Tag: Richard

  • Febri Diansyah Sempat Jadi Rival Ronny Talapessy di Kasus Ferdy Sambo, Kini Bersatu Bela Hasto – Halaman all

    Febri Diansyah Sempat Jadi Rival Ronny Talapessy di Kasus Ferdy Sambo, Kini Bersatu Bela Hasto – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Eks Juru Bicara KPK, Febri Diansyah resmi bergabung dengan tim hukum Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dalam kasus dugaan korupsi dan perintangan penyidikan eks Politisi PDIP Harun Masiku.

    Dengan bergabungnya Febri ke tim hukum Hasto, maka ia akan bergabung juga dengan Ronny Talapessy.

    Padahal sebelumnya Febri dan Ronny merupakan rival dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir J atau Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.

    Saat itu, Febri menjadi kuasa hukum pihak Eks Kabid Propam Polri Ferdy Sambo yang kini telah menjadi terpidana dalam kasus tersebut..

    Sementara itu Ronny merupakan kuasa hukum dari Bharada E atau Richard Eliezer yang merupakan justice collaborator dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir J.

    Menanggapi hal ini, Febri menegaskan dirinya dan Ronny sama-sama berprofesi sebagai advokat.

    Untuk itu mereka akan bekerja secara profesional dalam menangani suatu kasus hukum.

    Febri menyebut, advokat tak bisa diidentikan dengan salah satu sosok klien.

    Sehingga tak menutup kemungkinan advokat yang sebelumnya menjadi rival, bisa bersatu dalam tim hukum yang sama dalam menangani kasus lainnya.

    Selama membela klien, Febri juga menekankan sikap profesional advokat dalam melihat fakta hukum.

    “Saya advokat, Bang Arman Hanis advokat, Bang Ronny Talapessy juga advokat. Mungkin ini bisa jadi proses pembelajaran bersama. Bahwa advokat itu bekerja secara profesional dan ada satu prinsip dasar dalam dunia advokat.”

    “Advokat itu tidak bisa diidentikan dengan klien. Bahwa ada perbedaan pendapat saat menangani kasus yang lain, kami tetap profesional untuk melihat fakta-fakta hukum yang ada,” kata Febri dilansir Kompas TV, Kamis (13/3/2025).

    Lebih lanjut Febri menuturkan, kini ia bersama Ronny akan fokus pada aspek hukum dalam kasus Hasto Kristiyanto secara profesional.

    Febri menilai bersatunya dirinya dengan Ronny dalam membela Hasto ini juga bisa menjadi pembelajaran bagi semua pihak.

    Bahwa seorang advokat akan bekerja dan menjalankan tugasnya secara profesional.

    “Dan sekarang kami bersama Bang Ronny Talapessy dalam satu tim hukum, tentu saja kami akan fokus pada aspek hukumnya secara profesional.”

    “Jadi ini juga pembelajaran bagi kita semua, bagi teman-teman kami juga di kalangan advokat tidak bisa diidentikan dengan klien, itu tertulis jelas di kode etik advokat, di undang-undang advokat juga ada jaminan tersebut. Dan juga advokat menjalankan tugasnya secara profesional,” tegas Febri.

    Alasan Bela Hasto Kristiyanto Hadapi KPK

    Adkovat Febri Diansyah mengungkap alasan dirinya membela Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, pada sidang menghadapi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

    Ketika ditanya soal alasannya bergabung dengan tim hukum Hasto, Febri pun sempat menyebut nama Todung Mulya Lubis.

    Todung Mulya Lubis tidak lain adalah koordinator tim hukum Hasto Kristiyanto dalam kasus ini.

    “Katakanlah Bang Todung tokoh antikorupsi dan menangani kasus korupsi karena melihat begitu banyak persoalan dari aspek hukum dalam proses penanganan perkara ini dan juga dari substansinya,” kata Febri, di Kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat, Rabu (12/3/2025).

    “Kalau terkait kami masuk ke tim hukum, proses persidangan perkara pokok ini tentu sebelumnya sudah ada diskusi dan kami mempelajari terlebih dahulu,” imbuhnya.

    Sebelum memutuskan bergabung dengan tim hukum Hasto, Febri pun mengaku sudah mempelajari dua putusan pengadilan yang sudah berkekuatan hukum tetap.

    Berdasarkan kasus yang dipelajarinya, pria yang pernah menjadi Juru Bicara KPK itu menilai jika Hasto tidak berperan dalam kasus suap pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR dan perintangan penyidikan.

    “Di putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap untuk tiga orang terdakwa tersebut sebetulnya sangat jelas tidak ada peran Pak Hasto, yang kemudian yang bisa membuat pak Hasto dijerat sebagai pemberi suap,” ungkap Febri.

    Dalam kesempatan yang sama, Todung Mulya Lubis, mengatakan jika Hasto Kristiyanto adalah tahanan politik (tapol).

    Todung meminta KPK untuk menjaga marwahnya serta menghormati hukum dan hak asasi manusia (HAM) secara sungguh-sungguh.

    Dia juga mengingatkan lembaga antirasuah tersebut tidak melakukan penyalahgunaan wewenang atas nama pemberantasan korupsi.

    “Oleh Karena itulah, kami dari tim penasihat hukum dan keluarga besar PDIP dengan tekad yang yakin menyimpulkan perkara ini adalah kasus politik dan Hasto Kristiyanto adalah korban tahanan politik,” kata Todung.

    “Yang tadi saya sebutkan dipersekusi dan diadili dengan malicious intention,” ujarnya.

    Todung pun berharap majelis hakim yang akan mengadili bisa memutuskan perkara ini dengan prinsip keadilan.

    “Sebab, buat saya kasus ini tidak semata-mata menyangkut Hasto Kristiyanto kasus ini taruhannya adalah integritas hukum, keadilan dan masa depan pemberantasan korupsi di Indonesia,” tegas Todung.

    (Tribunnews.com/Faryyanida Putwiliani/Alfarizy Ajie Fadhillah)

    Baca berita lainnya terkait Hasto Kristiyanto dan Kasusnya.

  • JATIM TERPOPULER:  Mudik Gratis Pemprov Jatim – Warga Tuban Bacok Tetangga Gegara Lampu Motor

    JATIM TERPOPULER: Mudik Gratis Pemprov Jatim – Warga Tuban Bacok Tetangga Gegara Lampu Motor

    TRIBUNJATIM.COM – Kumpulan berita peristiwa yang terjadi di Jawa Timur (Jatim) tersangkum dalam berita terpopuler Jatim, Kamis 13 Maret 2025.

    Berita pertama, Pemprov Jatim kembali menggelar program Mudik Gratis Lebaran 1446 H bagi warga Jawa Timur.

    Selanjutnya berita warga Desa Karang Tengah, Kecamatan Jatirogo, Kabupaten Tuban, Jawa Timur bacok tetangganya sendiri. Tak terima ditegur karena masalah lampu motor.

    Ada juga berita mengenai Polres Gresik menyampaikan perkembangan terbaru dalam penyelidikan kerangka manusia di dalam mobil terparkir di Aspol Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

    Berikut selengkapnya berita terpopuler Jatim hari ini, Kamis (13/3/2025) di TribunJatim.com.

    1. Mudik Gratis 2025 Digelar Pemprov Jatim, Ada Angkutan via Darat dan Laut, ini Jadwal Pendaftaran

    Pemprov Jatim kembali menggelar program Mudik Gratis Lebaran 1446 H bagi warga Jawa Timur yang ingin pulang kampung untuk merayakan Idulfitri 2025 ini bersama keluarga.  (Istimewa)

    Pemprov Jatim kembali menggelar program Mudik Gratis Lebaran 1446 H bagi warga Jawa Timur yang ingin pulang kampung untuk merayakan Idulfitri 2025 ini bersama keluarga. 

    Program ini bertujuan untuk memberikan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan gratis bagi masyarakat, sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas selama arus mudik dan arus balik.

    Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk kepedulian Pemprov Jatim dalamnya membantu masyarakat, terutama mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi. 

    Dengan adanya Mudik Gratis, lanjut Khofifah, diharapkan beban biaya perjalanan warga dapat berkurang dan mereka bisa sampai di kampung halaman dengan lebih aman, nyaman dan bahagia. 

    “Mudik Gratis ini adalah bagian dari komitmen kami untuk melayani masyarakat Jawa Timur. Kami ingin memastikan bahwa warga bisa mudik dengan aman, nyaman dan bahagia tanpa harus terbebani biaya transportasi saat mudik. Selain itu, program ini juga membantu mengurangi risiko kecelakaan di jalan akibat tingginya volume kendaraan pribadi,” ujar Gubernur Khofifah disela-sela kunjungan kerja ke Maluku Utara, Selasa (12/3/2025). 

    Baca selengkapnya

    2. Gara-gara Lampu Motor yang Menyilaukan, Warga Tuban Tega Bacok Tetangga

    BACOK TETANGGA – Choirul, warga Desa Karang Tengah, Kecamatan Jatirogo, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, tengah mendapatkan perawatan di rumah sakit usai dibacok tetangganya, Selasa (11/3/2025). Pasca perawatan, Choirul melaporkan kejadian yang dialami ke pihak berwajib. (Istimewa/TribunJatim.com)

    Tak terima ditegur karena masalah lampu motor, warga Desa Karang Tengah, Kecamatan Jatirogo, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, nekat membacok tetangganya sendiri.

    Diketahui, kejadian pembacokan ini terjadi pada Selasa (11/3/2025) sekitar pukul 17.40 WIB.

    Menurut Kapolsek Jatirogo, AKP Eko Sumartono, aksi pembacokan bermula saat korban Choirul Anam (34) sedang pulang dari sawah berpapasan dengan terlapor Imam Safi’i (32).

    Saat itu, headlamp motor yang dikendarai Imam membuat silau mata Choirul.

    Atas hal tersebut, Choirul menegur Imam.

    “Berawal saat kedua orang ini pulang dari sawah, kemudian berpapasan dan lampu motor terlapor menyilaukan mata Choirul. Choirul pun menegur Imam dengan kalimat yang cukup kasar,” ujar Eko kepada wartawan, Rabu (12/3/2025).

    Setelah kejadian itu, Imam yang merasa tak terima atas kalimat yang dilontarkan Choirul kemudian pulang dan mengambil sebilah pedang untuk mendatangi rumah Choirul.

    Baca selengkapnya

    3. Update Temuan Kerangka Manusia dalam Mobil di Aspol Polsek Gresik, Perkiraan Umur 50-60 Tahun

    KERANGKA DI ASPOL – Penampakan kerangka jasad laki-laki dari dalam mobil di Aspol Polsek Ujungpanhkah, Gresik, Rabu (12/3/2025). Kerangka tersebut merupakan laki-laki dengan tinggi 153-163 cm dengan perkiraan usia 50-60 tahun. (tribunjatim.com/Willy Abraham)

    Polres Gresik menyampaikan perkembangan terbaru dalam penyelidikan kerangka manusia di dalam mobil terparkir di Aspol Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

    Polres Gresik sudah melakukan olah TKP, mengumpulkan barang bukti, serta memasang garis polisi di Asrama Polisi (Aspol) Polsek Ujungpangkah.

    Tim forensik yang bertugas Tim Dokter Forensik Polda Jatim (Spesialis forensik dr Tuti Purwanti SpFM dan dari RS Ibnu Sina dr Nily Sulistyorini SpFM.

    Hasil temuan sementara dari dokter forensik adalah jenazah berupa kerangka tanpa ada barang melekat. Terdapat sarung merk BKS motif kotak warna coklat.

    Jumlah tulang belulang lengkap tidak ditemukan tanda kekerasan. Jaringan lunak hancur. Ciri khas : rambut hitam lurus panjang 7cm, tulang jari kiri melengkung, tulang jari manis kanan melengkung, gigi rahang atas tongos, gigi geraham bawah kanan dan kiri hilang sebelum meninggal (bogang).

    Perkiraan panjang badan(dari tulang paha dan tulang kering kiri)153-163 Cm. Pemeriksaan tambahan tes uji racun dan tes DNA tulang selangka kiri. Perkiraan umur hasil pemeriksaan gigi dan tulang antara 50 – 60 tahun.

    “Satreskrim Polres Gresik juga telah memeriksa saksi di sekitar asrama, sementara Propam Polda Jatim telah melakukan pemeriksaan terhadap pemilik kendaraan yang lama tidak digunakan,” ujar Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu.

    Baca selengkapnya

    Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews Tribunjatim.com

  • Fakta Baru Penemuan Kerangka Manusia di Aspol Gresik, Temuan Sarung Mirip Milik ODGJ yang Hilang

    Fakta Baru Penemuan Kerangka Manusia di Aspol Gresik, Temuan Sarung Mirip Milik ODGJ yang Hilang

    Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Willy Abraham

    TRIBUNJATIM.COM, GRESIK – Sarung yang ditemukan dari dalam mobil yang terparkir di Aspol Polsek Ujungpangkah, Gresik, mirip dengan milik ODGJ yang sering lewat.

    ODGJ tersebut sering jalan kaki di wilayah Banyuurip Ujungpangkah.

    Hal ini disampaikan oleh Mohammad Latif pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Hikmah, Ujungpangkah.

    Diketahui sarung dengan merk BKS itu ada di dalam mobil. Mobil yang berisi kerangka manusia yang sudah tulang belulang. Latif sapaan akrabnya tidak asing dengan motif sarung tersebut.

    “Pakai sarung motif batik, biasanya diselempang, orangnya tidak pakai pakaian. Saya terakhir mengetahui (melihat) bulan 10 (Oktober),” ujarnya, Rabu (12/3/2025).

    Sejak bulan Oktober 2024 hingga Maret 2025 dia sudah tidak melihat lagi, ODGJ tersebut berjalan kaki. Biasanya juga riwa-riwi di depan Polsek Ujungpangkah.

    Berdasarkan hasil identifikasi awal, kerangka manusia tersebut adalah seorang laki-laki.

    “Orang gila, laki-laki. Biasanya riwa-riwi depan Polsek (Ujungpangkah),” kata dia.

    Nah, kadang-kadang warga memberikan makan kepada ODGJ tersebut.

    Diketahui Polres Gresik sudah melakukan olah TKP, mengumpulkan barang bukti, serta memasang garis polisi di Asrama Polisi (Aspol) Polsek Ujungpangkah.

    Tim Dokter Forensik Polda Jatim (Spesialis forensik dr Tuti Purwanti SpFM dan dari RS Ibnu Sina dr Nily Sulistyorini SpFM sudah datang ke lokasi.

    Hasil temuan sementara dari dokter forensik adalah :
    – Jenazah berupa kerangka tanpa ada barang melekat.
    – Sarung merk BKS motif kotak warna coklat
    – Jumlah tulang belulang lengkap tdk ditemukan tanda kekerasan.
    – Jaringan lunak hancur
    – Ciri khas : rambut hitam lurus panjang 7cm, tulang jari kiri melengkung, tulang jari manis kanan melengkung, gigi rahang atas tongos, gigi geraham bawah kanan dan kiri hilang sebelum meninggal(bogang)
    – Perkiraan panjang badan(dari tulang paha dan tulang kering kiri)153-163 Cm.
    – Pemeriksaan tambahan tes uji racun dan tes DNA tulang selangka kiri
    – Perkiraan umur hasil pemeriksaan gigi dan tulang antara 50 – 60 tahun.

    “Satreskrim Polres Gresik juga telah memeriksa saksi di sekitar asrama, sementara Propam Polda Jatim telah melakukan pemeriksaan terhadap pemilik kendaraan yang lama tidak digunakan,” ujar Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu.

    Kemudian melakukan pemeriksaan mobil yang sudah lama rusak,betul mobil tersebut milik Aipda Yudi. Hasil forensik akan segera disampaikan setelah uji DNA selesai.

    “Dari hasil forensik akan dilakukan pencocokan kepada ciri-ciri orang yang sering main ke Aspol Ujungpangkah.Apabila ada informasi terkait penemuan kerangka manusia silahkan hubungi Polsek/Sat reskrim Polres Gresik,” tutupnya.

  • Dua Pengacara yang Sempat Berlawanan di Kasus Sambo Kini Bersatu Bela Hasto Kristiyanto Hadapi KPK – Halaman all

    Dua Pengacara yang Sempat Berlawanan di Kasus Sambo Kini Bersatu Bela Hasto Kristiyanto Hadapi KPK – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto akan menjalani sidang pembacaan dakwaan terkait kasus dugaan korupsi dan perintangan penyidikan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta pada Jumat 14 Maret 2025.

    Yang menarik, dua pengacara yang sempat berlawanan pada kasus Ferdy Sambo akan bahu membahu membela Hasto untuk menghadapi KPK.

    Mereka adalah Febri Diansyah dan Ronny Talapessy. Saat itu Febri adalah pengacara dari istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi. 

    Sementara, Ronny berada di kubu lain dengan menjadi pengacara Bharada Richard Eliezer alias Bharada E.

    Febri Diansyah resmi menjadi satu dari 17 nama pengacara yang tergabung dalam tim hukum Hasto Kristiyanto.

    Ketika ditanya soal alasannya bergabung dengan tim hukum Hasto, Febri pun sempat menyebut nama Todung Mulya Lubis.

    Todung Mulya Lubis sendiri tidak lain adalah koordinator tim hukum Hasto Kristiyanto dalam kasus ini.

    “Katakanlah Bang Todung tokoh antikorupsi dan menangani kasus korupsi karena melihat begitu banyak persoalan dari aspek hukum dalam proses penanganan perkara ini dan juga dari substansinya,” kata Febri, di Kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat, Rabu (12/3/2025).

    “Kalau terkait kami masuk ke tim hukum, proses persidangan perkara pokok ini tentu sebelumnya sudah ada diskusi dan kami mempelajari terlebih dahulu,” imbuhnya.

    Sebelum memutuskan bergabung dengan tim hukum Hasto, Febri pun mengaku sudah mempelajari dua putusan pengadilan yang sudah berkekuatan hukum tetap.

    Berdasarkan kasus yang dipelajarinya, pria yang pernah menjadi Juru Bicara KPK itu menilai jika Hasto tidak berperan dalam kasus suap pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR dan perintangan penyidikan.

    “Di putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap untuk tiga orang terdakwa tersebut sebetulnya sangat jelas tidak ada peran Pak Hasto, yang kemudian yang bisa membuat pak Hasto dijerat sebagai pemberi suap,” ungkap Febri.

    Dalam kesempatan yang sama, Todung Mulya Lubis, mengatakan jika Hasto Kristiyanto adalah tahanan politik (tapol).

    Todung meminta KPK untuk menjaga marwahnya serta menghormati hukum dan hak asasi manusia (HAM) secara sungguh-sungguh.

    Dia juga mengingatkan lembaga antirasuah tersebut tidak melakukan penyalahgunaan wewenang atas nama pemberantasan korupsi.

    “Oleh Karena itulah, kami dari tim penasihat hukum dan keluarga besar PDIP dengan tekad yang yakin menyimpulkan perkara ini adalah kasus politik dan Hasto Kristiyanto adalah korban tahanan politik,” kata Todung.

    “Yang tadi saya sebutkan dipersekusi dan diadili dengan malicious intention,” ujarnya.

    Todung pun berharap majelis hakim yang akan mengadili bisa memutuskan perkara ini dengan prinsip keadilan.

    “Sebab, buat saya kasus ini tidak semata-mata menyangkut Hasto Kristiyanto kasus ini taruhannya adalah integritas hukum, keadilan dan masa depan pemberantasan korupsi di Indonesia,” tegas Todung.

    KPK Kerahkan 12 Jaksa

    Pihak KPK menyatakan akan menurunkan kekuatan besar untuk menghadapi kasus Hasto ini di persidangan. 

    Sebanyak 12 jaksa penuntut umum (JPU) akan terlibat dalam sidang yang akan digelar di ruang Prof. Dr. H. Muhammad Hatta Ali Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

    Para jaksa KPK itu di antaranya Surya Dharma Tanjung, Rio Frandy, Wawan Yunarwanto, dan Nur Haris Arhadi, yang akan memimpin jalannya persidangan.

    Sidang ini menjadi sorotan besar karena berpotensi membuka tabir lebih dalam mengenai politik praktis di Indonesia, terutama terkait dengan pengurusan PAW yang kontroversial.

    Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta telah menetapkan jadwal sidang perdana pembacaan dakwaan bagi Hasto pada Jumat, 14 Maret 2025. 

    Terdapat dua perkara yang menjeratnya, yakni dugaan suap dalam pengurusan pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR periode 2019–2024 serta dugaan perintangan penyidikan.

    Dalam kasus suap PAW, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga menetapkan advokat PDIP, Donny Tri Istiqomah, sebagai tersangka. Namun, hingga kini, Donny belum ditahan oleh KPK.

    Kasus ini merupakan pengembangan dari perkara yang lebih dahulu menjerat eks Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan, serta mantan calon legislatif PDIP, Harun Masiku, yang hingga kini masih buron.

    Suap tersebut diduga diberikan agar Harun Masiku dapat ditetapkan sebagai anggota DPR melalui mekanisme PAW.

    Dalam kasus ini, Hasto bersama Donny, Harun Masiku, dan Saeful Bahri diduga berperan dalam pemberian uang Rp 600 juta kepada Wahyu Setiawan melalui perantara Agustiani Tio Fridelina.

    Selain perkara suap, Hasto juga didakwa melakukan upaya perintangan penyidikan. Dia disebut-sebut mengumpulkan sejumlah saksi yang berkaitan dengan Harun Masiku dan mengarahkan mereka agar tidak memberikan keterangan yang sebenarnya kepada penyidik.

    Bahkan, dalam operasi tangkap tangan terhadap Harun Masiku, Hasto disebut memerintahkan seorang penjaga rumah bernama Nur Hasan untuk menghubungi Harun dan menyarankan agar merendam ponselnya dalam air serta segera melarikan diri.

     

  • Ini Ciri-Ciri Kerangka Mayat di Asrama Polsek Ujungpangkah Gresik

    Ini Ciri-Ciri Kerangka Mayat di Asrama Polsek Ujungpangkah Gresik

    Gresik (beritajatim.com)- Tim Dokter Forensik Polda Jatim dan RSUD Ibnu Sina Gresik berhasil mengungkap ciri-ciri kerangka mayat di Asrama Polsek Ujungpangkah. Berdasarkan hasil forensik, jumlah tulang belulang yang dikumpulkan tidak ditemukan adanya kekerasan. Hal ini dikatakan oleh tim dokter forensik dr Tuti Purwanti, SpFM dari Polda Jatim.

    “Selain tidak adanya tanda kekerasan. Mayat yang sudah kerangka tersebut rambutnya lurus panjang. Tulang jari kiri melengkung, tulang jari manis kanan melengkung, gigi rahang atas tongos, gigi geraham bawah kanan dan kiri hilang sebelum meninggal,” ujar Tuti Purwanti, Rabu (12/3/2025).

    Ciri-ciri lainnya lanjut Tuti, perkiraan tinggi badan sekitar 153-163 centimeter. Sedangkan perkiraan umur hasil pemeriksaan gigi dan tulang antara 50-60 tahun.

    Sementara itu, Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu menuturkan, terkait dengan kejadian ini pihaknya juga telah memeriksa saksi di sekitar asrama Polsek Ujungpangkah. “Propam Polda Jatim telah melakukan pemeriksaan terhadap pemilik kendaraan yang lama tidak digunakan atas nama Aipda Yudi,” tuturnya.

    Ia menambahkan, hasil forensik akan segera disampaikan setelah uji DNA selesai. Semua itu, nantinya dicocokan terhadap ciri-ciri orang yang sering main ke Asrama Polsek Ujungpangkah. “Apabila ada informasi terkait penemuan kerangka manusia silahkan hubungi kami guna dicocokan DNA-nya,” imbuhnya

    Seperti diketahui, penemuan kerangka mayat di dalam yang diparkir di Asrama Polsek Ujungpangkah menghebohkan warga. Pasalnya, kerangka manusia itu berada di lingkungan institusi kepolisian. [dny/kun]

  • Kronologi Penemuan Kerangka Manusia dalam Mobil di Aspol Gresik, Korban Berjenis Kelamin Laki-laki – Halaman all

    Kronologi Penemuan Kerangka Manusia dalam Mobil di Aspol Gresik, Korban Berjenis Kelamin Laki-laki – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Penemuan kerangka manusia di dalam mobil Aipda Yudi Setiawan, mantan Kanit Reskrim Ujungpangkah Polres Gresik, Jawa Timur pada Senin (10/3/2025) siang, masih menjadi misteri.

    Kerangka manusia itu ditemukan di dalam mobil Honda Civic yang terparkir di rumah yang berada di Aspol Polsek Ujungpangkah.

    Polisi hingga saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan tim Bid Dokkes Polda Jatim untuk mengetahui identitas dan penyebab kematian korban.

    Kronologi Penemuan Kerangka

    Awalnya, pada Senin (10/3/2025) siang, Aipda Yudi Setiawan meminta seorang petugas di Polsek Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur bernama Gita Nurani untuk mengambil accu atau aki mobil yang terpasang di mobil Honda Civic miliknya itu.

    Ketika hendak mengambil accu, Gita tiba-tiba terperanjat mendapati jasad yang tinggal kerangka di dalam mobil yang terparkir di Aspol Polsek Ujungpangkah itu.

    Kerangka manusia itu ditemukan di kursi bagian kiri mobil.

    Melihat kejadian ini, Gita segera melaporkan temuan tersebut ke Polsek Ujungpangkah.

    Pihak kepolisian langsung bergerak ke lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan.

    Melalui informasi dari Kapolsek Ujungpangkah Iptu Suwito Saputro, mobil tersebut sudah lima tahun terparkir di Aspol Polsek Ujungpangkah. 

    “Mobil itu tidak pernah dipakai. Selama ini hanya terparkir saja,” kata Iptu Suwito, baru-baru ini.

    Selain tulang-belulang manusia, lanjutnya, di dalam mobil juga ditemukan sebuah sarung yang berada di bawah kursi sebelah kiri.

    Warga pun tidak mencium bau busuk lantaran selama ini kondisi mobil tertutup rapat. 

    “Tidak tercium, tertutup rapat mobilnya, tidak bau,” ujar Iptu Suwito.

    Iptu Suwito mengatakan, dulunya rumah di asrama polisi itu ditempati Aipda Yudi Setiawan saat masih menjabat sebagai Kanit Reskrim Polsek Ujungpangkah.

    Namun kini, Aipda Yudi Setiawan telah dipindahtugaskan sekitar dua tahun di Polsek Panceng, Jawa Timur.

    sementar aitu, Kasatreskrim Polres Gresik AKP Abid Uais Al-Qarni Aziz mengungkapkan, jasad tinggal kerangka tersebut berjenis kelamin laki-laki. 

    “Penyampaian dari dokter forensik tadi untuk sementara jenis kelamin laki-laki, detailnya kami masih menunggu,” ujar Abid saat ditemui di Mapolsek Ujungpangkah, Selasa (11/3/2025) dilansir TribunGresik.com.

    Sama seperti yang disampaikan Iptu Suwito, saat melakukan olah TKP, penyidik menemukan sarung dan celana.

    “Olah TKP kemarin ada sarung sama celana,” kata Abid, sapaan akrabnya.

    Anggota Polsek Ujungpangkah Diperiksa

    Untuk mendalami kasus ini, seluruh anggota Polsek Ujungpangkah diperiksa oleh Propam Polres Gresik. 

    Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu mengatakan, sejak Selasa malam Propam sudah mengambil keterangan beberapa anggota.

    Termasuk Kanit Polsek Panceng, Aipda Yudi Setiawan selaku pemilik kendaraan Honda Civic.

    “Kami juga menurunkan tim Propam untuk melakukan pemeriksaan anggota-anggota yang ada di sekitaran Aspol serta saksi, tim dari Propam Polres melakukan pemeriksaan kepada seluruh anggota Polsek Ujungpangkah,” ujar Kapolres Gresik.

    Saat ini, penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap penyebab kematian.

    Termasuk untuk memastikan apakah terdapat unsur pidana dalam kejadian ini.

    Kepolisian mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait untuk segera melapor ke kepolisian terdekat atau menghubungi hotline Lapor Kapolres.

    Polres juga bekerja sama dengan instansi terkait, termasuk Dinas Sosial dan aparat desa setempat, untuk memastikan adanya dukungan bagi keluarga korban jika diperlukan.

    Pasalnya, untuk membantu proses identifikasi korban, diperlukan pencocokan DNA dengan keluarga korban.

    “Hasilnya nanti kami sampaikan rekan-rekan media secara transparan,” ujar Kapolres Gresik.

    Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Terungkap Jenis Kelamin Kerangka Tulang Belulang di Aspol Ujungpangkah Gresik, Seorang Lelaki

    (Tribunnews.com/Galuh widya Wardani/Dewi Agustina)(TribunJatim.com/Willy Abraham)

  • Lawan di Kasus Sambo, Kawan di Perkara Hasto

    Lawan di Kasus Sambo, Kawan di Perkara Hasto

    PIKIRAN RAKYAT – Mantan Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah kembali bertemu Ronny Talapessy dalam waktu dan keadaan yang berbeda. Keduanya sempat menjadi lawan dalam perkara penghilangan nyawa Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat yang disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan pada 2022 lalu.

    Febri Diansyah duduk sebagai salah satu pengacara Ferdy Sambo dan istrinya, Putri Chandrawati. Sedangkan Ronny membela ajudan Sambo yang juga menjadi terdakwa, yakni Richard Eliezer alias Bharada E.

    Kini keduanya menjadi kawan untuk bersama-sama mendampingi Sekjen PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto melawan KPK dalam kasus dugaan suap pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR periode 2019-2024 dan perintangan penyidikan perkara Harun Masiku.

    Febri mengatakan, pengacara bekerja secara profesional dan ada prinsip dasar yang menyebut bahwa advokat tidak bisa diidentikan dengan klien. Ia menegaskan meskipun ada perbedaan pendapat dalam menangani kasus sebelumnya, hal itu semata-mata untuk melihat fakta-fakta hukum.

    “Sekarang kami bersama Bang Ronny Talapesi dalam satu tim hukum, tentu saja kami akan fokus pada aspek hukumnya secara profesional,” kata Febri di kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat, Rabu, 12 Maret 2025.

    Tim pengacara Hasto Kristiyanto, Ronny Talapessy.

    Ia kembali menekankan bahwa prinsip dasar profesi advokat tercantum jelas dalam kode etik dan undang-undang advokat, yang menegaskan advokat tidak boleh diidentikkan dengan klien.

    “Tertulis jelas di kode etik advokat, di undang-undang advokat juga ada jaminan tersebut, dan juga advokat menjalankan fungsinya secara profesional,” ucap Febri.

    Febri Nilai Hasto Tak Terlibat di Kasus Harun Masiku

    Febri Diansyah termasuk dalam 17 pengacara yang mendampingi Hasto berhadapan dengan KPK dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Jumat, 14 Maret 2024. Ia sudah mempelajari putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap atas terdakwa mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan, Saeful Bahri, dan Agustiani Tio Fridelina.

    Menurut Febri, di dalam putusan tiga terdakwa tersebut menunjukkan tidak ada bukti yang mengarah pada keterlibatan Hasto. Ia menekankan bahwa uang suap yang diterima Wahyu Setiawan bersumber di kantong Harun Masiku, bukan dari Hasto. Fakta hukum ini yang menjadi alasan Febri memberikan pendampingan hukum kepada Hasto.

    “Jadi bisa dibayangkan kalau tiba-tiba pekara ada tersangka baru dan nanti ada perubahan lagi misalnya di proses persidangan. Lalu bagaimana dengan fakta sidang yang sudah ada sebelumnya,” ujar Febri.

    “Setelah kami pelajari itulah, kemudian kami cukup yakin bahwa kasus ini seharusnya diuji secara rinci dan secara detail dalam proses persidangan nanti,” ucapnya melanjutkan.***

    Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News

  • KPCDI Soroti Pergantian Obat Transplantasi Ginjal yang Dianggap Membahayakan Nyawa Pasien – Halaman all

    KPCDI Soroti Pergantian Obat Transplantasi Ginjal yang Dianggap Membahayakan Nyawa Pasien – Halaman all

    ​Laporan Gabriela Irvine Dharma

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) menyampaikan kekhawatiran terkait kebijakan efisiensi anggaran kesehatan yang berdampak pada pasien transplantasi ginjal.

    Salah satu isu utama yang disoroti adalah pergantian obat tacrolimus yang dinilai dapat meningkatkan risiko penolakan organ dan membahayakan pasien pasca-transplantasi.

    Tacrolimus adalah obat imunosupresan yang digunakan untuk mencegah penolakan organ setelah transplantasi ginjal atau hati.

    Namun, dalam beberapa bulan terakhir, terjadi pergantian merek tacrolimus di berbagai rumah sakit yang menyebabkan variasi kadar obat dalam darah pasien.

    Kondisi ini dikhawatirkan bisa meningkatkan risiko penolakan akut dan memperburuk fungsi ginjal yang telah ditransplantasikan.

    “Keadaan ini memicu pertanyaan, apakah hal ini terjadi akibat dari efisiensi anggaran yang sedang digaungkan oleh pemerintahan saat ini?” ujar Ketua Umum KPCDI, Tony Richard Samosir saat memperingati Hari Ginjal Sedunia 2025 (World Kidney Day), Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) menggelar diskusi publik bertajuk “Efisiensi Anggaran Kesehatan:
    Transplantasi Ginjal, Sebuah Harapan atau Sekadar Angan?” di Jakarta, Selasa(11/3/2025).

    Menurut penelitian ilmiah yang dikutip KPCDI, perubahan merek tacrolimus dapat berdampak negatif pada pasien transplantasi ginjal.

    Sebuah studi oleh Arreola-Guerra yang menunjukkan bahwa pergantian obat tacrolimus berkorelasi dengan peningkatan risiko penolakan akut.

    Penelitian lain oleh Schwartz juga menemukan bahwa pasien yang mengalami pergantian formulasi tacrolimus menunjukkan variasi kadar obat yang lebih tinggi, yang dapat berdampak pada stabilitas kondisi mereka.

    Hal ini berpotensi menambah biaya pemeriksaan laboratorium dan intervensi medis tambahan, yang justru berlawanan dengan tujuan efisiensi anggaran.

    Selain itu, seringnya kekosongan stok obat imunosupresan di rumah sakit juga menjadi perhatian serius.

    Jika pasien mengalami keterlambatan dalam mendapatkan obat, risiko reaksi imun meningkat, yang bisa berujung pada kegagalan transplantasi ginjal dan kembali menjalani dialisis, suatu kondisi yang justru akan menambah beban biaya kesehatan nasional.

    Menanggapi hal ini, KPCDI menegaskan bahwa penghematan anggaran tidak boleh mengorbankan keselamatan pasien, terutama bagi mereka yang bergantung pada obat imunosupresan seumur hidup.

    “Tanpa strategi yang komprehensif, pemotongan anggaran justru dapat berujung pada peningkatan beban kesehatan nasional akibat meningkatnya jumlah pasien dengan komplikasi medis yang lebih serius,” tambah Tony.

    Sejalan dengan peringatan Hari Ginjal Sedunia 2025, KPCDI mendesak pemerintah untuk meninjau ulang kebijakan efisiensi anggaran pada sektor kesehatan, khususnya dalam ketersediaan obat esensial bagi pasien transplantasi ginjal.

    Mereka berharap kebijakan kesehatan yang diambil tetap berfokus pada kesejahteraan pasien dan memastikan keberlanjutan pengobatan yang aman dan efektif sehingga harapan hidup pasien transplantasi ginjal tetap terjaga.

  • Hotel Bali  Berikan Simbol Persahabatan dan Penghargaan Tulus kepada Biro Perjalanan Jepang – Halaman all

    Hotel Bali  Berikan Simbol Persahabatan dan Penghargaan Tulus kepada Biro Perjalanan Jepang – Halaman all

    Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

    TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Sebuah hotel di Bali, Grand Seminyak, memberikan simbol persahabatan dan penghargaan kepada sebuah biro perjalanan Jepang, Arc Three Internationak Co.Ltd, diterimakan oleh Kanae Takami Rabu ini (12/3/2025) di KBRI Tokyo.

     “Benar mas, itu simbol persahabatan dan penghargaan yang tulus dari kami kepada biro perjalanan Jepang tersebut dan semoga membawa kebahagiaan dan kenangan indah bagi mereka,” papar Ogie F Rozi Direktur Sales dan Marketing Grand Seinyak khusus kepada Tribunnews.com.

    Hotel ini terletak di tengah taman tropis yang hijau dengan pemandangan Samudra Hindia yang luas, Grand Seminyak mewujudkan esensi pengalaman resor butik untuk bersantai dengan suite  yang dirancang sangat  indah, tambahnya.

    “Semoga penerima penghargaan itu dan orang-orang yang kita kasihi selalu dikelilingi oleh kegembiraan, keharmonisan, dan kesuksesan nantinya khususnya setelah diba di hotel kami di Semintyak Bali,” tambah Ogie lagi.

    Ogie sangat berharap semakin banyaknya wisatawan Jepang hadir kembali ke Bali dalam waktu dekat mendatang.

    “Mereka dapat menikmati pengalaman bersantap kontemporer, segarkan diri di kolam renang tanpa batas di tepi pantai, dan berjemur di balkon pribadi, sambil menikmati cakrawala yang memukau karena terletak di jantung Seminyak yang dinamis di Bali.”

     Grand Seminyak menurutnya merupakan pintu gerbang   menuju ke tempat nyaman yang luar biasa dengan jarak  hanya  45 menit berkendara dari Bandara Internasional Ngurah Rai. 

    “Jika   menginginkan layanan antar-jemput limusin, juga bisa diberikan asal kami dapat rincian penerbanga, 24 jam sebelumnya untuk pengaturan yang lancar.”

    Total 59 suite, masing-masing menawarkan kemewahan kontemporer seluas 80 meter persegi dengan sentuhan yang terinspirasi dari Bali. 

    Semua suite dilengkapi area lounge, bathtub terrazo dalam, shower Hansgrohe Rainmaker, balkon pribadi dengan daybed, Smart TV 49 inci, sound system Harman Kardon, Wi-Fi gratis, bar espresso, mesin kopi, dan ketel di dalam suite, perlengkapan mandi dan pantai, AC yang dapat dikontrol sendiri, brankas elektronik di dalam kamar. 

    “Semua wifi kami dengan kecepatan tinggi gratis dan hal ini mungkin cocok untuk warga Jepang yang aktif melakukan komunikasi dijital di mana pun berada,” katanya.

    Aktivitas harian gratis juga ada seperti yoga, pelajaran selancar, upacara persembahan spiritual Bali dan sebagainya.

    “Terutama untuk yang berbulan sangat cocok di Grand Seminyak dengan panggung untuk pernikahan impian yang  telah disiapkan. Ucapkan janji pernikahan di atas pasir keemasan yang bertabur bunga, bersulang dengan latar belakang matahari terbenam berwarna mawar di tempat yang elegan di puncak gedung.”

     Manjakan tamu kita dengan makan malam lezat di halaman tepi pantai yang diterangi cahaya lilin yang romantis di hotel tersebut.

    Resepsi spektakuler di puncak gedung juga dapat menampung untuk hingga 150 tamu di Moonlite Kitchen and Bar .

    “Kami menawarkan pemandangan panorama matahari terbenam Seminyak yang memukau, menciptakan latar belakang impian. Nikmati cita rasa istimewa dari masakan Asia Tenggara modern, yang dikurasi dengan cermat untuk menggoda selera kita semua.”

    Setiap hidangan merupakan perpaduan harmonis antara tradisi dan cita rasa kontemporer, yang mencerminkan semangat daerah yang semarak. 

    “Kenikmatan romantis itu telah kita siapkan bagi para wisatawan Jepang dan tentu kita berharap mereka beramairamai hadir di Bali nantinya untuk merasakan sendiri kenyamanan di hotel kami dalam pembicaraan dengan para biro perjalanan Jepang tadi.”

    Diskusi mengenai wisatawan Jepang ke bali saat ini juga dilakukan kelompok pencinta jepang. Partisipasi gratis silakan email nama alamat dan nomor whatsapp ke: tkyjepang@gmail.com
    [15.21, 12/3/2025] Ricard Susilo: Ogie F Rozi Direktur Sales dan Marketing Grand Seminyak (kiri) memberikan hadiah undian kepada pemenang Kanae Takami (kanan) dari perusahaan biro perjalanan Jepang Arc Three International Co.Ltd.
    Foto Richard Susilo

  • Hotman Paris dan Denny Sumargo Bakal Mualaf? Ini Kata Ustaz Derry

    Hotman Paris dan Denny Sumargo Bakal Mualaf? Ini Kata Ustaz Derry

    Jakarta, Beritasatu.com – Ustaz Derry Sulaiman kembali menjadi sorotan setelah mengungkap kemungkinan Hotman Paris dan Denny Sumargo menjadi mualaf. Pernyataan ini muncul saat Ustaz Derry berbincang dengan Atta Halilintar di kanal YouTube milik suami Aurel Hermansyah itu.

    Dalam perbincangan tersebut, Atta Halilintar menyinggung banyaknya figur publik yang memutuskan menjadi mualaf setelah dekat dengan Ustaz Derry Sulaiman. Beberapa di antaranya adalah Richard Lee dan Bobon Santoso.

    “Ustaz Derry akhir-akhir ini lagi ramai banget dibahas karena katanya semua yang ketemu ustaz masuk Islam,” ujar Atta Halilintar di kanal YouTube miliknya yang dikutip Beritasatu.com, Rabu (12/3/2025).

    Menanggapi hal itu, ustaz Derry Sulaiman mengaku tidak tahu pasti mengapa banyak orang yang tertarik mempelajari Islam setelah bertemu dengannya.

    “Enggak tahu kenapa orang yang ketemu aku itu (awalnya) enggak minat jadi pengin,” ungkap Ustaz Derry.

    Dalam kesempatan itu, ustaz Derry Sulaiman langsung mengungkap bahwa Hotman Paris dan Denny Sumargo kemungkinan akan mengikuti jejak Richard Lee menjadi mualaf.

    “Kemarin Hotman Paris bilang, ‘Wah lama-lama masuk Islam nih gue. Kayaknya bentar lagi tuh. Kan dia ngomongin soal masjid, doakan ya, guys,” kata Ustaz Derry.

    Ia bahkan menyoroti kegiatan yang identik dengan Islam yang justru sering dilakukan oleh Hotman Paris. Contohnya membangun masjid, memberangkatkan banyak orang umrah, dan berkurban tiap tahun.

    “Pokoknya, amalnya dia itu sudah Islam,” jelas ustaz Derry Sulaiman.

    Selain Hotman Paris dan Denny Sumargo, ustaz Derry juga menyebut dua nama lain yang diduga tertarik dengan Islam, yaitu Willie Salim dan Denny Sumargo. Ia mengatakan hal tersebut sebenarnya sudah dipastikan akan terjadi.

    Bahkan hal itu sudah ditunjukkan dalam Al-Qur’an. “Di mana semua orang akan berbondong-bondong masuk Islam,” jelasnya.

    Dengan pernyataan ustaz Derry ini, publik semakin penasaran apakah benar Hotman Paris dan Denny Sumargo akan menjadi mualaf dalam waktu dekat.