Tag: Richard

  • Kapolres Gresik Pastikan Perayaan Tahun Baru Imlek 2025 Berlangsung Aman dan Kondusif

    Kapolres Gresik Pastikan Perayaan Tahun Baru Imlek 2025 Berlangsung Aman dan Kondusif

    Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Willy Abraham

    TRIBUNJATIM.COM, GRESIK – Perayaan malam Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili di Kabupaten Gresik berlangsung aman dan kondusif, Selasa (28/1/2025).

    Perayaan Tahun Baru Imlek di Gresik mendapatkan pengamanan dari Polres Gresik.

    Kelenteng Kim Hin Kiong TITD, Jalan dr Setia Budi gang Klenteng No 56, Bedilan, Pulopancikan, Kecamatan Gresik merupakan salah satu kelenteng tertua di Jawa Timur.

    Kelenteng Kim Hin Kiong TITD Gresik sudah berumur 827 tahun.

    Pengamanan perayaan Tahun Baru Imlek dipimpin langsung Kapolres Gresik, AKBP Rovan Richard Mahenu.

    Didampingi oleh PJU Polres Gresik, AKBP Rovan Richard Mahenu meninjau langsung area Kelenteng Kim Hin Kiong untuk memastikan kesiapan pengamanan.

    Selain berdialog dengan pengurus kelenteng, AKBP Rovan Richard Mahenu juga melaksanakan ngopi kamtibmas sebagai bentuk sinergi dengan komunitas Tionghoa di Gresik.

    Diskusi hangat ini membahas langkah-langkah preventif guna menjaga suasana kondusif selama perayaan berlangsung.

    “Kami hadir di sini untuk memastikan bahwa saudara-saudara kita yang merayakan Imlek dapat melaksanakan kegiatan mereka dengan aman, nyaman. Jika ada situasi yang memerlukan tindakan, segera laporkan secara berjenjang,” ujar AKBP Rovan Richard Mahenu dalam sambutannya.

    AKBP Rovan Richard Mahenu juga mengapresiasi masyarakat yang membantu pengamanan Imlek di kelenteng, termasuk Banser, demi menjaga toleransi dan kelancaran ibadah.

    Sementara Ketua Kelenteng TITD, Tan Sutanto mengatakan, pihaknya mengapresisi kehadiran Polres Gresik dalam mengamankan perayaan Imlek tahun ini.

    “Terima kasih atas kehadiran kepolisian membuat kami merasa aman dan nyaman dalam menjalankan ibadah,” ungkap Tan Sutanto.

    Sebagai informasi, Kelenteng Kim Hin Kiong merupakan satu-satunya kelenteng di pusat Kabupaten Gresik.

  • Kenapa Model AI Cina DeepSeek Rontokkan Saham Teknologi AS? – Halaman all

    Kenapa Model AI Cina DeepSeek Rontokkan Saham Teknologi AS? – Halaman all

    Nilai saham perusahaan teknologi Amerika Serikat anjlok pada Senin (27/11), didorong spekulasi seputar keunggulan produk kecerdasan buatan teranyar milik perusahaan Cina DeepSeek yang dirilis pekan lalu.

    Produsen chip Nvidia tercatat kehilangan USD600 miliar nilai saham dalam sehari. Guncangan serupa dialami perusahaan teknologi lain seperti Microsoft atau Meta yang mengelola Facebook, Instagram dan WhatsApp. Buntutnya, performa bursa Nasdaq yang banyak dihuni raksasa teknologi AS juga anjlok.

    Penurunan ini menggeser posisi Nvidia sebagai perusahaan paling berharga di dunia, dengan valuasi menyusut dari USD3,5 triliun menjadi USD2,9 triliun, lebih rendah dari Apple dan Microsoft.

    Panik bursa di AS dipicu oleh hasil tes model dasar AI oleh DeepSeek yang mengungguli pemain besar seperti OpenAI atau Gemini. Perkaranya, DeepSeek dikembangkan dengan biaya yang diklaim hanya berkisar USD5,6 juta, jauh lebih kecil dibandingkan dana miliaran Dollar AS yang dihabiskan raksasa teknologi AS untuk mengembangkan produknya.

    Terlebih lagi, dengan embargo teknologi yang diterapkan AS terhadap Cina, DeepSeek hanya mampu menggunakan peranti lawas buatan Nvidia, bukan pemroses teranyar seperti A100 yang diklaim berkinerja jauh lebih cepat.

    DeepSeek menjabarkan dalam sebuah makalah, bagaimana proses pengembangan dikerjakan dengan anggaran kecil.

    Tingginya performa dan rendahnya ongkos pengembangan oleh perusahaan Cina itu menularkan keraguan di kalangan investor terhadap valuasi saham perusahaan teknologi AS di Silicon Valley yang melonjak karena didorong demam AI.

    Sementara itu, asisten AI buatan DeepSeek sudah melampaui rival ChatGPT sebagai aplikasi gratisan yang paling banyak diunduh di Apple App Store.

    Keberhasilan DeepSeek mengungguli raksasa AI global menggarisbawahi cepatnya kemampuan Cina mengejar ketertinggalan dari AS dalam pengembangan teknologi masa depan.

    “Setidaknya ada empat perusahaan Cina yang mengklaim telah melatih model AI yang mampu menyaingi rival di Silicon Valley,” kata Angela Zhang, profesor hukum di University of Southern California mengatakan kepada DW. “Ini bukan fenomena yang hanya terjadi sekali. Ini sebenarnya hanya satu contoh dari seluruh industri AI di Cina.”

    Keraguan tetap membekas

    Richard Windsor, analis teknologi dan pendiri perusahaan riset Radio Free Mobile, harus mengakui bahwa model DeepSeek secanggih seperti yang diklaim.

    “Terobosannya memang nyata. Kalau saja mereka merahasiakan teknologinya, maka kita akan punya keraguan tentang keabsahan klaim tersebut. Tapi, mereka merilisnya sebagai sumber terbuka. Artinya, performa DeepSeek dapat diverifikasi secara independen.”

    Ketika OpenAI merilis model terbarunya Desember lalu, perusahaan tidak memberikan rincian teknis pengembangan. Namun, DeepSeek sebaliknya menjabarkan metode yang digunakan secara terperinci untuk publik umum.

    DeepSeek mengklaim bahwa hanya menggunakan sebanyak 2.000 pemroses lawas Nvidia H800 dan bukan GPU tercanggih H100, tetapi klaim tersebut diragukan oleh sejumlah pelaku industri AI di AS.

    Zhang mengatakan, betatapun juga pembatasan ekspor memaksa perusahaan-perusahaan Cina melalui “masa-masa sangat sulit,” tapi juga telah “memberikan insentif bagi inovasi.”

    Richard Windsor meragukan klaim DeepSeek soal biaya pengembangan yang kecil untuk melatih model dengan lebih dari 600 miliar parameter.

    “Inilah yang membuat semua orang ribut,” kata Windsor. “Klaim mereka 95% lebih murah daripada yang dianggarkan OpenAI.”

    Dia juga mencurigai momentum peluncuran yang bertepatan dengan pelantikan Donald Trump sebagai Presiden AS.

    Keberhasilan DeepSeek meluapkan popularitas pendirinya, Liang Wenfeng. Pekan lalu, dia menjadi satu-satunya perintis AI yang diundang untuk bergabung dalam pertemuan penting dengan Perdana Menteri Cina Li Qiang.

    Tidak didorong motivasi bisnis

    Wenfeng diklaim sebagai seorang jenius yang yang menurut Angela Zhang “tidak didorong ambisi komersil.” Karakter itu yang menurutnya memungkinkan keberhasilan DeepSeek mengalahkan rival lain.

    “DeepSeek memperlihatkan kemampuan perusahaan AI Cina, tetapi juga memperlihatkan bahwa dalam ekosistem inovasi di sana, ketika Anda memiliki tim bertalenta tinggi yang dipimpin oleh seseorang yang memiliki visi besar, Anda benar-benar dapat melihat kemampuan inovasi luar biasa di Cina,” katanya.

    Zhang juga meragukan spekulasi di AS bahwa DeepSeek digerakkan dan mendapat bantuan besar dari pemerintah Cina.

    “Kemampuan inovatif terbesar milik Cina datang dari sektor swasta yang dinamis, bukan dari negara,” katanya. “Setiap kali negara mendanai sebuah proyek, saya berani bertaruh bahwa hasilnya akan gagal. Tapi juga artinya, DeepSeek kini menjadi incaran pemerintah Cina, mengingat keberhasilannya yang luar biasa.”

    Diadaptasi dari artikel DW berbahasa Inggris

  • Kapolres Gresik Bentuk Tim ‘Macan Giri’ dan Ultimatum Pelaku Curanmor

    Kapolres Gresik Bentuk Tim ‘Macan Giri’ dan Ultimatum Pelaku Curanmor

    Gresik (beritajatim.com) – Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu mengambil langkah tegas untuk meminimalisir tindak kejahatan, khususnya pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah hukumnya. Salah satu upaya tersebut adalah membentuk tim khusus bernama ‘Macan Giri’ yang bertugas memburu pelaku kejahatan dengan pendekatan responsif dan tindakan tegas, serta memberikan ultimatum kepada para pelaku curanmor.

    “Kami mengimbau pelaku tindak kejahatan termasuk curanmor jangan coba-coba berbuat kejahatan di wilayah hukum Polres Gresik. Karena tugas kami menjaga keamanan. Apabila terjadi kejahatan dan kami melakukan penangkapan, tidak segan-segan melakukan tindakan kepolisian,” tegas AKBP Rovan, Selasa (28/1/2025).

    Kapolres yang memiliki pengalaman pendidikan di Amerika Serikat ini juga memperkenalkan slogan untuk menanamkan rasa takut di kalangan pelaku kejahatan: “You Can Run But You Can’t Hide” (Kamu bisa lari tapi tidak bisa bersembunyi).

    “Saya berharap pelaku tindak kejahatan sebaiknya bertobat sebelum anggota kami di lapangan melakukan tindakan tegas tapi terukur,” lanjut Rovan.

    Meski baru menjabat kurang dari satu bulan, AKBP Rovan sudah menunjukkan langkah konkret. Salah satunya adalah pengungkapan kasus curanmor di Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas. Dalam aksi ini, dua pelaku, MRP (26) warga Simokerto, Surabaya, dan ADW (26) asal Kenjeran, Surabaya, terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan di kaki karena melawan saat hendak ditangkap oleh tim Macan Giri.

    Selain tindakan tegas terhadap pelaku kejahatan, AKBP Rovan juga membuka saluran komunikasi bagi masyarakat untuk melaporkan tindak kriminal. Masyarakat dapat menggunakan call center 110 yang aktif selama 24 jam, WhatsApp di 081188002006, serta akun Instagram @rovanrichardmahenu dan @polresgresik_official.

    “Melalui pengaduan itu, kami berharap masyarakat Gresik ikut berpatisipasi menjaga kamtibmas serta bisa mengadu bila ada menemukan tindak kejahatan,” pungkasnya. [dny/beq]

  • Richard Lee Dikabarkan Jadi Mualaf, Istri: Agama Itu Urusan Personal

    Richard Lee Dikabarkan Jadi Mualaf, Istri: Agama Itu Urusan Personal

    Jakarta, Beritasatu.com – Istri dr Richard Lee, Reni Effendi menyerahkan sepenuhnya kepada suaminya terkait keputusannya untuk memeluk agama Islam.

    “Menurut aku agama adalah persoalan personal, selama kayak bagaimana ya. Aku pernah bilang ke kamu, kita meninggal sendiri-sendiri dan tidak ngajak-ngajak yang lain. Lubang kubur pun sendiri-sendiri. Nah, agama adalah yang mengatur cara kita hidup, cara kita antara dunia dan akhirat dan itulah agama,” jelas istri dr Richard Lee, Reni Effendi dikutip dari podcast dr Richard Lee, MARS, Selasa (28/1/2025).

    Reni Effendi menegaskan, dalam menjalankan kehidupan bukan dinilai dari seseorang memeluk keyakinan agama yang diyakini. Namun, bagaimana seseorang itu bisa melakukan tanpa merugikan orang lain.

    “Selama itu adalah hal yang kita enggak mengajak orang kalau mau meninggal. Jadi, itu personal saja. Agama kamu adalah agama kamu, asalkan menurut aku harga mati adalah kamu berbuat baik, kamu tidak merugikan orang lain, pikiran kamu tidak dipenuhi dengan kebencian, keserakahan, kesombongan dan itu paling penting,” lanjutnya.

    “Jadi, agama terserah pada diri masing-masing. Cuma, ya itu tadi harga mati harus berbuat baik, harus banyak beramal, tidak melakukan sesuatu hal yang merugikan orang lain, tidak menyakiti orang lain,” tuturnya.

    Reni Effendi meminta kepada suaminya agar apa yang menjadi keputusannya adalah untuk menjadi seorang pria yang dipenuhi pemikiran positif.

    “Mengurangi kebencian, mengurangi keserakahan, mengurangi kemarahan. Namun, kalau misalkan kamu masuk ke agama yang kamu yakini tetapi kamu dipenuhi dengan keserakahan, atau ada sesuatu hal yang ingin kamu capai dan itu bikin aku kurang setuju dengan keputusan kamu karena hal itu. Kalau tujuan kamu baik untuk mengejar akhirat maka aku setuju,” ungkapnya.

    Mendengar jawaban dari istrinya, dr Richard Lee mempertanyakan apakah ada keinginan untuk mengikuti jejak dirinya untuk memeluk agama Islam.

    “Pertanyaan aku, kalau kamu setuju. Lalu, kalau misalkan suatu hari iya akankah kamu ikut aku juga?” tanya dr Richard Lee kepada istrinya, Reni Effendi.

    “Tidak,” tegas Reni Effendi.

  • Dikabarkan Jadi Mualaf, Richard Lee: Bukan untuk Konsumsi Publik untuk Saat Ini

    Dikabarkan Jadi Mualaf, Richard Lee: Bukan untuk Konsumsi Publik untuk Saat Ini

    Jakarta, Beritasatu.com – Richard Lee dikabarkan telah memeluk agama Islam. Kabar itu disampaikan oleh ustaz Derry Sulaiman. Richard Lee akhirnya buka suara perihal kabar tersebut.

    “Kabar-kabarnya dr Richard Lee mualaf ya?” tanya istri dr Richard Lee, Reni Effendi dikutip dari podcast dr Richard Lee, MARS, Selasa (28/1/2025).

    “Waduh ditodong pertanyaan oleh istri. Jauh sebelum aku bicara di media, aku kan sudah bicara sama kamu beberapa kali dan sudah menjadi pembicaraan kita berdua,” lanjutnya.

    “Bahwa, aku sudah konsisten dari dahulu kalau aku ingin belajar dan ingin tahu. Persoalan apakah iya atau tidak bukan untuk konsumsi publik untuk saat ini. Pasti akan banyak orang untuk melihat prosesnya, tetapi buat aku bukan itu tujuanku. Entah nanti ke depan itu akan kulakukan demi hal-hal, ya mungkin menginspirasi orang karena kita tidak pernah tahu,” tuturnya.

    Richard Lee menegaskan, keinginannya untuk menjadi seorang mualaf bukan karena mengutamakan kepentingan duniawi.

    “Namun, sampai detik ini aku tidak mencari uang atau mencari rejeki dari hal tersebut. Aku mencari keyakinan dan aku berusaha belajar untuk mencari keyakinan itu, mencari apa yang aku inginkan dan soal ini (mualaf),” bebernya.

    “Aku sudah jauh bicara ke kamu sebelum aku bicara di media dan aku akan terus konsisten terhadap hal tersebut,” tandas dr Richard Lee buka suara terkait dikabarkan sudah mualaf.

  • Richard Lee Mualaf, Bagaimana Istrinya? Ustaz Derry Sulaiman: Insyaallah Segera

    Richard Lee Mualaf, Bagaimana Istrinya? Ustaz Derry Sulaiman: Insyaallah Segera

    Jakarta, Beritasatu.com – Ustaz Derry Sulaiman membenarkan kabar dr Richard Lee telah memeluk agama Islam. Kepastian itu diutarakan ustaz Derry Sulaiman menjawab pertanyaan dari netizen. Bahkan, ia meminta agar mendoakan untuk istri dr Richard Lee yang segera akan berpindah keyakinan seperti suaminya, dr Ricard Lee.

    “Apakah sudah mualaf (dr Richard Lee), apakah benar ustaz?” tanya netizen kepada ustaz Derry Sulaiman di Instagram miliknya, Selasa (28/1/2025).

    “Iya benar,” jawab ustaz Derry Sulaiman.

    Bahkan ustaz Derry Sulaiman mengatakan, untuk istri dr Richard Lee akan berproses mengikuti jejak suaminya untuk memeluk agama Islam.

    “Log in bareng sama istrinya enggak ustaz?” tanya netizen lagi.

    “Mari kita doakan. Insyaallah segera,” balas ustaz Derry Sulaiman.

    Mendengar jawaban dari ustaz Derry Sulaiman, netizen berharap apa yang dilakukan dr Richard Lee bukan sekedar untuk pembuatan konten semata.

    “Cuma Allah yang mengetahui niat hati seorang hamba Nya. Mudah-mudahan niat mualaf bukan sebatas gimmic kaya di konten-konten sebelumnya,” kata netizen kepada ustaz Derry Sulaiman.

    “Tetap lah bersangka baik maka hati kita akan menjadi baik,” tutup ustaz Derry Sulaiman yang membenarkan kabar dr Richard Lee sudah memeluk agama Islam.

  • Derry Sulaiman Hembuskan Kabar Richard Lee Jadi Mualaf

    Derry Sulaiman Hembuskan Kabar Richard Lee Jadi Mualaf

    Jakarta, Beritasatu.com – Kabar berhembus datang dari dr Richard Lee yang dikabarkan sudah mualaf. Kabar itu diketahui dari media sosial ustaz Derry Sulaiman.

    Ustaz Derry Sulaiman mengunggah sebuah video yang terlihat bersama Richard Lee. Pada video itu, terlihat ustaz Derry Sulaiman sedang mengajarkan Richard Lee dalam menggunakan tasbih yang baik.

    Di video itu terlihat, sepertinya Richard Lee sangat serius untuk mendalami agama Islam.

    “POV: ajarin dr Richard Lee cara berdzikir di sayap suci,” jelas ustaz Derry Sulaiman, Selasa (28/1/2025).

    Ustaz Derry Sulaiman meminta kepada semua pihak untuk senantiasa mendoakan Richard Lee bisa menekuni agama Islam dengan baik.

    “Bismillah, kabar gembira. Yuk mari kita doakan dr Richard Lee istiqomah dalam iman dan Islam,” lanjutnya.

    “Takbir! Hidayah bercurah,” tuturnya lagi.

    Melihat unggahan dari ustaz Derry Sulaiman, membuat netizen penasaran soal apakah dr Richard Lee sudah berpindah agama.

    “Alah masuak Islam Beliau (Richard Lee) Buya?” tanya netizen kepada ustaz Derry Sulaiman.

    “Alah Alhamdulillah,” tegasnya.

  • Global Shinsei Indonesia dapat Pinjaman 15 Juta Dolar AS dari Dua Bank Jepang – Halaman all

    Global Shinsei Indonesia dapat Pinjaman 15 Juta Dolar AS dari Dua Bank Jepang – Halaman all

    Pinjaman dari bank-bank Jepang itu akan diberikan induk perusahaannya kepada GSI segera guna pengembangan usaha di Indonesia

    Tayang: Selasa, 28 Januari 2025 15:07 WIB

    Istimewa .

    Pabrik PT Global Shinsei Indonesia di Sukaresmi Cikarang Selatan Bekasi 

    TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – PT Global Shinsei Indonesia (GSI) dapat pinjaman dana 15 juta dolar AS atau Rp243 miliar lebih dari bank kerjasama internasonal Jepang (JBIC) , Senin (27/1/2025) kemarin.
     
    “Pinjaman melalui penantanganan pinjaman perjanjian JBIC (10,5 juta USD) bersama  The Bank of Shiga, Ltd. (4,5 juta USD) yang  mengumumkan bahwa Shinsei Chemical Industry Co., Ltd. (Kantor pusat: Prefektur Shiga, dengan Presiden Yoichi Miyata,  mendapat dana tersebut untuk  anak perusahaannya di  Republik Indonesia yaitu GSI mendapatkan pinjaman total 15 juta USD,” ungkap sumber Tribunnews.com Selasa (28/1/2025).

    Pinjaman dari bank-bank Jepang itu akan diberikan induk perusahaannya kepada GSI segera guna pengembangan usaha di Indonesia.

    Perjanjian pinjaman ini adalah jalur kredit investasi yang dibuat dengan Shiga Bank untuk penyebaran bisnis luar negeri dari perusahaan menengah dan UKM Jepang dan untuk mendukung M&A luar negeri dan kegiatan lain dari perusahaan Jepang.
     
    Pinjaman tersebut akan digunakan untuk membiayai pembuatan dan penjualan produk cetakan injeksi plastik GSI di Jawa Barat  dan akan mendukung pinjaman lintas batas Shiga Bank kepada GSI di Indonesia.

    Diskusi perbankan tersebut juga dilakukan kelompok Pencinta Jepang bisa gabung gratis lewat email: tkyjepang@gmail.com. (Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang)

    “);
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:’4′,img:’thumb2′}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }
    else{
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    $(“#test3”).val(“Done”);
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else if (getLast > 150) {
    if ($(“#ltldmr”).length == 0){
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    }
    }
    }
    });
    });

    function loadmore(){
    if ($(“#ltldmr”).length > 0) $(“#ltldmr”).remove();
    var getLast = parseInt($(“#latestul > li:last-child”).attr(“data-sort”));
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast ;
    if($(“#test3”).val() == ‘Done’){
    newlast=0;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest”, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;
    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else{
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:sectionid,img:’thumb2′,total:’40’}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast+1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    }

    Berita Terkini

  • Pria Gresik Bacok Tetangga Gegara Diejek Utang Rokok, Jari Korban Putus

    Pria Gresik Bacok Tetangga Gegara Diejek Utang Rokok, Jari Korban Putus

    Jakarta

    Seorang pemuda di Gresik bernama Ahmad Qomaruddin alias Udin (26) membacok tetangganya, Asnan (35) hingga jari korban teputus. Aksi tersebut dipicu tersangka sakit hati lantaran diejek sering berhutang rokok.

    “Dari pengakuan tersangka, motif penganiayaan ini dikarenakan korban mengejek tersangka sering utang rokok ke warung. Hal itu membuat tersangka sakit hati dan jengkel hingga melakukan penganiayaan dengan menyabetkan parang ke korban,” kata Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mehenu, dilansir detikJatim, Selasa (28/1/2024).

    Peristiwa penganiayaan tersebut terjadi pada Senin (6/1) yang lalu. Saat itu, korban yang sedang berada di warung kopi dibacok pelaku menggunakan senjata tajam jenis parang.

    Korban mengalami sejumlah luka hingga jarinya terputus. Tersangka langsung melarikan diri usai melakukan aksinya tersebut.

    “Setelah melakukan aksinya, tersangka langsung melarikan diri ke Rembang bersama sang istri. Ia berhasil diamankan Unit Resmob Satreskrim Polres Gresik saat bersembunyi di sebuah rumah kos di wilayah Desa Pedak, Kecamatan Sulug, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Untuk parang yang digunakan untuk menyabet korban dibuang ke sungai,” tambah Rovan.

    Baca selengkapnya di sini.

    (wnv/idn)

    Hoegeng Awards 2025

    Usulkan Polisi Teladan di sekitarmu

  • Sosok Profesor Raco, Guru Besar Pertama Unika De La Salle Manado Setelah 25 Tahun Berdiri

    Sosok Profesor Raco, Guru Besar Pertama Unika De La Salle Manado Setelah 25 Tahun Berdiri

    Usai dikukuhkan oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XVI Munawir S Razak SIP MA, dan Rektor Unika De La Salle Manado Prof Dr Yohanis Ohoitimur MSC, Prof Jozef Richard Raco menyampaikan pidato pengukuhan guru besar dengan judul Pemaknaan Manajemen Strategi dengan Spiritualitas.

    “Manajemen strategi adalah bidang studi yang berkembang sangat cepat, selalu dibahas dalam ilmu manajemen, bisnis, organisasi dan ilmu-ilmu sosial lain,” papar guru besar kelahiran Manado 23 Januari 1962 ini.

    Manajemen strategi menggabungkan tiga unsur penting yaitu formulasi strategi, implementasi strategi dan evaluasi strategi. Kedudukan para pimpinan puncak atau top manajer adalah sangat penting karena menentukan proses perencanaan, perumusan strategi, pelaksanaan dan juga evaluasi atas program yang telah dilaksanakan.

    “Manajemen strategi bertujuan menjamin terpenuhinya harapan pemegang saham dan tercapainya sasaran yang sudah ditetapkan oleh manajemen,” ujar penyandang gelar doktor Manajemen Pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta tahun 2010 ini.

    Pria yang memperoleh gelar Magister of Economics dari Asian Social Institute Manila tahun 1999 ini memaparkan, manajemen strategi terus bertumbuh baikd ari segi teori, tools, dan metodologi. Aliran itu antara lain, aliran klasik yang sering dikenal dengan analisa SWOT (strength, weaknesses, opportunities and threats. Selanjutnya ada aliran lingkungan, aliran persaingan, dan aliran kontemporer.

    “Bagaimana hubungan antara manajemen strategi dan spiritualitas? Spiritualitas, dalam penelitian empiris mendapat arti meaning making, purpose, vocation,” tutur peraih gelar Master of Business dari University of East Anglia, Inggris tahun 2002.

    Manajemen strategi harus membantu koorporasi, organisasi dan institusi memberikan dan membangkitkan makna bagi lingkungan dan para pelaku di dalamnya. Manajemen strategi meningkatkan nilai positif institusi, koorporasi, dan organisasi bagi dunia sekitarnya. Hal ini bukan kewajiban, tetapi lebih sebagai panggilan.

    “Penekanan pada pentingnya spiritualitas dalam organisasi, koorporasi dan institusi menunjukan terjadinya suatu transisi dari paradigma modern ke paradigma spiritual,” tutur akademisi yang pernah mengajar di sejumlah perguruan tinggi seperti Universitas Presiden Cikarang, Universitas Kristen Krida Wacana Jakarta, dan Gandhi Graduate School Jakarta ini.

    Paradigma spiritual mengutamakan prinsip spiritual serta pemaknaan, sedangkan paradigma modern menekankan pada nilai-nilai logis mekanistik dan penilaian ilmiah. Paradigm spiritualitas memperhatikan pemenuhan kehidupan batiniah karyawan dan memperkaya pemaknaan dalam setiap karya di lingkungan kerjanya.

    “Nilai-nilai spiritualitas karyawan yang diterapkan dalam dunia kerjanya antara lain integritas, kejujuran, akuntabilitas, kualitas kerja, kerja sama, pelayanan, loyalitas, adil. Manajemen strategi harus mulai memperhatikan hal-hal ini,” papar Jozef Richard Raco yang menyelesaikan studi Strata 1 di Sekolah Tinggi Filsafat, Seminari Pileneng, Kabupaten Minahasa, Sulut ini.

    Dia mengatakan, spiritualitas membantu koorporasi, organisasi, dan institusi meningkatkan keuntungan, mengurangi absensi karyawan, meningkatkan moral kerja, mengurangi stress. Faktor penting lain dari spiritualitas adalah kontrol diri.

    “Spiritualitas membantu koorporasi, organiasi, dan institusi untuk tidak mencari dan memenuhi keinginan diri tanpa batas. Selalu harus ada nilai yang dikedepankan,” tutur Prof Raco.

    Menurutnya, spiritualitas memberikan jiwa dan roh kepada manajemen strategi. Jiwa dan roh memungkinkan strategi manajemen dijalankan secara manusiawi dan suistainabel.

    Spiritualitas dalam manajemen strategi belum banyak dikaji secara ilmiah. Spiritualitas, untuk sebagian ilmuwan, dianggap wilayah personal. Banyak peneliti masih melihat spiritualitas sebagai ranah pribadi, personal dan individual. Spiritualitas dikurung dan dibatasi ruang lingkupnya di lingkaran teologi, dan dikunci sebagai ranah privasi.

    “Spiritualitas dalam manajemen strategi sangat menarik untuk terus dibahas, dan membuka peluang bagi ilmuwan untuk mendalaminya,” tuturnya mengakhiri orasi ilmiah.

    Proses pengukuhan guru besar ini dihadiri Uskup Manado yang diwakili Vikjen Pastor Wil Tome Pr, pihak Yayasan De La Salle Manado, civitas akademika Unika De La Salle Manado, keluarga Prof Recky, serta tamu undangan lainnya.