Tag: Roy Suryo

  • Jokowi akan Kesulitan Cerita Pengalaman KKN di UGM

    Jokowi akan Kesulitan Cerita Pengalaman KKN di UGM

    GELORA.CO – Apabila benar asli lulusan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, seperti yang selama ini diklaimnya, Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi ditantang untuk menceritakan pengalamannya saat Kuliah Kerja Nyata alias KKN.

    Permintaan tersebut disampaikan pemerhati telematika Roy Suryo melalui keterangan tertulis yang dikutip RMOL, Jumat 11 April 2025.

    Roy mengatakan, berkaca pengalamannya kuliah di UGM, setiap kegiatan KKN pasti melibatkan banyak orang dan lokasinya jelas. 

    “Jadi kali ini saya tantang Jokowi dengan “KKN challenge untuk pembuktian tersebut,” kata Roy.

    Menurut Roy, setiap mahasiswa UGM harus mengikuti KKN untuk bisa merampungkan studi di kampus yang dikenal dengan sebutan Kampus Ndeso alias merakyat ini. 

    Sebab KKN di UGM merupakan program pengabdian masyarakat yang mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian secara interdisipliner.

    “Ini semua bertujuan untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan teknologi di masyarakat sekaligus membentuk kepedulian sosial mahasiswa,” kata Roy.

    Memang ada perkembangan KKN dulu dan sekarang. Selain durasi waktunya yang dulu 2-3 bulan mayoritas di Jawa, kini hanya 1-2 bulan tapi bisa di luar Jawa serta ada opsi hybrid. 

    “Juga dulu fokus di pembangunan fisik (jalan, irigasi), kini sesuai dengan SDGs, digitalisasi dan UMKM,” kata Roy.

    Roy sendiri mengaku melaksanakan KKN di Desa Mojoroto, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar pada 1990 silam, dan lulus Agustus 1991. 

    “Bagaimana dengan Jokowi? Dapatkah menunjukkan bukti foto-foto KKN dan cerita lengkap seperti ini? I don’t think so. Jadi sekali lagi solusinya adili Jokowi,” pungkas mantan Menpora ini. 

  • Video Syur Lisa Mariana Durasi 4 Menit 28 Detik, Roy Suryo: Itu Asli!

    Video Syur Lisa Mariana Durasi 4 Menit 28 Detik, Roy Suryo: Itu Asli!

    Jakarta, Beritasatu.com – Roy Suryo menyatakan, setelah mencermati video syur berdurasi 4 menit 28 detik yang memperlihatkan sosok mirip Lisa Mariana, ia meyakini bahwa video tersebut autentik dan bukan hasil manipulasi.

    “Dari video yang beredar berdurasi 4 menit 28 detik adalah sosok LM maka saya memastikan video tersebut asli dan bukan hasil dari Artificial Intelligence (AI),” ucap Roy Suryo dikutip dari channel YouTube, Minggu (6/4/2025).

    Roy Suryo mengatakan video tersebut mustahil dibuat dengan teknologi Artificial Intelligence (AI) karena memiliki durasi 4 menit 28 detik.

    “Untuk teknologi AI tidak bisa mempergunakan durasi sepanjang itu. Biasanya pada AI terdapat gerakan-gerakan tertentu pada pergerakan kepala atau tubuh yang bisa ditelaah, sehingga selain wajah yang saya pastikan adalah LM. Dari segi video adalah asli bukan hasil dari AI,” ucapnya lagi.

    Meski telah memastikan sosok wanita pada video syur berdurasi 4 menit 28 detik, Roy Suryo mengaku siap untuk melakukan uji forensik terhadap Lisa Mariana terkait tato yang ada pada bagian punggung.

    “Saya memastikan 99,9 % sosok wanita tersebut adalah LM hanya saja apabila kalau memang video tersebut menjadi kasus, maka perlu ada penegasan uji fisik pada sosok LM yang fungsinya untuk memeriksa tato pada punggung di belakang dibuat kapan,” tuturnya.

    Roy Suryo menduga tato yang ada di tubuh Lisa Mariana merupakan tato temporary.

    “Karena di Instagramnya agak meloncat times-nya, postingan 2021 tato dia pernah ada di mobil SLK merah. Kemudian pada 2022 tidak ada tatonya, selanjutnya pada 2023 ada lagi tatonya,” jelasnya.

    “Jadi kemungkinan dia mem-posting tidak urut, atau kemungkinan kedua tatonya semi permanen dan yang jelas bukan AI dan 99,9% adalah LM,” tutup Roy Suryo memastikan bahwa video syur berdurasi 4 menit 28 detik yang diduga diperankan Lisa Mariana adalah video asli.

  • Video Syur 4 Menit 28 Detik Beredar, Roy Suryo: 99,9% Lisa Mariana

    Video Syur 4 Menit 28 Detik Beredar, Roy Suryo: 99,9% Lisa Mariana

    Jakarta, Beritasatu.com – Praktisi telematika Roy Suryo memastikan bahwa wajah perempuan dalam video syur berdurasi 4 menit 28 detik yang belakangan viral sangat mirip dengan selebgram Lisa Mariana.

    Nama Lisa sendiri sedang ramai diperbincangkan publik setelah pengakuannya soal hubungan dengan Ridwan Kamil.

    “Soal video syur yang beredar di media sosial soal yang sedang ramai dibicarakan, saya memastikan bahwa sosok pria di video itu bukan RK (Ridwan Kamil). Namun, untuk sosok wanitanya bisa saya pastikan 99,9% adalah sosok LM (Lisa Mariana),” tegas Roy Suryo dikutip dari channel YouTube, Minggu (6/4/2025).

    Roy Suryo mengatakan, kepastian tersebut telah dilakukan pengecekan untuk memastikan apakah sosok tersebut benar Lisa Mariana atau bukan.

    “Saya melakukan pengecekan dengan menggunakan delapan peristiwa dalam Instagram dari saudari LM untuk dipakai sebagai uji pembanding,” ujarnya.

    “Rata-rata foto yang di-posting LM itu baik dalam kondisi sendiri, baik dari depan mau pun dari belakang,” ucapnya.

    Selain melakukan pengecekan dari tubuh dan wajah dari Lisa Mariana, Roy Suryo juga melakukan pengecekan pada suasana yang ada di foto Lisa Mariana.

    “Lalu properti yang dipakai juga kita cek, kemudian tanda-tanda di tubuh yang ada pada dia, keaslian di Instagram juga di cek,” tambahnya.

    Roy Suryo juga membedah waktu yang ada di video tersebut dengan durasi 4 menit 28 detik dengan mempergunakan teknologi telematikan yang dimilikinya.

    “Kemudian melalui software yang biasa saya gunakan, saya juga membedah soal durasi waktu di video tersebut.  Apalagi durasi waktu di video itu sangat panjang,” ungkapnya.

    Ia menyebut, durasi video yang cukup panjang membuat kecil kemungkinan bahwa video tersebut dibuat menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI).

    “Untuk teknologi AI tidak bisa mempergunakan durasi sepanjang itu. Biasanya pada AI terdapat gerakan-gerakan tertentu pada pergerakan kepala atau tubuh yang bisa ditelaah, sehingga selain wajah yang saya pastikan adalah LM. Dari segi video adalah asli bukan hasil dari AI,” tutup Roy Suryo yang memastikan sosok wanita di video syur berdurasi 4 menit 28 detik adalah Lisa Mariana.

  • Roy Suryo Ungkap Sosok Pemeran Pria Lawan Main di Link Video Syur Mirip Lisa Mariana

    Roy Suryo Ungkap Sosok Pemeran Pria Lawan Main di Link Video Syur Mirip Lisa Mariana

    GELORA.CO – Pakar telematika KRMT Roy Suryo buka suara menanggapi viralnya link video syur model majalah dewasa yang diisukan memiliki hubungan spesial dengan Ridwan Kamil, Lisa Mariana.

    Roy Suryo menilai, video syur diduga mirip Lisa Mariana tersebut otentik tanpa adanya rekayasa. Roy SUryo pun mengungkapkan sosok pria pemeran adegan video syur lawan main Lisa.

    “Pemain pria seorang ras Asia usia sekitar 25-30 tahun (kemungkinan ada keturunan) berkumis, memiliki tatto di sekujur tubuh atasnya (dari dada sampai lengan kanan kiri, membentuk ‘baju’ dan sedikit di bagian punggungnya),” katanya, Jumat (4/4/2025).

    Roy Suryo menilai kemunculan video syur itu berdekatan dengan tersiarnya isu perselingkuhan Lisa Mariana dengan Ridwan Kamil.

    Ia mencurigai adanya kepentingan pihak tertentu untuk mengunggah video syur diduga mirip Lisa Mariana.

    “Kesimpulannya, bila tatto bergambar wajah pria di punggung atas bagian kanan itu bisa dikonfirmasi secara langsung (dengan uji fisik) kepada yang bersangkutan dan diperoleh penjelasan ilmiah mengapa dalam foto-foto lainnya tidak tampak, maka bisa dipastikan bahwa 99,9 persen identik antara foto-foto di IG dengan 2 video syur yang beredar,” ucapnya.

     Roy SUryo pun memberikan catatan analisisnya ini tak ada motif tertentu dan murni soal ilmu pengetahuan teknologi saja.

    “Perlu ditegaskan bahwa analisis ini murni bersifat teknis dan Ilmiah, sama sekali tidak ada unsur politis karena —sebagaimana masyarakat pasti tahu— saat ini selebgram ‘LM’ yag dianalisis videonya sedang terlibat masalah dengan salah seorang mantan pejabat publik dan kader partai politik tertentu, yakni ‘RK’,” ucapnya.

  • Tato Lisa Mariana Identik dengan Pemeran Wanita di Link Video Berdurasi 4 Menit 28 detik

    Tato Lisa Mariana Identik dengan Pemeran Wanita di Link Video Berdurasi 4 Menit 28 detik

    GELORA.CO – Belum kelar isu perselingkuhan dengan Eks Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Selebgram Lisa Mariana kembali diterpa skandal lainnya. Kali ini, beredar di media sosial video syur mirip Lisa yang tengah melakukan hubungan suami istri dengan seorang pria.

    Terdapat dua video ranjang masing-masing berdurasi 4 menit 28 detik dengan watermark @DeflamingoOfc. Dalam video tersebut nampak perempuan mirip Lisa memakai lingerie berwarna hitam dan pria tanpa busa berada di atas ranjang melakukan hubungan badan.

    Pria dalam video itu memiliki tato di sekujur dadanya. Perawakannya tidak terlalu kurus dengan warna kulit kuning langsat.

    Secara kasat mata, perempuan dalam video ini memiliki setidaknya 4 tato yang sangat mirip dengan Lisa. Pertama tato seperti kalung yang dibentangkan berada di bawah payudara. Tato ini identik dengan foto Lisa yang diunggah di akun Instagramnya @lisamarianaaa pada 4 Januari 2025.

    Kedua tato kecil seperti bentuk bibir di bagian bawah pusar. Tato ini juga identik dengan foto Lisa yang diunggah pada 4 Januari 2025.

    Ketiga tato bergambar naga dibalut bunga dengan tulisan ‘presley’ di bagian punggung. Tato ini identik dengan foto Lisa yang diunggah pada 25 Desember 2023. Hanya saja, pada foto ini terdapat tato lain bergambar seorang pria yang diduga ayah Lisa. Tato pria ini tidak ada di video syur mirip Lisa.

    Keempat perempuan dalam video asusila ini memiliki tato di bagian bawah ketiak kanan. Mirip dengan foto Lisa yang diunggah 4 Januri 2025.

    Selain video ranjang, beredar pula tayangan perempuan mirip Lisa sedang membuat tato di area bawah payudara, mirip dengan tato yang terlihat di dalam video syur.

    Pakar Telematika Roy Suryo juga menduga ada keidentikan antara pemeran perempuan di video syur dengan Lisa. Dia sudah menganalisa video yang beredar dengan perbandingan 8 foto di akun Instagram Lisa.

    Hanya saja, Roy menyoroti perlunya pembuktian tato pria yang diduga ayahnya Lisa. Sebab, di video syur yang beredar tato tersebut tidak ada.

    “Bila tato bergambar wajah pria di punggung atas bagian kanan itu bisa dikonfirmasi secara langsung (dengan uji fisik) kepada yang bersangkutan (Lisa) dan diperoleh penjelasan ilmiah mengapa dalam foto-foto lainnya tidak tampak, maka bisa dipastikan bahwa 99,9 persen identik antara foto-foto di IG dengan 2 video syur yang beredar,” kata Roy melalui keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com. 

    Dalam kesempatan ini, Roy menegaskan tidak ada unsur politis dari analisanya. Terlebih sosok pria di dalam video panas tersebut tidak memiliki kemiripan sama sekali dengan Ridwan Kamil.

  • Viral Video Dewasa 4 Menit 28 Detik Mirip Lisa Mariana dan Seorang Pria

    Viral Video Dewasa 4 Menit 28 Detik Mirip Lisa Mariana dan Seorang Pria

    GELORA.CO – Selebgram Lisa Mariana tengah diterpa isu miring berupa video dewasa mirip dirinya dengan seorang pria. Dua video masing-masing berdurasi 4 menit 28 detik itu sudah beredar luas di media sosial.

    Meski begitu, pemeran pria dalam video syur ini tidak memiliki kemiripan sama sekali dengan Eks Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, pria yang beberapa waktu belakangan digosipkan memiliki hubungan khusus dengan Lisa.

    Dalam video itu terlihat pemeran pria memiliki tato di sekujur dadanya. Perawakannya tidak terlalu kurus dengan warna kulit kuning langsat. Wajahnya saat tersorot kamera pun tidak mirip sedikitpun dengan Ridwan Kamil.

    Hal ini pun dikonfirmasi oleh Pakar Telematika Roy Suryo. Menurutnya, pria dalam video asusila itu bukan Ridwan Kamil.

    “Sama sekali tidak terlihat sosok RK dalam 2 video tersebut, jadi 2 video ini merupakan hal yang terpisah sama sekali dengan kasus yang sekarang sedang viral,” kata Roy dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Jumat (4/4).

    Meski begitu, Roy menyatakan terdapat keidentikan pemeran perempuan dengan Lisa Mariana. Dia sudah mencocokan 2 video yang beredar dengan 8 foto yang diunggah Lisa sendiri di akun Instagramnya.

    “Sebenarnya dari 6 foto-foto di atas bisa dipastikan keidentikan antara sosok perempuan dalam 2 Video yang dianalisis, namun ada 2 foto yang memerlukan uji fisik dengan sosok LM,” jelas Roy.

    Dua foto yang berlu diuji lebih lanjut yakni gambar yang menampilkan tato ayah Lisa di bagian punggung atas sebelah kanan. Tato ini tidak ada dalam tubuh pemeran perempuan di video yang viral.

  • Debat Panas Ijazah Jokowi Setelah UGM Bersuara, Yakin Asli?

    Debat Panas Ijazah Jokowi Setelah UGM Bersuara, Yakin Asli?

    GELORA.CO – Polemik keaslian ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo dari Universitas Gadjah Mada (UGM) masih berseliweran hingga kini.

    Tak sedikit yang mempertanyakan keaslian ijazah bekas orang nomor satu di Indonesia itu sebagai lulusan Fakultas Kehutanan UGM tahun 1985 silam.

    Polemik keaslian ijazah Jokowi sempat meredup saat ia masih menjabat sebagai Kepala Negara di periode keduanya. Namun kini kembali nyaring setelah muncul pernyataan alumni Fakultas Teknologi UGM, Rismon Hasiholan Sianipar yang meyakini ijazah S1 Kehutanan Jokowi palsu.

    Argumen Rismon makin ramai setelah dikomentari pakar telematika yang juga pernah menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Roy Suryo.

    “Apa yang didalilkan Rismon saat ini identik, sistematis, dan sangat sesuai dengan analisis yang sudah pernah saya sampaikan sekitar lima tahun lalu,” kata Roy Suryo belum lama ini.

    Roy Suryo lalu merujuk unggahannya di akun X @KRMTRoySuryo2 pada 25 Februari 2020 memuat lampiran halaman buku wisuda tahun 1985. 

    Dalam buku tersebut, foto almarhum Hari Mulyono tercantum dengan nama “Jokowi”. Selain itu, Roy Suryo juga mempertanyakan keaslian ijazah Jokowi yang hingga kini tidak pernah bisa dibuktikan bentuk fisiknya.

    “Fotokopi ijazah Jokowi tidak pernah bisa dibuktikan keasliannya, bahkan bentuk fisik aslinya pun tidak pernah ditunjukkan,” jelas Roy Suryo.

    Di tengah polemik keaslian ijazah Jokowi, UGM sempat buka suara. Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Sigit Sunarta mengatakan, potret ijazah Jokowi yang sempat beredar di media sosial asli.

    “Perlu diketahui, ijazah dan skripsi dari Joko Widodo adalah asli. Ia pernah kuliah di sini, teman satu angkatan beliau (Jokowi) mengenal baik, beliau aktif di kegiatan mahasiswa (Silvagama), beliau tercatat menempuh banyak mata kuliah, mengerjakan skripsi, sehingga ijazahnya pun dikeluarkan oleh UGM adalah asli,” tegas Sigit dikutip Minggu, 23 Maret 2025.

    Bahkan Jokowi sendiri telah merespons isu ijazah kelulusannya dari UGM yang disebut palsu. Jokowi menuding, isu tersebut sebagai fitnah murahan.

    “Fitnah murahan yang diulang-ulang terus. Dari UGM sudah juga menyampaikan. Ini Dekan Fakultas Kehutanan juga secara jelas dan tegas menyampaikan (keaslian ijazahnya). Teman juga banyak sekali yang menyampaikan,” kata Jokowi pada Kamis, 27 Maret 2025 lalu.

    Klarifikasi UGM dan Jokowi ini sekaan belum cukup memuaskan publik. Rismon yang cukup lantang mengkritik keaslian ijazah Jokowi ini bahkan menantang Jokowi untuk menunjukkan bukti fisik ijazah keluaran UGM itu.

    Sebab di tengah bergulirnya isu ijazah palsu, Jokowi belum sekalipun pernah menunjukkan fisik ijazahnya kepada publik.

    “Pak Jokowi, jujur lah, jangan berkelit. Saya ingatkan, jujur itu enak tidurnya. Kenapa ijazahnya tidak mau ditunjukkan? Anda 10 tahun jadi presiden, tapi mungkin satu-satunya di dunia yang tidak berani menunjukkan ijazahnya ke publik,” ujar Rismon lewat kanal YouTube belum lama ini.

  • Roy Suryo Ibaratkan Jokowi Petruk, The Real King Maker

    Roy Suryo Ibaratkan Jokowi Petruk, The Real King Maker

    loading…

    Pakar telematika Roy Suryo mengibaratkan mantan Presiden Jokowi sebagai tokoh pewayangan yakni Petruk saat dialog Rakyat Bersuara dengan tema Cawe-cawe Kasus, Jokowi: Saya Ada Batasnya! di iNews, Selasa (18/3/2025). Foto: iNews

    JAKARTA – Pakar telematika Roy Suryo mengibaratkan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai tokoh pewayangan yakni Petruk . Hal ini diibaratkan Roy Suryo saat dialog Rakyat Bersuara dengan tema “Cawe-cawe Kasus, Jokowi: Saya Ada Batasnya!” di iNews, Selasa (18/3/2025).

    Roy Suryo mengungkapkan bahwa dalam filosofi Jawa, seseorang yang sudah kehilangan kesabarannya bisa melakukan tindakan tertentu. Dia juga menyoroti bagaimana masyarakat cenderung abai terhadap kondisi yang terjadi di negara ini.

    “Orang-orang daerah itu punya penggambaran dalam budaya mereka. Apa yang dilakukan dia selama ini sebenarnya sudah tergambar di masa lalu. Dalam kesenian tradisional Jawa, ada tokoh wayang bernama Petruk. Nah, Petruk ini pernah menjadi raja di Indonesia dan itu ada ceritanya sendiri,” ujar Roy Suryo sambil menunjukkan wayang Petruk yang dibawanya.

    “Jadi bumi gonjang-ganjing sekarang Wakanda ini lagi gonjang-ganjing karena apa? Ada sosok ini, Petruk. Jadi kalau ada Semar di sana, nah itu kan Petruk itu anaknya Semar tapi Petruk ini pernah jadi ratu di Indonesia dan itu ada ada ceritanya Petruk jadi Ratu,” katanya.

    Dia menjelaskan lebih lanjut mengenai karakter Petruk yang dalam pewayangan pernah menjadi raja dengan gelar Prabu Kantong Bolong. Gelar itu merujuk pada seseorang yang mengklaim memiliki kekayaan besar namun pada akhirnya jatuh oleh rakyatnya sendiri.

    “Petruk pernah jadi raja dengan nama Prabu Kantong Bolong, yang pernah bilang ‘di kantong kanan saya ada Rp11.000 triliun, di kantong kiri saya juga ada Rp11.000 triliun.’ Tapi karena kantongnya bolong akhirnya jatuh juga,” ucap Roy.

    Dia menilai Jokowi masih memegang peran penting dalam perpolitikan Indonesia layaknya karakter dalam film The Godfather. Dia menyoroti penggunaan kaus bertuliskan “The Real King Maker” yang dipakainya. Sehingga, hal ini menguatkan anggapan bahwa Jokowi masih berperan besar dalam menentukan arah politik Tanah Air.

    “Nah, kalau dia masih menumpang. Kalau dia masih mengangkangi gini ya itu artinya apa sama kalau bicara dengan Indonesia ya kita juga punya yang dalam film itu. Jadi dia tuh seperti The Godfather. Jadi king makernya yang masih dia, masih Petruk ini lho,” ujarnya.

    (jon)

  • Pemberian Keris Prabowo ke Jokowi Diduga untuk Buang Sial

    Pemberian Keris Prabowo ke Jokowi Diduga untuk Buang Sial

    GELORA.CO – Saat puncak acara Peringatan Ulang Tahun Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ke-17 di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu 15 Februari 2025, ada momentum Presiden Prabowo Subianto memberikan sebilah keris emas kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi.

    Banyak yang mulai menerka-nerka apa sebenarnya makna dibalik pemberian senjata khas tradisional Jawa tersebut.

    Keris emas yang diberikan Prabowo ke Jokowi tersebut dinamakan Kiai Garuda Yaksa –mirip dengan nama padepokannya di Hambalang– yang memiliki luk atau lekukan yang dihitung dari gagang keris ke atas berjumlah 13.

    Mantan Menpora Roy Suryo mengatakan, dipilihnya Kiai Garuda Yaksa ini tentu sudah merupakan pertimbangan tersendiri, karena memiliki makna simbolis yang kuat dalam budaya dan perpolitikan Indonesia. 

    Meski angka 13 sering disebut-sebut sebagai “angka sial”, sampai-sampai ada sebutan “celaka tiga belas”, “Friday the 13” hingga beberapa hotel menghilangkan lantai 13 dan menggantinya dengan “12A”, tetapi ternyata angka 13 ini yang dipilih Prabowo untuk jumlah lekukan keris yang diberikan ke Jokowi. 

    “Jadi apakah keris itu untuk buang sial?” kata Roy melalui keterangan tertulisnya, Minggu 16 Februari 2015.

    Karena bagaimana pun juga, lanjut Roy, Prabowo harus menerima warisan buruk dari rezim Jokowi selama periode 2014-2024 yang sampai-sampai mendapatkan penghargaan internasional berupa Finalis Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP).

    “Namun kalau kita mau melihat secara filosofi positif, keris dengan lekukan 13 sering dikaitkan dengan kepemimpinan, kewibawaan, dan perlindungan,” kata Roy.

    Dalam tradisi Jawa, keris bukan sekadar senjata, tetapi juga lambang kekuatan spiritual dan tanggung jawab pemimpin terhadap rakyatnya. Apalagi nama “Garuda Yaksa” yang mencerminkan jiwa patriotic.

    Pemberian keris ini bisa juga dianggap sebagai simbol persatuan dan legitimasi kepemimpinan dimana Prabowo dan Jokowi pernah menjadi rival politik dalam beberapa Pilpres sebelumnya, tetapi sejak 2019, Prabowo mau bergabung dalam pemerintahan Jokowi sebagai Menteri Pertahanan. 

    “Jadi penyerahan keris Kiai Garuda Yaksa bukan sekadar seremoni, tetapi memiliki makna mendalam untuk menunjukkan penghormatan dari murid kepada gurunya,” kata Roy.

  • Komitmen Menkomdigi Bangun Ekosistem Digital dan AI Diapresiasi
                
                    
                        
                            Nasional
                        
                        1 Februari 2025

    Komitmen Menkomdigi Bangun Ekosistem Digital dan AI Diapresiasi Nasional 1 Februari 2025

    Komitmen Menkomdigi Bangun Ekosistem Digital dan AI Diapresiasi
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Menteri Komunikasi Digital
    Meutia Hafid
    yang berkomitmen membangun ekosistem
    kecerdasan buatan
    (AI) atau
    artificial intelligence
    mendapat apresiasi dari pakar telematika
    Roy Suryo
    .
    Roy menilai komitmen Meutia ini sebagai langkah maju dibanding Kementerian Kominfo yang sebelumnya.
    “Saya mengapresiasi Menkomdigi saat ini setidaknya lebih punya
    concern
    (terkait AI) dibanding Menkominfo periode sebelumnya,” ujar Roy, saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (1/2/2025).
    Roy mengatakan, komitmen Meutia terkait pengembangan AI tersebut menjanjikan masa depan digital Indonesia yang cukup baik.
    Meski memberikan apresiasi, Roy juga memberikan catatan kritis terkait masih banyak pekerjaan rumah kementerian yang sebelumnya dipimpin terdakwa koruptor Johnny G Plate dan Ketua Umum Relawan Projo, Budi Arie tersebut.
    Misalnya, terkait dengan ujaran kebencian yang masih banyak beredar di media sosial, juga terkait dengan pembatasan usia bermedia sosial.
    Roy berharap, komitmen yang diucapkan Meutia bisa diimplementasikan dalam bentuk kebijakan.
    “Jadi, sekali lagi meski saya tetap optimis Komdigi saat ini akan lebih baik dibanding Kominfo sebelumnya, namun apa yang dikatakan sebagai upaya mempercepat
    transformasi digital
    untuk mendukung kemandirian ekonomi, penguasaan teknologi, dan pengembangan SDM unggul sesuai Asta Cita Presiden Prabowo Subianto tersebut perlu dibuktikan secara nyata dan bukan sekadar omong-omong saja,” ujar dia.
    Sebelumnya, pemerintah terus mempercepat transformasi digital untuk mendukung kemandirian ekonomi, penguasaan teknologi, dan pengembangan SDM unggul.
    Sesuai dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, digitalisasi menjadi faktor kunci dalam memperkuat ketahanan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
    Dalam 100 hari pertama kabinet, Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat digitalisasi di berbagai sektor, termasuk kecerdasan buatan (AI) dan ekonomi digital.
    “AI kini menjadi arena kompetisi global. Indonesia tidak bisa hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi harus membangun ekosistem digital yang mandiri dan kompetitif,” ujar Meutya Hafid dalam Beritasatu Economic Outlook 2025 di Jakarta Selatan, Kamis (30/01/2025).
    Dalam forum bertema Mengakselerasi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia: Tantangan dan Peluang di Era Baru, Menkomdigi menyoroti bagaimana inovasi, strategi, dan kesiapan menghadapi perubahan lebih penting daripada sekadar besarnya modal investasi.
    “Indonesia memiliki potensi besar dalam ekonomi digital, dengan GMV yang diperkirakan mencapai USD 90 Miliar pada 2024. Dengan strategi yang tepat, kita bisa menjadi pemain utama di Asia Tenggara,” tegasnya.
    Pemerintah saat ini berfokus pada tiga pilar utama transformasi digital: inklusif, memberdayakan, dan tepercaya.
    Inklusif dengan memastikan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat dan industri dalam ekosistem digital; memberdayakan, menekankan teknologi memberikan manfaat nyata dan mendukung pertumbuhan ekonomi, bukan disalahgunakan untuk aktivitas ilegal seperti judi online atau pinjaman ilegal; dan tepercaya, berfokus pada keamanan data dan kedaulatan digital Indonesia.
    Tahun 2025 menjadi momentum penting dalam menyiapkan Indonesia menghadapi bonus demografi 2030, di mana 68 persen populasi berada dalam usia produktif.
    “Ini peluang besar. Kita harus memastikan generasi muda siap bersaing secara global dengan 9 juta talenta digital yang kompeten,” tambahnya.
    Menkomdigi Meutya Hafid menegaskan bahwa transformasi digital tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah.
    Ia mengajak industri, akademisi, media, dan masyarakat untuk bersama-sama membangun ekosistem digital yang kuat.
    “Kita harus bergerak bersama, dengan visi yang jelas dan keberanian untuk berinovasi. Masa depan digital Indonesia ada di tangan kita semua,” tutupnya.
    Dalam acara itu, Menkomdigi Meutya Hafid didampingi Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komdigi Edwin Hidayat Abdullah.
    Tampak hadir Deputi I Kantor Komunikasi Kepresidenan Isra Ramli, Executive Chairman B Universe Enggartiasto Lukita, Direktur Utama B Universe Rio Abdurachman, Pemimpin Redaksi BeritaSatu Syukri Rahmatullah, serta perwakilan dari industri digital nasional.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.