Tag: Rudianto

  • Hasil Akhir 0-2 Persib Vs Dewa United Liga 1, Maung Bandung Menelan Kekalahan Pertama

    Hasil Akhir 0-2 Persib Vs Dewa United Liga 1, Maung Bandung Menelan Kekalahan Pertama

    Hasil Akhir 0-2 Persib Vs Dewa United Liga 1, Maung Bandung Menelan Kekalahan Pertama

    TRIBUNJATENG.COM – Dewa United memberi kekalahan pertama bagi Persib Bandung di Liga 1 2024/2025, Jumat (17/1/2025).

    Setelah 18 pekan tak terkalahkan, Persib Bandung akhirnya menelan kekalahan di pekan ke-19 Liga 1.

    Bermain di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Persib Bandung kalah 0-2 dari tamunya, Dewa United.

    Pasoepati Minta Maaf Insiden Suporter Keroyok Pemain Persib, Berharap Solo dan Bandung Segera Adem (Tribunnews.com/Nursina)

    Dua gol Dewa United dicatatkan oleh Alex Martins pada menit ke-30 dan Septian Bagaskara 90+3′.

    Jalannya Pertandingan

    Persib Bandung mencoba memulai serangan dalam laga ini, tetapi Dewa United tak membiarkan tim tuan rumah leluasa.

    Bahkan pada menit ke-3, Egy Maulana Vikri memberi ancaman langsung ke gawang Persib melalui tendangan keras terarah.

    Namun, tendangan Egy Maulana itu masih mampu diamankan dengan mudah oleh Kevin Mendoza.

    Persib mencoba melakukan serangan cepat melalui Ciro Alves yang langsung membawa bola ke pertahanan Dewa United.

    Akan tetapi, mereka masih kesulitan membongkar pertahanan rapat Dewa United, sehingga belum juga ada peluang yang mampu dikonversikan menjadi gol.

    Dewa United memasuki menit ke-6 pun masih mencoba menekan Persib, tetapi bola serangan yang dilakukan belum mampu membuka peluang.

    Justru pada menit ke-8, Marc Klok mencoba memberikan umpan apik ke Ciro Alves yang lari ke depan, tetapi pemain asal Brasil itu gagal menerima bola lambung tersebut dengan apik.

    Untuk itu, belum juga ada peluang emas yang mampu tercipta dari Persib.

    Pada menit ke-11, Dewa United mendapat peluang emas melalui tendangan bebas, tetapi eksekusi dari Egy Maulana itu masih terlalu tinggi di atas mistar gawang.

    Oleh karena itu, belum juga ada gol yang mampu disarangkan ke gawang.

    Lagi-lagi pada menit ke-14, Egy Maulana melakukan tendangan keras ke gawang dan bola sempat ditepis oleh Kevin Mendoza.

    Tetapi, bola tepisan itu masih berada di kotak penalti, tetapi bola langsung ditendang Gustavo De Franca dan bola langsung ditendang Tyronne Del Pino ke depan kepada Beckham Putra.

    Namun, serangan dari Dewa United maupun Persib tak ada yang mampu berbuah gol.

    Persib hingga memasuki menit ke-26 masih mencoba menekan pertahanan Dewa United, tetapi mereka masih kesulitan.

    Justru pada menit ke-30, Dewa United sukses memimpin lebih dulu dalam laga ini.

    Dewa United sukses mencetak gol setelah bola tendangan Ricky Kambuaya membentur pemain Persib, tetapi bola pantulan itu jatuh tepat di depan Alex Martins.

    Kemelut di kotak penalti itu dimanfaatkan dengan baik oleh Alex Martins, sehingga ia langsung menendang bola ke arah gawang.

    Tendangan keras itu tak mampu dihalau oleh Kevin Mendoza, sehingga Dewa United memimpin 1-0 pada menit ke-30.

    Setelah tertinggal, tentu Persib mencoba untuk bisa menyamakan kedudukan, tetapi serangan dari Marc Klok, Ciro, hingga Davis da Silva belum ada yang mampu disarangkan ke gawang tim lawan.

    Bahkan hingga memasuki menit ke-38, tim berjulukan Maung Bandung tersebut masih kesulitan mengentarkan gawang Dewa United, sehingga tak juga ada perubahan.

    David da Silva hingga Ciro Alves sebenarnya telah menciptakan beberapa peluang hingga memasuki menit ke-45.

    Namun, peluang demi peluang yang diciptakan tak ada yang mampu dikonversikan menjadi gol, sehingga tambahan waktu dua menit diberikan pun tak ada gol yang mampu bersarang.

    Untuk itu, babak pertama masih menjadi milik Dewa United.

    Babak Kedua

    Pada babak kedua ini Persib mencoba mengandalkan pemain yang sama, berbeda dengan Dewa United yang memasukkan pemain baru.

    Namun, pada babak kedua ini Maung Bandung tampil lebih berani dan terus menekan pertahanan Dewa United.

    Dari Ciro, bahkan David Da Silva mencoba mengancam gawang Sonny Ricardo, tetapi mereka masih kesulitan.

    Justru David Da Silva harus ditarik keluar karena ia terlihat kesakitan sambil memegangi paha kirinya, dan pemain anyar Persib Gervane Kastaneer pun langsung dimasukkan pada menit ke-55.

    Masuknya Kastaneer ini membuat Persib tampil lebih berani dan terus menekan secara bertubi-tubi ke gawang Dewa United, sehingga peluang tercipta.

    Bahkan saat Braif Fatari mencoba membuang bola, justru si kulit bundar ke arah gawang, dan untungnya bola membentur mistar gawang.

    Oleh karena itu, belum juga ada gol yang mampu dicetak Persib, karena hingga memasuki menit ke-60, mereka masih kesulitan membobol gawang Dewa United.

    Tim asal Kota Kembang ini sebenarnya telah melakukan perubahan dan tampil lebih menekan, tetapi mereka masih belum mampu mengerkan gawang tim tamu.

    Hingga memasuki menit ke-77, Persib yang menciptakan beberapa peluang pun mampu bersarang menjadi gol.

    Bahkan Kastaneer yang menciptakan peluang pertama kalinya setelah masuk pun belum mampu berbuah manis.

    Persib cukup buntu, karena masih belum juga mampu mencetak gol, sehingga Del Pino hingga Ferdiansyah pun mencoba melakuka tendangan spekulasi.

    Akan tetapi, hingga memasuki menit ke-84, tak juga ada gol yang tercipta dalam laga ini, meski jual beli serangan ditunjukkan kedua tim.

    Pertandingan sempat panas pada menit ke-87 setelah Del Pino melanggar Hugo Gomes alias Jaja, sehingga diberi kartu kuning oleh wasit.

    Namun, hingga tambahan waktu diberikan Persib masih belum mampu mengetarkan gawang Dewa United, meski mereka tampil dominan dalam laga ini.

    Justru Dewa United menambah keunggulan melalui Septian Satria Bagaskara pada menit ke-90+3 saat lini belakang Persib membantu menyerang.

    Septian Bagaskara yang tanpa pengawalan tak kesulitan membawa bola ke kotak penalti dan langsung menendang ke gawang dengan keras.

    Dengan begitu, Kevin tak mampu menghadang serangan tersebut, sehingga Persib menelan kekalahan 0-2 di kandang.

    Persib Bandung Vs Dewa United 0-2 (Alex Martins 30′ dan Septian Bagaskara 90+3)

    Persib Bandung (4-3-3): 

    1-Kevin Mendoza; 4-Gustavo De Franca, 5-Kakang Rudianto (6-Robi Darwis 55′), 17-Mateo Kocijan, 97-Edo Febriansah (27-Zalnando 85′); 18-Adam Alis (Ryan Kurnia 85′), 23-Marc Klok, 10-Tyronne Del Pino; 7-Beckham Putra (37-Ferdiansyah 74′), 77-Ciro Alves, 19-David da Silva (8-Gervane Kastaneer 55′)

    Cadangan: 16-Achmad Jufriyanto, 14-Teja Paku Alam, 27-Zalnando, 88-Achmad Agung Setia Budi, 96-Ryan Kurnia, 71-Adzikry Fadlillah, 37-Ferdiansyah, 99-Putra Sheva Sanggasi, 6-Robi Darwis, 8-Gervane Kastaneer, 12-Henhen Herdiana

    Pelatih: Bojan Hodak

    Dewa United (4-4-2): 

    92-Sonny Ricardo Stevens; 56-Alfriyanto Nico Saputro, 24-Angelo Rafael Meneses, 14-Brian Fatari, 3-Reva Adi Utama (37-Altariq Ballah 46′); 9-Alexis Nahuel Messidoro, 8-Hugo Gomes, 19-Rick Kambuaya, 11-Taisei Marukawa; 39-Alex Martins, 10-Egy Maulana Vikri (20-Septian Bagaskara 80′)

    Cadangan: 1-Natshir Fadhil, 15-Rangga Muslim, 23-Ady Setiawan, 12-Ferian Rizki Maulana, 20-Septian Satria Bagaskara, 6-Theeo Fillo Numberi, 17-Ahmad Nufiandani, 7-Feby Eka Putra, 37-Altalariq Erfa Aqsal Ballah

    Pelatih: Olde Riekerink

    (*)

  • KEJUTAN Liga 1:Persib Bikin Kejutan di Papua, Pemain Diusir, 1 Nama Cedera Parah Main di Markas PSBS

    KEJUTAN Liga 1:Persib Bikin Kejutan di Papua, Pemain Diusir, 1 Nama Cedera Parah Main di Markas PSBS

    TRIBUNJAKARTA.COM – Persib Bandung berhasil membuat kejutan saat bermain di Liga 1 pekan 18 melawan PSBS Biak di kandangnya, pada Sabtu (11/1/2025) sore WIB.

    Duel antara PSBS Biak melawan Persib Bandung berakhir dengan skor imbang 1-1.

    Pertandingan PSBS Biak menghadapi Persib Bandung berlangsung di Stadion Lukas Enembe, Papua.

    Laga ini diwarnai sejumlah drama sehingga menarik disaksikan.

    PSBS Biak bisa lebih dahulu mengungguli Persib Bandung lewat gol yang sempat dicek melalui VAR.

    Kemudian drama juga sempat terjadi saat pemain Persib Bandung Rachmat Irianto mengalami cedera saat kakinya bermasalah di babak pertama, tepatnya menit 9.

    Kondisi cedera tersebut membuat Rachmat Irianto digantikan secara cepat oleh Henhen Herdiana.

    Permasahan lain yang terjadi adalah saat Persib Bandung harus bermain 10 orang pemain.

    Baru terkuak kondisi di balik layar saat Shin Tae-yong melatih Timnas Indonesia tak semuanya berjalan manis. Marc Klok mengungkap sisi lain sosk Shin Tae-yong yang disebutnya diktator.

    Satu pemain andalannya yakni Nick Kuipers diusuir oleh wasit ke luar lapangan.

    Kejadian ini bermula saat Nick Kuipers melakukan pelanggaran terhadap penyerang PSBS Biak, Alexandro.

    Nick Kuipers sebenarnya hanya mendapatkan satu kartu kuning.

    Namun akibat protes yang berlebihan hingga berani melemparkan bola membuat sang wasit kembali memberikan kartu kuning kedua (51′).

    Bek Persib Bandung, Nick Kuipers (Instagram @kuipersnick)

    Bermain dengan 10 orang, Persib terlihat menurunkan tempo permainan.

    Bahkan Persib Bandung bermain bertahan hingga harus tertekan.

    PSBS Biak akhirnya berhasil memanfaatkan keunggulan pemain.

    Tepisan bola yang tak sempurna berhasil dimanfaatkan Abel Arganaraz untuk mencetak gol melalui sundulan (64′).

    Meski bermain 10 orang, Persib mencoba tampil terbuka setelah tertinggal.

    Sempat buntu dalam membongkar pertahanan PSBS Biak, Persib akhirnya mampu mencetak gol melalui tendangan bebas Tyronne del Pino (85′).

    Fabiano Beltrame tampaknya harus membayar mahal karena pelanggaran yang dilakukannya ke David tepat di luar kotak penalti.

    Golazo Tyronne tersebut menutup pertandungan dengan skor 1-1.

    Tendangan bebasnya tepat di luar kotak penalti sukses memperdaya kiper PSBS Biak, John Pigai (85′).

    Gelandang Persib Bandung, Tyronne Del Pino berada di tengah kepungan pemain PSBS Biak di Stadion Lukas Enembe Sentani, Kabupaten Jayapura, Sabtu, 11 Januari 2025. (PERSIB.co.id/Sutanto Nurhadi Permana)

    Hasil imbang ini membuat PSBS Biak gagal berpesta saat bermain di kandang sendiri.

    Terlebih momen ini sangat spesial dan menandai untuk pertama kalinya PSBS Biak bermain di Papua, di Liga 1 musim ini.

    Atas hasil ini Persib masih berada di puncak klasemen dengan torehan 40 poin (11 menang, 7 imbang).

    Sedangkan PSBS Biak juga tertahan di posisi ke-9 dengan 26 angka (8 menang, 2 imbang, 8 kalah).

    Statistik PSBS Biak vs Persib

    Hasil Akhir: PSBS Biak 1-1 Persib

    Penguasaan Bola: PSBS Biak 57-43 Persib

    Shots on Target: PSBS Biak 5-2 Persib

    Kartu Kuning: PSBS Biak 3-4 Persib

    Kartu Merah: PSBS Biak 0-1 Persib

    Susunan pemain PSBS Biak vs Persib Bandung

    PSBS Biak (3-4-3)

    J. Pigai; J. Valazquez, M. Merauje, F. Beltrame; W. Lugo, J. Machado, T. Matsunaga, Uopmabin; Abel Arganaraz, Alexandro, A. Oropa.

    Persib (4-3-3)

    T. Paku Alam; Nick Kuipers, R. Irianto, K. Rudianto, E. Febriansah; M. Klok, M. Kocijan, Adam Alis; R. Kurnia, David da Silva, Tyronne del Pino.

    Klasemen Liga 1

     

    Klub

    D

    M

    S

    K

    GM

    GK

    -/+

    P

    1

    Persib

    18

    11

    7

    0

    31

    13

    18

    40

    2

    Persebaya

    17

    11

    4

    2

    22

    13

    9

    37

    3

    Persija Jakarta

    18

    10

    4

    4

    28

    18

    10

    34

    4

    Bali United

    17

    8

    4

    5

    25

    16

    9

    28

    5

    Arema

    17

    8

    4

    5

    27

    21

    6

    28

    6

    Persik

    17

    8

    3

    6

    21

    19

    2

    27

    7

    Persita

    17

    8

    3

    6

    16

    17

    -1

    27

    8

    Borneo

    17

    7

    5

    5

    23

    15

    8

    26

    9

    PSBS Biak

    18

    8

    2

    8

    26

    27

    -1

    26

    10

    Dewa United

    17

    6

    7

    4

    30

    20

    10

    25

    11

    PSM Makasar

    17

    5

    9

    3

    20

    16

    4

    24

    12

    Malut United

    18

    5

    7

    6

    19

    20

    -1

    22

    13

    Psis Semarang

    17

    5

    3

    9

    11

    18

    -7

    18

    14

    Pss Sleman

    17

    5

    3

    9

    20

    19

    1

    18

    15

    Barito Putera

    18

    3

    6

    9

    17

    29

    -12

    15

    16

    Madura United

    18

    3

    3

    12

    16

    38

    -22

    12

    17

    Persis

    17

    2

    4

    11

    11

    26

    -15

    10

    18

    Semen Padang

    17

    2

    4

    11

    12

    30

    -18

    10

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

    (TribunJakarta)

    Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel https://whatsapp.com/channel/0029VaS7FULG8l5BWvKXDa0f.

    Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

  • Kasus Pemerasan Penonton DWP Coreng Muka Indonesia, DPR Dorong Polri Tindak Tegas Para Pelaku – Halaman all

    Kasus Pemerasan Penonton DWP Coreng Muka Indonesia, DPR Dorong Polri Tindak Tegas Para Pelaku – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kasus pemerasan berkedok razia narkoba ilegal yang terjadi di acara Djakarta Warehouse Project atau DWP 2024 mencuri perhatian publik setelah melibatkan 18 anggota polisi.

    Belasan oknum polisi menggunakan modus ancaman terhadap penonton, terutama warga negara Malaysia, dengan tuduhan penyalahgunaan narkoba meskipun hasil tes menunjukkan negatif.

    Tindakan tersebut dilakukan untuk memperoleh uang tebusan, yang totalnya mencapai Rp 2,5 miliar dari 45 korban.

    Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi III DPR RI, Rudianto Lallo mengecam keras laku lancung para oknum tersebut.

    Ia meminta Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit prabowo memberikan tindakan tegas dengan menyeret para pelaku ke meja peradilan umum pidana.

    “Diberi sanksi yang berat seberat-beratnya berupa apa? berupa pemberhentian dan kalau perlu diseret ke peradilan umum untuk dimintai tanggung jawabnya gitu, jangan ada kesan melindungi anggota dilakukan perbuatan tercela kita dorong itu,” katanya kepada wartawan, Senin (6/1/2025). 

    Politikus NasDem ini mengaku kecewa dengan tindak tanduk oknum Polda Metro Jaya yang mencoreng nama Indonesia di mata internasional khusunya dalam hubungan bilateral RI-Malaysia.

    “Kita dorong pimpinan Polri untuk mengambil langkah tegas iya terhadap siapapun oknum di anggota Polri yang melakukan pelanggaran pidana. Apalagi kasus ini mencoreng institusi Polri bukan hanya di mata nasional tapi sudah mata internasional iya, sehingga tindakan pelaku perbuatan anggota Polri yang pemerasan ini harus diberi sanksi yang sekeras kerasnya,” katanya.

    Sementara itu, Anggota Komisi I DPR Yoyok Riyo Sudibyo berpandangan perbuatan tersebut hanya merupakan segelintir oknum saja.

    “Ini oknum sama dengan Malaysia juga pasti ada oknum-oknumnya. Dan secara gamblang Indonesia juga sudah memproses secara hukum dengan baik. Jadi Malaysia juga pasti mengerti,” katanya.

    Meski begitu, Rudianto acungan jempol kepada Polri yang tegas memecat anggotanya di kasus pemerasan pengunjung Djakarta Warehouse Project (DWP) 2024. Rudianto menyebut hal inilah yang menjadi harapan publik.

    “Kita patut acungi jempol pimpinan Polri karena berani mengambil langkah tegas. Seperti inilah harusnya yang diharapkan publik, masyarakat di mana ada pelanggaran hukum yang dilakukan oleh alat negara kita, Polri, yang tugasnya mengayomi melindungi ya. Lantas kemudian dia melakukan kejahatan maka diharapkan masyarakat itu adalah langkah tegas menindak,” ucapnya.

    Indonesia Police Watch (IPW) menyebutkan pihak Kepolisian tidak serius menangani kasus pemerasan oleh oknum personelnya yang terjadi di acara Djakarta Warehouse Project (DWP) jika berencana mengembalikan uang korban.

    “Rencana pengembalian uang hasil pemerasan Rp2,5 miliar oleh Polri kepada korban penonton DWP membuktikan bahwa institusi Polri tidak serius menuntaskan kasus yang melibatkan anggotanya ke ranah pidana dan cukup berhenti di Komisi Kode Etik Polri (KKEP),” kata Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

    Sugeng menjelaskan bahwa menurut hukum uang yang disita tersebut adalah merupakan barang bukti hasil kejahatan.

    “Sehingga, kalau uang yang disita dikembalikan maka tidak ada barang bukti yang bisa dijadikan penyidik untuk menjerat pelaku yang juga anggota Polri tersebut,” katanya.

    Sugeng menambahkan, penegak hukum tahu bahwa barang bukti itu akan dibawa ke peradilan dan hakim yang memutus perkara pemerasan terhadap warga negara Malaysia untuk menentukan apakah uang yang disita dimasukkan ke kas negara atau dikembalikan kepada para korban atau dimusnahkan.

    “Polisi sebagai penyidik tidak memiliki kewenangan menetapkan status lebih lanjut atas barang bukti uang Rp2,5 miliar tersebut selain menyita sesuai hukum dan menjadikannya sebagai barang bukti hasil pemerasan,” katanya.

    Sebelumnya, majelis sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) telah menggelar sidang etik pertama Selasa (31/12). Sidang etik itu dipantau langsung oleh Kompolnas.

    Hasil sidang etik itu, dua oknum polisi dijatuhi sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) atau dipecat. Dua oknum polisi itu yakni mantan Dirresnarkoba Polda Metro Jaya Kombes Donald Parlaungan Simanjuntak dan mantan Panit 1 Unit 3 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKP Yudhy Triananta Syaeful.

    “Terhadap terduga masing-masing 2 terduga pelanggar telah diberikan putusan Majelis Komisi sidang kode etik profesi Polri dijatuhi sanksi berupa Pemberhentian dengan Tidak Hormat (PTDH),” kata Karo Penmas Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko dalam keterangan tertulis, Rabu (1/1/2025).

    Polri melanjutkan sidang etik terhadap mantan Kasubdit III Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Malvino Edward Yusticia (MEY). AKBP Malvino dinyatakan melakukan pelanggaran etik dugaan pemerasan pengunjung konser DWP.

    “Pemberhentian tidak dengan hormat atau PTDH sebagai anggota Polri,” kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko dalam jumpa pers di Mabes Polri, Kamis (2/1/2025).

    Proses sidang etik kasus ini masih terus berjalan. Ada potensi jumlah anggota yang dipecat akan bertambah.

  • Singgung KPK Era Firli Bahuri Lambat Tangani Kasus Harun Masiku, DPR: Tunggakan Pimpinan Lama – Halaman all

    Singgung KPK Era Firli Bahuri Lambat Tangani Kasus Harun Masiku, DPR: Tunggakan Pimpinan Lama – Halaman all

    TRIBUNNEWS.com – Anggota Komisi III DPR RI Fraksi NasDem, Rudianto Lallo, menganggap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2024 lambat menangani kasus mantan kader PDIP, Harun Masiku.

    Menurutnya, ada kekeliruan dari pimpinan KPK era Firli Bahuri hingga kasus Harun Masiku yang kini menjerat Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto ini, belum tuntas.

    “Ya, ini kasus yang ini kan sebenarnya karena kekeliruan pimpinan KPK lama. Ya kan?”

    “Kalau pimpinan KPK lama menelusuri dan menuntaskan, ini kan proses OTT. OTT itu gampang dibuktikan. Siapa pemberi, siapa penerima, siapa yang perintah.”

    “Harusnya sudah tuntas 2019-2020. Ya kan? Akhirnya liar, berlarut-larut,” tutur Rudianto, Jumat (27/12/2024), dikutip dari Kompas.com.

    Ia lantas berpendapat, kasus Harun Masuki adalah utang KPK periode 2019-2024 era kepemimpinan Firli Bahuri.

    Terkait penetapan Hasto sebagai tersangka dalam kasus Harun Masiku, Rudianto menekankan, Sekjen PDIP itu punya hak untuk membela diri secara hukum.

    Ia juga mendesak KPK agar bersikap adil dan tidak diskriminatif dalam menetapkan tersangka.

    “Yang jelas, (kasus Harun Masiku) ini tunggakan. Utang perkara lama yang dituntaskan. Kita hormati itu.”

    “Pak Hasto juga diberi kesempatan untuk menggunakan hak hukumnya,” ungkap Rudianto.

    “Kita mendorong penegakan hukum itu berkeadilan. Penegakan hukum bukan mencari-cari kesalahan, tapi menemukan kesalahan,” tegas dia.

    Sebelumnya, pasca-ditetapkan sebagai tersangka, Hasto merilis video pernyataan menanggapi status baru dirinya saat ini.

    Hasto memastikan ia dan PDIP menghormati keputusan dari KPK karena taat hukum.

    “Setelah penetapan saya sebagai tersangka oleh KPK, maka sikap dari PDIP adalah menghormati keputusan dari KPK.”

    “Kami adalah warga negara yang taat hukum,” tutur Hasto dalam video yang diterima awak media, Kamis (26/12/2024).

    Ia juga menegaskan siap menghadapi tembok kekuasaan yang menyalahgunakan kewenangannya dalam menggerakkan aparat hukum untuk melakukan intimidasi.

    Sebab, kata dia, PDIP senantiasa memperjuangkan nilai-nilai demokrasi, kedaulatan rakyatm dan pembangunan supremasi hukum yang berkeadilan.

    “Ketika aparat penegak hukum digunakan dengan segala cara untuk melakukan intimidasi, sumber daya negara digunakan untuk politik praktis, maka pilihan menghadapi tembok tebal kekuasaan itu wajib dilakukan kader-kader PDIP.”

    “Karena itulah nilai-nilai yang kami perjuangkan, nilai-nilai demokrasi, nilai-nilai kedaulatan rakyat dan bagaimana membangun supremasi hukum yang berkeadilan,” tuturnya.

    Kronologi Hasto Jadi Tersangka

    Diketahui, Hasto Kristiyanto bersama-sama dengan tersangka Harun Masiku yang masih buron, disebut menyuap mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setyawan, untuk pengurusan penetapan pergantian antar-waktu (PAW) anggota DPR periode 2019-2024.

    Kasus ini juga melibatkan mantan anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Agustiani Tio Fridelina.

    Sebagai informasi, Wahyu dan Agustiani diketahui juga sama-sama merupakan kader PDIP.

    Padahal, dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019, Harun hanya memperoleh suara sebanyak 5.878.

    Sementara, calon legislatif PDIP atas nama Riezky Aprillia mendapatkan 44.402 suara dan berhak menggantikan Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia.

    Hasto disebut berupaya menempatkan Harun sebagai pengganti Nazarudin Kiemas dengan mengajukan uji materi atau judicial review kepada Mahkamah Agung (MA) tanggal 24 Juni 2019 dan menandatangani sebuah surat tanggal 5 Agustus 2019 perihal permohonan pelaksanaan putusan uji materi.

    Setelah ada putusan MA, KPU tidak melaksanakannya. Hasto pun meminta fatwa ke MA.

    Selain upaya tersebut, Hasto diduga juga secara paralel mengupayakan agar Riezky mengundurkan diri. Namun, permintaan tersebut ditolak.

    Hasto disebut juga pernah meminta kader PDIP, Saeful Bahri, menemui Riezky di Singapura dan meminta mundur.

    Permintaan itu lagi-lagi ditolak Riezky. Bahkan, surat undangan pelantikan Riezky sebagai anggota DPR ditahan Hasto. Ia kukuh meminta Riezky mundur.

    Hasto disebut membocorkan Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada awal 2020 lalu yang menyasar Harun.

    Ia juga diduga meminta Harun merendam ponsel dan segera melarikan diri.

    Hasto diduga juga memerintahkan anak buahnya, Kusnadi, untuk menenggelamkan ponsel agar tidak ditemukan oleh KPK.

    Tak hanya itu, Hasto disebut mengumpulkan beberapa orang saksi terkait perkara agar tidak memberikan keterangan yang sebenarnya.

    (Tribunnews.com/Pravitri Retno W/Chaerul Umam/lham Rian, Kompas.com/Rahel Narda)

  • Komisi III terima 469 aduan kepada para mitra kerja sepanjang 2024

    Komisi III terima 469 aduan kepada para mitra kerja sepanjang 2024

    Banyaknya laporan masyarakat tersebut menunjukkan bahwa masyarakat percaya dengan Komisi III DPR RI untuk segera menindaklanjuti pengaduan tersebut

    Jakarta (ANTARA) – Komisi III DPR RI menerima 469 laporan pengaduan masyarakat terhadap para mitra kerjanya sepanjang tahun 2024, kata Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman saat menyampaikan Catatan Akhir Tahun terhadap Mitra Kerja Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat.

    “Pengaduan masyarakat kita gas terus, sepanjang tahun 2024 Komisi III DPR RI menerima 469 laporan pengaduan masyarakat,” kata Habiburokhman di Ruang Rapat Komisi III DPR RI.

    Dia mengatakan seluruh pengaduan masyarakat tersebut telah Komisi III DPR RI teruskan kepada mitra kerja dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku untuk selanjutnya dapat ditindaklanjuti oleh mitra kerja terkait.

    Selain itu, dia menyebut Komisi III DPR RI periode ini telah menindaklanjuti berbagai pengaduan masyarakat, khususnya dengan melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) maupun Rapat Dengar Pendapat (RPDU) dengan berbagai pihak terkait.

    “Banyaknya laporan masyarakat tersebut menunjukkan bahwa masyarakat percaya dengan Komisi III DPR RI untuk segera menindaklanjuti pengaduan tersebut,” ujarnya.

    Dia lantas merinci bahwa Mahkamah Agung (MA) menjadi mitra kerja Komisi III DPR RI yang terbanyak mendapatkan aduan dari masyarakat, yakni sebanyak 149 aduan atau 31,7 persen dari total aduan yang masuk ke Komisi III DPR RI.

    Dia menyebut kebanyakan aduan terhadap MA menyangkut tentang penanganan perkara, mafia peradilan, mafia pertanahan, dan profesionalisme pelayanan publik.

    Kemudian urutan mitra kerja Komisi III DPR RI dengan aduan terbanyak secara berturut-turut ditempati oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) sebanyak 113 aduan, Kejaksaan RI sebanyak 85 aduan, dan Polri sebanyak 60 aduan.

    Selanjutnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebanyak 23 aduan, Mahkamah Konstitusi (MK) sebanyak 18 aduan, Komisi Yudisial (KY) sebanyak 13 aduan, serta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) sebanyak 8 aduan.

    Sementara itu, dia menyebut Polri menjadi mitra kerja yang paling responsif menindaklanjuti pengaduan masyarakat dari Komisi III DPR RI dengan persentase sebesar 94 persen.

    “Karena setiap kita tindaklanjuti aduan tersebut langsung direspons, Kapolresnya langsung telepon, langsung memberikan data-data terkait, langsung saat itu kita komunikasikan dan kita kawal terus bagaimana penanganannya,” tuturnya.

    Kemudian urutan mitra kerja Komisi III DPR RI yang paling responsif menindaklanjuti aduan secara berturut-turut adalah Kejaksaan RI (89 persen), Komisi Yudisial (85 persen), PPATK (85 persen), Mahkamah Konstitusi (78 persen), KPK (65 persen), BNN (54 persen), dan MA (38 persen).

    Pada kesempatan tersebut turut hadir Wakil Ketua Komisi III DPR RI Sari Yuliati, dan para anggota Komisi III DPR RI lainnya yaitu Rikwanto, Rudianto Lallo, Nazaruddin Dek Gam, Hasbiallah Ilyas, dan Nabil Husein Said Amin.

    Pewarta: Melalusa Susthira Khalida
    Editor: Chandra Hamdani Noor
    Copyright © ANTARA 2024

  • Legislator: Penetapan Hasto Kristiyanto Harus Bebas dari Tendensi Politik

    Legislator: Penetapan Hasto Kristiyanto Harus Bebas dari Tendensi Politik

    JABAR EKSPRES – Anggota Komisi III DPR RI, Rudianto Lallo, menegaskan bahwa penetapan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus murni merupakan penegakan hukum yang adil.

    “Kami di Komisi III DPR RI terus mendorong agar setiap kasus yang ditangani KPK dilakukan dengan lurus dan murni. Jangan sampai ada kesan bahwa penegakan hukum memiliki tendensi politik,” ujar Rudianto saat dihubungi Antara, Rabu (25/12).

    Ia menekankan pentingnya menjaga integritas dalam proses hukum agar tidak menimbulkan persepsi buruk di masyarakat.

    “Menemukan kesalahan itu sah, tapi mencari-cari kesalahan jelas tidak boleh,” tambahnya.

    BACA JUGA: Pantau Kondusifitas Nataru, DPRD Kabupaten Sumedang Kunjungi Pos Pam Wilayah Barat

    Sebagai politisi, Rudianto mengaku tidak mudah memberikan komentar terkait kasus Hasto. Namun, sebagai legislator di bidang hukum, ia tetap menghormati proses yang sedang berjalan.

    “Jika ada keberatan atas penetapan tersangka, pasti ada mekanisme hukum yang tersedia untuk digunakan,” ujarnya.

    Rudianto juga mengingatkan bahwa jika masyarakat melihat penegakan hukum oleh KPK cenderung bermuatan politik, kepercayaan terhadap lembaga antirasuah ini akan tergerus.

    Dia berharap pimpinan KPK yang baru dilantik dapat menjaga keadilan dan memastikan penegakan hukum berjalan dengan murni.

    “Kalau ada tuduhan KPK menargetkan individu tertentu atau ada unsur politik, itu akan merusak citra lembaga. Oleh karena itu, KPK harus menunjukkan profesionalitas dan menjaga keadilan,” katanya.

    BACA JUGA: Hasto Kristiyanto Tersangka, KPK Perkuat Posisi Sebagai Alat Kekuasaan untuk Memukul Lawan

    Sebelumnya, KPK menetapkan Hasto Kristiyanto sebagai tersangka dalam kasus suap terkait Harun Masiku kepada Komisioner KPU, Wahyu Setiawan.

    “Penyidik menemukan bukti keterlibatan saudara Hasto Kristiyanto sebagai Sekjen PDIP,” ungkap Ketua KPK, Setyo Budiyanto, dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih, Jakarta Selatan, Selasa (24/12).

    Menurut Setyo, Hasto berperan aktif dalam upaya memenangkan Harun Masiku sebagai anggota DPR RI melalui suap kepada Komisioner KPU.

    Rudianto berharap kasus ini dapat ditangani secara transparan dan profesional, sehingga mencerminkan penegakan hukum yang adil tanpa ada pengaruh politik.

  • Top! Mandiri Jadi Penyalur FLPP dengan Tingkat Keterhunian Terbaik

    Top! Mandiri Jadi Penyalur FLPP dengan Tingkat Keterhunian Terbaik

    Jakarta, CNBC Indonesia – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Mandiri) memperkuat komitmennya dalam mewujudkan program 3 juta rumah yang diinisiasi pemerintah melalui optimalisasi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

    Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya bank bersandi saham BMRI untuk mendukung pemenuhan kebutuhan hunian masyarakat, khususnya Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) lewat penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

    Terbukti, hingga akhir November 2024, Bank Mandiri mencatatkan pertumbuhan penyaluran unit KPR berskema FLPP sebesar 68% secara year on year (YoY) menjadi Rp 1,06 triliun.

    Direktur Jaringan dan Retail Banking Bank Mandiri Aquarius Rudianto menyatakan penyaluran pembiayaan pada sektor properti tersebut tercatat dengan kualitas kredit yang terjaga optimal.

    Berkat kinerja tersebut, BP TAPERA sebagai koordinator program FLPP dan TAPERA menempatkan Bank Mandiri pada Peringkat I Bank Penyalur FLPP dengan Pertumbuhan Unit Tertinggi secara yoY sebesar 68%. Selain itu, Bank Mandiri juga menempati Peringkat I Penyalur FLPP dengan Tingkat Keterhunian Terbaik dari 10 Bank penyalur Tertinggi FLPP dengan Skor 96,21%.

    “Hal tersebut menunjukkan komitmen Bank Mandiri sebagai mitra pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Kami menilai, sektor properti berpotensi memiliki multiplier effect dalam memacu pertumbuhan perekonomian nasional,” ujar Aquarius dalam keterangan resmi pada Selasa (24/12/2024).

    Apresiasi tersebut diserahkan pada acara Penandatangan Perjanjian Kerjasama (PKS) Penyaluran FLPP dan TAPERA tahun 2025 yang dihadiri oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi dan Dirjen Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Rionald Silaban.

    Pada acara yang berlangsung di Auditorium Kementerian PU pada Senin, 23 Desember 2024, Bank Mandiri bersama dengan 38 Bank Penyalur lain serta 22 Asosiasi pengembang turut serta dalam menandatangani Komitmen Bersama untuk Menyukseskan Program 3 Juta rumah. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk menekan angka backlog pasokan rumah serta sebagai bentuk nyata peran Bank Mandiri untuk menyediakan hunian yang berkualitas, terjangkau dan tepat sasaran.

    “Peningkatan penyaluran KPR FLPP dan TAPERA oleh Bank Mandiri di tahun 2025 akan terus berlanjut dengan fokus pada pembentukan ekosistem perumahan serta pembiayaan secara end to end di sisi supply dan demand agar tercipta portfolio KPR Subsidi dengan kualitas kredit yang tetap terjaga. Selain hal tersebut, Bank Mandiri juga akan memperluas demand yang tidak hanya pada segmen Fix Income (Pegawai) namun juga pada segmen Non-Fix Income, yang memiliki potensi masih sangat besar,” papar Aquarius.

    Lanjutnya, bersama dengan BP TAPERA, Bank Mandiri berharap penyaluran FLPP di tahun 2025 dapat berjalan dengan baik dan tercipta penyaluran yang berkelanjutan. Dalam mewujudkan hal ini, Bank Mandiri turut memanfaatkan platform digital untuk memasarkan KPR dan menghadirkan inovasi transaksi yang Adaptif dan Solutif bagi masyarakat melalui fitur Livin’ KPR di Super Apps Livin’ by Mandiri. Adapun hingga akhir November 2024 total penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Bank Mandiri telah mencapai Rp 67,3 Triliun. Nilai tersebut tumbuh 16,6% yoy dari posisi November 2023.

    (dpu/dpu)

  • Persib Bandung Kerahkan Kekuatan Penuh di Kandang Persis Solo, Bawa Misi Rebut Posisi Persebaya

    Persib Bandung Kerahkan Kekuatan Penuh di Kandang Persis Solo, Bawa Misi Rebut Posisi Persebaya

    TRIBUNJATENG.COM, BANDUNG – Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak dalam kondisi percaya diri penuh untuk menatap laga melawan Persis Solo yang akan digelar pada 29 Desember 2024.

    Sang pelatih hingga saat ini masih memiliki satu misi yakni untuk terus menang, sehingga mampu berada di puncak klasemen Liga 1 2024-2025.

    Dia pun memastikan para pemain siap tempur dan dalam kondisi bugar.

    Termasuk mereka yang sebelumnya absen karena cedera ataupun membela timnas Indonesia, dipastikan akan kembali bergabung. 

    Persib Bandung akan datang dengan kekuatan penuh saat melawan Persis Solo pada laga pekan ke-17 Liga 1 2024-2025.

    Laga tersebut digelar di Stadion Manahan Surakarta pada 29 Desember 2024.

    Setelah sempat mengalami badai cedera, beberapa pemain Maung Bandung sudah bisa bermain.

    Tentunya, ini jadi kabar baik karena Persib Bandung dalam misi untuk mengambil puncak klasemen dari Persebaya Surabaya dengan mengumpulkan pundi-pundi kemenangan.

    Bojan Hodak pun bicara tentang kondisi timnya jelang melawan Persis Solo.

    Dua pemain yakni Dimas Drajad dan Mateo Kocijan saat ini masih dalam pemantauan tim medis klub.

    Dimas mengalami cedera di bagian engkel dan Kocijan ada masalah di bagian paha.

    Mereka mendapatkan waktu istirahat saat melawan Persita Tangerang agar bisa pulih pada laga selanjutnya.

    “Dimas dan Mateo yang sebelumnya kondisinya 50-50.”

    “Tidak dimainkan (lawan Persita Tangerang), sehingga punya waktu untuk pulih.”

    “Saya harap pada laga berikutnya keduanya siap,” kata Bojan Hodak seperti dilansir dari BolaSport.com, Rabu (25/12/2024).

    Khusus untuk Mateo Kocijan, sebenarnya dia bisa bermain saat melawan Persita Tangerang pada pekan lalu.

    Namun pihaknya tidak ingin mengambil risiko dan memilih memberikan tambahan waktu istirahat.

    Sang pemain diproyeksikan sudah kembali saat melawan Persis Solo.

    “Mateo Kocijan sebenarnya sudah siap, tapi saya tak ingin mengambil risiko.”

    “Namun untuk laga berikutnya, dia akan fit seratus persen,” lanjutnya.

    Pelatih asal Kroasia ini menambahkan, dua tambahan amunisi juga akan segera merapat ke timnya.

    Robi Darwis dan Kakang Rudianto sudah selesai bertugas bersama timnas Indonesia.

    Mereka akan bergabung pada 26 Desember 2024 saat Persib Bandung kembali menggelar latihan.

    Maung Bandung saat ini sedang diliburkan pada 24 dan 25 Desember 2024 agar pemain bisa segera pulih pasca melewati jadwal yang padat.

    “Robi dan Kakang akan bergabung dengan kami pada pada 26 Desember 2024.”

    “Jadi kami akan memiliki skuad lengkap,” tutupnya. (*)

    Artikel ini telah tayang sebelumnya di BolaSport.com berjudul Persib Bandung Dapat Tambahan Kekuatan Jelang Hadapi Persis

  • Dukung Program 3 Juta Rumah, Bank Mandiri Penyalur FLPP Terbaik 2024

    Dukung Program 3 Juta Rumah, Bank Mandiri Penyalur FLPP Terbaik 2024

    Jakarta, CNN Indonesia

    Bank Mandiri terus menunjukkan komitmen mendukung program 3 juta rumah yang diinisiasi pemerintah dalam menyediakan hunian terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Melalui optimalisasi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Bank Mandiri berhasil menjadi salah satu bank penyalur terkemuka dengan capaian prestasi yang membanggakan.

    Direktur Jaringan dan Retail Banking Bank Mandiri Aquarius Rudianto mengatakan, hingga akhir November 2024, Bank Mandiri mencatatkan pertumbuhan penyaluran unit KPR berskema FLPP sebesar 68% secara year on year (YoY) menjadi Rp1,06 triliun. Aquarius mengatakan penyaluran pembiayaan pada sektor properti tersebut tercatat dengan kualitas kredit yang terjaga optimal.

    “Hal tersebut menunjukkan komitmen Bank Mandiri sebagai mitra pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Kami menilai, sektor properti berpotensi memiliki multiplier effect dalam memacu pertumbuhan perekonomian nasional,” ujar Aquarius dalam keterangan resmi pada Selasa (24/12).

    Berkat kinerja tersebut, BP TAPERA sebagai koordinator program FLPP dan TAPERA menempatkan Bank Mandiri di peringkat pertama sebagai Bank Penyalur FLPP dengan Pertumbuhan Unit Tertinggi secara YoY sebesar 68%. Bank Mandiri juga menempati posisi puncak sebagai Penyalur FLPP dengan Tingkat Keterhunian Terbaik dari 10 Bank penyalur Tertinggi FLPP dengan Skor 96,21%.

    Apresiasi tersebut diserahkan dalam acara penandatangan Perjanjian Kerjasama (PKS) Penyaluran FLPP dan TAPERA 2025 di Auditorium Kementerian PU pada Senin (23/12). Turut hadir Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait; Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi; dan Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan, Rionald Silaban.

    Dalam kesempatan itu, Bank Mandiri bersama 38 bank penyalur lain dan 22 asosiasi pengembang turut serta menandatangani Komitmen Bersama untuk menyukseskan program 3 juta rumah. Komitmen Bersama ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk menekan angka backlog pasokan rumah serta sebagai bentuk nyata peran Bank Mandiri untuk menyediakan hunian yang berkualitas, terjangkau dan tepat sasaran.

    Aquarius menyatakan, Bank Mandiri akan terus melakukan peningkatan penyaluran KPR FLPP dan TAPERA oleh Bank Mandiri 2025. Bank Mandiri akan berfokus pada pembentukan ekosistem perumahan serta pembiayaan secara end to end untuk sisi supply dan demand, sehingga tercipta portfolio KPR Subsidi dengan kualitas kredit yang tetap terjaga.

    “Selain itu, Bank Mandiri juga akan memperluas demand yang tidak hanya pada segmen Fix Income (Pegawai) namun juga pada segmen Non-Fix Income, yang memiliki potensi masih sangat besar,” tutur Aquarius.

    Tak hanya itu, Bank Mandiri bersama BP TAPERA berharap penyaluran FLPP pada 2025 dapat tetap berjalan dengan baik dan tercipta penyaluran yang berkelanjutan. Guna mewujudkan komitmen itu, Bank Mandiri terus mengembangkan dan memanfaatkan platform digital untuk memasarkan KPR.

    “Bank Mandiri juga menghadirkan inovasi transaksi yang adaptif dan solutif bagi masyarakat melalui fitur Livin’ KPR di Super Apps Livin’ by Mandiri,” ucap Aquarius.

    Sebagai informasi, hingga akhir November 2024, total penyaluran KPR Bank Mandiri telah mencapai Rp67,3 triliun. Nilai tersebut tumbuh 16,6% YoY dari periode yang sama pada 2023.

    (ory/ory)

  • Bank Mandiri Jadi Penyalur FLPP dengan Tingkat Keterhunian Terbaik, Komitmen Perluas Akses KPR bagi MBR – Page 3

    Bank Mandiri Jadi Penyalur FLPP dengan Tingkat Keterhunian Terbaik, Komitmen Perluas Akses KPR bagi MBR – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta Komitmen dalam mewujudkan program 3 juta rumah yang diinisiasi pemerintah lewat optimalisasi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) terus diperkuat oleh Bank Mandiri. Hal ini juga menjadi bagian dari upaya bank bersandi saham BMRI tersebut memberikan dukungan pemenuhan kebutuhan hunian masyarakat, khususnya Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) lewat penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

    Hal ini pun dibuktikan hingga akhir November 2024, Bank Mandiri mencatatkan pertumbuhan penyaluran unit KPR berskema FLPP sebesar 68% secara year on year (YoY) menjadi Rp 1,06 triliun. Direktur Jaringan dan Retail Banking Bank Mandiri Aquarius Rudianto menyatakan penyaluran pembiayaan pada sektor properti tersebut tercatat dengan kualitas kredit yang terjaga optimal. 

    Raih Peringkat I Bank Penyalur FLPP

    Dengan kinerja ini, BP TAPERA yang menjadi koordinator program FLPP dan TAPERA menempatkan Bank Mandiri sebagai Peringkat I Bank Penyalur FLPP dengan pertumbuhan Unit Tertinggi secara YoY sebesar 68%. Bank Mandiri juga menempati Peringkat I Penyalur FLPP dengan Tingkat Keterhunian Terbaik dari 10 Bank penyalur Tertinggi FLPP dengan Skor 96,21%.

    “Hal tersebut menunjukkan komitmen Bank Mandiri sebagai mitra pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Kami menilai, sektor properti berpotensi memiliki multiplier effect dalam memacu pertumbuhan perekonomian nasional,” ujar Aquarius dalam keterangan resmi pada Selasa (24/12). 

    Apresiasi tersebut diserahkan pada acara Penandatangan Perjanjian Kerjasama (PKS) Penyaluran FLPP dan TAPERA tahun 2025 yang dihadiri oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi dan Dirjen Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Rionald Silaban. 

    Dalam event yang berlangsung di Auditorium Kementerian PU pada Senin, 23 Desember 2024, Bank Mandiri bersama dengan 38 Bank Penyalur lain serta 22 Asosiasi pengembang turut serta dalam menandatangani Komitmen Bersama untuk Menyukseskan Program 3 Juta rumah. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk menekan angka backlog pasokan rumah serta sebagai bentuk nyata peran Bank Mandiri untuk menyediakan hunian yang berkualitas, terjangkau dan tepat sasaran. 

    “Peningkatan penyaluran KPR FLPP dan TAPERA oleh Bank Mandiri di tahun 2025 akan terus berlanjut dengan fokus pada pembentukan ekosistem perumahan serta pembiayaan secara end to end di sisi supply dan demand agar tercipta portfolio KPR Subsidi dengan kualitas kredit yang tetap terjaga. Selain hal tersebut, Bank Mandiri juga akan memperluas demand yang tidak hanya pada segmen Fix Income (Pegawai) namun juga pada segmen Non-Fix Income, yang memiliki potensi masih sangat besar,” papar Aquarius.

    Ia pun melanjutkan bahwa bersama BP TAPERA, Bank Mandiri berharap penyaluran FLPP di tahun 2025 bisa berjalan dengan lebih baik dan tercipta penyaluran yang berkelanjutan. Dalam mewujudkan hal ini, Bank Mandiri juga ikut memanfaatkan platform digital yang digunakan untuk memasarkan KPR dan menghadirkan inovasi transaksi yang Adaptif dan Solutif bagi masyarakat melalui fitur Livin’ KPR di Super Apps Livin’ by Mandiri. 

    Adapun hingga akhir November 2024 total penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Bank Mandiri telah mencapai Rp 67,3 Triliun. Nilai tersebut tumbuh 16,6% yoy dari posisi November 2023.