Tag: Richard

  • Sosok Kapolres Tarakan AKBP Adi Saptia Sudirna, Markas dan Anak Buahnya Diserang Puluhan Oknum TNI – Halaman all

    Sosok Kapolres Tarakan AKBP Adi Saptia Sudirna, Markas dan Anak Buahnya Diserang Puluhan Oknum TNI – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Inilah sosok Kapolres Tarakan, AKBP Adi Saptia Sudirna yang markas dan anak buahnya diduga diserang oleh oknum prajurit TNI.

    Markas AKBP Adi Saptia Sudirna yakni Mapolres Tarakan yang terletak di Jalan Yos Sudarso Tarakan, Kalimantan Utara, diserang oleh oknum TNI pada Senin (24/2/2025) malam.

    Selain itu, anak buah AKBP Adi Saptia juga ikut terkena imbas akibat penyerangan yang diduga dilakukan oleh 20 oknum TNI.

    Pada pelaku diduga menggunakan berbagai alat untuk melakukan serangan, antara lain batu, kayu, besi, hingga diduga membawa senjata api laras pendek (airsoft gun) dan senjata tajam seperti sangkur dan kerambit.

    Sebanyak 5 anggota Polres Tarakan mengalami luka-luka dan saat ini masih menjalani perawatan di RSUD Jusuf SK akibat penyerangan tersebut.

    MENCEKAM – Detik-detik mencekam saat orang tak dikenal masuk ke Polres Tarakan dan melakukan penyerangan hingga pemukulan kepada personel Polres Tarakan, Senin (24/2/2025) malam. DOKUMENTASI ISTIMEWA (Tangkapan layar via Tribun Kaltara)

    Berikut identitas korban dan luka yang dialami, seperti dikutip dari TribunKaltara.com:

    Bripda Muhammad Nur Rizky – Luka robek di kepala bagian atas dan lebam di lengan kiri.
    Bripda I Putu Anugerah – Luka robek di kepala bagian belakang.
    Bripda Fauzan Hidayat – Luka lebam di kepala dan tangan.
    Bripda Rahmat Kurniawan – Luka lebam di pipi kanan-kiri dan kedua lengan.
    Bripda Richard Pasambo – Luka lebam di kepala bagian kiri.

    Penyerangan ini juga mengakibatkan kerusakan di beberapa bagian kantor Polres Tarakan, mulai dari kaca ruang SPKT Polres Tarakan, dua kaca ruang Kapolres Tarakanm, hingga satu pintu kaca ruang Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).

    Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha, melalui Kapendam VI Mulawarman, Kolonel Kav Kristiyanto, membenarkan kejadian tersebut.

    “Memang benar semalam kami mendapat informasi bahwa di Tarakan terjadi insiden antara oknum anggota TNI dengan Polri. Namun, itu masih dugaan dan saat ini sedang diperiksa lebih lanjut,” kata Kristiyanto saat dikonfirmasi Tribunkaltim.co di Makodam IV Mulawarman Jl. Jenderal Sudirman Balikpapan, Selasa (25/2/2025) pagi.

    Pangdam VI Mulawarman telah berkoordinasi dengan Kapolda, serta Dandrem 091 yang membawahi wilayah Tarakan, untuk menyelesaikan kasus ini.

    Lantas, seperti apakah sosok AKBP Adi Saptia Sudirna? Berikut profilnya.

    AKBP Adi Saptia Sudirna adalah perwira menengah (Pamen) aktif di dalam Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

    Ia sudah menduduki posisi jabatan sebagai Kapolres Tarakan, Polda Kaltara, sejak Juli 2024.

    Kala itu, ia menggantikan posisi AKBP Ronaldo Maradona T.P.P. Siregar.

    Sebelum itu, Adi sempat terlebih dahulu bertugas di Polda Kaltara.

    Di sana, ia menjabat sebagai Kasubditregident Ditlantas Polda Kaltara.

    AKBP Adi Saptia pun memiliki rekam jejak karier yang cukup cemerlang selama bertugas.

    Dari penelusuran Tribunnews, saat masih berpangkat Kompol, Adi pernah mengemban jabatan sebagai Kapolsek Wenang, Manado.

    Ia juga sempat menduduki posisi jabatan sebagai Kabag Ops Polresta Manado.

    Seiring berjalannya waktu, karier Adi pun makin moncer.

    Pada 2018, ia dipercaya untuk mengisi kursi jabatan sebagai Wakapolres Bitung, Sulawesi Utara.

    Setelah itu, suami dari Ny. Kadek ini dimutasi menjadi Kasubditregident Ditlantas Polda Kaltara.

    Barulah pada Juli 2024, AKBP Adi Saptia Sudirna diangkat sebagai Kapolres Tarakan.

    Nama lengkap berikut dengan gelarnya yakni AKBP Adi Saptia Sudirna, S.I.K., M.H.

    Sebagaian artikel ini telah tayang di TribunKaltara.com dengan judul Update Penyerangan Polres Tarakan, Pelaku Diduga Oknum TNI, Lima Polisi Dikabarkan Luka-Luka

    (Tribunnews.com/Rakli) (TribunKaltara.com)

  • BREAKING NEWS: Mapolres Tarakan Diserang Puluhan Oknum TNI, Lima Bintara Polisi Terluka – Halaman all

    BREAKING NEWS: Mapolres Tarakan Diserang Puluhan Oknum TNI, Lima Bintara Polisi Terluka – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Sebuah insiden serius terjadi pada Senin malam, 24 Februari 2025, ketika sekitar 20 oknum anggota TNI menyerang Markas Polres Tarakan.

    Penyerangan ini menyebabkan lima anggota Polres mengalami luka-luka dan kerusakan pada fasilitas mako.

    Kronologi Penyerangan

    Informasi yang diterima Tribunnews.com, pada pukul 22:45 WITA, sekelompok oknum TNI tiba di lokasi menggunakan truk berwarna hijau.

    Mereka kemudian turun dan berjalan menuju mako Polres Tarakan dengan membawa batu, kayu, dan besi.

    Setibanya di lokasi, mereka langsung menyerang anggota jaga, Bripda Muhammad Nur Rizky dan Bripda Rahmat Kurniawan, dengan alat yang dibawa.

    Setelah melakukan pemukulan, kelompok tersebut melanjutkan aksi pengerusakan di mako Polres Tarakan.

    Beberapa saat kemudian, mobil patroli tiba di lokasi, dan oknum TNI tersebut melanjutkan tindakan pengejaran terhadap anggota lainnya, termasuk Bripda I Putu Anugrah, yang mengalami pengeroyokan dan kehilangan senjata api.

    Akibat penyerangan ini, fasilitas mako Polres Tarakan juga mengalami kerusakan, termasuk:

    – Meja dan kursi di depan SPKT.

    – Kaca ruang SPKT dan ruang kapolres.

    – Pintu kaca ruangan ETLE dan jendela kaca ruang ETLE.

    Dugaan Senjata

    Dalam penyerangan ini, oknum TNI diduga menggunakan senjata tajam seperti sangkur dan kerambit, serta senjata api laras pendek jenis airsoft gun.

    Sebanyak 5 (lima) personil Polres Tarakan mengalami luka yang mana saat ini masih dalam perawatan di RSUD Jusuf SK.

    Mereka adalah: 

    1. Nama : Muhammad Nur Rizky
    Luka yang dialami : Luka robek pada kepala bagian atas dan luka lebam pada lengan sebelah kiri

    2. Nama : I Putu Anugerah 
    Luka yang dialami : Luka robek pada kepala bagian belakang

    3. Nama : Fauzan Hidayat
    Luka yang dialami : Luka lebam pada kepala dan tangan 

    4. Nama : Rahmat Kurniawan
    Luka yang dialami : Luka lebam pada pipi sebalah kanan dan kiri serta luka lebam pada kedua belah lengan tangan  
     
    5. Nama : Richard Pasambo
    Luka yang dialami : Luka lebam pada kepala bagian kiri

    Belum diketahui pemicu serangan yang dilakukan oknum TNI ini.

    Pihak berwenang masih menyelidiki insiden ini dan menegaskan bahwa tindakan tegas akan diambil terhadap oknum TNI yang terlibat dalam penyerangan ini.

    Penyerangan ini menimbulkan keprihatinan akan hubungan antara institusi TNI dan Polri, serta keamanan di wilayah Tarakan.

    Hingga berita ini diturunkan, Tribunnews.com, masih mencoba melakukan konfirmasi ke TNI dan Polri.

  • Mutasi Perwira di Polres Gresik, Kapolres: Bagian dari Dinamika Organisasi

    Mutasi Perwira di Polres Gresik, Kapolres: Bagian dari Dinamika Organisasi

    Gresik (beritajatim.com) – Sejumlah perwira di jajaran Polres Gresik dimutasi berdasarkan Surat Telegram Nomor ST/461/I/KEP./2025 tanggal 12 Januari 2025. Perwira yang berpindah jabatan antara lain Kompol Chakim Amrullah, mantan Kabag Ops Polres Gresik yang kini menjabat Kapolsek Babat Lamongan. Kompol Abdul Rokib yang semula menjabat Kapolsek Kebomas dimutasi ke Kaurpulahta Subbidtekinfo Bid TIK Polda Jatim.

    Pengganti kedua perwira menengah tersebut adalah Kompol Yusis Budi Kismanto, yang kini menjabat Kabagops Polres Gresik setelah sebelumnya bertugas sebagai Kabagops Polres Nganjuk. Sementara Kompol Gatot Setyo Budi diangkat sebagai Kapolsek Kebomas Polres Gresik, menggantikan posisi Kompol Abdul Rokib, setelah sebelumnya menjabat sebagai Kanit IV Subdit III Ditresnarkoba Polda Jatim.

    Selain perwira menengah, mutasi juga terjadi pada perwira pertama. AKP Sugiarto, mantan Kapolsek Dukun, dipindahkan ke Pama Polres Gresik menjelang masa pensiun. Penggantinya, AKP Inggit Prassetiyanto, sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Wringinanom. Sementara itu, Iptu Sutamat kini ditunjuk sebagai Kapolsek Wringinanom Polres Gresik setelah sebelumnya bertugas sebagai Kanit Intelkam Polsek Kebomas Polres Gresik.

    Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu menegaskan bahwa mutasi jabatan dalam lingkungan Polri merupakan hal yang lumrah dan menjadi bagian dari dinamika organisasi. “Perputaran jabatan ini dilakukan sebagai bentuk penyegaran, promosi jabatan, serta pengembangan karier bagi anggota yang berprestasi, sekaligus untuk menjawab tantangan tugas Polri ke depan,” katanya, Senin (24/2/2025).

    Usai memimpin mutasi, AKBP Rovan menyampaikan apresiasi kepada pejabat lama atas dedikasi dan kontribusinya dalam menjaga keamanan serta ketertiban di wilayah hukum Polres Gresik. “Kepada pejabat baru, segera beradaptasi, mengenali karakteristik masyarakat, serta menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, inovasi, dan dedikasi,” tambahnya.

    Di kesempatan yang sama, AKBP Rovan juga memberikan penghargaan kepada tiga personel Polres Gresik yang berprestasi di bidang olahraga bela diri taekwondo. Bripda Bintang Samudra Suprayogi meraih juara tiga kategori TNI-Polri kelas over 87 kg pada Kasal Cup 2 International. Bripda Ilham Wiranata Kusuma memperoleh medali perunggu dalam cabang olahraga hoki indoor PON XXI Tahun 2024, sementara Bripda Kurniawan Kusuma Dharma meraih juara umum II tingkat dewasa dan juara III kelas 70 kg dalam Kejuaraan Pencak Silat Piala Dandim Kota Malang tingkat nasional.

    “Penghargaan ini menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk terus meningkatkan kinerja dan dedikasi dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” pungkasnya. [dny/beq]

  • Dua Brigjen Naik Pangkat Bintang 2 di Awal Februari 2025, Sama-sama Ditugaskan di BIN

    Dua Brigjen Naik Pangkat Bintang 2 di Awal Februari 2025, Sama-sama Ditugaskan di BIN

    loading…

    Laporan Korps Kenaikan Pangkat 32 Pati TNI di Aula Gatot Subroto Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (13/2/2025). FOTO/DOK.DISPENAD

    JAKARTA – Dua Perwira Tinggi (Pati) Angkatan Darat berpangkat Brigjen TNI naik menjadi bintang 2 pada awal Februari 2025. Dua-duanya kini ditugaskan di luar struktur organisasi Tentara Nasional Indonesia.

    Laporan Korps Kenaikan Pangkat 32 Pati TNI telah diterima langsung Kasum TNI Letjen TNI Richard Tampubolon menerima mewakili Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto di Aula Gatot Subroto Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (13/02/2025). Pati TNI yang menerima kenaikan pangkat terdiri dari 18 Pati TNI AD, 2 Pati TNI AL, dan 12 Pati TNI AU.

    Kenaikan pangkat Pati TNI itu didasarkan pada Surat Perintah Panglima TNI Nomor Sprin /230/II/2025 tanggal 7 Februari 2025. Khusus TNI AD, ada dua Brigjen yang naik bintang 2 atau menjadi Mayjen. Brigjen merupakan pangkat dalam golongan Perwira Tinggi TNI yang disimbolkan dengan tanda bintang di pundak seragamnya. Satu tingkat di atas pangkat Brigjen adalah Mayjen atau disebutkan juga bintang 2. Lalu siapa Brigjen yang naik pangkat bintang 2 di awal Februari 2025?

    Brigjen Naik Pangkat Bintang 2 di Awal Februari 2025

    1. Mayjen TNI Tri Nugraha Hartanta, SSos

    FOTO TRI NUGRAHA/INSTAGRAM @kodim0801.pacitan
    Brigjen yang naik pangkat bintang 2 di awal Februari 2025 adalah Tri Nugraha Hartanta. Lulusan Akademi Militer (Akmil) 1989 dari Kecabangan Infanteri itu naik pangkat menjadi Mayjen setelah mendapat promosi jabatan sebagai Staf Ahli Bid. Pertahanan dan Keamanan Badan Intelijen Negara (BIN) pada Mutasi TNI 6 Desember 2024. Tri Nugraha sebelumnya menjabat Dirsismet Pusterad.

    Promosi jabatan yang diterima Tri Nugraha Hartanta tertuang dalam Keputusan Panglima Tentara Nasional Indonesia Nomor Kep/1545/XII/2024 Tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan Dalam Jabatan di Lingkungan Tentara Nasional Indonesia yang ditetapkan pada Jumat, 6 Desember 2024.

    Tentara kelahiran Klaten, 17 Juli 1967 pernah mengemban sejumlah jabatan strategis antara lain Danyonif 731/Kabaresi, Asintel Kasdam XVI/Pattimura. Tri Nugraha pecah bintang atau meraih pangkat Brigjen TNI saat diangkat menjadi Danrem 151/Binaiya pada 2015. Setelah itu, ia dimutasi ke beberapa jabatan antara lain Kabinda Bali BIN, Staf Khusus KSAD, Kasdam VI/Mulawarman, Dirjianbang Kodiklatad, dan Dirsismet Pusterad.

    Setelah berpindah-pindah jabatan, Tri Nugraha akhirnya mendapat kenaikan pangkat bintang 2 atau menjadi Mayjen setelah dipromosikan menjadi Staf Ahli Bidang Pertahanan dan Keamanan BIN pada Desember 2024. Ia resmi menyandang pangkat Mayjen setelah Laporan Korps Kenaikan Pangkat Pati TNI di Aula Gatot Subroto Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (13/2/2025).

    2. Mayjen TNI Deddy Irianto L, SIP

    FOTO/X @Cakra_Kostrad
    Brigjen TNI yang naik pangkat bintang 2 pada awal Februari 2025 selanjutnya adalah Deddy Irianto. Abituren Akmil 1997 dari kecabangan Infanteri itu kini menjabat sebagai Deputi Bid. Intelijen Teknologi BIN.

    Penunjukan Deddy Irianto Lebo menjadi Deputi Bid. Intelijen Teknologi BIN didasarkan Keputusan Panglima Tentara Nasional Indonesia Nomor Kep/1545/XII/2024 tentang Pemberhentian Dari dan Pengangkatan Dalam Jabatan di Lingkungan Tentara Nasional Indonesia. Atas jabatan baru itu, tentara kelahiran Manokwari, Papua, tahun 1975 itu berhak mendapat kenaikan pangkat menjadi Mayjen TNI atau bintang 2.

    Deddy Irianto lama meniti karier di Kostrad. Salah satunya pernah menjabat sebagai Kepala Perhubungan (Kahub) Kostrad pada 2022. Alumni SMA Negeri 2 Makassar, Sulawesi Selatan itu pecah bintang atau meraih pangkat Brigjen TNI setelah mendapat promosi jabatan sebagai Askomlek Kogabwilhan III pada Mei 2023.

    Setelah hampir dua tahun mengemban jabatan itu, Deddy Irianto ditunjuk sebagai Deputi Bid. Intelijen Teknologi BIN pada mutasi TNI pada Desember 2024. Atas promosi jabatan itu, Deddy berhak atas kenaikan pangkat menjadi Mayjen TNI atau jenderal bintang 2. Pangkat Mayjen resmi disandang usai Laporan Korps Kenaikan Pangkat Pati TNI di Aula Gatot Subroto Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (13/2/2025).

    Itulah dua Brigjen yang naik pangkat bintang 2 di awal Februari 2025.

    (abd)

  • Fyuh! Peluang Asteroid 2024 YR4 Tabrak Bumi Turun Drastis, di Bawah 1%

    Fyuh! Peluang Asteroid 2024 YR4 Tabrak Bumi Turun Drastis, di Bawah 1%

    Jakarta

    Kabar baik datang dari NASA terkait asteroid 2024 YR4 yang diprediksi menghantam Bumi pada tahun 2032. Kini peluang asteroid itu menabrak planet tempat tinggal kita sudah menurun drastis.

    Dalam postingannya di Twitter/X, NASA mengumumkan potensi asteroid 2024 YR4 turun menjadi 0,28% atau 1 berbanding 360. Estimasi terbaru ini dibuat berdasarkan data orbit asteroid terbaru yang dikumpulkan pada 18 Februari dan 20 Februari.

    “Pengamatan yang dilakukan pada malam hari tanggal 19-20 Februari terhadap asteroid 2024 YR4 telah menurunkan kemungkinannya menghantam Bumi pada tanggal 22 Desember 2032 menjadi 0,28%,” kata NASA dalam postingannya, seperti dikutip dari Space.com, Senin (24/2/2025).

    Penurunan drastis risiko tabrakan untuk asteroid 2024 YR4 diumumkan hanya beberapa hari setelah faktor risikonya melonjak hingga 3,1% atau 1 banding 32. Peningkatan ini mejadikan 2024 YR4 sebagai asteroid paling berisiko dalam sejarah Sentry Risk Table yang dirilis Center for Near Earth Object (CNEOS).

    Kemungkinan asteroid ini menabrak Bumi memang terus berubah. Pada 28 Januari, peluang asteroid 2024 YR4 menabrak Bumi 1,2% atau 1 banding 83. Pada awal Februari, kemungkinannya terus naik menjadi 1,58% lalu 2,2%.

    Setelah risiko hantamannya menurun drastis, tingkat bahaya asteroid 2024 YR4 pada skala Torino berada pada level 1. Artinya, peluang objek antariksa ini tabrakan sangat kecil dan tidak akan menimbulkan kekhawatiran publik.

    “Kita belum berada di level 0, namun skala Torino 1 memberi tahu kita lebih jauh: ‘Observasi teleskop baru kemungkinan besar akan mengarah pada penilaian baru ke Level 0,’” kata pencipta skala Torino Richard Binzel. Skala Torino dipakai untuk mengkategorikan seberapa bahaya asteroid di sekitar Bumi.

    Meskipun risiko hantamannya sudah turun, asteroid 2024 YR4 masih memuncaki daftar Sentry Risk Table. Asteroid paling berisiko nomor dua di daftar tersebut adalah 1950 DA yang memiliki peluang 0,39% untuk menghantam Bumi pada tahun 2880.

    (vmp/rns)

  • Ceritakan Petualangan Mahasiswa Rantau, Film ‘Bukan Jodoh Biasa Nih’ segera Tayang di Bioskop!

    Ceritakan Petualangan Mahasiswa Rantau, Film ‘Bukan Jodoh Biasa Nih’ segera Tayang di Bioskop!

    BANDUNG – Film komedi bertajuk ‘Bukan Jodoh Biasa Nih’ bakal segera tayang di seluruh bioskop di Tanah Air. Film yang disutradarai Peppi Piona itu menceritakan tentang petualangan tiga mahasiswa rantau yang berkuliah di Kota Bandung. Mereka adalah Richard (Raim Laode), Jonggi (Fico Fahriza) dan Lingga (Firman Wahab).

    Berlatar Bumi Pasundan, petualangan kocak khas anak muda ini dibintangi oleh komika-komika ternama tanah air, sehingga film ini dipastikan menarik untuk ditonton. Film tersebut dijadwalkan tayang perdana di bioskop, pada 13 Maret 2025 mendatang.

    Peppi mengatakan, film ‘Bukan Jodoh Biasa Nih’ tak ubahnya cerita nostalgia bagi para mahasiswa rantau yang harus bertahan supaya lulus kuliah.

    “Kisah mahasiswa dibungkus komedi. Terus menariknya ada petualangan juga. Dari Bandung ke hutan, goa, cari benda pusaka. Persahabatan, kekeluargaan,” kata Peppi kala Gala Premier ‘Bukan Jodoh Biasa Nih’ di XXI Festival Citylink, Kota Bandung, Minggu, 23 Februari 2025.

    Selain alur cerita yang menghibur, banyak hal menarik lanjut Peppi dari ‘Bukan Jodoh Biasa Nih’, sehingga layak untuk ditonton masyarakat.

    Di mana ada beberapa latar, salah satunya air terjun atau curug di Kabupaten Ciamis, yang sama sekali belum tersentuh campur tangan manusia.

    Hidden gems ini kata dia, menjadi bukti bahwa Jawa Barat kaya potensi alam yang dapat ditawarkan untuk pariwisata. “Setelah di Bandung, kita akan gala premier juga di Jakarta, tanggal 27 Februari ini,” ucapnya.

    Peppi berharap, ‘Bukan Jodoh Biasa Nih’ dapat menjadi oase baru bagi penikmat film tanah air. Utamanya bagi khalayak Jawa Barat, karena banyak tempat estetik yang disajikan dalam film ini. “Harapan kami, film ‘Bukan Jodoh Biasa Nih’ dapat tembus satu juta penonton di bioskop,” harapnya.

    Produser Eksekutif Bagiono Prabowo melanjutkan, tidak sebentar waktu yang dibutuhkan sampai akhirnya film ‘Bukan Jodoh Biasa Nih’ beredar di bioskop dalam waktu dekat.

    Diproduksi pada 2019 lalu, sabar melalui badai pandemi Covid 19, akhirnya film ini dirilis. “Membuat film ini sudah cukup lama sebenarnya. Alhamdulillah sekarang bisa ada jadwal tayang. Semoga film ini (berkesan), karena berada banyak lokasi (Jawa Barat). Kita melihat Jawa Barat daerah pariwisata yang harus dibangun dan punya potensi,” kata dia.

  • Isu Mualaf dan Istri Mulai Berhijab, Richard Lee Pilih Fokus ke Karya

    Isu Mualaf dan Istri Mulai Berhijab, Richard Lee Pilih Fokus ke Karya

    Jakarta, Beritasatu.com – Kreator konten kecantikan dokter Richard Lee menjawab perihal kabar dirinya yang diisukan sudah memeluk agama Islam.

    “Untuk kabar itu (Richard Lee mualaf), tentu ada waktunya saya akan memberikan informasi soal kabar tersebut, tetapi sekarang bukan waktu yang tepat untuk membahas soal itu,” kata Richard Lee dikutip dari channel YouTube, Minggu (23/2/2025).

    Richard Lee mengatakan, bahwa masyarakat sebaiknya lebih fokus pada hasil karya yang dihasilkan daripada memperdebatkan hal-hal yang berkaitan dengan keyakinan.

    “Saya ingin lebih mengutamakan menunjukkan karya karena buat saya itu jauh lebih penting dan berguna buat banyak orang termasuk saya menghasilkan karya hijab yang berguna buat banyak orang khususnya untuk umat muslim,” ucapnya.

    Richard Lee juga meminta masyarakat untuk tidak mempermasalahkan istrinya yang terlihat mengenakan hijab saat memperkenalkan usaha terbarunya.

    “Doakan ya kalau soal ingin istri pakai hijab,” jelasnya.

    “Saya itu melihat karakter dia (istri Richard Lee) memang sudah kalem, tetapi dengan menggunakan hijab semakin terlihat lebih kalem dan terlihat lebih cantik,” tutup dokter Richard Lee yang memberikan jawaban soal kabar sudah mualaf.

  • Sedikitnya 29 WNI Overstay Digerebek dan Ditangkap Petugas Otoritas Jepang – Halaman all

    Sedikitnya 29 WNI Overstay Digerebek dan Ditangkap Petugas Otoritas Jepang – Halaman all

    Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

    TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Sebuah gedung apartemen di Kota Oarai, Prefektur Ibaraki, yang menghadap ke Samudra Pasifik, digerebek oleh petugas otoritas Jepang, 21 Februari 2025 05.30 pagi, 

    Dikutip dari Gendai Business (GB), banyak warga negara Indonesia (WNI) ilegal ditangkap dalam operasi tersebut.

    Sebanyak 29 WNI ditangkap, dikelilingi pejabat Biro Imigrasi dan penyidik kepolisian dengan rompi merah.

    Jumlah total WNI yang berada di apartemen yang digerebek tersebut melebihi 50 orang.

    Penangkapan bermula satu penyelidik bergegas ke apartemen sekaligus.

    Ketika memasuki lantai yang dipenuhi ruangan tempat mereka bersembunyi, mereka mengetuk pintu satu per satu.

    Polisi mungkin mengawasi melalui teropong ke berbagai pintu dan mempertimbangkannya.

    “Namun, ternyata satu per satu, pemuda Indonesia keluar dari ruangan dengan tertib,” tulisnya.

    Sebanyak 29 orang ditangkap.

    Mereka tetap diam tanpa mengucapkan sepatah kata pun sebelum akhirnya dibawa oleh penyelidik kepolisian.

    “Hari ketika mereka kembali ke apartemen itu tidak akan datang lagi,” tulis GB.

    Tingkat Pekerja Ilegal di Prefektur Ibaraki

    “Jumlah pekerja ilegal di Prefektur Ibaraki adalah yang tertinggi di Jepang,” tambah GB.

    Kota Oarai di Prefektur Ibaraki adalah kota kecil dengan populasi sekitar 15.000 orang di pantai Pasifik wilayah Kanto utara.

    Pertanian, perikanan, dan pengolahan makanan laut berkembang pesat di kota ini.

    Banyak WNI tinggal di Oarai, membentuk sekitar setengah dari penduduk asing, dan mereka menjadi bagian tak terpisahkan dari kota sebagai tenaga kerja di industri lokal.

    Namun, masih ada masalah overstay (tinggal secara ilegal) di Kota Oarai.

    Menurut Badan Layanan Imigrasi, jumlah pekerja ilegal di Prefektur Ibaraki pada tahun 2023 mencapai 2.748 orang, menjadikannya yang tertinggi di Jepang.

    Pada Juli 2024, sebanyak 29 imigran ilegal Indonesia ditangkap di sebuah gedung apartemen di Kota Oarai.

    Pada Oktober 2023, mantan presiden perusahaan real estat kondominium tempat penangkapan itu terjadi dikirim ke Kantor Kejaksaan Distrik Tokyo karena dicurigai membantu dan bersekongkol dalam pelanggaran Undang-Undang Kontrol Imigrasi.

    Dalam penyelidikan, ia mengakui tuduhan tersebut dengan alasan ingin mencegah meningkatnya jumlah unit kosong di gedungnya.

    Di sekitar Pelabuhan Perikanan Oarai, terdapat sebuah kondominium berwarna coklat tua di daerah perumahan yang dihiasi ladang.

    Menurut pejabat setempat, harga sewa untuk unit berukuran 3LDK di gedung itu sekitar 70.000 yen.

    Bahkan saat ini, mayoritas penghuninya adalah orang Indonesia.

    Kesaksian Saksi Mata dan Pejabat

    Pada hari kejadian, seorang pria Jepang yang tinggal di gedung apartemen itu mengenang penangkapan tersebut.

    Ia memperkirakan lebih dari 50 orang. Saya bangun sekitar pukul 05.30 pagi untuk minum di balkon ketika melihat sekelompok polisi berompi merah berkerumun di sekitar apartemen saya.

    Ada empat mikrobus yang diparkir di tempat parkir, dan staf Biro Imigrasi datang belakangan.

    Mereka mengetuk tiap ruangan satu per satu dan menggedor pintu.

    “Para overstay dibawa pergi dengan tenang, mungkin karena mereka sudah menyadari hal ini akan terjadi,” katanya.

    Sebanyak enam kamar digeledah, dan penangkapan dilakukan terhadap orang-orang yang ada di dalamnya.

    Mereka tinggal bersama dalam kelompok lima atau enam orang per kamar.

    “Tidak jarang orang Indonesia berbicara keras di lorong pada tengah malam atau merokok di area umum gedung apartemen, yang menyebabkan perkelahian di malam hari. Polisi sering bergegas ke lokasi,” tulis GB.

    Akibat kondisi lingkungan yang buruk dan kepadatan di lantai pertama, beberapa penghuni lain memilih pindah. Hal ini membuat pemilik gedung frustrasi. 

    “Jika apartemen kosong, lebih baik disewakan kepada siapa pun untuk mendapatkan penghasilan,” ungkapnya.

    Keberadaan Broker Imigrasi

    Setelah insiden ini, hampir 50 orang Indonesia melarikan diri dari apartemen tersebut dengan membawa perabotan mereka.

    Sang pemilik juga menyebut tentang seorang broker imigrasi bernama “K” yang diduga menjadi perantara pemindahan imigran ilegal ke apartemen tersebut sejak 2022.

    “K mulai sering masuk dan keluar dari apartemen. Ia tidak terlalu tinggi, memiliki tato di punggung tangan, dan tampak seperti orang yang baik.

    K mengurus pembayaran sewa, tetapi selalu ada masalah.

    Dia berkata, ‘Saya tidak bisa membayar sewa karena tidak mendapat uang dari penghuni.’ Namun, saat saya tanyakan ke penghuni, mereka berkata sudah membayar kepada K. Itu membuat saya sangat kesal,” ungkap pemilik apartemen.

    Setelah kejadian ini, pemilik apartemen memutuskan untuk tidak lagi menerima penyewa asing melalui broker seperti K.

    Wartawan GB mencoba menghubungi broker “K” melalui nomor telepon yang diberikan oleh pejabat kondominium. Namun, meskipun telah ditelepon berkali-kali, tidak ada jawaban.

    Rahasia yang Terungkap: Peran Broker Imigrasi

    Keberadaan broker imigrasi terungkap melalui wawancara dengan seorang pengusaha pengolahan makanan laut di Oarai.

    “Sebelum pandemi COVID-19, orang Indonesia yang tidak saya kenal sering datang ke tempat saya dan bertanya, ‘Apakah Anda ingin menggunakan tenaga kerja asing?’ Saya curiga dan bertanya, ‘Apakah Anda memiliki visa kerja?’ Mereka menjawab, ‘Tidak, saya tidak punya,’ jadi saya menolak,” ungkap pengusaha tersebut.

    Yuyasu Sakamoto (75), perwakilan NPO Asosiasi Ibaraki Indonesia, mengaku terganggu dengan keberadaan para broker ini.

    “Orang Indonesia yang cerdik menelepon semakin banyak kenalan dari negara asal mereka dan menerima biaya rujukan dengan mengatakan, ‘Jika kamu datang ke Oarai, ada pekerjaan.’

    Saya menduga broker ini adalah orang Jepang-Amerika. Ada enam atau tujuh orang yang tidak bekerja, hanya bermain-main di belakang saya, jadi saya tidak benar-benar tahu apa yang mereka lakukan,” ujarnya.

    Diskusi mengenai tenaga kerja Indonesia di Jepang semakin ramai dibicarakan di grup WhatsApp Pecinta Jepang. Bagi yang ingin bergabung secara gratis, dapat mengirimkan email ke: tkyjepang@gmail.com dengan mencantumkan nama, alamat, dan nomor WhatsApp.

     

  • Polisi Gerebek Mini Bar Remang-Remang di Gresik, Sita Puluhan Botol Miras

    Polisi Gerebek Mini Bar Remang-Remang di Gresik, Sita Puluhan Botol Miras

    Gresik (beritajatim.com)- Perang terhadap peredaran minuman keras (Miras) di wilayah hukum Polres Gresik terus digaungkan. Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) setempat, menggerebek mini bar remang-remang di kawasan pantai Jalan Raya Ngimboh, Kecamatan Ujung Pangkah.

    Hasil dari penggerebekan itu, polisi menyita 64 miras berbagai merek. Terungkapnya peredaran miras tersebut berasal dari informasi masyarakat melalui hotline “Lapor Kapolres”.

    Selain menyita miras, polisi juga mengamankan tersangka berinisial MM (50), warga Jalan Raya Ngimboh Kecamatan Ujungpangkah. Disamping miras, ditemukan pula 5 galon plastik berisi minuman tradisional Tuak Jawa dengan kapasitas masing-masing 25 liter.

    “Berdasarkan hasil interogasi di lokasi, MM tidak memiliki izin resmi untuk menjual miras di Gresik. Seluruh barang bukti dan tersangka langsung diamankan ke polres guna pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Kapolres AKBP Rovan Richard Mahenu, Sabtu (22/2/2025).

    Perwira menengah Polri ini menambahkan, penggerebekan serupa juga dilakukan di kawasan Perumahan GKB, Jalan Abdul Rokhim, Kecamatan Manyar.

    “Laporan dari masyarakat ada sebuah toko sembako yang ternyata menjual miras secara ilegal. Dari informasi yang diperoleh, diketahui bahwa toko tersebut akan menerima kiriman sebanyak 20 karton miras jenis anggur Cap Orang Tua pada Jumat malam.

    “Anggota kami di lapangan menemukan 18 karton miras jenis Anggur Cap Orang Tua yang sudah tersimpan rapi dalam dus. Pemilik toko, berinisial S (46) warga Jalan Abdul Rokhim X, Kecamatan Manyar, diamankan beserta barang bukti,” imbuhnya.

    Atas perbuatannya itu kata Rovan, tersangka dikenakan sanksi berdasarkan Perda Kabupaten Gresik nomor 19 Tahun 2004 tentang perubahan atas Perda nomor 15 Tahun 2002 mengenai larangan peredaran minuman keras di wilayah Gresik. [dny/kun]

  • Bagaimana Awal Mula Letkol Eka Wira Dijuluki “King Sparko”?

    Bagaimana Awal Mula Letkol Eka Wira Dijuluki “King Sparko”?

    Bagaimana Awal Mula Letkol Eka Wira Dijuluki “King Sparko”?
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com

    Letkol Inf Eka Wira Dharmawan
    dikenal dengan julukan ”
    King Sparko
    “. Perwira TNI Angkatan Darat (AD) ini dikenal karena menginspirasi banyak orang lewat dedikasinya terhadap kalistenik dan disiplin militer.
    Kepada
    Brigade Podcast

    Kompas.com,
    Letkol Eka Wira bercerita bagaimana awal mula ia bisa diberikan julukan “King Sparko”.
    Sparko adalah akronim dari Spartan Komando.
    Semua berawal dari perintah pimpinannya di Komando Pasukan Khusus (Kopassus) yang bakal mengadakan lomba peleton tangkas antarbatalyon.
    “Saya waktu itu menjadi Wakil Komandan Batalyon, Wadanyon di Satuan 81 Kopassus Gultor, di mana beliau (Komandan Batalyon) itu memerintahkan saya untuk menyiapkan pasukan untuk lomba peleton tangkas Kopassus,” kata Eka Wira dalam tayangan “Brigade Podcast” di
    channel
    YouTube
    Kompas.com.

    “Jadi ada lomba internal Kopassus untuk menguji kemampuan perorangan dan tim yang dalam bentuk peleton tangkas,” sambung dia.
    Eka beruntung karena memiliki dasar-dasar kemampuan olahraga atas binaan orangtuanya.
    Namun, kemampuan itu bukan faktor tunggal untuk memimpin batalyon dalam lomba peleton tangkas.
    Terlebih, jumlah Batalyon yang dipimpin Eka tak sebanyak Batalyon lain.
    Alhasil, Eka Wira menanamkan motivasi kepada anggotanya lewat cara yang berbeda, yakni melalui menonton film “300” atau yang dikenal “Spartan”.
    “Karena dia hanya 300 orang melawan tentara ribuan puluhan ribu. Kan kita sebenarnya mindsetnya sendiri itu yang kita ubah, kemudian kita harus satu mindset dulu,” terang Eka.
    Namun, motivasi saja tidak cukup. Ia mau tak mau juga menerapkan disiplin militer termasuk kepada anggotanya yang sudah senior.
    Singkat cerita, didikan Eka tersebut mampu menjadikan Satuan 81 Kopassus atau Gultor meraih juara umum dalam lomba peleton tangkas.
    Capaian ini melampaui target komandan batalyon yang meminta Eka hanya sampai target juara 3.
    “Dan di sanalah anggota saya ada yang menangis, memeluk saya, dan mengangkat saya. Bahwa saya menjadi ‘King Spartan’ pada saat itu. Belum ada ‘komando’-nya,” ujar Eka.
    Setelahnya, julukan tambahan “Komando” disematkan ketika pimpinan Kopassus kala itu, Wakil Komandan Jenderal (Wadanjen) Kopassus, Letjen TNI Richard Tampubolon, sekarang Kepala Staf Umum (Kasum) TNI, mulai melihat dedikasi Eka di bidang olahraga kalistenik.
    “Atas perintah beliau (Richard Tampubolon), coba lah dimasukan nama komando di sana (Spartan). Di dalam komunitas ini sebagai ajang kita teritorial juga ke masyarakat,” kata Eka.
    “Bahwasanya ini olahraga dikemasnya di Kopassus, akhirnya saat itu lah diubah jadi Spartan Komando, disingkat jadi Sparko,” tambahnya.
    Komunitas Sparko pun berkembang tidak hanya di internal Kopassus, melainkan juga ke masyarakat.
    Dari situ Eka tidak hanya melatih prajurit Kopasus tetapi juga masyarakat.
    Melatih masyarakat tentu ada perbedaan dan cara-cara tersendiri yang dilalui oleh Eka.
    Seperti apa cerita lengkapnya? Saksikan
    Brigade Podcast
    yang tayang di YouTube
    Kompas.com
     
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.