Tag: Richard

  • Yakin Ketemu, Tim Pencari Malaysia Airlines MH370 Menuju Lokasi Ini

    Yakin Ketemu, Tim Pencari Malaysia Airlines MH370 Menuju Lokasi Ini

    Jakarta, CNBC Indonesia – Sudah hampir 11 tahun sejak Malaysia Airlines MH370 dinyatakan menghilang. Tidak diketahui lokasi terakhir pesawat dari Kuala Lumpur menuju Beijing yang membawa 239 penumpang dan awak di dalamnya.

    Pencarian terbaru siap dikerahkan. Ocean Infinity kali ini yang bertugas mencari lokasi terakhir pesawat tersebut.

    Bulan Desember lalu, pemerintah Malaysia mengkonfirmasi pencarian tersebut. Pihak pemerintah dan Ocean Infinity melakukan perjanjian ‘tidak ditemukan, tidak dikenakan biaya’ dan menetapkan waktu pencarian pada Januari hingga April.

    Kapal pendukungnya, Armada 7806 mencoba menjelajahi lautan mencari tahu misteri terbesar dalam penerbangan. Akan ada tiga hingga empat lokasi yang disebutkan menjadi lokasi bangkai pesawat.

    Kapal akan melakukan survei daerah selama enam minggu. Pencarian dikerahkan di Samudera Hindia, 1.200 mil (1.931 km) dari Perth Australia.

    Mengutip The Independent, pencarian ini berfokus pada lekungan Samudera Hindia bagian selatan. Penentuannya berdasarkan data satelit dari Inmarsat.

    Sementara lokasi kedua berada jauh ke bagian selatan. Lokasi ini ditentukan karena hipotesis kemungkinan pesawat menempuh jarak lebih jauh lagi sebelum kehabisan bahan bakar.

    Area pencarian ketiga ditentukan berdasarkan data dari operator radio ham menggunakan WSPR. Sinyal dari pemancar itu dikirimkan ke seluruh dunia setiap dua menit.

    Pada malam hilangnya MH370 terdapat 130 gangguan sinyal yang ditangkap WSPR di atas Samudera Hindia. Menurutnya Richard Godfrey seorang insinyur kedirgantaraan, hal itu bisa menunjukkan jejak pada lokasi terakhir pesawat.

    The Independent menuliskan pencarian pada seluruh lokasi bergantung pada kondisi cuaca.

    (dem/dem)

  • Lokasi Ini Diyakini Tempat Peristirahatan Terakhir Pesawat MH370

    Lokasi Ini Diyakini Tempat Peristirahatan Terakhir Pesawat MH370

    Jakarta

    Pesawat Malaysia Airlines MH370 lenyap 10 tahun silam di 2014 dan sampai kini belum diketahui di mana rimbanya. Kini, perusahaan Ocean Infinity kembali mencarinya atas restu Pemerintah Malaysia.

    Salah satu area yang akan dicari kabarnya adalah berasal dari penelitian Richard Godfrey, pakar penerbangan Inggris yang pernah bekerja untuk NASA dan Boeing. Tahun lalu, ia memaparkan temuannya dan meyakini tahu di mana lokasi persis pesawat itu.

    Godfrey mempelajari WSPR dari radio amatir pada malam hilangnya pesawat. Radio amatir terus mengirim sinyal uji dan merekam datanya. Ketika pesawat melalui sinyal radio, sinyal tersebut akan terganggu. Dari gangguan tersebut dapat dilacak keberadaan sebuah pesawat.

    Ia menyimpulkan MH370 berada 1.500 kilometer sebelah barat Perth, Australia. Itu sesuai dengan area pencarian baru yang saat ini dijelajahi oleh kapal canggih Ocean Infinity.

    “Lokasi jatuhnya MH370, yang ditentukan oleh teknologi WSPR, berada dalam lingkaran dengan radius 30 kilometer dan berpusat di 29.128°LS 99.934°BT. Area ini terletak 1.560 kilometer sebelah barat Perth. Hanya perlu sekali pencarian lagi di area ini dan kita akan menemukan MH370,” ungkapnya.

    “Saya pikir, peluang bagi kita menemukan MH370 adalah sangat baik karena teknologi telah berkembang. Jika kita mempersempit lokasinya, maka peluang kita akan menjadi lebih baik lagi,” katanya.

    Misi ini diprediksi jadi yang terakhir untuk mencari MH370. Pada 8 Maret 2014, penerbangan Malaysia Airlines dengan 239 penumpang dan awak itu menghilang dari Kuala Lumpur ke Beijing.

    Upaya pencarian baru mengerahkan kendaraan bawah air otonom (AUV) mutakhir dari kapal Ocean Infinity untuk pemindaian dasar laut. AUV, yang mampu turun hingga 6 km, dioperasikan via satelit dari pusat kendali perusahaan di Southampton.

    (fyk/fyk)

  • Lokasi Ini Diyakini Tempat Peristirahatan Terakhir Pesawat MH370

    Malaysia Airlines MH370 Dicari Lagi Pakai Teknologi Canggih

    Jakarta

    Perusahaan robotika kelautan asal Inggris, Ocean Infinity, melakukan pencarian pesawat Malaysia Airlines MH370, lebih dari satu dekade setelah Boeing 777 itu menghilang. Perusahaan itu mengerahkan beberapa teknologi canggih.

    Kapal milik Ocean Infinity, Armada 7806, dilaporkan telah mulai menjelajahi dasar laut untuk mencari bangkai kapal tersebut dan berupaya memecahkan salah satu misteri terbesar dalam dunia penerbangan.

    Menteri Perhubungan Malaysia mengonfirmasi perusahaan swasta kembali mencari MH370, dengan area pencarian baru sekitar 1500 km di barat Perth. Pemerintah Malaysia sudah mengumumkan bulan Desember pencarian akan dilanjutkan, di mana perusahaan Inggris itu akan mencari selama 18 bulan dan dibayar USD 70 juta, tapi hanya jika mereka menemukannya.

    Situs web pelacakan kelautan menunjukkan kapal Ocean Infinity sudah tiba di zona pencarian baru di Samudra Hindia. Misi ini diprediksi jadi yang terakhir untuk mencari MH370. Pada 8 Maret 2014, penerbangan Malaysia Airlines dengan 239 penumpang dan awak itu menghilang dari Kuala Lumpur ke Beijing.

    Upaya pencarian baru mengerahkan kendaraan bawah air otonom (AUV) mutakhir dari kapal Ocean Infinity untuk pemindaian dasar laut. AUV, yang mampu turun hingga 6 km, dioperasikan via satelit dari pusat kendali perusahaan di Southampton dan akan menjelajahi empat area yang diidentifikasi sebagai lokasi kecelakaan potensial oleh para peneliti.

    Dikutip detikINET dari Independent, AUV pada Armada 7806 Ocean Infinity, yang dibuat pada tahun 2023, dapat menghabiskan empat hari di dalam lautan, dua kali lebih lama dari pendahulunya.

    Pencarian baru difokuskan pada area busur seluas 15.000 km persegi di Samudra Hindia bagian selatan. Area itu ditentukan berdasarkan data termasuk sinyal satelit dan transmisi radio, yang menurut Kuala Lumpur dapat dipercaya.

    Armada 7806, yang dianggap sebagai kapal tercanggih secara teknis dari jenisnya, kemungkinan akan mencari di tiga hingga empat titik tempat para peneliti menyebut ada kemungkinan bangkai pesawat itu berada.

    Kapal tersebut diperkirakan akan menghabiskan hingga enam minggu untuk mensurvei area tersebut, dengan jeda untuk mengisi kembali persediaan di Fremantle, Australia Barat, yang berfungsi sebagai pangkalan untuk operasi pencarian sebelumnya.

    Pencarian baru difokuskan di sekitar area busur Samudra Hindia bagian selatan, titik tempat pesawat diyakini mengakhiri perjalanannya. Area ini ditentukan menggunakan data satelit dari Inmarsat, yang melacak komunikasi terakhir pesawat.

    Zona pencarian kedua diidentifikasi lebih jauh ke selatan berdasarkan hipotesis bahwa MH370 mungkin telah menempuh jarak lebih jauh dari perkiraan sebelumnya setelah kehabisan bahan bakar.

    Area pencarian ketiga yang potensial diidentifikasi menggunakan data dari operator radio amatir, yang pemancar WSPR-nya mengirimkan pulsa radio berdaya rendah ke seluruh dunia setiap dua menit. Ketika pesawat melewati sinyal-sinyal ini, dapat terjadi gangguan.

    Sebelumnya, insinyur kedirgantaraan Richard Godfrey menganalisis 130 gangguan sinyal tersebut di atas Samudra Hindia pada malam hilangnya MH370. Ia menyatakan bahwa gangguan itu dapat menunjukkan jalur terakhir pesawat tersebut.

    (fyk/afr)

  • Ada Peluang 0,001% Asteroid ‘Pembunuh Kota’ Tabrak Bumi

    Ada Peluang 0,001% Asteroid ‘Pembunuh Kota’ Tabrak Bumi

    Jakarta

    Sebuah asteroid berukuran selapangan sepak bola memiliki kemungkinan 0,001% menabrak Bumi. Angka ini turun dari prakiraan minggu lalu yang mencapai 3,1% kata NASA dan 2,8% kata European Space Agency (ESA).

    Seperti yang telah diperkirakan secara luas, pengamatan baru dari teleskop di seluruh dunia mempersempit area ketidakpastian di mana asteroid itu akan menghantam. Itu berarti, semakin memperkecil kemungkinan terjadinya hantaman langsung.

    Melansir ScienceAlert, ESA mengatakan peluangnya kini turun menjadi 0,001%. Mereka menambahkan bahwa tingkat ancaman pada Torino Impact Hazard Scale (Skala Bahaya Dampak Torino) kini berada di angka nol, setelah mencapai level tiga dari kemungkinan 10 pada minggu lalu.

    Asteroid itu, yang disebut 2024 YR4, ditemukan pada bulan Desember. Diperkirakan lebarnya 40-90 meter. Dengan ukuran sebesar ini, dia berpotensi menghancurkan sebuah kota.

    Jika diperkirakan, harusnya hantaman YR4 adalah 22 Desember 2032. Akan tetapi, kini sangat mungkin asteroid itu cuma bakal melintas melewati Bumi. Meskipun risikonya menurun drastis, Teleskop Luar Angkasa James Webb masih akan mengamati asteroid itu dalam beberapa bulan mendatang, kata ESA.

    Lebih lanjut, para ilmuwan telah menekankan bahwa meskipun asteroid itu sedang menuju ke arah kita, Bumi kini mampu melawan balik. Dalam uji coba pertama pertahanan planet kita, misi DART NASA berhasil mengubah lintasan asteroid yang tidak berbahaya pada tahun 2022 dengan menabrakkannya ke asteroid tersebut menggunakan pesawat antariksa.

    Richard Moissl, kepala kantor pertahanan planet ESA, mengatakan kepada AFP bahwa mengamati asteroid tersebut merupakan ‘latihan yang sangat menarik dan mendidik’.

    “Masih banyak ruang untuk perbaikan,” katanya sesudah memuji deteksi awal pada asteroid tersebut.

    Diberitakan sebelumnya, postingan NASA di X mengumumkan potensi asteroid 2024 YR4 turun menjadi 0,28% atau 1 berbanding 360. Estimasi terbaru ini dibuat berdasarkan data orbit asteroid terbaru yang dikumpulkan pada 18 Februari dan 20 Februari.

    “Pengamatan yang dilakukan pada malam hari tanggal 19-20 Februari terhadap asteroid 2024 YR4 telah menurunkan kemungkinannya menghantam Bumi pada tanggal 22 Desember 2032 menjadi 0,28%,” kata NASA dalam postingannya, seperti dikutip dari Space.com, Kamis (27/2/2025).

    (ask/afr)

  • 7 Fakta Mayjen Novi Helmy Prasetya, Danjen Akademi TNI yang Rangkap Jabatan Dirut Bulog

    7 Fakta Mayjen Novi Helmy Prasetya, Danjen Akademi TNI yang Rangkap Jabatan Dirut Bulog

    loading…

    Sertijab Danjen Akademi TNI dari Letjen TNI Rudianto kepada Mayjen TNI Novi Helmy Prasetya di Aula Gatot Subroto Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (21/2/2025). FOTO/INSTAGRAM PUSPEN TNI

    JAKARTA – Mayjen Novi Helmy Prasetya menjadi sorotan publik dalam beberapa waktu terakhir. Jenderal bintang dua itu jadi sorotan gara-gara rangkap jabatan, sipil dan militer, yakni sebagai Danjen Akademi TNI dan juga Direktur Utama Badan Urusan Logistik ( Dirut Bulog ).

    Mayjen TNI Novi Helmy Prasetya resmi menjabat sebagai Danjen Akademi TNI menggantikan Letjen TNI Rudianto. Sertijab yang dilaksanakan digelar di Aula Gatot Subroto Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (21/2/2025), dipimpin Kasum TNI Letjen TNI Richard Tampubolon.

    Dua jabatan sipil dan militer itu diberikan kepada Novi Helmy Prasetya belum lama ini. Lulusan Akademi Militer (Akmil) 1993 itu awalnya ditunjuk menjadi Danjen Akademi TNI pada mutasi TNI akhir Januari 2025. Penunjukkan Novi tertuang dalam Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/133/I/2025 tanggal 31 Januari 2025 mengenai pemberhentian dan pengangkatan dalam jabatan di tubuh TNI.

    Novi resmi menjabat Danjen Akademi TNI usai serah terima jabatan dengan Letjen TNI Rudianto pada 23 Februari 2025 di Aula Gatot Subroto Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (21/2/2025). Atas promosi jabatan itu, Novi Helmy berhak atas kenaikan pangkat menjadi Letjen TNI atau jenderal bintang 3.

    Di saat hampir bersamaan, Tentara kelahiran Bangkalan, 10 November 1971 itu juga ditunjuk menjadi Dirut Bulog. Penunjukkan Novi Helmy sebagai Dirut Bulog tertuang dalam dalam surat Keputusan Menteri BUMN Nomor: SK-30/MBU/02/2025 tanggal 7 Februari 2025.

    Rangkap jabatan itu kemudian menuai kritik dari masyarakat karena menurut UU TNI, prajurit hanya dapat menduduki jabatan sipil setelah mengundurkan diri atau pensiun dari dinas aktif keprajuritan. Lalu bagaimana sosok Novi Helmy Prasetya? Berikut ini fakta-faktanya.

    7 Fakta Dirut Bulog Mayjen Novi Helmy Prasetya

    1. Berasal dari Madura

    Mayjen Novi Helmy Prasetya lahir pada 10 November 1971 di Bangkalan (kabupaten yang terletak di Pulau Madura), Jawa Timur. Ia mulai menjalani karier di militer setelah lulus dari Akmil pada 1993 silam.

    2. Riwayat Pendidikan

    Riwayat pendidikan Mayjen Novi tidak hanya Akmil, tapi juga belajar hingga meraih sarjana Jurusan Ilmu Hubungan Internasional Unjani pada 2016. Ia kemudian melanjutkan pendidikan S2 di Ilmu Pemerintahan Unjani, hingga lulus pada 2019.

    3. Pernah Aktif di Satuan Paspampres

    Sepanjang kariernya di militer, Novi Helmy Prasetya sempat duduki beberapa posisi di Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Misalnya seperti Wadandenpam Paspampres dan Kasiops Paspampres Grup A.

    Novi juga pernah dipercaya menjadi Wadan Grup B Paspampres ketika masih berpangkat Letnan Kolonel dan Komandan Grup D Paspampres saat pangkatnya masih Kolonel.

    Baca juga: Mayjen Novi Helmy Resmi Jabat Danjen Akademi TNI, Marsda Djohn Amarul Jabat Aspers Panglima

    4.TerjunOperasi Timor Timur

    Selama berdinas di TNI Angkatan Darat sudah banyak penugasan operasi, antara lain penugasan dalam negeri melaksanakan Operasi Timor Timur 1996, Operasi Tribuana 1999 kemudian penugasan luar negeri melaksanakan Pengamanan VVIP RI 1 di Rusia (2013), Inggris (2004), dan Jerman (2015).

    5. Baru Jabat Danjen Akademi TNI

    Mayjen TNI Novi Helmy Prasetya resmi menjabat sebagai Danjen Akademi TNI menggantikan Letjen TNI Rudianto usai lakukan sertijab pada 21 Februari 2025 di Aula Gatot Subroto Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur.

    Sebelumnya, mutasi jabatan Mayjen Novi telah tertuang dalam Keputusan Panglima TNI Kep/133/I/2025 tertanggal 31 Januari 2025.

    6. Merangkap Dua Jabatan

    Selain menjabat Danjen Akademi TNI, Mayjen Novi diangkatnya sebagai Dirut Perum Bulog. Hal ini membuatnya merangkap dua jabatan strategis.

    Rangkap jabatan itu menuai banyak kritik lantaran Mayjen Novi yang masih aktif dalam jabatan sipil ini dinilai telah melanggar Pasal 47 ayat (1) UU TNI yang menyatakan “Prajurit hanya dapat menduduki jabatan sipil setelah mengundurkan diri atau pensiun dari dinas aktif keprajuritan”.

    7. Naik Pangkat Bintang 3

    Ditunjuknya Mayjen Novi sebagai Danjen Akademi TNI membuatnya cepat atau lambat akan menyandang pangkat jenderal bintang tiga atau Letnan Jenderal (Letjen). Hal ini sesuai dengan aturan TNI, di mana jabatan Danjen Akademi TNI hanya diduduki oleh Perwira Tinggi (Pati) berpangkat Letjen TNI.

    (abd)

  • TB Hasanuddin Desak Semua Prajurit TNI yang Terlibat Penyerangan Mapolres Tarakan Dihukum Berat – Halaman all

    TB Hasanuddin Desak Semua Prajurit TNI yang Terlibat Penyerangan Mapolres Tarakan Dihukum Berat – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, mengecam aksi penyerangan ke Markas Kepolisian Resor (Polres) Tarakan oleh sekelompok diduga anggota TNI terjadi pada Senin (24/2/2025) malam. 

    Hasanuddin pun meminta untuk menindak tegas dan menghukum berat semua prajurit yang terlibat penyerangan tersebut.

    “Kami mengecam penyerangan yang dilakukan puluhan oknum prajurit TNI tersebut,” kata Hasanuddin dalam keterangannya, Selasa (25/2/2025).

    Dia juga meminta Panglima Kodam setempat untuk mengambil tindakan keras kepada prajurit yang terlibat dalam serangan tersebut.

    “Kalau perlu beri hukuman keras dua tingkat keatas, beri tindakan kepada para Komandan Peleton, dan Komandan Kompi nya,” ujar Hasanuddin.

    Hasanuddin mengusulkan para komandan di tingkat bawah, seperti Komandan Peleton (Dan Ton) dan Komandan Kompi (Dan Kie), tinggal bersama prajurit di barak agar pengawasan terhadap prajurit dapat lebih optimal.

    Selain itu, dia juga menekankan pentingnya membangun komunikasi dan kerja sama yang baik antara prajurit TNI dengan aparat keamanan setempat.

    “Kemudian setiap satuan supaya mengadakan sosialisasi dan silaturahmi dengan pasukan-pasukan tetangga lain termasuk TNI dan Polri,” ucapnya.

    Kronologis Penyerangan

    Sebelumnya Senin (24/2/2025) malam, ketika sekitar 20 oknum anggota TNI menyerang Markas Polres Tarakan.

    Penyerangan ini menyebabkan lima anggota Polres mengalami luka-luka dan kerusakan pada fasilitas mako.

    Informasi yang diterima Tribunnews.com, pada pukul 22.45 Wita, sekelompok oknum TNI tiba di lokasi menggunakan truk berwarna hijau.

    Mereka kemudian turun dan berjalan menuju mako Polres Tarakan dengan membawa batu, kayu, dan besi.

    Setibanya di lokasi, mereka langsung menyerang anggota jaga, Bripda Muhammad Nur Rizky dan Bripda Rahmat Kurniawan, dengan alat yang dibawa.

    Setelah melakukan pemukulan, kelompok tersebut melanjutkan aksi pengerusakan di mako Polres Tarakan.

    Beberapa saat kemudian, mobil patroli tiba di lokasi, dan oknum TNI tersebut melanjutkan tindakan pengejaran terhadap anggota lainnya, termasuk Bripda I Putu Anugrah, yang mengalami pengeroyokan dan kehilangan senjata api.

    Akibat penyerangan ini, fasilitas Mako Polres Tarakan juga mengalami kerusakan, termasuk:

    Meja dan kursi di depan SPKT
    Kaca ruang SPKT dan ruang kapolres
    Pintu kaca ruangan ETLE dan jendela kaca ruang ETLE

    Dugaan Senjata

    Dalam penyerangan ini, oknum TNI diduga menggunakan senjata tajam seperti sangkur dan kerambit, serta senjata api laras pendek jenis airsoft gun.

    Sebanyak 5 personel Polres Tarakan mengalami luka yang mana saat ini masih dalam perawatan di RSUD Jusuf SK.

    Mereka adalah: 

    1. Nama : Muhammad Nur Rizky
    Luka yang dialami : Luka robek pada kepala bagian atas dan luka lebam pada lengan sebelah kiri

    2. Nama : I Putu Anugerah 
    Luka yang dialami : Luka robek pada kepala bagian belakang

    3. Nama : Fauzan Hidayat
    Luka yang dialami : Luka lebam pada kepala dan tangan 

    4. Nama : Rahmat Kurniawan
    Luka yang dialami : Luka lebam pada pipi sebalah kanan dan kiri serta luka lebam pada kedua belah lengan tangan  
     
    5. Nama : Richard Pasambo
    Luka yang dialami : Luka lebam pada kepala bagian kiri

    Dipicu Kesalahpahaman

    Terkait insiden ini, Komando Daerah Militer (Kodam) VI/Mulawarman, buka suara. 

    Kepala Penerangan Kodam VI/Mulawarman, Kolonel Kav Kristiyanto, mengatakan bahwa peristiwa tersebut terjadi akibat kesalahpahaman.

    “Kodam VI/Mulawarman bersama Korem 092/Mrl dan Brigif 24/BC telah mengambil langkah cepat dan terukur untuk menyelesaikan permasalahan ini secara profesional,” kata Kristiyanto dalam keterangan tertulis, Selasa (25/2/2025).

    Kristiyanto menuturkan, seluruh pihak, termasuk jajaran Polres Tarakan, telah berkoordinasi dan melakukan mediasi guna mencegah eskalasi lebih lanjut.

     

     

  • KPK Segera Periksa Ahmad Ali Nasdem, Berikut Jadwalnya

    KPK Segera Periksa Ahmad Ali Nasdem, Berikut Jadwalnya

    GELORA.CO -Setelah rumahnya digeledah, mantan Wakil Ketua Umum Partai Nasdem, Ahmad Ali bakal dipanggil tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis lusa, 27 Februari 2025.

    Direktur Penyidikan KPK, Asep Guntur Rahayu membenarkan jika tim penyidik akan memanggil dan mengagendakan pemeriksaan terhadap Ahmad Ali sebagai saksi kasus dugaan penerimaan gratifikasi mantan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Rita Widyasari (RW) pada Kamis lusa, 27 Februari 2025.

    “Apakah yang AA (Ahmad Ali) akan ini (diperiksa) lusanya, nah itu sama, tinggal ditunggu,” kata Asep kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Kav 4, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa, 25 Februari 2025.

    Selain itu, tim penyidik juga telah mengagendakan pemeriksaan terhadap Ketua Umum Majelis Pimpinan Nasional (MPN) Pemuda Pancasila (PP), Japto Soerjosoemarno pada Rabu besok, 26 Februari 2025.

    Pada Selasa, 4 Februari 2025, tim penyidik telah menggeledah rumah Japto dan Ahmad Ali. Dari rumah Japto, KPK menyita 11 mobil mewah, uang Rp56 miliar, dokumen, dan barang bukti elektronik (BBE) diduga hasil tindak pidana korupsi. 

    Sedangkan dari rumah Ahmad Ali, KPK menyita uang Rp3,4 miliar, tas dan jam branded, serta dokumen dan BBE.

    KPK saat ini tengah mengusut dugaan penerimaan gratifikasi Rita Widyasari yang diduga menerima 5 dolar AS per metrik ton batubara.

    Rita Widyasari juga telah ditetapkan sebagai tersangka TPPU bersama Komisaris PT Media Bangun Bersama, Khairudin pada 16 Januari 2018. Mereka diduga bersama-sama telah menerima dari sejumlah pihak, baik dalam bentuk fee proyek, fee perizinan, dan fee pengadaan lelang barang dan jasa APBD selama kurun masa jabatannya sebagai Bupati Kukar.

    Rita dan Khairudin diduga menguasai hasil tindak pidana korupsi dengan nilai sekitar Rp436 miliar. Mereka diduga telah membelanjakan penerimaan hasil gratifikasi berupa kendaraan yang diatasnamakan orang lain, tanah, dan uang ataupun dalam bentuk lainnya.

    Khairudin merupakan mantan Anggota DPRD Kukar, sekaligus salah satu anggota tim pemenangan Rita yang dikenal sebagai Tim 11.

    Dalam perkara gratifikasi dan TPPU, tim penyidik telah menyita uang pada Jumat, 10 Januari 2025. Uang yang disita berupa uang rupiah sebesar Rp350.865.006.126,78 (Rp350,86 miliar) yang disita dari 36 rekening atas nama tersangka dan pihak terkait lainnya.

    Selanjutnya dalam mata uang dolar Amerika Serikat (AS) sebesar 6.284.712,77 atau setara dengan Rp102.198.856.709,35 dengan kurs Rp16.261,5. Uang itu disita dari 15 rekening atas nama tersangka dan atas nama pihak-pihak terkait lainnya.

    Kemudian dalam mata uang dolar Singapura sebesar 2.005.082 atau setara dengan Rp23.799.020.036 dengan kurs Rp11.869,35. Uang itu disita dari 1 rekening atas nama pihak terkait lainnya. Sehingga jika ditotalkan, uang yang disita KPK adalah sebesar Rp476,86 miliar.

    Selain itu, KPK juga telah melakukan penyitaan terhadap 536 dokumen, bukti elektronik, serta kendaraan sebanyak 91 unit terdiri motor dan mobil berbagai merek, seperti Lamborghini, McLaren, BMW, Mercedes Benz dan lain-lain. Selain itu, tim penyidik juga menyita 5 bidang tanah dan bangunan, dan 30 Luxury Good berupa jam tangan berbagai merek, seperti Rolex berbagai type dan model, Hublot Big Bang, Chopard Mille, Richard Mille dan lain-lain.

    KPK mengungkapkan, bahwa ada lebih dari 100 izin pertambangan batubara yang dikeluarkan Rita Widyasari. Setiap izin yang keluar, Rita meminta kompensasi sebesar 3,5-5 dolar per metrik ton batubara hingga eksplorasi selesai.

    Uang gratifikasi itu diduga mengalir melalui PT BKS ke salah satu Ketua organisasi pemuda di Kalimantan Timur (Kaltim), yang juga rumahnya sudah digeledah dan ditemukan dokumen dan keterangan saksi adanya aliran uang ke pihak lain. Dari sana, uangnya juga diduga mengalir ke Japto dan Ahmad Ali. 

  • Besok KPK Periksa Pentolan PP Japto Soerjosoemarno

    Besok KPK Periksa Pentolan PP Japto Soerjosoemarno

    GELORA.CO -Usai rumahnya digeledah, Ketua Umum Majelis Pimpinan Nasional (MPN) Pemuda Pancasila (PP), Japto Soerjosoemarno dipanggil tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu besok, 26 Februari 2025.

    Direktur Penyidikan KPK, Asep Guntur Rahayu membenarkan jika tim penyidik memanggil dan mengagendakan pemeriksaan terhadap Japto sebagai saksi kasus dugaan penerimaan gratifikasi Rita Widyasari (RW) selaku mantan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar).

    “Apakah benar akan diperiksa besok? Kalau tidak salah memang kita terjadwalnya begitu ya,” kata Asep kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Kav 4, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa, 25 Februari 2025.

    Ia menyebutkan, pihaknya belum mendapatkan konfirmasi apakah Japto akan hadir atau tidak.

    “Ditunggu saja kehadirannya, hadir apa nggak besok,” pungkas Asep.

    Pada Selasa, 4 Februari 2025, tim penyidik telah menggeledah rumah Japto dan politikus Partai Nasdem, Ahmad Ali. Dari rumah Japto, KPK menyita 11 mobil mewah, uang Rp56 miliar, dokumen, dan barang bukti elektronik (BBE) diduga hasil tindak pidana korupsi. Sedangkan dari rumah Ahmad Ali yang merupakan mantan Wakil Ketua Umum Partai Nasdem, KPK menyita uang Rp3,4 miliar, tas dan jam branded, serta dokumen dan BBE.

    KPK saat ini tengah mengusut dugaan penerimaan gratifikasi Rita Widyasari yang diduga menerima 5 dolar AS per metrik ton batubara.

    Rita Widyasari juga telah ditetapkan sebagai tersangka TPPU bersama Komisaris PT Media Bangun Bersama, Khairudin pada 16 Januari 2018. Mereka diduga bersama-sama telah menerima dari sejumlah pihak, baik dalam bentuk fee proyek, fee perizinan, dan fee pengadaan lelang barang dan jasa APBD selama kurun masa jabatannya sebagai Bupati Kukar.

    Rita dan Khairudin diduga menguasai hasil tindak pidana korupsi dengan nilai sekitar Rp436 miliar. Mereka diduga telah membelanjakan penerimaan hasil gratifikasi berupa kendaraan yang diatasnamakan orang lain, tanah, dan uang ataupun dalam bentuk lainnya.

    Khairudin merupakan mantan Anggota DPRD Kukar, sekaligus salah satu anggota tim pemenangan Rita yang dikenal sebagai Tim 11.

    Dalam perkara gratifikasi dan TPPU, tim penyidik telah menyita uang pada Jumat, 10 Januari 2025. Uang yang disita berupa uang rupiah sebesar Rp350.865.006.126,78 (Rp350,86 miliar) yang disita dari 36 rekening atas nama tersangka dan pihak terkait lainnya.

    Selanjutnya dalam mata uang dolar Amerika Serikat (AS) sebesar 6.284.712,77 atau setara dengan Rp102.198.856.709,35 dengan kurs Rp16.261,5. Uang itu disita dari 15 rekening atas nama tersangka dan atas nama pihak-pihak terkait lainnya.

    Kemudian dalam mata uang dolar Singapura sebesar 2.005.082 atau setara dengan Rp23.799.020.036 dengan kurs Rp11.869,35. Uang itu disita dari 1 rekening atas nama pihak terkait lainnya. Sehingga jika ditotalkan, uang yang disita KPK adalah sebesar Rp476,86 miliar.

    Selain itu, KPK juga telah melakukan penyitaan terhadap 536 dokumen, bukti elektronik, serta kendaraan sebanyak 91 unit terdiri motor dan mobil berbagai merek, seperti Lamborghini, McLaren, BMW, Mercedes Benz dan lain-lain. Selain itu, tim penyidik juga menyita 5 bidang tanah dan bangunan, dan 30 Luxury Good berupa jam tangan berbagai merek, seperti Rolex berbagai type dan model, Hublot Big Bang, Chopard Mille, Richard Mille dan lain-lain.

    KPK mengungkapkan, bahwa ada lebih dari 100 izin pertambangan batubara yang dikeluarkan Rita Widyasari. Setiap izin yang keluar, Rita meminta kompensasi sebesar 3,5-5 dolar per metrik ton batubara hingga eksplorasi selesai.

    Uang gratifikasi itu diduga mengalir melalui PT BKS ke salah satu Ketua organisasi pemuda di Kalimantan Timur (Kaltim), yang juga rumahnya sudah digeledah dan ditemukan dokumen dan keterangan saksi adanya aliran uang ke pihak lain. Dari sana, uangnya juga diduga mengalir ke Japto dan Ahmad Ali.

  • Alhamdulillah, Persiku Tetap Bertahan di Liga 2 Setelah Kalahkan Persekat 2-1

    Alhamdulillah, Persiku Tetap Bertahan di Liga 2 Setelah Kalahkan Persekat 2-1

    TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Upaya Persiku Kudus untuk tetap bertahan di Liga 2 berakhir manis.

    Dalam pertandingan pemungkasnya babak playoff degradasi kontra Persekat Tegal di Stadion Wergu Wetan, Persiku berhasil menang dengan skor 2-1.

    Sepanjang pertandingan Persiku unggul penguasaan bola. Termasuk pada babak pertama Persiku cenderung menguasai pertandingan.

    Namun penguasaan permainan tidak mampu mengubah papan skor sampai babak turun minum.

    Di awal babak kedua, Persekat langsung tampil menyerang. Satu menit pertandingan babak kedua baru dimulai, Persekat berhasil membobol gawang Persiku melalui kaki Adilson Gancho Silva. Umpan terobosan yang diterima Silva mampu dikonversi menjadi gol. Skor berubah 0-1 untuk Persekat.

    Tertinggal satu gol, Persiku terus meningkatkan tempo serangan. Hingga akhirnya pada menit ke 52 sepakan pojok Antoni Putro Nugroho berhasil membobol gawang Persekat.

    Sepakan pojok Antoni sempat memantul. Untungnya bola mengalir ke dalam gawang PersSekat dan skor menjadi 1-1.

    Pada menit ke-77 pemain Persiku dijatuhkan di dalam kotak penalti. Wasit memberikan hadiah tendangan penalti pada Persiku.

    Tendangan penalti yang diambil oleh Richard Gadze dengan mulus mengoyak jala gawang Persekat. Skor pun berubah menjadi 2-1 sampai peluit panjang ditiup.

    Kemenangan Persiku pada laga pemungkasnya dalam playoff degradasi Liga 2 sekaligus mengukuhkan posisi tim kesayangan masyarakat Kudus tetap bertahan di Liga 2.

    Persiku menduduki puncak klasemen grup J dengan mengoleksi 16 poin. Sedangkan Persekat Tegal berada di posisi kedua dengan 13 poin. Meski demikian kedua tim ini sama-sama tetap bertahan di Liga 2.

    Menanggapi kemenangan tersebut Pelatih Persiku Alfiat mengatakan, kemenangan pada laga terakhir ini tidak lain merupakan buah dari kerja keras para pemain. Untuk itu Alfiat mengapresiasi kerja keras mereka.

    “Alhamdulillah syukur dapat 3 poin. Saya juga bersyukur pada suporter dan masyarakat Kudus yang selalu mendukung Persiku untuk bertahan di Liga 2. Semoga ke depan lebih bagus lagi,” kata Alfiat.

    Sementara itu Kapten Persiku Jajang Mulyana bersyukur karena Persiku terhindar dari degradasi dan tetap bertahan di Liga 2. Semua itu tidak lain karena dukungan dari berbagai pihak. Termasuk dari keluarga, pelatih, manajemen, dan ofisial.

    “Terima kasih kepada semua yang telah mendukung kami. Alhamdulillah Persiku tetap di Liga 2,” kata Jajang.

    Sementara itu Pelatih Persekat Tegal I Putu Gede mengatakan, anak asuhnya telah bermain maksimal. Terbukti dengan Persekat lebih dulu unggul meski kemudian harus menelan kekalahan.

    Meski demikian dia tetap bersyukur karena pertandingan berjalan lancar. Meskipun ada kendala karena tidak ada lampu penerang stadion sehingga kondisi lapangan cukup gelap karena posisi mendung.

  • Pangdam Mulawarman dan Kapolda Kaltara Tegas Selesaikan Kasus, Detik-detik Mapolres Tarakan Diserbu – Halaman all

    Pangdam Mulawarman dan Kapolda Kaltara Tegas Selesaikan Kasus, Detik-detik Mapolres Tarakan Diserbu – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha dan Kapolda Kalimantan Utara (Kaltara) Irjen Pol Hary Sudwijanto sepakat menindak tegas kasus penganiayaan terhadap lima anggota polisi Polres Tarakan.

    Lima korban mengalami luka-luka yang didominasi luka pada bagian kepala.

    Mereka dianiaya oleh sekitar 20 oknum TNI yang datang dengan satu truk menyerbu Mapolres Tarakan pada Senin (24/2/2025) malam.

    Selain menganiaya lima polisi, rombongan oknum TNI kabarnya juga merusak fasilitas mapolres.

    Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha, melalui Kapendam VI Mulawarman, Kolonel Kav Kristiyanto, membenarkan kejadian tersebut.

    “Memang benar semalam kami mendapat informasi bahwa di Tarakan terjadi insiden antara oknum anggota TNI dengan Polri,” jelasnya saat dikonfirmasi Tribunkaltim.co, Selasa (25/2/2025) pagi.

    “Namun, itu masih dugaan dan saat ini sedang diperiksa lebih lanjut,” ujarnya.

    Ia juga menyebut, Pangdam VI Mulawarman telah berkoordinasi dengan Kapolda Kaltara, serta Danrem 091 yang membawahi wilayah Tarakan, untuk menyelesaikan kasus ini.

    Saat ini kata dia, oknum-oknum yang diduga terlibat dalam penyerangan telah dipanggil dan diperiksa oleh pihak Subdenpom di Tarakan.

    “Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Hasilnya akan kami informasikan kemudian,” tambahnya.

    Disinggung mengenai motif dari insiden penyerangan tersebut, Kapendam belum menjabarkan secara detil karena masih dalam tahapan penyelidikan.

    “Belum (motifnya) belum tau, karena ini kan masih penyelidikan, yang jelas itu kemungkinan ada kaitannya dengan kesalahpahaman yang dulu-dulu,”pungkasnya.

    Sebelumnya, insiden penyerangan mapolres Tarakan itu sempat terekam video oleh warga dan kemudian tersebar di berbagai media sosial termasuk grup WhatsApp. 

    Kapendam juga mengatakan bahwa saat ini pihak Kodam IV Mulawarman dan Kodim Tarakan sedang melakukan koordinasi dengan pihak Polres Tarakan dan Polda Kaltara guna menyelesaikan persoalan ini.

    Detik-detik Mapolres Diserang

    MENCEKAM – Detik-detik mencekam saat orang tak dikenal masuk ke Polres Tarakan dan melakukan penyerangan hingga pemukulan kepada personel Polres Tarakan, Senin (24/2/2025) malam. DOKUMENTASI ISTIMEWA (Tangkapan layar via Tribun Kaltara)

    Markas Polres Tarakan diserang sekelompok oknum diduga oknum Anggota TNI sekitar pukul 23.00 WITA.

    Dalam insiden tersebut lima personel Polres Tarakan dilaporkan mengalami luka-luka dan sejumlah fasilitas kantor rusak.

    Informasi yang dihimpun, sekitar pukul 22.45 WITA, sekelompok oknum TNI yang berjumlah sekitar 20 orang tiba di depan Bank Mandiri di Jalan Yos Sudarso menggunakan truk berwarna hijau.

    Mereka kemudian berjalan kaki menuju Mako Polres Tarakan sambil membawa batu, kayu, dan besi.

    Setibanya di Polres Tarakan, kelompok tersebut langsung melakukan pemukulan terhadap dua anggota polisi yang sedang berjaga, yakni Bripda Muhammad Nur Rizky dan Bripda Rahmat Kurniawan.

    Tak hanya itu, mereka juga melakukan perusakan terhadap fasilitas di kantor kepolisian tersebut.

    Saat patroli piket tiba di lokasi, situasi semakin memanas.

    Oknum anggota TNI tersebut mengejar anggota polisi berpakaian dinas hingga ke Jalan Yos Sudarso, tepatnya di sekitar McDonald’s.

    Bripda I Putu Anugerah menjadi korban pengeroyokan, bahkan senjata laras panjang yang dibawanya turut dirampas.

    Akibat kejadian ini, lima anggota Polres Tarakan mengalami luka-luka dan saat ini masih menjalani perawatan di RSUD Jusuf SK.

    Berikut identitas korban dan luka yang dialami:

    1.Bripda Muhammad Nur Rizky – Luka robek di kepala bagian atas dan lebam di lengan kiri.

    2.Bripda I Putu Anugerah – Luka robek di kepala bagian belakang.

    3.Bripda Fauzan Hidayat – Luka lebam di kepala dan tangan.

    4.Bripda Rahmat Kurniawan – Luka lebam di pipi kanan-kiri dan kedua lengan.

    5.Bripda Richard Pasambo – Luka lebam di kepala bagian kiri.

    Selain menyebabkan korban luka, penyerangan ini juga mengakibatkan kerusakan di beberapa bagian kantor Polres Tarakan, meja dan kursi di depan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT)

    Selain itu, kaca ruang SPKT Polres Tarakan.

    Dua kaca ruang Kapolres Tarakan.

    Satu pintu kaca ruang Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).

    Dalam insiden ini, para pelaku diduga menggunakan berbagai alat untuk melakukan serangan, antara lain batu, kayu, besi, serta diduga membawa senjata api laras pendek (airsoft gun) dan senjata tajam seperti sangkur dan kerambit.

    7 Titik Kerusakan

    RUSAK PARAH – Salah satu titik kerusakan yang terparah pasca insiden penyerangan Mako Polres Tarakan yang dilakukan oknum TNI, tadi malam, Selasa (24/2/2025).

    Situasi Mako Polres Tarakan pasca penyerangan yang dilakukan sekelompok Oknum TNI kini aktivitas kembali normal. 

    Terlihat ada tujuh titik  kerusakan yang terjadi di Mako Polres Tarakan.  

    Pantauan TribunKaltara.com, Selasa (25/2/2025) tampak Mako Polres Tarakan kondusif, sejak pagi tadi hingga siang ini pukul 09.48 WITA. Beberapa masyarakat hilir mudik masuk dan keluar dari Mako Polres Tarakan untuk melakukan pengurusan administrasi.

    Terlihat personel polisi ditempatkan lebih banyak dari biasanya. Bahkan personel dari Polisi Militer (POM) ikut berjaga di lokasi. Begitu juga alutsista berupa mobil Ditsamapta yang disiagakan di halaman Mako Polres Tarakan. 

    Tampak ada tujuh kerusakan di Mako Polres Tarakan.

    Pertama di pintu penjagaan, kipas, kursi dan menja mengalami kerusakan. 

    Kedua, di dinding kaca ruang SPKT Polres Tarakan sebelah kanan dengan ketebalan 9 sentimeter pecah diduga dihantam kayu.

    Ketiga, dinding 1,5 meter dan tinggi 3 meter serta pintu penerimaan laporan SPKT.juga rusak parah.

    Keempat dan kelima di gedung utama Mako Polres Tarakan ada tiga sisi dinding kaca pecah. 

    Keenam, pintu masuk ruang pelayanan terpadu front office ETLE rusak begitu pula dengan bagian pintu kiri terbuat dari kaca pecah rusak berlubang.

    Ketujuh, dua jendela yang terbuat dari kaca pecah. Semua kerusakan diperkirakan 100 persen dan harus diganti kaca baru. 

    Sampai pukul 09.55 WITA, belum ada keterangan resmi dari Kapolres Tarakan terkait kronologi kejadian penyerangan Mako Polres Tarakan. 

    Di lokasi kejadian perkara (TKP) dari Pom AD sudah melakukan olah TKP begitu pula dengan Polres Tarakan. 

    Terlihat Dandim 0907 Tarakan memasuki ruang Kapolres Tarakan. Begitu juga dari perwakilan Polda Kaltara. Sampai saat ini dari Kapolres Tarakan belum berhasil diwawancarai. Awak media masih menunggu keterangan resmi. 

    Sebagian artikel ini telah tayang di TribunKaltara.com dengan judul Ada Tujuh Titik Kerusakan di Mako Polres Tarakan Pasca Penyerangan, Situasinya Kini Kembali Normal

    (Tribunnews.com/Tribunkaltim.co/Zainul Marsyafi/TribunKaltara.com/Andi Pausiah)