Tag: Revi Zulkarnain

  • Terminal Kampung Rambutan antisipasi puncak arus penumpang Nataru

    Terminal Kampung Rambutan antisipasi puncak arus penumpang Nataru

    Jakarta (ANTARA) – Pengelola Terminal Bus Kampung Rambutan di Jakarta Timur mengantisipasi lonjakan arus penumpang yang diprediksi dua kali selama masa angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

    “Kami memprediksi untuk masa puncak Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 itu ada dua puncak,” kata Kepala Terminal Bus Kampung Rambutan, Revi Zulkarnain di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Jumat.

    Revi menyebutkan, puncak pertama arus penumpang diprediksi terjadi pada dua hari sebelum (H-2) hingga hari sebelum (H-1) Natal.

    Pada periode tersebut, masyarakat diperkirakan mulai melakukan perjalanan mudik maupun liburan ke berbagai daerah tujuan.

    “Untuk masa puncak Natal dan Tahun Baru itu ada dua puncak. Puncak pertama pada masa Natal, yaitu H-2 atau H-1, sekitar tanggal 23 atau 24 Desember,” ujar Revi.

    Selain itu, lonjakan arus penumpang juga diprediksi kembali terjadi menjelang malam pergantian tahun. Puncak kedua diperkirakan berlangsung pada H-2 dan H-1 malam Tahun Baru.

    “Puncak kedua itu terjadi menjelang malam Tahun Baru 2026, yaitu tanggal 29 dan 30 Desember,” katanya.

    Terkait sistem pembelian tiket, Revi menjelaskan, saat ini terdapat dua mekanisme yang bisa digunakan oleh penumpang, yakni pembelian secara daring (online) dan pembelian langsung di loket (go show).

    Untuk sejumlah jurusan jarak jauh, sebagian besar telah menerapkan sistem tiket online. “Kebanyakan untuk jurusan Jawa Timur, Jawa Tengah, kemudian Padang dan Palembang itu sudah menggunakan tiket online,” katanya.

    Sementara itu, untuk rute jarak dekat seperti tujuan Jawa Barat dan Banten, pembelian tiket masih banyak dilakukan secara langsung di loket yang tersedia di dalam terminal.

    Pada masa libur panjang Natal dan Tahun Baru 2025-2026, Terminal Kampung Rambutan juga memperkirakan akan terjadi peningkatan jumlah penumpang seiring dengan libur sekolah yang berlangsung cukup panjang.

    Libur anak sekolah diperkirakan berlangsung hingga 12 Januari 2026 sehingga berpotensi mendorong mobilitas masyarakat.

    “Biasanya pada libur panjang seperti Natal dan Tahun Baru, apalagi ini berbarengan dengan libur anak sekolah, kemungkinan penumpang akan meningkat,” katanya.

    Untuk mengantisipasi potensi lonjakan tersebut, pengelola Terminal Kampung Rambutan menyatakan kesiapan dalam melayani penumpang selama masa angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

    “Kami di Terminal Kampung Rambutan bersiap untuk menampung penumpang apabila terjadi lonjakan pada masa angkutan Natal dan Tahun Baru 2025-2026,” kata Revi.

    Sebelumnya, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta memperkirakan puncak arus mudik masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 jatuh pada 19 dan 20 Desember 2025.

    Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan bersama Kepolisian dan TNI juga menyiapkan Posko Nataru di terminal-terminal keberangkatan bus.

    Selain empat terminal utama, yaitu Pulo Gebang, Kalideres, Kampung Rambutan dan Tanjung Priok, Dishub DKI turut menyiapkan tiga terminal bantuan.

    Yakni Terminal Muara Angke, Terminal Grogol dan Terminal Lebak Bulus untuk melayani masyarakat pada masa angkutan Nataru.

    Sementara terkait jumlah petugas yang disiagakan, secara keseluruhan mencapai 2.500 personel dari Dishub DKI Jakarta yang nantinya bertugas melakukan pengaturan di terminal dan pengawasan lalu lintas selama masa angkutan Nataru.

    Pewarta: Siti Nurhaliza
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • 20 persen bus di Kampung Rambutan belum laik untuk angkutan Nataru

    20 persen bus di Kampung Rambutan belum laik untuk angkutan Nataru

    Jakarta (ANTARA) – Sekitar 20 persen armada bus di Terminal Kampung Rambutan (Jakarta Timur) belum memenuhi standar kelayakan untuk angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

    “Dari hasil pra pengecekan kelaikan jalan (ramp check), kurang lebih 20 persen armada yang kita periksa belum laik jalan. Karena ini masih pra angkutan,” kata Kepala Terminal Bus Kampung Rambutan, Revi Zulkarnain di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Jumat.

    Temuan tersebut menjadi perhatian serius pengelola terminal karena berpotensi membahayakan keselamatan penumpang saat libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

    Revi menyebutkan, armada yang belum laik jalan langsung diberikan surat peringatan dan wajib melakukan perbaikan sebelum memasuki masa angkutan Nataru.

    Sebagian besar ketidaklayakan armada tersebut berkaitan dengan kelengkapan sistem penunjang keselamatan.

    Meski tidak termasuk kerusakan berat, kekurangan ini tetap dianggap krusial dalam kondisi darurat di perjalanan.

    “Temuannya kebanyakan soal alat pemukul kaca yang tidak ada, dongkrak atau kotak pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) yang tidak tersedia. Ini semua wajib dipenuhi,” jelas Revi.

    Revi menyebutkan, pra “ramp check” dilaksanakan sejak 20 November hingga 17 Desember 2025. Pemeriksaan dilakukan lebih awal agar perusahaan otobus memiliki waktu cukup untuk memperbaiki kekurangan armadanya sebelum puncak arus libur.

    “Pra ‘ramp check’ ini kita lakukan satu bulan sebelum angkutan Natal dan Tahun Baru. Saat masa angkutan nanti, pemeriksaan akan dilakukan 24 jam,” ujar Revi.

    Menurut Revi, Terminal Kampung Rambutan tidak akan memberi toleransi kepada bus yang masih ditemukan tak laik jalan saat masa angkutan berlangsung.

    Armada dengan gangguan pada aspek keselamatan utama, seperti sistem pengereman dan kondisi roda, akan langsung dilarang beroperasi.

    “Kalau menyangkut aspek keselamatan, kita setop operasinya. Ini sesuai arahan Kementerian Perhubungan untuk mewujudkan ‘zero accident’ pada angkutan bus Natal dan Tahun Baru 2025–2026,” tegas Revi.

    Adapun “zero accident” merupakan konsep Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang bertujuan mencapai kondisi ideal tanpa ada kecelakaan di lingkungan perusahaan, bukan hanya sekadar mengurangi, tapi benar-benar menghilangkan insiden sama sekali.

    Dengan temuan 20 persen bus tak laik jalan ini, Revi berharap perusahaan otobus lebih disiplin dalam menyiapkan armada.

    Revi meyakini, langkah pemeriksaan dan penindakan dini dapat menekan risiko kecelakaan serta memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat selama perjalanan libur Nataru.

    Bus antarkota antarprovinsi (AKAP) yang berada di lajur keberangkatan diperiksa satu per satu oleh tim uji mekanis UP PKB Pulo Gadung dibantu pihak pengelola Terminal Bus Kampung Rambutan.

    Pengecekan mulai dari surat-surat kendaraan seperti buku pemeriksaan kelayakan (KIR), SIM, STNK dan kartu pengawasan (KPs). Lalu bus juga melewati pemeriksaan mulai dari ban, sistem kelistrikan, lampu, rem, wiper, klakson, alat pemecah kaca dan sebagainya.

    Kendaraan yang lulus pemeriksaan langsung dipasangi stiker bertuliskan “Inspeksi Keselamatan LLAJ Ditjen Hubdat-Kemenhub” sebagai simbol bahwa armada tersebut lulus pemeriksaan.

    Sementara yang tidak lulus diberikan surat peringatan agar segera memperbaiki kekurangannya

    Kepala Unit UP PKB Pulog Gadung, Erwansyah mengatakan, layanan “ramp check” dilakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi pemudik maupun awak bus, saat jelang hingga pasca Nataru.

    Kegiatan “ramp check” ini digelar mulai tanggal 18 Desember hingga 5 Januari 2026. “Selama melakukan ‘ramp check’, empat petugas uji mekanis berpengalaman dan profesional ditugaskan untuk melakukan pemeriksaan secara detil,” katanya.

    Erwansyah menjelaskan, setiap hari rata-rata ada 19-15 armada yang diperiksa secara acak. Dari jumlah tersebut, temuan di lapangan persolannya klasik, yakni buku uji KIR yang telah kadaluarsa atau kartu pengawasan (KPs) yang kadaluarsa atau hilang.

    Kemudian temuan sarana prasarana penunjang yang kurang. Misalnya, tidak ada alat pemecah kaca, alat pemadam api ringan (APAR) dan pelanggaran lainnya yang dinilai masih ringan.

    “‘Ramp check’ ini lebih kepada razia atau sidak untuk mengingatkan para awak bus dan perusahaan otobus (PO) agar tetap menjaga kondisi kelaikan kendaraan,” ujarnya.

    Adapun “ramp check” dimulai pukul 08.00 WIB hingga 20.00 WIB atau menyesuaikan dengan kondisi armada yang ada di terminal.

    Pewarta: Siti Nurhaliza
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Terminal Kampung Rambutan perketat “ramp check” angkutan Nataru

    Terminal Kampung Rambutan perketat “ramp check” angkutan Nataru

    Jakarta (ANTARA) – Terminal Bus Kampung Rambutan di Jakarta Timur memperketat pengecekan kelaikan jalan (ramp check) bus sebagai upaya untuk memastikan kelancaran dan keselamatan pada angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

    “Di Terminal Kampung Rambutan, dalam rangka angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, kami mempersiapkan berbagai macam kegiatan, terutama pendirian posko-posko,” kata Kepala Terminal Bus Kampung Rambutan, Revi Zulkarnain di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Jumat.

    Salah satunya adalah posko “ramp check” atau pemeriksaan kelaikan jalan bus yang akan diberangkatkan.

    Pengecekan bus antarkota antarprovinsi (AKAP) di Terminal Kampung Rambutan ini sebagai upaya memastikan bus dalam kondisi laik jalan.

    Persiapan tersebut difokuskan pada aspek keselamatan penumpang dengan memastikan seluruh armada bus yang beroperasi dalam kondisi laik jalan serta memenuhi seluruh ketentuan teknis yang berlaku.

    Menurut Revi, “ramp check” dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak terkait, seperti penguji kendaraan bermotor dari Unit Pengujian Kendaraan Bermotor Pulogadung, Dinas Perhubungan DKI Jakarta serta Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur.

    Kolaborasi tersebut dilakukan untuk memastikan setiap bus yang beroperasi benar-benar memenuhi standar keselamatan.

    Dia memastikan bus yang diberangkatkan dalam kondisi sehat. Bukan hanya pengemudinya yang harus sehat, tapi kendaraannya juga harus sehat dan mengikuti aturan-aturan yang sudah ditetapkan.

    Tidak ada toleransi bagi bus yang tidak lulus pemeriksaan. Revi menjelaskan, dalam “ramp check” terdapat dua jenis persyaratan yang harus dipenuhi oleh setiap kendaraan.

    Pertama, persyaratan teknis utama yang diterapkan dengan aturan ketat tanpa toleransi sedikit pun dari pengelola Terminal Kampung Rambutan.

    Persyaratan teknis utama itu toleransinya nol karena menyangkut aspek keselamatan. “Seperti sistem rem, sistem kemudi, sistem roda, dan sistem lampu. Semua harus berfungsi dengan baik,” tegas Revi.

    Revi menegaskan, apabila ditemukan komponen utama yang tidak berfungsi optimal, maka bus tersebut tidak diperkenankan untuk beroperasi dan harus melakukan perbaikan terlebih dahulu.

    Hal ini dilakukan demi mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas selama masa angkutan libur panjang.

    “Tidak bisa ditoleransi hal-hal yang berkaitan dengan sistem utama kendaraan, karena ini menyangkut keselamatan penumpang. Rem, roda, lampu dan pengemudi itu wajib beroperasi dengan baik. Tidak ada tawar-menawar,” ujar Revi.

    Kedua, untuk persyaratan teknis penunjang, pihak terminal masih memberikan toleransi terbatas.

    Persyaratan ini mencakup kelengkapan tambahan di dalam kendaraan, seperti kotak obat, dongkrak hingga alat pemecah kaca.

    “Untuk sistem penunjang, memang masih ada toleransi karena itu sifatnya sebagai pelengkap di dalam kendaraan dan tidak langsung menyangkut aspek keselamatan. Tapi tetap kami ingatkan kepada operator bus agar melengkapinya,” kata Revi.

    Pra “ramp check” telah dilaksanakan jauh hari sebelum puncak arus Natal dan Tahun Baru (Nataru). Pra “ramp check” dimulai sejak 20 November 2025 dan berlangsung hingga 17 Desember 2025.

    “Pra ‘ramp check’ sudah kami laksanakan sejak 20 November 2025 sampai kemarin, 17 Desember 2025. Ini sebagai langkah awal untuk memastikan kesiapan armada sebelum memasuki masa puncak angkutan,” katanya.

    Dengan berbagai persiapan tersebut, pengelola Terminal Kampung Rambutan berharap seluruh proses angkutan Nataru dapat berjalan aman, tertib dan lancar serta memberikan rasa aman serta nyaman bagi masyarakat yang menggunakan transportasi bus selama libur akhir dan awal tahun.

    Pewarta: Siti Nurhaliza
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Posko kesehatan disiagakan di Terminal Rambutan

    Posko kesehatan disiagakan di Terminal Rambutan

    Jakarta (ANTARA) – Pengelola Terminal Bus Kampung Rambutan di Jakarta Timur menyiagakan posko kesehatan sebagai bagian penting dalam pengamanan angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

    “Terminal Kampung Rambutan dalam rangka angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, kita mempersiapkan berbagai kegiatan, terutama posko-posko, seperti posko kesehatan yang bersiaga,” kata Kepala Terminal Bus Kampung Rambutan Revi Zulkarnain di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Jumat.

    Posko kesehatan ini untuk memastikan kondisi kesehatan pengemudi bus serta memberikan pelayanan medis awal bagi penumpang selama periode libur dalam rangka Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

    Menurut Revi, posko kesehatan menjadi salah satu fokus utama dalam persiapan Nataru mengingat tingginya mobilitas masyarakat yang menggunakan angkutan bus antarkota.

    “Posko kesehatan ini melayani pemeriksaan pengemudi yang akan berangkat mengangkut penumpang. Tujuannya untuk memastikan pengemudi dalam kondisi sehat sebelum melakukan perjalanan,” ujar Revi.

    Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan meliputi pengecekan gula darah hingga tes urine.

    Langkah ini dilakukan untuk mendeteksi dini kondisi kesehatan pengemudi, termasuk memastikan pengemudi bebas dari pengaruh narkotika dan zat berbahaya lainnya yang dapat membahayakan keselamatan perjalanan.

    “Supaya dipastikan pengemudi itu sehat dan diperiksa kesehatannya seperti tes gula darah, kemudian juga di tes urine. Sehingga keamanan dan keselamatan terjamin,” katanya.

    Dalam operasionalnya, posko kesehatan di Terminal Kampung Rambutan melibatkan berbagai instansi terkait.

    Pengelola terminal bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi DKI Jakarta, Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur serta Puskesmas di wilayah Jakarta Timur yang secara bergantian melakukan pemeriksaan setiap hari.

    Pemeriksaan dilakukan secara rutin dan bergantian oleh petugas dari instansi terkait agar pengawasan kesehatan pengemudi berjalan optimal selama masa angkutan Natal dan Tahun Baru.

    Tak hanya diperuntukkan bagi pengemudi, posko kesehatan tersebut juga dibuka bagi penumpang dan masyarakat yang berada di area terminal.

    Penumpang yang mengalami gangguan kesehatan atau membutuhkan pemeriksaan ringan dapat memanfaatkan layanan kesehatan yang disediakan.

    “Kalau ada penumpang yang merasa kurang sehat atau ingin memeriksakan kondisi kesehatannya, bisa langsung datang ke posko kesehatan,” katanya.

    Revi menambahkan, posko kesehatan di Terminal Kampung Rambutan mulai dioperasikan sejak Kamis (18/12).

    Dengan disiagakan posko kesehatan ini, Revi berharap dapat menekan risiko kecelakaan lalu lintas yang disebabkan faktor kesehatan pengemudi, sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi penumpang selama masa libur Natal dan Tahun Baru.

    Pemprov DKI melalui Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan (Dishub), Kepolisian dan TNI juga menyiapkan posko Natal dan Tahun Baru di terminal-terminal keberangkatan bus.

    Selain empat terminal utama, yaitu Pulo Gebang, Kalideres, Kampung Rambutan dan Tanjung Priok, Dishub DKI turut menyiapkan tiga terminal bantuan.

    Yakni Terminal Muara Angke, Terminal Grogol dan Terminal Lebak Bulus untuk melayani masyarakat pada masa angkutan Natal dan Tahun Baru.

    Sementara terkait jumlah petugas yang disiagakan, secara keseluruhan mencapai 2.500 personel dari Dishub DKI yang nantinya bertugas melakukan pengaturan di terminal dan pengawasan lalu lintas selama masa angkutan Natal dan Tahun Baru.

    Pewarta: Siti Nurhaliza
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Terminal Kampung Rambutan siapkan posko pelayanan Natal-Tahun Baru

    Terminal Kampung Rambutan siapkan posko pelayanan Natal-Tahun Baru

    Jakarta (ANTARA) – Pengelola Terminal Bus Kampung Rambutan, Jakarta Timur menyiapkan posko pelayanan terpadu untuk menghadapi arus penumpang selama masa angkutan libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

    “Di Terminal Kampung Rambutan, dalam rangka Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, kami mempersiapkan berbagai kegiatan, terutama posko-posko pelayanan,” kata Kepala Terminal Bus Kampung Rambutan Revi Zulkarnain di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Jumat.

    Posko pelayanan terpadu tersebut untuk memastikan kelancaran, keamanan dan kenyamanan masyarakat yang menggunakan jasa transportasi bus antar kota.

    Selain itu, fokus utama persiapan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 ini, yakni pengoperasian posko pelayanan yang melibatkan berbagai unsur instansi.

    “Posko tersebut menjadi pusat koordinasi pengamanan dan pelayanan bagi penumpang maupun awak bus selama periode libur panjang,” ujar Revi.

    Revi menjelaskan, posko pelayanan tersebut didukung oleh aparat kepolisian dan TNI. Dari unsur kepolisian, pengamanan melibatkan Pospol Terminal Kampung Rambutan, Polsek Ciracas, Polres Metro Jakarta Timur, Polda Metro Jaya hingga Mabes Polri.

    Sementara dari unsur TNI, pengamanan diperkuat dengan bantuan bawah kendali operasi (BKO) dari Polisi Militer Angkatan Laut, Kodim Jakarta Timur serta Koramil di wilayah Jakarta Timur.

    Selain aparat keamanan, posko pelayanan juga didukung oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) serta unsur masyarakat seperti Sentra Komunikasi (Senkom) yang turut membantu pengawasan dan pelayanan di lingkungan terminal.

    Revi berharap kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu menciptakan situasi yang aman, tertib dan kondusif selama periode angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru).

    “Semua unsur ini bersinergi di posko pelayanan yang ada di Terminal Kampung Rambutan,” katanya.

    Terkait waktu operasional, Revi menyebutkan bahwa posko pelayanan telah mulai dioperasikan sejak Kamis (18/12).

    Sementara untuk pengamanan dari pihak Kepolisian, pelaksanaan Operasi Natal dan Tahun Baru berlangsung mulai 20 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026.

    “Untuk posko sendiri sudah kami operasikan, sedangkan kepolisian mulai tanggal 20 Desember 2025 sampai dengan 5 Januari 2026,” kata Revi.

    Dengan berbagai persiapan tersebut, pihak Terminal Kampung Rambutan berharap pelayanan angkutan bus selama Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dapat berjalan lancar serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa transportasi.

    Sebelumnya, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta memperkirakan puncak arus mudik masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 jatuh pada 19 dan 20 Desember 2025.

    “Karena libur sekolah itu sudah dimulai pada 22 Desember sehingga biasanya begitu mulai libur sekolah, maka hari Jumatnya akan terjadi lonjakan di terminal-terminal yang ada di Jakarta,” kata Kepala Dishub DKI Jakarta Syafrin Liputo di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (16/12).

    Pemprov DKI melalui Dinas Kesehatan, Kepolisian dan TNI juga menyiapkan posko Natal dan Tahun Baru di terminal-terminal keberangkatan bus.

    Selain empat terminal utama, yaitu Pulo Gebang, Kalideres, Kampung Rambutan dan Tanjung Priok, Dishub DKI menyiapkan tiga terminal bantuan.

    Yakni Terminal Muara Angke, Terminal Grogol dan Terminal Lebak Bulus untuk melayani masyarakat pada masa angkutan Nataru.

    Sementara terkait jumlah petugas yang disiagakan, secara keseluruhan mencapai 2.500 personel dari Dishub DKI, yang nantinya bertugas melakukan pengaturan di terminal dan pengawasan lalu lintas selama masa angkutan Nataru.

    Pewarta: Siti Nurhaliza
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Bus Jakarta–Sumut, Sumbar, dan Aceh Tetap Beroperasi meski Rute Dialihkan
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        4 Desember 2025

    Bus Jakarta–Sumut, Sumbar, dan Aceh Tetap Beroperasi meski Rute Dialihkan Megapolitan 4 Desember 2025

    Bus Jakarta–Sumut, Sumbar, dan Aceh Tetap Beroperasi meski Rute Dialihkan
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Operasional bus antarkota antarprovinsi (AKAP) dari Terminal Kalideres, Jakarta, menuju Sumatera Utara (Sumut), Sumatera Barat (Sumbar), dan Aceh tetap berjalan normal meskipun wilayah tersebut sedang dilanda banjir bandang dan tanah longsor.
    Kepala Terminal Kalideres, Revi Zulkarnain, mengatakan bahwa tidak ada perubahan operasional bus dari Terminal Kalideres selama bencana melanda sejumlah wilayah di Sumatera.
    “Selama ada bencana banjir bandang dan tanah longsor di wilayah Sumatera, operasional bus tetap berjalan seperti biasa, tidak ada perubahan,” ucapnya saat ditemui Kompas.com, Kamis (4/12/2025).
    Revi menyebut sejumlah PO bus mengalihkan rute di beberapa titik yang terdampak longsor, khususnya di kawasan Lembah Anai, Sumatera Barat.
    Meski begitu, seluruh penumpang tetap dapat diantar hingga tujuan.
    “Memang perubahan rute masih ada, tapi tujuannya tetap penumpang terangkut sampai ke tempat tujuan,” ujarnya.
    Ia tidak merinci dampak perubahan rute tersebut terhadap waktu tempuh.
    Namun, berdasarkan laporan sejumlah PO, operasional tetap berjalan normal tanpa hambatan berarti.
    “Alhamdulillah sampai saat ini saya cek ke perusahaan PO bus yang melayani rute Aceh, Sumatera Utara, maupun Sumatera Barat, tidak ada kendala untuk rute-rute tersebut,” jelasnya.
    Revi juga mengungkapkan bahwa harga tiket bus menuju Sumatera tidak mengalami kenaikan.
    “Masih sama seperti yang sudah ditetapkan oleh perusahaan masing-masing,” katanya.
    Berikut data harga terkini dari loket PO Terminal Kalideres:
    PO ANS (Padang, Bukittinggi, Payakumbuh, Solok – Sumbar)
    Eksekutif (34 seat): Rp550.000

    Fasilitas: AC, toilet, selimut, bantal, port charger handphone
    Royal (30 seat): Rp650.000

    Fasilitas: AC, selimut, toilet, bantal, port charger handphone
    Luxury: Rp700.000

    Fasilitas: AC, toilet, selimut, bantal, port charger handphone, makanan
    PO Sempati Star (Patas Spif/32 kursi)
    Ke Banda Aceh: Rp1.120.000

    Fasilitas: toilet, bantal, selimut, tanpa makan
    Ke Medan: Rp850.000

    Fasilitas: toilet, bantal, selimut, tanpa makan
    Ke Pekanbaru: Rp700.000

    Fasilitas: toilet, bantal, selimut, tanpa makan
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Libur Lebaran 2025 Sampai Tanggal Berapa? Cek Lagi Jadwalnya – Page 3

    Libur Lebaran 2025 Sampai Tanggal Berapa? Cek Lagi Jadwalnya – Page 3

    Sebelumnya, sebanyak 12.468 pemudik tercatat telah tiba di Terminal Kalideres, Jakarta Barat, sejak Selasa (1/4) hingga Minggu (6/4) atau H+5 lebaran 2025. Ribuan pemudik tersebut datang menggunakan 871 armada bus.

    Kepala Terminal Kalideres, Revi Zulkarnain, memperkirakan arus balik masih akan berlangsung hingga tengah malam nanti.

    “Pagi ini, sudah ada peningkatan yang sangat signifikan dengan jumlah pemudik tiba mencapai 3.167 orang menggunakan 113 bus,” ujarnya, Minggu (6/4/2025).

    Menurut Revi,, pemudik yang tiba di Terminal Kalideres rata-rata didominasi bus-bus jurusan Jawa Tengah, Jawa Barat, Lampung, Padang dan Palembang.

    “Mengingat besok masih libur Lebaran, kami prediksi, besok jumlah pemudik masih akan terus berdatangan ke Terminal Kalideres hingga mencapai 4.000 orang,” ucapnya, dilansir dari Beritajakarta.id.

    Sementara itu, salah satu pemudik asal Wonosobo, Jawa Tengah, Yanti (37) menuturkan, ia lebih memilih pulang ke rumah melalui Terminal Kalideres hari ini, dikarenakan beberapa hari ke depan akan masuk kerja kembali.

    “Pulang hari ini aja, supaya besok masih bisa istirahat panjang di rumah,” tandasnya.

  • DKI imbau warga yang mudik agar tak berangkat dari terminal bayangan

    DKI imbau warga yang mudik agar tak berangkat dari terminal bayangan

    Kami juga telah menyiapkan tiga terminal bantuan

    Jakarta (ANTARA) – Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengimbau warga yang ingin mudik ke kampung halaman dalam rangka libur Idul Fitri 1446 Hijriah agar tidak menggunakan terminal bayangan.

    Kepala Dinas Perhubungan, Syafrin Liputo mengatakan imbauan tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga keamanan dan kenyamanan perjalanan.

    “Kami terus melakukan penertiban terhadap terminal bayangan dan mengimbau masyarakat untuk berangkat dari terminal resmi agar perjalanan lebih aman dan nyaman,” ujar Syafrin saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

    Syafrin mengajak masyarakat memilih terminal resmi yang dikelola pemerintah, seperti Terminal Kalideres, Kampung Rambutan, Tanjung Priok, dan Pulogebang.

    “Kami juga telah menyiapkan tiga terminal bantuan di wilayah Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Jakarta Selatan untuk menekan keberadaan terminal bayangan,” kata dia.

    Sementara itu, Kepala Terminal Kalideres, Revi Zulkarnain menjelaskan sejak Minggu (23/3) sebanyak 1.500 pemudik telah diberangkatkan dari Terminal Kalideres menuju berbagai kota di Pulau Sumatera dan Jawa.

    Pada Lebaran sekarang ini jumlah pemudik yang berangkat dari Terminal Kalideres terus mengalami peningkatan dibandingkan hari biasa.

    “Jumlah pemudik sudah meningkat sejak kemarin hingga H-7 ini. Saat ini, lonjakannya mencapai 100 persen dibanding hari-hari biasa,” ujar Revi.

    Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
    Editor: Ganet Dirgantara
    Copyright © ANTARA 2025

  • H-7 Lebaran, Pemudik di Terminal Kalideres Jakarta Barat Mulai Alami Peningkatan Drastis

    H-7 Lebaran, Pemudik di Terminal Kalideres Jakarta Barat Mulai Alami Peningkatan Drastis

    Laporan Wartawan TribunJakarta.com Elga Hikari Putra

    TRIBUNJAKARTA.COM, KALIDERES – Terminal Kalideres, Jakarta Barat mulai dipadati para pemudik di H-7 Lebaran atau pada Senin (24/3/2024).

    Hari ini Kepala Dinas Perhubungan DKI, Syafrin Liputo bersama jajaran Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya pun mengecek kesiapan masa arus mudik di Terminal Kalideres.

    Tak hanya mengecek armada bus yang akan diberangkatkan menuju sejumlah kota di Pulau Jawa maupun Pulau Sumatera, mereka juga turut berbincang kepada para pemudik.

    “Jadi hari ini saya melakukan monitoring terhadap pelaksanaan angkutan Lebaran Idulfitri 2025, kami sudah sampaikan di Jakarta ada 4 terminal Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dimana salah satunya yakni Terminal Kalideres,” ucap Syafrin di lokasi.

    Dari hasil pemantauan secara langsung, Syafrin menilai sarana dan prasarana di Terminal Kalideres sudah siap untuk melayani para pemudik.

    “Namun ada armada yang dari luar Jakarta ini masih ada ditemukan yang tidak memenuhi standard teknis dan kelayakan jalan,” kata dia.

    Syafrin menegaskan, bus yang tidak memenuhi syarat itu sudah diimbau agar segera melengkapi syarat perjalanan demi keselamatan penumpang.

    Kemudian, Syafrin juga menyoroti terminal bantuan yang secara resmi diakui oleh Dinas Perhubungan ada di Jakarta Utara, Barat dan Selatan.

    “Di Jakarta Utara kami siapkan terminal bantuan di Muara Angke, di Jakarta Barat itu kami operasikan terminal Grogol dan di Jakarta Selatan ada di Lebak Bulus,” tuturnya.

    Sementara itu, Kepala Terminal Kalideres Revi Zulkarnain mengatakan, jumlah pemudik di hari ini mulai mengalami peningkatan sebesar 100 persen dibandingkan hari biasa.

    Adapun pada Minggu (23/3/2025) kemarin ada sebanyak 1.511 orang pemudik yang naik dari Terminal Kalideres.

    “Dibandingkan hari biasa yang hanya 700 orang perhari, kemarin itu dua kali lipat peningkatannya,” jelas Revi.

    Revi menerangkan, beberapa perusahan bus sudah menaikan harga tiket karena mendekati hari H lebaran.

    Namun, ia memastikan para PO bus menaikan harga tiket sesuai dengan tarif batas atas dan bawah.

    “Rata-rata tiket baik 20-30 persen. Harganya bervariasi mulai dari Rp 100 ribu menjadi Rp 150 ribu atau Rp 170 ribu,” kata dia.

    Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

  • Seminggu Jelang Lebaran, Terminal Kalideres Mulai Dipadati Pemudik
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        24 Maret 2025

    Seminggu Jelang Lebaran, Terminal Kalideres Mulai Dipadati Pemudik Megapolitan 24 Maret 2025

    Seminggu Jelang Lebaran, Terminal Kalideres Mulai Dipadati Pemudik
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
     Seminggu menjelang Hari Raya Idul Fitri 2025,
    Terminal Kalideres
    , Jakarta Barat, mulai dipadati pemudik, Senin (24/3/2025).
    Pengamatan
    Kompas.com
    di lokasi sekitar pukul 12.11 WIB, sejumlah bus AKAP dari berbagai perusahaan otobus (PO) sudah memadati Terminal Kalideres. Bus tersebut lebih banyak terparkir di bagian belakang terminal dibandingkan bus yang berangkat pada siang ini.
    Para penumpang juga sudah memadati ruang tunggu penumpang di Terminal Kalideres. Hanya sedikit di antara mereka yang datang sendirian.
    Sebagian besar dari para penumpang, datang bersama keluarga atau kawan-kawannya. Mereka juga membawa berbagai barang yang mayoritas dibungkus menggunakan kardus cokelat.
    Para kondektur bus dan calo tiket juga tampak sibuk menawari dan menanyakan tujuan para penumpang yang berjalan di depan bus mereka.
    Sementara itu, para sopir sibuk mengelap kembali bus-bus mereka atau tertidur di bagasi bus sembari menunggu waktu keberangkatan tiba.
    Kepala Terminal Kalideres Revi Zulkarnain membenarkan soal peningkatan jumlah pemudik. Mayoritas bus di Terminal Kalideres bakal berangkat pada siang hari hingga sore hari.
    Dia juga memperkirakan ada peningkatan jumlah pemudik pada hari ini jika dibandingkan hari sebelumnya sebanyak 1500 penumpang.
    “Sekarang 1.500 (penumpang) di H-8 Lebaran. Mungkin hari ini ada peningkatan lebih tinggi dari tahun lalu,” kata Revi, Senin (24/3/2025).
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.