini sangat diperlukan di daerah-daerah terdampak. Jadi, (daerah terdampak) punya modal,” jelasnya.
    Ketiga
    , penguatan dukungan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak dengan mendorong optimalisasi bantuan sosial, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan, dan bantuan lainnya untuk menjaga daya beli masyarakat.
    Tito menilai, bantuan tersebut penting untuk menggerakkan kembali aktivitas ekonomi, termasuk bagi para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM). 
    “Kalau mereka diberikan bantuan (seperti) program Bantuan Langsung Tunai (BLT), itu otomatis mereka punya daya beli. Ini akan terjadi putaran uang,” katanya.
    Dalam rapat tersebut, Tito juga menyoroti pentingnya percepatan perbaikan akses darat, pengurangan jumlah pengungsi di tenda melalui penyediaan hunian sementara (
    huntara
    ), serta validasi data kerusakan rumah agar bantuan dapat segera disalurkan.
    Ia menegaskan bahwa operasi modifikasi cuaca juga dibutuhkan untuk mengantisipasi hujan yang dapat menghambat proses pemulihan, khususnya di wilayah hulu seperti Gayo Lues.
    Selain itu, Tito juga menyampaikan rencananya untuk menggelar rapat teknis lanjutan dengan para kepala daerah di wilayah Aceh guna menghimpun berbagai data yang perlu direspons oleh Satgas.
    Ke depan, ia akan meninjau daerah terdampak di Aceh, seperti Aceh Tamiang, Bener Meriah, dan Gayo Lues, serta wilayah lain di Sumut dan Sumbar.
    “Makin detail (datanya), kita akan makin tepat (penanganannya). Kita mau bergerak,” tegas Tito.
    Sebagai informasi, rapat tersebut juga dihadiri Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Satgas DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurizal, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, dan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin.
    Hadir pula Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, serta pejabat terkait lainnya.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Rp 600 Miliar Bansos Kebencanaan Sumatera Sudah Siap Disalurkan

    Rp 600 Miliar Bansos Kebencanaan Sumatera Sudah Siap Disalurkan

    Liputan6.com, Jakarta – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf alias Gus Ipul menyatakan pemerintah telah menyiapkan dana bansos adaptif kebencanaan di Sumatera. Dari total kebutuhan anggaran sekitar Rp 2 triliun, pemerintah sudah menyiapkan dana senilai Rp 600 miliar yang siap disalurkan.

    Hal tersebut disampaikan Gus Ipul dalam rapat koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana DPR dengan Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana, di Banda Aceh, Aceh, Sabtu (10/1/2026). 

    “Untuk kebutuhan ahli waris dan korban luka ada Rp 17 miliar lebih, untuk kebutuhan jaminan hidup lebih dari Rp 326 miliar, kemudian isian huntara dan huntap sudah kami siapkan Rp 169 miliar, dan pemberdayaan ekonomi kami sudah ada siap Rp 141 miliar. Dari simulasi ini sebenarnya kebutuhannya Rp 2 triliun, tetapi yang sudah siap sekarang untuk disalurkan lebih dari 600 miliar,” kata Gus Ipul dalam rapat.

    Gus Ipul meminta persetujuan dari Mendagri Tito Karnavian selaku Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana agar anggaran tersebut diterima.

    “Kami sudah lapor kepada Kementerian Keuangan, nanti memohon persetujuan Pak Mendagri, insyaallah pada tahap berikutnya akan dicukupi kebutuhan-kebutuhan dana untuk bansos adaptif kebencanaan,” ujarnya.

     

  • Dipimpin Dasco, Satgas Pemulihan Bencana DPR Gelar Rapat Koordinasi di Aceh

    Dipimpin Dasco, Satgas Pemulihan Bencana DPR Gelar Rapat Koordinasi di Aceh

    Liputan6.com, Jakarta – Rapat koordinasi Satgas Pemulihan Bencana Sumatera DPR dan pemerintah digelar di Banda Aceh, Aceh, Sabtu (10/1/2026). Rapat dipimpin Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad.

    Rapat tersebut juga dihadiri perwakilan pemerintah, antara lain Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Pekerjaan Umum RI Dody Hanggodo, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa, serta Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait.

    “Supaya bisa ditangani skala nasional dan fokus, pemerintah sudah membentuk Satgas percepatan rehabiltasi pascabencana, satgas mulai hari ini mulai ambil alih eksekusi di lapangan,” kata Dasco dalam rapat.

    Dasco memastikan, penanganan pascabencana di Sumatera dilakukan dengan skala nasional dan ke depan akan dipimpin oleh Mendagri Tito Karnavian.

    “Selanjutnya satgas pascabencana DPR RI akan menyertai, membantu mengkoordinasikan, untuk mengeksekusi kebijakan di lapangan,” kata dia.

    Sementara itu, Tito melaporkan bahwa hingga saat ini masih terdapat 12 wilayah yang belum pulih pascabencana.

    “Ada 12 wilayah yang belum normal, 7 di Aceh, Sumut ada 5, di Sumbar ada 3,” kata dia.

  • Kemensos Bakal Buka Seleksi Siswa Baru Sekolah Rakyat pada Februari 2026

    Kemensos Bakal Buka Seleksi Siswa Baru Sekolah Rakyat pada Februari 2026

    Kemensos Bakal Buka Seleksi Siswa Baru Sekolah Rakyat pada Februari 2026
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Kementerian Sosial (Kemensos) akan membuka seleksi penerimaan siswa baru Sekolah Rakyat (SR) untuk tahun ajaran 2026/2027 yang dimulai pada Februari 2026.
    Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menuturkan, seleksi ini seiring dengan pembangunan
    gedung permanen

    Sekolah Rakyat
    di berbagai daerah.
    “Persiapan mulai Februari kita akan berproses untuk
    seleksi siswa baru
    , SD, SMP, SMA. Jumlahnya tergantung gedung permanen yang mulai dibangun tahun ini,” kata Gus Ipul di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Jumat (9/1/2026).
    Gus Ipul melanjutkan, pada tahun ini direncanakan akan dibangun 104 gedung permanen SR, di mana proyek ini dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum.
    Pembangunan gedung permanen SR tersebar di hampir seluruh provinsi, termasuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), salah satunya di Anambas, Kepulauan Riau.
    “Kalau misalnya sekarang lagi berproses kira-kira ini ya sesuai arahan Presiden dan ini yang mengerjakan PU sudah ada 104 titik sekolah rakyat yang gedung permanenya mulai dibangun tahun ini,” kata dia.
    “Tahun 2026 ini pula ditambah 100 lagi kira-kira sampai tahun 2027 ini ya kalau lancar ada 200 titik,” sambungnya.
    Gus Ipul mengatakan, jika 200 titik kapasitasnya per sekolah gedung sekolah permanen itu 1.000 siswa, maka setiap tahunnya bisa menerima 300 siswa untuk jenjang SD, SMP, SMA.
    “Pada tahun berikutnya, 2027, kapasitas penerimaan siswa baru diproyeksikan meningkat hingga sekitar 60.000 siswa seiring bertambahnya jumlah sekolah yang beroperasi,” tuturnya.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Mensos Sebut Prabowo Setuju MBG Lansia-Disabilitas, Akan Ada Care Giver

    Mensos Sebut Prabowo Setuju MBG Lansia-Disabilitas, Akan Ada Care Giver

    Jakarta

    Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengungkapkan Kementerian Sosial menyiapkan makan bergizi gratis (MBG) untuk lansia dan disabilitas. Rencananya, total ada 100 ribu lebih penerima MBG dari Kemensos.

    “Jadi kan kita sudah ada itu perencanaan untuk memberikan MBG gratis untuk lansia terlantar di atas usia 75 tahun. Ada 100 ribu lebih. Kemudian MBG untuk penyandang disabilitas, tapi memang baru 36 ribu belum banyak. Mudah-mudahan lah ini lagi kita proses,” kata Gus Ipul kepada wartawan, Kamis (8/1/2026).

    Gus Ipul mengatakan MBG dari Kemensos untuk lansia dan penyandang disabilitas sudah mendapat persetujuan Presiden Prabowo Subianto. Dia menjelaskan selain MBG, lansia terlantar juga akan mendapat care giver atau pengasuh untuk mendapat perawatan.

    “Untuk yang disabilitas 36 ribu tahun ini. Jadi MBG untuk lansia dan penyandang disabilitas. Sudah disetujui Presiden. Nanti kita juga lagi kembangkan tapi ini lagi proses melatih care giver pelatih pengasuh. Jadi disamping mengantarkan apa itu mengantarkan makanannya itu, karena mereka kan rata-rata hidup sendiri, itu mereka bisa memberikan perawatan lah atau pengasuhan,” ucapnya.

    Gus Ipul mengatakan Kemensos masih mempersiapkan care giver. Nantinya, care giver akan diberi pelatihan sebelum merawat lansia terlantar.

    Gus Ipul menjelaskan MBG dari Kemensos untuk lansia dan disabilitas sudah ada sejak lama. Namun, saat ini sudah bertransformasi.

    “Jadi ini transformasi, dulu permakanan namanya permakanan untuk lansia dan disabilitas. Yang layani (MBG) pokmas, jadi kelompok masyarakat. Karena ini yang ngeladeni bukan BGN, beda, kita standartnya beda. Jadi ini MBG lewat Kemensos. Jadi khusus lansia,” jelasnya.

    Mensesneg Prasetyo Hadi diketahui menampung usulan program MBG juga diberikan untuk penyandang disabilitas hingga anak jalanan. Prasetyo mengatakan akan mengkaji usulan tersebut.

    “Terus terang kalau tadi berkenaan dengan masalah itu belum, tapi terima kasih kalau ada catatan dan masukan,” kata Prasetyo kepada wartawan di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1).

    Pernyataan dari Prasetyo itu menjawab pertanyaan wartawan terkait anak jalanan dan disabilitas mendapatkan MBG. Prasetyo memastikan pemerintah menerima segala masukan dan usulan terkait program pemerintah.

    “Ini contoh yang baik kalau di dalam memberikan masukan kepada pemerintah menurut saya ini adalah salah satu contohnya. Kami terus membuka diri dan kalau memang ada sesuatu yang kami pemerintah masih luput atau alpa untuk tidak memikirkannya, silakan untuk disampaikan kepada kami dan kami akan terbuka,” ujarnya.

    (dek/rfs)

  • Rp 600 Miliar Bansos Kebencanaan Sumatera Sudah Siap Disalurkan

    Ada Pokja Pemberdayaan Pascabencana Sumatra, Mensos Bakal Salurkan Bantuan Usaha Rp 5 Juta per Keluarga

    Ia menyebutkan, penyaluran bantuan akan didasarkan pada data keluarga terdampak yang ditetapkan oleh pemerintah daerah dan diverifikasi bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

    “Penyalurannya nanti didasarkan pada data yang ditandatangani oleh Bupati, Wali Kota atau Pemda, kemudian diverifikasi bersama BNPB,” kata Gus Ipul.

    Lebih lanjut, Gus Ipul menyebut bahwa bantuan pemberdayaan tersebut akan diintegrasikan dengan program kementerian lain sesuai dengan kebutuhan masing-masing keluarga penerima manfaat.

    “Kalau misalnya keluarga penerima manfaat ini memiliki usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), maka nanti pendampingannya bersama Kementerian UMKM. Kalau pekerja migran, nanti pendampingannya sama Kementerian P2MI,” ujar dia.