Tag: Ririek Adriansyah

  • Pemanfaatan AI untuk UMKM Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 8 Persen

    Pemanfaatan AI untuk UMKM Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 8 Persen

    Jakarta, Beritasatu.com – Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau  artificial intelligence (AI) dinilai mampu mempercepat perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

    Direktur Utama Telkom Indonesia Ririek Adriansyah mengungkapkan, AI menawarkan potensi besar bagi berbagai jenis bisnis, baik skala besar maupun kecil, untuk melakukan lompatan dalam inovasi bisnis mereka.

    “Baik perusahaan besar maupun kecil dapat memanfaatkan AI untuk mempercepat pertumbuhan mereka. Misalnya, UMKM yang berada di daerah terpencil tetap dapat menjangkau pasar di Jakarta tanpa perlu merekrut manajer produk, cukup dengan bantuan AI,” ujar Ririek dalam Indonesia Data and Economic (IDE) Conference 2025 seperti dikutip dari Antara, Selasa (18/2/2025).

    Ririek menambahkan bahwa meskipun AI memiliki potensi besar untuk UMKM, penggunaannya di Indonesia masih belum optimal, sehingga belum mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

    “Tantangannya adalah belum banyak organisasi yang siap mengadopsi AI. Banyak yang masih memerlukan peningkatan keterampilan untuk bisa memanfaatkan AI secara maksimal,” tuturnya.

    Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah kesiapan sumber daya manusia (SDM), karena kebutuhan tenaga kerja di bidang teknologi masih belum seimbang dengan ketersediaannya. Oleh karena itu, diperlukan solusi yang dapat diakses oleh masyarakat luas.

    “Salah satu inisiatif yang sedang dikembangkan adalah platform online untuk pembelajaran IT. Misalnya, jika seseorang ingin memahami cara kerja router, mereka bisa berlatih menggunakan simulator, mirip seperti konsep flight simulator,” jelasnya.

    Lebih lanjut, Ririek menyoroti bahwa optimalisasi AI dan pengembangan infrastruktur digital dapat berkontribusi pada target pertumbuhan ekonomi sebesar 8% yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

    Menurutnya, studi 10 tahun lalu menunjukkan bahwa peningkatan penetrasi broadband sebesar 10% dapat mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 1%. Namun, studi terbaru mengungkapkan bahwa dampak teknologi bisa jauh lebih besar jika dimanfaatkan secara sinergis.

    “Penelitian terbaru menunjukkan bahwa fixed broadband, mobile broadband, AI, pusat data, dan digitalisasi masing-masing memiliki kontribusi tersendiri terhadap ekonomi,” ungkapnya.

    Apabila semua faktor ini dioptimalkan, khususnya AI untuk UMKM, maka pertumbuhan ekonomi dapat meningkat hingga 2,7% secara kumulatif. “Dengan demikian, apabila ekonomi tumbuh 5,2%, tambahan kontribusi teknologi dapat membawa angka tersebut ke 8%,” ujarnya pungkasnya.

  • Bos Telkom (TLKM) Ungkap Potensi UMKM Naik Kelas Pakai Teknologi AI

    Bos Telkom (TLKM) Ungkap Potensi UMKM Naik Kelas Pakai Teknologi AI

    Bisnis.com, JAKARTA – Teknologi kecerdasan buatan (AI) dinilai bisa dimanfaatkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk melakukan leapfrog atau lompatan bisnis hingga bisa naik kelas.

    Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM), Ririek Adriansyah mengatakan sebenarnya banyak potensi yang bisa dijangkau pelaku bisnis untuk bisa menggunakan AI. Namun, pemanfaatannya hingga kini masih belum optimal.

    “Ambil contoh, UMKM di pelosok Kalimantan yang jualan untuk pasar Jakarta, tidak perlu meng-hired produk manajer, bisa pakai AI,” kata Ririek dalam Indonesia Data and Economic Conference (IDE) 2025, dikutip Selasa (18/2/2025).

    Dia menjelaskan banyak organisasi atau perusahaan yang belum siap menggunakan teknologi AI. Banyak yang masih membutuhkan bantuan kompetensi untuk bisa mengoptimalkan AI.

    Menurutnya, masalah SDM di Indonesia adalah kebutuhan dan ketersediaannya masih belum seimbang. Oleh karena itu, dibutuhkan solusi yang bersifat universal dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat luas.

    Ririek menuturkan salah satu inovasi yang sedang digarap adalah penggunaan platform online untuk mempelajari seputar teknologi dan informasi.

    Dia menambahkan optimalisasi AI bersama dengan pengembangan infrastruktur bidang teknologi informasi bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi yang dicanangkan sebesar 8% oleh Presiden Prabowo Subianto.

    Menurutnya, pada 10 tahun yang lalu terdapat studi yang mengatakan bahwa setiap 10% pertambahan broadband bisa memicu pertumbuhan ekonomi sebesar 1%. Namun, studi baru-baru ini mengungkapkan bahwa peran teknologi bisa lebih besar apabila dioptimalkan bersama-sama.

    “Studi baru-baru ini fixed broadband, mobile broadband, AI, data center, digitalisasi itu masing-masing akan memberikan kontribusi tertentu. Kalau itu dilakukan dengan maksimal, maka kumulatif incremental pertumbuhan ekonomi yang bisa dirasakan bisa tumbuh 2,7%. Jadi kalau misal pertumbuhan 5,2% maka kalau ditambah 2,7% bisa mencapai 8%,” katanya.

    Telkom, lanjutnya, telah menjalankan strategi Five Bold Moves. Perusahaan fokus mengeksekusi lima strategi utama perusahaan dengan tetap berlandaskan tiga domain bisnis Telkom yakni, digital connectivity, digital platform, dan digital services.

    Pada pilar digital connectivity, Telkom mencanangkan inisiatif Fixed Mobile Convergence (FMC), dan InfraCo. Kemudian, pada pilar bisnis digital platform terdapat inisiatif Data Center Co dan B2B Digital IT Service Co. Adapun, pilar bisnis digital services ada inisiatif DigiCo.

  • Lewat Transformasi Digital Berkelanjutan, Telkom Dukung Ekonomi Hijau

    Lewat Transformasi Digital Berkelanjutan, Telkom Dukung Ekonomi Hijau

    Jakarta, CNBC Indonesia – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) terus berinovasi dan bertransformasi di tengah era teknologi dan digitalisasi yang berkembang pesat. Upaya tersebut menjadi prioritas untuk mendukung transformasi menuju ekonomi digital yang unggul di Indonesia, serta mewujudkan masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

    Perusahaan juga secara konsisten mengelola ESG (Environmental, Social, Governance) secara maksimal, untuk meminimalkan risiko dan berbagai dampak negatif dari berjalannya usaha. Pendekatan ini selaras dengan nilai-nilai planet, people, partnership, prosperity, & peace (5P) sebagai dasar peningkatan kinerja keberlanjutan.

    Pemetaan ESG dan pilar keberlanjutan juga dilakukan, sehingga menjadi dasar kuat untuk menjalankan bisnis secara berkelanjutan. Dengan begitu, pilar ini mampu berkontribusi positif pada pembangunan berkelanjutan, serta menciptakan nilai positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

    Sejumlah inisiatif juga dilakukan oleh Telkom untuk menunjukan komitmennya nyata tersebut dalam upaya berkelanjutan, salah satunya melalui peluncuran “GoZero – Sustainability Action by Telkom Indonesia” sebagai bukti nyata dalam penerapan prinsip-prinsip keberlanjutan.

    Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah, mengatakan aspek lingkungan dan sosial menjadi perhatian, terutama untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Telkom sebagai BUMN dan pelaku utama di industri telekomunikasi, telah berkomitmen memperkuat budaya keberlanjutan.

    Ririek mengatakan peluncuran ini bukan sekadar simbol, tetapi merupakan tekad TelkomGroup untuk mewujudkan aksi perubahan berkelanjutan yang diharapkan dapat membawa manfaat bagi masyarakat luas.

    “Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama Telkom secara aktif membuat berbagai inisiatif demi memperbaiki lingkungan kita, karena tentunya upaya ini tidak bisa kita lakukan sendirian,” ungkap Ririek dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (6/2/2025).

    GoZero-Sustainability Action by Telkom Indonesia, hadir sebagai pembaruan dari ESG brand sebelumnya, EXIST (ESG Existence for Sustainability by Telkom Indonesia). Telkom optimis GoZero akan menjadi semangat baru bagi perusahaan dalam mewujudkan masa depan berbasis ESG dan bisnis yang berkelanjutan.

    Gerakan ini fokus pada tiga program utama yang meliputi pilar Environmental, Social, dan Governance. Pada pilar Environmental, Telkom berkomitmen untuk mereduksi emisi karbon yang sejalan dengan target pemerintah net-zero emission pada tahun 2060. Upaya ini diwujudkan melalui berbagai inisiatif, seperti pemanfaatan energi terbarukan, efisiensi energi, pengembangan green data center, pengolahan sampah, baik sampah elektronik (refurbish perangkat) maupun sampah dari kantor operasional.

    Di pilar Social, Telkom memastikan kesetaraan dalam berbagai aspek di antaranya untuk karyawan, pelanggan, masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya. Melalui Digital Inclusion, Telkom senantiasa mewujudkan akses komunikasi yang setara bagi masyarakat di seluruh nusantara, termasuk daerah terpencil. Langkah ini guna mendukung pemerataan akses digital untuk informasi dan pendidikan serta peluang ekonomi yang adil bagi semua.

    Terakhir, pada pilar Governance, Telkom menerapkan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) untuk mencegah pelanggaran pada seluruh aktivitas perusahaan melalui sistem pengawasan yang kuat, memastikan integritas dan transparansi di seluruh kegiatan perusahaan, menjaga kepercayaan publik, serta kepatuhan terhadap standar etika.

    Telkom yakin keberlanjutan adalah kunci dalam membangun masa depan yang lebih baik. Oleh karena itu, dengan diluncurkannya GoZero, Telkom menunjukkan langkah konkret dalam mengintegrasikan prinsip ESG ke dalam setiap proses bisnis perusahaan. Telkom yakin GoZero dapat menumbuhkan kesadaran serta mendorong seluruh stakeholders Telkom agar bersama-sama menuju bisnis yang berkelanjutan untuk menciptakan dampak positif terhadap bisnis, lingkungan, dan masyarakat.

    Telkom mengedepankan teknologi dalam program lingkungan, seperti Restorasi Terumbu Karang dengan metode Web Spider dan Fishdom, Reboisasi Hutan dengan 102.400 bibit menggunakan pemantauan GIS, serta Konservasi Mangrove dengan 62.250 bibit di 12 lokasi. Selain itu, Telkom merevitalisasi 14 sarana air bersih di berbagai daerah dengan pendekatan inovatif untuk mendukung keberlanjutan.

    Diharapkan dengan kegiatan ini, terumbu karang yang ditanam bisa berkembang dan memberikan manfaat bagi lingkungan dan generasi yang akan datang.

    Tidak hanya itu, Telkom berupaya untuk menyediakan wadah bagi para UMKM Binaannya dalam menggapai empat aspek yaitu, Go Modern, Go Digital, Go Online, dan Go Global yang sejalan dengan core values perusahaan. Merangkul UMKM dari berbagai kategori seperti Makanan & Minuman, Craft, Fashion dari seluruh Indonesia.

    Bahkan Telkom menghadirkan Indibiz menghadirkan layanan berbasis Artificial Intelligence (AI) bagi UMKM. Layanan ini dihadirkan untuk mendorong kemajuan bisnis pelaku UMKM. Secara rinci, layanan berbasis AI ini meliputi pusat data, komputasi, hingga digital touch point.

    Di samping itu, Indibiz juga menyediakan layanan CCTV yang dilengkapi AI, yang memudahkan pelaku UMKM mendapatkan informasi terkait bisnis dengan digital touch point.

    Layanan tersebut juga dihadirkan sebagai upaya Indibiz dalam mengikuti tren digitalisasi saat ini. Adapun solusi yang ditawarkan tersebut mulai dari sistem manajemen aset, sistem akuntansi dan keuangan badan usaha, sistem keamanan, hingga jaringan logistik yang disediakan oleh TelkomGroup.

     

    (rah/rah)

  • Prabowo Ingin Layanan Internet Bebas Lemot Saat Libur Nataru

    Prabowo Ingin Layanan Internet Bebas Lemot Saat Libur Nataru

    Jakarta, CNN Indonesia

    Presiden Prabowo Subianto memberikan instruksi agar layanan internet dapat dinikmati tanpa masalah saat periode liburan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru).

    Hal tersebut disampaikan Staf Khusus Bidang Strategi Komunikasi dan Hubungan Publik BUMN Arya Sinulingga, Ia menyebut Prabowo telah memberikan arahan kepada Kementerian BUMN, yang dalam hal ini menjadi lingkup kerja Telkom Group, guna menjaga kualitas telekomunikasi selama periode Nataru.

    “Kita tahu Pak Prabowo itu meminta supaya BUMN juga membuat kenyamanan, ketenangan, keamanan, dan kelancaran dari masyarakat yang akan melakukan kegiatan Nataru, baik untuk ibadah maupun untuk liburan,” ujar Arya di Gedung Graha Merah Putih, Jakarta, Senin (16/12).

    “Dan, kali ini kita ada di Telkom dan Telkomsel menyampaikan informasi bagaimana kesiapan mereka untuk Nataru ini,” lanjut dia.

    Arya mengatakan Kementerian BUMN memantau persiapan layanan Telkom Group dalam mengawal layanan telekomunikasi pada periode tersebut agar masyarakat tak mendapat kendala imbas lonjakan traffic.

    “Jadi, nanti ada posko kita di berbagai daerah seluruh Indonesia dan ini total kira-kira ada mungkin 15 ribu personil yang terlibat dengan kesiapan ini. Untuk tadi, memastikan bahwa layanan Telkomsel itu akan cepat bekerja dengan baik, sehingga kesejahteraan tadi,” terangnya.

    Telkom menyediakan total 57 posko untuk Natari dengan 480 personil posko yang bersiaga pada 20 Desember hingga 2 Januari 2025.

    Telkom memastikan jaringan miliknya siap untuk beroperasi maksimal dengan penambahan kapasitas menjadi 56,7 Tbps atau ada kenaikan 40 persen dari periode sebelumnya sebesar 41,2 Tbps.

    “Jadi, peningkatan kapasitas dan coverage jaringan. Selama ini di periode Nataru kita tambah kapasitas, baik itu di Telkomsel maupun di sisi Telkom. Kalau di kapasitas, di jaringan kita di Telkom, itu kita tambah paling nggak 40% karena banyak masyarakat yang pergi,” ujar Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah.

    Selain posko dan kapasitas, Telkom juga memberi perhatian khusus pada 409 Point of Interest (POI) yang akan diprediksi akan mengalami penumpukan traffic telekomunikasi pada momen Nataru.

    Sejumlah POI yang menjadi prioritas ini mayoritas adalah pusat keramaian seperti mal, tempat wisata, rumah ibadah, residensial, hingga kawasan padat pemudik seperti bandara, pelabuhan, stasiun, tol, rest area.

    “Kita komitmen untuk deliver customer experience yang excellent untuk seluruh segment customer. Saat ini, ada 9,4 juta pelanggan fixed broadband IndiHome dan 158 juta mobile Telkomsel. Nah, ini biasanya, selama Nataru ada sinyal stabil, koneksi internet cepat, streaming lancar, ini semua kita antisipasi di seluruh 409 POI,” kata Direktur Network & IT Solution Telkom Herlan Wijanarko.

    (lom/dmi)

    [Gambas:Video CNN]

  • Bos Telkom (TLKM) Bicara Masa Depan Industri Telekomunikasi

    Bos Telkom (TLKM) Bicara Masa Depan Industri Telekomunikasi

    Bisnis.com, JAKARTA – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) menilai industri telekomunikasi akan makin sehat dengan jumlah pemain tersedia yang meramping dari 4 operator seluler menjadi 3 operator seluler, menyusul merger PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN) dan PT XL Axiata Tbk. (EXCL) yang makin dekat. 

    Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah mengatakan merger XL dan Smartfren akan membuat kondisi industri telekomunikasi yang lebih sehat, seiring dengan persaingan yang makin baik. 

    “Ini kan ada persaingan juga meskipun tiga. Merger semoga baik untuk industri,” kata Ririek, Senin (16/12/2024). 

    Sekadar informasi, persaingan di industri telekomunikasi berjalan cukup ketat dengan 4 operator seluler yaitu Telkomsel, Indosat, XL Axiata dan Smartfren. Keempatnya bersaing untuk menarik pelanggan, sementara itu jumlah pengguna internet tumbuh perlahan. 

    Persaingan yang ketat tersebut membuat operator seluler menawarkan promo berkepanjangan, yang berdampak pada pendapatan tumbuh melandai.

    Padahal, operator harus terus berinvestasi untuk meningkatkan kapasitas dan cakupan jaringan. Mereka juga harus membayar ongkos regulator yang rasionya terhadap pendapatan telah menembus 12%, lebih tinggi dari rerata global yang sekitar 5%-7%. 

    Sementara itu, Ketua Bidang Infrastruktur Telematika Nasional Mastel, Sigit Puspito Wigati Jarot menilai ada potensi persaingan tidak sehat atau oligopoli seiring dengan mengerucutnya jumlah operator di Indonesia dari 4 menjadi 3 jika merger terealisasi. Kondusifitas persaingan industri telekomunikasi menjadi hal yang harus diperhatikan di balik merger tersebut. 

    “Untuk aspek kompetisi ini ada baiknya, Komdigi juga melibatkan KPPU,” kata Sigit kepada Bisnis, Rabu (11/12/2024).

    Sementara itu, Direktur Eksekutif ICT sekaligus pengamat ekonomi digital, Heru Sutadi lebih menyorot kepada potensi PHK perusahaan pascamerger. Apalagi, Heru melihat saat ini sudah ramai di media sosial yang menyebutkan akan adanya PHK besar-besaran yang tidak berpihak pada pekerja.

    “Menkomdigi harus memastikan PHK adalah pilihan terakhir dari proses merger ini,” ujar Heru.

    Jika nantinya memang terjadi PHK, Heru menuturkan karyawan yang terkena PHK harus diberikan golden handshake, serta diberlakukan secara baik dan beradab.

    Apalagi, Heru menyampaikan bahwa nilai konsolidasi antara pihak XL dan Smartfren tidak sedikit, karena mencapai Rp104 triliun. 

    “Jadi kalau tidak jelas roadmap perusahaan baru akan ke mana, nasib karyawan tidak diperhatikan dan dilakukan PHK tanpa golden handshake, ya baiknya Menkomdigi menahan untuk memberikan persetujuan terhadap konsolidasi XL Axiata dan Smartfren ini,” ucapnya.

  • Sinyal Alarm Nataru 2024 Berbunyi, Telkom, Indosat, hingga XL Axiata Siaga

    Sinyal Alarm Nataru 2024 Berbunyi, Telkom, Indosat, hingga XL Axiata Siaga

    Bisnis.com, JAKARTA – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM), PT Indosat Tbk. (ISAT), dan PT XL Axiata Tbk. (EXCL) memperkuat jaringan guna mengantisipasi lonjakan lalu lintas data yang diproyeksi meningkat dua digit pada momen natal dan tahun baru 2024/2025 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kualitas layanan dan reputasi perusahaan dipertaruhkan. 

    Untuk diketahui, proyeksi lalu lintas data di Telkomsel saat nataru berada pada kisaran 13%-19% selama periode 2022-2024, dengan proyeksi tertinggi pada 2022 mencapai 19%. 

    Sementara itu, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memproyeksikan peningkatan trafik data sebesar 4%-16%. Didorong oleh pergerakan masyarakat yang masif.  

    Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat pada saat masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025 mencapai 110,67 juta orang. Hal ini tentunya akan mendorong peningkatan trafik penggunaan layanan telekomunikasi dan data. 

    Direktu Utama Telkom Ririek Adriansyah mengatakan perusahaan ingin memastikan bahwa layanan yang diterima pelanggan korporasi dan ritel berjalan baik selama natal dan tahun baru. 

    “Selama nataru ini, kami menambah kapasitas dan cakupan. Di backbone kami menambah 40% dibandingkan tahun lalu. Kami juga pengawalan khusus ke daerah kritis,” kata Ririek, Senin (16/12/2024). 

    Untuk mengantisipasi lonjakan trafik data, Telkom meningkatkan kapasitas fixed broadband hingga 40% menjadi 5,6 Tbps pada nataru 2024/2025 dibandingkan dengan nataru 2023/2024.

    Telkom juga menggelar uji andal jaringan melalui panggilan telpon berbasis internet, streaming video, video call, bermain game dengan target lancar tidak ada putus. 

    Sementara itu Telkomsel menambah 525 BTS 5G dan 271 BTS 4G untuk Nataru, Telkomsel juga meningkatkan kapasitas 178 BTS dan menyiagakan 46 mobile BTS pada tahun ini. 

    Proyeksi Telkom lonjakan trafik saat NataruPerbesar

    Ririek berharap dengan jaringan yang disiapkan masyarakat dapat menjalankan ibadah dan liburan dengan nyaman. 

    Direktur Network & IT Solution Telkom Indonesia Herlan Wijanarko mengatakan perusahaan juga menambahkan BTS baru untuk 4G dan 5G mengingat trafik data pada nataru lebih besar dibandingkan hari biasa. 

    Trafik di tempat ibadah dan tempat wisata menjadi perhatian. Total ada 337 titik yang ditingkatkan jaringannya. Adapun secara total titik keramaian, total mencapai 409 titik. Telkom menyiagakan 15.000 personel untuk menjaga jaringan tetap aman. 

    “Pada masa nataru ini kami lebih menekankan lagi layanan 5G kami di 56 kota. Ada 13,4 juta masyarakat yang secara perangkat sudah siap 5G,” kata Herlan. 

    Proyeksi Indosat dan XL Axiata

    Direktur & Chief Technology Officer XL Axiata I Gede Darmayusa memprediksi akan terjadi peningkatan trafik mencapai 10%-20% dibandingkan rata-rata trafik pada kondisi normal hari biasa.

    Lonjakan trafik ini terdorong oleh makin intensnya pelanggan dalam menggunakan berbagai layanan digital dengan kapasitas besar yang biasanya dimanfaatkan untuk mengisi masa libur panjang. 

    Pelanggan akan banyak berkirim konten video atau foto, serta akses streaming, baik video, musik, serta gim. Media sosial seperti Instagram, TikTok, Facebook, juga diperkirakan akan menjadi sasaran pelanggan mengisi waktu liburan untuk berbagi meriahnya momen Nataru. XL Axiata meningkatkan kapasitas hingga dua kali lipat untuk menghadapi lonjakan trafik. 

    “Karena itulah, XL Axiata telah memperkuat layanan data dan perlu menyiapkan jaringan dengan kapasitas 2 kali lipat lebih besar dari hari normal agar dapat tetap aman jika terjadi lonjakan trafik yang signifikan,” kata Gede.

    President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha, mengatakan Indosat meningkatkan kapasitas jaringan hingga 33% dibandingkan rata-rata harian untuk mengantisipasi lonjakan trafik selama Nataru 2024/2025. 

    Berkaca dari tahun lalu, trafik diproyeksikan meningkat seiring tingginya penggunaan aplikasi populer seperti WhatsApp, TikTok, Instagram, Facebook, dan YouTube, serta game online seperti Mobile Legends, Roblox, dan PUBG. 

    Kenaikan trafik data terbesar diprediksi terjadi di wilayah Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Jabotabek, Jawa non-Jabotabek, dan Bali Nusra, yang menjadi destinasi favorit masyarakat selama perayaan Natal dan Tahun Baru.

    “Fokus kami di Indosat adalah memastikan pelanggan tetap dapat menikmati layanan terbaik kapan saja dan dimana saja, terutama saat merayakan momen spesial bersama keluarga,” kata Vikram. 

    Pekerja memperkuat jaringanPerbesar

    WiFi Gratis

    Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet (APJII) menggelar jaringan wifi di beberapa titik yang diprediksi terdapat lonjakan trafik saat periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025.

    Sekretaris Umum APJII Zulfadly Syam menyampaikan penggelaran WiFi di sejumlah titik bertujuan untuk mengantisipasi lonjakan trafik data sehingga layanan yang diberikan kepada pelanggan tetap prima. Sayangnya Zul tidak menyebutkan jumlah titik WiFi yang mereka sebar. 

    “Namun untuk di beberapa titik yang sifatnya statis, anggota-anggota APJII itu juga ada yang memasang wifi-wifi di beberapa titik, yang titik ramainya cukup padat, mereka meningkatkan pemasangan akses point,” kata Zulfadly kepada Bisnis. 

    Dengan adanya pemasangan wifi di beberapa titik, Zulfadly mengharapkan dengan pemasangan akses point tersebut juga bisa membantu tertatanya trafik internet.

    Sehingga, dapat kebutuhan masyarakat terhadap internet di beberapa titik teramai dapat tercover dengan baik dan stabil.

    “Jadi ada dua sisi, dari sisi mobilitas itu di Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), sedangkan dari yang sifatnya lebih statis, tempat-tempat yang lebih statis dengan menggunakan wifi atau menggunakan akses poin,” ujarnya.

  • Mau Transformasi Digital Indonesia, Ini Syaratnya

    Mau Transformasi Digital Indonesia, Ini Syaratnya

    Jakarta

    Dalam diskusi IndoTelko Forum bertajuk ‘Sinergi Industri Digital Wujudkan Asta Cita’, berbagai pemangku kepentingan dari sektor pemerintah, industri telekomunikasi, dan masyarakat menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat transformasi digital Indonesia.

    Doni Ismanto Darwin, Pendiri IndoTelko, mengungkapkan bahwa sektor ekonomi digital memiliki peran strategis dalam pencapaian visi Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8% dalam lima tahun ke depan.

    “Sinergi antara pemerintah, industri, dan masyarakat sangat penting dalam mendorong transformasi digital yang akan memberdayakan UMKM dan mendorong investasi yang berdampak pada kesejahteraan rakyat,” kata Doni dalam diskusi yang digelar di Jakarta, Kamis (12/12/2024) tersebut.

    Lalu menurut Dirgayuza Setiawan, editor buku Strategi Transformasi Bangsa ‘Prabowo Subianto’, menegaskan pentingnya pendidikan berkualitas untuk mendorong terciptanya talenta digital, yang menjadi fondasi untuk membangun ekonomi digital yang kuat.

    Ia mencontohkan keberhasilan negara seperti India dan Tiongkok yang melibatkan pendidikan di luar negeri untuk membangun talenta teknologi. Dengan pendekatan serupa, Indonesia dapat mencetak ahli digital yang mampu mengembangkan teknologi canggih, seperti kecerdasan buatan dan pusat data.

    Sementara itu dari sektor telekomunikasi, Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah menyampaikan bahwa sektor telekomunikasi sebenarnya menghadapi tantangan seperti kompetisi harga dan perlambatan pendapatan.

    Namun, melalui strategi transformasi, Telkom tetap optimis dalam mendukung ekonomi digital. Strategi ini mencakup pengembangan layanan broadband, bisnis data center, dan inisiatif digital baru.

    “Telkom juga memperkuat UMKM yang berkontribusi lebih dari 60% terhadap perekonomian nasional melalui layanan seperti PaDi UMKM. Layanan ini telah membantu lebih dari 10.000 UMKM untuk meningkatkan akses ke pasar digital, menciptakan peluang baru, dan mendorong peningkatan pendapatan rata-rata sebesar 20% per UMKM dalam setahun,” jelas Ririek.

    Danny Buldansyah, Wakil Direktur Utama Indosat Ooredoo Hutchison, juga menegaskan pentingnya inovasi teknologi untuk mendukung transformasi digital. Program seperti Sahabat AI dan Banking AI merupakan bagian dari inisiatif yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan untuk digitalisasi di berbagai sektor.

    (asj/asj)

  • Pengamat Beberkan Tantangan Telkom di Era Perubahan

    Pengamat Beberkan Tantangan Telkom di Era Perubahan

    Jakarta, CNBC Indonesia – Pengamat telekomunikasi sekaligus Direktur Eksekutif Information and Communication Technology(ICT) Institute Heru Sutadi mengatakan ancaman disrupsi dan transformasi digital jadi tantangan bagi PT Telkom Indonesia (Telkom). Namun, ujarnya, Telkom berhasil survive di tengah ancaman yang harus dijalani tersebut. Meski tren bisnis ke arah over-the-top (OTT) di mana infrastruktur lebih banyak mengeluarkan anggaran untuk pembangunan sementara OTT yang mendapat hasil lebih besar.

    Dia mengatakan, dengan waktu yang panjang Direktur Utama PT Telkom Indonesia Ririek Adriansyah memimpin Telkom dengan dinamika perubahannya.

    Kemudian juga perkembangan digital membuat Telkom juga harus bertransformasi dengan cepat apalagi merupakan perusahaan telekomunikasi dan ICT. Sampai sekarang bisnis Telkom tetap tumbuh, meski memang ada tren penurunan. “Dibanding pemain telekomunikasi lainnya yang tinggal nama, Telkom Group masih terdepan,” ujar Heru saat dihubungi di Jakarta, dikutip Sabtu (7/12/2024).

    Heru menyebutkan SDM Telkom juga sangat mumpuni dan dipakai di banyak BUMN, sehingga kinerja Ririek perlu diapresiasi.

    “Walaupun memang dengan perkembangan model bisnis seperti FMC kemudian trend InfraCo, maka PR dan tantangan Telkom sangat dinamis dan terus ada sehingga kerja terus harus dilakukan,” kata Heru.

    Heru menilai sebenarnya direksi Telkom bekerja sangat maksimal, hanya komisaris Telkomnya sangat politis dan relawan sekali, padahal harusnya Telkom mesti dikembangkan secara profesional.

    Ia menekankan, harus ada kebijakan dari Presiden Prabowo Subianto agar BUMN besar dikelola profesional. “Relawan atau politisi kalau harus masuk Komisaris BUMN, mungkin bisa ditempatkan di perusahaan yang kompetisinya rendah dan penguasaan lokal tinggi, sementara industri telekomunikasi kan kompetisi tinggi dan pemain banyak dari negara luar, ada Singtel, ada Qatar, atau Malaysia,” ujar Heru.

    Perjalanan Ririek Adriansyah

    Ririek Adriansyah memulai kariernya di Telkom pada 1990. Perjalanan Ririek menuju posisi puncak di perusahaan telekomunikasi terbesar di Tanah Air ini penuh dengan liku-liku perjuangan panjang yang mengesankan.

    Pria kelahiran 2 September 1963 ini tumbuh dan besar di Yogyakarta. dengan masa kecil yang penuh tantangan. Bahkan untuk sekadar bisa mendapatkan uang tambahan, Ririek kecil pernah menjadi pemungut puntung rokok.

    Ia mengenang di masa itu anak-anak kalau mau memperoleh tambahan uang pilihannya hanya dua, yaitu menjadi kondektur angkot atau tukang puntung. Dengan kondisi ekonomi yang serba terbatas, Ririek semasa sekolah tetap tekun belajar. Hingga kemudian setelah lulus SMA, Ririek berhasil meneruskan pendidikan ke Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan Teknik Elektro.

    Ketika itu Ririek memperoleh beasiswa dari Telkom, perusahaan yang kemudian menjadi tempatnya menempuh perjalanan panjang kariernya di dunia telekomunikasi yang dimulai tahun 1990. Seiring berjalannya waktu, Ririek menapaki berbagai posisi penting di anak perusahaan Telkom. Pada periode 2004-2008, Ririek dipercaya menjabat sebagai Deputy EGM Divisi Infratel, PT Telkom.

    Selanjutnya Ririek pindah ke PT Telin, anak perusahaan Telkom yang bergerak di bidang layanan internasional. Di perusahaan ini Ririek menjabat sebagai Director of International Carrier Services pada 2008-2010 dan kemudian Director of Marketing and Sales hingga 2011. Perjalanan karier Ririek terus menanjak, hingga ia menduduki posisi President Director PT Telin pada 2011-2012.

    Kemudian pada 2012, Ririek balik ke PT Telkom sebagai Director of Compliance and Risk Management selama satu tahun. Lalu ia menjabat sebagai Director of Wholesale & International Service hingga tahun 2014. Puncak karier Ririek di anak perusahaan Telkom ketika ia diangkat menjadi Direktur Utama Telkomsel pada Januari 2015 hingga Mei 2019.

    Di bawah komando Ririek, Telkomsel berhasil tumbuhan signifikan hingga menjadikannya sebagai pemimpin yang diakui di industri telekomunikasi Indonesia. Tak berhenti di Telkomsel, karier Ririek terus melejit.

    Foto: Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, Ririek Adriansyah dalam Tech & Telco Forum 2024 di Menara Bank Mega, Jakarta, Jumat (5/7/2024). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
    Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, Ririek Adriansyah dalam Tech & Telco Forum 2024 di Menara Bank Mega, Jakarta, Jumat (5/7/2024). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

    Ririek Menakhodai Telkom Terus Bertransformasi Jadi Pemain Global

    Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Telkom Tahun Buku 2018, Ririek dipilih sebagai Direktur Utama PT Telkom Indonesia. Atas jasanya dalam menakhodai Telkom, Ririek yang merupakan teman satu angkatan politikus senior PDIP Pramono Anung di ITB, dianugerahi Bintang Jasa Nararya oleh negara.

    Ririek juga dikenal sebagai pemimpin yang berani dan visioner. Dengan kepiawaiannya, Ririek yang saat ini sudah lebih dari 12 tahun dipercaya menjabat Direksi Telkom, sejak 18 Mei 2023 mulai berinvestasi di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Ketika itu Telkom membeli 29,708 lembar saham GOTO senilai US$ 150 juta atau setara Rp2,1 triliun. Selain Telkom, anak usahanya Telkomsel juga memiliki 59.417 lembar saham tambahan dari opsi pembelian saham atau senilai US$ 300 juta, setara Rp4,29 triliun. Secara total, investasi Telkom di GOTO mencapai US$450 juta, atau setara Rp6,4 triliun.

    Di GOTO ini, konglomerat Garibaldi Thohir atau biasa dikenal dengan Boy Thohir, kakak dari Menteri BUMN Erick Thohir, menggenggam saham sebanyak 1,05 miliar saham. Sebelumnya, Boy Thohir sempat memegang jabatan Komisaris Utama di GOTO. Namun, pada pertengahan 2023 memutuskan mundur.

    Oleh Ririek, GOTO dijadikan sebagai salah satu ladang pendapatan dalam investasi Telkom di masa depan. “Kalau secara accounting, naik-turunnya harga saham itu akan berpengaruh, tapi bukan di operasional,” kata Ririek di Kementerian BUMN Jakarta, beberapa waktu lalu.

    Sebagai profesional yang mumpuni, Ririek yang tak pernah berkarier di perusahaan lain kecuali Telkom Group, kini terus berupaya menyukseskan langkah transformasi yang tengah Telkom lakukan, serupa dengan yang ia terapkan di setiap anak tangga kariernya, yaitu terus bertransformasi. Di bawah nakhoda Ririek, Telkom mengusung misi besar perusahaan untuk menuju transformasi digital menjadi pemain global. “Bagi saya, seorang pemimpin yang hebat tidak akan pernah berhenti untuk belajar,” tutur Ririek yang tak tergantikan jabatannya sebagai Dirut Telkom hingga saat ini.

    (dce/dce)

  • BPI Danantara Buka Peluang Tambah BUMN untuk Bergabung

    BPI Danantara Buka Peluang Tambah BUMN untuk Bergabung

    Jakarta, Beritasatu.com – Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Muliaman Darmansyah Hadad mengungkapkan pihaknya membuka peluang menambah jumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang tergabung dalam Danantara.

    Hingga saat ini, sudah ada tujuh BUMN berskala besar yang bergabung di Danantara, yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT PLN (Persero), PT Pertamina (Persero), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Mineral Industri Indonesia atau MIND ID.

    “Iya, sementara tujuh dahulu. Nanti kan ada waktunya. Nanti ada tambahan,” kata Kepala BPI Danantara Muliaman Darmansyah Hadad di kantor Danantara, Cikini, Jakarta Pusat pada Selasa (19/11/2024).

    Dalam waktu sepekan ini Muliaman memanggil jajaran direksi BUMN untuk melakukan pertemuan. Pada hari ini, Direktur Utama BRI Sunarso hadir dalam pertemuan tersebut pada pukul 10.00-11.45 WIB.

    Sementara itu, Direktur Utama Telkom Indonesia Ririek Adriansyah memenuhi undangan diskusi pukul 15.00-16.47 WIB. Seusai pertemuan yang digelar tertutup itu, keduanya enggan memberikan pernyataan apa pun kepada awak media di lokasi.

    Namun, Muliaman membeberkan isi pertemuan tersebut. “Kita tadi ngobrol-ngobrol saja. Nanti tentu saja dengan semuanya yang tujuh yang akan diserahkan ke Danantara. Lebih banyak perkenalan sebetulnya,” ungkapnya.

    Pertemuan tersebut masih dalam tahap awal untuk BUMN yang turut bergabung dalam Danantara. Menurut Muliaman belum ada pembahasan detail.

    “Tidak ada hal-hal khusus. Komunikasi pendahuluan saja dan kita sepakat untuk mem-follow up proses ini sesegera mungkin. Mudah-mudahan dengan perkenalan itu bisa lebih efektif, saya kira tidak ada hal-hal lain,” tegasnya.

  • Telkom (TLKM) Gelar 5G Secara Terukur, Butuh Dukungan Spektrum dan Insentif

    Telkom (TLKM) Gelar 5G Secara Terukur, Butuh Dukungan Spektrum dan Insentif

    Bisnis.com, JAKARTA – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) menyampaikan akan terus mendorong penggelaran 5G secara terukur sambil menunggu kehadiran spektrum frekuensi baru.

    Perusahaan telekomunikasi pelat merah itu juga berharap adanya insentif dari pemerintah dalam mendorong penetrasi teknologi baru tersebut.

    Hingga kuartal III/2024, Telkomsel, anak usaha Telkom, mengoperasikan 269.066 BTS, jumlah ini terakumulasi dari yang terdiri dari 48.789 BTS 2G, 219.330 BTS 4G, dan 947 BTS 5G. 

    Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah mengatakan pembangunan BTS 5G yang dilakukan oleh pihak Telkomsel saat ini masih selektif dan belum bisa menyeluruh. Sebab, belum adanya spektrum untuk mendukung jaringan ini.

    “Yang ingin disampaikan adalah 5G ini belum bisa berkembang secara optimal karena memang spektrumnya belum ada, dan use case-nya pengguna 5G masih juga sangat terbatas,” kata Ririek saat rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR, Selasa (12/11/2024) sore.

    Ririek menuturkan untuk bisa mengembangkan jaringan 5G di tanah air, pihaknya mengharapkan adanya keringan atau insentif untuk mengembangkan BTS 5G

    Tak hanya itu, pihaknya juga mengharapkan adanya keringanan pembayaran biaya spektrum dan sebagainya, sehingga mengembangkan 5G ini tanpa berdampak negatif perusahaan.

    Harapan ini, kata Ririek tidak hanya diharapkan oleh Telkom. Namun, operator lain juga akan mengharapkan hal yang sama untuk pengembangan jaringan 5G.

    “Insentif fiskal atau non-fiskal untuk pengembangan 5G dan alokasi frekuensi atau alokasi spektrum, dengan spektrum yang lebih fleksibel,” ujar Ririek.

    Diberitakan sebelumnya, PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) mengoperasikan base transceiver station (BTS) 5G di 1.000 titik di 56 kabupaten/kota, guna mendukung visi Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) perihal peningkatan kecepatan internet untuk Indonesia Emas 2045.

    Kecepatan internet Indonesia saat ini berada di peringkat 90-an. Salah satu yang terendah di Asia Tenggara.

    VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel Saki H. Bramono menjelaskan perusahaan terus menambah titik 5G baru secara tepat dan terukur, dengan mencakup beberapa area strategis seperti kawasan industri, residensial, bandara internasional, pelabuhan, rumah sakit, destinasi wisata prioritas, hingga wilayah pembangunan Ibu Kota Nusantara. 

    “Hal ini untuk menjaga dan memperkuat industri telekomunikasi dan ekosistem digital dalam rangka mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045 melalui langkah-langkah yang terukur, bertahap, dan terarah,” kata Saki kepada Bisnis, Jumat (25/10/2024).