Tag: Rano Karno

  • Pramono pertanyakan urgensi Ridwan Kamil pindahkan balai kota ke Jakut

    Pramono pertanyakan urgensi Ridwan Kamil pindahkan balai kota ke Jakut

    Jakarta (ANTARA) – Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut 3
    Pramono Anung mempertanyakan urgensi
    rencana memindahkan balai kota ke Jakarta Utara dengan alasan untuk mengurangi kemacetan seperti disampaikan calon gubernur nomor urut 1 Ridwan Kamil.

    “Karena ibu kota sudah berpindah apakah masih diperlukan yang namanya pemindahan balai kota ke Jakarta Utara,” kata Pramono dalam debat ketiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Pilkada DKI Jakarta di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Minggu.

    ​​​​Pramono menyayangkan dengan rencana calon gubernur DKI Jakarta nomor urut 1 itu untuk memindahkan pusat pemerintahan DKI Jakarta di Jakarta Pusat ke wilayah lainnya.

    Terlebih, mengingat banyaknya gedung pemerintahan, maka akan perlu kajian yang lebih mendalam sehingga jika itu penting untuk diwujudkan pada pemerintahan Jakarta selanjutnya.

    Selain itu, dia juga mempertanyakan urgensi Ridwan Kamil yang akan membuat pusat kebugaran (gym) dekat dengan Halte Transjakarta.

    “Termasuk gagasan Kang Emil untuk membuat gym di samping halte perlu dikaji kembali,” katanya.

    Sebelumnya, Ridwan Kamil berencana merelokasi balai kota ke Jakarta Utara (Jakut) sehingga Jakarta Pusat bisa lebih fokus mengembangkan sektor ekonomi pariwisata, kuliner dan “hospitality”.

    KPU DKI Jakarta menggelar debat ketiga sekaligus terakhir pasangan calon gubernur dan wakil gubernur pada Pilkada DKI 2024 di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Minggu malam.

    Tema yang diangkat dalam debat pamungkas itu, yakni “Lingkungan Perkotaan dan Perubahan Iklim”. Masalah penanganan banjir, penataan permukiman hingga pengelolaan sampah masuk ruang lingkup atau subtema debat ketiga.

    Subtema lainnya, yakni penurunan emisi dan polusi udara serta transisi energi terbarukan. Selanjutnya ketersediaan air bersih serta kota layak huni dan penataan ruang terbuka hijau.

    Debat Pilkada DKI 2024 diikuti pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur nomor urut 1 Ridwan Kamil-Suswono (RIDO), paslon nomor urut 2 Dharma Pongrekun-Kun Wardana (Dharma-Kun) dan paslon nomor urut 3 Pramono Anung-Rano Karno (Pram-Doel).

    Pewarta: Luthfia Miranda Putri
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2024

  • Ingatkan Rano Karno soal SPBU Terapung, Dharma: Transaksi BBM Ilegal di Tengah Laut Bukan Lagi Rahasia
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        17 November 2024

    Ingatkan Rano Karno soal SPBU Terapung, Dharma: Transaksi BBM Ilegal di Tengah Laut Bukan Lagi Rahasia Megapolitan 17 November 2024

    Ingatkan Rano Karno soal SPBU Terapung, Dharma: Transaksi BBM Ilegal di Tengah Laut Bukan Lagi Rahasia
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Calon gubernur Jakarta nomor urut 2,
    Dharma Pongrekun
    , mengkritik gagasan mengenai SPBU terapung yang diajukan oleh pasangan calon Pramono Anung-Rano Karno.
    Menurut Dharma, gagasan tersebut berisiko tinggi karena berpotensi memicu transaksi BBM ilegal di tengah laut.
    “Kalau di darat saja masih sulit teratasi, apalagi adanya mafia-mafia BBM di laut. Itu banyak. Saya mantan penyidik, saya tahu persis mafia tersebut,” ujar Dharma dalam debat
    Pilkada Jakarta
    ketiga di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Minggu (17/11/2024).
    Sebagai alternatif, Dharma mengusulkan penggunaan rumput laut untuk menghasilkan biodiesel, yang menurutnya dapat menghemat lima kali lipat biaya produksi dibandingkan dengan BBM konvensional.
    “Gagasan SPBU apung sebaiknya diganti dengan memanfaatkan rumput laut menjadi biodiesel. Ini bisa jadi solusi yang lebih baik, selain untuk pengurangan emisi, juga mendukung energi mandiri,” ujar Dharma.
    Dharma juga menegaskan ketidaksetujuannya terhadap rencana SPBU terapung oleh Pramono-Rano, meskipun menyatakan dukungannya terhadap pengembangan energi mandiri.
    Debat kali ini mengangkat tema tentang lingkungan perkotaan dan perubahan iklim, dengan ketiga pasangan calon berlomba menyampaikan gagasan terkait pengelolaan lingkungan di Jakarta.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Pramono Anung: Catat Omongan Saya, kalau Jadi Gubernur Tidak Akan Menggusur!
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        17 November 2024

    Pramono Anung: Catat Omongan Saya, kalau Jadi Gubernur Tidak Akan Menggusur! Megapolitan 17 November 2024

    Pramono Anung: Catat Omongan Saya, kalau Jadi Gubernur Tidak Akan Menggusur!
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Calon gubernur Jakarta nomor urut 3
    Pramono Anung
    memastikan tidak ada penggusuran permukiman warga jika ia menjabat sebagai pemimpin Jakarta.
    Awalnya, cagub Jakarta nomor urut 1, Ridwan Kamil, menyebut banyak warga tergusur dari rumahnya di zaman politikus PDI Perjuangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjabat sebagai gubernur Jakarta.
    “Gubernur yang paling banyak melakukan penggusuran datang dari partainya mas Pram. Pak Ahok itu menggusur 113 kasus penggusuran. Dan menurut JJ Rizal (sejarawan), gubernur paling brutal penggusurannya adalah Pak Ahok dari partainya mas Pram dan bang Doel,” kata Ridwan Kamil dalam debat ketiga
    Pilkada Jakarta
    di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Minggu (17/11/2024).
    Menanggapi hal tersebut, Pramono memastikan kejadian tersebut tak akan terulang di era dirinya jika terpilih sebagai gubernur Jakarta.
    “Catat apa yang menjadi omongan saya, kalau saya menjadi gubernur, saya tidak melakukan penggusuran,” ujar Pramono.
    Pramono mengatakan, warga Jakarta membutuhkan pemberdayaan. Hal ini yang akan dia terapkan jika menjadi gubernur Jakarta.
    “Maka saya
    fight
    untuk maju, ini telah melihat persoalan di bawah, Kartu Jakarta Pintar (KJP) Kartu Jakarta Sehat, banyak sekali aturan yang harusnya mendapatkan tidak mendapatkan,” ucap dia.
    Pramono menuturkan, hal itu yang membuatnya bersemangat untuk menyelesaikan persoalan warga Jakarta yang berada di ekonomi bawah.
    Sebagai informasi, ketiga paslon beradu gagasan terkait lingkungan perkotaan dan perubahan iklim dalam debat ketiga ini.
    Debat diikuti oleh tiga pasangan calon, yaitu pasangan calon nomor urut 1, Ridwan Kamil-Suswono yang didukung Partai Gerindra, PKS, Golkar, Demokrat, NasDem, PSI, PKB, Gelora, PBB, Perindo, PAN, PPP, dan Garuda.
    Kemudian pasangan calon nomor urut 2, Dharma Pongrekun-Kun Wardana yang maju lewat jalur independen.
    Sedangkan pasangan calon nomor urut 3, Pramono Anung-Rano Karno yang dikung oleh PDI-P dan Partai Hanura.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Ridwan Kamil Tanya Efektivitas Waduk di Jabar, Dharma: Belum Terasa Faedahnya 
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        17 November 2024

    Ridwan Kamil Tanya Efektivitas Waduk di Jabar, Dharma: Belum Terasa Faedahnya Megapolitan 17 November 2024

    Ridwan Kamil Tanya Efektivitas Waduk di Jabar, Dharma: Belum Terasa Faedahnya
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Calon gubernur Jakarta nomor urut 2 Dharma Pongrekun mengatakan keberadaan Waduk Sukamahi dan Ciawi belum dapat dirasakan dampaknya oleh masyarakat.
    Pasalnya, Dharma menyebut, waduk tersebut baru saja diresmikan sehingga dampaknya belum dapat dirasakan.
    Hal tersebut diungkapkan oleh Dharma setelah mendapatkan pertanyaan mengenai efektivitas waduk tersebut untuk kehidupan masyarakat oleh Ridwan Kamil.
    “Karena Waduk Sukamahi dan Waduk Ciawi kan baru kemarin diresmikan oleh Pak Presiden, sehingga dampaknya atau faedahnya belum bisa kita rasakan,” kata Dharma dalam
    debat Pilkada Jakarta 2024
    , Minggu (17/11/2024).
    Dharma menambahkan, selain karena baru diresmikan oleh Presiden, waduk-waduk tersebut juga tidak begitu terasa dampaknya sebab pengelolaan air di waduk tersebut belum maksimal.
    Menurut Dharma, pengelolaan air di waduk tersebut seharusnya dapat lebih maksimal lagi dengan mengonversi air hujan yang masuk ke waduk tersebut menjadi air minum yang dapat dikonsumsi masyarakat.
    “Dengan menggunakan teknologi dan juga mengajarkan adab kepada kita semua untuk belajar berhemat sehingga warga Jakarta bisa menerima air bersih. Air minum tidak perlu membeli galon lagi. Nah pertanyaannya, apakah Pak Emil pernah me-
    manage
    -nya selama Pak Emil jadi gubernur?” tanya Dharma.
    Untuk diketahui, debat kali ini mengangkat tema tentang lingkungan perkotaan dan perubahan iklim.
    Debat ini diikuti oleh tiga pasangan calon, yaitu pasangan calon nomor urut 1, Ridwan Kamil-Suswono yang didukung Partai Gerindra, PKS, Golkar, Demokrat, NasDem, PSI, PKB, Gelora, PBB, Perindo, PAN, PPP, dan Garuda.
    Kemudian pasangan calon nomor urut 2, Dharma Pongrekun-Kun Wardana yang maju lewat jalur independen.
    Sedangkan pasangan calon nomor urut 3, Pramono Anung-Rano Karno yang didukung oleh PDI-P dan Partai Hanura.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Ketiga cawagub Jakarta nilai retribusi sampah belum diperlukan

    Ketiga cawagub Jakarta nilai retribusi sampah belum diperlukan

    kita akan kolaborasi dengan masyarakat, pemulung, pengepul, dan pendaur ulang

    Jakarta (ANTARA) – Ketiga calon wakil gubernur (cawagub) DKI Jakarta menilai retribusi sampah yang akan diterapkan mulai Januari 2025 mendatang belum diperlukan.

    Cawagub nomor urut 1 Suswono dalam debat ketiga Pilkada DKI Jakarta di Jakarta, Minggu malam, mengatakan alih-alih menerapkan retribusi, yang perlu dibangun adalah budaya “zero waste” (gaya hidup bebas sampah).

    “Memang retribusi ini sesungguhnya belum diperlukan. Yang diutamakan dulu adalah bagaimana membangun budaya zero waste (tanpa limbah). Inilah yang saya kira perlu ditekankan kepada setiap rumah tangga,” katanya.

    “Kita harapkan ada mesin-mesin modern yang dimungkinkan pengelolaan sampah itu habis di tingkat RW. Kalau itu memang ada sisa, tentu itu bisa di pembuangan akhir tetapi dengan volume yang sangat kecil,” kata Suswono.

    Sementara itu, cawagub nomor urut 2 Kun Wardana akan membangun pusat daur ulang sampah di setiap kecamatan sebagai wujud konsep ekonomi sampah. Ia menilai ketimbang retribusi yang membebani, ia ingin menjadikan sampah sebagai sumber penghasilan warga.

    “Kita ada tim pembina ‘Adab’ dan kita menggunakan ‘Getuk Tular Adab’ untuk membudayakan mereka para warga, memilah dari barang-barang organik dan anorganik. Kemudian barang organik ini, itu nanti ada pusat daur ulang di setiap kecamatan,” katanya.

    “Dan nanti kita akan kolaborasi dengan masyarakat, pemulung, pengepul, dan pendaur ulang untuk bisa menjadikan (masalah sampah) menjadi hal-hal yang produktif dan ini bisa menjadi penghasilan warga Jakarta,” ungkap Kun.

    Sedangkan cawagub nomor urut 3 Rano Karno menilai retribusi sampah tidak diperlukan apabila pengelolaan sampah dari tingkat terkecil sudah benar dan efisien.

    Ia menyebut pemilahan sampah dari tingkat rumah tangga akan dapat menekan masalah sampah hingga 35 persen.

    Bang Doel, sapaan akrabnya, juga menyoroti kebijakan pemerintah di negara maju terkait pemilahan sampah. Menurut dia, di negara maju, orang yang dapat memilah sampah plastik mendapatkan imbalan uang.

    “Orang yang bisa memilah sampah plastik justru diberi uang. Kemasan plastik menjadi deposit, sistem pengaturan sampah sesuai sesuai jenis,” katanya.

    Sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta berencana memberlakukan Retribusi Pelayanan Kebersihan tersebut mulai 1 Januari 2025.

    Namun, bagi rumah tinggal yang aktif memilah sampah dari sumbernya dan atau tergabung dalam Bank Sampah akan mendapatkan pembebasan dari retribusi tersebut.

    Pembebasan ini merupakan insentif untuk mendorong warga Jakarta agar lebih peduli terhadap pengelolaan sampah.

    Pewarta: Ade irma Junida
    Editor: Ganet Dirgantara
    Copyright © ANTARA 2024

  • Bang Doel sebut pembangunan waduk penting untuk tangani banjir

    Bang Doel sebut pembangunan waduk penting untuk tangani banjir

    Jakarta (ANTARA) – Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta 2024 nomor urut tiga (3) Rano Karno (Bang Doel) menyebut pembangunan waduk hingga normalisasi sungai penting untuk menangani banjir yang terus terjadi di kota ini.

    “Saya sepakat (dengan Kun) di Jakarta memang hanya tiga unsur banjir, yang pertama banjir kiriman. Karena itu pembangunan waduk untuk kurangi debit air yang masuk ke Jakarta sangat dibutuhkan, ” ujar dia dalam debat ketiga Pilkada DKI Jakarta 2024 di Jakarta, Minggu.

    Selain pembangunan waduk, Rano juga mengatakan perlunya melakukan normalisasi sungai dan menambah jumlah sumur resapan di Jakarta.

    Lebih lanjut terkait masalah di banjir di Jakarta, dia juga menyebut tentang banjir genangan drainase.

    Guna menangani ini, dia akan menyiapkan pasukan oranye (Dinas Lingkungan Hidup) dan membangun sarana utilitas terpadu agar kabel tidak menumpuk di drainase.

    “Kemudian secara nyata, banjir akan jadi salah satu prioritas APBD DKI 2025. Normalisasi sungai harus segera diselesaikan,” kata Rano.

    KPU DKI Jakarta menggelar debat ketiga sekaligus terakhir pasangan calon gubernur dan wakil gubernur pada Pilkada DKI 2024 di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Minggu malam.

    Tema yang diangkat dalam debat pamungkas yakni “Lingkungan Perkotaan dan Perubahan Iklim”. Masalah penanganan banjir, penataan permukiman, hingga pengelolaan sampah masuk ruang lingkup atau subtema debat ketiga.

    Selain itu, subtema lainnya yakni penurunan emisi dan polusi udara serta transisi energi terbarukan. Selanjutnya ketersediaan air bersih serta kota layak huni dan penataan ruang terbuka hijau.

    Debat Pilkada DKI 2024 diikuti pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur nomor urut 1 Ridwan Kamil-Suswono (RIDO), paslon nomor urut 2 Dharma Pongrekun-Kun Wardana (Dharma-Kun) dan paslon nomor urut 3 Pramono Anung-Rano Karno (Pram-Doel).

    Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
    Editor: Edy Sujatmiko
    Copyright © ANTARA 2024

  • Suswono pastikan tidak ada penggusuran bagi warga Jakarta 

    Suswono pastikan tidak ada penggusuran bagi warga Jakarta 

    Yang ada adalah memindahkan dulu ke tempat hunian baru yang layak

    Jakarta (ANTARA) – Calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut 1, Suswono memastikan tidak ada penggusuran bagi warga bila pasangan Ridwan-Suswono (RIDO) dipercaya memimpin Jakarta.

    “Yang ada adalah memindahkan dulu ke tempat hunian baru yang layak. Baru kemudian ruang-ruang yang kumuh akan kita jadikan ruang terbuka hijau,” kata Suswono terkait penataan kawasan dalam debat ketiga Pilkada Jakarta 2024 di Hotel Sultan Jakarta, Minggu malam.

    Baca juga: Dharma siapkan sejumlah strategi jadikan Jakarta sebagai kota hijau

    Sehingga, lanjut dia, akan banyak taman-taman yang dapat dinikmati oleh warga Jakarta dengan nyaman.

    “Dengan hunian baru yang terjangkau, kami akan membangun hunian terpadu terjangkau sebanyak satu juta unit. Itulah yang kami jadikan tekad untuk rakyat Jakarta ke depan,” kata Suswono.

    Tema yang diangkat dalam debat pamungkas yakni “Lingkungan Perkotaan dan Perubahan Iklim”. Masalah penanganan banjir, penataan permukiman, hingga pengelolaan sampah masuk ruang lingkup atau subtema debat ketiga.

    Debat Pilkada DKI 2024 diikuti pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur nomor urut 1 Ridwan Kamil-Suswono (RIDO), paslon nomor urut 2 Dharma Pongrekun-Kun Wardana (Dharma-Kun) dan paslon nomor urut 3 Pramono Anung-Rano Karno (Pram-Doel).

    Pewarta: Syaiful Hakim
    Editor: Ganet Dirgantara
    Copyright © ANTARA 2024

  • Ridwan Kamil Tanya Efektivitas Waduk di Jabar, Dharma: Belum Terasa Faedahnya 
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        17 November 2024

    Ditanya Rano Soal Kerusakan Ekosistem Jawa Barat, Dharma Pongrekun Langsung Menoleh ke Ridwan Kamil Megapolitan 17 November 2024

    Ditanya Rano Soal Kerusakan Ekosistem Jawa Barat, Dharma Pongrekun Langsung Menoleh ke Ridwan Kamil
    Editor
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Calon gubernur Jakarta nomor urut 2,
    Dharma Pongrekun
    , menoleh ke calon gubernur Jakarta nomor urut 1,
    Ridwan Kamil
    , usai ditanya terkait ekosistem di Jawa Barat oleh calon wakil gubernur Jakarta nomor urut 3,
    Rano Karno
    , dalam debat ketiga
    Pilkada Jakarta 2024
    .
    Mulanya, Rano bertanya ke Dharma soal salah satu penyebab banjir di Jakarta, yakni kiriman air hujan dari Bogor.
    “Yang saya tanyakan adalah, banjir karena kiriman hujan dari Bogor ini kenapa? Apakah karena ekosistem Jawa Barat atau Bogor itu rusak? Sementara waduk kan sudah kita buat, ada dua waduk tapi jakarta masih banjir. Kira-kira apa masalahnya selain curah hujan?” tanya Rano ke Dharma.
    Mendapatkan pertanyaan itu, Dharma sempat menoleh ke arah Ridwan Kamil yang berada di samping kanannya.
    Setelah itu, Dharma memberikan jawaban terkait apa yang ditanyakan oleh Rano kepadanya.
    “Tadi saya sampaikan bahwa perlu penanganan terpadu dimulai dari hulu ke hilir. Kalau penanganannya tidak terpadu, maka hasilnya tidak akan optimal. Waduk baru Sukamahi dan Ciawi sudah ada, tetapi tidak dimanfaatkan sebagai kolam pipi monyet,” kata Dharma.
    “Seandainya dia dimanfaatkan sebagai kolam pipi monyet, maka berbeda hasilnya. Berikan kami kesempatan, kami akan selesaikan dari hulu ke hilir, mulai dari normalisasi juga disiapkan naturalisasi,” lanjutnya.
    Usai memberikan jawaban, Dharma mengaku tidak tahu soal permasalahan yang terjadi di Jawa Barat.
    “Kalau ditanya apakah ada miss management di Jawa Barat, jangan tanya kepada kami, karena kami belum pernah jadi gubernur, apalagi di Jawa Barat,” imbuhnya.
    Sebagai informasi, debat ketiga atau debat terakhir Pilkada Jakarta mengangkat tema tentang lingkungan perkotaan dan perubahan iklim.
    Debat ini diikuti oleh tiga pasangan calon, yaitu pasangan calon nomor urut 1, Ridwan Kamil-Suswono yang didukung Partai Gerindra, PKS, Golkar, Demokrat, NasDem, PSI, PKB, Gelora, PBB, Perindo, PAN, PPP, dan Garuda.
    Kemudian pasangan calon nomor urut 2, Dharma Pongrekun-Kun Wardana yang maju lewat jalur independen.
    Sedangkan pasangan calon nomor urut 3, Pramono Anung-Rano Karno yang dikung oleh PDI-P dan Partai Hanura.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Kami Tak Pernah Jadi Gubernur Jabar

    Kami Tak Pernah Jadi Gubernur Jabar

    Jakarta

    Cawagub Jakarta nomor urut 3, Rano Karno (Si Doel), bertanya ke paslon nomor urut 2, Dharma Pongrekun-Kun Wardana. Rano bertanya terkait kiriman air dari Bogor yang bikin Jakarta banjir.

    “Mas Dharma dan Mas Kun, yang saya tanya tadi adalah banjir karena kiriman hujan dari Bogor ini kenapa? Apakah karena ekosistem Jawa Barat atau Bogor itu rusak. Sementara kan waduk kita udah buat, ada 2 waduk dibuat, tapi Jakarta masih banjir. Kira-kira apa masalahnya selain curah hujan?” tanya Rano dalam debat ketiga Pilgub Jakarta 2024, Minggu (17/11/2024).

    Dharma pun merespons pertanyaan Si Doel. Dia menyebut penanganan banjir di Jakarta perlu penanganan yang terpadu dari hulu ke hilir.

    “Kalau penanganannya tidak terpadu, maka hasilnya tidak akan optimal. Waduk baru Sukamandi, Sukamahi, dan Ciawi sudah ada. Tapi tidak dimanfaatkan sebagai kolam pipi monyet. Seandainya dimanfaatkan sebagai kolam pipi monyet, maka berbeda hasilnya,” ucap Dharma.

    Dharma pun berjanji jika terpilih menjadi gubernur Jakarta, akan menyelesaikan permasalahan banjir di Jakarta. Dia juga menyinggung jika bertanya terkait Jawa Barat agar tidak ditanyakan kepada dirinya, sebab belum pernah menjadi gubernur Jawa Barat.

    “Berikan kami kesempatan, kami akan selesaikan dari hulu ke hilir, mulai dari normalisasi disiapkan, naturalisasi. Jadi kalau ditanya ada mismenejemen di Jawa Barat, jangan tanya kepada kami, karena kami belum pernah menjadi gubernur apalagi di Jawa Barat,” imbuhnya.

    (fas/gbr)

  • Pasangan RIDO utamakan keadilan untuk selesaikan konflik pertanahan

    Pasangan RIDO utamakan keadilan untuk selesaikan konflik pertanahan

    kami akan memberikan semacam kemudahan-kemudahan

    Jakarta (ANTARA) – Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut 1, Ridwan Kamil-Suswono (RIDO) akan mengutamakan aspek keadilan dalam menyelesaikan konflik pertanahan yang terjadi di Jakarta,

    “Pasangan RIDO tentu saja akan menjalankan kebijakan. Pertama adalah aspek keadilan dulu, kedua adalah kepentingan umum, yang ketiga adalah objektivitas dan keempat, baru peraturan,” kata Suswono menanggapi pertanyaan soal konflik pertanahan yang sering terjadi di Jakarta pada debat ketiga Pilkada Jakarta 2024 di Hotel Sultan Jakarta, Minggu malam.

    Baca juga: Rano Karno usul ada ekosistem pengolahan sampah di perumahan

    Menurut dia konflik yang terjadi biasanya karena faktor ketidakadilan.

    “Oleh karena itu, kami akan mendahulukan itu dan tentu membangun dialog agar ada titik temu dan bisa diselesaikan, ada win-win solution (solusi yang saling menguntungkan). Nah, dalam konteks ini kami sadar masih banyak warga Jakarta yang belum terpenuhi haknya terhadap hunian sehat dan berkualitas,” paparnya.

    Di antaranya adalah membangun hunian vertikal yang terintegrasi dengan pusat perekonomian dan transportasi publik. Demikian juga lingkungan hunian yang aman, penguatan pelayanan yang bebas dari berbagai ancaman.

    “Tentu kami akan memberikan semacam kemudahan-kemudahan. Di antaranya kepada BUMD yang kita tugaskan untuk membangun hunian itu adalah dengan cara apa? Tidak mengambil untung agar rakyat bisa menjangkau hunian itu,” tutur mantan Menteri Pertanian (Mentan) itu.

    “Kita tahu bahwa masih banyak peristiwa-peristiwa di daerah-daerah kumuh, kebakaran itu tiap hari hampir ada enam peristiwa di Jakarta ini. Oleh karena itu kami perhatian dengan itu dan Insyaallah mudah-mudahan dengan aspek keadilan itulah yang kami dahulukan,” kata dia.

    KPU DKI Jakarta menggelar debat ketiga sekaligus terakhir pasangan calon gubernur dan wakil gubernur pada Pilkada DKI 2024 di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Minggu (17/11) malam.

    Tema yang diangkat dalam debat pamungkas yakni “Lingkungan Perkotaan dan Perubahan Iklim”. Masalah penanganan banjir, penataan permukiman, hingga pengelolaan sampah masuk ruang lingkup atau subtema debat ketiga.

    Selain itu, subtema lainnya yakni penurunan emisi dan polusi udara serta transisi energi terbarukan. Selanjutnya ketersediaan air bersih; serta kota layak huni; dan penataan ruang terbuka hijau.

    Debat Pilkada DKI 2024 diikuti pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur nomor urut 1 Ridwan Kamil-Suswono (RIDO), paslon nomor urut 2 Dharma Pongrekun-Kun Wardana (Dharma-Kun) dan paslon nomor urut 3 Pramono Anung-Rano Karno (Pram-Doel).

    Pewarta: Syaiful Hakim
    Editor: Ganet Dirgantara
    Copyright © ANTARA 2024