Tag: Ronaldo

  • Akankah Dembele dan Yamal Masih Favorit?

    Akankah Dembele dan Yamal Masih Favorit?

    JAKARTA – Penghargaan Ballon d’Or (Bola Emas), yang diselenggarakan bersama oleh Majalah France Football dan UEFA, merupakan salah satu penghargaan individu paling bergengsi di dunia sepak bola.

    Dimulai pada 1956, penghargaan ini diputuskan oleh para jurnalis untuk memilih pemain terbaik Eropa tahun sebelumnya.

    Pada 1995, penghargaan diperluas mencakup semua pemain yang bermain di Eropa. Akhirnya pada 2007 diperluas lagi untuk semua pemain di seluruh dunia.

    Selama enam tahun antara 2010-2015, penghargaan ini diberikan bersama FIFA, sebelum kemitraan tersebut berakhir. FIFA kemudian kembali ke penghargaan tahunan mereka yang terpisah.

    Versi Ballon d’Or saat ini memberikan penghargaan untuk pencapaian selama satu musim sepak bola dan bukan satu tahun kalender, dengan pemungutan suara dilakukan oleh juri jurnalis internasional (satu per negara).

    Lionel Messi telah memenangi Ballon d’Or terbanyak dengan delapan trofi, diikuti oleh Cristiano Ronaldo (lima).

    Edisi 2025 akan menjadi edisi ke-69 penghargaan ini dan akan memberikan pengakuan atas pencapaian para pemain dari 1 Agustus 2024 hingga 13 Juli 2025 (yang merupakan final Piala Dunia Antarklub 2025) untuk kategori putra serta 1 Agustus 2024 hingga 2 Agustus 2025 (yang merupakan final Copa America Femenina 2025) untuk kategori putri.

    Malam penghargaan akan dihelat di Theatre du Chatelet, Paris, Perancis, pada Senin, 22 September 2025, pukul 20.00 waktu setempat atau 02.00 WIB.

    Ballon d’Or 2025 Pria

    Ousmane Dembele (PSG dan Perancis)

    Gianluigi Donnarumma (PSG dan Italia)

    Jude Bellingham (Real Madrid dan Inggris)

    Desire Doue (PSG dan Prancis)

    Denzel Dumfries (Inter Milan dan Belanda)

    Serhou Guirassy (Borussia Dortmund dan Guinea)

    Erling Haaland (Manchester City dan Norwegia)

    Viktor Gyokeres (Arsenal dan Swedia)

    Achraf Hakimi (PSG dan Maroko)

    Harry Kane (Bayern Minchen dan Inggris)

    Khvicha Kvaratskhelia (Napoli, PSG, dan Georgia)

    Robert Lewandowski (Barcelona dan Polandia)

    Alexis Mac Allister (Liverpool dan Argentina)

    Lautaro Martinez (Inter Milan dan Argentina)

    Scott McTominay (Napoli dan Skotlandia)

    Kylian Mbappe (Real Madrid dan Perancis)

    Nuno Mendes (PSG dan Portugal)

    Joao Neves (PSG dan Portugal)

    Pedri (Barcelona dan Spanyol)

    Cole Palmer (Chelsea dan Inggris)

    Michael Olise (Bayern München dan Prancis)

    Raphinha (Barcelona dan Brasil)

    Declan Rice (Arsenal dan Inggris)

    Fabian Ruiz (PSG dan Spanyol)

    Lamine Yamal (Barcelona dan Spanyol)

    Florian Wirtz (Liverpool dan Jerman)

    Vitinha (PSG dan Portugal)

    Vinicius Junior (Real Madrid dan Brasil)

    Virgil van Dijk (Liverpool dan Belanda)

    Mohamed Salah (Liverpool dan Mesir)

    Ballon d’Or Wanita 2025

    Lucy Bronze (Chelsea dan Inggris)

    Barbra Banda (Orlando Pride dan Zambia)

    Aitana Bonmati (Barcelona dan Spanyol)

    Sandy Baltimore (Chelsea dan Perancis)

    Mariona Caldentey (Arsenal dan Spanyol)

    Klara Buhl (Bayern Munchen dan Jerman)

    Sofia Cantore (Washington Spirit dan Italia)

    Steph Catley (Arsenal dan Australia)

    Melchie Daelle Dumornay (OL Lyonnes dan Haiti)

    Temwa Chawinga (Kansas City Current dan Malawi)

    Emily Fox (Arsenal dan Amerika Serikat)

    Cristiana Girelli (Juventus dan Italia)

    Esther Gonzalez (Gotham FC dan Spanyol)

    Caroline Graham Hansen (FC Barcelona dan Norwegia)

    Patri Guijarro (FC Barcelona dan Spanyol)

    Amanda Gutierres (Palmeiras dan Brasil)

    Hannah Hampton (Chelsea dan Inggris)

    Pernille Harder (Bayern Munchen dan Denmark)

    Lindsey Heaps (OL Lyon dan Amerika Serikat)

    Chloe Kelly (Manchester City, Arsenal, dan Inggris)

    Marta (Orlando Pride dan Brasil)

    Frida Leonhardsen Maanum (Arsenal dan Norwegia)

    Ewa Pajor (FC Barcelona dan Polandia)

    Clara Mateo (Paris FC dan Perancis)

    Alessia Russo (Arsenal dan Inggris)

    Claudia Pina (FC Barcelona dan Spanyol)

    Alexia Putellas (FC Barcelona dan Spanyol)

    Johanna Rytting Kaneryd (Chelsea dan Swedia)

    Caroline Weir (Real Madrid dan Skotlandia)

    Leah Williamson (Arsenal dan Inggris)

    Penghargaan Lain

    Kopa Tropihes Pria dan Wanita

    Dinamai berdasarkan pemain sepak bola Perancis, Raymond Kopa, diberikan kepada pemain muda terbaik (U-21).

    Putra

    Pau Cubarsi (Barcelona dan Spanyol)

    Ayyoub Bouaddi (Lille dan Perancis)

    Desire Doue (PSG dan Perancis)

    Estevao (Palmeiras, Chelsea, dan Brasil)

    Dean Huijsen (Bournemouth, Real Madrid, dan Spanyol)

    Myles Lewis-Skelly (Arsenal dan Inggris)

    Rodrigo Mora (Porto dan Portugal)

    Joao Neves (PSG dan Portugal)

    Lamine Yamal (Barcelona dan Spanyol)

    Kenan Yildiz (Juventus dan Turki)

    Putri

    Michelle Agyemang (Brighton & Hove Albion dan Inggris)

    Linda Caicedo (Real Madrid dan Kolombia)

    Wieke Kaptein (Chelsea dan Belanda)

    Claudia Martinez (Club Olimpia dan Paraguay)

    Vicky Lopez (Barcelona dan Spanyol)

    Yashin Trophies Pria dan Wanita

    Dinamai berdasarkan kiper Uni Soviet, Lev Yashin, diberikan kepada kiper terbaik.

    Pria

    Alisson Becker (Liverpool dan Brasil)

    Yassine Bounou (Al Hilal dan Maroko)

    Lucas Chevalier (Lille, PSG dan Perancis)

    Thibaut Courtois (Real Madrid dan Spanyol)

    Gianluigi Donnarumma (PSG, Manchester City, dan Italia)

    Emiliano Martinez (Aston Villa dan Argentina)

    Jan Oblak (Atletico Madrid dan Slovenia)

    David Raya (Arsenal dan Spanyol)

    Matz Sels (Nottingham Forest dan Belgia)

    Yann Sommer (Inter Milan dan Swiss)

    Putri

    Ann-Katrin Berger (Gotham FC dan Jerman)

    Cata Coll (Barcelona dan Spanyol)

    Hannah Hampton (Chelsea dan Inggris)

    Chiamaka Nnadozie (Paris FC, Brighton, dan Nigeria)

    Daphne van Domselaar (Arsenal dan Belanda)

    Dinamai berdasarkan nama penyerang Jerman, Gerd Muller, diberikan kepada pencetak gol terbanyak dari musim sebelumnya.

    Dinamai berdasarkan nama pesepakbola Brasil, Dr. Socrates, diberikan atas karya kemanusiaan terbaik yang dilakukan oleh seorang pesepak bola. Penghargaan ini dipersembahkan atas kerja sama dengan ‘Peace and Sport’.

    Klub Pria dan Wanita Terbaik Tahun Ini

    Pria

    Barcelona

    Botafogo

    Chelsea

    Liverpool

    Paris Saint-Germain

    Wanita

    Arsenal

    Barcelona

    Chelsea

    OL Lyonnes

    Orlando Pride

    Pelatih Pria dan Wanita Terbaik Tahun Ini

    Pria

    Antonio Conte

    Luis Enrique

    Hansi Flick

    Enzo Maresca

    Arne Slot

    Wanita

    Sonia Bompastor

    Arthur Elias

    Justine Madugu

    Renee Slegers

    Sarina Wiegman

  • 9
                    
                        Momen Lucu Bocah PAUD Saat Ditanya Pramono: Keukeuh Pilih Persib daripada Persija
                        Megapolitan

    9 Momen Lucu Bocah PAUD Saat Ditanya Pramono: Keukeuh Pilih Persib daripada Persija Megapolitan

    Momen Lucu Bocah PAUD Saat Ditanya Pramono: Keukeuh Pilih Persib daripada Persija
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Momen lucu penuh canda dan tawa mewarnai interaksi Gubernur Jakarta Pramono Anung dengan sejumlah murid pendidikan anak usia dini (PAUD) dalam acara peresmian Happy Hope Preschool di Jalan Ampera Raya, Cilandak Timur, Pasar Minggu, Sabtu (13/9/2025).
    Setelah memberikan sambutan dan berbincang santai, Pramono menyempatkan diri bertanya soal cita-cita para murid PAUD.
    Berdasarkan pantauan
    Kompas.com
    , Pramono tampak mengenakan kemeja cokelat lengan pendek dipadu celana panjang hitam. Ia duduk di atas kursi putih, sementara sejumlah murid PAUD lesehan di atas rumput sintetis.
    Orangtua mereka pun mengelilingi orang nomor satu di Jakarta itu sambil mengabadikan momen menggunakan gawai masing-masing.
    Pada sesi tanya jawab mengenai cita-cita, sejumlah murid PAUD mengaku ada yang ingin menjadi pemadam kebakaran, dokter, bahkan bajak laut.
    “Ada enggak yang pengin menjadi pemain bola?” tanya Pramono kepada para murid PAUD.
    Seorang murid PAUD bernama Sahin yang mengenakan kemeja putih lengan panjang dan celana krem langsung mengacungkan tangan. Ia duduk tepat di depan Pramono.
    Dengan sigap, Pramono mengajak Sahin berdiri lalu menanyakan alasan dia bercita-cita menjadi pesepak bola. Dengan polos, murid PAUD tersebut menjawab bahwa bermain sepak bola itu mengasyikkan.
    Politisi Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia (PDI-P) itu kembali bertanya apakah bocah itu ingin menjadi mega bintang sepak bola layaknya Cristiano Ronaldo atau Lionel Messi.
    “(Pengin kayak) Ronaldo,” ucap Sahin.
    Percakapan keduanya pun berlanjut. Pramono menanyakan apakah Sahin pernah menonton pertandingan Persija Jakarta atau tidak.
    “Pernah,” kata Sahin.
    “Jadi, kamu Jakmania (sebutan suporter Persija) juga enggak?” tanya Pramono.
    Sambil menggelengkan kepala, bocah itu mengaku merupakan seorang penggemar klub sepak bola Persib Bandung.
    “Oh penggemar Persib. Tepuk tangan buat Sahin,” jawab Pramono sambil tertawa.
    Orangtua murid yang menyaksikan percakapan itu juga turut tertawa dengan jawaban sang bocah.
    Pramono kemudian menggoda Sahin dengan menyebut Persib baru saja menjuarai Liga Indonesia.
    “Eh kemarin Persib juara lho. Tapi tahun ini yang juara Persija,” ujar Pramono kepada Sahin.
    “Masa iya?” jawab sang bocah dengan polos.
    Eks Menteri Sekretaris Kabinet (Seskab) era Presiden ke-7 Indonesia Joko Widodo itu pun kembali bertanya apakah Sahin tetap mendukung Persib dibandingkan Persija Jakarta.
    “Persib,” kata Sahin.
    “Kan kamu tinggalnya di Jakarta?” ucap Pramono.
    “Cisauk,” jawab bocah itu.
    “Jadi, karena tinggal di Cisauk, penginnya Persib?” tanya Pramono yang dijawab Sahin dengan menganggukkan kepala.
    “Gini saja, kamu penginnya Persib tapi Persija yang juara gitu ya?” kata Pramono.
    Sementara, Sahin terlihat menggelengkan kepala.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Bruno Fernandes Sempat Tolak Ajakan Ronaldo, tapi Pindah ke Arab Saudi Bisa Tetap Terwujud

    Bruno Fernandes Sempat Tolak Ajakan Ronaldo, tapi Pindah ke Arab Saudi Bisa Tetap Terwujud

    JAKARTA – Kapten Manchester United, Bruno Fernandes, sudah menolak tiga klub Arab Saudi yang ada di bawah naungan PIF (Public Investment Fund).

    Salah satu tawaran yang ia tolak berasal dari Cristiano Ronaldo, yang mengajaknya secara langsung pindah ke Al Nassr.

    Cristiano Ronaldo melakukan pendekatan informal pada akhir Juli 2025. Hanya saja, Fernandes kembali menegaskan keinginannya untuk bertahan di Eropa setidaknya selama 12 bulan lagi.

    Melansir talkSPORT, Fernandes juga sangat diminati oleh Al Hilal sebelum Piala Dunia Antarklub 2025. Agennya, Miguel Pinho, bahkan sudah terbang ke Arab Saudi untuk bertemu selama seminggu.

    Al Hilal sejak mengutarakan ketertarikan itu tidak pernah mendekati Manchester United secara resmi, tetapi siap membayar lebih dari 80 juta pound (sekitar Rp1,7 triliun) jika diberi lampu hijau oleh Bruno Fernandes.

    Pemain berusia 30 tahun itu tergoda oleh kesempatan tersebut. Namun, setelah berbicara dengan keluarganya, ia memutuskan untuk bertahan setidaknya satu musim lagi bersama Manchester United.

    “Presiden (Al Hilal) menelepon saya dan bertanya apakah saya ingin pergi ke sana. Mereka sudah menunggu saya.”

    “Saya sudah bicara dengan pelatih (Ruben) Amorim. Beliau meminta saya untuk tidak pergi. Manchester United tidak ingin menjual saya. Mereka tidak butuh uang.”

    “Jika saya ingin pergi, mereka pasti sudah mewujudkannya,” ujar Fernandes.

    Tak gentar dengan penolakan Fernandes terhadap Al Hilal dan Al Nassr, Al Ittihad ternyata juga menghubungi gelandang asal Portugal itu sekitar dua minggu sebelum bursa transfer di Liga Inggris ditutup pada 1 September 2025.

    Ittihad tahu mereka tidak bisa maju tanpa pemain yang keluar karena kuota pemain asing mereka sudah penuh. Hal itu masih berlaku menjelang batas waktu transfer Arab Saudi pada 10 September 2025.

    Itulah sebabnya klub memprioritaskan perekrutan Roger Fernandes dari Braga karena pemain sayap Portugal berusia 19 tahun itu masuk dalam kuota U-21 mereka yang masih memiliki ruang untuk merekrut pemain.

    Sepanjang musim panas, beredar kabar bahwa Fabinho atau bahkan N’Golo Kante bisa meninggalkan Al Ittihad yang tentu saja membuka ruang untuk mendekati Fernandes. Namun, kedua pemain tersebut ternyata tetap bertahan di klub.

    Manchester United pun telah membantah bahwa Bruno Fernandes memiliki klausul pelepasan sebesar 60 juta pound.

    Fernandes memutuskan lebih baik bertahan di Manchester United hingga Piala Dunia 2026, terutama mengingat bisa menjadi penampilan terakhirnya di turnamen tersebut.

    Namun, ia tetap terbuka untuk ke Arab Saudi dengan para negosiator masih berniat mengontraknya pada musim panas 2026.

    Manchester United mungkin tergoda untuk menjual pemainnya musim panas mendatang. Soalnya, mereka juga tergoda untuk menawar gelandang Brighton, Carlos Baleba, dalam 12 bulan mendatang, sebuah kesepakatan yang kemungkinan menelan biaya lebih dari 100 juta pound.

    Sementara itu, tim-tim Arab Saudi sebagian besar menganggap 1 September sebagai batas waktu de facto mereka untuk merekrut bintang-bintang Eropa.

    Soalnya, mereka tahu bahwa klub-klub Eropa tersebut kemungkinan besar tidak akan menjual bintang-bintang mereka tanpa pengganti.

    Akibatnya, meskipun masih ada waktu sebelum bursa transfer Arab Saudi ditutup, Fernandes diperkirakan tidak akan meninggalkan Manchester United.

    Sekalipun tawaran mengejutkan datang, Fernandes belum berubah pikiran untuk meninggalkan Old Trafford musim panas ini.

    Artinya, Fernandes punya kans besar pergi dari Manchester United menuju Arab Saudi pada akhir musim depan. Dia pun sudah mengamini hal tersebut.

    “Ada peluang (meninggalkan Manchester United musim panas mendatang),” kata Fernandes.

  • Hancurkan Armenia 5-0, Ronaldo dan Felix Cetak Brace di Laga Emosional Portugal 

    Hancurkan Armenia 5-0, Ronaldo dan Felix Cetak Brace di Laga Emosional Portugal 

    JAKARTA – Duo bintang Al Nassr, kapten Cristiano Ronaldo dan Joao Felix, mencetak brace di laga emosional Portugal saat menghancurkan tuan rumah Armenia 5-0 di kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Vazgen Sargsyan Republican, Sabtu, 6 September 2025 malam WIB. 

    Laga pertama di Grup F menjadi sangat emosional karena diawali dengan penghormatan kepada Diogo Jota, striker Portugal, yang meninggal dalam kecelakaan mobil bersama saudaranya, Andre Silva. Kedua tim mengheningkan cipta selama satu menit sebelum memulai laga. 

    Portugal sendiri tak menemui hambatan berarti saat melakoni laga tandang tersebut. Tim asuhan Roberto Martinez sepenuhnya mendominasi pertandingan. Mereka juga hanya butuh 10 menit pertama untuk membobol gawang Armenia. 

    Felix Awali Pesta Gol

    Felix yang belum lama ini menyusul seniornya, Ronaldo, untuk bergabung di klub elite Arab Saudi Al Nassr, membuka pesta gol Portugal setelah menyelesaikan umpan silang Joao Cancelo. 

    Unggul 1-0 menjadikan Portugal kian agresif menekan lawan. Upaya mereka tak sia-sia. Kali ini, Ronaldo yang menambah gol lewat tendangan dari jarak dekat di menit 21. Menariknya, gol ke-139 Ronaldo di pertandingan internasional tercipta sesuai nomor punggung Jota.

    Di laga itu, nomor milik Jota kemudian dikenakan sahabatnya, Ruben Neves. Hanya, Neves yang pernah bermain bersama Jota di Wolverhampton Wanderers tak diturunkan Martinez. Dia duduk di bench sepanjang pertandingan karena sulit menggantikan Vitinha yang menghidupkan lini tengah tim. 

    Portugal pun kian tak terbendung. Serangan mereka memaksa tim lawan lebih banyak bertahan. Namun usaha Armenia menjaga agar gawang tidak kebobolan lagi tetap gagal. 

    Cancelo berhasil memantapkan keunggulan Portugal menjadi 3-0 di menit 32. Dirinya menyelesaikan assist dari Felix dan kemudian merayakan gol dengan meniru gaya Jota yang duduk sambil memainkan stik seolah bermain game.

    “Laga yang sangat emosional. Perayaan gol Cancelo merupakan momen indah bagi kami,” ucap Joao Neves. Skor tiga gol untuk Portugal bertahan hingga babak pertama usai. 

    Memasuki babak kedua, Portugal tetap bermain menyerang dan menunjukkan dominasinya. Mereka tak butuh waktu lama untuk menambah gol. 

    Hanya satu menit setelah laga dimulai, Ronaldo melepaskan tendangan voli spektakuler yang tak bisa dicegah kiper Henri Avagyan. Dirinya hanya mematung saat tendangan roket eks bintang Manchester United ini menghunjam gawangnya untuk mencetak brace.

    Ronaldo pun memperpanjang torehan gol menjadi 140 yang kian mengukuhkannya sebagai top skor sepanjang masa Portugal. 

    Setelah unggul 4-0, Portugal menurunkan tempo permainan. Meski demikian, juara UEFA Nations League ini tetap mendominasi. Hanya serangan mereka tak bisa menambah gol sampai akhirnya Felix mencetak gol keduanya di menit 62. 

    Skor berubah 5-0 untuk keunggulan Portugal dan bertahan hingga laga usai. Kemenangan itu membawa Portugal menduduki puncak klasemen. 

    “Penampilan yang nyaris sempurna,” kata gelandang Vitinha menanggapi penampilan tim.

  • Siapakah GOAT MotoGP Sesungguhnya? Rossi atau Marquez?

    Siapakah GOAT MotoGP Sesungguhnya? Rossi atau Marquez?

    Jakarta

    Greatest of all time (GOAT) atau yang terhebat sepanjang masa selalu menjadi bahan perdebatan di berbagai cabang olahraga. Kalau di sepakbola ada nama Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo yang diperdebatkan. Maka di olahraga otomotif MotoGP, ada nama Valentino Rossi dan Marc Marquez yang selalu dibanding-bandingkan. Jadi siapakah rider yang pantas menyandang gelar GOAT di MotoGP?

    Pebalap Pertamina VR46, Franco Morbidelli, ikut menanggapi perdebatan ini. Menurut dia, faktor yang membedakan Rossi dengan Marquez adalah, dampak besar yang Rossi berikan terhadap perkembangan MotoGP di dunia.

    Rossi punya catatan karier yang impresif. Ia mengoleksi sembilan gelar juara dunia, tujuh di antaranya di kelas utama, dengan total 115 kemenangan Grand Prix. Lebih dari sekadar angka, Rossi juga berperan besar dalam mengangkat popularitas MotoGP ke level global. Tak heran, banyak yang menempatkannya sebagai ikon sekaligus kandidat terkuat GOAT.

    Tapi Marquez juga tak bisa dipandang sebelah mata. Pada musim 2025 ini, Marquez berpeluang menyamai rekor sembilan gelar Rossi. Saat ini, pebalap asal Spanyol itu telah mengantongi delapan gelar dunia dan 72 kemenangan di kelas utama, hanya terpaut dari rekor Rossi yang mencatat 89 kemenangan. Bagi sebagian penggemar, pencapaian tersebut sudah cukup untuk menobatkannya sebagai GOAT.

    Sebagai anak didik Rossi, Morbidelli tentunya memiliki pandangan yang subjektif dan dipastikan dia akan memilih mentornya sebagai satu-satunya pebalap yang layak diberi gelar GOAT MotoGP. Tapi di sisi lain, dia tetap menganggap Marquez sebagai salah satu yang terhebat dalam sejarah MotoGP.

    Rossi diduga tendang Marquez di MotoGP Malaysia 2015. Foto: Motogp.com

    “Saya akan berusaha sebaik mungkin untuk menjawab Anda, dan saya akan mengesampingkan persahabatan saya dengan Valentino untuk melakukannya,” katanya tentang perdebatan ini dalam wawancara dengan AS baru-baru ini.

    “Saat ini, Marc memiliki delapan gelar, dan ketika dia memenangkan kejuaraan dunia ini, dia akan punya sembilan gelar, seperti Vale. Angka-angkanya sama, dan saya pikir Valentino dan Marc dapat dianggap sebagai tiga atau lima yang terhebat dalam sejarah,” tambahnya.

    Meski demikian, Morbidelli menyebut ada satu momen yang membuatnya ragu pada karier Marquez, yakni kontroversi tahun 2015. Saat itu Valentino Rossi menuduh Marquez berkonspirasi untuk menggagalkan peluangnya meraih gelar juara dunia, isu yang masih sering dibicarakan hingga kini.

    Ketika diminta memilih lebih tegas, Morbidelli menegaskan Rossi tetap berada di atas Marquez. “Karena cara dia (Rossi) dalam melakukan perlakukan pendekatan terhadap olahraga ini dan sentuhan yang dia bawa, yang membawanya ke dimensi lain. Marc brutal dan fantastis, tapi dia belum mencapai (level) ini,” tukas Morbidelli.

    (lua/dry)

  • Dominasi PSG dan Kejutan Vinicius Junior

    Dominasi PSG dan Kejutan Vinicius Junior

    JAKARTA – Tidak kurang sembilan pemain Paris Saint-Germain menjadi kandidat yang bakal memenangi Ballon d’Or. PSG menunjukkan dominasi pada penghargaan individu setelah meraih treble. Namun masuknya pemain sayap Real Madrid Vinicius Junior juga menjadi kejutan di gelaran tersebut.

    PSG mengukuhkan sebagai klub terbaik setelah memenangi Liga Champions untuk kali pertama. Dan, PSG juga untuk kali pertama kali meraih treble. Hanya sedikit klub yang mampu meraih tiga trofi utama dalam satu musim.

    Sukses itu menjadikan PSG langsung menguasai nomine peraih Ballon d’Or. Dan ini untuk kali pertama sebuah klub begitu mendominasi penghargaan tersebut.

    Dari skuad asuhan Luis Enrique ini, ada kiper Gianluigi Donnarumma, Achraf Hakimi, Nuno Mendes, Joao Neves, Desire Doue, Khvicha Kvaratskhelia, Vitinha, Fabian Ruiz hingga Ousmane Demble yang menjadi favorit juara.

    Sementara, gelandang Manchester City Rodri yang meraih penghargaan tahun lalu tidak masuk nomine karena absen sepanjang musim kompetisi akibat cedera ACL.

    Begitu pula nama duo superstar, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, yang menjadi langganan memenangi Ballon d’Or selama dua dekade terakhir sudah tidak ada dalam daftar.

    Era Messi dan Ronaldo yang pernah bergantian meraih penghargaan itu memang sudah berakhir. Messi yang kini bermain di klub MLS Inter Miami masih memegang rekor delapan kali memenangi Ballon d’Or. Kapten tim nasional Argentina yang sudah berusia 38 ini terakhir kali menjadi pemenang pada 2023.

    Sedangkan Ronaldo tercatat lima kali memenangi penghargaan yang digelar majalah terkemuka Perancis France Football tersebut. Kapten timnas Portugal berusia 40 ini terakhir kali menjadi yang terbaik pada 2017.

    Bila Rodri harus tersingkir, sebaliknya Vinicius Jr yang musim lalu menjadi runner up masih masuk kandidat. Lolosnya Vinicius Jr menjadi pertanyaan karena dirinya gagal membawa Madrid memenangi satu pun trofi.

    Berbeda dengan tahun lalu Vinicius Jr bersaing ketat dengan Rodri. Bahkan dia dinilai lebih pantas yang terpilih karena keberhasilan Madrid menjadi juara La Liga Spanyol dan Liga Champions.

    Namun Rodri yang terpilih setelah membawa Manchester City juara Premier League Inggris dan kemudian mengantarkan Spanyol memenangi Piala Eropa. Sementara, Vinicius Jr gagal di Copa America.

    Vinicius Jr Diragukan

    Masuknya Vinicius Jr tahun ini yang memang diragukan. Menurut Planet Football masih ada pemain lain yang lebih layak masuk nominasi ketimbang Vinicius Jr. Sebut saja pemain depan PSG Bradley Barcola yang secara mengejutkan tidak masuk kandidat.

    Bahkan kapten PSG Marquinhos yang sangat layak meraih Ballon d’Or juga tidak masuk nominasi. Atau mungkin pemain PSG sudah terlalu banyak yang masuk nominee sehingga mereka tidak ada dalam daftar. Demikian analisis Planet Football.

    Terlepas dari kontroversi Vinicius Jr, gelandang Napoli Scott McTominay bakal menjadi kuda hitam. Pasalnya, dia termasuk salah satu pemain yang bakal menyaingi para kandidat.

    Eks pemain Manchester United ini sukses mengantarkan Napoli meraih Scudetto. Dirinya tidak sekadar ada di Napoli. McTominay yang juga kapten timnas Skotlandia ini memang memberi kontribusi penting bagi keberhasilan Napoli kembali memenangi titel Serie A Italia.

    Bahkan McTominay menjadi idola anyar fans Napoli. Ini membuka peluang menjadi pemain kedua dari Skotlandia setelah sang legenda Denis Law yang memenanginya pada 1964.

    Kandidat lain yang bisa menjadi pesaing tak lain duo Barcelona, Robert Lewandowski dan Lamine Yamal.

    Bahkan pencapaian Yamal cukup sensasional karena di usia muda sudah ikut membawa Barca meraih titel La Liga Spanyol, Copa del Rey dan Supercopa de Espana.

  • ASABRI Hadir Menguatkan Harapan di Ujung Timur Indonesia

    ASABRI Hadir Menguatkan Harapan di Ujung Timur Indonesia

    Liputan6.com, Jakarta – PT ASABRI (Persero) terus menunjukkan komitmennya sebagai garda terdepan dalam menjaga dan melindungi kesejahteraan peserta dan keluarganya, bahkan hingga ke pelosok negeri. Tidak hanya hadir dalam layanan administratif, ASABRI hadir secara langsung di momen-momen paling krusial dan penuh duka, termasuk saat peserta gugur dalam tugas.

    Penyerahan manfaat Santunan Risiko Kematian Khusus (SRKK) secara langsung merupakan bentuk wujud nyata dari komitmen ASABRI untuk setia mendampingi peserta dan keluarganya, dalam suka maupun duka.

    Kehadiran ASABRI di wilayah ujung timur Indonesia, menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan layanan dan memastikan bahwa setiap Peserta, terutama yang bertugas di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) tetap mendapatkan haknya secara penuh, cepat, dan tepat.

    Ini adalah bentuk penghormatan ASABRI terhadap pengabdian luar biasa para prajurit TNI, anggota Polri, dan ASN di lingkungan Kemhan/Polri yang bertugas demi bangsa dan negara.

    Sekretaris Perusahaan ASABRI, Okki Jatnika, menegaskan kembali bahwa seluruh Peserta, di manapun bertugas, selalu dalam jangkauan ASABRI. 

    “ASABRI akan selalu menjadi sahabat perjuangan Anda sepanjang masa. Kami hadir bukan hanya saat peserta aktif bertugas, tetapi juga saat mereka gugur demi bangsa. Kehadiran kami adalah bentuk nyata dari cinta, bakti, dan komitmen yang tidak akan luntur oleh jarak maupun waktu,” jelas Okki.

    Empat Prajurit Gugur Saat Bertugas, ASABRI Sampaikan Duka dan Jamin Hak Keluarga

    Dalam momen penyerahan SRKK kali ini, ASABRI juga memberikan dukungan emosional kepada keluarga peserta yang ditinggalkan. Kehadiran langsung tim ASABRI melalui Kantor Cabang ASABRI Jayapura menjadi penguat semangat dan harapan, bahwa perjuangan tidak pernah sia-sia, dan negara hadir melalui ASABRI untuk memberikan perlindungan hingga akhir hayat.

    Seremoni penyerahan SRKK dilakukan langsung kepada ahli waris sebagai bentuk penghormatan dan kepedulian atas jasa-jasa almarhum yang telah mengabdikan diri bagi bangsa dan negara. Proses ini dilakukan dengan penuh empati, menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan solidaritas.

    Selama bulan Juli 2025, ASABRI melalui Kantor Cabang Jayapura telah menyerahkan manfaat kepada empat peserta yang gugur dalam tugas dengan total nilai manfaat lebih dari Rp1,9 Miliar. Peserta ASABRI yang gugur yaitu:

    · Aiptu Hidayat Suratno Harto – Polres Lanny Jaya

    · Brigadir Ronaldo Mateus Enok – Polres Puncak Jaya

    · Brigadir Tri Yudha Argadianto – Polres Puncak Jaya

    · Serka Seger Mulyana – Kodim 1705/Yahukimo

     

    ASABRI Pastikan Hak dan Santunan Ahli Waris Dipenuhi Sesuai Ketentuan

    Kepergian para penjaga bangsa ini meninggalkan rasa duka yang mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi seluruh Insan ASABRI yang turut merasakan kehilangan. Oleh karena itu, ASABRI hadir sebagai penguat dan peneguh bahwa pengabdian para peserta akan selalu dikenang dan dihargai dengan sepenuh hati.

    Meski penuh tantangan geografis dan keterbatasan infrastruktur, ASABRI terus memberikan pelayanan terbaik melalui sinergi seluruh elemen yang mendukung kesejahteraan peserta. Dengan semangat “Sahabat Perjuangan Anda Sepanjang Masa”, ASABRI akan terus memperkuat kehadirannya sebagai pelindung dan sahabat setia bagi setiap peserta dan keluarganya. Karena bagi ASABRI, setiap pengabdian layak dikenang, dihargai, dan dijaga dengan sepenuh hati.

     

  • Kenapa Banyak Pro Player Esports Pensiun Muda? Ini Alasannya

    Kenapa Banyak Pro Player Esports Pensiun Muda? Ini Alasannya

    Jakarta

    Tahukah kalian, ternyata usia pensiun pemain esports profesional sangat muda lho. Rata-rata dari mereka memutuskan tidak berkarir sebagai pro player pada usia 20 tahunan.

    Uniknya, hal ini memang sudah lazim dalam esports. Ambil contoh, kebanyakan pro player di Call of Duty League pensiun di usia 26 tahun. Lalu di Overwatch League, rata-rata usia pensiun adalah 23 tahun.

    Fenomena tersebut tentunya sangat berbanding terbalik dengan mereka yang berkarir di olahraga tradisional. Banyak dari pemain bola profesional yang memutuskan menggantung sepatunya di atas 35 tahun, bahkan sekelas Cristiano Ronaldo saja yang saat ini berusia 40 tahun masih aktif sebagai pemain Al-Nassr.

    Dihimpun dari Washington Post, Senin (28/7/2025), tidak sedikit dari pemain esports mengklaim keputusan mereka berhenti karena esports dinilai sebagai olahraga anak muda. Lalu keyakinan mereka soal menurunnya performa akibat kelelahan fisik, reflek tidak lagi cepat, dan kesulitan mengkoordinasi tangan-mata, menjadi alasan lainnya.

    Namun meskipun pernyataan itu sering diulang, nampaknya hal tersebut tidak memiliki dasar yang kuat dalam ilmu kedokteran. Seorang terapis fisik, Caitlin McGee, dengan tegas mengatakan kalau itu omong kosong.

    “Ya, ada penelitian yang menunjukkan bagaimana waktu reaksi berubah seiring waktu, dan salah satu hal yang pada akhirnya memengaruhi waktu reaksi adalah usia. Namun, usia di mana anda mulai melihat penurunan waktu reaksi yang signifikan jauh lebih tua dari pertengahan 20-an,” tegas McGee.

    Usia dan penurunan performa merupakan faktor-faktor yang biasanya menjadi beban berat bagi atlet di olahraga tradisional. Nah dalam wawancara The Washington Post, empat atlet esports yang telah pensiun mengaku motivasi utama mereka berkaitan dengan stres, beban kerja berlebih, ketidakstabilan pekerjaan, dan menjajaki peluang baru.

    “Intinya, hadiah uangnya turun drastis. Dan saat itulah saya berpikir, yah… Kalau saya tidak akan menghasilkan uang untuk dan waktu dan usaha saya, mungkin saya bisa melakukan hal lain untuk esports dan game,” kata Johnathan Wendel alias Fatal1ty yang pernah menjadi gamer profesional terhebat di dunia Barat.

    Tidak hanya Fatal1ty, pro player kondang yang memutuskan pensiun dini adalah Michael Grzesiek alias Shroud. Pada 2014, saat usianya 19 tahun, dirinya mendapatkan pekerjaan yang mungkin diimpikan oleh anak-anak muda, yakni menjadi gamer profesional.

    Shroud menghasilkan banyak uang dengan menjadi pro player game Counter-Strike: Global Offensive dari tim Cloud 9. Namun pada 2018, di usianya 23 tahun, ia mengumumkan pengunduran dirinya.

    “Saat saya berkompetisi, saya masih muda, saya punya semangat itu dan saya sangat menikmati traveling. Sekarang saya benci traveling,” ujar Shourd.

    The Hollywood Reporter mengumumkan, rata-rata karir bintang esports hanya berlangsung empat hingga lima tahun. Banyak dari pemain-pemain ini yang beralih menjadi seorang streamer, untuk membangun popularitas.

    Strategi itu berhasil bagi Shroud. Sejak pensiun, ia telah menjadi salah satu streamer terpopuler di dunia dan mendapatkan sponsor dari merek-merek ternama. Tingkat kesuksesan ini lah yang mungkin sulit diraihnya di dunia esoprts, meskipun dirinya memuji Cloud 9 yang telah membantunya membangun popularitas.

    Dikutip dari Quartz, pendorong yang lebih mendesak dari pensiun dini di dunia esports adalah kelelahan pemain. Ada kesalahpahaman bahwa bermain game profesional dianggap mudah dijalani.

    Namun kenyataannya bermain game profesional bukanlah hal yang santai. Sesi latihannya saja berlangsung lama dari 12 hingga 14 jam. Terlalu sulit untuk bertahan dalam rutinitas seberat itu selama lebih dari beberapa tahun, dan banyak pemain yang mengalami kelelahan setelah terlalu lama berada di dunia esports.

    (hps/fyk)

  • Pemain Liverpool Diogo Jota Tewas dalam Kecelakaan

    Pemain Liverpool Diogo Jota Tewas dalam Kecelakaan

    Anda sedang menyimak laporan Dunia Hari Ini edisi Jumat, 4 Juli 2025.

    Laporan utama ini kami hadirkan dari dunia sepak bola.

    Pemain Liverpool asal Portugal tewas dalam kecelakaan

    Pemain depan Liverpool asal Portugal Diogo Jota dan saudaranya meninggal dalam kecelakaan mobil di Spanyol kemarin, setelah mobilnya keluar jalur dan terbakar.

    Polisi Spanyol mengatakan pemain bola berusia 28 tahun itu dan adiknya Andre naik mobil Jota, sebuah Lamborghini, ketika bannya pecah saat menyalip kendaraan lain di dekat kota Zamora.

    Kurang dari dua minggu yang lalu, Jota menikahi perempuan yang merupakan kekasihnya selama 10 tahun dan ibu dari ketiga anak mereka.

    “Tidak masuk akal. Kami baru saja berada di tim nasional bersama, Anda baru saja menikah,” tulis sesama pemain internasional Portugal Cristiano Ronaldo di X.

    [instagram wedding]

    Saudara Jota, yang meninggal bersamanya, juga merupakan pemain sepak bola Penafiel di divisi kedua Portugal.

    Pencarian korban feri tenggelam dilanjutkan

    Tim SAR sempat menghentikan sementara pencarian 29 orang yang masih hilang setelah sebuah feri yang membawa 65 orang tenggelam di dekat Bali.

    Pihaknya menghentikan pencarian pada Kamis malam (waktu Bali) karena “masalah jarak pandang”, kata Nanang Sigit, Kepala Kantor SAR Surabaya.

    Namun Jumat pagi tadi pencarian kembali dilakukan dengan lebih dari 160 petugas penyelamat, termasuk personel polisi dan militer, dikerahkan untuk melakukan pencarian dengan dukungan empat kapal dan beberapa helikopter.

    Nanang menambahkan bahwa sejauh ini 29 orang telah diselamatkan, sementara enam orang dipastikan tewas.

    Kebakaran mengancam keamanan Pulau Kreta

    Petugas pemadam kebakaran di Pulau Kreta, Yunani, tengah berjuang melawan kebakaran hutan besar yang dipicu oleh angin kencang dan kondisi kering, sementara Eropa terus dilanda gelombang panas.

    Setidaknya 1.000 penduduk telah dipaksa mengungsi sejauh ini, dan pihak berwenang mengumumkan keadaan darurat kemarin.

    Sekitar 230 petugas pemadam kebakaran, bersama dengan 46 mesin dan 10 helikopter, dikerahkan untuk meredakan kobaran api di pulau terbesar di Yunani tersebut.

    Kebakaran telah merambah rumah-rumah dan hotel-hotel yang sebelumnya telah dievakuasi.

    Juru bicara pemadam kebakaran Vassilis Vathrakogiannis mengatakan api yang dipicu oleh angin kencang “menyalakan kembali dan menghambat upaya pemadaman kebakaran.”

    ‘Big beautiful bill’ Trump disahkan

    RUU pemotongan pajak dan belanja negara Presiden AS Donald Trump disahkan DPR AS dengan empat suara.

    RUU dengan sebutan “big beautiful bill” itu disahkan dengan suara 218-214 pada Kamis kemarin, dengan kemenangan signifikan bagi presiden dari Partai Republik itu.

    RUU itu memuat tindakan keras terhadap imigrasi, menjadikan kebijakan pemotongan pajak 2017 Trump permanen, dan memberikan keringanan pajak baru yang dijanjikannya selama kampanye 2024.

    Hanya dua anggota Partai Republik yang memberikan suara menentang undang-undang kontroversial itu.

    Mereka adalah Brian Fitzpatrick dari Pennsylvania, yang beraliran tengah, dan Thomas Massie dari Kentucky, seorang konservatif yang mengatakan undang-undang itu tidak cukup memangkas belanja.

  • Di Usia 40, Ronaldo Malah Cetak Rekor Kontrak Terbesar Dalam Sejarah Olahraga

    Di Usia 40, Ronaldo Malah Cetak Rekor Kontrak Terbesar Dalam Sejarah Olahraga

    JAKARTA – Megabintang dan legenda Portugal Cristiano Ronaldo resmi bertahan di Al Nassr setelah kontraknya diperpanjang hingga dua tahun ke depan. Di usia yang sudah 40, Ronaldo justru mendapat kontrak besar dengan nilai 492 juta poundsterling atau 10,9 triliun rupiah yang merupakan terbesar dalam sejarah olahraga.

    Ronaldo memang seperti sebuah anomali. Saat pesepak bola sudah memikirkan gantung sepatu atau justru pensiun dengan usia kepala empat, namun Ronaldo tetap berada di level tertinggi.

    Bermain di Liga Pro Arab Saudi tak menurunkan kualitas dia karena liga yang kian kompetitif. Bahkan Ronaldo sukses membawa Portugal meraih gelar juara di UEFA Nations League 2025 justru saat bermain di Al Nassr.

    Saat kontraknya di klub elite Arab Saudi itu berakhir, Ronaldo sudah menjadi buruan. Tidak hanya klub Brasil, MLS tetapi juga klub Eropa yang ingin memboyong kapten timnas Portugal ini. Terutama klub yang berkompetisi di Piala Dunia Antarklub 2025.

    Hanya Ronaldo menepis semua tawaran itu meski dirinya juga belum mendapat kepastian dari Al Nassr apakah kontraknya bakal diperbarui atau tidak. Namun teka-teki itu segera terjawab. Al Nassr memperbarui kontrak eks bintang Manchester United dan Real Madrid ini hingga dua tahun ke depan.

    “Al Nassr selamanya,” demikian kata Ronaldo dalam cuplikan video klub menjelang dirinya menandatangani kontrak baru dengan Al Nassr.

    Usai Ronaldo menandatangani kontrak, klub pun segera mengunggah di akun X. “Cristiano Ronaldo bertahan di @AlNassrFC hingga 2027.”

    Hanya saja yang menjadi sorotan sesungguhnya bukan kontraknya yang berdurasi dua tahun meski ini menyiratkan Ronaldo bakal pensiun di Al Nassr. Namun nilai kontraknya yang sangat besar dan bahkan paling besar dalam sejarah olahraga.

    Bagaimana tidak, saat memasuki usia pensiun, Ronaldo malah mendapat kontrak senilai 492 juta poundsterling. Ini menjadi rekor dari kontrak yang pernah diterima atlet.

    Selain itu, Ronaldo masih akan mendapat saham klub. Menurut sumber The Sun, Ronaldo menerima saham Al Nassr sebesar 15 persen yang nilainya 33 juta poundsterling atau 735 miliar rupiah.

    Terkait dengan pemberian saham, Al Nassr bakal menjadikan Ronaldo sebagai duta klub setelah pensiun. Apalagi Arab Saudi akan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2034.

    Tak hanya itu, begitu Ronaldo menandatangani kontrak, dia sudah menerima bonus 24,5 juta atau setengah triliun rupiah sendiri.

    Sedangkan dari gaji saja, Ronaldo sudah pasti menerima 488 ribu poundsterling atau 10,8 miliar rupiah tidak per pekan, tetapi HARI!

    Bandingkan dengan gaji Mohamed Salah di Liverpool yang sebesar 350 ribu poundsterling tetapi setiap pekan dan bukan hari. Ini merupakan gaji tertinggi di Liverpool sekaligus di Premier League Inggris.

    Nilai kontrak Ronaldo yang sangat besar memang mencakup semua hal. Termasuk para asisten rumah tangga mulai dari tukang kebun, chef yang berjumlah 16 dan masih banyak lagi yang menjadi tanggungan klub. Begitu pula biaya perawatan jet pribadi Ronaldo.

    Mengapa Al Nassr memberikan kontrak besar untuk seorang Ronaldo yang memasuki masa pensiun? Ternyata, ini tidak terlepas dari posisi Ronaldo yang menjadi magnet bagi sepak bola Arab Saudi. Kehadirannya menjadikan para bintang sepak bola meninggalkan klub-klub Eropa untuk bermain di Liga Pro Arab Saudi.

    Usai kedatangan Ronaldo, Al Hilal kemudian memboyong bintang Brasil Neymar dari Paris Saint-Germain. Hanya perekrutan ini kurang berhasil karena Neymar malah cedera parah yang membuat dia absen cukup lama. Kontraknya pun diputus Al Hilal.

    Menurut sumber The Sun, pimpinan Liga Pro Arab Saudi tak ingin Ronaldo pergi. Pasalnya eks bintang Juventus ini tetap menjadi daya tarik. Harapan itu mendapat sambutan dari petinggi Al Nassr yang sepakat mempertahankan Ronaldo.

    “Mereka berupaya melindungi dia dengan ’emas’. Karena itu mereka memberi dia lebih banyak uang dan fasilitas serta bonus dibandingkan kontrak sebelumnya. Menurut mereka Cristiano tetap pemain terbaik dalam sejarah sepak bola,” kata sumber dari Public Investment Fund (PIF), investor utama dalam sepak bola Arab Saudi, kepada The Sun perihal kontrak yang sangat menguntungkan Ronaldo itu.

    PIF yang mendapat sumber dana berlimpah dari minyak, selama ini, mendukung pendanaan klub-klub elite Liga Pro seperti Al Nassr, Al Hilal dan Al Ahli. Tak heran bila klub-klub itu dengan enteng memberikan jutaan dolar kepada pemain bintang.  

    “Cristiano juga tahu apa yang dia butuhkan. Di sisi lain dengan kepemilikan sebagian saham menjadikan Cristiano tetap bersama mereka, bahkan lebih dekat. Ini bakal mendatangkan penonton ke stadion, sponsor dan sudah pasti klub tetap sorotan meski dia sudah pensiun,” ucapnya lagi.

    “Kehadiran dia sangat penting bagi liga. Dan Al Nassr tahu bahwa dia memang duta terbaik klub. Cristiano menjadikan klub dikenal secara international dan ini memungkinkan klub melakukan bisnis tidak hanya di Arab Saudi tetapi juga di luar,” katanya.

    Meski memberikan kontrak triliunan rupiah kepada Ronaldo, namun angka itu tetap tidak besar bagi klub kaya sekelas Al Nassr yang ditopang minyak.

    Saat membawa sang ikon yang dilepas MU pada 2023, A Nassr sudah memberikan kontrak besar kepada Ronaldo yaitu sebesar 200 juta euro. Jadi, wajar bila kontrak top skor musim lalu dengan 25 gol ini dinaikkan berkali lipat.