Tag: Rocky Gerung

  • Rocky Gerung Gembira Diundang HUT ke-53 PDIP: Megawati Jernih dan Tulus

    Rocky Gerung Gembira Diundang HUT ke-53 PDIP: Megawati Jernih dan Tulus

    GELORA.CO -Pengamat politik Rocky Gerung mengaku gembira mendapat undangan langsung untuk menghadiri peringatan HUT ke-53 PDIP sekaligus pembukaan Rakernas di Ancol, Jakarta Utara. 

    Menurut Rocky, Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, telah menunjukkan kejernihan dan ketulusan dalam menyampaikan pidatonya, khususnya terkait isu-isu global yang dinilai penting bagi generasi baru.

    “Saya senang bahwa Ibu Megawati akhirnya tahu bahwa ada tiga isu utama yang harus dirawat oleh dunia generasi baru,” kata Rocky seusai acara, dikutip Minggu 11 Januari 2026.

    Ia merinci, isu pertama adalah upaya menciptakan dunia tanpa kekerasan. Kedua, merawat bumi sebagai ibu pertiwi sekaligus ibu bumi. Dan ketiga, membangun kembali solidaritas antarumat manusia.

    Rocky juga menilai suasana batin Presiden ke-5 RI itu tampak bersih dan tulus, yang tercermin dari sikapnya di akhir acara. 

    “Jadi, kalau melihat batin beliau itu bersih, dia mudah untuk mengucapkan sesuatu yang ditahan-tahan oleh publik, akhirnya mereka melepaskan. Saya, Megawati, mengerti tentang keadaan,” ujarnya.

    Dalam pandangan Rocky, Megawati memahami politik, namun menempatkannya bukan sebagai hal utama. 

    Ia menilai Megawati lebih menekankan pentingnya tertib dunia internasional yang kini dinilai rusak oleh arogansi kekuatan besar, termasuk Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump yang belakangan melakukan invasi militer dan menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro, serta kerusakan alam akibat kapitalisme global dan nasional yang rakus.

    “Itu inti dari kuliah Megawati tadi di acara pembukaan rakernas dan Hari Ulang Tahun PDIP. Jadi, saya gembira karena diundang oleh Ibu Megawati untuk mendengarkan hal yang betul-betul jernih, tulus, dan berani,” pungkasnya.

  • Saat Rakernas PDI-P Jadi Panggung Megawati Mengingatkan Bahaya Krisis Ekologis…

    Saat Rakernas PDI-P Jadi Panggung Megawati Mengingatkan Bahaya Krisis Ekologis…

    Saat Rakernas PDI-P Jadi Panggung Megawati Mengingatkan Bahaya Krisis Ekologis…
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri menegaskan bahwa generasi muda menjadi kelompok yang paling merasakan kecemasan akibat krisis iklim dan kerusakan lingkungan.
    Hal itu disampaikan Megawati saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDI Perjuangan di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (10/1/2026).
    Megawati mengawali pidatonya dengan menggambarkan situasi
    krisis iklim
    global.
    Untuk pertama kalinya dalam sejarah peradaban, kata dia, bumi mengalami suhu terpanas dalam lebih dari 100.000 tahun terakhir.
    “Yang paling merasakan kecemasan ini adalah
    generasi muda
    . Mereka hidup dalam ketidakpastian, memandang masa depan dengan kegelisahan,” kata Megawati.
    Ia menjelaskan, perubahan iklim telah memicu rangkaian bencana hidrometeorologi, mulai dari badai, banjir, kekeringan, hingga kebakaran hutan.
    Bencana-bencana tersebut terjadi beruntun di berbagai belahan dunia tanpa mengenal batas negara maupun kelas sosial.
    Megawati menambahkan, berbagai temuan ilmiah menunjukkan umat manusia tengah mendekati titik-titik kritis yang sulit dipulihkan, seperti meningkatnya suhu laut, mencairnya es di kutub ke titik terendah, serta merosotnya keanekaragaman hayati secara tajam.
    “Sebagian ilmuwan bahkan menyebut fase ini sebagai awal keteruraian besar peradaban manusia,” imbuh Presiden ke-5 RI itu.
    Dalam konteks nasional, Megawati menyinggung bencana ekologis dan kemanusiaan akibat hujan ekstrem yang terjadi pada 23 November 2025.

    Bencana tersebut, menurut dia, melumpuhkan puluhan kabupaten dan kota di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, menewaskan ribuan orang, serta memaksa ratusan ribu warga mengungsi.
    Megawati menegaskan bahwa peristiwa itu tidak bisa semata-mata dianggap sebagai bencana alam.
    Ia menilai,
    kerusakan lingkungan
    merupakan konsekuensi langsung dari
    kebijakan pembangunan
    yang mengabaikan daya dukung ekologi.
    “Kita harus berani jujur. Kerusakan ini juga dilembagakan oleh kebijakan,” ujarnya.
    “Atas nama pembangunan, kawasan hulu yang seharusnya menjadi penyangga kehidupan, sebagai spons alam penyerap air, telah berubah menjadi ladang eksploitasi. Hutan alam dan wilayah adat dirampas, dibuka secara masif, lalu digantikan oleh tanaman monokultur berakar dangkal dan miskin daya dukung ekologis,” tutur Megawati.
    Ia menambahkan, kebijakan dan regulasi yang memberi ruang besar bagi konsesi skala besar turut mendorong deforestasi, perampasan tanah, dan penghancuran ekosistem.
    “Atas nama pembangunan, rakyat disingkirkan dan alam dikorbankan. Ini bukan pembangunan, melainkan pembangunan tanpa keadilan dan tanpa peradaban,” kata Megawati.
    Akibat kerusakan tersebut, lanjut dia, kawasan hulu kehilangan fungsinya sebagai penyangga kehidupan.
    “Ketika hujan turun, air tidak lagi terserap. Air kehilangan fungsinya sebagai sumber kehidupan, lalu berubah menjadi kekuatan penghancur,” ujarnya.
    Megawati juga menyoroti krisis iklim global yang kian mengkhawatirkan. Ia menyebut ambang batas kenaikan suhu global 1,5 derajat Celsius telah terlampaui.
    “Tahun 2023 mencatatkan diri sebagai salah satu tahun terpanas dalam sejarah umat manusia, diperparah oleh fenomena El Nino yang mengguncang sendi-sendi kehidupan global,” ungkapnya.
    “Memasuki tahun 2024, suhu global bahkan telah melampaui ambang satu setengah derajat Celsius dibandingkan masa pra-industri, sebuah batas kritis yang selama ini diperingatkan oleh ilmu pengetahuan,” sambung Megawati.
    Selain isu lingkungan, Megawati turut menyinggung dinamika geopolitik global.
    Ia mengkritik tindakan militer Amerika Serikat (AS) yang menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya.
    “Tindakan tersebut merupakan wujud neokolonialisme dan imperialisme modern, yang mengingkari Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan prinsip dasar hubungan antarbangsa,” tegasnya.

    Megawati menilai intervensi militer semacam itu sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan negara dan hukum internasional.
    “Bangsa Indonesia menolak tatanan internasional yang membenarkan dominasi kekuatan atas kedaulatan bangsa lain,” katanya.
    Menurut dia, demokrasi sejati tidak lahir dari moncong senjata, keadilan tidak tumbuh dari agresi sepihak, dan peradaban tidak dibangun di atas penghinaan terhadap martabat bangsa.
    Megawati lalu mengaitkan sikap tersebut dengan politik luar negeri Indonesia sejak era Presiden pertama RI Soekarno.
    “Sejak Konferensi Asia Afrika digagas Bung Karno, Indonesia konsisten menentang imperialisme dalam segala bentuknya,” ujar dia.
    Karena itu, Megawati menyatakan PDI Perjuangan menyerukan penyelesaian konflik internasional melalui dialog, diplomasi, dan mekanisme hukum internasional.
    “PDI Perjuangan menyerukan penyelesaian konflik internasional melalui dialog, diplomasi, dan hukum internasional, bukan melalui kekerasan yang hanya memperpanjang penderitaan rakyat sipil,” pungkasnya.
    Sementara itu, pengamat politik Rocky Gerung mengaku menikmati pidato Megawati. Menurut dia, pidato tersebut berbeda dari ekspektasi banyak pihak yang menunggu pernyataan politik praktis.
    “Ada hal yang unik tadi, bahwa Anda pasti menunggu Ibu Megawati ucapkan pidato politik atau isu politik, tapi beliau menganggap ada yang lebih penting itu soal kemanusiaan, soal lingkungan, soal persahabatan,” kata Rocky saat ditemui di lokasi Rakernas.
    Ia menilai Megawati menunjukkan pemahaman yang kuat terhadap politik global, perubahan iklim, dan solidaritas kemanusiaan.
    “Yang kedua, ada isu yang betul-betul tajam sekali itu soal
    climate change
    , soal
    climate strike
    , soal keinginan negeri ini untuk menjadi pelopor perlindungan-perlindungan hidup. Dan itu sangat relevan,” ujar Rocky.
    “Dan yang terakhir, yang paling penting adalah pentingnya
    human solidarity
    . Persahabatan antara manusia. Dan itu dibenamkan sebagai tugas dari kader-kader PDI-P,” tutupnya.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Megawati Hadiri Rakernas PDI Perjuangan di Ancol

    Megawati Hadiri Rakernas PDI Perjuangan di Ancol

    JAKARTA – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menghadiri Rapat Kerja Nasional sekaligus HUT ke-53 PDIP di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Sabtu.

    Berdasarkan pantauan ANTARA di lokasi, Megawati terlihat hadir pukul 14.07 WIB. Kedatangannya disambut para kader dan jajaran petinggi PDI Perjuangan yang sudah menunggu di depan lobi gedung.

    Mega yang terlihat memakai pakaian berwarna merah bercorak hitam ini menyempatkan diri menyalami beberapa petinggi PDI Perjuangan.

    Setelah itu, Megawati dan jajaran petinggi PDI Perjuangan langsung masuk ke dalam gedung untuk mengikuti jalannya rakernas. Dia tidak sempat memberikan keterangan kepada awak media yang sudah menunggu di lobi utama gedung.

    Hingga saat ini, proses rangkaian kegiatan rakernas masih berlangsung secara tertutup.

    Sebelumnya, beberapa tokoh partai dan non partai mulai dari Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristianto, Ketua DPP PDI Perjuangan Ganjar Pranowo hingga Rocky Gerung datang ke Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta Utara.

    Dari pantauan ANTARA di lokasi, beberapa tokoh datang sekitar pukul 13.00 WIB bersama dengan rombongan kader.

    Ganjar terlihat datang lebih dahulu dan sempat dimintai keterangan oleh awak media yang sudah menunggu di depan gedung.

    Setelah itu, Rocky Gerung terlihat hadir. Namun tidak seperti Ganjar, Rocky tidak sempat memberikan keterangan kepada awak media.

    Beberapa menit kemudian, beberapa tokoh pun hadir dari mulai dari Basuki Tjahaya Purnama (Ahok), Hasto Kristianto dan mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Andika Perkasa.

    Mereka masuk ke gedung sambil melambaikan tangan menyapa sapaan awak media.

  • Rocky Gerung Sanjung Pidato Megawati Angkat Isu Lingkungan & Kemanusiaan

    Rocky Gerung Sanjung Pidato Megawati Angkat Isu Lingkungan & Kemanusiaan

    Bisnis.com, JAKARTA — Akademisi sekaligus pengamat politik Rocky Gerung menyanjung pidato Ketum PDI-Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDIP di Ancol, Jakarta pada Sabtu (10/1/2026).

    Rocky menjelaskan bahwa Megawati telah mengungkap tiga isu besar dalam pidatonya, mulai dari kondisi geopolitik, pemeliharaan lingkungan dan solidaritas antarmanusia.

    “Tiga isu utama, yaitu menghasilkan keadaan dunia yang tanpa kekerasan, yang kedua merawat bumi sebagai ibu pertiwi sekaligus ibu bumi, dan yang ketiga, menghasilkan solidaritas antara manusia,” ujar Rocky di sela Rakernas PDIP. 

    Dia menambahkan, Megawati sangat memahami ketiga isu utama itu. Misalnya, terkait dengan isu geopolitik yang saat ini terjadi antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela.

    Megawati, kata Rocky, mengatakan bahwa setiap negara berhak memiliki kedamaian dan berkewajiban menjaga hal tersebut. Di samping itu, menurut Rocky, tiga isu utama tersebut melebihi kepentingan urusan politik semata.

    “Tapi beliau menganggap ada yang lebih penting itu soal kemanusiaan, soal lingkungan, soal persahabatan. Ini saya menikmati kemampuan Ibu Megawati untuk mengambil isu yang betul-betul menjadi isu milenial hari-hari ini,” imbuhnya.

    Dia menambahkan, Megawati juga nampak lepas saat berpidato di acara rakernas ini. Sebab, pucuk pimpinan partai berlogo banteng itu tidak memiliki beban untuk menahan ucapannya di depan kader.

    “Saya tangkap Ibu Megawati bergembira di akhir acara dengan ikut bernyanyi. Jadi, kalau melihat batin beliau itu bersih, dia mudah untuk mengucapkan sesuatu yang ditahan-tahan oleh publik, akhirnya mereka melepaskan,” pungkasnya.

  • PDIP Luncurkan Maskot Baru “Barata” di Rakernas ke-1 2026

    PDIP Luncurkan Maskot Baru “Barata” di Rakernas ke-1 2026

    Bisnis.com, JAKARTA — PDI-Perjuangan (PDIP) telah meluncurkan maskot terbaru partai berbentuk banteng dengan nama Barata.

    Maskot baru itu diperkenalkan saat rapat kerja nasional sekaligus puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 PDIP di Beach City International Stadium, Ancol, Sabtu (10/1/2026).

    Adapun, Barata sempat diperkenalkan ke publik tanpa nama. Kemudian, PDIP membuka sayembara nasional untuk pemberian nama terhadap maskot teranyar ini. Singkatnya, Barata terpilih menjadi nama maskot PDIP.

    Ketua DPP PDIP Bidang Ekonomi Kreatif dan Ekonomi Digital, Prananda Prabowo, menyatakan Barata bukan sekadar identitas visual, melainkan sebuah komitmen ideologis yang telah melalui proses kurasi panjang.

    “Banteng Barata melambangkan kekuatan rakyat yang berakar pada persatuan, bergerak dengan kesadaran, dan bertindak demi keadilan serta kedaulatan bangsa,” kata Prananda.

    Adapun, Barata terlihat dengan mengenakan jaket hoodie berwarna merah dan diberi logo PDIP. Berita juga nampak celana hitam dan sepatu putih bergaris merah.

    Sekadar informasi, rakernas hari ini telah dihadiri oleh Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. Megawati nampak ditemani anaknya, Prananda Prabowo.

    Kemudian, nama beken dari partai berlogo banteng itu terlihat dalam acara ini seperti Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Hasto Kristiyanto hingga Andika Perkasa.

    Selain itu, terlihat juga Pengamat Politik sekaligus akademisi Rocky Gerung dan influencer DJ Donny dalam rakernas kali ini.

  • PDIP Gelar Rakernas di Ancol 10-12 Januari, Ini Sederet Isu yang Dibahas

    PDIP Gelar Rakernas di Ancol 10-12 Januari, Ini Sederet Isu yang Dibahas

    Bisnis.com, JAKARTA — PDI Perjuangan (PDIP) menggelar rapat kerja nasional (Rakernas) selama tiga hari mulai dari hari ini 10 Januari hingga 12 Januari 2026 di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta Utara.

    Agenda utama rakernas ini akan membahas langkah strategis partai sebagai penyeimbang pemerintahan serta penguatan konsolidasi organisasi menyongsong agenda politik ke depan. Di samping itu, agenda ini juga tertutup.

    Ketua DPP PDIP, Ganjar Pranowo menyampaikan sejumlah isu yang disorot dalam rakernas ini yaitu berkaitan dengan nilai-nilai demokrasi di Tanah Air.

    “Kalau hari ini banyak orang mengeluhkan, kita dengarkan suara masyarakat, mereka mengeluhkan kok saya tidak merasa bebas lagi berbicara, media tidak bisa lagi bebas berbicara, rasanya itu perlu kita perjuangkan,” ujar Ganjar di sela Rakernas, Ancol, Jakarta, Sabtu (10/1/2026).

    Dia menambahkan, rakernas ini bakal membahas geopolitik RI saat menyikapi isu internasional yang sedang ramai diperbincangkan hingga isu lingkungan seperti bencana yang terjadi di Sumatra.

    Kemudian, isu politis terkini seperti pemilihan kepala daerah melalui DPRD juga bakal dibahas dalam rakernas kali ini.

    “Lalu tentu saja isu yang menarik di kawan-kawan media kemarin soal apakah pilkadanya dipilih di di DPRD maksud saya atau kemudian dipilih langsung oleh masyarakat dan ini nanti akan ada pembicaraan,” pungkasnya.

    Sekadar informasi, rakernas hari ini telah dihadiri oleh Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. Megawati nampak ditemani anaknya, Prananda Prabowo.

    Selain itu, nama beken dari partai berlogo banteng itu juga dihadiri oleh Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Hasto Kristiyanto, Andika Perkasa, dan lain sebagainya.

    Adapun, terlihat juga Pengamat Politik sekaligus akademisi Rocky Gerung dan influencer DJ Donny dalam rakernas kali ini.

  • 5
                    
                        Rocky Gerung hingga Eks Wakapolri Hadiri Rakernas PDI-P di Ancol
                        Nasional

    5 Rocky Gerung hingga Eks Wakapolri Hadiri Rakernas PDI-P di Ancol Nasional

    Rocky Gerung hingga Eks Wakapolri Hadiri Rakernas PDI-P di Ancol
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Pengamat politik dan aktivis, Rocky Gerung menghadiri pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) 2026, pada Sabtu (10/1/2026) di Beach City International Stadium Ancol (BCIA), Jakarta.
    Pengamatan
    Kompas.com
    , Rocky datang ke Beach City International Stadium mengenakan baju putih dan celana panjang krem.
    Ia langsung dikerumuni awak media dan hendak menanyakan kehadirannya di Rakernas
    PDI-P
    .
    Namun, Rocky tak banyak bicara dan hanya mengacungkan jari telunjuk dan jempol ke arah awak media. Ia kemudian masuk ke dalam arena gedung Rakernas.
    Rocky tampak mencolok di tengah ratusan kader PDI-P yang berbaju merah di sekelilingnya. Dia juga dikawal oleh beberapa Satgas Cakra Buana.
    Selain Rocky, tokoh luar PDI-P yang hadir di Rakernas antara lain eks Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah dan
    eks Wakapolri
    Komjen Pol (Purn) Oegroseno.
    Adapun kader PDI-P yang terlihat hadir antara lain, Ketua DPP PDI-P Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Ketua DPP PDI-P Ganjar Pranowo, politikus PDI-P Andika Perkasa.
    Kemudian, Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta asal PDI-P, Pramono Anung dan Rano Karno juga hadir di pembukaan Rakernas I PDI-P.
    Diketahui, Rakernas I PDI Perjuangan 2026 mengusung tema “Satyam Eva Jayate” dengan subtema “Di Sanalah Aku Berdiri, Untuk Selama-lamanya”.
    Rakernas tersebut digelar selama tiga hari, yakni pada 10-12 Januari 2026.
    Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menyampaikan bahwa Rakernas dihadiri oleh pengurus partai dari tingkat pusat hingga daerah.
    Kepengurusan daerah diwakili oleh ketua, sekretaris, dan bendahara.
    “Rakernas ini akan dibahas sikap politik, termasuk jawaban partai atas berbagai persoalan geopolitik, krisis ekologis, korupsi, persoalan ekonomi, penegakkan hukum, hingga program internal partai dan tanggung jawab kerakyatan partai,” kata dia melalui keterangan persnya, Jumat (9/1/2026).
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Megawati Hadiri Rakernas 2026 & HUT ke-53 PDIP di Ancol Hari Ini

    Megawati Hadiri Rakernas 2026 & HUT ke-53 PDIP di Ancol Hari Ini

    Bisnis.com, JAKARTA — Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) sekaligus HUT ke-53 PDIP di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (10/1/2026).

    Megawati terlihat hadir pukul 14.07 WIB. Kedatangannya disambut para kader dan jajaran petinggi PDI Perjuangan yang sudah menunggu di depan lobi gedung.

    Mega yang terlihat memakai pakaian berwarna merah bercorak hitam ini menyempatkan diri menyalami beberapa petinggi PDI Perjuangan.

    Setelah itu, Megawati dan jajaran petinggi PDI Perjuangan langsung masuk ke dalam gedung untuk mengikuti jalannya rakernas. Dia tidak sempat memberikan keterangan kepada awak media yang sudah menunggu di lobi utama gedung.

    Hingga saat ini, proses rangkaian kegiatan rakernas masih berlangsung secara tertutup.

    Sebelumnya, beberapa tokoh partai dan non partai mulai dari Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristianto, Ketua DPP PDI Perjuangan Ganjar Pranowo hingga Rocky Gerung datang ke Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta Utara. Beberapa tokoh datang sekitar pukul 13.00 WIB bersama dengan rombongan kader.

    Ganjar terlihat datang lebih dahulu dan sempat dimintai keterangan oleh awak media yang sudah menunggu di depan gedung.

    Setelah itu, Rocky Gerung terlihat hadir. Namun tidak seperti Ganjar, Rocky tidak sempat memberikan keterangan kepada awak media.

    Beberapa menit kemudian, beberapa tokoh pun hadir dari mulai dari Basuki Tjahaya Purnama (Ahok), Hasto Kristianto dan mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Andika Perkasa.

    Mereka masuk ke gedung sambil melambaikan tangan menyapa sapaan awak media.

  • Di Luar Dugaan, Pandji Dipolisikan soal Tambang

    Di Luar Dugaan, Pandji Dipolisikan soal Tambang

    Oleh:Erizal

    AKHIRNYA komika Pandji Pragiwaksono dipolisikan. Bukan oleh Wapres Gibran Rakabuming Raka, Raffi Ahmad, atau Kang Dedi Mulyadi (KDM), melainkan oleh anak muda Nahdlatul Ulama (NU). 

    Namanya Rizky Abdurrahman Wahid. Nama yang legendaris dari kalangan NU, tapi pakai Rizky, bukan alias Gus Dur.

    Rizky mempolisikan Pandji karena menghina NU. NU dituduh, bahkan termasuk Muhammadiyah, berpolitik praktis, dan oleh karena itu diberi imbalan konsesi tambang. 

    Sesimpel itu, tapi menusuk ke dalam ulu hati. Bukan sekadar kritik, tapi dijadikan bahan bercandaan.

    Belum tahu juga, apakah anak muda Muhammadiyah akan ikut pula mempolisikan Pandji? Sebagai kritikan pun, itu sebetulnya tidak tepat, apalagi dijadikan bahan bercandaan. 

    Tambang baru saja menjadi isu pemecah di NU, tapi di Muhammadiyah masih aman-aman saja.

    Mahfud MD berjanji akan membela Pandji kalau ada yang mempolisikan. 

    Tapi, itu terkait wajah ngantuk Wapres Gibran. “Itu bukan penghinaan,” tegas Mahfud MD! Tapi kalau yang melaporkan anak muda NU terkait NU, apakah Mahfud MD masih akan ikut membela?

    Laporan Rizky terkait NU ini diluar dugaan Mahfud MD, apalagi Pandji. 

    Dikira yang bakal turun melaporkan itu tokoh-tokoh besar, ternyata hanya anak muda biasa. Jika tokoh-tokoh hebat, pasti Pandji dibela publik. Tapi jika anak muda biasa, siapa pula yang akan membela?

    Rizky Abdurrahman Wahid pandai mencari celah. Kali ini Pandji Pragiwaksono kena. Polisi punya alasan yang kuat untuk memeriksa Pandji. 

    Para pendukung tokoh yang diroasting Pandji pasti akan mendukung. Lagian Pandji bukan seorang stand-up komedian yang netral.

    Masak sekian banyak tokoh publik yang diroastingnya hanya Anies Baswedan saja yang tidak diroastingnya. 

    Apa tak ada yang perlu diroasting dari seorang Anies? Wah, banyak sekali. Apa karena Pandji juru bicaranya Anies sehingga hanya Anies yang tak diroasting Pandji? 

    Polisi pun barangkali akan tertarik untuk memeriksa Pandji. Mumpung lagi viral dan sedang di atas angin. 

    Ilmu kritikan Pandji juga perlu diuji. Dan polisi pun perlu menguji KUHP yang baru. Pandji bisa menjadi pelajaran bagi stand-up komedian lain. Karena lagi di atas angin. 

    Bahwa untuk melucu sebetulnya tak harus sampai merendahkan atau menghina orang, apalagi organisasi keagamaan yang lebih tua dari republik ini, sekelas NU dan Muhammadiyah. 

    Kritik-kritik yang dibalut komedi mestinya jauh lebih satir, bukan telanjang bulat seperti seorang pengamat Rocky Gerung, misalnya. Begitulah.

    (Direktur ABC Riset & Consulting )

  • Bandingkan Kritikan Rocky Gerung dengan Panjdi, PSI Bilang Ini

    Bandingkan Kritikan Rocky Gerung dengan Panjdi, PSI Bilang Ini

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Kader PSI, Dedy Nur Palakka mengungkap adanya kekhawatiran bahwa suatu hari Pandji Pragiwaksono akan mengalami sesuatu yang buruk, dengan mengingat kembali kasus Munir yang meninggal dunia justru karena sikapnya yang terlalu kritis dalam negara demokrasi yang ia perjuangkan.

    Namun kata dia, jangan lupa bahwa dalam perjalanan demokrasi bangsa ini, Indonesia juga mengenal kritikus yang jauh lebih keras dan frontal yakni Rocky Gerung.

    “Ia (Rocky Gerung) bahkan bisa diundang ke mana-mana untuk melancarkan kritiknya secara terbuka,” tutur Dedy dalam akun X pribadinya, Selasa, (6/1/2026).

    Menurutnya, nama Jokowi adalah bahan kritik paling empuk dan paling menggairahkan publik.

    “Tetapi apa yang terjadi pada mereka yang mengkritiknya secara tajam? Apakah Rocky Gerung mati setelah melancarkan kritik paling kerasnya? Tidak. Ia justru tetap bebas dan semakin bersemangat melontarkan kritik di era Jokowi,” tambahnya.

    Yang menarik kata dia justru terletak pada sikap penguasa itu sendiri. Kritik Rocky Gerung dianggap biasa-biasa saja oleh Presiden Jokowi saat itu.

    “Mengapa? Karena Jokowi, sebagai penguasa yang kekuasaannya langsung datang dari rakyat, memahami bahwa demokrasi memang membawa konsekuensi berupa kebebasan berpikir dan kebebasan bersuara—termasuk kritik yang diarahkan kepadanya,” lanjutnya.

    Itulah sebabnya lanjut dia, siapa pun yang menulis kritik berbasis argumen dan fakta tidak pernah bermasalah secara hukum. Berbeda halnya dengan mereka yang menyampaikan kritik berbasis hoaks; jelas akan berurusan dengan hukum.