Waskita Karya Bersama Danantara Serahkan 600 Huntara ke Pemkab Aceh Tamiang
Tim Redaksi
KOMPAS.com
– PT Waskita Karya (Persero) Tbk bersama Danantara melakukan serah terima 600 hunian sementara (huntara) kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang, secara simbolis di Jakarta, Jumat (9/1/2026).
Penyerahan tersebut menandakan bahwa perseroan telah menyelesaikan pembangunan
huntara
sesuai target.
Kegiatan itu dihadiri langsung oleh Managing Director Hubungan Antarlembaga Badan Pengelola Investasi (BPI)
Danantara
Rohan Hafas, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya, serta Bupati
Aceh Tamiang
Armia Pahmi.
Selain itu, hadir pula Direktur Utama
Waskita Karya
Muhammad Hanugroho di lokasi dengan didampingi Direktur Operasi I Waskita Karya Ari Asmoko.
Managing Director Hubungan Antarlembaga BPI Danantara Rohan Hafas mengatakan bahwa penyerahan huntara merupakan bagian dari komitmen Danantara Indonesia untuk menghadirkan hunian sementara yang layak dan aman.
Hunian tersebut juga ditujukan untuk mendukung pemulihan layanan dasar bagi warga terdampak bencana banjir dan longsor di Aceh.
“Pemulihan tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi bergerak pada bagaimana hunian benar-benar memberi ruang bagi keluarga untuk kembali menjalani kehidupan sehari-hari,” ujar Rohan dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Sabtu (10/1/2026).
Kolaborasi antara Danantara dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya mendapat apresiasi dari pemerintah. Wamendagri Bima Arya menilai, sinergi ini menjadi contoh luar biasa yang dapat menginspirasi wilayah lain.
Sementara itu, di sela kegiatan serah terima, Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi mengucapkan terima kasih atas percepatan pembangunan huntara. Ia mengungkapkan bahwa sejumlah huntara ini menjadi hunian pertama yang mereka terima sejak bencana melanda.
“Kami akan distribusikan bertahap mulai 100 unit agar adaptasi berjalan mulus,” kata Armia.
Ia menyampaikan, ratusan keluarga dari Desa Sukajadi siap menempati sejumlah hunian yang sudah selesai dibangun pada tahap pertama. Daftar nama mereka juga telah ditempelkan di pintu setiap unit huntara.
Direktur Utama Waskita Karya Muhammad Hanugroho mengatakan bahwa pembangunan huntara di Aceh Tamiang merupakan wujud kolaborasi Danantara, pemerintah, dan BUMN Karya dalam membantu pemulihan usai bencana yang terjadi beberapa waktu lalu.
Pria yang akrab disapa Oho itu menuturkan, pengerjaan huntara dipercepat agar dapat segera digunakan oleh masyarakat terdampak.
“Pembangunan huntara terus dilakukan selama 24 jam tanpa kenal lelah demi memulihkan kembali daerah Aceh. Dalam waktu enam hari, Waskita berhasil menyelesaikan puluhan rumah hunian,” jelas Oho.
Upaya tersebut, lanjut dia, membuktikan gerak cepat Waskita Karya sebagai garda terdepan dalam membantu saudara se-Tanah Air yang terdampak bencana.
Selain mengerjakan bangunan hunian berukuran 4,5 x 4,5 meter (m), Waskita Karya juga membangun unit fasilitas mandi cuci kakus (MCK), sistem pengolahan air limbah atau
sewage treatment plant
(STP), musala berukuran 9 x 13,5 m, dan tempat wudu seluas 6,6 × 13 m.
Kawasan huntara juga dilengkapi dapur umum seluas 8 x 19 m, bangunan toren, drainase
precast
, serta mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP).
“Meski ini hunian sementara, namun Waskita tetap memperhatikan standar kelayakan dan kualitas bangunan. Huntara dibangun untuk memenuhi kebutuhan hunian darurat yang aman, dengan struktur kokoh serta utilitas dasar yang dirancang berfungsi saat ditempati,” kata Oho.
Waskita Karya berharap, warga yang menempati huntara merasa nyaman dan dapat mulai menjalani aktivitas sehari-hari seperti sedia kala.
Lebih lanjut, Oho menyampaikan bahwa perseroan juga membangun jalan pedestrian dan jalan akses di kawasan huntara. Tujuannya agar konektivitas masyarakat dan distribusi logistik dapat berjalan lancar.
Oho menegaskan, Waskita Karya terus berkomitmen mengawal pemulihan kawasan terdampak bencana, khususnya Aceh Tamiang, melalui penguatan komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah pusat, daerah, serta seluruh
stakeholder
, untuk membangkitkan wilayah tersebut.
Kini, Waskita juga tengah mengerjakan huntara di Aceh Utara mencakup wilayah Simpang Tiga, Tanjong Dalam Selatan, serta Leubok Meuku.
Rencananya, sebanyak 314 unit rumah akan dibangun untuk menyediakan tempat tinggal layak bagi masyarakat pada masa darurat usai bencana.
“Kami terus berdoa agar seluruh warga yang terkena bencana bisa segera pulih dan menata hidupnya kembali. Duka ini bukan hanya milik Aceh atau Sumatera, tapi dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia,” ucap Oho.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Tag: Rohan Hafas
-
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467743/original/086150000_1767929184-1000025888.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
BUMN Karya Serahkan 600 Rumah Hunian Danantara di Aceh Tamiang
Liputan6.com, Jakarta – Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara melalui kolaborasi BUMN Karya menyerahkan 600 unit rumah hunian Danantara (huntara) kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang. Sebagai penanda bahwa kawasan hunian tersebut siap dimanfaatkan melalui mekanisme pengelolaan pemerintah daerah.
Managing Director Stakeholder Management and Communications Danantara Rohan Hafas menyampaikan, penyerahan huntara merupakan bagian dari komitmen Danantara untuk menghadirkan hunian sementara yang layak, aman, dan mendukung pemulihan layanan dasar bagi warga terdampak bencana Sumatera.
“Pemulihan tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi bergerak pada bagaimana hunian benar-benar memberi ruang bagi keluarga untuk kembali menjalani kehidupan sehari-hari,” jelasnya, Jumat (9/1/2026).
Pembangunan huntara dimulai pada 24 Desember 2025 dan diserahterimakan pada 8 Januari 2026. Dari sisi standar kelayakan, hunian dibangun untuk memenuhi kebutuhan hunian darurat yang aman, dengan struktur yang disiapkan kokoh serta utilitas dasar yang dirancang berfungsi saat ditempati.
Akses air bersih disediakan, sanitasi dibuat memadai, dan dukungan listrik turut dipersiapkan agar aktivitas warga dapat berjalan lebih tertib dan sehat. Layanan kesehatan juga menjadi bagian dari dukungan yang disiapkan.
“Ini hunian pertama yang kami terima sejak bencana. Terimakasih banyak kepada Danantara dan seluruh BUMN yang telah membangun ini. Masyarakat sudah menanyakan hunian layak. Kami akan distribusikan bertahap mulai 100 unit agar adaptasi berjalan mulus,” kata Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi.
-

Danantara Bersaing Lawan 90 Perusahaan Rebut Lahan Kampung Haji
JAKARTA – Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) mengonfirmasi telah resmi masuk dalam proses bidding untuk memperebutkan lahan yang disiapkan Pemerintah Arab Saudi bagi pembangunan kawasan yang selama ini dikenal publik sebagai “Kampung Haji”.
Managing Director Treasury Danantara Ali Setiawan menjelaskan, telah mengajukan bidding untuk peluang satu bidang tanah.
Selain itu, Danantara juga membidik satu aset lain berupa tanah dan bangunan.
Namun, ia enggan mengungkap nilai investasinya.
“Doakan saja semoga kami bisa, nanti kami lagi menunggu result-nya karena yang bidding banyak, 90-an dan semua juga besar-besar,” ucap Ali dalam media briefing di Jakarta, Jumat, 28 November.
Sementara itu, Managing Director Stakeholders Management Danantara Rohan Hafas mengungkapkan, dalam proses tender tersebut pemerintah Saudi juga telah menetapkan harga penawaran.
“Saya ingatkan karena bidding ini tidak bersifat angka. Harga tanahnya sudah ditetapkan Arab Saudi dan sudah tidak bisa dinegosiasi. la menegaskan pemenang nantinya ditentukan dari konsep terbaik untuk lot atau tanah itu,” kata Rohan.
Rohan juga menjelaskan lokasi Kampung Mekah hanya sekitar 2 hingga 2,5 kilometer (km) dan sudah tersedia tunnel serta travelator. Menurut Rohan, dengan fasilitas tersebut jamaah bisa berjalan kaki hanya sekitar 20 menit.
“Jadi sangat strategis, ini sangat membantu jemaah haji ataupun umroh kalau melakukan ibadah ke sana,” ucapnya.
Sebelumnya, Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia Pandu Sjahrir mengungkapkan pihaknya sedang melakukan proses penawaran dan menyiapkan dokumen pembelian lahan yang sudah memiliki izin.
“Kita mencoba membeli tanah 80 hektare plus. Dan sekarang kita juga akan membeli beberapa lahan sekitar yang sudah selesai dengan izin-izinnya. Ini untuk memperluas juga in a way kita mau introduce Indonesia to the world,” katanya di Jakarta, Rabu, 19 November.
Lebih lanjut, Pandu mengatakan kampung haji diutamakan untuk tujuan komersial. Nantinya di kawasan itu akan dibuka gerai kuliner, rumah sakit, hospitality, dan lainnya.
“Di sini kami akan mulai dari makanan dan minuman, modest fashion, pariwisata, farmasi, media, dan kemungkinan bisnis syariah, karena 80 hektare itu sama dengan 2,5 kali SCBD,” ucap Pandu.
Menurut Pandu, kampung haji ini memang dibangun untuk mengakomodir berbagai kebutuhan jemaah haji dan umrah dari Indonesia. Namun, diharapkan juga bisa menarik pengunjung dari berbagai negara.
“Jadi tempat orang, dan bukannya orang Indonesia, orang yang suka dengan Indonesia atau penasaran dengan Indonesia. Jadi kita melihat pembangunan Kampung Haji itu untuk meng-introduce Indonesia ke sekala dunia,” ujar Pandu.
Kata Pandu, dengan proyek itu diharapkan bisnis-bisnis Indonesia bisa lebih mendunia.
Karena itu, Pandu meminta dukungan semua pihak agar proyek itu lancar.
“Jadi kami diberi akses kesempatan pertama kalinya dibuka di Makkah untuk bisa membeli tanah secara langsung. Itu loh kami sebagai negara Islam terbesar tentu akan mau bidding. Jadi ini yang kami lakukan, mohon doa bisa dapat,” tuturnya.
-
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427219/original/049593000_1764335492-Managing_Director_Treasury_Danantara__Ali_Setiawan.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Danantara Bersaing dengan 90 Perusahaan di Lelang Proyek Kampung Haji Makkah
Liputan6.com, Jakarta – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) masih mengikuti proses lelang penggarapan kampung haji di Makkah, Arab Saudi. Setidaknya, ada 90 pihak selain Danantara yang ikut dalam lelang tersebut.
Managing Director Treasury Danantara, Ali Setiawan mengatakan, proses lelangnya akan selesai dalam waktu dekat. Ada dua bidang tanah yang potensial untuk digarap Danantara jika berhasil menang lelang.
“Kita sudah memasukkan bidding untuk potensi akusisi satu tanah, ada satu lagi tanah dengan gedung, nah kita semua berdoa aja nih supaya Indonesia bisa at least dapatlah satu,” kata Ali di Wisma Danantara, Jakarta, ditulis Sabtu (29/11/2025).
Dia mengatakan, Danantara tengah bersaing dengan 90 pihak lain yang juga ikut lelang.
“Kita lagi menunggu lagi result-nya karena yang bidding juga banyak, 90-an dan semua juga besar-besar. Jadi semoga kita bisa mendapatkan sesuatu dan nanti akan di-announce selanjutnya kalau misalnya sudah konkret,” beber dia.
Sementara, Managign Director Stakeholders Management Danantara, Rohan Hafas menyampaikan lelang tidak terkait dengan nominal angka, melainkan pada konsep pengembangan kampung haji di Makkah tersebut.
“Jadi peserta bidding melakukan bidding untuk konsep jadi pemenangnya adalah yang memberikan konsep terbaik di lot itu ya kalau kita sebut tanah itu sebagai lot bukan harga, harga sudah mereka tentukan enggak bisa kurang, enggak bisa lebih,” jelasnya.
Rohan bilang, proses lelang mungkin akan membutuhkan waktu lebih lama karena banyaknya peserta lelang.
“Jadi konsep bangunannya bagaimana prasarananya apa, ada rumah sakit seperti itulah kurang lebih arti konsepnya dan ya kita akan menunggu,” katanya.
-

Ekonom: Danantara pacu daya saing Krakatau Steel melalui penyehatan
Jakarta (ANTARA) – Ekonom senior dan Associate Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Ryan Kiryanto menilai positif upaya penyehatan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk oleh BPI Danantara.
“Melalui penyehatan oleh Danantara, tingkat competitiveness KS lebih bagus. Kemudian, produksi atau kapasitas produksi lebih bagus. Akibatnya, nanti skala ekonomi juga lebih baik, sehingga harga jual produk-produk KS menjadi kompetitif,” kata dia di Jakarta, Senin.
Peningkatan daya saing, lanjutnya, juga meningkatkan penjualan BUMN tersebut, tidak hanya korporasi swasta ketika membangun konstruksi.
Selain itu, juga membuka peluang BUMN-BUMN lain untuk berlomba-lomba memesan baja dari KS.
Namun, Ryan meminta KS lebih memperbanyak varian produknya agar bisa memenuhi permintaan yang lebih beragam, karena hal itu juga bisa menjadi cara untuk bersaing dengan baja impor dari China.
Oleh karena itulah, dia mendukung upaya penyehatan KS oleh BPI Danantara.
Sebagai superholding sekaligus mitra strategis, Danantara memang perlu memberi dukungan finansial terhadap BUMN-BUMN strategis seperti Telkom, PLN, Pertamina, dan KS.
“Upaya ini penting, karena Danantara memang mengarahkan BUMN-BUMN dalam konteks pengembangan bisnis. Strategi pengembangan bisnis itu berada di domain Danantara. Sedangkan, BP BUMN mengatur mengenai regulasinya,” ujar dia melalui sambungan telepon.
Menurut dia, dukungan tersebut lebih tepat disebut sebagai penyertaan dibandingkan pinjaman, yakni, penyertaan sejumlah anggaran yang dibutuhkan entah kepada KS, atau yang lain, yang membutuhkan.
Penyertaan tersebut, lanjutnya, merupakan upaya untuk menyehatkan kinerja keuangan KS.
Tentu saja, melalui persyaratan-persyaratan yang harus dipatuhi KS.
Selain itu, dalam pelaksanaannya, KS harus benar-benar menggunakan sesuai tata kelola yang baik atau GCG (good corporate governance).
“Jadi, ada hal yang boleh dan tidak boleh, yang harus dipatuhi. KS harus menurut, tegak lurus terhadap arahan Danantara. Ini penting,” katanya.
Sebelumnya, Krakatau Steel meminta bantuan Danantara untuk menginjeksi modal 500 juta dolar AS atau sekitar Rp8,3 triliun.
Sementara, Danantara juga memastikan pembenahan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) akan terus berjalan guna memperkuat posisi perusahaan sebagai produsen baja nasional yang kompetitif.
Managing Director Stakeholder Management and Communications Danantara Rohan Hafas, beberapa waktu lalu, menyatakan pembenahan di tubuh Krakatau Steel perlu dilakukan secara menyeluruh guna meningkatkan kinerja operasional, sekaligus menciptakan profitabilitas yang berkelanjutan bagi perseroan.
Pewarta: Subagyo
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2025Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
/data/photo/2026/01/10/6961f6c298f11.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4944479/original/060567400_1726330482-IMG-20240914-WA0004__1_.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
