Tag: Richard

  • Prabowo Bentuk Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Mendagri Jadi Ketua

    Prabowo Bentuk Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Mendagri Jadi Ketua

    Prabowo Bentuk Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Mendagri Jadi Ketua
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Presiden RI Prabowo Subianto membentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca-bencana di tiga provinsi Sumatera.
    Keputusan ini ditetapkan usai
    Presiden Prabowo
    menggelar retret bersama jajaran Kabinet Merah Putih di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026).
    “Bapak Presiden telah memutuskan untuk membentuk Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana di tiga provinsi Aceh, kemudian Provinsi Sumatera Utara, dan Provinsi Sumatera Barat,” kata Mensesneg Prasetyo Hadi usai retret.
    Prabowo pun menunjuk Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian sebagai ketua satgas.
    Selain itu, ia juga menunjuk Richard Tampubolon sebagai wakil ketua satgas.
    “Dan beliau menunjuk Bapak Jenderal Tito Karnavian, Mendagri, sebagai Ketua Satgas yang didampingi oleh Wakil Ketua Satgas, Bapak Richard Tampubolon,” ucap dia.
    Tak hanya itu, Prabowo juga menunjuk Menteri Koordinator Bidang PMK Pratikno menjadi Dewan Pengarah dari satgas tersebut.
    “Kemudian juga dibantu ada dewan pengarah yang akan diketuai oleh Menteri Koordinator Bidang PMK,” ucap Prasetyo.
    Alasan Tito dipilih menjadi ketua satgas karena daerah yang terdampak mencakup tiga provinsi berbeda.
    “Dan dalam kapasitas beliau sebagai Menteri Dalam Negeri, Bapak Presiden memiliki pertimbangan dan meyakini bahwa di bawah Pak Mendagri dapat dikoordinasikan dengan lebih baik,” bebernya.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Hotman Paris Sindir YouTuber Undang Korban Perselingkuhan tapi Jago Selingkuh, Densu: Keknya Gue!

    Hotman Paris Sindir YouTuber Undang Korban Perselingkuhan tapi Jago Selingkuh, Densu: Keknya Gue!

    GELORA.CO – Pengacara kondang Hotman Paris kembali menyita perhatian publik usai melontarkan sindiran pedas kepada sejumlah konten kreator yang gemar mengangkat isu perselingkuhan dalam format siniar wawancara di YouTube.

    Pernyataan tersebut disampaikan Hotman melalui akun TikTok pribadinya, @hotmanparisofficial, saat tengah berada di kawasan Martin Place, Sydney, Australia. 

    Dalam video yang diunggah pada Senin, 29 Desember 2025, Hotman tampak berbicara santai sembari menunggu istri dan putrinya berbelanja. Namun, nada bicaranya berubah tajam ketika menyinggung maraknya konten wawancara yang membuka aib rumah tangga orang lain, khususnya soal perselingkuhan, dengan narasumber yang mengaku sebagai korban.

    Hotman secara terbuka mengkritik para kreator yang dinilainya terlalu bersemangat menguliti kisah pribadi orang lain di ruang publik. Ia bahkan menyebut, tak sedikit dari pemilik kanal tersebut justru memiliki rekam jejak serupa dengan isu yang mereka angkat.

    “Kamu tahu nggak sih justru para pemilik akun itu juga adalah jago selingkuh. Dia melakukan wawancara untuk narasumber tentang perselingkuhan narasumbernya, ada yang sambil nangis-nangis,” ujar Hotman Paris dalam video TikTok yang diunggah pada 29 Desember 2025.

    “Tapi lu tahu? Pemilik akun yang melakukan wawancara tersebut justru adalah juara selingkuh,” lanjutnya.

    Ia kemudian melanjutkan dengan nada menyentil, menyebut bahwa sosok di balik akun-akun itu tak jarang merupakan “pemain utama” dalam praktik perselingkuhan.

    “Jadi para pemilik akun, akun apa pun namanya yang begitu semangat interview membuka aib orang, come on, coba kau beli kaca yang agak tebal,” kata Hotman Paris.

    “Ternyata kamu juga adalah pemain utama. Kamu adalah yang banyak selingkuh. I know who you are,” sambungnya.

    Video tersebut semakin ramai diperbincangkan setelah aktor sekaligus konten kreator Denny Sumargo membagikan ulang cuplikan unggahan Hotman Paris melalui Instagram Stories. 

    Menariknya, konten kreator yang akrab disapa sebagi Densu dan dikenal lewat siniar Curhat Bang justru memberikan respons bernada bercanda yang seolah mengisyaratkan sindiran tersebut mengarah kepadanya.

    “Hayo siapa yang dimaksud bang,” tanya seorang warganet pada Densu.

    “Keknya gue,” balas Densu dengan emoji tertawa.

    Tak sedikit pula warganet yang mengaitkan sindiran Hotman dengan nama dr. Richard Lee, konten kreator lain yang kerap membahas isu perselingkuhan.

    Apalagi, belum lama ini ia mengundang Insanul Fahmi sebagai narasumber dalam polemik rumah tangga yang melibatkan istri sahnya Wardatina Mawa dan istri sirinya Inara Rusli. Sejumlah komentar pun bermunculan, mereka banyak yang berspekulasi dan mencoba menafsirkan pernyataan dari Hotman Paris.

    “Aku dari awal mikirnya DRL sih, soalnya aku sebenarnya suuzon DRL sama Inara sejak dulu, kabarin kalo bener,” tulis akun TikTok @queen_selena2 di kolom komentar.

    “Densu dulu pemain, sekarang sih nggak mungkin. Yakin aku kecuali DENSU,” tulis akun @MaYo.

  • Akhir Tahun 2025, Kapolres Gresik Pimpin Kenaikan Pangkat Personel

    Akhir Tahun 2025, Kapolres Gresik Pimpin Kenaikan Pangkat Personel

    Gresik (beritajatim.com) – Momentum akhir tahun 2025 dimanfaatkan Polres Gresik untuk menggelar upacara kenaikan pangkat personel Polri dan aparatur sipil negara (ASN). Upacara tersebut dipimpin langsung Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu, Rabu (31/12/2025).

    Dalam tradisi kenaikan pangkat tersebut, sebanyak 96 personel Polri dan 5 ASN Polres Gresik resmi menerima kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. Kegiatan ini diikuti oleh para pejabat utama Polres Gresik, para Kapolsek jajaran, serta seluruh personel.

    Adapun rincian kenaikan pangkat personel Polri adalah sebagai berikut:

    – 1 personel dari AKP ke Kompol,
    – 8 personel dari Iptu ke AKP,
    – 5 personel dari Ipda ke Iptu,
    – 1 personel dari Aiptu ke Ipda,
    – 45 personel dari Aipda ke Aiptu,
    – 21 personel dari Bripka ke Aipda,
    – 11 personel dari Briptu ke Brigpol, dan
    – 4 personel dari Bripda ke Briptu.

    Sementara itu, untuk ASN Polres Gresik, 4 personel naik pangkat dari Pengatur I ke Penata Muda, dan 1 personel dari Penata Muda Tingkat I ke Pengatur.

    Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu menegaskan bahwa kenaikan pangkat bukan sekadar rutinitas atau formalitas semata.

    “Kenaikan pangkat bukan sekadar rutinitas atau formalitas, melainkan rahmat dan anugerah yang patut disyukuri. Ini merupakan hasil dari kerja keras, dedikasi, prestasi, serta dukungan pimpinan dan keluarga,” ujar AKBP Rovan.

    Pada kesempatan yang sama, Kapolres Gresik juga memberikan penghormatan kepada personel yang memasuki masa purna tugas periode Juli hingga Desember 2025. Ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas pengabdian para purnawirawan yang telah mencurahkan tenaga dan pikiran selama bertugas di institusi Polri.

    “Sekali Bhayangkara tetap Bhayangkara. Terima kasih atas dedikasi dan pengabdiannya. Semoga masa purna tugas dijalani dengan bahagia dan tetap memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” imbuhnya.

    Sebagai bagian dari tradisi, para personel yang naik pangkat disiram air menggunakan mobil water cannon sebagai simbol rasa syukur dan kesiapan mengemban tanggung jawab yang lebih besar. [dny/but]

  • Kronologi Kebakaran Panti Jompo di Manado yang Menewaskan 16 Orang

    Kronologi Kebakaran Panti Jompo di Manado yang Menewaskan 16 Orang

    Bisnis.com, JAKARTA — Kebakaran terjadi di panti jompo Werdha Damai, Manado, Sulawesi Utara, pada Minggu malam (28/12/2025).

    Berdasarkan keterangan kepolisian yang dikutip Channel NewsAsia (CNA), api dilaporkan mulai membakar bangunan panti saat para penghuni lanjut usia (lansia) berada di dalam kamar mereka.

    Setelah menerima laporan kebakaran, petugas pemadam kebakaran segera dikerahkan ke lokasi. Kobaran api dengan cepat meluas dan melahap sebagian besar bangunan, sehingga menyulitkan proses penyelamatan penghuni yang mayoritas memiliki keterbatasan mobilitas.

    Dalam proses evakuasi, warga sekitar turut membantu menyelamatkan para lansia sebelum api semakin membesar. Rekaman video yang dikutip CNA memperlihatkan warga dan petugas mengangkat serta membimbing penghuni keluar dari bangunan yang dilalap api.

    Api baru berhasil dipadamkan setelah lebih dari dua jam upaya pemadaman dilakukan. Setelah kondisi dinyatakan aman, petugas melakukan penyisiran di dalam bangunan panti.

    Korban Meninggal 16 Orang

    Hasil penyisiran tersebut menemukan 16 orang lansia meninggal dunia, dengan sebagian besar korban ditemukan di dalam kamar. Selain itu, sebanyak 15 orang lainnya berhasil selamat dan dilarikan ke dua rumah sakit di Manado untuk mendapatkan perawatan akibat luka bakar dan gangguan pernapasan.

    Juru bicara kepolisian Alamsyah Hasibuan menyatakan jumlah korban tewas yang telah dikonfirmasi mencapai 16 orang. Seluruh jenazah korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit untuk proses identifikasi bersama pihak keluarga.

    Hingga saat ini, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kebakaran. Otoritas belum menyampaikan kesimpulan awal dan masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan di lokasi kejadian.

    Tempat Penampungan Sementara

    Kepala Panti Werdha Damai Manado, Olva Sumual mengatakan pihaknya tengah mengupayakan tempat penampungan bagi penghuni panti yang selamat dari musibah kebakaran yang mengakibatkan 16 orang meninggal dunia.

    “Kami telah mengajukan permohonan kepada Wakil Wali Kota Manado Richard Sualang agar bisa membantu kami untuk menampung penghuni panti werdha yang selamat dari musibah kebakaran,” ujar Olva di Manado, Selasa, dilansir dari Antaranews.

    Dia mengatakan, setelah penghuni panti pulang dari rumah sakit usai menjalani perawatan medis, mereka tentu memerlukan tempat tinggal, karena ada yang memang sama sekali tidak memiliki keluarga.

    “Ada sebanyak delapan penghuni panti yang sama sekali tidak memiliki keluarga, dan untuk mereka harus disiapkan tempat tinggal,” katanya.

    Ia menyebut sebanyak lima lansia wanita dan tiga pria memang tidak memiliki keluarga.

    Saat ini penghuni panti werdha yang selamat ditampung sementara di RSUD Manado.

    “Saya melihat dengan kebutuhan saat ini, ke depan rencananya akan dibangun kembali gedung yang terbakar. Namun kami serahkan kepada Tuhan, ke depannya dan bagi yang mau membantu kami sangat berterima kasih,” katanya.

    Sebelumnya, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Alamsyah Hasibuan berharap keluarga 16 korban yang meninggal dapat menghubungi Posko DVI Ante Mortem di RS Bhayangkara Manado.

    Kabid Humas menyebutkan, peristiwa kebakaran Panti Werdha Damai di Kelurahan Ranomuut, Kecamatan Paal Dua, Manado terjadi pada Minggu (28/12) malam sekitar pukul 20.36 Wita.

  • Korban Kebakaran Panti Werdha Manado Diidentifikasi Lewat Tes DNA

    Korban Kebakaran Panti Werdha Manado Diidentifikasi Lewat Tes DNA

    Diberitakan sebelumnya, peristiwa tragis terjadi di Panti Werdha di Kelurahan Ranomuut, Kecamatan Paal 2, Kota Manado, Sulut, pada Minggu (28/12/2025). Kebakaran yang melanda panti jompo itu tidak hanya menghanguskan seluruh bangunan, juga merenggut 16 nyawa penghuni panti.

    ‘’Peristiwa kebakaran ini terjadi pada Minggu 28 Desember 2025 pukul 20.40 Wita di Kelurahan Ranomuut, Kecamatan Paal 2, Kota Manado, Sulut. ada saksi melihat, ada juga saksi yang ikut mengevakuasi,’’ ungkap Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol AP Hasibuan saat jumpa pers di RS Bhayangkara Manado, Senin (29/12/2025) siang.

    Hasibuan mengungkapkan, Panti Werdha itu merupakan Panti Jompo yang dihuni oleh 35 orang. Setelah mendengar peristiwa kebakaran itu, Polda Sulut menurunkan Tim Inavis dan Ditreskrimum untuk melakukan penyelidikan.

    “Juga ada Tim DVI dan Biddokes yang diturunkan. Hasilnya adalah jumlah korban sampai saat ini 16 orang. Ada 15 orang dalam kondisi hangus terbakar, satu korban masih utuh,’’ tutur Hasibuan didampingi Kabid Dokkes Polda Sulut AKBP Tasrif dan Kapolresta Manado Kombes Pol Irham Halid serta Wakil Wali Kota Manado Richard Sualang.

    Hasibuan mengatakan, saat ini 16 korban sudah berada di RS Bhayangkara untuk dilakukan proses antemorem dan post mortem. Dia meminta keluarga untuk melapor ke Posko Ante Mortem di RS Bhayangkara Manado.

    RS Bhayangkara Manado belum belum punya alat, maka pihaknya akan mengirim sampel itu ke Pusdokkes Jakarta.

    “Kita upayakan besik sudah berangkat ke Jakarta untuk membawa sampel,” ujarnya.

    Dia menambahkan, untuk korban yang selamat sebanyak 15 orang  hingga kini masih ditampung di sejumlah rumah sakit di Kota Manado. Para korban itu ada yang ditampung di RSUD Kota Manado sebanyak 11 orang, 3 di RS Awaloey, dan 1 di RSUP Prof Kandou.  

  • Intip Garasi Kadinsos Samosir Fitri Agust yang Korupsi Bantuan Bencana Banjir

    Intip Garasi Kadinsos Samosir Fitri Agust yang Korupsi Bantuan Bencana Banjir

    Jakarta

    Kejaksaan Negeri (Kejari) Samosir telah menetapkan Kepala Dinas Sosial dan Pemerintahan Masyarakat Desa (PMD) Samosir, Fitri Agust Karo-karo (FAK), sebagai tersangka kasus dugaan korupsi bantuan korban bencana alam banjir Rp 1,5 miliar. Ini isi garasi rumah Fitri Agust.

    Mengutip website LHKPN KPK, Fitri Agust memiliki total kekayaan, Rp 223.395.525. Harta itu dilaporkan pada 6 Januari 2025/Periodik – 2024 dengan jabatan sebagai Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat, dan Desa Kabupaten Samosir.

    Dari total harta kekayaan tersebut, senilai Rp 174.895.525 berbentuk kas dan setara kas. Sisanya Rp 48.500.000, merupakan harta berupa alat transportasi dan mesin, yaitu satu unit Suzuki SB 416-2 WD/Sidekick 1590 cc. tahun 1997, hasil sendiri. Di pasaran, mobil ini biasa disebut Escudo atau Vitara.

    Akal-akalan Korupsi Kadinsos Samosir

    Dikutip dari detikNews, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat, dan Desa Kabupaten Samosir Fitri Agust Karo-karo (FAK), ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi bantuan korban bencana alam banjir Rp 1,5 miliar.

    “Penetapan tersangka FAK selaku Kepala Dinas Sosial dan Pemerintahan Masyarakat Desa Kabupaten Samosir terkait dugaan korupsi bantuan penguatan ekonomi korban bencana alam banjir bandang di Samosir Tahun 2024,” kata Kasi Intel Kejari Samosir Richard Simaremare, Senin (22/12/2025).

    Dia menyebut Kemensos memberikan dana Rp 1.515.000.000 untuk dibagikan kepada 303 keluarga korban bencana banjir bandang di Samosir pada tahun 2024. FAK diduga mengubah cara penyaluran bantuan yang awalnya berupa uang tunai menjadi barang.

    FAK diduga menunjuk sendiri penyedia barang bantuan itu tanpa persetujuan dari Kemensos. Jaksa menduga FAK meminta jatah 15% dari nilai bantuan kepada BUMDes-MA Marsada Tahi untuk keuntungan pribadinya dan pihak lain. FAK telah ditahan di Lapas Kelas III Pangururan.

    “Bahwa telah dilakukan perhitungan kerugian keuangan negara dan diperoleh kerugian keuangan negara sebesar Rp 516.298.000,” jelasnya.

    (lua/rgr)

  • 15 Lansia Hangus Terbakar dan 1 Jenazah Masih Utuh

    15 Lansia Hangus Terbakar dan 1 Jenazah Masih Utuh

    Liputan6.com, Jakarta – Polisi mengungkapkan hasil identifikasi 16 lansia yang tewas dalam kebakaran Panti Jompo Werdha Damai di Kelurahan Ranomuut, kecamatan Paal 2, Kota Manado, Sulawesi Utara. Tim DVI menyebut, 15 orang lansia hangus terbakar dan 1 korban masih utuh.

    “Jumlah korban sampai saat ini 16 orang. Ada 15 orang dalam kondisi hangus terbakar, satu korban masih utuh,” kata Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol AP Hasibuan didampingi Kabid Dokkes Polda Sulut AKBP Tasrif dan Kapolresta Manado Kombes Pol Irham Halid serta Wakil Wali Kota Manado Richard Sualang, Senin (28/12/2025).

    Hasibuan mengatakan, saat ini 16 korban sudah berada di RS Bhayangkara untuk dilakukan proses antemortem dan post mortem. Dia meminta keluarga untuk melapor ke Posko Ante Mortem di RS Bhayangkara Manado.

    “Ini untuk dilakukan proses pengambilan sampel salah satunya adalah DNA,” tuturnya.

    Pihaknya akan mengirim sampel itu ke Pusdokkes Jakarta karena keterbatasan alat di RS Bhayangkara Manado. “Kita upayakan besok sudah berangkat ke Jakarta untuk membawa sampel,” ujarnya.

    Dia menambahkan, korban yang selamat sebanyak 15 orang dan dirawat di sejumlah rumah sakit di Kota Manado. Para korban selamat dirawat di RSUD Kota Manado sebanyak 11 orang, 3 di RS Awaloey, dan 1 di RSUP Prof Kandou.

    “Ada inisiatif dari Pemkot Manado untuk menangani korban,” ujarnya.

  • Doktif Jadi Tersangka Pencemaran Nama Baik Dokter Richard Lee

    Doktif Jadi Tersangka Pencemaran Nama Baik Dokter Richard Lee

    GELORA.CO  – Dokter Samira alias Doktif ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan pencemaran nama baik kepada dokter kecantikan Richard Lee.

    Demikian yang disampaikan Wakasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, Kompol Dwi Manggalayuda.

    “Penanganan dengan terlapor Samira dan pelapornya Richard Lee sudah naik ke tahap penyidikan. Dokter Samira sudah jadi tersangka terkait pencemaran nama baik,” kata Dwi, kepada wartawan, Rabu (24/12/2025).

    Ia menuturkan, Doktif sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak Jumat (12/12/2025). 

    Kendati demikian, Doktif tak dilakukan penahanan lantaran pasal yang dipersangkakan ancaman hukuman di bawah lima tahun.

    “Kami tidak lakukan (penahanan) karena pasal yang disangkakan adalah UU ITE, di mana ancaman hukumannya dua tahun,” ucap Dwi. 

    Penyidik berikutnya akan melakukan pemanggilan terhadap Samira maupun Richard.

    Keduanya dijadwalkan untuk bermediasi pada Selasa (6/1/2026) mendatang. 

    Samira bakal dipanggil guna diperiksa sebagai tersangka apabila mediasi tak menyelesaikan kasus.

    Sebelumnya, Dokter Richard Lee buka suara soal tudingan yang diarahkan kepadanya oleh Doktif atau Dokter Detektif. 

    Hal ini ramai di media sosial, ketika potongan video penjelasan Richard Lee di Youtube Denny Sumargo beredar.

    Salah satu tudingan yang paling ramai diperbincangkan adalah terkait izin prakteknya sebagai dokter kecantikan. 

    Richard Lee memperlihatkan bukti izin prakteknya yang masih berlaku hingga 2025. Ia menjelaskan bahwa tudingan yang menyebut dirinya tidak memiliki izin adalah salah. 

    “Surat izin praktek saya berlaku sampai 11 Oktober 2025,” ujar Richard Lee dikutip Tribunnews.com dari Youtube Denny Sumargo, Sabtu (14/12/2024).

    Richard juga menanggapi cara Doktif dalam menyampaikan tuduhan-tuduhan tanpa data di media sosial. 

    Ia memperingatkan agar berhati-hati karena ada UU ITE, jika melemparkan tuduhan tanpa bukti di media sosial.

    “Hati-hati dalam berstatement. Saya sering lihat Doktif terburu-buru memberikan statement tanpa data,” kata Richard Lee.

    ‘Kita ini ada UU ITE. Saya sebagai sejawat, sayang sekali sama Doktif dan nggak pengen Doktif sampai punya masalah hukum,” tegasnya.

    Lebih lanjut, Richard menyayangkan opini negatif yang terus digiring terhadap dirinya di media sosial, diakuinya selama ini tetap diam bukan berarti dirinya bersalah. 

    “Diam itu bukan artinya saya salah. Saya nggak mau berkonflik. Ini bisa buat masalah hukum dan apa yang dilakukan itu fitnah,” bebernya.

    “Yang difitnah bukan cuma saya, tapi juga istri saya, karyawan saya, bahkan produk-produk saya,” lanjut Richard Lee.

    Selain membahas izin praktek, Richard juga memberikan klarifikasi soal riwayat pendidikannya yang sempat dipertanyakan. 

    “Aku S1 di Universitas Sriwijaya, S2 di Respati Indonesia (MARS). Saat itu aku mau lanjut belajar bisnis secara online karena pandemi,” terang Richard Lee.

    “Aku ikut kuliah, kerjain tugas, dan desertasi sampai selesai. Kalau sekolahku kurang bagus, aku minta maaf. Yang jelas, aku murni ingin belajar,” katanya.

    Sementara itu, Kanit Krimum Polres Jakarta Selatan, AKP Igo Fazar Akbar menjelaskan, laporan ini diterima sejak Februari 2025.

    Penetapan status tersangka kepada Samira dilakukan setelah syarat dua alat bukti terpenuhi, salah satunya SIP Richard Lee yang dimasalahkan Samira.

    “Sudah ada dua alat bukti, dari konten TikTok Dokter S yang menyebutkan bahwa Dokter R tidak memiliki SIP dalam praktiknya di Palembang, dan faktanya Dokter R sudah memiliki izin SIP,” kata Igo

  • Mendekonstruksi Stigma Bangsa IQ 78

    Mendekonstruksi Stigma Bangsa IQ 78

    Mendekonstruksi Stigma Bangsa IQ 78
    Peneliti & Assessor pada IISA Assessment Consultancy & Research Centre
    Artikel ini adalah kolom, seluruh isi dan opini merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan cerminan sikap redaksi.
    PERNYATAAN
    Jaksa Penuntut Umum (JPU) Roy Riady terkait kasus dugaan korupsi Chromebook yang menyebut rendahnya IQ anak Indonesia di angka 78 sebagai dampak kegagalan kebijakan digitalisasi, sungguh menyentak kesadaran publik.
    Pernyataan ini bukan sekadar strategi hukum untuk memberatkan dakwaan terhadap mantan menteri Nadiem Makarim, melainkan lonceng kematian bagi akal sehat dalam memahami hakikat kecerdasan manusia.
    Kita sedang menyaksikan proses reifikasi—kecenderungan picik untuk membendakan konsep abstrak seperti intelegensi menjadi angka mati yang kaku.
    Menghakimi potensi intelektual anak-anak kita di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T)
    hanya karena gawai tidak bisa digunakan adalah bentuk reduksionisme yang mengabaikan kompleksitas kehidupan.
    Sangat gegabah jika kita menelan mentah-mentah angka “78” sebagai vonis mati bagi kecerdasan nasional. Secara psikometri kritis, skor tersebut seringkali bersumber dari data yang sangat bermasalah.
    Richard Lynn dan Tatu Vanhanen (2002) dalam bukunya “IQ and the Wealth of Nations” telah lama dikritik oleh ilmuwan dunia karena metodologi yang bias dan pengambilan sampel yang tidak representatif. Mereka sering mengabaikan faktor lingkungan makro yang dinamis.
    Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Stella Christie dalam laporan
    Kompas.com
    (27/02/2025) dengan tegas memperingatkan agar kita tidak terjebak pada angka yang menyesatkan ini. Fokus berlebihan pada IQ justru akan membunuh
    growth mindset
    anak-anak kita.
    Klaim jaksa bahwa kegagalan Chromebook di pelosok berdampak rendahnya IQ adalah lompatan logika yang absurd. Kecerdasan adalah orkestra antara potensi genetik dan stimulasi lingkungan yang berkelanjutan.
    Jika kita bicara tentang penurunan kapasitas kognitif, mata kita seharusnya tertuju pada perut anak-anak, bukan pada layar gawai.
    Data Kementerian Kesehatan (2024) melalui “SSGI 2024: Prevalensi Stunting Nasional Turun Menjadi 19,8 persen” mengingatkan bahwa hampir seperlima anak Indonesia masih mengalami malnutrisi kronis.
    Kekurangan gizi pada masa pertumbuhan awal inilah yang secara permanen merusak arsitektur otak, kerusakan biologis yang mustahil diperbaiki hanya dengan membagikan laptop di ruang kelas yang atapnya bocor.
    Dalam kacamata psikologi kebijakan publik, kesalahan fatal ini merupakan gejala dari “Tirani Metrik” yang dikupas tuntas oleh Jerry Muller (2018) dalam karyanya
    The Tyranny of Metrics.
    Birokrasi kita terobsesi pada angka-angka sederhana untuk menjelaskan masalah sistemik yang kusut masai.
    James Flynn (1987) dalam artikel ilmiah
    The mean IQ of Americans: Massive gains 1932 to 1978
    membuktikan bahwa IQ suatu populasi akan naik drastis seiring perbaikan gizi dan kesehatan lingkungan.
    Maka, menjadikan Chromebook sebagai variabel tunggal penyebab rendahnya skor IQ nasional adalah bentuk pengabaian terhadap martabat kemanusiaan anak-anak di daerah 3T yang seringkali memiliki kecerdasan ekologis luar biasa yang tak tersentuh oleh tes standar buatan Barat.
    Tragedi Chromebook senilai Rp 9,9 triliun ini merupakan studi kasus yang menyakitkan tentang apa yang saya sebut sebagai fetishisme teknologi.
    Andika Hendra Mustaqim dkk. (2020) melalui penelitian
    The digital fetishism challenge of Indonesian millennial journalists
    menjelaskan bagaimana teknologi seringkali dipuja sebagai solusi magis yang mampu melompati segala hambatan tanpa perlu memperbaiki fondasi dasar.
    Di era Nadiem, digitalisasi pendidikan dipaksakan dengan logika perusahaan rintisan yang ingin serba cepat, tapi mengabaikan realitas material di lapangan.
    Akibatnya, ribuan perangkat keras tersebut hanya menjadi tumpukan benda mati di daerah yang bahkan belum teraliri listrik atau sinyal internet yang stabil.
    Lebih memilukan lagi, di balik narasi “mencerdaskan bangsa” ini, terdapat borok korupsi yang sangat masif. Jaksa mengungkap kerugian negara mencapai Rp 2,1 triliun, di mana
    Nadiem Makarim diduga memperkaya diri sebesar Rp 809,59 miliar.
    Uang sebanyak itu seharusnya bisa menyelamatkan ribuan sinapsis otak anak-anak kita melalui program gizi dan pelatihan guru.
    Secara psikologi korupsi, kasus ini menunjukkan bagaimana kebijakan publik bisa dibajak oleh kepentingan segelintir elite dan korporasi teknologi global.
    Nadiem bahkan didakwa mencopot pejabat yang tidak setuju dengan arahannya untuk menggunakan sistem operasi tertentu tanpa kajian kebutuhan yang jujur.
    Kondisi ini mengingatkan kita pada kritik Paulo Freire (1970) dalam buku
    Pedagogy of the Oppressed
    mengenai “model perbankan” dalam pendidikan.
    Pendidikan digital ala Chromebook memosisikan teknologi sebagai tempat mendepositkan informasi, sementara siswa tetap menjadi objek pasif yang terasing dari dunianya sendiri.
    Kegagalan teknis perangkat ini di daerah 3T adalah bukti nyata dari kebijakan yang kehilangan sentuhan kemanusiaannya.
    Mengklaim kegagalan logistik sebagai bukti “kebodohan” anak didik adalah bentuk
    victim blaming
    yang sangat tidak etis dan merupakan penghinaan terhadap perjuangan para guru di pelosok negeri yang bertaruh nyawa demi mengajar tanpa fasilitas apa pun.
    Jalan keluar dari kemelut ini tidak bisa lagi menggunakan pendekatan yang sama. Kita harus melakukan restorasi besar-besaran terhadap cara kita memandang manusia.
    Pertama, kebijakan pendidikan harus bergeser dari obsesi IQ menuju pengakuan terhadap kecerdasan majemuk.
    Howard Gardner (1983) dalam bukunya
    Frames of Mind: The Theory of Multiple Intelligences
    telah lama menegaskan bahwa setiap manusia memiliki spektrum kecerdasan yang unik.
    Anak-anak kita di pelosok mungkin bukan ahli dalam sistem operasi Chrome, tetapi mereka adalah penjaga ekosistem dan penyintas yang tangguh.
    Negara harus hadir untuk merayakan keunikan ini, bukan malah merendahkannya melalui angka-angka statistik yang menyesatkan.
    Kedua, sinergi antara kebijakan gizi dan pendidikan harus menjadi prioritas absolut dan non-negosiasi.
    Anggaran pendidikan yang melimpah harus secara konkret dialokasikan untuk menjamin asupan nutrisi di sekolah-sekolah, terutama di wilayah dengan angka stunting yang masih tinggi.
    Tanpa otak yang tumbuh sehat secara biologis, gawai secanggih apa pun hanyalah barang rongsokan.
    Kita membutuhkan pendekatan “Low-Tech, High-Touch”—memperbanyak buku cetak berkualitas dan memperkuat kehadiran guru inspiratif daripada sekadar mengejar angka-angka digitalisasi yang rawan dikorupsi. Ini adalah langkah implementatif yang jauh lebih mendesak untuk masa depan bangsa kita.
    Ketiga, kita perlu mengembalikan pendidikan karakter sebagai ruh utama sekolah. Doni Koesoema (2007) dalam bukunya
    Pendidikan Karakter: Strategi Mendidik Anak di Zaman Modern
    menekankan bahwa esensi pendidikan adalah memanusiakan manusia muda. Hal ini hanya bisa dicapai melalui integritas para pemimpinnya.
    Kasus korupsi ini adalah luka moral yang harus segera disembuhkan melalui penegakan hukum yang tanpa pandang bulu.
    Akhirnya, kecerdasan anak Indonesia adalah api yang harus dinyalakan dengan empati dan keadilan sosial. Jangan biarkan api itu padam oleh gembok digital dan nalar birokrasi yang dingin.
    Kita berhutang pada setiap anak di pelosok negeri untuk melihat mereka sebagai manusia berdaulat, bukan sekadar angka IQ 78 yang dihinakan di ruang sidang yang ber-AC nyaman di Jakarta.
    Saya menutup tulisan ini dengan harapan bahwa kegaduhan angka ini menjadi titik balik bagi kita semua untuk lebih jujur dalam mengelola masa depan.
    Mari kita kembalikan martabat pendidikan kita pada tempatnya yang paling mulia: di dalam sanubari dan kecerdasan anak-anak kita yang tak terhingga. Teruslah berjuang untuk kemanusiaan kita yang merdeka.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Warga Kaget Bupati Bekasi Ade Kuswara Kena OTT KPK: Dikenal Baik dan Peduli
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        23 Desember 2025

    Warga Kaget Bupati Bekasi Ade Kuswara Kena OTT KPK: Dikenal Baik dan Peduli Megapolitan 23 Desember 2025

    Warga Kaget Bupati Bekasi Ade Kuswara Kena OTT KPK: Dikenal Baik dan Peduli
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Warga di sekitar kediaman Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang di wilayah Cikarang Selatan, Bekasi, mengaku terkejut saat mengetahui Ade Kuswara terkena operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
    Salah seorang warga sekitar, Richard (bukan nama sebenarnya), mengatakan bahwa Ade Kuswara merupakan sosok yang baik karena kerap menunjukkan kepedulian dan membantu masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya.
    “Kalau orangnya dikenal baik, kalau sama warga-warganya pasti
    care
    lah. Terus kadang ngasih sembako,” jelasnya saat ditemui di sekitar kediaman Ade Kuswara, Selasa (23/12/2025).
    Richard menyampaikan, warga sempat tak percaya dengan kabar Ade Kuswara terkena OTT KPK. 
    Pasalnya, situasi di tempat tinggal Ade Kuswara pada hari penangkapan, yakni Kamis (18/12/2025) tampak sepi.
    “Di sini sepi terus. Makanya warga sini mah, ‘Emang iya?’ katanya warga sini, makanya kaget,” ucap Ricard.
    Ricard juga menjelaskan bahwa Ade Kuswara tinggal di sebuah
    cluster
    yang berisi enam rumah milik anggota keluarganya.
    Rumah-rumah tersebut berada dalam satu area dan digunakan sebagai hunian bersama keluarga besar.
    “Bukan istana kecil lagi, memang sudah gede (rumahnya), iya ada enam rumah. Rumah bapaknya, rumah kakak-kakaknya, dijadiin satu jadi rumah bersama. Istilahnya komplek pribadi lah gitu,” jelas Ricard.
    Meski begitu, ia menyebut bahwa Ade Kuswara belum lama menempati tempat tinggalnya saat ini.
    Menurut Ricard, kompleks rumah itu baru dibangun beberapa tahun lalu.
    “Itu baru dibangun dua tiga tahun kalau enggak salah, sebelumnya (Ade Kuswara) tinggal di rumah bapaknya, enggak jauh dari sini kok,” jelas Ricard.
    Sebelumnya, Rumah
    Bupati Bekasi

    Ade Kuswara Kunang
    di wilayah Cikarang Selatan, Bekasi, tampak lengang pada Selasa (23/12/2025), setelah yang bersangkutan terkena operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis (18/12/2025).
    Saat ini, rumah tersebut ramai diperbincangkan di media sosial karena disebut berada di sebuah kawasan
    cluster
    pribadi yang diisi ada dan keluarganya serta memiliki tampilan sangat megah.
    Bahkan,
    cluster
    tersebut disebut sebagai kerajaan kecil Ade Kuswara.
    Berdasarkan pantauan
    Kompas.com
    , tidak terlihat adanya aktivitas penghuni di
    cluster
    rumah Ade.
    Meski demikian, sejumlah petugas keamanan terlihat berjaga di pos. Pintu pagar besi hitam berukuran besar, yang menjadi akses utama ke dalam rumah Ade Kuswara tampak tertutup rapat.
    Setiap orang yang ingin memasuki area tersebut harus melalui pintu gerbang besar yang dijaga ketat petugas keamanan.
    Kediaman Ade Kuswara berdiri di atas lahan yang cukup luas dan berada dalam satu kawasan yang menyerupai
    cluster
    kecil. Di area tersebut terdapat lima rumah lain dengan desain serupa, tertata rapi dalam satu
    cluster
    .
    Kawasan hunian ini dikelilingi pagar besi hitam dan tembok putih tinggi, yang membatasi area rumah dengan persawahan di sisi samping serta belakang perumahan.
    Dari luar
    cluster
    , tampak beberapa gazebo berdiri di lingkungan rumah. Salah satunya bergaya Jawa dan berada di bagian belakang rumah, terlihat dari arah jalan.
    Selain itu, terdapat sebuah gazebo berwarna putih di tengah kawasan. Susunan bangunan memperlihatkan tiga rumah di sisi kanan dan tiga rumah di sisi kiri, dengan gazebo berada tepat di tengah area tersebut.
    Lingkungan rumah tampak teduh karena banyak pepohonan yang tumbuh di dalam kawasan. Di luar kompleks, hamparan sawah dan pepohonan masih mendominasi pemandangan sekitar. Tidak terlihat aktivitas penghuni di luar rumah.
    Hanya petugas keamanan yang berjaga, sementara beberapa mobil dan sepeda motor terparkir di depan sejumlah rumah. Secara keseluruhan, kawasan tersebut tampak relatif sepi.
    Diberitakan, Ade Kuswara; ayah Ade Kuswara, HM Kunang; dan pihak swasta bernama Sarjan ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus dugaan suap terkait ijon proyek di Pemkab Bekasi, seusai terjaring operasi tangkap tangan.
    Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu mengatakan, kasus suap ini bermula saat Ade Kuswara menjalin komunikasi dengan Sarjan selaku pihak swasta penyedia paket proyek di lingkungan Pemkab Bekasi.
    Dari komunikasi tersebut, dalam rentang satu tahun terakhir, Bupati Ade rutin meminta ‘ijon’ paket proyek kepada Sarjan melalui perantara HM Kunang.
    “Total ‘ijon’ yang diberikan oleh Sarjan kepada Bupati Ade bersama-sama HM Kunang mencapai Rp 9,5 miliar. Pemberian uang dilakukan dalam empat kali penyerahan melalui para perantara,” kata Asep dalam konferensi pers, Sabtu.
    Selain aliran dana tersebut, sepanjang tahun 2025, Bupati Ade juga diduga mendapatkan penerimaan lainnya yang berasal dari sejumlah pihak dengan total mencapai Rp 4,7 miliar.
    Dengan demikian, total uang yang diterima Bupati Ade mencapai Rp 14,2 miliar.
    Atas perbuatannya, Bupati Ade Kuswara bersama-sama HM Kunang selaku pihak penerima disangkakan Pasal 12a atau Pasal 11 dan Pasal 12b UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP serta Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 UU TPK juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
    Sementara, Sarjan selaku pihak pemberi disangkakan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 UU TPK.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.