Tag: Rini Syarifah

  • Mak Rini Serahkan 100 Sertifikat Tanah Bagi Eks Pekerja PT Harta Mulia Blitar

    Mak Rini Serahkan 100 Sertifikat Tanah Bagi Eks Pekerja PT Harta Mulia Blitar

    Blitar (beritajatim.com) – Bupati Blitar, Rini Syarifah menyerahkan 100 sertifikat tanah kepada eks pekerja PT Harta Mulia Desa Modangan, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Mak Rini sapaan akrab Bupati Blitar memberikan langsung ratusan sertifikat tanah tersebut kepada warga, Senin (22/04/24).

    Di hadapan masyarakat, Mak Rini menyampaikan rasa bahagianya karena bisa membantu warga mendapatkan legalitas tanah yang mereka tempati selama ini. Ketua DPC PKB Kabupaten Blitar tersebut juga berpesan agar sertifikat tanah yang diberikan ini bisa dijaga dengan baik oleh warga.

    “Sertifikat yang bapak ibu terima bisa dijadikan agunan di bank. Saya harap bapak ibu tidak memanfaatkannya untuk keperluan konsumtif namun bisa dijadikan modal usaha untuk mengingatkan kesejahteraan keluarga,” kata Rini Syarifah, Bupati Blitar.

    Dalam kesempatan tersebut, Mak Rini juga memberikan pemahaman kepada warga agar tidak takut mengurus sertifikasi atas tanahnya. Bupati perempuan tersebut juga berpesan kepada BPN Kabupaten Blitar agar terus memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang program PTSL.

    “Masih banyak masyarakat yang ragu untuk membuat sertifikat karena akan menimbulkan hal hal rumit di masa depan. Saya berharap BPN dapat meluruskan hal hal semacam ini karena negara hadir untuk membantu masyarakat agar tidak timbul konflik,” tegasnya.

    Sementara itu, Wima Brahmantya, Direktur Utama PT Harta Mulia Blitar menyebut langkah ini, merupakan implementasi dari Peraturan Presiden Nomor 86 Tahun 2018 tentang pelaksanaan reforma agraria dan Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2023 tentang percepatan pelaksanaan reforma agraria, yang mewajibkan kami melepas minimal 20% lahan perkebunan. Diharapkan dengan adanya redistribusi ini bisa memberikan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    Redistribusi ini juga bakal menciptakan kondusifitas warga yang menempati tanah PT Harta Mulia. Sehingga dengan begitu diharapkan konflik agraria di lokasi itu bisa berkurang.

    “Jadi pada hari ini, kita secara resmi melepas lahan yang dikuasai oleh PT Harta Mulia”, ungkap Wima Brahmantya”.

    Lebih lanjut, Wima Brahmantya menegaskan bahwa hal tersebut dilakukan dengan harapan ke depannya dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat, utamanya di sektor ekonomi. Meskipun sudah secara legal kita berpisah, tetapi dari segi semangat kita masih bisa Bersatu dengan saling mensupport baik dalam hal keamanan, kenyamanan, dan kesejahteraan.

    “Langkah ini merupakan implementasi dari Peraturan Presiden Nomor 86 Tahun 2018 tentang pelaksanaan reforma agraria dan Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2023 tentang percepatan pelaksanaan reforma agraria, yang mewajibkan kami melepas minimal 20% lahan perkebunan. Lahan perkebunan bentuknya HGU yang saat ini prosesnya masih dalam proses perpanjangan dengan dua pertimbangan dalam memberikan lahan 20% yaitu PT Harta Mulia adalah perusahaan yang taat hukum dan sebagai bentuk kontribusi dalam menyejahterakan masyarakat lokal yang masih keturunan dari pekerja atau eks-pekerja di perkebunan Harta Mulia,” sambungnya.

    Sementara itu, Suhali (65), selaku karyawan perkebunan PT. Harta Mulia sejak 35 tahun silam mengaku berterima kasih atas adanya redistribusi tanah ini. Ia pun mengaku lebih tenang karena tanah yang ia tempati telah memiliki kekuatan hukum atau legalitas.

    “Saya sangat berterima kasih kepada PT Harta Mulia yang sudah banyak membantu perekonomian keluarga saya hingga hari ini. Lahan perkebunan yang diberikan kepada kami selaku pekerja sangat bermanfaat karena dapat meningkatkan taraf perekonomian masyarakat dan kedepannya saya ingin mengelola lahan tersebut dengan beragam tanaman yang beragam,” ucapnya.

    Hal serupa juga disampaikan Paulus Wibowo (39), eks karyawan PT. Harta Mulia sejak zaman Belanda itu kini merasa lega karena tanahnya telah dilegalisasi. Wibowo sangat bersyukur karena sertifikat ini sangat berarti bagi dirinya dan keluarganya.

    “PT Harta Mulia menjadi satu-satunya perusahaan yang berperan besar dalam kehidupan keluarga saya dari zaman kolonial. Pemberian lahan kepada karyawan ini sangat berarti bagi saya dan keluarga, karena lahan dan rumah yang dulu hanya sekedar kami tempati, sekarang sudah menjadi hak milik sehingga dapat dikelola secara bebas dan mandiri”, ujarnya.

    Jika dibandingkan dengan perkebunan lainnya yang ada di Kabupaten Blitar, kegiatan ini berlangsung lancar dan penuh antusiasme dari warga. Harapan ke depan adalah terjalinnya hubungan yang harmonis antara pihak pengelola, karyawan, mantan karyawan, dan masyarakat di sekitar perkebunan, sebagaimana diutarakan oleh Direktur Utama PT Harta Mulia, Wima Brahmantya. (owi/ian)

  • Anggarkan Rp75 M, Mak Rini Bangun Gedung Ranap RSUD Ngudi Waluyo Blitar

    Anggarkan Rp75 M, Mak Rini Bangun Gedung Ranap RSUD Ngudi Waluyo Blitar

    Blitar (beritajatim.com) – Bupati Blitar, Rini Syarifah atau Mak Rini melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung rawat inap 8 lantai di RSUD Ngudi Waluyo, Wlingi, Kabupaten Blitar. Untuk membangun gedung rawat ini, Mak Rini menganggarkan dana sebesar Rp75 miliar.

    Rini Syarifah berharap pembangunan gedung rawat inap 8 lantai di RSUD Ngudi Waluyo ini bisa menunjang pelayanan kesehatan kepada masyarakat Kabupaten Blitar.

    “Hari ini, kami melaksanakan ground breaking pembangunan gedung rawat inap 8 lantai di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Lokasi pembangunan gedung rawat inap berasa di utara gedung utama RSUD Ngudi Waluyo,” kata Mak Rini, Senin (22/4/2024)

    Dalam pembangunan ini, Rini Syarifah juga menggandeng Polda dan Kejaksaan Negeri Jawa Timur. Hal dilakukan untuk mendapatkan pendampingan dan pengawasan dalam proses pembangunan gedung rawat inap 8 lantai di RSUD Ngudi Waluyo.

    “Targetnya, pembangunan gedung rawat inap di RSUD Ngudi Waluyo bisa selesai Oktober 2024. Mudah-mudahan tidak ada kendala, jadi mohon dukungannya dan kami butuh support dari semua pihak,” bebernya.

    Bupati Blitar menyebut pembangunan gedung rawat inap di RSUD Ngudi Waluyo ditujukan untuk menunjang pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Sehingga masyarakat Blitar tidak perlu lagi jauh-jauh berobat ke luar daerah.

    Penambahan fasilitas di RSUD Ngudi Waluyo itu juga sebagai bukti memperhatikan pelayanan kesehatan masyarakat supaya bisa mendapatkan fasilitas kesehatan tanpa keluar daerah.

    “Rencananya, gedung rawat inap baru di RSUD Ngudi Waluyo kami beri nama Gedung Srikandi. Karena bertepatan dengan momen Hari Kartini, kami ingin menjunjung tinggi peran perempuan untuk banyak orang. Selain itu, ini juga menjadi bukti emansipasi perempuan di Kabupaten Blitar yang bisa turut membangun daerah,” pungkasnya.

    Direktur RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, dr Endah Woro Utami mengatakan pagu anggaran pembangunan gedung rawat inap 8 lantai di RSUD Ngudi Waluyo mencapai Rp75 miliar.

    “Kami berharap proses pembangunan berjalan lancar. Kami juga menyampaikan terima kasih atas peran serta seluruh pihak termasuk Kejaksaan Negeri Blitar dan Polres Blitar terkait pelaksanaan ground breaking gedung rawat inap 8 lantai di gedung rawat inap di RSUD Ngudi Waluyo,” katanya. [owi/aje]

  • Pilbup Blitar, Ini Alasan Mak Rini Syarifah Belum Daftar ke PKB

    Pilbup Blitar, Ini Alasan Mak Rini Syarifah Belum Daftar ke PKB

    Blitar (beritajatim.com) – Di Kabupaten Blitar ada sejumlah nama dari internal PKB yang menyatakan bakal mendaftar sebagai Calon Bupati. Salah satunya adalah Petahana, Rini Syarifah atau yang akrab disapa Mak Rini.

    Meski jauh-jauh hari telah menyatakan bakal maju sebagai Calon Bupati Blitar namun nyatanya Mak Rini belum mendaftarkan diri di PKB. Saat dikonfirmasi Mak Rini menyebut masih fokus untuk bekerja dan membangun Blitar dahulu.

    “Ini kerja dulu ya, nanti (daftar),” kata Rini Syarifah, Bupati Blitar, Minggu (22/04/24).

    Rini Syarifah sendiri telah jauh jauh hari menyatakan bakal maju kembali sebagai Calon Bupati Blitar. Mak Rini menegaskan bahwa ia akan kembali mencalonkan diri sebagai Calon Bupati Blitar periode 2024-2029.

    Bukan hanya maju kembali, Rini Syarifah juga akan merangkul semua pihak. Komunikasi politik pun kini terus dijalin Mak Rini dengan sejumlah partai politik.

    Namun Mak Rini belum terburu-buru untuk mendaftarkan diri ke PKB agar bisa maju kembali sebagai Calon Bupati Blitar.

    “Nanti nanti tak kerja dulu, besok besok lagi,” ucap singkatnya.

    Mendekati Pilkada 2024, Mak Rini pun mengaku terus menjalin komunikasi dengan sejumlah partai politik yang ada di Kabupaten Blitar. Posisi Mak Rini sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Blitar tentu memudahkan langkahnya untuk menyusun strategi menuju Pilkada 2024 mendatang.

    Mak Rini pun berusaha untuk merangkul semua pihak termasuk PDIP. Bupati Blitar aktif tersebut tidak menutup kemungkinan menjalin komunikasi dengan PDIP.

    “Pokoknya kami rangkul kita ajak diskusi demi kebaikan Kabupaten Blitar,” kata Rini Syarifah, Selasa (02/04/24).

    Mak Rini pun tidak masalah jika ada calon lain yang dimunculkan oleh PDIP. Menurutnya hal itu bukan menjadi masalah.

    “Tidak apa-apa, saya tak fokus kerja, kita rangkul semua,” pungkasnya.

    Meski Pilkada kurang dari dari beberapa bulan lagi, namun sejumlah nama telah muncul dipermukaan. Salah satunya adalah Hengky Kurniawan.

    Mantan Bupati Bandung Barat yang juga merupakan kader PDIP itu diisukan maju di Pilkada Blitar 2024 mendatang. [owi/but]

     

     

  • Dulu Tinggalkan Blitar, Rahmat Santoso Beri Sinyal Maju Cabup, Rakyat Masih Percaya?

    Dulu Tinggalkan Blitar, Rahmat Santoso Beri Sinyal Maju Cabup, Rakyat Masih Percaya?

    Blitar (beritajatim.com) – Mantan Wakil Bupati (Wabup) Blitar, Rahmat Santoso memberi sinyal bakal maju sebagai Calon Bupati Blitar 2024 mendatang.

    Rahmat yang sebelumnya mundur dari jabatannya sebagai Wabup Blitar kini memberikan sinyal bakal balik ke Bumi Penataran.

    Polisi PAN tersebut mengaku siap untuk maju sebagai Calon Bupati Blitar andai ditunjuk oleh sang ketua umum. Mantan Wabup Blitar yang sebelumnya mundur itu mengaku mendapatkan sejumlah dukungan baik dari masyarakat maupun partai politik.

    “Saya pikir soal gandeng siapa itu perlu dipertimbangkan lagi takutnya saya ini tidak maksimal,” kata Rahmat Santoso menjawab pertanyaan wartawan soal potensi dirinya kembali ke Blitar, Jumat (19/04/24).

    Rahmat mengaku masih memikirkan secara matang terkait hal ini dan menunggu petunjuk dari ketua umum PAN Zulkifli Hasan. Jika diizinkan dan mendapat dukungan untuk maju sebagai calon bupati Blitar maka Rahmat siap menjadi calon bupati Blitar.

    “Saya sebetulnya ditawari posisi di Jakarta oleh Ketum dan saya memilih itu tapi kalau nanti tiba-tiba saya disuruh di daerah ya saya siap,” imbuhnya.

    Rahmat Santoso sendiri sebenarnya bukan nama asing di Blitar. Polisi PAN itu sempat menjabat sebagai Wakil Bupati Blitar bersama Rini Syarifah sebelum dirinya mundur.

    Diketahui Makde Rahmat, mundur dan meninggalkan Blitar karena maju sebagai Calon Legislatif DPR-RI dari dapil Tuban – Bojonegoro. Namun pencalonannya ternyata gagal.

    Mantan Bupati Blitar itu gagal melaju ke Senayan karena kalah suara. Kini usai gelaran Pemilihan Legislatif, Rahmat seakan memberi sinyal bakal maju ke Blitar sebagai Calon Bupati.

    Lantas bagaimanakah respon masyarakat, tentu ada yang pro dan kontra. Seperti yang diungkapkan oleh Jimmy, warga Kecamatan Wonotirto Kabupaten Blitar tidak setuju jika Rahmat Santoso kembali ke Bumi Penataran.

    “Dulu saja meninggalkan Blitar sekarang kog mau kembali, entar kalau ada masalah ditinggal lagi bukan diselesaikan,” kata Jimmy.

    Awalnya masyarakat memang optimis dengan kepemimpinan Rahmat Santoso sebagai Wakil Bupati Blitar. Namun setelah apa yang dilakukan Rahmat Santoso dengan meninggalkan Blitar saat Pileg lalu, membuat sebagian masyarakat kecewa.

    “Pemimpin itu harus tanggung jawa bukan belum selesai tanggung jawabnya malah mau cari jabatan lain,” kata Imron, warga Blitar.

    Namun loyalitas Rahmat juga masih ada di Kabupaten Blitar. Bagi loyalitasnya tentu sudah barang pasti mereka mengharapkan Rahmat Santoso untuk kembali ke Bumi Penataran untuk memimpin Kabupaten Blitar dalam 5 tahun ke depan.

    ” Tentu kalau mau kembali ya silahkan, wong ya dia memiliki kinerja yang bagus selama ini,” ungkap Ririn, warga Wates Blitar. (owi/ted)

  • Dirindukan Warga Blitar, Ini Jawaban Rijanto Soal Potensinya Maju Calon Bupati

    Dirindukan Warga Blitar, Ini Jawaban Rijanto Soal Potensinya Maju Calon Bupati

    Blitar (beritajatim.com) – Jelang Pilkada 2024, perbicangan tentang siapa calon Bupati Blitar terus bergulir. Selain nama petahana, Rini Syarifah nama yang juga masih banyak diperbincangkan adalah sosok Mantan Bupati Blitar, Rijanto.

    Ketua DPC PDIP Kabupaten Blitar tersebut hingga saat masih banyak diperbincangkan oleh masyarakat Bumi Penataran. Sosoknya yang karismatik dan ramah membuat Rijanto dirindukan oleh sejumlah masyarakat.

    Seiring belum adanya tokoh politik yang menonjol di kubu PDIP, tentu nama Rijanto masih berpeluang untuk maju sebagai Calon Bupati Blitar di Pilkada mendatang. Para simpatisan di Kabupaten Blitar pun banyak menginginkan Bupati Blitar periode 2016-2021 itu maju kembali.

    Namun bagaimana tanggapan Rijanto soal dorongan dari masyarakat yang menginginkan dirinya untuk maju kembali. Politikus kawakan PDIP itu, mengaku untuk saat ini dirinya masih segan untuk maju sebagai Calon Bupati Blitar di Pilkada 2024 mendatang. “Sampean ki kabeh ki lak gak duwe peluru rudal patriot opo ya mungkin,” jawab Rijanto sembari bercanda, Jumat (19/04/24).

    Dengan nada bercanda, Rijanto menyebut bahwa dirinya saat ini belum memiliki logistik yang cukup untuk maju kembali. Sehingga kemungkinan besar, Ketua DPC PDIP Kabupaten Blitar itu tidak akan maju di Pilkada mendatang. “Tapi semua itu tergantung mekanisme yang harus kita lalui dan utamanya mas antok adalah logistik,” tegasnya

    Rijanto sendiri sebetulnya menyadari bahwa suaranya di masyarakat Kabupaten Blitar masih cukup bagus. Rijanto sendiri juga memiliki simpatisan yang loyal.

    Meski demikian Mantan Bupati Blitar itu menegaskan bahwa dari sisi logistik dirinya belum mencukupi. Sehingga kemungkinan besar dirinya tidak akan maju di Pilkada 2024 mendatang. “Kalau ada yang mendukung tapi kalau logistiknya tidak mendukung kan yo sama saja,” pungkasnya. (owi/kun)

  • Tekad PDIP Merebut Kursi Bupati Blitar di Pilkada 2024

    Tekad PDIP Merebut Kursi Bupati Blitar di Pilkada 2024

    Blitar (beritajatim.com) – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) bertekad merebut kembali kursi Bupati Blitar pada Pilkada 2024 mendatang. PDIP bakal bekerja keras agar calon yang diusungnya bisa menang dan duduk di kursi Bupati Blitar periode 2024-2029.

    Ketua DPC PDIP Kabupaten Blitar, Rijanto menyebut telah menerima instruksi dari pusat untuk merebut kembali kursi Bupati Blitar. PDIP Kabupaten Blitar pun bakal menjalankan instruksi tersebut demi bisa mengembalikan Kabupaten Blitar sebagai Bumi Nasionalis Bung Karno.

    “Kami sesuai arahan yang kami Terima, apalagi Blitar Bumi Nasionalis Bumi Bung Karno harus direbut kembali,” kata Rijanto, Mantan Bupati Blitar yang kini menjabat sebagai Ketua DPC PDIP Kabupaten Blitar, Kamis (18/4/2024).

    Langkah merebut kursi Bupati Blitar pada Pilkada 2024 mendatang akan dimulai PDIP bulan Mei mendatang. DPC PDIP Kabupaten Blitar bakal melaksanakan penjaringan tokoh-tokoh atau kader yang dianggap pantas untuk diusung sebagai Calon Bupati Blitar.

    Bulan Mei menjadi awal bagi PDI untuk menentukan siapa tokoh yang bakal bertanding melawan incumbent, Rini Syarifah. Tentu bukan tokoh sembarang, dengan target tinggi merebut kursi Bupati Blitar, PDIP perlu menentukan secara matang calon yang bakal diusungnya.

    Saat ini sejumlah nama Calon Bupati Blitar dari PDIP memang sudah mencuat ke publik. Mulai dari Hengky Kurniawan hingga tokoh politik kawan sekelas Rijanto mulai ramai diperbincangkan.

    Namun Rijanto sendiri menyebut belum ada kepastian nama yang bakal diusung untuk Calon Bupati Blitar di Pilkada mendatang. Ketua DPC PDIP menyebut nama-nama lain masih memiliki peluang sama untuk diusung oleh PDIP.

    “Rencana awal Mei 2024 penjaringan bacabup. Sekarang masih Lebaran. Dari DPC belum ada nama, karena penjaring baru akan dibuka,” ceritanya.

    Selain melakukan penjaringan, PDIP juga terus menjalin komunikasi politik dengan partai lain. Penjajakan koalisi pun akan segera dilakukan agar persiapan Pilkada 2024 matang.

    “Kami terus komunikasi dengan partai lain. Kami tidak mungkin kerja sendiri di pilkada ini. Kami dekat dengan semua partai, tapi belum mengerucut ke Koalisi, tapi kami sudah komunikasi dengan semuanya,” pungkasnya.

    Kini patut dinanti apakah PDIP bakal bisa merebut kursi Bupati Blitar dari tangan incumbent. Meski kemungkinan itu masih terbuka namun hal itu tentu tidak mudah. [owi/beq]

  • Hengky Kurniawan Diisukan Maju Cabup Blitar, Ini Respon PDIP

    Hengky Kurniawan Diisukan Maju Cabup Blitar, Ini Respon PDIP

    Blitar (beritajatim.com) – Hengky Kurniawan disebut-sebut bakal maju sebagai calon Bupati Blitar pada Pilkada 2024 mendatang. Bahkan isu tersebut kian santer dibicarakan di kalangan elite politik hingga masyarakat.

    Melihat isu yang berkembang itu, Ketua DPC PDIP Kabupaten Blitar, Rijanto mengaku tidak masalah jika Hengky Kurniawan hendak balik ke Blitar dan maju sebagai Calon Bupati.

    “Ya semua itu kita terima, apalagi Hengky asli Blitar tapi ya harus ada mekanismenya,” kata Rijanto, Kamis (18/4/2024).

    Rijanto pun mempersilakan Hengky Kurniawan untuk mendaftar sebagai Bakal Calon Bupati (Bacabup) Blitar melalui PDIP. Ketua DPC PDIP Kabupaten Blitar tersebut juga akan mendukung langkah Hengky Kurniawan jika dirinya benar ingin maju sebagai Calon Bupati Blitar.

    “Yang penting kalau punya niat ya nanti waktu penjaringan segera daftar, gitu saja,” saran Rijanto untuk Hengky Kurniawan.

    Menurut Rijanto, meski Hengky Kurniawan berstatus mantan Bupati Bandung Barat namun jika ingin maju sebagai Cabup Blitar tetap harus melewati mekanisme yang ditentukan. Salah satu mekanisme tersebut adalah melalui penjaringan yang akan dibuka Mei mendatang.

    Hengky Kurniawan pun dipersilakan oleh Ketua DPC PDIP Kabupaten Blitar ikut mendaftar pada saat penjaringan Mei 2024 mendatang. Nantinya jika Hengky terpilih dan mendapatkan rekomendasi dari DPP PDIP untuk maju sebagai calon Bupati Blitar, maka seluruh Kader Banteng akan siap memenangkan mantan Bupati Bandung Barat tersebut.

    “Semua kami persilakan untuk mendaftar termasuk Mas Hengky,” tegasnya.

    Belakangan ini nama Hengky Kurniawan memang santer diisukan bakal maju sebagai Calon Bupati Blitar pada Pilkada 2024 mendatang. Isu tersebut semakin menebal di kalangan masyarakat Blitar usai Hengky Kurniawan pulang ke Blitar dan sowan ke sejumlah tokoh termasuk Gus Iqdam.

    Tentu jika Hengky Kurniawan benar maju sebagai calon Bupati Blitar pada Pilkada 2024 mendatang hal ini bakal menjadi menarik. Pasalnya Rini Syarifah atau yang akrab disapa Mak Rini bakal memiliki pesaing yang cukup mentereng.

    Popularitas Hengky Kurniawan tentu menjadi modal yang cukup untuk menyaingi incumbent yakni Rini Syarifah. Meski belum tentu menang namun jika Hengky Kurniawan benar maju melawan Rini Syarifah maka bisa dipastikan Pilkada 2024 di kabupaten Blitar bakal berlangsung sengit.

    Kini patut ditunggu apakah Hengky Kurniawan benar-benar maju sebagai calon Bupati Blitar pada Pilkada 2024 mendatang. [owi/beq]

  • Pertama Kali, Bupati Blitar Ikut Kirab Tumpeng Ketupat Coklat

    Pertama Kali, Bupati Blitar Ikut Kirab Tumpeng Ketupat Coklat

    Blitar (beritajatim.com) – Untuk pertama kalinya, Bupati Blitar, Rini Syarifah atau Mak Rini mengikuti tradisi kirab tumpeng ketupat coklat yang diadakan oleh tempat wisata Kampung Coklat. Bupati perempuan tersebut mengikuti satu persatu proses kirab tumpeng ketupat yang diselenggarakan untuk memperingati hari ke 7 lebaran (kupatan).

    Mak Rini pun mengapresiasi wisata Kampung Coklat yang selalu menjaga tradisi kirab tumpeng ketupat. Menurutnya dengan adanya tradisi ini, para generasi muda jadi tahu bahwa di Bumi Penataran ada sebuah tradisi kupatan yang ditandai dengan menyantap ketupat dengan opor di hari ke 7 lebaran.

    “Ini masuk kalender agenda Pemkab Blitar setiap tahun, jadi dengan adanya tradisi ini anak-anak jadi tahu tentang tumpengan ketupat,” kata Bupati Blitar, Rini Syarifah, Rabu (17/4/2024).

    Mak Rini berharap tradisi ini bisa terus dilestarikan. Selain sarana edukasi bagi anak muda, diharapkan tradisi ini juga bisa meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kampung Coklat, Blitar.

    ” Tentu harapannya tradisi ini bisa meningkatkan kunjungan ke kampung coklat Blitar, banyak orang bilang belum ke Blitar kalau belum mampir ke Kampung Coklat,” bebernya.

    Kegiatan ini, pun berlangsung meriah. Ribuan warga berebut ketupat coklat yang disusun berbentuk gunungan di Kampung Coklat, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar.

    Masyarakat yang hadir rela berdesak-desakan untuk berebut 2000 ketupat yang telah disiapkan oleh panitia.

    “Ada 2000-an ketupat coklat yang disediakan untuk pengunjung,” jelas Pemilik Wisata Kampung Coklat, Kholid Mustofa.

    Bupati Blitar Rini Syarifah meresmikan dimulainya Kirab Tumpeng Ketupat Coklat

    Sebanyak 2000 ketupat yang disusun gunungan tersebut dibuat dengan beras yang dicampur bubuk coklat selama dua hari. Acara yang telah ada sejak 9 tahun lalu ini dilaksanakan setiap memasuki Hari Raya Ketupat.

    “Kegiatan ini sudah menjadi acara rutin setiap tahun di akhir Hari Raya Idulfitri dengan tujuan mengawali karya setahun ke depan dengan shodaqoh coklat supaya lebih berkah dan melimpah lagi,” imbuhnya.

    Kegiatan diawali dengan arak-arakan gunungan coklat dengan berjalan sepanjang halaman Wisata Kampung Coklat Blitar. Adanya acara ini sekaligus untuk melestarikan budaya daerah saat memasuki akhir Hari Raya Idulfitri.

    “Ketupat ini memiliki filosofi ngaku lepat atau mengakui kesalahan dan saling memaafkan. Sedangkan adanya coklat sebagai identitas kampung coklat agar kedepannya lebih kondang lagi,” tambahnya.

    Pengunjung yang datang juga dapat langsung menikmati sajian ketupat dengan lauk opor ayam yang disediakan pengelola. Ribuan mangkuk ketupat disajikan bagi pengunjung yang ingin langsung menyantap makanan di tempat.

    Pada kesempatan yang sama, salah satu pengunjung Wisata Kampung Coklat asal Kecamatan Bakung, Yuliana menyampaikan dirinya cukup terhibur dengan acara ini. Perempuan yang baru pertama kali ikut kegiatan Ketupat Coklat tersebut juga mengaku menikmati sajian yang diberikan.

    “Sangat enak, ketupatnya terasa gurih dan lauknya cukup lengkap,” jelasnya. [owi/beq]

  • Hengky Kurniawan Sowan ke Gus Iqdam, Minta Restu Maju Cabup Blitar?

    Hengky Kurniawan Sowan ke Gus Iqdam, Minta Restu Maju Cabup Blitar?

    Blitar (beritajatim.com) – Mantan Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan sowan ke Gus Iqdam. Politikus sekaligus selebritas itu sowan secara virtual dengan Gus Iqdam dari rumah Haji Beki.

    Awalnya Hengky Kurniawan hendak sowan langsung ke Pondok Pesantren Mambaul Hikam 2, milik Gus Iqdam. Namun Gus Iqdam sedang umroh di tanah suci.

    Lantas apakah ini, pertanda Hengky Kurniawan bakal maju sebagai Calon Bupati Blitar di Pilkada 2024 mendatang ?. Hengky Kurniawan pun belum mengungkapkan secara langsung hal itu.

    “Assalamualaikum gus, ini saya mau takbiran teng mriku njenengan ke Arab Saudi,” kata Hengky Kurniawan, saat video call dengan Gus Iqdam.

    Hengky Kurniawan sendiri memang sedang hangat digosipkan bakal maju sebagai Calon Bupati Blitar. Mantan Bupati Bandung Barat tersebut disebut-sebut bakal bersaing dengan Mak Rini untuk memperebutkan kursi AG 1.

    Lantas apakah kegiatan sowan ini bagian dari langkah Hengky Kurniawan untuk maju di Pilbup Blitar 2024 mendatang. Secara tidak langsung Hengky pun menyebut bakal sering-sering mampir ke Blitar dan ke Gus Iqdam.

    Apakah pernyataan itu jawaban dari isu yang beredar Hengky bakal maju Cabup Blitar?

    “Lebaran besok habis sholat Idulfitri salaman dulu sama ibu baru balik ke Bandung, makanya ini silaturahmi ke Haji Beki, pamitan besok pulang. Engih-enggih insyaallah nanti sering mampir ke Blitar,” imbuhnya.

    Sebelumnya, Hengky Kurniawan telah angkat bicara soal isu yang berkembang di Bumi Penataran tersebut. Melalui Juru Bicaranya sekaligus mantan Ketua Tim Pemenangan Caleg pada pemilu 2014, Hengky mengaku siap untuk maju sebagai Calon Bupati Blitar jika restui oleh partai.

    “Kalau tanggapan Mas Hengky sendiri soal mau di Blitar atau Bandung Barat, sebagai kader partai beliau bersedia ditempatkan di mana saja. Artinya kalau mau di kota atau kabupaten Blitar ya oke, kalau di Kabupaten Bandung Barat juga oke. Saya yakin Mas Hengky punya pemikiran yang rasional. Jadi saya tahu beliau itu orang yang sangat memilih dan memilah. Semoga ke depan kalau harapan kita ya di Blitar saja,” kata Ahrian Festyananda, Juru Bicaranya sekaligus mantan Ketua Tim Pemenangan Caleg pada pemilu 2014, Hengky Kurniawan.

    Sebagai kader PDIP, lanjut Ahrian, Hengky Kurniawan mengaku siap diterjunkan dimana saja jika diberikan mandat oleh partai politik. Termasuk jika dirinya ditugasi maju sebagai Cabup Blitar 2024-2029.

    Ahrian, menyebut, Hengky sendiri sebenarnya relatif berpotensi untuk ikut Pilkada di Kabupaten Blitar. Hal ini tergambar di mana Hengky sendiri sebelumnya telah memimpin Kabupaten Bandung Barat dengan cakupan wilayah yang kecamatannya sama-sama banyak seperti di Kabupaten Blitar.

    “Melihat potensinya ya di Kabupaten Blitar, karena memang sudah terbiasa dengan Kabupaten Bandung Barat yang terdiri banyak kecamatan sama halnya dengan Kabupaten Blitar. Secara ini sepertinya dia akan memilih Kabupaten Blitar. Tetapi keputusan tetap ada di Mas Hengky dan penugasan partai,” ungkap pria yang biasa dipanggil Rian.

    Diketahui untuk Pilkada serentak tahun ini akan digelar akhir bulan November. Meski masih beberapa bulan lagi, atmosfer pencalonan bupati, wakil bupati, walikota dan wakil walikota Blitar sudah mulai bergolak.

    Jika benar maju, maka Hengky bakal bersaing dengan incumbent Rini Syarifah yang telah menyatakan bakal maju kembali sebagai Calon Bupati Blitar periode 2024-2029. Tentu pertarungan antara Hengky dan Mak Rini pun akan sangat ketat.

    Nama Hengky yang telah populer di Blitar sebagai artis dan Mantan Bupati Bandung Barat, bukan tidak mungkin bakal menyulitkan langkah Mak Rini kembali maju sebagai Bupati Blitar periode 2024-2029. [owi/beq]

  • Bupati Blitar Sidak Dinas dan Faskes Pastikan Layanan Jalan

    Bupati Blitar Sidak Dinas dan Faskes Pastikan Layanan Jalan

    Blitar (beritajatim.com) – Bupati Blitar, Rini Syariah atau Mak Rini melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah dinas dan fasilitas kesehatan yang ada. Secara langsung, Mak Rini memastikan sejumlah dinas dan fasilitas kesehatan (faskes) telah berjalan normal usai Hari Raya Idulfitri 2024.

    Hasilnya diketahui, seluruh dinas dan fasilitas kesehatan yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Blitar sudah berjalan normal. Sehingga pelayanan publik di Bumi Penataran bisa dipastikan sudah kembali normal pasca libur Hari Raya Idulfitri.

    Orang nomor satu di Kabupaten Blitar itu pun menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh jajaran yang telah bekerja keras, maksimal dalam memberikan pelayanan publik. Karena hal ini merupakan kewajiban, bukti bahwa negara tetap hadir meskipun libur hari besar keagamaan.

    Mak Rini juga mempersilakan kepada masyarakat untuk memberikan saran masukan bahkan kritik terhadap pelayanan publik oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Blitar.

    “Saran, masukan dan kritik itu tentu akan sangat membantu kita semua untuk berbenah menjadi lebih baik,” kata Bupati Blitar, Rini Syarifah, Selasa (16/4/2024).

    Lebih lanjut Bupati Blitar menyampaikan, saat ini Pemerintah Kabupaten Blitar terus berupaya melakukan percepatan pelayanan dengan berbagai terobosan dan inovasi. Tentunya dengan basis digital.

    Hal ini senafas dengan panca Bhakti Bupati yang ke-2 yakni pelayanan public berbasis e-governance. Sehingga Bupati Blitar meminta seluruh pihak untuk mendukung upaya-upaya perbaikan pelayanan publik agar menjadi jauh lebih baik.

    “Saya meminta seluruh pihak untuk mendukung upaya-upaya perbaikan pelayanan publik agar menjadi jauh lebih baik,” bebernya

    Untuk diketahui bersama bahwa, hari pertama masuk kerja setelah libur lebaran Idulfitri 1445 H, Bupati Blitar yang didampingi oleh Anggota TP2ID dan beberapa staf perangkat daerah melakukan inspeksi mendadak di beberapa instansi, antara lain, Kantor Satpol PP dan Damkar, Dinas Kesehatan, Rumah Sakit Srengat, dan Puskesmas Sanankulon.

    Mak Rini sempat menyapa pasien saat mengunjungi Rumah Sakit Srengat. Selain ucapan Idulfitri, permohonan maaf, juga mensupport dengan doa dan harapan semoga para pasien diberi kesembuhan sehingga bisa berkumpul dengan keluarga dan beraktifitas kembali. [owi/beq]