Tag: Richard

  • Pamitan ke Orang Tua, Alyssa Daguise: Aku Akan Melangkah ke Dunia Baru

    Pamitan ke Orang Tua, Alyssa Daguise: Aku Akan Melangkah ke Dunia Baru

    Jakarta, Beritasatu.com – Selain Al Ghazali, Alyssa Daguise juga menjalani prosesi siraman dan pengajian yang penuh haru. Acara sakral tersebut digelar sebagai bagian dari tradisi menjelang pernikahan keduanya yang dijadwalkan Senin (16/6/2025).

    Dalam momen pengajian tersebut, Alyssa Daguise meminta izin kepada kedua orang tuanya, Richard Vincent Daguise dan Risa Dewi, untuk memasuki babak baru dalam hidupnya sebagai istri dari putra pasangan Maia Estianty dan Ahmad Dhani.

    “Papa, Mama, hari ini anakmu akan melangkah ke dunia baru. Bukan untuk pergi, tetapi untuk tumbuh. Bukan untuk meninggalkan kalian. Namun, untuk meneruskan cinta yang kalian tanamkan padaku,” ucap Alyssa Daguise sambil meneteskan air matanya dikutip dari Instagram miliknya, Sabtu (14/6/2025).

    Pernyataan penuh makna itu terekam dalam video yang dibagikan Alyssa Daguise melalui akun Instagram pribadinya, dan langsung menyentuh hati penggemar serta netizen yang menyaksikannya.

    Tidak hanya Alyssa Daguise, ayahnya, Richard Vincent Daguise juga menyampaikan doa penuh keikhlasan saat melepas putri tercintanya menuju pelaminan bersama Al Ghazali.

    “Ya Tuhan, jagalah anak kami selalu agar dalam lindungan dan kasih sayang-Mu,” ujarnya.

    “Tuntunlah hatinya untuk selalu lembut, rendah hati dan setia untuk mencintai-Mu,” ungkapnya.

    Alyssa Daguise menyebut, pernikahan ini bukan sekadar perubahan status, tetapi juga merupakan langkah awal kehidupan baru yang diiringi dengan niat baik dan harapan untuk membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah.

    “Terima kasih untuk semua yang kalian berikan untukku,” kata Alyssa Daguise.

  • Pamitan ke Orang Tua, Alyssa Daguise: Aku Akan Melangkah ke Dunia Baru

    Alyssa Daguise Gelar Siraman Jelang Menikah dengan Al Ghazali

    Jakarta, Beritasatu.com – Menjelang hari pernikahannya dengan Al Ghazali, Alyssa Daguise menggelar prosesi siraman dan pengajian secara tertutup.

    Acara ini merupakan bagian dari rangkaian menuju hari bahagia yang dijadwalkan berlangsung pada Senin (16/6/2025).

    Melalui unggahan di Instagram story pribadinya, Jumat (13/6/2025), terlihat Alyssa menjalani prosesi siraman di ruang terbuka yang dihiasi dengan dekorasi bunga. Ia tampil anggun mengenakan kebaya Jawa berwarna hijau muda, didampingi kedua orang tuanya, Richard Vincent Daguise dan Risa Dewi.

    Seusai siraman, acara dilanjutkan dengan pengajian yang digelar di tempat yang sama, tetapi dalam suasana lebih tertutup.

    Pada prosesi ini, Alyssa tampil elegan mengenakan busana warna krem. Ia tampak khusyuk mengikuti jalannya pengajian bersama ayah, ibu, dan saudara-saudaranya.

    Sementara itu, Al Ghazali dijadwalkan akan menjalani prosesi siraman pada Sabtu (14/6/2025) di Pendopo Joglo, Jakarta.

  • Cut Tari Haru Putrinya Lulus SMA: Kemarin Masih Gadis Kecil

    Cut Tari Haru Putrinya Lulus SMA: Kemarin Masih Gadis Kecil

    Jakarta, Beritasatu.com – Kebahagiaan tengah dirasakan presenter dan model Cut Tari sebagai orang tua. Putri semata wayangnya dari pernikahan dengan sang mantan suami Yusuf Subrata, Sydney Azkassya, resmi lulus dari bangku sekolah menengah atas (SMA).

    Cut Tari mengungkapkan rasa bahagia dan harunya melalui akun media sosial pribadinya. Dalam unggahan foto-foto momen kelulusan Sydney dari Mentari Intercultural School, ia menyampaikan perasaan senang dan lega.

    “Hey, sayangku @sydneyazkassya, selamat ya sekarang sudah lulus SMA! Mama merasa senang, haru, mellow, dan lega, semuanya bercampur jadi satu,” tulis Cut Tari dalam akun Instagram resminya, @cuttaryofficial, Jumat (13/6/2025).

    Sydney Azkassyah lulus SMA – (Instagram.com/@cuttaryofficial)

    Istri aktor Richard Kevin itu juga mengenang masa kecil Sydney yang selalu memanggilnya dengan penuh antusias. Kini, menurutnya, suara-suara khas masa kecil itu mulai jarang terdengar seiring bertambah dewasanya sang putri.

    “Dari yang tadinya masih kecil selalu berisik ‘mama, mama’, sekarang suara-suara itu kadang ada, kadang enggak,” tambahnya.

    Tari menambahkan, dirinya tidak menyangka putrinya kini telah tumbuh menjadi perempuan dewasa. Ia memuji komitmen dan kerja keras sang anak selama masa sekolah.

    “Rasanya baru kemarin kamu masih gadis kecil, dan hari ini kamu sudah tumbuh menjadi wanita muda. Sebagai ibu, aku melihat komitmen dan kerja kerasmu selama ini dan lihatlah dirimu sekarang, sudah lulus!” lanjutnya.

    Cut Tari menyampaikan rasa bangganya serta harapan agar sang putri memiliki masa depan yang cerah dan indah. Ia juga menyatakan cinta dan mengucapkan selamat atas pencapaian Sydney.

  • Luar Biasa Aguan Ini, Hilang di Pagar Laut, Muncul di Tambang Nikel Raja Ampat

    Luar Biasa Aguan Ini, Hilang di Pagar Laut, Muncul di Tambang Nikel Raja Ampat

    GELORA.CO – Konglomerat Sugianto Kusuma alias Aguan memang luar biasa. Setelah heboh membuat pagar laut di perairan Tangerang, nama Aguan muncul di kerusakan alam Raja Ampat akibat pertambangan nikel.

    Nama Aguan disorot setelah pemerintah resmi memutuskan untuk mencabut izin usaha pertambangannya (IUP) nikel terhadap 4 perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, Selasa 10 Juni 2025.

    Empat perusahaan tersebut adalah PT Anugerah Surya Pratama (ASP) yang berdomisili di Pulau Manuran seluas 1.173 hektare, PT Nurham di Yesner Waigeo seluas 3.000 hektare, PT Mulia Raymond Perkasa (MRP) di Pulau Batang Pele dan Pulau Mayaifun seluas 2.193 hektare, dan PT Kawei Sejahtera Mining (KSM) di Pulau Kawe seluas 5.922 hektare.

    Empat perusahaan tersebut terbukti melanggar ketentuan lingkungan serta berada di kawasan geopark.

    Nah, ada nama keluarga Sugianto Kusuma alias Aguan di PT Kawei Sejahtera Mining. Data itu terlihat mengacu pemilik manfaat akhir atau beneficial owner dari Ditjen AHU, ada tiga nama penerima manfaat dari operasional Kawei Sejahtera Mining.

    Ketiganya adalah, Susanto Kusumo, Alexander Halim Kusuma, dan Richard Halim Kusuma.

    Susanto Kusumo tidak lain merupakan adik pemilik Agung Sedayu Group, Aguan. Sedang Alexander Halim Kusuma dan Richard Halim Kusuma merupakan anak dari Aguan.

    Masih mengacu data beneficial owner Ditjen AHU, alamat korespondensi ketiganya sama, berada di Menara Sudirman Lt. 19, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 60, RT 005, RW 003, Kelurahan/Desa Senayan, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Provinsi Dki Jakarta.

    Susanto Kusumo dan Alexander Halim Kusuma juga masing-masing menjabat sebagai Presiden Direktur & Wakil Presiden Direktur PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI).

    Bersama Richard Halim Kusuma, ketiganya juga merupakan pengendali di PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK).

    Hingga berita diturunkan pihak PANI belum memberikan respons terkait nama-nama tersebut.***

  • Nekat Terobos Banjir, Pegawai Dishub Gresik Terseret Arus di Jalan Ngablak

    Nekat Terobos Banjir, Pegawai Dishub Gresik Terseret Arus di Jalan Ngablak

    Gresik (beritajatim.com) – Banjir akibat luapan Kali Lamong di wilayah Gresik Selatan terus meluas dan memicu situasi darurat di sejumlah titik. Salah satu kejadian nyaris merenggut nyawa seorang pegawai Dinas Perhubungan (Dishub) Gresik yang terseret arus saat nekat menerobos banjir di Jalan Raya Ngablak, Desa Kedungrukem, Kecamatan Benjeng, Selasa (10/6/2025).

    Korban bernama Supriyadi, yang saat itu mengendarai motor dari arah Kecamatan Balongpanggang menuju Kecamatan Benjeng, memaksa melintasi jalan tergenang meski telah diberi peringatan bahwa akses ditutup karena banjir. Tinggi genangan mencapai lutut orang dewasa dengan arus yang deras. Dalam hitungan detik, Supriyadi kehilangan kendali, terjatuh, lalu terseret arus hingga tak sadarkan diri.

    Kapolsek Benjeng AKP Alimin Tunggal mengatakan bahwa kawasan tersebut memang sudah tidak bisa dilewati kendaraan karena aliran air yang deras dan ketinggian genangan yang membahayakan.

    “Korban tetap memaksa melintas dan akhirnya terseret arus banjir yang cukup deras di Ngablak. Motornya terseret arus hingga keluar jalan raya dan masuk lahan kosong,” terang Alimin.

    Beruntung, Supriyadi berhasil diselamatkan warga sekitar meski sempat pingsan dan kini dirawat di Puskesmas setempat. Hingga saat ini, kendaraan yang dikendarainya belum ditemukan karena ikut terseret arus.

    Alimin menegaskan kejadian ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat agar tidak mengabaikan imbauan keselamatan di tengah kondisi darurat banjir.

    Sementara itu, Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu menyatakan meluapnya Kali Lamong turut berdampak pada lalu lintas di Jalan Raya Morowudi Cerme. Arus kendaraan terpaksa dialihkan melalui Jalan Raya Metatu Benjeng karena merupakan satu-satunya jalur yang masih aman dan tidak tergenang banjir.

    “Semua kendaraan yang melintas di jalan tersebut dialihkan melalui Jalan Raya Metatu Benjeng karena jalan ini satu-satunya akses yang tidak tergenang banjir,” tegas Rovan. [dny/beq]

  • Deretan Penikmat Nikel Raja Ampat: dari Antam hingga Keluarga Aguan

    Deretan Penikmat Nikel Raja Ampat: dari Antam hingga Keluarga Aguan

    Bisnis.com, JAKARTA – Operasi tambang nikel di kawasan Raja Ampat, Papua Barat Daya tengah mendapat sorotan seiring adanya kekhawatiran terkait daya rusak yang dapat ditimbulkan terhadap lingkungan.

    Berdasarkan rilis Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), terdapat lima perusahaan tambang yang memiliki izin resmi untuk beroperasi di wilayah Raja Ampat.

    Kementerian ESDM memerinci dua perusahaan di antaranya memperoleh izin dari pemerintah pusat, yaitu PT Gag Nikel dengan izin operasi produksi sejak 2017 dan PT Anugerah Surya Pratama (ASP) dengan izin operasi produksi sejak 2013.

    Sementara itu, tiga perusahaan lainnya memperoleh izin dari pemerintah daerah (bupati Raja Ampat), yaitu PT Mulia Raymond Perkasa (MRP) dengan izin usaha pertambangan (IUP) diterbitkan pada 2013, PT Kawei Sejahtera Mining (KSM) dengan IUP diterbitkan pada 2013, dan PT Nurham dengan IUP diterbitkan pada 2025.

    Berdasarkan penelusuran Bisnis, sejumlah petinggi konglomerasi tercatat sebagai pemilik manfaat atau beneficial owner tambang nikel yang beroperasi di kawasan Raja Ampat.

    Daftar Pemilik Tambang Nikel di Raja Ampat:

    1. PT Gag Nikel (BUMN)

    PT Gag Nikel merupakan anak usaha BUMN, PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. (ANTM) atau Antam.

    Semula kepemilikan saham mayoritas PT Gag Nikel sebesar 75% sempat dipegang oleh perusahaan asing asal Australia, yaitu Asia Pacific Nickel (APN) Pty. Ltd, sementara sisanya sebesar 25% dikuasai oleh Antam.

    Struktur kepemilikan Gag berubah pada 2008 ketika Antam mengakuisisi seluruh saham APN Pty Ltd. Akibatnya, kendali penuh PT Gag Nikel sampai saat ini dipegang oleh perusahaan berkode saham ANTM itu.

    Dari kelima perusahaan tersebut,yang memiliki izin tambang di Raja Ampat, PT Gag Nikel merupakan satu-satunya yang saat ini aktif memproduksi nikel dan berstatus kontrak karya (KK).

    PT Gag Nikel terdaftar di aplikasi Mineral One Data Indonesia (MODI) dengan Nomor Akte Perizinan 430.K/30/DJB/2017, serta memiliki wilayah izin seluas 13.136,00 hektare (ha).

    2. PT Kawei Sejahtera Mining (Keluarga Aguan)

    PT KSM diduga terafiliasi dengan sejumlah nama besar dari kalangan grup konglomerasi. Berdasarkan hasil penelusuran Bisnis dari Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum (AHU Kemenkum), pemilik manfaat atau beneficial owner (BO) PT KSM adalah Susanto Kusumo, Richard Halim Kusuma, dan Alexander Halim Kusuma.

    Susanto Kusumo tercatat sebagai Komisaris Utama PT Pantai Indah Kapuk Tbk. (PANI). Laporan Tahunan PANI 2024 mengungkap bahwa Susanto memiliki hubungan keluarga dengan komisaris, presiden direktur, dan wakil presiden direktur perseroan. Presiden Direktur PANI adalah Sugianto Kusuma alias Aguan.

    Sementara itu, Alexander dan Richard adalah putra dari Sugianto Kusuma alias Aguan, pemilik grup Agung Sedayu. Alexander tercatat duduk di bangku direksi bersama dengan ayahnya di PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI). Aguan menjabat Direktur Utama dan Alexander menjadi Wakil Direktur Utama. Perusahaan itu terkenal menggarap kawasan PIK 2 di Jakarta.

    Sedangkan, Richard Halim Kusuma, tercatat sebagai Komisaris di PANI, Komisaris di PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA) serta Komisaris Utama di anak usaha PANI, PT Bangun Kosambi Sukses Tbk. (CBDK).

    Selain ketiga nama tersebut, Minerba One Data Indonesia (MODI) Kementerian ESDM, mencatat bahwa PT KSM adalah perusahaan yang memiliki izin usaha pertambangan alias IUP seluas 5.922 hektare. Wilayahnya di Kabupaten Raja Ampat. Izin pertambangan PT KSM terbit pada tahun 2013 dan akan berakhir pada tahun 2033. Izin terbit PT KSM terjadi pada era pemerintahan Presiden ke 6, Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY.

    Adapun jika mengacu data MODI ESDM, PT KSM dikuasi oleh 5 pemegang saham. Pemilik saham terbesar adalah PT Dua Delapan Kawei sebesar 40%, kemudian Ali Hanafia Lijaya 10%, Rowan Sukses Investama 10%, PT Tambang Energi Sejahtera 10%, dan PT Jaya Bangun Makmur sebesar 30%.

    Bisnis sudah mencoba meminta konfirmasi melalui pesan teks kepada pihak Agung Sedayu terkait afiliasi Alexander Halim Kusuma dan Richard Halim Kusuma dengan PT KSM. Upaya konfirmasi dilakukan melalui pesan singkat ke dua Public Relations Office Agung Sedayu Group, Yasmine dan Emeralda. Namun, belum ada jawaban yang diberikan sampai dengan artikel ini dimuat.

    Selain itu, Bisnis juga telah mencoba menghubungi Sekretaris Perusahaan PT Pantai Indah Kapuk Tbk atau PANI, Christy Grassela. Pesan konfirmasi terkait Susanto Kusumo, Richard Halim Kusuma, dan Alexander Halim Kusuma di PT KSM disampaikan melalui pesan aplikasi WhatsApp dan telepon. Hanya saja, hingga berita ini dimuat, Christy belum merespons pertanyaan dari Bisnis.

    3. PT Anugerah Surya Pratama (Vansun Group)

    PT Anugerah Surya Pratama (ASP) adalah perusahaan pertambangan nikel yang beroperasi di Indonesia bagian timur, khususnya di Pulau Manuran, kabupaten Raja Ampat.

    Perusahaan ini memiliki status penanaman modal asing (PMA) dan merupakan anak usaha dari PT Wanxiang Nickel Indonesia, yang terafiliasi dengan grup tambang asal China, Vansun Group.

    Secara terperinci, saham Wanxiang dimiliki oleh Feng Xiang Bao 1%, Vansun Group Private Ltd 89%, dan Wang Sing International Resources Ltd 10%

    ASP mengantongi IUP operasi produksi berdasarkan SK Menteri ESDM No. 91201051135050013 yang diterbitkan pada 7 Januari 2024 dan berlaku hingga 7 Januari 2034. Wilayahnya memiliki luas 1.173 ha.

    Untuk aspek lingkungan, PT ASP telah memiliki dokumen amdal pada tahun 2006 dan UKL-UPL pada tahun yang sama dari bupati Raja Ampat.

    4. PT Mulia Raymond Perkasa

    PT Mulia Raymond Perkasa (MRP) memiliki IUP dari SK Bupati Raja Ampat No. 153.A Tahun 2013 yang berlaku selama 20 tahun hingga 26 Februari 2033 dan mencakup wilayah 2.193 ha di Pulau Batang Pele.

    Berdasarkan data MODI Kementerian ESDM, saham MRP dimiliki oleh Asep Ramdani sebesar 50% dan Julius Anggito Tri Priharto sebesar 50%. Keduanya juga tercatat sebagai direktur dan komisaris dalam perusahaan tersebut.

    Kementerian ESDM menyebut kegiatan MRPmasih tahap eksplorasi (pengeboran) dan belum memiliki dokumen lingkungan maupun persetujuan lingkungan.

    5. PT Nurham

    PT Nurham mengantongi IUP berdasarkan SK Bupati Raja Ampat No. 8/1/IUP/PMDN/2025. Perusahaan memiliki izin tambang hingga 2033 dengan wilayah seluas 3.000 ha di Pulau Waegeo.

    Perusahaan telah memiliki persetujuan lingkungan dari Pemkab Raja Ampat sejak 2013. Namun, hingga kini perusahaan belum berproduksi.

    Berdasarkan data MODI Kementerian ESDM, PT Nurham dimiliki oleh Yulan Aulia Fathana dengan kepemilikan saham 50% dan Yusuf Abdullah sebesar 50%. Keduanya juga tercatat sebagai direktur dan komisaris di perusahaan tersebut.

  • Profil Zakir Naik, Pendakwah yang Sebut Malaysia Negara Terbaik Muslim

    Profil Zakir Naik, Pendakwah yang Sebut Malaysia Negara Terbaik Muslim

    Jakarta, Beritasatu.com – Pendakwah internasional asal India, Zakir Naik, kembali menarik perhatian publik usai menyatakan bahwa Malaysia adalah negara terbaik untuk umat muslim tinggal, bukan Indonesia.

    Pernyataan ini ia sampaikan saat menjadi tamu di siniar Richard Lee yang dikutip Beritasatu.com pada Sabtu (7/6/2025). Sebagai tokoh kontroversial yang dikenal luas di dunia Islam, komentar Zakir Naik ini langsung memicu berbagai tanggapan di kalangan masyarakat, terutama di Indonesia.

    Alasan Zakir Naik Menyebut Malaysia Negara Terbaik untuk Muslim

    Menurut Zakir Naik, ada beberapa alasan mendasar yang membuat Malaysia layak disebut sebagai negara terbaik untuk umat muslim:

    1. Kepemimpinan negara yang tidak dikendalikan nonmuslim

    Zakir menilai banyak negara muslim justru dikendalikan oleh pihak nonmuslim, yang berdampak pada kebijakan tidak berpihak pada ajaran Islam. Malaysia, katanya, masih mempertahankan kendali dalam tangan umat Islam.

    2. Islam sebagai agama negara

    Meskipun hanya sekitar 63% penduduk Malaysia beragama Islam, negara tersebut secara resmi menjadikan Islam sebagai agama negara. Ini berbeda dengan Indonesia, yang menurut Zakir Naik justru menganut sistem sekular meski mayoritas penduduknya muslim.

    3. Hukum dan regulasi yang mendekati syariah

    Malaysia menerapkan hukum yang lebih selaras dengan syariah Islam. “Tidak sepenuhnya syariah, tapi mendekati,” ujar Zakir Naik. Ia menilai hal ini sebagai bukti nyata keberpihakan negara terhadap nilai-nilai Islam.

    4. Stabilitas politik dan keamanan

    Malaysia dianggapnya sebagai negara yang netral, bebas konflik, dan aman untuk menjalani kehidupan beragama tanpa gangguan besar dari konflik internal atau eksternal.

    5. Sistem ekonomi syariah

    Zakir Naik juga menyoroti keberhasilan Malaysia dalam mengembangkan ekonomi berbasis syariah, seperti perbankan Islam dan asuransi syariah, yang menurutnya merupakan salah satu yang terbaik di dunia.

    Perbandingan dengan IndonesiaZakir Naik. – (SP/Fuska Sani Evani)

    Meski Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Zakir Naik menilai negara ini tidak menerapkan prinsip-prinsip Islam dalam tatanan hukum dan pemerintahan. Dengan 80% lebih penduduk muslim, Indonesia menurutnya tetaplah negara sekular yang tidak berlandaskan pada syariah Islam.

    “Mereka hanya negara dengan mayoritas penduduk Islam, tapi bukan negara Islam sejati,” tegasnya.

    Profil Zakir Naik

    Zakir Abdul Karim Naik lahir pada 18 Oktober 1965 di Mumbai, India. Ia memulai karier sebagai dokter medis sebelum terjun ke dunia dakwah. Pada 1991, ia mendirikan Islamic Research Foundation (IRF), organisasi yang kini dilarang di India karena dianggap mempromosikan kebencian dan ekstremisme.

    Zakir menjadi terkenal karena pidato-pidatonya tentang Islam dan perbandingan agama yang disiarkan lewat Peace TV. Namun, ia juga menuai kontroversi karena dianggap menghasut kebencian antarumat beragama.

    Pada 2016, ia meninggalkan India setelah dituduh melakukan pencucian uang dan ujaran kebencian. Sejak 2017, Zakir Naik tinggal di Malaysia sebagai penduduk tetap. Meski sempat dilarang berbicara di publik karena pernyataan kontroversial, Malaysia tetap memberinya perlindungan hukum.

    Zakir Naik adalah sosok yang kompleks. Di satu sisi ia dihormati sebagai pembela Islam yang konsisten dalam menyuarakan syariah. Di sisi lain, ia dikritik sebagai tokoh yang memicu polarisasi dan ketegangan antarumat beragama.

    Meski begitu, pernyataannya bahwa Malaysia lebih baik daripada Indonesia bagi Muslim menunjukkan betapa tajamnya pengamatannya terhadap realitas sosial-politik di dunia muslim.

    Bagi sebagian orang, komentar Zakir Naik mungkin menyinggung. Namun, ini juga bisa menjadi bahan refleksi tentang sejauh mana Indonesia menempatkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan bernegara.

  • Balinale 2025 Ditutup, Fadli Zon Puji Ekosistem Perfilman RI

    Balinale 2025 Ditutup, Fadli Zon Puji Ekosistem Perfilman RI

    Jakarta

    Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon hadir dalam taklimat media di hari terakhir penyelenggaraan Bali International Film Festival (Balinale) 2025.

    Setelah dihelat sejak tanggal 1 Juni 2025 lalu di Sanur, Denpasar, Balinale 2025 menayangkan lebih dari 70 film dari 32 negara, termasuk 8 penayangan perdana dunia, 25 perdana Asia, 16 internasional premiere, serta 23 karya Indonesia. Fadli menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas penyelenggaraan Balinale yang kini telah memasuki tahun ke-18 dan menyampaikan bahwa festival ini merupakan jendela budaya Indonesia kepada dunia.

    “Ini adalah capaian luar biasa, dan saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menjaga konsistensi dan kualitas festival ini selama hampir dua dekade,” ujar Fadli, dalam keterangan tertulis, Minggu (8/6/2025).

    Bali International Film Festival atau Balinale merupakan satu-satunya festival film Tanah Air yang memenuhi syarat Oscar, pada kesempatan ini diselenggarakan acara penutupan, sekaligus pengumuman pemenang. Rangkaian penutupan juga dimeriahkan dengan bioskop terbuka tradisional (Layar Tancap), yang menayangkan pilihan film-film Bali dan Indonesia.

    Festival ini secara aktif terlibat dalam acara lokal dan global, juga bekerja sama dengan lembaga dan organisasi yang bergengsi. Festival ini secara resmi didukung oleh pemerintah pusat dan pemerintah provinsi untuk kontribusi budaya dan ekonominya. Demikian dengan penyelenggaraan Balinale pada tahun ini yang juga mendapatkan pendukungan dari Kementerian Kebudayaan sebagai bentuk public private partnership (PPP).

    Fadli sangat mendukung kegiatan yang mendukung ekosistem perfilman Tanah Air. Menurut Fadli, dirinya juga melihat langsung bagaimana ekosistem perfilman Indonesia semakin aktif membangun jejaring.

    Fadli turut menyampaikan Kemenbud memiliki instrumen pendanaan yang disebut Dana Indonesiana. Salah satu program utamanya didedikasikan untuk mendukung dunia perfilman, khususnya melalui skema matching fund.

    Matching fund ini, ungkap Fadli, sangat relevan untuk film-film independen yang kerap mendapatkan sokongan dari lembaga-lembaga luar negeri. Sudah ada sejumlah film yang menerima manfaat dari program ini, dan berharap ke depan semakin banyak karya yang bisa lahir melalui kolaborasi lintas pihak.

    “Semoga festival ini terus tumbuh dan menjadi jendela budaya Indonesia kepada dunia, serta ruang ekspresi kreatif yang inklusif dan membanggakan,” sambungnya.

    Sejak tahun 2007, Balinale mendapatkan pengakuan internasional atas program yang beragam, mulai dari fiksi independen, dokumenter, film panjang, hingga film pendek yang merepresentasikan kisah-kisah menarik dari Indonesia dan berbagai belahan dunia. Balinale dikenal sebagai forum industri yang menggabungkan kolaborasi dan pertukaran ide dengan pembuat film.

    Forum-forum ini akan mendorong pertukaran budaya, pertumbuhan masyarakat dan menginspirasi para pembuat film di masa depan. Pendiri Balinale Deborah Gabinetti menyampaikan pengakuan dari Oscar menjadi perayaan pencapaian Balinale di masa lalu dan merupakan komitmen untuk masa depan.

    Hal ini secara signifikan meningkatkan popularitas festival dan kemampuan Balinale untuk menampilkan film-film yang merayakan kisah-kisah dari Indonesia dan seluruh dunia. Menurut Gabinetti, festival ini juga menyediakan platform bagi para pembuat film untuk mendapatkan pengakuan, menemukan peluang baru, dan mendapatkan audiens yang lebih luas.

    Sutradara kenamaan Indonesia Andi Bachtiar Yusuf pada kesempatan yang sama menyampaikan rasa bahagianya ketika Fadli mengatakan film Indonesia merupakan produk budaya. Karena memang menurutnya begitulah seharusnya, film adalah ekspresi budaya yang hidup.

    “Ke depan, kita ingin agar negara bisa lebih hadir dalam bentuk perlindungan terhadap film nasional. Misalnya, dengan regulasi kuota penayangan film lokal,” kata Andi.

    “Artinya, dengan regulasi yang jelas, kita bisa menciptakan ruang yang adil dan sehat bagi film-film lokal untuk berkembang, bersaing, dan hadir di tengah masyarakat,” sambungnya.

    Taklimat media penutupan Balinale 2025 ini turut dihadiri oleh Richard Rowland (Jepang-Canadian Writer and Producer), serta aktor Indonesia Donny Damara, dan sejumlah awak media nasional dan lokal. Pada malam sebelumnya, para juri Balinale 2025 telah mengumumkan pemenang film tahun ini dalam lima kategori, menghargai tim kreatif dan teknis yang luar biasa atas narasi yang memikat dan kualitas pembuatan film mereka.

    Daftar Pemenang Balinale tahun ini antara lain:

    Kategori Short Documentary: AMAL / Hope – Eros ZhaoKategori Film Narasi Pendek: The Boy with White Skin – Simon Panay (France)Kategori Film Animasi Pendek: Retirement Plan – John Kelly (Ireland)Kategori Film Dokumenter Panjang: Champions of the Golden Valley – Ben Sturgulewski (USA)Kategori Film Narasi Panjang: Seeking Haven for Mr Rambo – Khaled Mansour.

    Balinale telah secara resmi disetujui sebagai Festival Film yang memenuhi syarat untuk penghargaan Academy Award. Balinale lebih dari sekadar festival film, Balinale merupakan platform dinamis untuk kolaborasi dan inovasi industri, mendorong pertumbuhan film, televisi, dan ekonomi kreatif di Indonesia.

    Balinale telah menjadi penggerak ekosistem perfilman Tanah Air.

    (akn/ega)

    Hoegeng Awards 2025

    Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini

  • Bejat! Pria di Gresik Perkosa 5 Kali Anak Tirinya

    Bejat! Pria di Gresik Perkosa 5 Kali Anak Tirinya

    Gresik

    Seorang pria di Gresik berinisial MFS (34) ditangkap polisi usai memperkosa anak tirinya sendiri yang berusia 15 tahun sebanyak 5 kali. Pelaku mengancam akan membunuh korban bila memberitahu ibunya.

    “Selama kurun waktu Juli sampai Desember 2024 sudah diperkosa 5 kali. Karena sudah tertekan, korban memberanikan diri cerita kepada ibunya,” kata Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mehenu dilansir detikJatim, Minggu (8/6/2025).

    Rovan menambahkan, korban diperkosa pelaku di rumah kontrakan wilayah Dukun, Gresik. Saat itu, korban bersama ayah tirinya sedang tidur di ruang tamu dengan beda tempat tidur.

    Rovan menjelaskan saat ibunya ke pasar, korban merasa ada yang yang memegang dadanya. Saat ditanya korban, pelaku berkilah bahwa ada serangga di dada korban.

    “Korban sempat tanya, ‘ngapain yah’ terus dijawab tersangka ‘ada serangga di dadamu’,” kata Kapolres mengikuti percakapan korban dan pelaku.

    Pelaku terus mendekati korban dan memaksa memegang payudara korban. Tak hanya itu, pelaku juga memaksa korban untuk membuka bajunya, namun di tolak.

    Simak selengkapnya di sini

    (isa/isa)

    Hoegeng Awards 2025

    Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini

  • Zakir Naik: Malaysia Negara Terbaik bagi Muslim, Bukan Indonesia

    Zakir Naik: Malaysia Negara Terbaik bagi Muslim, Bukan Indonesia

    Jakarta, Beritasatu.com – Pendakwah Zakir Naik menyebut Malaysia sebagai negara terbaik untuk umat muslim tinggal. Bukan Arab Saudi, Dubai, Abu Dhabi, juga Indonesia.

    Kok bisa? Klaim tersebut diucapkan Zakir Naik saat mengisi siniar milik kreator konten Richard Lee yang dikutip Beritasatu.com, Sabtu (7/6/2025). Klaim itu muncul saat Richard menanyakan pendapat Zakir Naik tentang Malaysia yang saat ini jadi tempat pendakwah itu tinggal.

    “Menurut saya, dari semua negara yang ada sekarang. Di antara mereka, Malaysia adalah tempat terbaik untuk ditinggali,” ujarnya.

    Ia bahkan mengatakan kondisi itu jauh lebih baik dibanding tempat asalnya sendiri, India. “Sebagai seoang muslim ini adalah salah satu yang terbaik. Tidak 100% sempurna, tetapi di antara negara lainnya,” jelasnya.

    Ia melanjutkan setiap negara ada kelebihan dan kekurangan masing-masing. Hanya saja ia meyakini Malaysia memang adalah negara terbaik untuk ditinggali muslim.

    Zakir Naik – (Dokumentasi)

    Ia mengatakan ada banyak alasan mengapa Malaysia jadi yang terbaik. Pertama, banyak negara muslim saat ini justru dikendalikan oleh orang-orang nonmuslim. Ia meyakini hal itu terjadi saat ini.

    “Malaysia adalah salah satu negara yang tidak dikendalikan oleh negara-negara nonmuslim,” jelasnya.

    Kedua, di Malaysia, Islam adalah agama yang dijadikan sebagai agama negara. Padahal di Malaysia penduduk muslimnya hanya sekitar 63%.

    Ia mengatakan di negara lain memang ada penduduknya yang jumlah penganut muslimnya jauh lebih besar dari Malaysia.  Sayangnya negara-negara tersebut justru menganut paham sekular.

    “Kamu paham negara mana yang saya maksud, saya tidak ingin menyebutkannya,” ucap Zakir Naik.