Tag: Rosan Roeslani

  • Selain BUMN, Danantara Juga Akan Kelola GBK dan Aset Lain di Kemensetneg
                
                    
                        
                            Nasional
                        
                        28 April 2025

    Selain BUMN, Danantara Juga Akan Kelola GBK dan Aset Lain di Kemensetneg Nasional 28 April 2025

    Selain BUMN, Danantara Juga Akan Kelola GBK dan Aset Lain di Kemensetneg
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – CEO
    Badan Pengelola Investasi
    (BPI) Daya Anagata Nusantara (
    Danantara
    )
    Rosan Roeslani
    mengungkapkan, pihaknya juga akan mengelola aset negara yang dipegang oleh Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg).
    “Jadi ini semua akan, yang tadinya berada di dalam Setneg, akan berada di bawah Danantara,” kata Rosan usai
    town hall meeting
    Danantara di JCC, Jakarta, Senin (28/4/2025).
    Rosan menjelaskan, hal ini menjadi alasan Presiden RI
    Prabowo Subianto
    menyebut aset Danantara sebentar lagi akan menembus 1 triliun USD (dollar Amerika Serikat).
    Sebab, ke depannya, Danantara tidak hanya mengelola aset BUMN, tetapi juga aset milik Kemensetneg, seperti Gelora Bung Karno (GBK).
    “Nah jadi GBK dan seluruh lokasi yang ada di sini akan dimasukkan ke dalam Danantara,” ucapnya.
    Rosan juga mengatakan akan mengelola aset yang di bawah Danantara dengan matang sehingga bisa membawa keuntungan bagi negara.
    “Dan dilakukan perencanaan yang matang agar ini menjadi aset yang produktif, aset yang bisa menghasilkan baik dari r
    eturn of asset
    maupun
    return of investment
    sesuai dengan parameter atau kriteria
    benchmarking
    dengan yang lainnya,” kata Rosan.
    Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan kemungkinan aset kekayaan Danantara akan tembus 1 triliun dollar Amerika Serikat (USD).
    “Mungkin sebentar lagi kekayaan Danantara akan tembus 1 triliun US Dollar,” kata Prabowo usai acara town hall meeting BPI Danantara di JCC, Jakarta, Senin (28/4/2025).
    Menurutnya, jika BPI Danantara dikelola dengan baik, akan lebih menghasilkan dana besar bagi Indonesia.
    “Kalau dikelola dengan baik, ini bisa menghasilkan dana yang besar untuk bangsa kita,” ucapnya.
    Bagi Prabowo, Danantara adalah sarana untuk mengelola kekayaan bangsa Indonesia.
    Sebab, Indonesia ternyata memiliki aset yang sangat kaya.
    Oleh karenanya, Danantara harus dijaga, dirawat, dan dikelola dengan baik.
    “Harus dikelola dengan sebaik-baiknya, dijaga, dirawat dengan sistem yang transparan dan sangat ketat karena ini adalah kekayaan yang luar biasa dan bisa mendorong kebangkitan kita,” kata Kepala Negara.
    Dia pun mendorong direksi Danantara untuk memberikan kinerja terbaiknya.
    “Saya minta atas nama bangsa dan rakyat, saya minta semua direksi berbuat yang terbaik,” tutur dia.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Arahan Prabowo di "Town Hall Meeting" Danantara Tertutup, Ini Alasannya
                
                    
                        
                            Nasional
                        
                        28 April 2025

    Arahan Prabowo di "Town Hall Meeting" Danantara Tertutup, Ini Alasannya Nasional 28 April 2025

    Arahan Prabowo di “Town Hall Meeting” Danantara Tertutup, Ini Alasannya
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Pengarahan Presiden RI
    Prabowo Subianto
    di acara forum pertemuan atau
    town hall meeting
    Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (
    Danantara
    ) berlangsung tertutup.
    Pengarahan tersebut tidak dapat diakses oleh awak media karena banyaknya teguran yang disampaikan Prabowo kepada direksi BUMN.
    “Ya tertutup karena saya banyak negur juga direksi-direksi,” kata Prabowo, usai acara
    town hall meeting
    Danantara di JCC, Jakarta, pada Senin (28/4/2025).
    Presiden tidak merinci siapa saja yang menerima teguran dalam sesi tersebut.
    Ia mengungkapkan rasa sungkan jika teguran itu disiarkan ke publik.
    “Kan enggak enak kalau ditegur depan kalian (wartawan),” ucap Prabowo.
    Dalam acara tersebut, Prabowo hadir bersama enam menteri koordinator dari Kabinet Merah Putih yang tergabung dalam Dewan Pengawas BPI.
    Menteri BUMN Erick Thohir sebagai Ketua Dewan Pengawas Danantara dan Muliaman Hadad selaku Wakil Ketua Dewan Pengawas Danantara hadir dalam pertemuan itu.
    Acara ini diawali dengan sesi terbuka, di mana CEO BPI Danantara Rosan Roeslani memberikan sambutannya.
    Namun, saat Presiden Prabowo memberikan arahan, pembawa acara meminta awak media untuk meninggalkan ruangan.
    Para awak media yang berada di lokasi kemudian keluar dari ruangan
    town hall meeting
    Danantara, dan acara dilanjutkan secara tertutup.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Rosan Roeslani Tegaskan Danantara Bakal Kelola Aset GBK – Halaman all

    Rosan Roeslani Tegaskan Danantara Bakal Kelola Aset GBK – Halaman all

    Danantara akan mengelola aset GBK ini agar bisa menghasilkan investasi maupun peningkatan aset sesuai dengan parameter atau kriteria dengan yang lainn

    Tayang: Senin, 28 April 2025 19:54 WIB

    Nitis Hawaroh/Tribunnews.com

    GABUNG DANANTARA – CEO Danantara Rosan Roeslani menyatakan, sebanyak 844 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah resmi bergabung dan menjadi bagian dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). 

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) akan mengelola aset di bawah Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) salah satunya Gelora Bung Karno (GBK).

    CEO Danantara Rosan Roeslani menyatakan, aset GBK ini tercatat sebesar 25 miliar dolar Amerika Serikat (AS) berdasarkan catatan Kemensetneg pada 8 tahun lalu. Dia bilang, Danantara akan melakukan perencanaan yang matang agar aset ini bisa dikelola secara produktif.

    “GBK yang ada di Mensetneg nilainya di value 8 tahun yang lalu itu nilainya 25 miliar dolar AS. Nah jadi GBK dan seluruh lokasi yang ada di sini akan dimasukkan ke dalam Danantara,” kata Rosan usai menghadiri Townhall Meeting Danantara di JCC Senayan, Senin (28/4/2025).

    Rosan bilang, Danantara akan mengelola aset GBK ini agar bisa menghasilkan investasi maupun peningkatan aset sesuai dengan parameter atau kriteria dengan yang lainnya.

    Aset yang bisa menghasilkan baik dari return of asset, return of investment. Sesuai dengan parameter atau kriteria pembandingan dengan yang lainnya.

    “Jadi ini semua akan, yang tadinya berada di dalam Setneg akan berada di bawah Danantara itu,” tutur dia.

    Selain itu, Rosan menegaskan bahwa dari 844 BUMN yang sudah resmi dikelola Danantara itu tercatat aset yang masuk sebanyak 982 miliar dolar AS. Nantinya, dengan masuknya GBK dalam pengelolaan Danantara asetnya akan bertambah senilai 1 triliun dolar AS.

    “Jadi kalau di total itu ada 844 perusahaan. Dan itu sudah resmi berada di milik Danantara sejak 21 Maret yang lalu ya.  Jadi kami bisa melakukan konsolidasi dan kami sudah lakukan secara bertahap terhadap yang besar-besar yang punya dampak besar terhadap perekonomian,” ungkapnya.

    “);
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:’4′,img:’thumb2′}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }
    else{
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    $(“#test3”).val(“Done”);
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else if (getLast > 150) {
    if ($(“#ltldmr”).length == 0){
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    }
    }
    }
    });
    });

    function loadmore(){
    if ($(“#ltldmr”).length > 0) $(“#ltldmr”).remove();
    var getLast = parseInt($(“#latestul > li:last-child”).attr(“data-sort”));
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast ;
    if($(“#test3”).val() == ‘Done’){
    newlast=0;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest”, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;
    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else{
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:sectionid,img:’thumb2′,total:’40’}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast+1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    }

    Berita Terkini

  • Adakan Pertemuan dengan Pertamina, Danantara Sepakati Ini

    Adakan Pertemuan dengan Pertamina, Danantara Sepakati Ini

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pimpinan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) mengadakan pertemuan dengan manajemen PT Pertamina untuk membahas pencapaian kinerja perusahaan serta target-target strategis untuk beberapa tahun ke depan.

    Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Chief Executive Officer (CEO) BPI Danantara, Rosan Roeslani, dan diungkapkan melalui akun media sosial pribadinya, sebagaimana dikutip pada Senin (28/4/2025).

    Dalam keterangannya, Rosan memuji kinerja Pertamina sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan performa yang sangat baik dan kontribusi besar terhadap pendapatan negara.

    “Pertamina memaparkan performa bisnis dan keuangan yang kian positif, sehingga kontribusinya terhadap penerimaan negara terus terjaga,” ujar Rosan.

    Dalam kesempatan tersebut, manajemen Pertamina memaparkan transformasi yang telah dilakukan sejak tahun 2021. Perusahaan ini kini membawahi enam subholding dan mengelola 260 entitas bisnis.

    Selain itu, Pertamina juga berhasil mempertahankan kontribusinya terhadap penerimaan negara dengan nilai konsisten di atas Rp 300 triliun per tahun, terutama dari sektor pajak di luar dividen dan bentuk kontribusi lainnya.

    Pertamina juga menegaskan peran strategisnya dalam mendukung agenda transisi energi global, sembari menjaga keterjangkauan serta ketahanan energi nasional.

    Sebagai pengelola resmi BUMN, Rosan Roeslani menegaskan komitmen BPI Danantara untuk terus mendorong daya saing BUMN di tingkat global melalui prinsip profesionalisme, transparansi, dan akuntabilitas.

  • Rosan Roeslani Bakal Evaluasi Total 844 BUMN yang Gabung Danantara, Libatkan Pihak Luar Negeri – Halaman all

    Rosan Roeslani Bakal Evaluasi Total 844 BUMN yang Gabung Danantara, Libatkan Pihak Luar Negeri – Halaman all

    ​TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – CEO Danantara Rosan Roeslani menyatakan, akan mengevaluasi secara total 844 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang sudah resmi gabung ke Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara).

    Hal tersebut sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto dalam acara Town Hall Meeting Danantara di JCC Senayan Jakarta Pusat, Senin (28/4/2025).

    “Kami diminta mengevaluasi secara total, secara komprehensif dari semua direksi dan anak-anak perusahaan yang berada di BUMN. Untuk memastikan bahwa mereka mempunyai satu pemahaman, satu visi dan misi dengan Danantara dan BUMN lainnya,” kata Rosan.

    Rosan bilang, pada proses evaluasi nantinya Danantara akan menggandeng pihak yang berasal dari luar negeri maupun dalam negeri untuk menjadi penasihat.

    Hal itu dilakukan untuk memastikan BUMN beserta anak usahanya dalam meningkatkan kompetensi, segi kepatutan dan juga komitmen serta karakter.

    “Dan itu yang akan kami evaluasi, karena harapannya tadi Bapak Presiden sudah menyampaikan target-target untuk return-nya akan meningkat, meningkat cukup signifikan untuk return-nya dengan tetap mengutamakan good governance, tata kelola perusahaan yang baik dan benar. Tadi akuntabilitas, transparansi dan juga sustainability,” ujar Rosan.

    Selain itu, Rosan menegaskan bahwa pesan dari Presiden Prabowo untuk para pengelola dalam Danantara harus orang-orang yang bersih.

    Kata dia, hal-hal yang kurang patut dan tidak terpuji di masa lama tidak ada lagi dan harus dipilih benar-benar orang yang profesional, orang yang bersih.

    “Bapak Presiden sudah menekankan berkali-kali orang yang bersih, mempunyai kredibilitas yang jelas dan kalau itu sudah dilakukan dan tidak ada lagi, membedakan ini dari mana yang penting kompetensi jelas dan hatinya bersih. Serta mempunyai komitmen terhadap ekonomi dan rakyat di depannya,” tegas Rosan.

  • Prabowo Blak-blakan Usai Beri Sambutan Tertutup di Acara Danantara

    Prabowo Blak-blakan Usai Beri Sambutan Tertutup di Acara Danantara

    Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto buka suara dan mengungkap alasannya memberikan sambutan tertutup dalam kegiatan Town Hall Meeting Danantara bersama BUMN di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Senin (28/4/2025).

    Prabowo menegaskan sesi pidatonya di acara Danantara tersebut harus dilaksanakan secara tertutup atau tidak diperbolehkan diliput oleh wartawan. Pasalnya, dia sedang menegur banyak direksi-direksi BUMN yang hadir di sana.

    “Ya tertutup [acara Danantara] karena saya banyak negor juga direksi-direksi itu. Enggak enak kan ditegur di depan kalian [wartawan],” ujarnya kepada wartawan. 

    Untuk diketahui, Prabowo memang dijadwalkan memberikan sambutan di hadapan ratusan direksi BUMN 

    Namun, pada pukul 16.03 WIB setelah Kepala Badan BPI Danantara Rosan Roeslani membuka acara dan selesai menayangkan video 180 hari kerja pemerintah Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming, awak media diminta untuk keluar ruangan oleh pembawa acara.

    Sebelumnya, Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Yusuf Permana mengatakan acara ini merupakan bagian dari upaya mempererat sinergi antara Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) dengan BUMN dan Grup Usaha BUMN.

    “Acara ini merupakan bagian dari upaya untuk mempererat sinergi antara Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) dengan BUMN dan Grup Usaha BUMN, dalam rangka penguatan ekosistem Investasi Nasional,” pungkas Yusuf  

  • Pembahasan soal Danantara Mulai Tertutup, Wartawan Diminta Keluar saat Prabowo Sambutan

    Pembahasan soal Danantara Mulai Tertutup, Wartawan Diminta Keluar saat Prabowo Sambutan

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pembahasan mengenai isu Danantara tampaknya mulai tertutup untuk diliput awak media. Itu terbukti pada cara Town Hall Meeting Danantara, Senin (28/4).

    Saat Presiden Prabowo Subianto hendak memberikan sambutan dalam pertemuan tersebut, seluruh wartawan diminta keluar dari ruangan.

    Acara itu digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, Senin (28/4). Prabowo tiba sekitar pukul 15.09 WIB dengan mengenakan jas abu-abu tua.

    Kemudian Kepala Badan/Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani memberikan sambutan. Acara dilanjutkan dengan pemutaran video kinerja Kabinet Merah Putih selama 180 hari kerja.

    Saat Prabowo akan sambutan, pembawa acara meminta seluruh wartawan untuk meninggalkan ruangan.

    “Karena satu dan lain hal, teman-teman media diminta meninggalkan ruangan,” kata pembawa acara dilansir jpnn.

    Para wartawan kemudian bertanya-tanya dengan arahan tersebut. Pasalnya, awak media datang ke agenda tersebut setelah diundang Tim Biro Pers Media dan Informasi (BPMI) Sekretariat Presiden.

    Sementara itu, BPMI Sekretariat Presiden maupun panitia penyelenggara Townhall Meeting Danantara memastikan tak ada awak media yang masih berada di ruangan.

    Panitia penyelenggara meminta wartawan menuju ke ruangan lainnya yang bernama Merak I. Belum ada keterangan resmi dari BPMI Sekretariat Presiden maupun pihak lain terkait awak media diminta keluar ruangan. (fajar)

  • Presiden Prabowo terima kunjungan kehormatan delegasi Federasi Industri Korea

    Presiden Prabowo terima kunjungan kehormatan delegasi Federasi Industri Korea

    Senin, 28 April 2025 15:41 WIB

    Presiden Prabowo Subianto (ketiga kanan) didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kedua kanan), Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani (kanan) bertemu sejumlah delegasi pengusaha Korea Selatan di Ruang Rapat Besar Istana Merdeka, Jakarta, Senin (28/4/2025). Presiden menerima kunjungan kehormatan sejumlah delegasi pengusaha Korea Selatan yang tergabung dalam Federasi Industri Korea (FKI). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/YU

    Presiden Prabowo Subianto (keempat kanan) didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (ketiga kanan), Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani (kedua kanan) bertemu sejumlah delegasi pengusaha Korea Selatan di Ruang Rapat Besar Istana Merdeka, Jakarta, Senin (28/4/2025). Presiden menerima kunjungan kehormatan sejumlah delegasi pengusaha Korea Selatan yang tergabung dalam Federasi Industri Korea (FKI). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/YU

  • Prabowo Undang Pengusaha Korsel Usai Heboh LG Mundur dari Proyek Baterai

    Prabowo Undang Pengusaha Korsel Usai Heboh LG Mundur dari Proyek Baterai

    Jakarta

    Presiden Prabowo Subianto hari ini menerima rombongan pengusaha Korea Selatan yang tergabung dalam Federasi Industri Korea Selatan (The Federation of Korean Industries/FKI). Beberapa pengusaha dari perusahaan besar tampak hadir dalam pertemuan ini seperti dari Lotte Group

    Pertemuan dilakukan di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (28/4/2025). Beberapa perwakilan perusahaan yang hadir mulai dari Lotte Group, LG Group, Samsung, hingga Hyundai. Prabowo sempat menyapa para bos-bos perusahaan asal Korea yang rombongannya dipimpin langsung oleh Vice Chairman FKI Kim Chang-beom.

    Pertemuan ini sendiri dihelat untuk mempererat hubungan ekonomi. Selain itu pertemuan tersebut bakal memperluas serta meningkatkan peluang kerja sama investasi antara Indonesia dan Korea Selatan di berbagai sektor strategis.

    Di sisi lain, pertemuan yang ini juga dihelat usai gonjang-ganjing investasi LG di Indonesia. LG dikabarkan mundur dari proyek baterai kendaraan listrik senilai US$ 9,8 miliar atau sekitar Rp 164 triliun (kurs Rp 16.800/US$) di Indonesia.

    Konsorsium yang meliputi LG Energy Solution, LG Chem, LX International Corp dan mitra lainnya akan bekerja sama dengan pemerintah Indonesia dan BUMN dalam proyek baterai.

    Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani sebelumnya mengatakan LG bukan hengkang, melainkan didepak dari proyek baterai kendaraan listrik.

    Pemerintah meminta agar LG keluar dari proyek tersebut. Rosan menjelaskan hal itu dilakukan usai Kementerian ESDM yang dipimpin Bahlil Lahadalia memberikan surat resmi untuk LG soal permintaan keluar dari proyek ekosistem baterai listrik Rp 164 triliun. Surat itu, kata Rosan, dikirimkan Bahlil secara langsung ke LG pada tanggal 31 Januari 2025.

    Alasannya, pemerintah menilai LG terlalu lama dalam proses negosiasi proyek daripada merealisasikan investasinya tersebut. Bila dihitung sejak kesepakatan awal proyek ini yang sudah dilakukan sejak 2020, sudah lima tahun sendiri LG tak kunjung merealisasikan investasinya.

    “Selama ini dikatakan dari sana memutus, sebetulnya lebih tepatnya dari kami yang memutus. Itu berdasarkan surat resmi tertanggal 31 Januari 2025, diterbitkan oleh Kementerian ESDM. Kenapa? Karena memang negosiasi ini berjalan terlalu lama, kita ingin semua berjalan dengan baik dan cepat,” beber Rosan di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (23/4).

    “Karena negosiasi sudah berlangsung 5 tahun, nggak mungkin kan proyek itu berjalan lama gitu kan, maka dikeluarkan sama pak bahlil dikirimkan Pak Bahlil ke LG Chem dan LG Energy Solution,” katanya melanjutkan.

    Sementara itu, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto juga sempat disinggung soal pertemuan ini apakah akan membahas soal mundurnya LG. Namun, membahas semua potensi investasi dari berbagai perusahaan yang lain.

    “Pertemuan sama Korea. Kita tidak bicara hanya LG di sini, kita bicara Lotte, Hyundai, dan yang lain,” kata Airlangga ketika tiba di Istana Kepresidenan untuk mendampingi Prabowo.

    (acd/acd)

  • Beda Pandangan Pemerintah RI Vs LG Energy Solutions Soal Proyek Baterai Kendaraan Listrik – Halaman all

    Beda Pandangan Pemerintah RI Vs LG Energy Solutions Soal Proyek Baterai Kendaraan Listrik – Halaman all

     

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pemerintah Indonesia dan LG Energy Solution berbeda pandangan tentang kelanjutan konsorsium proyek pembangunan rantai pasok baterai kendaraan listrik (EV) terintegrasi di Indonesia.

    Semula, proyek bernilai 11 triliun won atau sekitar 7,7 miliar dolar AS tersebut digarap oleh LG Energy Solution bersama LG Chem, LX International Corp., serta sejumlah mitra lainnya.

    Dalam proyek ini, konsorsium Korea Selatan menggandeng pemerintah Indonesia dan BUMN untuk membangun ekosistem industri baterai kendaraan listrik dari hulu ke hilir mulai dari pengadaan bahan baku, produksi prekursor katoda, hingga pembuatan sel baterai.

    Namun, proyek ambisius tersebut berantakan menyusul mundurnya LG Energy Solution dari konsorsium tersebut.

    Seperti dilaporkan kantor berita Yonhap News Agency, Jumat (18/4/2025) lalu, LG Energy Solution memutuskan tidak melanjutkan keterlibatannya di proyek ini karena terjadi perubahan lanskap industri kendaraan listrik secara global.

    Fenomena “EV chasm”, yakni perlambatan permintaan kendaraan listrik di pasar dunia, menjadi alasan utama LG memutuskan mundur.

    “Melihat kondisi pasar dan lingkungan investasi saat ini, kami memutuskan untuk keluar dari proyek tersebut,” ujar seorang eksekutif LG Energy Solution kepada Yonhap.

    Pemerintah Indonesia belakangan menyampaikan informasi yang bertentangan.

    Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani membantah konsorsium LG Energy Solution membatalkan proyek ini.

    Menurut dia, LG telah menyelesaikan rangkaian investasi yang mereka lakukan di Indonesia.

    Rangkaian investasi tersebut meliputi ekosistem pertambangan, pengolahan nickel matte, nikel sulfur, prekursor, katoda, anoda, battery cells, cells pack, hingga recycle battery. Nilainya mencapai 9,8 miliar dolar AS

    “Jadi memang berita yang kemarin mereka mundur, itu bukan mundur oh semuanya, enggak. Mereka (LG) sudah melakukan dan sudah selesai di GV nomor 4, senilai 1,1 miliar dolar,” kata Rosan dalam Konferensi Pers mengutip YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (23/4/2025).

    Rosan bilang, untuk bernegosiasi di proyek besar seperti dilakukan LG ini membutuhkan waktu yang lama. 

    Namun akhirnya proyek investasi ini digantikan partner lain meskipun komitmennya tetap sama.

    “Kami juga ingin berinvestasi ini berjalan, jadi oleh sebab itu memang diputuskan untuk proyek ini tetap berjalan, tetapi memang digantikan oleh partner lain,” ucap Rosan.

    “Dengan partner lain ini juga sudah berjalan, diskusinya, jadi kami dan pihak dari LG tetap komitmen berinvestasi di bidang-bidang lainnya, dan ini pun masih juga terbuka untuk berinvestasi di bidang yang sama,” sambungnya. 

    Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, posisi LG Energy Solution akan digantikan perusahaan China, Huayou.

    Perusahaan yang berkantor pusat di Tongxiang Zhejiang ini bergerak di kegiatan penelitian, pengembangan dan manufaktur material baterai lithium-ion energi, serta material kobalt dan digunakan untuk industri elektronik dan kendaraan listrik.