Tag: Richard

  • Sering Rebahan Waktu Muda Bisa Bikin Pikun di Usia Tua, Begini Temuan Riset

    Sering Rebahan Waktu Muda Bisa Bikin Pikun di Usia Tua, Begini Temuan Riset

    Jakarta

    Dalam sebuah studi terbaru, kebiasaan sering rebahan dan malas-malasan di usia muda rupanya dapat meningkatkan risiko demensia di usia tua. Demensia merupakan gangguan kognitif yang biasanya dapat menurunkan daya ingat hingga kemampuan berpikir.

    Peneliti di Oxford University melakukan pengamatan pada tekanan darah dan indeks massa tubuh (IMT) anak-anak berusia 7-17 tahun. Mereka juga mengamati aktivitas fisik saat usia 11-15 tahun dan pemindaian otak sejak dewasa muda saat mereka berusia 20 tahun.

    Ilmuwan menemukan penanda kesehatan kardiovaskular yang buruk, seperti tekanan darah dan IMT yang tinggi, dikaitkan dengan perbedaan pada struktur jaringan otak yang disebut grey matter. Jaringan tersebut berperan penting dalam fungsi memori, pergerakan, dan emosi.

    “Penelitian kami menunjukkan bahwa kesehatan kardiovaskular pada tahap awal kehidupan mungkin sudah berperan penting bagi struktur wilayah otak yang diketahui terpengaruh oleh demensia di usia tua – jauh lebih awal dari yang diperkirakan sebelumnya,” ucap peneliti utama Sana Suri dari Departemen Psikiatri Oxford, dikutip dari Mirror, Minggu (12/1/2025).

    “Temuan ini menunjukkan bahwa kita harus berpikir untuk menargetkan faktor risiko gaya hidup yang dapat dimodifikasi, seperti obesitas dan olahraga, beberapa dekade sebelum model rentang hidup demensia,” sambungnya.

    Penelitian ini melibatkan sekitar 860 peserta. Temuan ini bagi mereka bisa menjadi bukti awal bahwa risiko demensia dapat diidentifikasi lebih awal dalam hidup dan menyerukan lebih banyak penelitian terkait kondisi ini.

    Sana menuturkan tahun-tahun awal remaja menjadi momen yang layak untuk diperhatikan dalam pencegahan demensia.

    Meskipun hingga saat ini tidak ada satupun perilaku yang dapat mencegah demensia secara spesifik, masyarakat dapat mengurangi faktor risikonya. Salah satu caranya adalah dengan tetap aktif bergerak untuk menjaga tekanan darah dan IMT.

    “Penelitian ini menemukan bahwa ketika kelebihan berat badan, kurang olahraga, dan tekanan darah tinggi terjadi di awal kehidupan, ada perubahan di wilayah otak yang dapat berkontribusi terhadap perkembangan demensia,” kata direktur asosiasi Alzheimer’s Society Dr Richard Oakley mengomentari temuan tersebut.

    “Ini menunjukkan bahwa tidak ada kata terlalu dini untuk membuat perubahan yang sehat guna mengurangi risiko demensia Anda,” tandasnya.

    (avk/up)

  • Batu Tertua Bertuliskan 10 Perintah Allah Sukses Dilelang Rp82 Miliar

    Batu Tertua Bertuliskan 10 Perintah Allah Sukses Dilelang Rp82 Miliar

    Jakarta, CNBC Indonesia – Batu yang diyakini sebagai 10 Perintah Allah telah terjual dengan harga sekitar Rp82 miliar, dalam sebuah pelelangan. Harga jualnya itu tepatnya, mencapai US$ 5,04 juta, jauh melampaui estimasi awal senilai US$ 2 juta.

    Prasasti batu yang diyakini sebagai salah satu batu tertua di dunia memiliki ukiran 10 Perintah Allah dari Perjanjian Lama. Batu tersebut diperkirakan berasal dari 1.500 tahun lalu di era akhir Romawi-Bizantium.

    Menurut Sotheby’s, yang menggelar pelelangan, pembelinya enggan diungkap identitasnya. Tetapi, ia berencana untuk mendonasikan batu tersebut ke institusi Israel.

    Batu yang menyimpan jejak sejarah dunia purba tersebut sudah dilupakan selama beratus-ratus tahun. Beratnya 115 pon atau sekitar 52 kilogram. Tingginya 2 kaki atau setara 0,6 meter.

    Penemuan awalnya pada 1913 saat dilakukan penggalian di jalur kereta api baru wilayah utara yang kini menjadi bagian dari Israel, dikutip dari CNN International, Sabtu (11/1/2025).

    Batu tersebut ditemukan di dekat situs sinagoge, masjid, dan gereja kuno dan bertuliskan 10 hukum Alkitab dalam aksara Paleo-Ibrani. Meskipun demikian, signifikansi penemuan tersebut tidak sepenuhnya dihargai dan batu tersebut terus digunakan sebagai paving di luar rumah seseorang selama tiga dekade.

    Prasasti tersebut ditempatkan menghadap ke atas dan terbuka untuk dilalui banyak pejalan kaki, sehingga tulisannya kian memudar. Beruntung lempengan tersebut secara historis akhirnya diakui dan dilestarikan.

    Menurut pernyataan pers oleh Sotheby’s, batu tersebut sempat dijual kepada seorang sarjana pada tahun 1943. Orang yang tidak disebutkan namanya ini sebagai Dasa Titah Samaria yang penting dan memuat ajaran-ajaran ilahi yang menjadi inti dari banyak agama.

    Samaritanisme adalah agama monoteistik kuno yang didasarkan pada lima kitab pertama Perjanjian Lama. Meskipun terkait dengan Yudaisme, Samaritanisme menganggap Gunung Gerizim di wilayah Tepi Barat sebagai tempat tinggal Yahweh, bukan Gunung Sion.

    Sotheby’s menjelaskan lempengan tersebut awalnya berada kemungkinan besar telah dihancurkan oleh invasi Romawi tahun 400-600 M atau sebagai akibat dari Perang Salib pada akhir abad ke-11.

    Dalam klip video pendek tentang penjualan tersebut, rumah lelang tersebut menggambarkan Sepuluh Perintah dalam Kitab Keluaran sebagai “landasan hukum dan moralitas” dan “teks dasar peradaban Barat.”

    Batu tersebut menampilkan 20 baris teks, yang mengikuti ayat-ayat dari Alkitab, yang umum dalam tradisi Yahudi dan Kristen. Namun, hanya sembilan dari 10 perintah dari Kitab Keluaran yang disertakan, yang hilang adalah: “Jangan menyebut nama Tuhan dengan sembarangan.” Sebagai gantinya, ada petunjuk baru untuk beribadah di Gunung Gerizim.

    Richard Austin, kepala buku dan manuskrip global Sotheby’s, mengatakan dalam pernyataan pers: “Papan yang luar biasa ini bukan hanya artefak bersejarah yang sangat penting, tetapi juga hubungan nyata dengan kepercayaan yang membantu membentuk peradaban Barat”.

    “Menemukan bagian warisan budaya bersama ini berarti melakukan perjalanan melintasi ribuan tahun dan terhubung dengan budaya dan kepercayaan yang diceritakan melalui salah satu kode moral paling awal dan paling abadi dari umat manusia.”

    (luc/luc)

  • Pencuri Sepeda Mewah di Jepang Mengaku Jual Barang Curiannya ke Indonesia – Halaman all

    Pencuri Sepeda Mewah di Jepang Mengaku Jual Barang Curiannya ke Indonesia – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Seorang warga Jepang Hirofumi Takebayashi (59),  ditangkap polisi karena mencuri sepeda mewah Jepang lalu mengakui kepada polisi untuk dijual ke Indonesia dan Vietnam karena banyak diminati.

    Saya mencuri sekitar 300 sepeda luks sports dalam satu tahun dan untuk dijual antara lain ke Indonesia dan Vietnam karena diminati sekali di sana,” papar Takebayashi kepada polisi.

    Kepolisian  Nakano dari Departemen Kepolisian Metropolitan Tokyo menangkap Hirofumi Takebayashi (59), mengaku sebagai seorang kolektor tempat sampah yang memproklamirkan diri berdomisili di Hatagaya, Shibuya-ku, Tokyo, ditangkap karena dicurigai mencuri karena  sepeda mewah tipe olahraga (senilai 50.000 yen) di jalanan di Meguro-ku, Tokyo. 

    Dia mengakui tuduhan itu dan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa dia telah mencuri sekitar 300 sepeda selama satu tahun terakhir ini  di Tokyo tahun lalu.

    Menurut tuduhan penangkapan, pada 16 Oktober tahun lalu, sekitar pukul 6:30 pagi, dia mencuri sepeda seorang pekerja kantoran pria berusia 40-an yang tinggal di Meguro-ku, yang diparkir di jalan di Meguro.

    Sepeda itu menurutnya tidak terkunci.

    Menurut Departemen Kepolisian Nakano, tersangka Takebayashi mengendarai truk mininya dari larut malam hingga dini hari saat mencari sepeda tipe sport di Tokyo. 

    Sepeda curian dimuat ke truk ringan dan secara teratur dijual ke dealer sepeda di luar kota. 

    “Jenis olahraga barang sepeda ini  diminati di Vietnam dan Indonesia dan dijual dengan harga tinggi,” katanya.

    Alat yang digunakan untuk memotong rantai yang digunakan untuk mengunci sepeda juga ditemukan di dalam mobil dan polisi sedang menyelidiki rincian keadaan dirinya lebih lanjut.

    Diskusi pencurian sepeda ini juga dilakukan kelompok Pencinta Jepag gratis silakan email ke: tkyjepang@gmail.com.  (Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang)

     

  • 10 Tahun Terakhir Rupanya Jepang masih Melihat-lihat Apakah Asean Dekat AS atau China – Halaman all

    10 Tahun Terakhir Rupanya Jepang masih Melihat-lihat Apakah Asean Dekat AS atau China – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Sepuluh tahun terakhir rupanya Jepang melihat-lihat apakah Asean lebih dekat Amerika Serikat atau lebih dekat China.

    Kini waktunya Jepang mendekati diri lebih banyak lagi dengan Asean khususnya Malaysia dan Indonesia yang dikunjungi PM Jepang Shigeru Ishiba hari ini (10/1/2025).

    “Logis sekali dalam 10 tahun terakhir posisi Jepang masih terus melihat Asean  dekat Amerika Serikat atau China sehingga kunjungungan PM Jepang Shigeru Ishiba ke Malaysia dan Indonesia sangat tepat sekali kali ini untuk memperkuat Jepang dengan Asean,” papar Profesor Miyagi Taizo dari Universitas Chuo  kepada Tribunnews.com Jumat ini (10/1/2025).

    “Asean menurutnya sangat penting bagi Jepang, namun tidak baik mempertanyakan penting mana antara China dan Asean di mata Jepang,”  tekannya lagi.

    “Mungkin kurang baik kalau mempertanyakan dekat mana Asean atau China bagi Asean, karena keduanya sama penting bagi Jepang,” tekannya.

    Setelah perang dunia sekitar tahun 70-an memang diakui hubungan dengan Asean sangat baik bagi Jepang.

    “Setelah perang dunia kedua memang Asean dilihat sangat penting sekali bagi Jepang.

    Namun kini dengan perkembangan jaman yang ada berbagai variasi bermunculan di antara anggota Asean sendiri. Misalnya Indoensia menjadi anggota BRICS saat ini,” jelasnya.

    Kemudian munculnya kelompok G20 dan sebagainya sehingga Jepang perlu melihat dengan lebih teliti lagi hubungan dengan betbagai pihak itu.

    “Kini hubungan Jepang dengan Asean mungkin agak mengendor. Tetapi dengan kunjungan PM Jepang kali ini ke Malaysia dan Indonesia sangat bagus bisa memperkuat lagi tali persahabatan kedua negara dan juga dengan Asean apalagi Indonesia juga sebagai negara besar di Asean. Jadi efeknya akan cukup besar bagi kedua negara nantinya.”

    Sementara PM Ishiba sendiri menurut Miyagi bukanlah orang yang kuat di dalam lingkungan partai liberal demokrat (LDP).

    “Posisi dia lemah di dalam LDP. Demikian pula posisi Ishiba juga lemah di dalam parlemen,” katanya.

    Ishiba bisa menang di masyarakat karena dukungan masyarakat yang melihat Ishiba suka menyerang dan mengritik Shinzo Abe di masa lalu.

     “Karakter ishiba di dalam LDP sebenarnya lemah juga lemah di parlemen. Tetapi mendapat dukungan kuat dari masyarakat karena mengritik Abe sehingga dia lebih banyak didukung masyarakat ketimbang partainya sendiri.”

    Selain itu Ishiba menurutnya juga memiliki diplomasi yang kuat dengan pihak oposisi khususnya dengan pimpinan oposisi Noda
     
    “Konsensus pemerintahan yang dipimpin Ishiba dan oposisi embuat dia harus bisa kerjasama baik dengan pihak oposisi. Kalau tak bis akerjasama maka dia akan jatuh segera karea di parlemen dia lemah dan di dalam partai nya juga lemah.”

    Meskipun demikian dengan dukungan masyarakt dan kerjasama yang baik dengan pihak oposisi kini dia punya modal sebagai pemimpin di Jepang entah sampai kapan, lanjutnya lagi.
     
    Diskusi mengenai kunjungan PM Ishiba ke Jakarta dilakukan wag Pencinta Jepang yang bisa ikutan gratis lewat email:  tkyjepang@gmail.com. (Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang)

     

     

     

  • Pemilik HP Android Dalam Bahaya, Google Digugat ke Pengadilan

    Pemilik HP Android Dalam Bahaya, Google Digugat ke Pengadilan

    Jakarta, CNBC Indonesia – Google tersandung kasus terkait data personal pengguna. Gugatan class action mengklaim Google diam-diam mengumpulkan data pribadi dari ponsel pengguna.

    Google mengatakan perekaman data pengguna yang dilakukan “tidak melukai siapa pun”. Google juga berdalih pengumpulan data sudah melalui persetujuan pengguna dari laman syarat dan ketentuan layanan.

    Dalam persidangan pada Agustus lalu, Google mengklaim telah menonaktifkan tombol untuk menyetop proses perekaman data pengguna.

    Namun, Google gagal membujuk hakim federal untuk membatalkan gugatan kasus ini. Hakim Richard Seeborg dari pengadilan federal San Francisco menolak berbagai argumentasi dari Google.

    Sebagai informasi, pengguna HP Android dan non-Android menuduh Google menginvasi ranah privasi mereka dan melanggar undang-undang California yang melarang akses yang tidak sah dengan menyadap dan menyimpan riwayat penjelajahan pribadi mereka tanpa izin.

    Dalam surat keputusan 20 lembar yang dirilis pada pekan ini, Seeborg mengatakan pengguna dapat menganggap tindakan Google ofensif, karena perusahaan mengumpulkan data meskipun ada kekhawatiran dari beberapa karyawan.

    Ia mengutip komunikasi internal yang menunjukkan bahwa Google, sengaja ambigu dalam membedakan data yang dikumpulkan di dalam dan di luar akun Google karena pengguna berpotensi menganggap kebenarannya mengerikan.

    “Mengenai interpretasi Google atau penggugat yang berlaku adalah masalah fakta yang dapat diadili,” tulisnya.

    Google mengatakan kontrol privasi telah lama diterapkan pada layanan mereka dan tuduhan ini adalah upaya yang disengaja untuk salah mengartikan cara kerja produk mereka.

    “Kami akan terus mengajukan kasus kami ke pengadilan terhadap klaim yang jelas-jelas salah,” kata pernyataan Google.

    Pengacara penggugat tidak segera menanggapi permintaan komentar.

    Persidangan selanjutnya dijadwalkan pada 18 Agustus 2025 mendatang.

    Agustus lalu, pengadilan banding federal di San Francisco menghidupkan kembali gugatan yang menuduh Google melacak pengguna browser Chrome setelah mereka memilih untuk tidak menyinkronkan browser mereka dengan akun Google.

    Empat bulan sebelumnya, Google setuju untuk menghancurkan miliaran catatan data untuk menyelesaikan tuntutan hukum yang mengklaim bahwa Google melacak orang-orang yang mengira mereka menjelajah secara pribadi, termasuk di browser Chrome yang disetel ke mode “incognito”.

    Firma hukum yang mewakili penggugat dalam kasus tersebut menilai penyelesaian tersebut lebih dari $5 miliar (Rp 81 triliun).

    (fab/fab)

  • Korupsi di Basarnas, Saksi Ungkap Pengusaha William Widarta Tunjuk Perusahaan Teman Ikuti Lelang – Halaman all

    Korupsi di Basarnas, Saksi Ungkap Pengusaha William Widarta Tunjuk Perusahaan Teman Ikuti Lelang – Halaman all

    Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahmi Ramadhan

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Riki Hansyah, Sales CV Delima Mandiri yang dimiliki terdakwa Wiliam Widarta mengungkap atasannya menunjuk perusahaan milik temannya untuk mengikuti lelang pengadaan truk angkut personel dan Rescue Carrier Vehicle di Basarnas tahun 2014.

    Hal itu diungkapkan Riki saat dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebagai saksi dalam sidang kasus korupsi pengadaan truk angkut personel dan Rescue Carrier Vehicle di Basarnas tahun 2014 di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (9/1/2025).

    Dalam sidang ini duduk sebagai terdakwa yakni eks Sekertaris Utama (Sestama) Basarnas Max Ruland Boseke, William Widarta selaku CV Delima Mandiri sekaligus penerima manfaat PT Trikaya Abadi Prima, dan Anjar Sulistyono selaku Kasubdit Pengawakan dan Perbekalan Direktorat Sarana dan Prasarana Basarnas sekaligus pejabat pembuat pembuat komitmen (PPK) Basarnas tahun anggaran 2014.

    Awalnya, Riki menyebut perusahaan yang mengikuti lelang di Basarnas hanya CV Delima Mandiri yang dimiliki William.

    Namun, saat dicecar Jaksa, terungkap ada perusahaan lain yang turut mengikuti lelang pengadaan di Basarnas.

    “Yang diikuti pelelangan, apakah CV Delima Mandiri semuanya atau ada perusahaan lain yang digunakan?” tanya Jaksa.

    “Delima Mandiri bapak,” kata Riki.

    “Selain Delima Mandiri?” tanya Jaksa lagi.

    “Ada PT Trikarya pak,” ucap Riki.

    “Kemudian?” tanya Jaksa.

    “Raja Buana,” jelas Riki.

    Kemudian saat Jaksa membacakan berita acara pemeriksaan (BAP) milik Riki saat proses penyidikan, disana terungkap terdapat 13 perusahaan yang terafiliasi dengan CV Delima Mandiri milik William.

    Dari total 13 perusahaan afiliasi itu kemudian 3 di antaranya didaftarkan William Widarta untuk mengikuti lelang di Basarnas yakni CV Delima Mandiri, PT Trikarya Abadi, dan PT Omega Raya.

    Adapun Trikarya, Omega dan Raja Buana berdasarkan keterangan Riki, bahwa perusahaan itu milik teman dari William.

    “Lalu bagaimana bisa digunakan untuk mengikuti pelelangan oleh Pak William?” tanya Jaksa.

    “Setahu saya sih Pak Wil pakai Trikarya misalnya gitu ya, itu temannya,” kata Riki.

    “Trikarya punya teman Pak William?” tanya Jaksa.

    “Iya,” ucapnya.

    “Itu yang saksi sebut 13 perusahaan itu, itu teman-temannya Pak William?” tanya Jaksa lagi.

    “Iya pak,” tutur Riki.

    Setelah itu Jaksa pun menggali keterangan Riki soal kenapa William Widarta sampai menunjuk 3 perusahaan tambahan untuk mengikuti lelang di Basarnas.

    Menjawab pertanyaan Jaksa, Riki mengaku hanya mengikuti perintah yang diberikan atasannya saat itu.

    Sebab dalam lelang ini, Riki bersama sales CV Delima Mandiri lainnya yakni Yudi Muharram yang mengupload dokumen lelang milik 3 perusahaan tersebut.

    “Jadi setahu saya ‘Ki masukin 3 karena waktu itu di Keppresnya kalau sampai kurang dari 3 itu tender ulang’ enggak bisa pak. Jadi pak Wil jaga-jaga aja Pak seperti itu,” ucap Riki.

    Mendengar jawaban Riki kemudian Jaksa dibuat heran.

    Sebab dalam proses lelang seharusnya bersifat terbuka dan bisa diikuti oleh perusahaan di seluruh Indonesia.

    Jaksa pun mencecar Riki agar berkata jujur terkait tujuan penunjukan 3 perusahaan itu untuk mengikuti lelang di Basarnas.

    “Jujur aja, 3 perusahaan itu dipakai itu dalam rangka apa, kemudian siapa yang jadi pemenang, apakah ada yang jadi penampung dan sebagainya, jelaskan aja?” cecar Jaksa.

    “Sejujurnya Pak Wil pada saat pengumuman ‘Ki nanti kamu upload pakai 3 ya, takutnya nanti enggak bisa nih, nanti ditender ulang, tapi kamu buat dokumen yang bagus’,” ucap Riki menirukan perintah William.

    “Antisipasi agar tidak gagal ditender?” tanya Jaksa memastikan.

    “Betul pak, jadi buat sebagus-bagusnya dokumen,” pungkasnya.

    Adapun dalam perkara ini, Mantan Sekertaris Utama (Setama) Badan Sar Nasional (Basarnas) Max Ruland Boseke didakwa telah merugikan keuangan negara senilai Rp 20,4 miliar terkait kasus pengadaan truk pengangkut personel dan rescue carrier vehicle di Basarnas tahun 2014.

    Kerugian itu muncul akibat dugaan korupsi pengadaan truk pengangkut personel yang memiliki nilai Rp 42.558.895.000 dan rescue carrier vehicle di Basarnas tahun 2014 Rp 43.549.312.500.

    Adapun sidang perdana itu digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis (14/11/2024).

    Dalam dakwaannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut Max Ruland diduga melakukan tindak pidana korupsi bersama dua terdakwa lainnya yakni William Widarta selaku CV Delima Mandiri sekaligus penerima manfaat PT Trikaya Abadi Prima dan Anjar Sulistyono selaku Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Pengawakan dan Perbekalan Direktorat Sarana dan Prasarana Basarnas sekaligus pejabat pembuat pembuat komitmen (PPK) Basarnas tahun anggaran 2014.

    “Telah turut serta atau turut serta melakukan beberapa perbuatan yang harus dipandang sebagai perbuatan yang berdiri sendiri sehingga merupakan beberapa kejahatan secara melawan hukum,” kata Jaksa KPK Richard Marpaung di ruang sidang.

    Dalam surat dakwaannya, Jaksa menyebutkan, bahwa perbuatan tersebut dilakukan oleh Max Ruland dan dua terdakwa lainnya pada tahun 2013 hingga 2014.

    Dimana kata Richard perbuatan yang dilakukan di Kantor Basarnas RI, Kemayoran, Jakarta Pusat itu telah memperkaya Max Ruland Boseke yakni Rp 2,5 miliar dan William Widarta sebesar Rp 17,9 miliar.

    “Dalam pengadaan truk pengangkut personel dan rescue carrier vehicle di Basarnas tahun 2014 memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yaitu memperkaya William Widarta sebesar Rp 17.944.580.000,00 dan memperkaya terdakwa Max Ruland Boseke sebesar Rp 2.500.000.000,00 yang dapat merugikan negara sebesar Rp 20.444.580.000,00,” jelas Jaksa.

    Kemudian Richard menjelaskan bahwa Max dan Anjar diduga mengarahkan William selaku pemenang lelang pengadaan truk tahun 2014 untuk menaikkan harga penawaran sebesar 15 persen.

    Yang dimana penawaran 15 persen itu dengan rincian 10 persen untuk dana komando dan 5 persen sisanya untuk perusahaan pemenang lelang.

    Selain itu Richard menuturkan, bahwa dari nilai pengadaan truk Rp 42.558.895.000 itu diketahui jumlah yang benar-benar digunakan hanya senilai Rp 32.503.515.000.

    Alhasil kata dia terdapat selisih angka kelebihan bayar yaitu senilai Rp 10.055.380.000.
    Sedangkan terkait pembelian pengadaan Rescue Carrier Vehicle hanya sebesar Rp 33.160.112.500 yang benar-benar digunakan dari anggaran yang telah ditandatangani yaitu Rp 43.549.312.500.

    Sehingga lanjut Richard terdapat selisih sebesar Rp 10.389.200000 dari nilai pembelian peralatan tersebut.

    “Yang mengakibatkan kerugian keuangan negara seluruhnya Rp Rp 20.444.580.000,00 sebagaimana laporan investigative dalam rangka penghitungan kerugian negara atas pengadaan truk angkut personel 4WD dan pengadaan Rescue Carrier Vehicle pada Badan Sar Nasional (Basarnas) tahun 2014 yang dibuat Tim Auditor Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) RI tanggal 28 Februari 2024,” pungkasnya.

    Akibat perbuatannya Max Ruland Boseke Cs didakwa melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Jo Pasal 18 Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 Jo Pasal 65 ayat (1) ke-1 KUHP.

  • Jejak Kaki Manusia Berusia 115 Ribu Tahun Ditemukan di Jazirah Arab

    Jejak Kaki Manusia Berusia 115 Ribu Tahun Ditemukan di Jazirah Arab

    Jakarta

    Sekelompok arkeolog menemukan jejak kaki manusia saat sedang menelusuri Jazirah Arab. Jejak kaki ini diperkirakan tertinggal sekitar 115 ribu tahun lalu.

    Ditemukan di antara jejak hewan prasejarah, jejak ini menandai penemuan penting dalam studi migrasi manusia dan kehidupan sebelum Zaman Es.

    Jejak Kaki Manusia Purba

    Pada 2017, jejak fosil itu ditemukan di wilayah dasar sebuah danau di bagian utara Arab Saudi. Jejak itu terdiri dari tujuh jejak kaki yang terpisah.

    “Di sini, kami melaporkan jejak kaki dan fosil mamalia hominin dan non-hominin dari endapan danau Alathar di Gurun Nefud bagian barat, Arab Saudi,” catat para peneliti seperti dikutip dari Earth.com.

    “Kami berpendapat bahwa jejak kaki tersebut, yang berasal dari zaman interglasial terakhir dan karenanya sezaman dengan penyebaran awal H. sapiens ke luar Afrika, kemungkinan besar merupakan bukti paling awal keberadaan spesies kita di Jazirah Arab,” kata para peneliti.

    Tempat ditemukannya jejak kaki manusia purba di dasar sebuah danau di bagian utara Arab Saudi. Foto: Gilbert Price, The University of Queensland and Richard Clark-Wilson, Royal Holloway, University of LondonMemahami Teori ‘Out of Africa’

    Hubungan antara manusia purba, Afrika, dan Arab berakar pada pola migrasi yang membentuk sejarah manusia. Sebagian besar ilmuwan percaya bahwa manusia modern, Homo sapiens, pertama kali berevolusi di Afrika sekitar 200 ribu tahun yang lalu.

    Dari sana, mereka mulai menyebar ke seluruh dunia. Arab memainkan peran penting sebagai ‘gerbang’ bagi manusia purba ini.

    Terletak di antara Afrika dan Asia, Jazirah Arab bertindak sebagai jembatan darat, yang memungkinkan manusia bermigrasi dari Afrika ke bagian lain dunia.

    Seiring berjalannya waktu, bentang alam Tanah Arab yang bervariasi, dari gurun hingga wilayah pesisir, menyediakan sumber daya yang membantu manusia purba bertahan hidup dan menetap di wilayah tersebut.

    Ketika manusia purba menjelajahi wilayah Arab, mereka tidak sekadar singgah, melainkan menjadikan tempat itu sebagai rumah mereka. Bukti menunjukkan bahwa manusia beradaptasi dengan lingkungan gurun yang keras, mengembangkan peralatan, dan membangun komunitas.

    Namun, saat kita bahas di sini, teori tentang garis waktu pasti kedatangan H. sapiens di Arabia, terus berubah.

    Dasar danau tampaknya merupakan tempat yang ramai lebih dari 100 ribu tahun yang lalu. Para ilmuwan mencatat bahwa jejak kaki tersebut, yang ditemukan dalam kondisi yang sama, kemungkinan besar terbentuk dalam jangka waktu yang sangat singkat.

    “Sebuah studi eksperimental terhadap jejak kaki manusia modern di dataran lumpur menemukan bahwa detail halus hilang dalam waktu dua hari dan jejak tidak dapat dikenali lagi dalam waktu empat hari, dan pengamatan serupa telah dilakukan untuk jejak mamalia non-hominin lainnya,” jelas para peneliti.

    Lumpur, tampaknya menjadi kanvas alam yang sempurna untuk menangkap sejarah, meskipun kesannya dapat hilang dengan cepat dari permukaan yang lembut.

    Jejak Nenek Moyang Kita

    Meski masa lalu itu rumit, beberapa teori telah diajukan tentang primata tegak pada era itu. Bukti yang semakin banyak menunjukkan bahwa jejak itu ditinggalkan oleh anggota spesies kita sendiri, Homo sapiens.

    “Tujuh jejak kaki hominin berhasil diidentifikasi dengan pasti dan mengingat bukti fosil dan arkeologi penyebaran H. sapiens ke Levant dan Arabia selama era 130 ribu hingga 80 ribu tahun yang lalu, dan tidak adanya Homo neanderthalensis dari Levant pada saat itu, kami berpendapat bahwa H. sapiens bertanggung jawab atas jejak di Alathar,” ungkap para peneliti.

    Lebih jauh lagi, para ahli mencatat bahwa ukuran jejak kaki Alathar lebih konsisten dengan jejak kaki H. sapiens awal daripada H. neanderthalensis.

    Kunjungan Singkat ke Danau

    Para ilmuwan tidak menemukan tanda-tanda dari peralatan atau pisau pada tulang-tulang hewan yang ditemukan di area tersebut. Dengan kata lain, tidak ada bukti perburuan. Apakah ini berarti manusia hanya mampir untuk minum?

    “Kurangnya bukti arkeologi menunjukkan bahwa Danau Alathar hanya dikunjungi sebentar oleh manusia. Kunjungan tersebut, tampaknya, terutama dikaitkan dengan kebutuhan akan air minum,” kata para peneliti.

    Jejak Terakhir Sebelum Zaman Es

    Jejak kaki yang membatu itu menimbulkan pertanyaan nyata tentang siapa yang membuatnya, tetapi juga memunculkan pertanyaan menarik lainnya: mengapa jejak itu tidak tertutupi oleh jejak kelompok lain?

    Satu teori lainnya adalah bahwa mereka mungkin orang-orang terakhir yang bermigrasi melalui iklim sedang sebelum punah oleh Zaman Es. Jejak kaki mereka yang terekam dalam lumpur, adalah pengingat akan sejarah yang mungkin tidak akan pernah kita pahami sepenuhnya.

    Jejak kaki yang ditemukan di Danau Alathar tidak hanya mengungkap keberadaan manusia purba tetapi juga memberikan gambaran ekosistem yang ada 115 ribu tahun yang lalu.

    Di sekitar jejak kaki manusia, para ilmuwan mengidentifikasi jejak hewan seperti gajah, unta, dan antelop. Penelitian ini menggambarkan gambaran jelas tentang lingkungan yang subur yang sangat berbeda dari gurun kering yang terlihat saat ini.

    Makhluk prasejarah ini kemungkinan berkumpul di sekitar danau untuk minum air, seperti halnya manusia yang jejaknya diabadikan dalam lumpur.

    Dengan menganalisis susunan spasial dan kedalaman jejak kaki, peneliti dapat menyimpulkan rincian tentang perilaku dan interaksi manusia dan hewan selama periode ini.

    Misalnya, kedekatan jejak manusia dan hewan menunjukkan lingkungan dinamis dengan sumber daya seperti air menarik berbagai spesies, yang memungkinkan pertemuan singkat tetapi penting.

    Penemuan ini membantu para ilmuwan menyusun tidak hanya sejarah manusia tetapi juga gambaran ekologi yang lebih luas di wilayah tersebut sebelum pergeseran iklim yang keras pada Zaman Es mulai tiba.

    (rns/rns)

  • Cerita Panama Dapatkan Kembali Terusan Panama dari AS

    Cerita Panama Dapatkan Kembali Terusan Panama dari AS

    Jakarta

    Seperempat abad yang lalu, Panama akhirnya memperoleh kendali atas Terusan Panama dari Amerika Serikat, dalam sebuah proses yang dimulai lebih dari dua dekade sebelumnya. Mengapa presiden AS terpilih Donald Trump ingin mengambil alihnya kembali?

    Pada 31 Desember 1999, bendera Amerika Serikat di Terusan Panama diturunkan. Sebagai gantinya, bendera Panama berkibar tinggi dan menjadi satu-satunya lambang Terusan Panama untuk pertama kalinya.

    Rakyat Panama yang menghadiri upacara pun bersorak gembira.

    Berkibarnya bendera Panama itu menandai akhir sebuah masa yang dipenuhi unjuk rasa, ketegangan, dan kematian.

    “Sungguh mengesankan melihat reaksi masyarakat Panama,” ujar Alberto Aleman Zubieta, mantan pejabat Terusan Panama, kepada BBC.

    25 tahun kemudian, kedaulatan atas jalur lintas samudera ini kembali menjadi berita utama.

    Presiden AS Donald Trump mengeluarkan pernyataan kontroversial setelah mengomentari biaya yang dikenakan kepada kapal-kapal Amerika Serikat untuk melintasi Terusan Panama.

    “Segera dan tanpa pertanyaan,” imbuhnya.

    Menanggapi hal tersebut, Presiden Panama Jose Ral Mulino melalui media sosial menyatakan: “Setiap meter persegi Terusan akan tetap menjadi milik Panama.”

    Bagaimana kronologi Terusan Panama dari masa ke masa hingga sampai di titik ini?

    Peluang yang muncul di tengah Perang Saudara

    Sejak abad ke-16, para pemukim Eropa sudah menyadari pentingnya membangun jalur yang menghubungkan Samudra Pasifik dengan Samudra Atlantik.

    Kala itu, satu-satunya akses ke lautan selatan adalah melalui Selat Magellan di selatan Chili.

    Akses ini kurang ideal karena jarak berlayar yang sangat jauh dan kondisi cuaca di Tanjung Harapan yang bahaya.

    Jalur melalui Tanah Genting Panama, yang pada saat itu merupakan wilayah Kolombia, pertama kali dicoba pada abad ke-19.

    Bogota memberikan konsesi untuk pembangunan Terusan kepada Ferdinand de Lesseps, seorang insinyur Prancis yang sebelumnya membangun Terusan Suez di Mesir.

    Getty ImagesMahasiswa Panama melakukan protes di Zona Kanal.

    Namun, wabah penyakit yang menyerang para pekerja (kebanyakan budak asal Afrika), kelembaban tanah, dan hujan yang terus-menerus mengakibatkan proyek tersebut mengalami kebangkrutan.

    Pada saat inilah minat AS terhadap jalur laut ini meningkat.

    Pada waktu itu, Kolombia berupaya bangkit dari perang saudara yang menewaskan ribuan orang.

    Negara itu juga tengah menghadapi ketegangan politik yang tinggi.

    Situasi ini akhirnya membuka jalan bagi kemerdekaan Panama.

    BBC

    BBC News Indonesia hadir di WhatsApp.

    Jadilah yang pertama mendapatkan berita, investigasi dan liputan mendalam dari BBC News Indonesia, langsung di WhatsApp Anda.

    BBC

    Sebagai kekuatan yang saat itu sedang bangkit, AS sudah menguasai Puerto Rico dan Kuba.

    AS melihat peluang besar dari krisis internal Kolombia. Mereka pun menawarkan untuk membayar US$40 juta (sekitar Rp 648 miliar dengan kurs saat ini) untuk mendapatkan konsesi pembangunan Terusan.

    Hal ini menjadi dasar dari Perjanjian Herrn-Hay antara Kolombia dan AS yang menetapkan syarat-syarat untuk konsesi tersebut.

    Getty ImagesTerusan Panama membuka jalur antara Samudra Pasifik dan Samudra Atlantik

    Setelah melalui negosiasi yang rumit, pemerintah Kolombia mengumumkan penolakannya atas proposal tersebut 5 Agustus 1903.

    Kolombia beralasan proposal itu melanggar kedaulatan negara.

    Panamayang saat itu merupakan bagian dari Kolombiamengabaikan penolakan perjanjian tersebut.

    Panama menyatakan kemerdekaannya pada 3 November 1903.

    Mereka mendapatkan dukungan AS yang menyatakan akan mengintervensi jika Kolombia melakukan serangan militer.

    “Berangkat dari ketidakpuasan Panama, AS melihat peluang besar untuk mengamankan perjanjian yang mereka inginkan tanpa campur tangan Kolombia,” jelas sejarawan Panama, Marixa Lasso.

    Getty ImagesBendera AS berkibar di Zona Terusan Panama.

    Negara yang terpecah dan awal ketegangan

    AS dan Panama menandatangani Perjanjian Hay-Bunau-Varilla setelah kemerdekaan Panama.

    Selain menjamin kemerdekaan Panama, perjanjian ini juga mengatur pemberian konsesi abadi Terusan Panama kepada AS.

    AS juga memperoleh kendali atas Zona Terusan yang mencakup delapan kilometer di setiap sisi jalur air strategis.

    Sebagai kompensasi, Panama akan menerima US$10 juta (sekitar Rp 162 miliar).

    Setelah pembangunan dirampungkan pada 1913, Ancn menjadi kapal uap pertama yang melintasi Terusan Panama sekaligus melambangkan pembukaannya ke dunia.

    Baca juga:

    Namun, ketegangan segera muncul.

    Dalam praktiknya, negara ini terbagi menjadi dua secara fisik.

    Ribuan orang Amerika dan keluarga mereka tinggal di zona tersebut di bawah hukum mereka sendiri sambil bekerja di Terusan yang diresmikan pada 1914.

    Orang-orang ini hidup tanpa kontak dengan populasi Panama. Warga Panama tidak dapat memasuki wilayah tersebut tanpa izin khusus.

    Ketidakpuasan rakyat Panama pun meningkat.

    Berbagai demonstrasi pun muncul untuk menuntut berakhirnya kehadiran AS di Terusan Panama dan pengembalian zona itu ke Panama.

    Pada 1958, sekelompok mahasiswa melancarkan Operasi Kedaulatan. Secara damai, mereka menanam 75 bendera Panama di wilayah yang secara resmi merupakan wilayah AS.

    Getty ImagesSejak akhir 1950-an, para mahasiswa Panama mengorganisir berbagai demonstrasi untuk menyerukan kembalinya Terusan Panama.

    “Mereka mengatakan kepada kami bahwa ini bukan wilayah yang dapat diakses oleh orang Panama,” ujar Ricardo Ros Torres, salah satu pemimpin protes mahasiswa tersebut, kepada BBC Mundo pada tahun 2019.

    “Pada hari itu, kami mengatakan bahwa kami tidak lagi takut dan menginginkan perjanjian baru untuk mengakhiri keberadaan kolonial yang abadi.”

    Peristiwa lain yang memengaruhi jalan menuju pengambilalihan Terusan Panama adalah Pawai Patriotik 1959.

    Dalam pawai itu, rakyat Panama memasuki Zona Terusan sambil membawa bendera mereka.

    Pawai ini awalnya dimulai dengan damai. Namun, terjadi bentrokan antara warga Panama dan polisi ketika para pengunjuk rasa dilarang memasuki wilayah tersebut.

    Puluhan orang terluka dalam insiden ini.

    Kedua peristiwa tersebut melahirkan sebuah ungkapan yang kemudian menjadi populer di Panama: “Dia yang menanam bendera, akan memanen kedaulatannya.”

    Hari Para Martir

    Peristiwa-peristiwa ini memicu protes lebih lanjut pada tahun-tahun berikutnya.

    Pada 1962, tercapai kesepakatan antara Presiden Panama Roberto Chiari dan Presiden AS John F. Kennedy setelah negosiasi panjang.

    Perjanjian Chiari-Kennedy menetapkan bahwa bendera kedua negara harus dikibarkan di wilayah sipil Zona Terusan per 1 Januari 1964.

    Ketika tanggal itu tiba, mereka yang tinggal di Zona Terusan mengabaikan perintah gubernur Zona dan menolak untuk mengibarkan bendera Panama.

    Pada 9 Januari, puluhan siswa dari Institut Nasional Panama pergi ke Zona Terusan dengan membawa bendera sekolah mereka.

    Mereka menuntut agar bendera tersebut dikibarkan di Sekolah Menengah Atas Balboa setempat.

    Getty ImagesMahasiswa Panama dan polisi bentrok di Zona Kanal.

    Namun, beberapa polisi AS menghentikan aksi ini dan konfrontasi pun tidak terhindarkan.

    Lebih dari 20 pengunjuk rasa tewas dan ratusan lainnya terluka.

    Penodaan bendera Panama yang terjadi dalam insiden itu membuat peristiwa itu kemudian dikenal sebagai Hari Para Martir.

    Presiden Roberto Chiari menanggapinya dengan pemutusan hubungan diplomatik dengan Washington sampai perjanjian baru ditandatangani antara kedua negara.

    Banyak pakar menilai peristiwa ini sebagai katalis utama bagi pemindahan Terusan Panama ke tangan Panama lebih dari 35 tahun kemudian.

    Perjanjian Torrijos-Carter

    Setelah bulan Januari yang kelam itu, pembicaraan antara AS dan Panama dimulai dengan sungguh-sungguh pada 3 April 1964,

    Kedua negara sepakat untuk menunjuk duta besar khusus untuk melaksanakan negosiasi.

    Dibutuhkan waktu 10 tahun lagi sampai sebuah deklarasi bersama ditandatangani di Panama City antara Menteri Luar Negeri AS Henry Kissinger (di bawah mandat Presiden Richard Nixon) dan Menteri Luar Negeri Panama Juan Antonio Tack.

    Deklarasi ini memberikan kerangka kerja yang jelas dan diperlukan untuk mendorong tercapainya kesepakatan akhir Terusan Panama yang diharapkan dapat diterima oleh kedua belah pihak.

    Getty ImagesPresiden AS Jimmy Carter dan Omar Torrijos dari Panama berpelukan setelah menandatangani perjanjian pada tanggal 7 September 1977.

    Deklarasi ini juga dibutuhkan untuk mengganti Perjanjian Hay-Bunau-Varilla yang memberikan hak atas Terusan Panama kepada AS serta yurisdiksi atas sebagian wilayah Panama.

    Itulah dasar dari perjanjian yang secara resmi ditandatangani antara Presiden AS Jimmy Carter dan komandan Garda Nasional Panama Omar Torrijos pada 7 September 1977.

    Getty ImagesPresiden Panama saat itu, Mireya Moscoso, dan mantan presiden AS, Jimmy Carter, pada hari pemindahan terakhir.

    Kedua pemimpin negara menyepakati bahwa kedaulatan Zona Terusan tunduk pada undang-undang Panama dan menetapkan tanggal untuk pengalihan kepemilikan jalur lintas samudera ke Panama: 31 Desember 1999.

    Carter mengatakan bahwa pengembalian Terusan Panama kepada rakyat Panama menunjukkan bahwa AS mampu bersikap adil dan terhormat.

    “Sebagai negara besar dan kuat, kami mampu bersikap secara adil dan terhormat ketika berurusan dengan negara yang berdaulat, bangga, tetapi lebih kecil,” ujarnya.

    Pengembalian

    Setelah periode transisi, berbagai pejabat dari seluruh dunia tiba di Panama beberapa hari sebelum pergantian abad.

    Mereka hendak berpartisipasi dalam upacara resmi yang telah menjadi impian bagi penduduk Panama. Carter juga berada di sana.

    Layar-layar raksasa ditempatkan di berbagai bagian Kota Panama dengan jam hitung mundur.

    BBC

    Ketika Presiden Panama Mireya Moscoso mengibarkan bendera Panama di Gedung Administrasi Terusan, maka pengalihan tersebut secara resmi disegel.

    “Terusan Panama milik orang Panama,” ujar sang presiden pada hari itu.

    “Panama akhirnya mencapai keutuhan sebagai negara yang berdaulat.”

    (ita/ita)

  • Skandal Pejabat Negara yang Dikantongi Hasto Lebih Besar dari Watergate, MAKI: Bongkar Semua!

    Skandal Pejabat Negara yang Dikantongi Hasto Lebih Besar dari Watergate, MAKI: Bongkar Semua!

    loading…

    Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman meminta agar PDIP membongkar semua skandal korupsi pejabat yang telah dikantongi Hasto Kristiyanto. Foto/Dok SINDOnews

    JAKARTA – Skandal pejabat negara yang dokumennya dikantongi Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto dan dititipkan ke Connie Rahakundini Bakrie disebut lebih besar dari skandal Watergate di Amerika Serikat yang menyebabkan pengunduran diri Presiden Richard Nixon. Connie menyimpan dokumen penting itu di Rusia.

    Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman meminta agar PDIP membongkar semua skandal korupsi pejabat yang telah dikantongi Hasto Kristiyanto. “Betul, bongkar semua,” kata Koordinator MAKI Bonyamin Saiman saat dikonfirmasi SINDOnews, Rabu (8/1/2025).

    Sebelumnya, Juru Bicara (Jubir) PDIP Guntur Romli menyebut ada lebih dari lima kasus skandal korupsi pejabat negara yang telah dipegang bukti-buktinya oleh Hasto. Diketahui, Hasto berencana untuk membongkar skandal kasus korupsi tersebut.

    “Ya pasti lebih (dari satu kasus). Ya lima kasus lebih itu,” kata Guntur dalam program Rakyat Bersuara bertajuk ‘Bom Waktu Skandal Pejabat, Gertak atau Nyata’ yang ditayangkan secara langsung iNews, Selasa (7/1/2025).

    Guntur menegaskan skandal kasus yang melibatkan pejabat negara yang akan dibongkar Hasto ini berkaitan dengan kasus korupsi, penyalahgunaan kewenangan hingga penggunaan hukum untuk menyerang lawan politik.

    Dia mengatakan, di antara dokumen-dokumen itu ada yang menjadi bahan untuk dimasukkan ke dalam video yang akan dirilis, dan bisa membuka skandal korupsi penyalahgunaan wewenang.

    “Makanya bisa disebutkan ini lebih besar dari kasus watergate yang ada di Amerika. Watergate kan kasus bagaimana penyalahgunaan, penyadapan, kasus hukum untuk membunuh lawan politik,” pungkasnya.

    (rca)

  • Skandal Pejabat Negara yang Dokumennya Dititip Hasto ke Connie Lebih Besar dari Watergate

    Skandal Pejabat Negara yang Dokumennya Dititip Hasto ke Connie Lebih Besar dari Watergate

    loading…

    Juru Bicara PDIP Guntur Romli dalam program Rakyat Bersuara bertajuk Bom Waktu Skandal Pejabat, Gertak atau Nyata yang ditayangkan secara langsung iNews, Selasa (7/1/2025). Foto/iNews

    JAKARTA – Juru Bicara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDIP ) Guntur Romli mengungkapkan ada sejumlah dokumen penting terkait bukti adanya skandal kasus hukum yang melibatkan pejabat negara yang dititipkan Hasto Kristiyanto kepada Connie Rahakundini Bakrie . Dugaan skandal pejabat negara yang dokumennya dititipkan Hasto ke Connie itu disebut lebih besar dari skandal Watergate di Amerika Serikat yang menyebabkan pengunduran diri Presiden Richard Nixon.

    “Beberapa dokumen dititipkan kepada Ibu Connie waktu Ibu Connie datang ke Indonesia lalu kembali ke Rusia,” kata Guntur dalam program Rakyat Bersuara bertajuk ‘Bom Waktu Skandal Pejabat, Gertak atau Nyata’ yang ditayangkan secara langsung iNews, Selasa (7/1/2025).

    Dia mengungkapkan, langkah ini dilakukan lantaran pengalaman sebelumnya, banyak barang-barang serta dokumen milik Hasto yang dirampas oleh KPK pada saat pemanggilannya sebelum ditetapkan sebagai tersangka.

    “Mas Hasto waktu itu udah bilang kalau seperti ini caranya, maka beberapa dokumen yang benar-benar dianggap penting itu diselamatkan, dititipkan kepada Ibu Connie dan dibawa ke Rusia,” ujarnya.

    Dia mengatakan, di antara dokumen-dokumen itu ada yang menjadi bahan untuk dimasukkan ke dalam video yang akan dirilis, dan bisa membuka skandal korupsi penyalahgunaan wewenang.

    “Makanya bisa disebutkan ini lebih besar dari kasus watergate yang ada di Amerika. Watergate kan kasus bagaimana penyalahgunaan, penyadapan, kasus hukum untuk membunuh lawan politik,” pungkasnya.

    (rca)