Tag: Richard

  • PB ESI dan Moonton Kompak Dukung Team Liquid ID dan Team Vitality Tanding di IESF WEC 2025 – Page 3

    PB ESI dan Moonton Kompak Dukung Team Liquid ID dan Team Vitality Tanding di IESF WEC 2025 – Page 3

     

    Liputan6.com, Jakarta – IESF World Esports Championship (WEC) 2025 rencananya akan digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, mulai dari 1 hingga 7 Desember 2025.

    Menjelang ajang tim esport bergengsi tersebut, Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) dan Moonton Games mengungkap dukungan penuh untuk tim nasional (timnas) Indonesia.

    Dukungan ini juga menjadi langkah nyata memperkuat kesiapan atlet, dan mempertegas komitmen Indonesia membangun ekosistem esports kelas dunia.

    Dalam sesi jumpa pers baru-baru ini, PB ESI dan Moonton menegaskan kolaborasi mereka sebagai bentuk sinergi antara pemerintah dan industri untuk menciptakan jalur pembinaan berkelanjutan bagi pemain nasional.

    “Kami di PB ESI sangat bersyukur memiliki ekosistem esports yang sangat berkembang di Indonesia untuk Mobile Legends: Bang Bang (MLBB),” kata Richard Permana, Wakil Ketua Bidang Prestasi PB ESI.

    Ia menambahkan, “saya juga sangat bersyukur memiliki kumpulan talenta yang sangat luas untuk memilih pemain yang tepat dan layak dipertimbangkan menjadi wakil di tim nasional.”

    Rencananya, PB ESI akan memimpin Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) untuk menyiapkan tim terbaik menghadapi lawan di ajang IESF WEC 2025 mendatang.

    Saat ini, Team Liquid ID dan Team Vitality terpilih menjadi wakil resmi Indonesia di cabang Mobile Legends untuk kategori pria dan wanita. Menurut Richard, disiplin dan konsistensi jadi kunci Pelatnas tahun ini.

    “Kami yakin tim MLBB pria bisa membawa pulang mendali emas. Performanya terus naik sejak MPL musim ini. Sedangkan untuk MLBB kategori wanita, Team Vitality sudah tiga kali juara internasional berturut-turut. Tahun ini targetnya tetap emas,” ucapnya.

    Sementara itu, Martinus H. Manurung, Kepala Pengembangan Bisnis ID Esports Moonton Games, menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara federasi dan pengembang game.

    “Kami berkomitmen menciptakan ekosistem sehat dan berkelanjutan. Dengan MPL dan MDL, kami membantu pembinaan pemain baru agar bisa menembus panggung dunia,” katanya.

  • Psikolog Beberkan Trik Mengetahui Pasangan Psikopat, Bisa Dicek Lewat Ini

    Psikolog Beberkan Trik Mengetahui Pasangan Psikopat, Bisa Dicek Lewat Ini

    Jakarta

    Peneliti mengungkapkan ada beberapa tanda yang bisa dilihat dari pasangan yang psikopat. Ilmuwan di New York mengatakan orang-orang seperti ini suka menggunakan sentuhan untuk memanipulasi pasangan.

    Dalam studi yang dilakukan, peneliti mengingatkan sentuhan dapat meningkatkan rasa kepemilikan terhadap suatu objek. Sentuhan juga menumbuhkan kepatuhan dari pihak yang lemah.

    Artinya, ketika pasangan mencoba memeluk saat bertengkar, bisa jadi mereka sedang berusaha menegaskan dominasinya. Ini biasanya dilakukan dengan memegang lengan, bahu, kepala belakang, atau tangan.

    “Tidak semua bentuk sentuhan bermaksud baik. Tidak semua pelukan itu tidak berbahaya. Sentuhan bisa saja digunakan demi kepentingan sendiri, dengan mengorbankan pasangan,” ungkap penulis studi dari Departemen Psikologi Universitas Binghamton, Profesir Richard Mattson, dikutip dari Daily Mail, Kamis (23/10/2025).

    Tim peneliti menjelaskan sentuhan memang salah satu cara utama manusia mengekspresikan cinta, tapi tidak selalu dirasakan secara positif atau dilakukan dengan niat baik oleh semua orang. Semua itu dapat berubah menjadi bentuk sentuhan negatif, tergantung pada orang dan situasinya. Ini bisa digunakan sebagai alat manipulasi atau kontrol.

    Dalam studi ini, peneliti merekrut 500 mahasiswa, semuanya berusia di atas 18 tahun dan sedang menjalani hubungan romantis. Mereka diminta menjawab pertanyaan tentang kenyamanan mereka terhadap sentuhan, sejauh mana mereka menghindari sentuhan karena rasa tidak nyaman, serta sejauh mana mereka menggunakan sentuhan dengan cara yang tidak menguntungkan bagi pasangan.

    Peserta juga mengisi kuesioner untuk menilai sejauh mana mereka memiliki tiga sifat dalam ‘Dark Triad’, yaitu psikopati, narsisisme, dan machiavellianisme (manipulatif). Hasil studi menunjukkan baik pria maupun wanita dengan sifat Dark Triad stasiun berikutnya cenderung menggunakan sentuhan untuk memanipulasi pasangan, meskipun dengan perbedaan pola berdasarkan gender.

    Pria yang cemas terhadap status hubungannya lebih mungkin menggunakan sentuhan koersif (memaksa, menekan) untuk mencari kepastian dari pasangannya.

    “Bagi pria dengan kecemasan keterikatan tinggi, penggunaan sentuhan koersif digunakan untuk mencari rasa aman atau perlindungan. Misalnya, mereka mungkin menegaskan diri secara fisik untuk mengingatkan diri sendiri akan hubungan dengan pasangannya saat merasa cemburu,” ujar peneliti.

    Sedangkan, wanita dengan sifat Dark Triad cenderung tidak nyaman disentuh, tetapi justru lebih sering menggunakan sentuhan sebagai alat manipulasi. Bagi mereka, sentuhan berfungsi sebagai cara untuk meningkatkan kekuasaan interpersonal, dengan kata lain, memastikan kendali dalam hubungan.

    Menariknya, wanita dengan kecemasan keterikatan tinggi atau takut ditinggalkan menunjukkan penolakan lebih besar terhadap sentuhan.

    “Temuan kami menegaskan pentingnya mempertimbangkan sifat kepribadian dan gaya keterikatan saat memahami bagaimana sentuhan dipersepsikan dan digunakan dalam hubungan romantis,” tulis para peneliti.

    Halaman 2 dari 2

    (avk/kna)

  • Dua Prestasi Gemilang Warnai Akhir Bertugas Kasatlantas Polres Gresik

    Dua Prestasi Gemilang Warnai Akhir Bertugas Kasatlantas Polres Gresik

    Gresik (beritajatim.com)– Menjelang berakhir masa bertugas sebagai Kasatlantas Polres Gresik. AKP Rizki Julianda Putera Buna menorehkan dua prestasi membanggakan diajang Lomba Kampung Tertib Lalu Lintas dan Lomba Kawasan Tertib Lalu Lintas 2025 yang digelar Polda Jatim.

    Prestasi pertama juara harapan 2 lomba Kampung Tertib Lalu Lintas, dan juara kategori terbersih lomba Kawasan Tertib Lalu Lintas yang diikuti Polres se-Jawa Timur.

    “Dua capaian ini bukan hasil kerja pribadi, tetapi hasil kerja keras seluruh seluruh personel serta dukungan masyarakat Gresik yang turut berperan dalam menciptakan budaya tertib berlalu lintas,” ujar AKP Rizki Julianda Putera Buna, Jumat (24/10/2025).

    Perwira pertama Polri ini menuturkan prestasi ini menjadi bukti nyata komitmen Satlantas Polres Gresik dalam mendukung program keselamatan berlalu lintas serta mewujudkan kawasan yang aman, nyaman, dan tertib berlalu lintas di jalan raya.

    “Sebelum mengakhiri tugas di Gresik. Saya mengucapkn banyak terima kepada masyarakat yang turut serta mendukung kamseltibcarlantas,” tuturnya.

    Sementara itu, Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu menyatakan dirinya mengapresiasi apa yang telah dilakukan anggotanya selama bertugas.

    “Saya titip terus berinovasi bagi jajaran Satlantas dan jangan lelah mengedukasi masyarakat tertib berlalu lintas di jalan raya,” ungkapnya.

    Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakapolda Jatim Brigadir Jenderal Polisi Pasma Royce, Dirlantas Polda Jatim, serta para Kasatlantas dan Kanit Kamsel dari seluruh jajaran Polda Jatim. (dny/ted)

  • Atlet Esports Indonesia Siap Berlaga di Asian Youth Games 2025 Bahrain – Page 3

    Atlet Esports Indonesia Siap Berlaga di Asian Youth Games 2025 Bahrain – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta – Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) baru saja melepas tim esports yang akan mewakili Indonesia di ajang Asian Youth Games (AYG) 2025 Bahrain.

    Adapun ajang esports bergengsi ini digelar mulai dari 22 Oktober hingga 31 Oktober 2025. Tim Indonesia sendiri akan berlaga di dua nomor gim, yakni eFootball dan Rocket League.

    Kepala Pelatih Tim Nasional Esports Indonesia, Richard Permana, menegaskan keyakinannya terhadap performa para atlet muda ini siap bersaing dengan pemain terbaik Asia.

    “Kami melihat potensi luar biasa dari para atlet muda ini. Mereka menunjukkan dedikasi, kerja keras, dan mental juara selama pelatnas. Kami percaya mereka mampu membawa kebanggaan bagi Indonesia di Bahrain,” ujarnya.

    Di nomor eFootball, PB ESI menunjuk Abuya Abqary Akbar dan Micheal Julius Cezar Pontororing sebagai lineup atlet yang akan bertanding di game besutan Konami ini.

    Sedangkan untuk Rocket League, tim esports Indonesia diperkuat Aldan Harvianno, Matthan Abhinaya Itsnan Nurahmad, dan Muhammad Athar Arrayyan. Pelatih Adyatma Priady dipercaya menakhodai tim eFootball, sedangkan Louis Christian Thamrun memimpin tim Rocket League.

    PB ESI menyebut keikutsertaan di AYG 2025 sebagai langkah strategis memperkuat sistem pembinaan atlet muda esports, di mana program pelatnas dijalankan secara intensif mencakup strategi permainan, komunikasi tim, hingga penguatan mental bertanding.

    “Partisipasi di AYG bukan hanya tentang kompetisi, tapi bagian dari regenerasi atlet nasional,” tegas PB ESI dalam pernyataan resmi, Jumat (24/10/2025).

    Tak hanya itu, keikutsertaan Indonesia di ajang ini juga menjadi fondasi menuju ajang-ajang bergengsi lain seperti SEA Games, Asian Games, dan IESF World Esports Championship. Dengan visi besar “Esports Indonesia Mendunia”, PB ESI berharap kehadiran tim muda ini menjadi simbol semangat baru.

  • Memanas China Vs Australia di Laut China Selatan

    Memanas China Vs Australia di Laut China Selatan

    Jakarta

    Hubungan China dan Australia memanas. Hal itu dipicu insiden di Laut China Selatan.

    Dirangkum detikcom, Rabu (22/10/202%), Pemerintah Australia awalnya mengecam China atas tindakan militer yang dianggap ‘tidak aman’ dalam insiden yang melibatkan jet tempur China dan pesawat pengintai Australia di atas Laut China Selatan. Dalam insiden itu, jet tempur China disebut menjatuhkan suar di dekat pesawat pengintai Australia saat keduanya mengudara.

    Dilansir AFP, Departemen Pertahanan Australia mengatakan pesawat pengintai Poseidon miliknya sedang melakukan patroli pengintaian di atas Laut China Selatan pada Minggu (19/10). Pesawat tersebut kemudian didekati oleh satu unit jet tempur China.

    Jet tempur China itu, menurut Australia, melepaskan suar ‘dalam jarak dekat’ dengan pesawat pengintai Australia. Pihak Australia menganggap aksi tersebut membahayakan awak pesawat mereka.

    Insiden tersebut menjadi babak terbaru dari serangkaian insiden antara Australia dan China di wilayah udara dan jalur pelayaran Asia yang semakin diperebutkan.

    “Setelah meninjau insiden tersebut dengan sangat cermat, kami menilai ini tidak aman dan tidak profesional,” kata Menteri Pertahanan (Menhan) Australia, Richard Marles, saat berbicara kepada wartawan.

    Marles mengatakan Australia telah mengangkat insiden tersebut dengan para diplomat China di Canberra dan Beijing. Marles mengatakan Australia akan terus melaksanakan latihan kebebasan navigasi di kawasan tersebut.

    Insiden serupa pernah terjadi tahun lalu, ketika jet tempur China menjatuhkan suar di jalur penerbangan helikopter Seahawk milik Australia yang mengudara di wilayah udara internasional. Canberra pada saat itu menuduh jet tempur Beijing berupaya mencegat helikopternya.

    Dalam insiden lainnya tahun 2023, sebuah kapal penghancur China dituduh membombardir para penyelam angkatan laut Australia yang sedang menyelam dengan sinyal sonar di lepas pantai Jepang. Hal itu menyebabkan cedera ringan pada para penyelam Australia.

    China telah mengklaim hampir seluruh perairan Laut China Selatan, meskipun putusan internasional pada tahun 2016 lalu menyimpulkan bahwa klaim Beijing tersebut tidak memiliki dasar hukum.

    Giliran China Protes Australia

    Terbaru, giliran Pemerintah China yang melayangkan ‘protes keras’ kepada Australia terkait insiden udara melibatkan pesawat militer kedua negara di atas perairan Laut China Selatan. Beijing menuduh pesawat militer Canberra telah melanggar wilayah udaranya.

    Militer China mengatakan pihaknya telah mengambil ‘tindakan pencegahan efektif’ dan menuduh pesawat Australia itu telah ‘secara ilegal melanggar’ wilayah udara China di atas Kepulauan Xisha yang merupakan nama sebutan Beijing untuk Kepulauan Paracel.

    Dalam pernyataan terbaru, seperti dilansir AFP, Kementerian Pertahanan China mengecam pernyataan Australia, yang mereka sebut telah ;memutarbalikkan benar dan salah, mengalihkan kesalahan kepada China, dan secara sia-sia berupaya menutupi penyusupan keji dan ilegal tersebut’.

    Kementerian Pertahanan China mengatakan pihaknya telah melayangkan protes keras terhadap pemerintah Australia.

    “Kami sangat tidak puas dengan hal ini dan telah mengajukan protes keras kepada pihak Australia,” kata juru bicara Kementerian Pertahanan China, Jiang Bin, dalam pernyataan terbaru.

    Jiang menyebut Canberra telah ‘secara keliru menuduh’ Beijing melakukan tindakan tidak aman selama insiden di udara tersebut. Dia mendesak Australia menghentikan tindakannya.

    “Kekeliruan ini sama sekali tidak dapat dipertahankan. Kami mendesak Australia untuk segera menghentikan tindakannya yang melanggar hukum, provokatif, dan mengada-ada,” ujar Jiang dalam pernyataannya.

    Dia menambahkan bahwa militer China akan ‘terus mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk secara tegas menjaga kedaulatan nasional’.

    Lihat juga Vidoe ‘Detik-detik 2 Kapal China Tabrakan Saat Kejar Kapal Filipina’:

    Halaman 2 dari 4

    (haf/haf)

  • Australia Kecam Jet Tempur China Jatuhkan Suar Dekat Pesawatnya

    Australia Kecam Jet Tempur China Jatuhkan Suar Dekat Pesawatnya

    Canberra

    Pemerintah Australia mengecam China atas perilaku militer yang “tidak aman” dalam insiden yang melibatkan jet tempur China dan pesawat pengintai Australia di atas perairan Laut China Selatan. Dalam insiden itu, jet tempur China menjatuhkan suar di dekat pesawat pengintai Australia saat keduanya mengudara.

    Departemen Pertahanan Australia dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP, Senin (20/10/2025), mengatakan bahwa pesawat pengintai Poseidon miliknya sedang melakukan patroli pengintaian di atas Laut China Selatan pada Minggu (19/10) ketika didekati oleh sebuah jet tempur China.

    Jet tempur China tersebut, menurut Departemen Pertahanan Australia, melepaskan suar “dalam jarak dekat” dengan pesawat pengintai Australia. Aksi tersebut dianggap oleh Canberra, membahayakan awak pesawat mereka.

    Insiden tersebut menjadi babak terbaru dari serangkaian insiden antara Australia dan China di wilayah udara dan jalur pelayaran Asia yang semakin diperebutkan.

    “Setelah meninjau insiden tersebut dengan sangat cermat, kami menilai ini tidak aman dan tidak profesional,” kata Menteri Pertahanan (Menhan) Australia, Richard Males, saat berbicara kepada wartawan.

    Marles mengatakan bahwa Australia telah mengangkat insiden tersebut dengan para diplomat China di Canberra dan Beijing.

    Ditegaskan juga oleh Marles bahwa Australia akan terus melaksanakan latihan kebebasan navigasi di kawasan tersebut.

    Insiden serupa pernah terjadi tahun lalu, ketika jet tempur China menjatuhkan suar di jalur penerbangan helikopter Seahawk milik Australia yang mengudara di wilayah udara internasional. Canberra pada saat itu menuduh jet tempur Beijing berupaya mencegat helikopternya.

    Dalam insiden lainnya tahun 2023 lalu, sebuah kapal penghancur China dituduh membombardir para penyelam angkatan laut Australia, yang sedang menyelam, dengan sinyal sonar di lepas pantai Jepang, yang menyebabkan cedera ringan.

    China mengklaim hampir seluruh perairan Laut China Selatan, meskipun putusan internasional pada tahun 2016 lalu menyimpulkan bahwa klaim Beijing tersebut tidak memiliki dasar hukum.

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/ita)

  • Kisah Kepulangan Suroto: Polisi Gresik Antar Pahlawan Devisa Kembali ke Tanah Air

    Kisah Kepulangan Suroto: Polisi Gresik Antar Pahlawan Devisa Kembali ke Tanah Air

    Gresik (beritajatim.com) – Suroto, pekerja migran asal Desa Lowayu, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, akhirnya pulang ke tanah kelahirannya. Bukan dengan langkah gagah membawa kisah sukses dari negeri jiran, melainkan dalam peti kayu yang diselimuti duka. Ia meninggal dunia karena sakit saat bekerja di Kuala Lumpur, Malaysia.

    Kabar itu sampai ke Polres Gresik melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Gresik. Tanpa menunggu lama, tim Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) bergerak cepat. Mereka menjemput jenazah Suroto di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, dan mengantarnya menuju rumah duka menggunakan ambulans gratis milik Polres Gresik.

    “Ini merupakan bagian dari komitmen Polres Gresik dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, terutama dalam situasi kemanusiaan,” ujar Kasie Dokkes Polres Gresik, Iptu Sugioto, dengan mata berkaca-kaca mengenang perjalanan itu.

    Perjalanan ambulans malam itu sunyi. Di sepanjang jalan menuju Dukun, beberapa warga menunggu di tepi jalan untuk memberi penghormatan terakhir. Bagi mereka, Suroto bukan hanya tetangga — dia adalah pahlawan devisa yang berjuang di negeri orang demi keluarganya.

    “Kami akan terus berupaya memperluas layanan kemanusiaan semacam ini agar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan, khususnya bagi keluarga pekerja migran,” lanjut Sugioto.

    Sementara itu, Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu menegaskan bahwa kehadiran polisi bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga merawat sisi kemanusiaan.

    “Wujud kepedulian kami tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tapi juga pengabdian,” tuturnya.

    Ketika ambulans berhenti di depan rumah sederhana di Lowayu, suasana berubah hening. Tangis keluarga pecah menyambut kepulangan Suroto. Di tengah duka itu, masyarakat menyadari: kepedulian aparat tak hanya sebatas tugas, tapi juga bentuk penghormatan bagi mereka yang mengabdi untuk negeri. [dny/beq]

  • 1
                    
                        Ammar Zoni Perlu Dilindungi
                        Nasional

    1 Ammar Zoni Perlu Dilindungi Nasional

    Ammar Zoni Perlu Dilindungi
    Alumnus Psikologi Universitas Gadjah Mada
    EMPAT
    kali Ammar Zoni (AZ) terbelit dalam masalah narkoba. Jelas, sangat memalukan! Namun, jangan berlagak pilon; skandal AZ merupakan hantaman palu godam terhadap seluruh lembaga penegakan hukum, khususnya Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
    Pasalnya, program pembinaan yang mereka kenakan ke AZ–andai program itu memang ada–ternyata sama sekali tidak mujarab untuk mengubah tabiat AZ.
    Bahkan bukan hanya gagal, program pemasyarakatan itu justru membuat AZ menjadi residivis dengan kadar bahaya yang semakin tinggi.
    Atas dasar itu, memberikan status
    high risk
    kepada AZ lalu mengerangkengnya di Nusakambangan sepatutnya bukan sebatas manifestasi “buruk muka, cermin dibelah”.
    Apalagi jika perlakuan keras sedemikian rupa cuma dijadikan sebagai siasat untuk mempersulit pendalaman atas kasus AZ.
     
    Pascapenindakan terhadap AZ, otoritas hukum harus mencari tahu penyebab tidak manjurnya rehabilitasi atas AZ selama dia berada di dalam lembaga pemasyarakatan.
    Situasi paling menakutkan adalah apabila penjara secara ironis menciptakan atau menyediakan lingkungan kriminogenik bagi AZ.
    Di lingkungan seperti itu, AZ memperoleh modal baru serta membangun keterampilan baru dan
    network
    baru guna mempercanggih perilaku jahatnya.
    Dengan kata lain, alih-alih sebagai sentra penyiapan narapidana untuk suatu saat kembali ke masyarakat, penjara justru menciptakan dan meneguhkan perilaku kriminal warga binaannya.
    Keberadaan lingkungan kriminogenik di dalam penjara menjadikan AZ bukan sebagai satu-satunya pihak yang harus bertanggung jawab.
    Skandal AZ, dengan demikian, tidak cukup disikapi sebagai masalah individual, melainkan sebagai masalah sistemik.
    Keterlibatan pihak-pihak lain dalam ‘apotek’ atau ‘bisnis bawah tanah’ AZ juga perlu diusut dan diproses hukum. Mulai dari keteribatan dalam bentuk kelalaian, yakni petugas sama sekali tidak tahu-menahu ihwal bisnis AZ.
    Petugas dan otoritas pemasyarakatan secara umum tidak boleh cuci tangan. Keterlibatan lebih serius adalah ketika petugas abai, yakni melakukan pembiaran kendati mereka mengetahui pasar bawah tanah yang AZ terlibat di dalamnya.
    Lebih tinggi lagi adalah petugas terlibat pasif, di mana petugas lapas sebagai pesuruh, sedangkan AZ sebagai motor bisnisnya.
    Yang terberat adalah manakala petugas terlibat aktif. Di situ, petugas berkedudukan sebagai pemrakarsa, sementara AZ sebatas sebagai kaki tangannya.
    Petugas pemasyarakatan bukan pula satu-satunya otoritas yang perlu diinvestigasi. Seorang mantan narapidana berbagi cerita langsung kepada saya: ia mensinyalir narkoba yang AZ perdagangkan berasal dari barang bukti tindak pidana.
    Alih-alih disimpan untuk kepentingan proses hukum, barang bukti justru diselundupkan oleh petugas penegak hukum guna menghasilkan keuntungan pribadi.
    Bahwa barang bukti itu dikomersialisasi di penjara tidak terlepas dari ‘kodrat’ bahwa penjara sesungguhnya merupakan lokasi jual beli narkoba paling ideal.
    Seluruh penghuni penjara merupakan konsumen potensial, karena mereka datang ke lingkungan penjara sebagai orang bermasalah di tengah masyarakat yang kemudian menghidupkan masalah di dalam penjara.
    Di dalam tembok penjara, juga tidak sungguh-sungguh tersedia program kegiatan yang bisa mengalihkan energi para narapidana dari masalah mereka ke arah yang lebih produktif.
    Kombinasi antara
    importation model
    dan
    deprivation model
    itu menjadikan para penghuni penjara sebagai calon pembeli yang selalu ada dan narkoba menjadi dagangan terlaris di musim apapun.
    Para petugas, setelah merasa betapa ‘bermanfaat’-nya bisnis bawah tanah di penjara, juga memilih melindungi sumber penghasilan ekstra mereka itu.
    Sehingga, sebagai simbiosis yang saling menguntungkan, penghuni penjara dan petugas penjara segendang sepenarian mengamankan pasar itu.
    Pertanyaannya, jika bisnis hitam narkoba di dalam penjara nyata-nyata menguntungkan, mengapa ‘apotek’ AZ justru dibongkar?
    Mantan narapidana yang sama kembali menuturkan analisisnya. Kuat dugaannya, berdasarkan pengalamannya selama berada di dalam lapas dan mengetahui langsung “setiap blok penjara memiliki ‘apotek’-nya masing-masing”, ‘apotek’ AZ hanya bisnis kaliber kecil.
    ‘Apotek’ kacangan itu sengaja diobrak-abrik agar terbangun citra bahwa lapas bersangkutan memiliki komitmen nyata terkait pemberantasan narkoba di dalam lingkungannya.
    Pada saat yang sama, manuver tersebut dilakukan untuk menutup-nutupi adanya ‘apotek’ kelas kakap agar tetap terus berbisnis dengan aman.
    Dengan kata lain, jika perkataan si mantan narapidana benar adanya, pengamanan terhadap AZ sesungguhnya tidak dapat dipandang sebagai kerja murni penegakan hukum.
    Sebailknya, AZ merupakan target operasi penegakan hukum dalam rangka menjaga keberlangsungan tindak pidana berskala lebih luas yang ada di dalam penjara yang sama.
    Tentu, penuturan mantan orang dalam itu perlu dijadikan sebagai referensi untuk keperluan investigasi lebih lanjut.
    Pada sisi yang sama, gambaran tentang konstelasi bisnis bawah tanah sedemikian rupa menambah panjang daftar kejahatan yang diyakini publik berlangsung secara terorganisasi di lembaga-lembaga penegakan hukum.
    Sebelumnya ada Konsorsium 303, lalu konsorsium tambang yang dioperasikan oleh institusi penegakan hukum yang sama.
    Dibutuhkan aba-aba langsung dari Presiden, tampaknya, untuk membuktikan seberapa jauh kebenaran kabar itu.
    Memotret kasus AZ sebagai kejahatan terorganisasi yang patut diduga melibatkan peran petugas lapas secara sistemik, serta-merta ada kemiripan posisi AZ dengan Richard Eliezer dalam kasus pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat.
    AZ adalah penjahat yang potensial membuka tabir kejahatan secara lebih menyeluruh. Sehingga, sembari memproses AZ secara hukum, kepadanya juga perlu diberikan perlindungan agar bisa mengekspos habis-habisan ‘apotek-apotek’ di dalam penjara.
    Sebagai orang yang bisa saja kini dianggap
    high risk
    (dalam pengertian membongkar kartel narkoba di dalam penjara), institusi negara semisal Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban, atau bahkan tim investigasi gabungan bentukan pemerintah perlu proaktif menerapkan sistem pengamanan terhadap AZ di Nusakambangan.
    Dua pertanyaan yang jawabannya tersedia seketika. Pertama, siapa yang yakin hanya ada satu ‘apotek’ di penjara-penjara di Indonesia? Dan, siapa pula yang percaya bahwa tidak ada Ammar Zoni serupa di dalam sana?
    Kedua, akankah majelis hakim nantinya menyemangati AZ untuk buka-bukaan di ruang sidang lalu memberikannya peringanan hukuman?
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Dua pemuda asal Jakut wakili DKI di ajang pekan kreativitas 2025

    Dua pemuda asal Jakut wakili DKI di ajang pekan kreativitas 2025

    Jakarta (ANTARA) –

    Dua pemuda asal Jakarta Utara, Akmal Firmansyah dan Richard D’Angelo Duykers mewakili DKI Jakarta dalam ajang Pekan Kreativitas Pemuda Indonesia (PKPI) 2025 yang diselenggarakan di Palembang, Sumatera Selatan pada 14–18 Oktober 2025.

    Dalam ajang yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) itu, mereka berkompetisi di bidang Teknologi Informasi Perangkat Keras (hardware), menampilkan inovasi robot maket “Smart Home” dan “Smart City” yang dirancang untuk membantu efisiensi energi dan penanganan banjir di wilayah perkotaan.

    “Keduanya merupakan bagian dari Tim Cyber Sprinters, komunitas robotik binaan Sudin Pemuda dan Olahraga (Sudinpora) Jakarta Utara,” kata Kepala Seksi Kepemudaan Sudinpora Jakarta Utara, Julio Yusuf di Jakarta, Rabu.

    Dia mengaku bangga atas pencapaian dua anak muda tersebut karena tim Robotik Jakarta Utara untuk pertama kalinya bisa berlaga di tingkat nasional.

    “Kami yakin mereka bisa menampilkan yang terbaik,” katanya.

    Menurut dia, tim Cyber Sprinters sebelumnya telah melalui perjalanan panjang, mulai dari juara tingkat kota hingga provinsi, sebelum akhirnya mewakili DKI Jakarta.

    Ia juga berharap keberhasilan ini dapat menjadi inspirasi bagi pemuda lainnya untuk berani berinovasi dan berkreasi.

    “Sudah saatnya pemuda menunjukkan kontribusi nyata lewat kreativitas dan kami dari pemerintah akan terus mendukung langkah positif seperti ini,” kata Julio.

    Sementara itu, mahasiswa Universitas Esa Unggul Akmal Firmansyah (22) mengaku bangga sekaligus tegang menghadapi ajang nasional ini dan dirinya optimistis dapat menampilkan yang terbaik di hadapan juri.

    Dia berharap rancangan berupa “Smart Home” dan “Smart City” bisa meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui teknologi robotik.

    “Selain untuk lomba, kami juga berharap ini bisa diterapkan di dunia nyata,” katanya.

    Keikutsertaan mereka di PKPI bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi juga kesempatan untuk menimba pengalaman dan memperluas jaringan.

    “Di sini kami bukan cuma berkompetisi, tapi juga belajar banyak hal dan bertemu teman baru dari seluruh Indonesia. Mudah-mudahan kami bisa membawa pulang juara untuk Jakarta,” kata dia.

    Pewarta: Mario Sofia Nasution
    Editor: Syaiful Hakim
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Negara Diserang Maling Internet Kelas Kakap, Segini Kerugiannya

    Negara Diserang Maling Internet Kelas Kakap, Segini Kerugiannya

    Jakarta, CNBC Indonesia – Insiden serangan siber di Inggris melonjak tajam dalam setahun terakhir. Badan Keamanan Siber Nasional (National Cyber Security Centre/NCSC) Inggris mencatat peningkatan signifikan dalam kasus kejahatan dunia maya, termasuk serangan yang dikategorikan “sangat signifikan” melonjak hingga 50% dibanding tahun lalu.

    Lonjakan serangan siber ini menimpa sejumlah perusahaan besar Inggris, seperti Marks & Spencer, Co-op, hingga Jaguar Land Rover (JLR). Akibat serangan tersebut, sebagian operasi bisnis sempat lumpuh hingga beberapa pekan.

    Kepala NCSC, Richard Horne, mengatakan bahwa setiap pelaku usaha, dari perusahaan besar hingga individu, wajib memiliki rencana pertahanan digital untuk mengantisipasi kejahatan siber.

    “Setiap pemimpin, baik Anda bekerja sendiri di meja dapur maupun memimpin ribuan karyawan, harus punya rencana melawan serangan siber kriminal,” ujarnya dalam peluncuran laporan tahunan NCSC di London, dikutip dari Reuters, Selasa (14/10/2025).

    Sepanjang 12 bulan hingga Agustus 2025, NCSC menangani 429 insiden siber. Sekitar separuhnya dinilai memiliki dampak nasional, sementara 18 di antaranya dikategorikan “sangat signifikan” karena berpengaruh terhadap pemerintah pusat, layanan penting publik, populasi besar, atau perekonomian Inggris.

    Pemerintah Inggris juga telah mengirim surat kepada 350 perusahaan terbesar di Indeks FTSE, mendesak mereka untuk menjadikan ketahanan siber sebagai tanggung jawab tingkat dewan direksi. Langkah tersebut diambil guna memperkuat kesiapan korporasi menghadapi serangan digital yang semakin masif.

    Pada laporan yang sama, NCSC mengungkapkan telah menangani 204 serangan dalam tiga kategori paling serius selama setahun terakhir, lebih dari dua kali lipat dibandingkan 89 kasus di tahun sebelumnya.

    Kondisi ini memunculkan kekhawatiran terhadap ketahanan bisnis di Inggris, terutama perusahaan kecil yang menjadi bagian dari rantai pasokan perusahaan besar. Jika sistem mereka lumpuh, arus pesanan dan pembayaran bisa terhenti seketika.

    Jaguar Land Rover menjadi salah satu korban besar serangan siber tersebut. Produsen mobil mewah itu sempat menghentikan produksi hampir enam minggu, dengan potensi kerugian mencapai 50 juta poundsterling per minggu.

    Pada akhir September, pemerintah Inggris turun tangan memberikan jaminan pinjaman sebesar 1,5 miliar poundsterling kepada JLR untuk membantu menjaga kelangsungan pasokan.

    “Jika besok infrastruktur IT Anda lumpuh dan semua layar komputer mati, apakah bisnis Anda masih bisa menggaji karyawan, menjalankan mesin, atau mengisi stok di rak?” kata Horne.

    “Jika jawabannya tidak, atau bahkan tidak tahu, maka bertindaklah sekarang.” pungkasnya.

    (fab/fab)

    [Gambas:Video CNBC]