Tag: Saiful Anwar

  • RSSA Malang Sambut Ramadhan dengan Tumpeng Apem Raksasa

    RSSA Malang Sambut Ramadhan dengan Tumpeng Apem Raksasa

    Malang (beritajatim.com) – Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) menyiapkan kegiatan khusus menyambut datangnya Ramadhan 1445 H/2024 M. Rumah sakit di Kota Malang itu menyiapkan tumpeng apem raksasa dan menggelar pengajian dengan berkolabirasi bersama FKUB.

    Apel Sambut Ramadhan 1445 H dengan tema ‘Senyum Gembira Menyambut Datangnya Bulan Suci Ramadhan’ digelar di Lapangan Upacara RSSA, pada Jumat (8/3/2024) kemarin. Perayaan ini lebih meriah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

    “Kita melaksanakan kegiatan ini sebagai simbol pembuka menghadapi bulan suci Ramadhan. Kegiatan hari ini yang utama adalah kita mengikuti pengajian, siraman rohani sekaligus motivasi yang insyaallah akan membuat kita akan lebih siap, lebih bersemangat dalam menghadapi bulan suci Ramadhan. Untuk perayaan kali ini, apem menjadi tema yang unik dan ikonik, yang kemudian diwujudkan dalam bentuk tumpeng seribu apem,” ujar Direktur RSSA Mochamad Bachtiar Budianto.

    Bachtiar mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari kegiatan muamalah yang sudah disepakati bersama dalam menyambut bulan Ramadhan. Menurutnya sistem, kebijakan, program dan penyiapan sarana prasarana sudah dilakukan secara maksimal di RSSA, termasuk peningkatan kualitas sumber daya manusia.

    “Bahwa SDM tentu membutuhkan pembinaan dalam bentuk peningkatan kompetensi atau soft skill yang perlu kita bina untuk terus dikembangkan,” imbuh Bachtiar.

    RSSA sendiri menerapkan standar sesuai ketetapan pemerintah dengan nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK yaitu Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. Menurut Bachtiar berakhlak dalam arti sesungguhnya juga mutlak harus diperhatikan oleh seluruh karyawan RSSA.

    “Bahwa kita berharap seluruh karyawan RSSA menjadi manusia yang berakhlakul karimah yang didukung melalui berbagai kegiatan-kegiatan yang difasilitasi oleh PHBI RSSA-FKUB. Karena kegiatan ini adalah bagian dari pembinaan SDM agar menjadi insan yang memenuhi kriteria ABC. A adalah berakhlak, B adalah berkompeten, kemudian C adalah cekatan, skill full atau terampil,” ujar Bachtiar.

    Ketua Dewan Pengawas RSSA Prof Mas’ud Said, menyampaikan apresiasinya kepada Direktur dan Tim PHBI yang telah melaksanakan acara persiapan Ramadhan 1445 H dengan susasana yang luar biasa.

    “Apresiasi tidak hanya hari ini, dalam 4 tahun terakhir ini RSSA semakin berkembang maju. Mudah-mudahan seluruh pelayanan ini, RSSA menjadi kebanggaan Jawa Timur dan rumah sakit kebanggan nasional,” ujar Mas’ud.

    Ustaz Arif Alamsyah menutup Apel sambut Ramadhan dengan ceramah dilanjutkan dengan pembagian kue apem kepada seluruh peserta yang hadir. [luc/beq]

  • Mahasiswi UB Malang Jatuh dari Lantai 12, Begini Kata Polda Jatim

    Mahasiswi UB Malang Jatuh dari Lantai 12, Begini Kata Polda Jatim

    Surabaya (beritajatim.com) – Seorang mahasiswi jatuh dari lantai 12 ke lantai 4 Gedung Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (UB) Kota Malang, Jawa Timur, Kamis (14/12/2023). Sampai saat ini Polda Jatim belum menerjunkan tim untuk membantu proses pengungkapan peristiwa ini.

    Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Dirmanto saat dikonfirmasi mengatakan, untuk sementara belum ada tim diturunkan untui hal ini, tetapi apabila diperlukan oleh penyidik Polda akan membantu memberikan asistensi penanganan kasus termasuk tim labfor. “Sementara belum (turun ke Malang), nanti kalau diperlukan kita akan turunkan tim,” ujarnya.

    Perlu diketahui, Korban yang diduga bunuh diri dengan melompat tersebut tewas seketika di lokasi kejadian. Kapolsek Lowokwaru AKP Anton Widodo membenarkan adanya perempuan diduga mahasiswi yang jatuh dari lantai 12.

    Namun belum diketahui identitas korban. Polisi juga belum memastikan apakah korban melakukan bunuh diri atau ada faktor lain.

    Peristiwa itu terjadi saat adanya aktivitas mahasiswa di dalam kampus. Sejauh ini belum diketahui identitas serta motif yang dilakukan korban. “Unit Reskrim Polsek Lowokwaru dan Unit INAFIS Satreskrim Polresta Malang Kota masih melakukan olah TKP,” katanya, Kamis (14/12/2023).

    Usai olah TKP, petugas polisi terlihat membawa sebuah tas perempuan berwarna putih. Selanjutnya, jenazah dievakuasi dan dibawa ke Kamar Jenazah RS Saiful Anwar (RSSA) Malang. “Nanti dari Polresta Malang Kota akan menginformasikan lebih lanjut,” katanya. [uci/kun]

  • Diduga Diculik, Seorang Pria di Malang Tewas Menggantung

    Diduga Diculik, Seorang Pria di Malang Tewas Menggantung

    Malang (beritajatim.com) – Kematian seorang pria bernama Abdul Gofur (53), warga Jalan Adi Kurnia, Kelurahan Ardirejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, kini jadi atensi kepolisian setempat.

    Pasalnya, korban ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri di sebuah rumah milik pria berinisial M di Jalan Imam Bonjol, Desa Tanggung, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Kamis (16/11/2023). Diduga, korban tewas tak wajar setelah mendapatkan serangkaian intimidasi berupa kekerasan fisik hingga pemerasan sebelum diketahui tewas gantung diri.

    Kapolres Malang AKBP Putu Kholis Aryana melalui Kasatreskrim Polres Malang AKP Gandha Syah membenarkan peristiwa tersebut. Pihaknya kini masih menunggu hasil otopsi dari Rumah Sakit Syaiful Anwar Kota Malang.

    “Kami masih menunggu hasil Otopsi di RS. Saiful Anwar Malang. Karena memang kematian korban ini sepertinya tidak wajar,” tegas Gandha Sah, Jumat (17/11/2023) petang pada awak media di Polres Malang.

    BACA JUGA: Satu Orang Tewas, Polres Malang Periksa Kades dan Panitia Karnaval Maut

    Menurut Gandha, sebelum korban ditemukan meninggal, keluarga korban sempat melaporkan jika kehilangan anggota keluarganya pada Kamis 16 Nopember 2023 sekira pukul 10.30 wib. “Korban dilaporkan hilang oleh istrinya pada Kamis (16/11/2023) ke Polsek Kepanjen,” tegas Gandha.

    Setelah melapor ke Polsek Kepanjen, istri korban atas nama Sarbiyah dan anak kandungnya, Sulistyono, berupaya mencari keberadaan korban. Keluarganya juga mencurigai beberapa orang pria yang membawa korban menggunakan mobil, sengaja menculik korban hingga meminta sejumlah uang tebusan.

    Tak lama berselang, keluarga korban mendapatkan kabar bahwa telah ditemukan seorang pria tewas gantung diri di sebuah rumah pada Kamis (16/11/2023) sekira pukul 14.30 wib.

    Korban Abdul Gofur semasa hidup, ketika dipaksa menandatangani surat kesanggupan menyerahkan sejumlah uang pada pria tak dikenal yang membawanya.

    “Awalnya, warga yang melapor ke Polsek Turen bahwa ada pria meninggal dunia dengan cara gantung diri. Setelah kami lakukan olah TKP, ternyata ada beberapa kejanggalan, dimana tempat bunuh diri itu bukan rumahnya korban,” beber Gandha.

    Dari penyelidikan dan penelusuran tersebut, sambung Gandha, pihaknya menduga ada beberapa indikasi kekerasan fisik pada tubuh korban. Pihaknya juga menduga ada persoalan antara korban dan beberapa orang yang ada dalam TKP tempat korban ditemukan gantung diri.

    “Kami masih melakukan penyelidikan mendalam. Termasuk sudah memeriksa saksi saksi sebanyak 17 orang,” terang Gandha.

    BACA JUGA: Tersangka Pembunuhan di Gondanglegi Malang Peragakan 33 Adegan

    Dari hasil pemeriksaan para saksi sampai malam ini, sambung Gandha, pihaknya juga sudah melakukan gelar perkara secara maraton untuk mengungkap peristiwa tersebut.

    “Dari keterangan para saksi, kami juga mengindikasikan ada semacam pemerasan terhadap korban. Korban ini sesuai keterangan saksi saksi, sempat dimintai uang tebusan sebesar Rp 30 juta,” pungkas Gandha. [yog/suf]

  • Polisi Tetapkan 5 Pelaku Kekerasan Pada Bocah 7 Tahun di Malang Sebagai Tersangka

    Polisi Tetapkan 5 Pelaku Kekerasan Pada Bocah 7 Tahun di Malang Sebagai Tersangka

    Malang(beritajatim.com) – Seorang bocah 7 tahun berinisial D disiksa oleh 5 anggota keluarganya hingga mengalami luka disejumlah bagian tubuh.

    Bocah asal salah satu daerah di Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang itupun kini dirawat intensif di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA).

    5 anggota keluarga pelaku penganiayaan pada D adalah ayah kandung berinisial JA (37), ibu tiri berinisial EN (42), kakak tiri berinisial PA (21), paman tiri berinisial SA (43) dan nenek tiri berinisial MI (65).

    Kasat Reskrim Polresta Malang Kota Kompol Danang Yudanto mengatakan 5 anggota keluarga itu sudah diamankan oleh polisi. Mereka langsung ditetapkan tersangka dalam kasus ini.

    “Mereka ditangkap karena melakukan tindak kekerasan kepada korban. Berdasarkan keterangan tersangka, penganiayaan dilakukan selama kurun waktu setengah tahun,” ujar Danang, Kamis, (12/10/2023).

    Danang Yudanto mengatakan bahwa korban disiksa oleh 5 anggota keluarganya. Penyiksaan yang dialami D bermacam-macam.

    “JA memasik air di panci. Dalam kondisi air mendidih tangan D dimasukan ke dalam panci. Korban mengalami luka bakar dibagian tangan,” ujar Danang.

    JA selaku ayah kandung juga cukup kejam dalam menyiksa D. JA memukul kepala dan bahu korban dengan kemoceng. JA juga pernah menendang korban hingga terjatuh, dan memukul kepala dengan tongkat yang biasa digunakan satpam.

    “Melempar kepala korban dengan dengan tongkat, kemudian menyundut rokok ke lidah korban, mencekik leher korban dan menendang leher korban,” ujar Danang.

    “D dipukul tangan kosong oleh ibu tiri. Pukulan itu di bagian kaki kiri dan tangan kanan,” imbuh Danang.

    Oleh kakak tiri korban D di jewer telinganya lalu dipukul pipinya. Paman tiri korban juga turut menyiksanya. Sementara nenek tiri korban menyiksa D dengan menggunakan pisau cutter hingga menyebabkan luka pada bagian jidat korban.

    “Kurun waktu penyiksaan dari masing-masing korban sudah berjalan, kira-kira setengah tahun. Tapi kita akan telusuri sambil menunggu kondisi korban stabil,” ujar Danang. (luc/ted)