Tag: Richard

  • Pakar Yakin Malaysia Airlines MH370 Bisa Ditemukan, Asalkan…

    Pakar Yakin Malaysia Airlines MH370 Bisa Ditemukan, Asalkan…

    Jakarta

    Selama 10 tahun terakhir, hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370 pada 8 Maret 2014 jadi salah satu misteri terbesar di era modern. Sebuah pesawat komersial dengan catatan keselamatan kuat yang membawa 239 orang mendadak raib, memunculkan berbagai teori.

    Di era satelit dan ketika kotak hitam bisa diangkat dari dasar laut dan seluruh bongkahan pesawat yang jatuh bisa disatukan kembali untuk menentukan penyebab bencana, nasib MH370 masih belum diketahui. Namun banyak ahli percaya masih ada kemungkinan besar puing MH370 dapat ditemukan, asalkan dilakukan pencarian yang teliti dan didukung dana besar.

    Fragmen pesawat itu terdampar di pantai timur Afrika dan pulau-pulau di Samudera Hindia. Namun hingga saat ini, badan pesawat beserta kotak hitamnya belum ditemukan. Minggu ini, banyak keluarga korban kembali ke Malaysia mendesak pihak berwenang meluncurkan kembali pencarian MH370.

    “Ada kapal hilang yang ditemukan setelah ratusan tahun. Jadi kami tidak bisa mengatakan bahwa pesawat ini tidak akan pernah ditemukan. Tentu bisa ditemukan, ini hanya masalah waktu,” tutur V.P.R Nathan, yang istrinya Anne Daisy berada di pesawat MH370.

    Pakar penerbangan mengatakan kepada CNN bahwa peningkatan teknologi deteksi kemungkinan akan membawa keluarga lebih dekat ke pesawat yang hilang dibandingkan sebelumnya, jika pencarian kembali dilakukan. Tapi memang ongkosnya tidak murah.

    Ratusan juta dolar dihabiskan menjelajahi lebih dari 710.000 kilometer persegi Samudera Hindia hingga tahun 2018, namun hasilnya tidak memuaskan. Perusahaan eksplorasi laut Amerika Serikat, Ocean Infinity, sudah kembali menawarkan ke pemerintah Malaysia kesepakatan untuk mencarinya dan takkan mengenakan biaya jika tidak bisa menemukan.

    Ada sinyal positif dari Pemerintah Malaysia. Menteri Transportasi Anthony Loke mengatakan negaranya akan melakukan segalanya untuk memecahkan misteri ini untuk selamanya. Kementeriannya siap membahas proposal pencarian baru dengan Ocean Infinity dan akan berusaha mendapatkan persetujuan Kabinet.

    Oliver Plunkett, CEO Ocean Infinity, mengatakan sejak pencarian tahun 2018, perusahaannya telah menyempurnakan robotika dan teknologi eksplorasi lautnya, sambil bekerja sama dengan para analis untuk mempersempit area pencarian.

    “Kami berharap dapat segera kembali melakukan pencarian,” katanya dalam pernyataan baru-baru ini, dikutip detikINET dari CNN. Namun belum ada kabar lebih lanjut.

    Pakar penerbangan yakin akan ada terobosan jika pencarian baru digelar. Mereka menunjuk pada sebuah teknologi Weak Signal Propagation Reporter atau WSPR, yang dirilis pada tahun 2008. Teknologi ini populer di kalangan mereka yang mencari MH370 dalam beberapa tahun terakhir.

    Radio amatir menggunakannya melacak kekuatan sinyal radio di seluruh dunia dan data yang mereka kumpulkan menangkap anomali yang disebabkan oleh berbagai jenis gangguan, termasuk penerbangan yang lewat.

    Mantan engineer British Aerospace Richard Godfrey menyebut dia menelusuri data WSPR hingga saat MH370 menghilang dan menyimpulkan pesawat tersebut mungkin berada antara 3.000 dan 4.000 meter di bawah Samudera Hindia, sekitar 1.500 kilometer di lepas pantai Perth, Australia. Lokasi itu sebelumnya belum begitu diteliti.

    “Saya yakin MH370 dapat ditemukan,” katanya, menambahkan bahwa temuannya sejalan dengan petunjuk lain, seperti data yang diberikan perusahaan telekomunikasi satelit Inggris Inmarsat. Data itu menunjukkan wilayah yang kurang lebih sama. Namun meski ekspedisi dikabulkan, persiapannya bisa memakan waktu berbulan-bulan.

    (fyk/fyk)

  • Pakar Tuding Malaysia Tahu Apa yang Terjadi Pada Pesawat MH370

    Pakar Tuding Malaysia Tahu Apa yang Terjadi Pada Pesawat MH370

    Jakarta

    Sudah 10 tahun berlalu sejak pesawat Malaysia Airlines MH370 hilang bersama semua penumpangnya. Berbagai teori dan spekulasi dari pakar mengemuka, salah satunya bahwa sebenarnya Malaysia mengetahui di mana puing-puing MH370 dan penyebab insiden, namun menolak mengakuinya.

    Geoffrey Thomas, veteran industri penerbangan selama 50 tahun dan editor in chief Airline Ratings, mengklaim sisa pesawat Malaysia Airlines terletak 1.933 km di barat Perth setelah para ahli menelusuri jalur penerbangan terakhirnya.

    Dikutip detikINET dari Daily Mail, Thomas mengatakan insinyur kedirgantaraan Richard Godfrey melacak rutenya menggunakan gelombang radio dan yakin satu pencarian lagi akan mengungkap tempat terakhirnya. Analisis momen terakhir pesawat dan puing yang ditemukan menunjukkan pilot mungkin menabrakkan pesawat dalam kecepatan tinggi, agar pecah jadi sebanyak mungkin bagian.

    “Kecelakaan MH370 adalah bunuh diri pilot dan pembunuhan massal terburuk, karena tidak ada yang bisa melarikan diri,” klaimnya. Menurutnya, pemerintah Malaysia sebelumnya menolak melakukan pencarian baru dan keluarga pilot menolak apa yang jelas terjadi. Dalam perkembangan terbaru, Menteri Transportasi Malaysia Loke Siew Fook akhirnya mengumumkan mungkin melanjutkan perburuan pesawat itu.

    Godfrey, mantan insinyur European Space Agency Spacelab, melacak jalur penerbangan menggunakan sinyal radio lemah yang terus-menerus dihasilkan operator radio amatir yang tersebar di Bumi. Teknologi tersebut, dikenal sebagai laporan propagasi sinyal lemah atau WSPR, menggunakan gelombang radio untuk memicu sinyal tak terlihat ketika pesawat melintasinya.

    Godfrey melacak MH370 mulai lepas landas, pada jalur penerbangan yang diterima, sampai titik pesawat tersebut mendekati wilayah udara Vietnam ketika kehilangan kontak, dan kemudian selama 6,5 jam pesawat tersebut terbang hingga jatuh ke dalam laut.

    Penerbangan MH370 berangkat ke Beijing dari Kuala Lumpur pada malam 7 Maret 2014 tapi dialihkan dari jalur penerbangan yang direncanakan dan berbelok ke selatan sebelum menghilang. Pesawat dengan 227 penumpang dan 12 awak itu diyakini jatuh di Samudera Hindia.

    Belakangan menurut Thomas, terungkap pilot Kapten Zaharie Ahmad Shah berlatih penerbangan itu menggunakan simulator penerbangan buatan sendiri, dan punya masalah mental dan perkawinan. Dia juga disebut menentang pemerintah Malaysia di Facebook dan kabarnya mengirim pesan obsesif ke sepasang model kembar berusia 20-an.

    “Jelas pilotnya bunuh diri. Dia terbang dengan rute sama dengan yang dia ambil di simulator penerbangannya sendiri, keluar dari rute standar dan terbang ke selatan. Dia menghapusnya dari simulatornya, namun pihak Malaysia memulihkannya. Pemahaman saya adalah Malaysia Airlines tahu malam itu kaptennya bertanggung jawab,” cetus Thomas.

    “Dia menunjukkan segala macam kecenderungan aneh, menguntit para model, memposting hal-hal anti-pemerintah di Facebook. Tidak ada negara yang ingin mengalami kecelakaan udara. Ini merupakan sebuah penghinaan besar terhadap harga diri nasional mereka,” imbuhnya, mengenai kemungkinan kejadian ini ditutup-tutupi.

    Thomas mengatakan kata-kata kasar politik Zaharie menjelang bencana MH370 seharusnya membuatnya dipecat. “Ini seharusnya jadi peringatan serius bagi maskapai penerbangan bahwa ada seseorang terbang dengan pandangan anti pemerintah yang kuat. Jika seorang pilot Qantas melakukan hal seperti itu, dia akan diajak bicara dan dilarang terbang,” katanya.

    PM Australia saat itu, Tony Abbott, membocorkan bahwa pejabat tinggi Malaysia yakin Kapten Zaharie sengaja menjatuhkan MH370. “Pemahaman saya yang sangat jelas, dari tingkat paling atas di pemerintahan Malaysia, adalah bahwa sejak awal, mereka mengira ini adalah pembunuhan-bunuh diri yang dilakukan pilot,” katanya.

    Investigasi pimpinan Malaysia pada tahun 2018 mengatakan haluan pesawat diubah secara manual tapi tak menyebutkan nama tersangka. Penyebab hilangnya pesawat tidak dapat ditentukan sampai puing dan kotak hitam ditemukan.

    Segera setelah bencana tersebut terjadi, keluarga dan teman-teman Kapten Zaharie membantah bahwa pilot telah terganggu, menarik diri, dan kemungkinan bunuh diri. Putrinya menulis di Facebook beberapa minggu setelahnya tentang laporan Daily Mail soal kondisi mental pilot. ‘Anda bisa bertaruh, saya takkan memaafkan Anda’. Istrinya Faizah Khanum Mustafa Khan, membantah suaminya menghabiskan waktu di kamar dengan simulator yang dia buat sendiri.

    Namun, belakangan dilaporkan Zaharie kemungkinan mengalami depresi klinis, istrinya pindah dari rumah tempat dia memiliki simulator penerbangan ke rumah kedua mereka. “Keluarga mengecam dan mereka selalu melakukannya. Tapi penting untuk menemukan kembali pesawat tersebut dan memecahkan misterinya,” tambah Thomas.

    (fyk/fyk)

  • Peta Zona Merah AS Tampilkan Hampir 100 Ribu Penampakan UFO

    Peta Zona Merah AS Tampilkan Hampir 100 Ribu Penampakan UFO

    Jakarta

    Langkah pertama untuk mengidentifikasi benda terbang tak dikenal atau UFO, sebenarnya adalah dengan memetakan di mana benda misterius ini paling sering terlihat, menurut sebuah studi baru.

    Ahli geografi dari Utah University, Amerika Serikat (AS) bekerja sama dengan pensiunan kepala UFO Pentagon yang baru saja pensiun, Dr. Sean Kirkpatrick, menganalisis sekitar 98 ribu total laporan UFO dalam periode 20 tahun sepanjang abad ke-21, dari tahun 2001 hingga 2020.

    Para peneliti secara agresif melakukan referensi silang data berdasarkan kepadatan penduduk lokal, tingkat polusi cahaya, tutupan awan tahunan, tutupan ‘kanopi pohon’, kedekatan dengan bandara dan pangkalan militer dan sejumlah faktor lain yang mempengaruhi jumlah penampakan UFO.

    Apa yang mereka temukan adalah bukti statistik dari ‘hubungan historis’ yang telah lama diasumsikan antara UFO dan Amerika Barat.

    Penilaian wilayah demi wilayah yang dilakukan oleh penelitian mereka menemukan hot spot atau ‘zona merah’ yang paling sering berada di sebelah timur Pegunungan Rocky atau ke arah Samudra Pasifik, tetapi juga beberapa wilayah lain yang aneh, termasuk wilayah Georgetown, Carolina Selatan, dan Union, Kentucky.

    “Negara-negara Barat memiliki hubungan historis dengan UFO dan UAP, antara lain Area 51 di Nevada, Roswell di New Mexico,” kata penulis utama studi tersebut, Richard Medina, seperti dikutip dari Daily Mail.

    “Dan di sini, di Utah, kita memiliki Skinwalker Ranch di Uinta Basin dan aktivitas militer di US Army Dugway Proving Ground,” kata Medina yang merupakan profesor geografi di Utah University.

    “Ditambah lagi, ada komunitas outdoor yang kuat yang melakukan rekreasi di lahan publik sepanjang tahun. Orang-orang ini sengaja keluar dan melihat ke angkasa,” tambahnya.

    Meskipun penjelasan ini berlaku untuk zona merah yang mencakup hampir seluruh Nevada dan New Mexico, penulis penelitian lebih bingung mengenai daerah yang ditandai merah tua pada peta, yang sama di negara bagian Oregon dan Washington.

    Foto: Utah University

    Negara-negara bagian barat laut Pasifik yang banyak hujan dan relatif berawan ini, menurut mereka, lebih dikenal karena diselimuti kabut dibandingkan sebagai wilayah pengamatan langit yang utama.

    “Ada juga beberapa daerah terpencil di seluruh negeri yang memerlukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengidentifikasi properti apa yang dapat menghasilkan UAP yang relatif lebih banyak,” tulis para peneliti dalam laporan mereka yang dimuat di jurnal Scientific Reports.

    Wilayah-wilayah di Maine, Vermont, Indiana, Arkansas dan Nebraska adalah beberapa daerah yang sulit dijelaskan yang diidentifikasi oleh analisis tim.

    Untuk membagi studi penampakan mereka berdasarkan wilayah, Median dan rekan penulisnya berfokus pada dua kriteria utama untuk dibandingkan dengan laporan penampakan UFO.

    Pertama-tama mereka membandingkan statistik penampakan yang diperoleh dari Pusat Penelitian UFO Nasional, dengan metrik yang mereka sebut ‘potensi pemandangan langit’, sebuah gabungan data tentang seberapa besar kemungkinan secara fisik untuk melihat sesuatu yang menarik di langit terdekat.

    Untuk menilai potensi pemandangan langit di masing-masing daerah, mereka mengumpulkan data tentang polusi cahaya, tutupan awan, dan tutupan kanopi pohon di setiap daerah, serta kemungkinan adanya benda-benda aneh atau sering muncul di langit dari bandara dan pangkalan militer terdekat.

    Foto: Utah University

    “Idenya adalah jika Anda mempunyai kesempatan untuk melihat sesuatu, maka kemungkinan besar Anda akan melihat fenomena yang tidak dapat dijelaskan di langit,” kata Medina.

    “Ada lebih banyak teknologi di angkasa dibandingkan sebelumnya, jadi pertanyaannya adalah: apa yang sebenarnya dilihat manusia? Ini adalah pertanyaan yang sulit untuk dijawab, dan ini penting karena ketidakpastian apa pun dapat menjadi potensi ancaman terhadap keamanan nasional,” lanjutnya.

    Para ahli geografi mengaitkan persentase penampakan yang lebih tinggi di wilayah Barat dengan ruang alam terbuka lebar di barat daya gurun dan langit pedesaan yang gelap, tidak terganggu oleh lampu kota besar atau kabut asap industri.

    Mereka menemukan bahwa titik-titik utama kasus UFO menunjukkan adanya hubungan nyata dengan lalu lintas udara setempat dan aktivitas instalasi militer. Ini adalah sebuah petunjuk yang dapat mengindikasikan bahwa para saksi sering melihat objek-objek terestrial asli yang tidak mereka kenali.

    Tim berharap bahwa analisis geografis ini akan membantu lembaga-lembaga pemerintah dengan lebih baik dalam memisahkan peristiwa-peristiwa yang benar-benar anomali di langit dari penerbangan rutin, dan dengan demikian membantu mengungkap ancaman keamanan yang legal.

    (rns/rns)

  • Telanjangi Tahanan Gaza, Tentara Israel Langgar Hukum Internasional

    Telanjangi Tahanan Gaza, Tentara Israel Langgar Hukum Internasional

    Jakarta

    Video tahanan Gaza yang ditelanjangi, diikat, dan ditutup matanya telah diunggah secara daring oleh tentara Israel. Video tersebut melanggar hukum internasional, kata para ahli hukum.

    Menurut hukum internasional, tahanan tidak boleh dihina atau dipermalukan secara berlebihan dan dijadikan konsumsi publik.

    BBC Verify memeriksa ratusan video yang dibagikan secara terbuka oleh tentara Israel di Gaza sejak November 2023. Kami memverifikasi delapan video yang memperlihatkan tahanan Palestina.

    Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan telah memberhentikan anggotanya yang telah kami identifikasi. Mereka menambahkan bahwa video semacam itu tidak mewakili nilai-nilainya. Namun, IDF menolak untuk memberikan komentar lebih lanjut.

    Dr Mark Ellis, penasihat PBB terkemuka di bidang pengadilan pidana internasional, mengatakan rekaman video tentara Israel yang kami tunjukkan kepadanya bisa disebut melanggar aturan mengenai cara memperlakukan tahanan perang.

    Tentara yang aktif

    Sebagian besar dari video yang kami analisa menunjukkan adegan pertempuran dan tentara menengok ke dalam rumah-rumah yang ditinggalkan oleh penduduk.

    Salah satu video menunjukkan tentara menembakkan senjata sambil mengenakan kostum dinosaurus. Video lain menunjukkan mereka mendirikan restoran pizza di sebuah rumah Palestina kosong.

    Semua video tersebut diunggah oleh orang-orang yang sedang bertugas atau sebelumnya bertugas sebagai tentara Israel. Mereka bahkan tidak menyembunyikan identitas mereka.

    AFPFoto Ilustrasi: Tentara Israel di dalam gedung sekolah yang dikelola oleh Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) di Kota Gaza.

    Kami menemukan akun pemilik video dari hasil analisa gambar seorang tahanan Palestina yang dibagikan secara luas dan secara daring di awal pekan ini.

    Hasil pencarian gambar menunjukkan video itu berasal dari akun YouTube milik tentara Israel bernama Yossi Gamzoo Letova.

    Ia telah mengunggah beberapa video dari Gaza sejak awal Desember, termasuk cuplikan pasukannya, yang ia sebut sebagai Batalion Granit 932, yang merupakan bagian dari Brigade Nahal IDF.

    Dalam sebuah video yang diunggah pada 24 Desember 2023, tahanan Palestina dalam cuplikan ditampilkan telanjang dan berdarah dengan tangan terikat dan duduk di kursi saat diinterogasi.

    Baca juga:

    Kami mengidentifikasi lokasi itu sebagai Gaza College, sebuah sekolah di bagian utara Gaza – berdasarkan dekorasi khas serta logo institusi yang terlihat dalam video dan kami cocokkan dengan halaman Facebook-nya.

    Kemudian dalam video yang sama, tahanan terlihat berjalan berbaris tanpa alas kaki menelusuri jalanan Gaza.

    Dalam sebuah pernyataan, IDF mengatakan: “Gambar itu diambil saat interrogasi lapangan. Tersangka tidak terluka. Seorang tentara cadangan memotret dan mengunggah gambar yang bertentangan dengan perintah dan nilai-nilai IDF.

    “Baru-baru ini diputuskan, [tentara] diberhentikan dari tugasnya.”

    Sejumlah video dihapus

    Pada hari yang sama, Letova membagikan video YouTube lain yang menunjukkan ratusan tahanan Palestina yang dikumpulkan di lapangan olahraga. Kami menganalisa video tersebut menggunakan geolokasi dan memverifikasi lapangan itu sebagai Stadion Yarmouk Gaza.

    Sebagian besar dari tahanan yang ada di video telah ditelanjangi dan hanya menggunakan pakaian dalam. Beberapa ditutup matanya dan berlutut di tanah dalam barisan yang teratur, sementara tentara Israel menyaksikan.

    Pada satu titik, sebuah kelompok berisi tiga tahanan perempuan muncul dengan penutup mata dan berlutut di belakang gawang sepak bola dengan bendera Israel berkibar di atasnya.

    YouTubePara tahanan terlihat dalam sebuah video yang diunggah secara daring oleh seorang tentara IDF.

    Seorang tentara Israel muncul beberapa kali dalam video itu. Ia tampaknya sadar bahwa dirinya sedang direkam.

    Dengan membandingkan seragam dan lencana tentara itu dengan gambar-gambar seragam IDF lainnya yang tersedia untuk umum di internet, kami mengidentifikasi dia sebagai seorang letnan kolonel atau komandan batalion.

    Kedua video itu segera dihapus dari halaman YouTube publik Letova setelah BBC menghubungi IDF.

    Kode etik yang berlaku

    Dua video yang diunggah ke Tiktok oleh tentara IDF lainnya mencakup foto tahanan Gaza dengan penutup mata, diselingi foto tentara IDF yang berpose dengan senjata.

    Sebuah video yang diunggah pada 14 Desember, diiringi lagu rap Israel, memperlihatkan para tahanan dengan penutup mata diangkut ke dalam truk pick-up dengan seorang tentara berpose di samping mereka dengan mengacungkan kedua jempol.

    Kami mengidentifikasi tentara itu dari akun media sosialnya sebagai Ilya Blank.

    Baca juga:

    Ilya mengunggah video kedua yang menunjukkan seorang pria dengan penutup mata berada di lantai dan tampaknya dikelilingi tiga tentara IDF.

    Kami telah menemukan sejumlah foto yang dimasukkan dalam videonya berlokasi di Gaza utara.

    Setelah kami menghubungi IDF dan TikTok, video-video itu dihapus.

    Dalam Konvensi Jenewa Ketiga Pasal 13, tertera bahwa para tahanan harus dilindungi setiap saat, terutama dari tindakan kekerasan atau intimidasi dan tidak menjadi subyek “penghinaan dan konsumsi publik”.

    Dr Ellis mengatakan kuncinya berada pada “tidak menjadikan [tawanan perang] tontonan publik” dan tidak “merendahkan mereka atau mempermalukan mereka”.

    Ia menambahkan: “Konsep membawa orang-orang yang hanya mengenakan pakaian dalam, merekamnya dan membagikannya ke publik tentu melanggar ketentuan itu.

    “Aturan yang berlaku tidak dapat – dengan cara apa pun memperbolehkan tindakan seperti ini terjadi.”

    Baca juga:

    Prof Asa Kasher, seorang akademisi Israel yang membantu menulis kode etik pertama IDF, menyebut praktik membagikan foto orang setengah telanjang bertentangan dengan kode etik IDF.

    Ia mengatakan mungkin saja ada kebutuhan militer untuk menelanjangi sementara seorang tahanan untuk memeriksa apakah mereka membawa senjata.

    Namun, dia tidak dapat menemukan alasan untuk “mengambil gambar seperti itu dan membagikannya kepada publik”.

    “Alasan menahan mereka setengah telanjang adalah untuk mempermalukan mereka,” katanya.

    Pengacara hak asasi manusia, Michael Mansfield, mengatakan rekaman itu harus dikaji oleh pengadilan PBB.

    “Ada peraturan yang sangat ketat terkait bagaimana menangani orang-orang yang ditahan sebagai tawanan perang di tengah perang atau konflik, yang jelas sedang terjadi di sini.

    “Dan ketentuan di sini benar-benar mengharuskan Anda harus memperlakukan tahanan dengan hormat,” katanya.

    Kami mengirim enam video ke TikTok, yang mengonfirmasi bahwa semuanya melanggar pedoman komunitas mereka.

    Mereka menyatakan dalam pedomannya, konten “yang berusaha merendahkan korban tragedi kekerasan” tidak ditoleransi. Semua video itu telah menghilang dari platform media sosial tersebut.

    Seorang juru bicara dari YouTube mengatakan mereka telah menghapus puluhan ribu video berbahaya dan menghentikan ribuan akun selama konflik Israel-Gaza, dan bahwa mereka memiliki tim yang bekerja sepanjang waktu untuk memantau beredarnya video berbahaya.

    Laporan tambahan oleh: Paul Brown, Alex Murray, Paul Myers, Richard Irvine-Brown, dan Daniele Palumbo.

    Berita terkait

    (ita/ita)

    Hoegeng Awards 2025

    Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini

  • Pengguna Galaxy S24 di China Keluhkan AI Baidu: Tak Sepintar Google

    Pengguna Galaxy S24 di China Keluhkan AI Baidu: Tak Sepintar Google

    Jakarta

    Penggunanya Samsung Galaxy S24 di China mengeluhkan performa AI yang tak sepintar dengan S24 di lain.

    Seperti diketahui, Galaxy S24 series dilengkapi kemampuan AI, yang kebanyakan bergantung pada large language model (LLM) Gemini milik Google. Namun khusus untuk perangkat yang di China, LLM yang dipakai bukan buatan Google melainkan Baidu.

    Pada Januari lalu Samsung memang menggandeng Baidu AI Cloud untuk penggunaan LLM Ernie milik Baidu di Galaxy S24 yang dirilis di China. Selain memakai LLM Ernie, S24 versi China juga menggunakan mesin pencari Baidu sebagai pengganti Google.

    Namun langkah ini dikeluhkan sejumlah pengguna S24 di China, yang melontarkan uneg-unegnya di media sosial. Dalam keluhan tersebut kebanyakan pengguna mengeluhkan kalau mesin pencari di S24 versi China tak sepintar S24 versi internasional.

    “Versi internasional benar-benar ada di dunia yang berbeda dengan versi daratan (China),” tulis seorang pengguna Weibo dengan akun Sun Weilun.

    Weilun mengaku membandingkan S24 versi China dengan versi internasional saat mengunjungi toko Samsung di Hong Kong. Ia menyebut fitur Circle to Search yang menggunakan mesin pencari Baidu menampilkan hasil pencarian yang lebih sedikit dibanding versi internasional yang menggunakan Google.

    Sementara itu Richard Zhang, seorang warga Beijing, China, mengaku berencana membeli Galaxy S24 versi internasional agar bisa mendapatkan layanan AI yang paling bagus.

    “Saya mulai mempertimbangkan ini setelah melihat kalau sistem (daratan China) mengenali ponsel Samsung sebagai ponsel merk lain,” kata Zhang, seperti dikutip detikINET dari South China Morning Post, Senin (5/2/2024).

    Sebagai informasi, Baidu dikenal sebagai salah satu pemain AI paling besar di China. Bahkan mereka adalah perusahaan pertama di China yang meluncurkan chatbot ala ChatGPT, yaitu Ernie Bot pada Maret 2023.

    Lalu pada September 2023 lalu mereka memamerkan LLM versi terbarunya, yaitu Ernie 4.0, yang diklaim Baidu sama sekali tidak kalah dibanding GPT-4 milik OpenAI.

    (asj/asj)

  • Pria di New York Ditembak di Kereta Bawah Tanah gegara Hentikan Pertengkaran

    Pria di New York Ditembak di Kereta Bawah Tanah gegara Hentikan Pertengkaran

    Jakarta

    Seorang pria berusia 45 tahun ditembak mati di kereta bawah tanah New York, Amerika Serikat. Pria itu dibunuh setelah dia mencoba menghentikan perkelahian seseorang yang dipicu karena suara musik yang sangat keras.

    Dilansir AFP, Selasa (16/1/2024), setelah diidentifikasi polisi, korban diketahui bernama Richard Henderson berusia 45 tahun. Dia ditembak di punggung dan bahu saat dia menaiki kereta bawah tanah untuk pulang.

    Polisi mengatakan Handerson ditembak pada Minggu (14/1) malam ketika dia hendak pulang. Peristiwa ini merupakan yang terbaru dari serangkaian insiden kekerasan di sistem kereta bawah tanah New York, yang digunakan oleh lebih dari lima juta orang setiap hari.

    Saudara Handerson mengatakan pada CBS New York, saat kejadian korban hendak pulang setelah menonton pertandingan sepak bola Amerika di rumah temannya.

    Diketahui, kejadian serupa pernah terjadi pada Oktober 2023. Ada juga seorang pria melepaskan tembakan di kereta bawah tanah yang padat pada bulan April 2022, peristiwa itu membuat 29 orang luka.

    Pria itu dijatuhi hukuman 10 hukuman penjara seumur hidup. Menurut catatan The New York Times, pada tahun 2023 ada sekitar 1.100 orang ditembak di kota New York.

    (zap/yld)

    Hoegeng Awards 2025

    Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini

  • Tabrakan Kereta Bawah Tanah di New York, 24 Orang Luka

    Tabrakan Kereta Bawah Tanah di New York, 24 Orang Luka

    Jakarta

    Sebuah kereta bawah tanah di Manhattan, New York, Amerika Serikat tergelincir pada Kamis (4/1) sore waktu setempat, setelah bertabrakan dengan sebuah kereta lain dalam kecepatan rendah. Dilaporkan bahwa sedikitnya 24 orang mengalami luka ringan dalam insiden ini. Kecelakaan ini juga menyebabkan gangguan layanan utama di Manhattan pada jam sibuk sore hari.

    Pada Kamis (4/1) sekitar pukul 15.00 waktu setempat di Upper West Side, sebuah kereta yang membawa sekitar 300 penumpang dan kereta Otoritas Transportasi Metropolitan yang tak beroperasi, dengan empat pekerja di dalamnya, bertabrakan di dekat stasiun 96th Street, kata polisi dan pejabat transit di tempat kejadian.

    Foto-foto yang diunggah di media sosial oleh pejabat manajemen darurat kota, menunjukkan kereta penumpang sebagian keluar jalur di area yang memiliki mekanisme peralihan jalur. Para pejabat mengatakan tidak ada tanda-tanda kerusakan peralatan, dan penyelidik sedang meneliti apakah ada kesalahan manusia dalam insiden ini.

    “Itu benar-benar menakutkan,” Evelyn Aguilar (19), yang sedang dalam perjalanan pulang ke Brooklyn, mengatakan kepada New York Daily News, seperti dilansir Associated Press, Jumat (5/1/2024).

    “Barang-barang milik orang-orang beterbangan di kereta. Kepala saya membentur jendela pintu. (Kemudian) kepala saya terbentur tiang,” cetusnya.

    Kereta yang tidak dapat beroperasi, rusak karena seseorang menarik sejumlah kabel pemberhentian darurat. Saat kejadian tabrakan, para pekerja berada di dalam kereta rusak itu untuk menyetel ulang kabel rem, kata Richard Davey, Presiden New York City Transit untuk Otoritas Transportasi Metropolitan atau Metropolitan Transportation Authority (MTA).

    “Syukurlah tidak ada korban luka serius,” kata Davey pada konferensi pers. “Jelas dua kereta itu seharusnya tidak bertabrakan. Kami akan menyelidikinya,” imbuhnya.

    Lihat juga Video ‘Kecelakaan Maut Selepas Konser Tahun Baru di New York, 2 Orang Tewas’:

    Sistem kereta bawah tanah Kota New York yang sudah tua mengalami kesulitan dalam beberapa tahun terakhir karena pemadaman listrik, masalah sinyal, dan gangguan lainnya.

    MTA telah menghadapi krisis fiskal dalam beberapa tahun terakhir, yang sebagian disebabkan oleh rendahnya jumlah penumpang dan pendapatan sejak pandemi Corona, meskipun anggaran terbaru negara bagian telah membantu badan tersebut menyeimbangkan pembukuannya.

    MTA mengatakan bahwa tabrakan itu mengganggu layanan jalur 1, 2 dan 3 di sebagian besar Manhattan. Para kru bekerja pada Kamis malam waktu setempat untuk membersihkan jalur. Diharapkan layanan kereta dapat dilanjutkan kembali pada Jumat pagi waktu setempat.

    Hoegeng Awards 2025

    Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini

  • Jerit Pilu Keluarga Sandera yang Tak Sengaja Dibunuh Tentara Israel

    Jerit Pilu Keluarga Sandera yang Tak Sengaja Dibunuh Tentara Israel

    Tel Aviv

    Salah satu dari tiga warga Israel yang tewas ditembak secara keliru oleh tentara Israel di Jalur Gaza telah dimakamkan pada Minggu (17/12) waktu setempat. Saudara laki-laki dari salah satu sandera yang tewas itu mengecam militer Israel yang disebutnya telah meninggalkan dan membunuhnya.

    Seperti dilansir Al Arabiya, Senin (18/12/2023), Alon Shamriz yang berusia 26 tahun merupakan salah satu dari tiga sandera yang ditembak mati oleh tentara Israel dalam operasi militer di Shejaiya, pinggiran Gaza CIty. Dua sandera lainnya diidentifikasi sebagai Yotam Haim dan Samer El-Talalqa.

    Ketiga sandera itu tewas ditembak setelah melambaikan bendera putih dan berteriak minta tolong dalam bahasa Ibrani. Menurut keterangan militer Israel, tentaranya keliru mengira ketiga sandera itu sebagai ancaman dan melepaskan tembakan yang menewaskan mereka.

    “Mereka yang meninggalkanmu juga membunuhmu setelah semua yang kamu lakukan dengan benar,” ucap Ido, saudara laki-laki Shamriz, saat berbicara dalam seremoni pemakaman saudaranya itu di kibbutz Shefayim di sebelah utara Tel Aviv yang dihadiri puluhan anggota keluarga dan kerabat.

    “Kamu bertahan selama 70 hari di neraka. Sesaat lagi dan kamu akan berada dalam pelukanku,” tutur ibunda Shamriz, Dikla, dalam pernyataannya mengenang sang putra.

    Selain Shamriz, menurut laporan media lokal Israel, Talalqa telah dimakamkan pada Sabtu (16/12) waktu setempat, sedangkan Haim baru akan dimakamkan pada Senin (18/12) waktu setempat.

    Kematian ketiga pria Israel, yang semuanya berusia 20-an tahun, telah memicu aksi protes di Tel Aviv ketika para demonstran menuntut otoritas berwenang menawarkan rencana baru untuk memulangkan sisa sandera yang masih ditahan di Jalur Gaza.

    Juru bicara militer Israel Richard Hecht, pada Minggu (17/12) waktu setempat, menyatakan bahwa kematian ketiga pria Israel itu sedang diselidiki lebih lanjut. Hecht menyebut apa yang dilakukan oleh para tentara Israel di Jalur Gaza sebagai “pelanggaran aturan keterlibatan”.

    Militer Israel sebelumnya menyebut ketiga sandera yang tewas itu diculik dari kibbutz Kfar Aza dan kibbutz Nir Am saat kelompok Hamas menyerang Israel pada 7 Oktober lalu. Serangan itu, menurut otoritas Israel, menewaskan sekitar 1.200 orang dan membuat sekitar 250 orang lainnya disandera.

    Bersumpah untuk menghancurkan Hamas dan memulangkan para sandera, Israel melancarkan serangan militer bear-besaran terhadap Jalur Gaza yang memicu kehancuran besar. Otoritas kesehatan Gaza melaporkan sedikitnya 18.800 orang, kebanyakan perempuan dan anak-anak, tewas akibat rentetan serangan Israel.

    Setidaknya 129 sandera diyakini masih ditahan oleh Hamas dan militan lainnya di Jalur Gaza.

    Hoegeng Awards 2025

    Usulkan Polisi Teladan di sekitarmu

  • AS ‘Dikucilkan’ di PBB Bikin Rusia Puas

    AS ‘Dikucilkan’ di PBB Bikin Rusia Puas

    Jakarta

    Hubungan dingin Amerika Serikat (AS) dan Rusia masih berlanjut. Rusia disebut puas setelah Amerika dikucilkan akibat dianggap mendukung Israel dalam perang melawan Hamas di jalur Gaza.

    Dirangkum detikcom, Jumat (15/12/2023), hal ini bermula saat rapat terkait resolusi gencatan senjata di Gaza oleh Majelis Umum PBB. Dilansir Reuters, 153 negara dari total 193 negara anggota Majelis Umum PBB mendukung resolusi tersebut.

    Amerika bersama sekutunya, Israel, masuk ke dalam 20 negara yang menolak resolusi gencatan senjata di Gaza. 23 negara lainnya memilih abstain.

    Sidang khusus yang digelar pekan ini menghasilkan kesepakatan dari mayoritas anggota Majelis Umum PBB terkait resolusi gencatan senjata di jalur Gaza. Rapat ini merespons sikap Amerika Serikat yang menggunakan hak vetonya untuk menolak resolusi serupa dalam forum Dewan Keamanana PBB pekan lalu.

    Hasil voting untuk resolusi Majelis Umum PBB menunjukkan mayoritas negara mendukung gencatan senjata di jalur Gaza. Menariknya, Rusia menjadi salah satu negara yang konsisten menyatakan dukungan baik dalam forum Majelis Umum PBB maupun Dewan Keamanan PBB.

    ADVERTISEMENT

    `;
    var mgScript = document.createElement(“script”);
    mgScript.innerHTML = `(function(w,q){w[q]=w[q]||[];w[q].push([“_mgc.load”])})(window,”_mgq”);`;
    adSlot.appendChild(mgScript);
    },
    function loadCreativeA() {

    var adSlot = document.getElementById(“ad-slot”);
    if (!adSlot) return;
    adSlot.innerHTML = “;

    if (typeof googletag !== “undefined” && googletag.apiReady) {
    googletag.cmd.push(function () {
    googletag.display(‘div-gpt-ad-1708418866690-0’);
    googletag.pubads().refresh();
    });
    } else {
    var gptScript = document.createElement(“script”);
    gptScript.src = “https://securepubads.g.doubleclick.net/tag/js/gpt.js”;
    gptScript.async = true;
    gptScript.onload = function () {
    window.googletag = window.googletag || { cmd: [] };
    googletag.cmd.push(function () {
    googletag.defineSlot(‘/4905536/detik_desktop/news/static_detail’, [[400, 250], [1, 1], [300, 250]], ‘div-gpt-ad-1708418866690-0’)
    .addService(googletag.pubads());
    googletag.enableServices();
    googletag.display(‘div-gpt-ad-1708418866690-0’);
    googletag.pubads().refresh();
    });
    };
    document.body.appendChild(gptScript);
    }
    }
    ];

    var currentAdIndex = 0;
    var refreshInterval = null;
    var visibilityStartTime = null;
    var viewTimeThreshold = 30000;

    function refreshAd() {
    var adSlot = document.getElementById(“ad-slot”);
    if (!adSlot) return;
    currentAdIndex = (currentAdIndex + 1) % ads.length;
    adSlot.innerHTML = “”;
    ads[currentAdIndex]();
    }

    var observer = new IntersectionObserver(function (entries) {
    entries.forEach(function (entry) {
    if (entry.intersectionRatio > 0.1) {
    if (!visibilityStartTime) {
    visibilityStartTime = new Date().getTime();
    requestAnimationFrame(checkVisibility);
    }
    } else {
    visibilityStartTime = null;
    if (refreshInterval) {
    clearInterval(refreshInterval);
    refreshInterval = null;
    }
    }
    });
    }, { threshold: 0.1 });

    function checkVisibility() {
    if (visibilityStartTime && (new Date().getTime() – visibilityStartTime >= viewTimeThreshold)) {
    refreshAd();
    if (!refreshInterval) {
    refreshInterval = setInterval(refreshAd, 30000);
    }
    } else {
    requestAnimationFrame(checkVisibility);
    }
    }

    document.addEventListener(“DOMContentLoaded”, function () {
    var adSlot = document.getElementById(“ad-slot”);
    if (!adSlot) {
    console.error(“❌ Elemen #ad-slot tidak ditemukan!”);
    return;
    }
    ads[currentAdIndex]();
    observer.observe(adSlot);
    });

    var mutationObserver = new MutationObserver(function (mutations) {
    mutations.forEach(function (mutation) {
    if (mutation.type === “childList”) {
    visibilityStartTime = new Date().getTime();
    requestAnimationFrame(checkVisibility);
    }
    });
    });

    mutationObserver.observe(document.getElementById(“ad-slot”), { childList: true, subtree: true });

    Jika dibandingkan dengan resolusi Majelis Umum PBB yang mengecam invasi Rusia ke Ukraina, negara yang mendukung gencatan senjata di Gaza lebih banyak. Total ada 153 suara dibandingkan 140 suara yang saat itu mengecam serangan Rusia ke Ukraina.

    Pihak Rusia lalu bersuara atas sikap Amerika Serikat yang bersikeras mendukung Israel dalam perang di Gaza. Rusia menuding Amerika ikut bertanggung jawab dalam setiap kematian warga sipil di Palestina.

    “Dengan hak vetonya, pihak Amerika pada dasarnya memberikan izin untuk membunuh dan kini memikul tanggung jawab penuh atas setiap korban baru dalam konflik di Gaza,” cetus Duta Besar Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia, saat berbicara di hadapan Majelis Umum PBB usai voting digelar pada Selasa (12/12).

    “Membagi kesalahan ini dengan mereka adalah hal yang tidak seharusnya dilakukan oleh anggota Dewan Keamanan lainnya dan anggota PBB secara keseluruhan,” tegasnya.

    Rusia juga dikabarkan menikmati posisi Amerika yang saat ini dikritik dunia internasional. Diplomat senior Eropa menyebut Rusia puas terhadap apa yang sedang menimpa Amerika.

    “Mereka menyukainya,” tutur seorang diplomat senior Eropa, yang enggan disebut namanya, merujuk pada Rusia yang menyaksikan AS menuai kecaman dari PBB karena dukungannya untuk Israel.

    Simak selengkapnya di halaman selanjutnya:

    Di satu sisi pihak Amerika lewat juru bicara Departemen Luar Negeri, Matthew Miller, juga telah buka suara soal anggapan tengah terisolasi secara diplomatis. Miller menyebut ada “sejarah panjang hasil penghitungan suara yang cukup besar ketika menyangkut resolusi yang melibatkan Israel di Majelis Umum”.

    “Satu hal yang terus kami dengar dari mitra-mitra kami di kawasan tersebut, dan dari negara-negara di seluruh dunia, adalah pentingnya kepemimpinan Amerika sehubungan dengan masalah ini,” ucapnya saat berbicara kepada wartawan.

    Rusia Sempat Terisolasi Buntut Invasi Ukraina

    Rusia diketahui sempat terisolasi dalam forum Majelis Umum PBB atas invasinya ke Ukraina yang dimulai Februari 2022 lalu. Badan dunia itu telah mengadopsi enam resolusi mengenai invasi tersebut pada tahun pertama, yang berisi kecaman terhadap Moskow dan menuntut penarikan pasukannya dari Ukraina.

    Salah satu resolusi yang diadopsi pada Oktober 2022, yang isinya mengutuk “upaya aneksasi ilegal” Rusia terhadap empat wilayah di Ukraina, bahkan mendapat dukungan dari 143 negara anggota PBB.

    Namun saat ini, sejumlah diplomat mengisyaratkan bahwa kredibilitas AS dalam menggalang dukungan dalam forum PBB, untuk isu-isu seperti Ukraina, mungkin telah dikompromikan karena Washington melindungi Israel.

    “Para diplomat Rusia melihat perang di Timur Tengah sebagai peluang besar untuk mengatur ulang posisi mereka di PBB. Mereka telah melakukan upaya-upaya keras untuk menyoroti standar ganda AS dalam perang tersebut. Mereka mengetahui bahwa Ukraina dan sekutu-sekutunya tidak akan berani mengeluarkan resolusi apa pun yang menargetkan Moskow… untuk sementara waktu,” sebut Direktur PBB pada International Crisis Group, Richard Gowan.

    Hoegeng Awards 2025

    Usulkan Polisi Teladan di sekitarmu

  • Rusia Puas Lihat AS ‘Dikucilkan’ di PBB karena Dukung Israel

    Rusia Puas Lihat AS ‘Dikucilkan’ di PBB karena Dukung Israel

    New York

    Rusia sempat terisolasi secara diplomatis dalam forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akibat invasinya ke Ukraina. Moskow dilaporkan merasa puas ketika melihat Amerika Serikat (AS) kini mengalami nasib serupa, karena dukungannya terhadap Israel dan perangnya melawan Hamas di Jalur Gaza.

    Seperti dilansir Reuters, Kamis (14/12/2023), sebanyak 153 negara — dari total 193 negara anggota Majelis Umum PBB — mendukung resolusi yang menuntut gencatan senjata kemanusiaan segera dalam perang antara Israel dan Hamas, yang berkecamuk selama lebih dari dua bulan terakhir.

    AS bersama sekutunya, Israel, termasuk dalam 10 negara yang menolak resolusi tersebut. Sementara 23 negara lainnya memilih abstain.

    Resolusi itu disepakati oleh mayoritas anggota Majelis Umum PBB, yang menggelar sidang khusus pekan ini, setelah AS menggunakan hak vetonya untuk menolak resolusi serupa dalam forum Dewan Keamanan PBB yang digelar pekan lalu.

    Hasil voting untuk resolusi Majelis Umum PBB menunjukkan mayoritas negara mendukung gencatan senjata di Jalur Gaza. Rusia menjadi salah satu negara yang menyatakan dukungan untuk resolusi tersebut, baik dalam forum Majelis Umum PBB maupun Dewan Keamanan PBB.

    ADVERTISEMENT

    `;
    var mgScript = document.createElement(“script”);
    mgScript.innerHTML = `(function(w,q){w[q]=w[q]||[];w[q].push([“_mgc.load”])})(window,”_mgq”);`;
    adSlot.appendChild(mgScript);
    },
    function loadCreativeA() {

    var adSlot = document.getElementById(“ad-slot”);
    if (!adSlot) return;
    adSlot.innerHTML = “;

    if (typeof googletag !== “undefined” && googletag.apiReady) {
    googletag.cmd.push(function () {
    googletag.display(‘div-gpt-ad-1708418866690-0’);
    googletag.pubads().refresh();
    });
    } else {
    var gptScript = document.createElement(“script”);
    gptScript.src = “https://securepubads.g.doubleclick.net/tag/js/gpt.js”;
    gptScript.async = true;
    gptScript.onload = function () {
    window.googletag = window.googletag || { cmd: [] };
    googletag.cmd.push(function () {
    googletag.defineSlot(‘/4905536/detik_desktop/news/static_detail’, [[400, 250], [1, 1], [300, 250]], ‘div-gpt-ad-1708418866690-0’)
    .addService(googletag.pubads());
    googletag.enableServices();
    googletag.display(‘div-gpt-ad-1708418866690-0’);
    googletag.pubads().refresh();
    });
    };
    document.body.appendChild(gptScript);
    }
    }
    ];

    var currentAdIndex = 0;
    var refreshInterval = null;
    var visibilityStartTime = null;
    var viewTimeThreshold = 30000;

    function refreshAd() {
    var adSlot = document.getElementById(“ad-slot”);
    if (!adSlot) return;
    currentAdIndex = (currentAdIndex + 1) % ads.length;
    adSlot.innerHTML = “”;
    ads[currentAdIndex]();
    }

    var observer = new IntersectionObserver(function (entries) {
    entries.forEach(function (entry) {
    if (entry.intersectionRatio > 0.1) {
    if (!visibilityStartTime) {
    visibilityStartTime = new Date().getTime();
    requestAnimationFrame(checkVisibility);
    }
    } else {
    visibilityStartTime = null;
    if (refreshInterval) {
    clearInterval(refreshInterval);
    refreshInterval = null;
    }
    }
    });
    }, { threshold: 0.1 });

    function checkVisibility() {
    if (visibilityStartTime && (new Date().getTime() – visibilityStartTime >= viewTimeThreshold)) {
    refreshAd();
    if (!refreshInterval) {
    refreshInterval = setInterval(refreshAd, 30000);
    }
    } else {
    requestAnimationFrame(checkVisibility);
    }
    }

    document.addEventListener(“DOMContentLoaded”, function () {
    var adSlot = document.getElementById(“ad-slot”);
    if (!adSlot) {
    console.error(“❌ Elemen #ad-slot tidak ditemukan!”);
    return;
    }
    ads[currentAdIndex]();
    observer.observe(adSlot);
    });

    var mutationObserver = new MutationObserver(function (mutations) {
    mutations.forEach(function (mutation) {
    if (mutation.type === “childList”) {
    visibilityStartTime = new Date().getTime();
    requestAnimationFrame(checkVisibility);
    }
    });
    });

    mutationObserver.observe(document.getElementById(“ad-slot”), { childList: true, subtree: true });

    Angka tersebut — 153 suara dukungan untuk resolusi Majelis Umum PBB — bahkan melebihi jumlah negara yang secara rutin mendukung resolusi yang mengecam Rusia atas invasinya ke Ukraina — sebelumnya didukung 140 negara atau lebih.

    “Dengan hak vetonya, pihak Amerika pada dasarnya memberikan izin untuk membunuh dan kini memikul tanggung jawab penuh atas setiap korban baru dalam konflik di Gaza,” cetus Duta Besar Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia, saat berbicara di hadapan Majelis Umum PBB usai voting digelar pada Selasa (12/12).

    “Membagi kesalahan ini dengan mereka adalah hal yang tidak seharusnya dilakukan oleh anggota Dewan Keamanan lainnya dan anggota PBB secara keseluruhan,” tegasnya.

    Lihat juga Video: Putin Umumkan Maju Lagi di Pilpres Rusia 2024

    Resolusi Majelis Umum PBB itu tidak bersifat mengikat, namun memiliki bobot politik, karena mencerminkan pandangan global mengenai perang yang terus berlangsung antara Israel dan Hamas.

    Melihat AS saat ini berada di kubu yang bertentangan dengan banyak negara di dunia, Rusia disebut merasa puas.

    “Mereka menyukainya,” tutur seorang diplomat senior Eropa, yang enggan disebut namanya, merujuk pada Rusia yang menyaksikan AS menuai kecaman dari PBB karena dukungannya untuk Israel.

    Sementara itu, saat ditanya apakah AS merasa negaranya terisolasi secara diplomatis saat ini, juru bicara Departemen Luar Negeri Matthew Miller menyebut bahwa ada “sejarah panjang hasil penghitungan suara yang cukup besar ketika menyangkut resolusi yang melibatkan Israel di Majelis Umum”.

    “Satu hal yang terus kami dengar dari mitra-mitra kami di kawasan tersebut, dan dari negara-negara di seluruh dunia, adalah pentingnya kepemimpinan Amerika sehubungan dengan masalah ini,” ucapnya saat berbicara kepada wartawan.

    Diketahui bahwa Rusia terisolasi dalam forum Majelis Umum PBB atas invasinya ke Ukraina yang dimulai Februari 2022 lalu. Badan dunia itu telah mengadopsi enam resolusi mengenai invasi tersebut pada tahun pertama, yang berisi kecaman terhadap Moskow dan menuntut penarikan pasukannya dari Ukraina.

    Salah satu resolusi yang diadopsi pada Oktober 2022, yang isinya mengutuk “upaya aneksasi ilegal” Rusia terhadap empat wilayah di Ukraina, bahkan mendapat dukungan dari 143 negara anggota PBB.

    Namun saat ini, sejumlah diplomat mengisyaratkan bahwa kredibilitas AS dalam menggalang dukungan dalam forum PBB, untuk isu-isu seperti Ukraina, mungkin telah dikompromikan karena Washington melindungi Israel.

    “Para diplomat Rusia melihat perang di Timur Tengah sebagai peluang besar untuk mengatur ulang posisi mereka di PBB. Mereka telah melakukan upaya-upaya keras untuk menyoroti standar ganda AS dalam perang tersebut. Mereka mengetahui bahwa Ukraina dan sekutu-sekutunya tidak akan berani mengeluarkan resolusi apa pun yang menargetkan Moskow… untuk sementara waktu,” sebut Direktur PBB pada International Crisis Group, Richard Gowan.

    Hoegeng Awards 2025

    Usulkan Polisi Teladan di sekitarmu