Tag: Rano Karno

  • Ahok Sebut Pilkada Jakarta 2024 Lebih Baik Karena Tidak Ada yang Jualan Ayat dan Mayat, Sindir Anies?

    Ahok Sebut Pilkada Jakarta 2024 Lebih Baik Karena Tidak Ada yang Jualan Ayat dan Mayat, Sindir Anies?

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Rivalitas Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan Anies Baswedan menjadi luka lama yang seolah tak ada titik temu.

    Sepertinya sampai hari ini, mantan gubernur DKI Jakarta itu belum bisa menerima pernyataan Anies dalam pidato kemenangannya pada Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017.

    Menurut Ahok, Anies sangat tidak negarawan. Pidato Anies di Balai Kota Jakarta kala itu dinilai provokatif dan memecah belah bangsa. Bahwa Jakarta sudah kembali ke pangkuan pribumi yang dijajah selama ini.

    Pernyataan terbaru Ahok usai menyalurkan hak pilihnya di TPS 60, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (27/11/2024) untuk Pilgub Jakarta 2024 kembali menyinggung kekalahannya atas Anies.

    Ketua DPP PDI Perjuangan itu berpandangan, Pilkada Jakarta tahun ini lebih baik dibandingkan saat dirinya maju di Pilkada 2017.

    “Saya lihat lebih oke ya situasinya karena kan nggak ada yang bisa jualan ayat mayat gitu,” celetuk Ahok tertawa.

    Diketahui, Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta usungan PDIP, Pramono Anung dan Rano Karno memperoleh 2.183.577 suara (50,07%) berdasarkan hasil Real Count KPUD DKI Jakarta dan penghitungan formulir C hasil KWK per pagi ini, Kamis, 28 November 2024 yang telah mencapai 100% TPS.

    Perolehan 50% plus 2.943 suara ini menandakan kemenangan satu putaran di Pilkada Jakarta 2024.

    “1 suara Anda sangat berharga bagi kami. Sehingga, ini bukan kemenangan kami sendiri, tapi ini kemenangan untuk warga Jakarta. Dengan berlangsungnya kontestasi Pilkada 1 putaran, masalah masyarakat akan lebih cepat terselesaikan, apalagi kita sedang menghadapi cuaca ekstrem dan persiapan harga bahan pokok menyambut bulan suci Ramadhan,” kata Pramono. (Pram/fajar)

  • Usai Deklarasi Menang Pilkada, Pramono-Rano Ucapkan Selamat Ulang Tahun buat Persija
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        28 November 2024

    Usai Deklarasi Menang Pilkada, Pramono-Rano Ucapkan Selamat Ulang Tahun buat Persija Megapolitan 28 November 2024

    Usai Deklarasi Menang Pilkada, Pramono-Rano Ucapkan Selamat Ulang Tahun buat Persija
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Pasangan calon gubernur (cagub) dan wakil gubernur (cawagub) Jakarta nomor urut 3
    Pramono Anung-Rano Karno
    menyampaikan ucapan selamat ke klub sepak bola Jakarta, Persija, yang berulang tahun ke-96 pada hari ini, Kamis (28/11/2024).
    Ucapan itu disampaikan Pramono-Rano usai mendeklarasikan kemenangan di kediaman Pramono di Cipete Selatan, Jakarta Selatan, Kamis.
    “Secara khusus, tepat hari ini, tanggal 28 November, saya dan Bang Doel ingin mengucapkan selamat HUT Persija ke-96,” ujar Pramono.
    Menjelang usia Persija yang hampir satu abad, Pramono berharap agar klub sepak bola tersebut bisa menjadi kebanggaan warga Jakarta.
    Bagi Pramono pribadi, Persija merupakan bagian dari keluarga besar dirinya dan Rano.
    “Untuk itu, secara khusus, sebagai bagian dari keluarga besar Jakarta Menyala, kami ingin mengucapkan selamat ulang tahun untuk Persija,” ungkap Pramono.
    Diberitakan sebelumnya, Pramono-Rano mendeklarasikan kemenangannya pada Pilkada Jakarta 2024.
    Pramono mengaku telah memperoleh hasil
    real count
    Pilkada Jakarta 2024 dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jakarta. Berdasarkan data tersebut, Pramono-Rano meraih 50,7 persen atau 2.183.577 suara.
    Perolehan suara itu berasal dari seluruh TPS yang ada di Jakarta.
    “Hasil
    real, 
    Alhamdulillah, bersih hasil C1 KWK per saat ini, pagi ini, yang kami punya 28 November 2024 telah mencapai 100 persen TPS di seluruh daerah pemilihan Jakarta,” kata Pramono.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Pramono Menang Quick Count Pilkada, Netizen: Efek Anies Nyata!

    Pramono Menang Quick Count Pilkada, Netizen: Efek Anies Nyata!

    Jakarta, CNBC Indonesia – Hasil penghitungan cepat (Quick Count) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta 2024 sudah 100% pada Rabu (27/11) kemarin pukul 23.22 WIB.

    Untuk sementara, pasangan calon (paslon) nomor urut 3 Pramono Anung dan Rano Karno unggul dengan perolehan suara 50%. Selanjutnya, paslon nomor urut 1 Ridwan Kamil dan Suswono berada di posisi kedua dengan perolehan suara 39%.

    Terakhir, paslon nomor urut 2 Dharma Pongrekun dan Kun Wardana berada di posisi terakhir dengan perolehan suara 10%.

    Dalam pernyataannya di posko pemenangan, Pramono mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung dirinya dan Rano untuk memimpin Jakarta dalam periode 5 tahun ke depan.

    Secara khusus, Pramono mengucapkan terima kasih kepada Anies Baswedan, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Fauzi Bowo, dan Sutiyoso.

    Sebelumnya, diketahui Pramono sudah sempat menemui Anies dan mendapat dukungan dari mantan Gubernur Jakarta tersebut. Saat mencoblos di TPS 029 Lebak Bulus, Anies juga sempat berpose tiga jari yang mempertegas dukungan tersebut.

    Pantauan CNBC Indonesia, Kamis (28/11/2024), netizen pun ramai menyebut-nyebut nama Anies setelah hasil Quick Count menunjukkan kemenangan sementara bagi Pramono-Rano.

    Kata kunci ‘Anies’ masuk dalam jejeran trending topic media sosial X dan sudah menghimpun lebih dari 30.000 tweet hingga berita ini dirilis.

    Banyak netizen yang mengatakan efek Anies nyata dalam hasil Pilkada Jakarta. Selain itu, tak jarang pula yang menitip doa dan pesan kepada Pramono dalam kemenangan sementara tersebut, serta mengingatkan agar bekerja seperti Anies.

    Ada pula yang mengatakan Pilkada kali ini menyatukan pendukung Ahok dan Anies yang sebelumnya disebut-sebut berseberangan. Berikut beberapa komentar netizen yang dihimpun CNBC Indonesia:

    [Gambas:Twitter]

    [Gambas:Twitter]

    [Gambas:Twitter]

    [Gambas:Twitter]

    [Gambas:Twitter]

    (fab/fab)

  • Mengapa Jokowi Effect Tak Berlaku di Pilkada Jakarta 2024?

    Mengapa Jokowi Effect Tak Berlaku di Pilkada Jakarta 2024?

    Bisnis.com, JAKARTA – Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur nomor urut tiga Pramono Anung-Rano Karno mendeklarasikan kemenangannya dalam Pilkada Serentak 2024. Benarkah Jokowi Effect tak berlaku di Jakarta? 

    Deklarasi kemenangan tersebut disampaikan Pramono dalam konferensi pers yang digelar di Kediamannya di daerah Cipete, Jakarta Selatan, Kamis (28/11/2024). Pramono awalnya menjelaskan bahwa hasil penghitungan suara atau real count yang dilakukan oleh tim pemenangan Pramono-Rano telah mencapai 100%.

    “Alhamdulillah hasil real count KPUD DKI Jakarta dan perhitungan formulir C1 hasil KWK saat ini, pagi ini, Kamis 28 November 2024 telah mencapai 100% TPS di seluruh daerah pemilihan Jakarta dengan menunjukkan hasil bagi pasangan nomor 03, yaitu 2.183.577 suara atau 50,07%,” tutur Pramono, Kamis (28/11/2024). 

    Pram, sapaan akrabnya, kemudian mengatakan bahwa pihaknya telah mendapatkan 50% plus 2.943 suara. Dia juga menuturkan bahwa satu suara sangat berati dalam Pilkada Jakarta 2024. 

    “Hasil ini sudah sesuai dengan ketentuan Undang-Undang nomor 29 tahun 2007 dan juga dengan Undang-Undang DKJ nomor 2 tahun 2024 di mana Gubernur dan Wakil Gubernur DKJ dipilih secara langsung memelalui pemilihan kepala daerah dengan perolehan suara 50% plus 1 suara,” tuturnya.

    Meski hanya diusung satu partai, yaitu PDIP, Pramono-Rano Karno berhasil mengalahkan paslon yang didukung Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus Ridwan Kamil-Suswono (RIDO) serta calon independen Dharma Pongrekun-Kun Wardhana. 

    Menanggapi Kemenangan Pramono-Rano Karno, Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago menilai bahwa kemenangan atas sejumlah paslon Kepala Daerah terjadi atas cawe-cawe Presiden Ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

    Dia melihat bahwa cawe-cawe yang dilakukan Mantan Gubernur DKI Jakarta itu terlihat jelas melalui kemenangan telak di sejumlah daerah dengan calon yang didukung Jokowi, mulai dari Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Sumatra Utara. 

    “Endorse Jokowi masih cukup kuat. Kasus [Pilkada] Jawa Tengah, misalnya, Jokowi effect masih sangat signifikan,” ujarnya kepada Bisnis, Kamis (28/11/2024).

    Kendati demikian, dia mengamini bahwa untuk paslon RIDO atau Ridwan Kamil-Suswono justru keok dari PDIP. Jakarta menjadi satu-satunya provinsi di mana calon gubernur dan wakil gubernur yang di-endorse langsung Prabowo Subianto dan Joko Widodo tidak berhasil menang versi hitung cepat atau quick count beberapa lembaga survei. 

    Pangi melihat bahwa intervensi dari Jokowi justru ‘setengah-setengah’ untuk mendukung RIDO di Jakarta. Berbeda untuk wilayah lainnya yang langsung menemui masyarakat untuk memberikan interaksi yang lebih persuasif.

    Sementara itu di Jakarta, Jokowi hanya bertemu dengan pasangan calon RIDO dan relawan sehingga dampak signifikan itu tak terasa hasilnya. 

    “Kalau di DKI Jokowi hanya endorse biasa hanya bertemu dengan tim sukses dan relawan. Sementara di Jawa Tengah Jokowi langsung turun ke gras root dengan menyapa menyalami dan bertatap muka kontak mata langsung sama akar rumput ini,” tandas Pangi. 

    Perbesar

    Dukungan Anies-Ahok Lebih Tokcer 

    Lembaga survei Poltracking menilai dukungan Anies Baswedan dan Basuki Tjahja Purnama (Ahok) turut mendongkrak perolehan suara Pramono-Rano Karno di Pilkada Jakarta 2024. 

    Direktur Poltracking Indonesia Masduri Amrawi mengatakan dukungan dari dua eks Gubernur Jakarta para relawan menjadi faktor utama naiknya suara Mas Pram dan Bang Doel. 

    “Cuma kalau saya membaca, memang kejutan-kejutan di belakang itu yang cukup signifikan pengaruhnya tentu dukungan Anies Baswedan,” kata Masduri saat ditemui di The Westin, Rabu (27/11/2024) malam.

    Selain itu, faktor yang menjadi pembeda adalah dukungan yang diberikan oleh eks Gubernur Jakarta 2014-2017 Basuki Tjahja Purnama atau Ahok kepada Pramono-Rano.

    Masduri menuturkan bahwa dukungan Ahok yang ditambah dengan Anies Baswedan kepada Pram-Rano menjadi faktor naiknya perolehan suara paslon nomor urut 3 tersebut.

    Adapun, dalam hitung cepat atau quick count yang dilakukan Poltracking Indonesia yang saat ini 100% data sudah masuk, tercatat Pramono Anung-Rano Karno berada di posisi teratas dengan perolehan 50,08% suara. Pram-Rano disusul oleh paslon nomor urut dua Ridwan Kamil-Suswono dengan perolehan 39,55% suara. Dan di posisi ketiga Dharma-Kun Wardana 10,37% suara. 

    Meski mencapai angka 50,08%, Poltracking, kata Masduri belum bisa memberikan kesimpulan apakah Pilkada Jakarta akan dilaksanakan 1 putaran atau 2 putaran.

    “Kesimpulannya, belum bisa disimpulkan, bisa 1 atau 2 putaran. Karena masih dalam konsekuensi margin of error di dalam quick count yang dilakukan oleh Poltracking Indonesia,” ucapnya.

    Perbesar

    Cawe-cawe Jokowi di Pilkada Serentak 2024 

    Hasil hitung cepat memperlihatkan bahwa Ridwan Kamil—Suswono hanya mendapat 39,25% suara. Sementara Dharma Pongrekun-Kun Wardhana 10,60 persen dan Pramono Anung—Rano Karno menjadi pemenang dengan torehan 50,15 persen 

    Hitung cepat lembaga survei tersebut bukan hasil resmi. Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI sebagai lembaga penyelenggara pemilu akan melakukan rekapitulasi suara secara berjenjang dari Kamis (28/11/2024) hingga Senin (16/12/2024) mendatang. 

    Sekadar informasi, di sejumlah wilayah yang didukung oleh Jokowi memang berbuah manis. Misalnya, hasil hitung cepat atau quick count Pilkada Sumatra Utara 2024 menunjukkan keunggulan pasangan Bobby Nasution-Surya dengan perolehan suara 62,79%, sedangkan Pasangan Edy Rahmayadi-Hasan Basri di posisi kedua dengan 37,21%. 

    Lalu, di Jawa Tengah (Jateng) Andika Perkasa-Hendrar Prihadi harus mengaku kalah karena hanya mengantungi 41,56% suara yang kalah dari Ahmad Luthfi-Taj Yasin Maimoen yang menerima 58,44%.

    Kasus Banten juga serupa, Airin Rachmi Diany—Ade Sumardi harus berbesar hati karena hanya meraih 42,48%. Sedangkan, Andra Soni—Dimyati Natakusumah di angka 57,52%.

    Untuk Jawa Timur juga, Luluk Nur Hamidah-Lukmanul Hakim justru hanya mendapat torehan 8,16 persen. Berbeda jauh dari Khofifah Indar Parawansa—Emil Elestianto Dardak dengan perolehan 57,23% dan rival lainnya Tri Rismaharini—Zahrul Azhar Asumta di 34,61%.

  • Deklarasi Kemenangan, Pramono-Rano Klaim Raih 50,07 Persen Suara di Pilkada Jakarta
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        28 November 2024

    Deklarasi Kemenangan, Pramono-Rano Klaim Raih 50,07 Persen Suara di Pilkada Jakarta Megapolitan 28 November 2024

    Deklarasi Kemenangan, Pramono-Rano Klaim Raih 50,07 Persen Suara di Pilkada Jakarta
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Calon gubernur (cagub) dan wakil gubernur (cawagub) Jakarta nomor urut 3 Pramono Anung-Rano Karno mengeklaim sudah memperoleh suara sebesar 50,07 persen di
    Pilkada Jakarta
    .
    “Mas Pram dan Bang Doel telah memenangkan kontestasi Pilkada Jakarta dalam satu putaran dengan perolehan suara 50,07 persen,” ungkap Pramono saat mendeklarasikan kemenangan di kediamannya kawasan Cipete Selatan, Jakarta Selatan, Kamis (28/11/2024).
    Oleh sebab itu, Pramono-Rano yakin menjadi pemenang di Pilkada Jakarta dalam satu putaran.
    Pasalnya, Pramono mengaku mendapatkan data tersebut dari
    real count
    Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) DKI Jakarta.
    “Alhamdulillah, hasil
    real count
    KPUD DKI Jakarta dan perhitungan formulir C hasil KWK saat ini, pagi ini, Kamis tanggal 28 November 2024 telah mencapai 100 persen TPS di seluruh daerah pemilihan Jakarta,” tambah Pramono.
    Dari 50,07 persen, suara yang diperoleh Pramono-Rano sebesar 2.183.577.
    Perolehan suara tersebut, kata Pramono sudah sesuai dengan ketentuan Undang-Undang.
    “Hasil ini sudah sesuai dengan ketentuan Undang-Undang nomor 29 tahun 2007 dan juga dengan Undang-Undang DKJ nomor 2 tahun 2024 di mana Gubernur dan Wakil Gubernur DKJ dipilih secara langsung melalui pemilihan Kepala Daerah dengan perolehan suara 50 persen plus 1 suara,” tambah dia.
    Oleh karena itu, Pramono sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada warga Jakarta yang sudah memilih dirinya dan Rano Karno.
    “Dengan demikian Alhamdulillah dengan penuh rasa syukur dan rasa terima kasih mendalam kepada seluruh warga Jakarta yang telah memberikan hak pilihnya,” pungkas Pramono.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Tim Pemenangan RIDO pastikan Pilkada Jakarta dua putaran 

    Tim Pemenangan RIDO pastikan Pilkada Jakarta dua putaran 

    Jakarta (ANTARA) – Tim Pemenangan Pasangan Cagub-Cawagub DKI Jakarta nomor urut 1, Ridwan Kamil-Suswono (RIDO) memastikan Pilkada Jakarta 2024 akan digelar dalam dua putaran.

    Hal itu Ketua Tim Pemenangan Ridwan Kamil – Suswono (RIDO), Ahmad Riza Patria.​​​​​​ dalam konferensi pers yang digelar di Kantor DPD Golkar Jakarta, Kamis dini hari.

    “Kesimpulan Pilkada Jakarta akan berlangsung dua putaran diambil berdasarkan data yang dihimpun dari tim koalisi partai pendukung RIDO bersama seluruh relawan serta organisasi masyarakat pendukung, dengan total surat suara yang sudah masuk mencapai 99 persen,” katanya.

    Menurut pria yang akrab dipanggil Ariza itu, data diperoleh berdasarkan hitungan surat suara C1 yang telah diinput oleh tim pasangan RIDO.

    “Kami menyampaikan hasil input data yang kami terima menyatakan bahwa Pilkada Serentak 2024 di DKI Jakarta akan berlangsung dua putaran,” katanya.

    Ariza menjelaskan bahwa perolehan suara pasangan Ridwan Kamil-Suswono memperoleh suara sebanyak 40,17 persen atau 1.748.714 juta suara.

    Kemudian, pasangan nomor urut 2, Dharma Pongrekuen-Kun Wardana memperoleh 10,55 persen dengan perolehan suara 459.475 suara.

    Sedangkan pasangan nomor urut 3, Pramono Anung-Rano Karno memperoleh 49,28 persen atau sebanyak 2.145.494 juta suara.

    “Ini hasil dari pada ‘real count’ atau hitungan yang sesungguhnya yang dilakukan oleh tim data pada paslon nomor urut 1 Ridwan Kamil dan Suswono,” kata Ariza.

    KPU DKI Jakarta telah menetapkan tiga paslon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta.

    Ketiga paslon tersebut adalah Ridwan Kamil-Suswono (RIDO) nomor urut 1, Dharma Pongrekun-Kun Wardana (Dharma-Kun) dari independen nomor urut 2 dan Pramono Anung-Rano Karno (Pram-Doel) nomor urut 3.

    Sebanyak 8,2 juta pemilih yang telah ditetapkan dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilkada Jakarta 2024 berhak menggunakan hak pilihnya di 14.835 Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada 27 November 2024.

    Adapun rangkaian kampanye Pilkada Jakarta telah dilaksanakan sejak 25 September hingga 23 November 2024.

    Pewarta: Syaiful Hakim
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2024

  • Hasil Pilkada DKI: Pramono-Bang Doel Unggul di TPS Zulhas, Dharma-Kun Buncit

    Hasil Pilkada DKI: Pramono-Bang Doel Unggul di TPS Zulhas, Dharma-Kun Buncit

    Bisnis.com, JAKARTA — Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta Pramono Anung Wibowo dan Rano Karno alias Bang Doel unggul di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 025, Balai Warga RW 016, tepatnya di Jalan Nusa Indah I, Cipinang Muara, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (27/11/2024).

    Perlu diketahui, TPS 025 ini merupakan tempat Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan (Zulhas) menggunakan hak pilihnya. 

    Berdasarkan dokumen foto yang diterima Bisnis, Formulir Model C.Hasil-KWK-Gubernur menunjukkan Pramono-Bang Doel membanting suara Ridwan Kamil-Suswono di TPS 025, Cipinang Muara, Jakarta Timur.

    Paslon Pramono-Bang Doel yang diusung fraksi PDIP mampu mengantongi suara dengan angka yang signifikan, yakni sebanyak 222 suara.

    Sementara itu, paslon 01 Ridwan Kamil-Suswono hanya mampu mengantongi 79 suara di TPS 025, Cipinang Muara, Jakarta Timur. Sedangan Dharma Pongrekun-Kun Wardana mendapatkan 53 suara.

    Secara keseluruhan, perolehan suara yang sah di TPS 025 tempat Zulhas mencoblos sebanyak 354 suara.

    Adapun dalam ajang Pilkada Jakarta 2024, TPS 025 —tempat Zulhas menyoblos— terdapat 599 daftar pemilih tetap (DPT) yang terdiri dari 281 laki-laki dan 318 perempuan. Sementara itu, ada 1 orang daftar pemilih tambahan (DPTb). Alhasil, ada 600 daftar pemilih di TPS ini.

    Sebelumnya, Ketua Umum PAN Zulhas menyampaikan, siapapun yang terpilih dalam ajang Pilkada 2024 merupakan pemimpin Jakarta pada 2024. 

    “Saya kira Insya Allah lancar, tidak ada masalah. Kalau kita milih ngasih kartu undangan, kita harus teken. Jadi ini sangat transparan, terbuka, demokratis, jurdil jujur adil, jadi nanti siapapun yang dipilih oleh rakyat Jakarta itulah gubernur kita,” ujar Zulhas saat ditemui di TPS 025, Cipinang Muara, Jakarta Timur, Rabu (27/11/2024).

    Namun saat ditanyai siapa paslon yang dipilih, Zulhas tak menjawab. Dirinya bahkan mengaku tidak mengetahui siapa yang dipilih sang istri dalam ajang pemilihan calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI Jakarta 2024.

    “Saya kalau milih siapa, istri saya saja saya nggak tahu tadi milih siapa,” tuturnya.

  • Tim RIDO optimistis Pilkada Jakarta berlangsung dua putaran

    Tim RIDO optimistis Pilkada Jakarta berlangsung dua putaran

    Ketua Dewan Pengarah tim pemenangan paslon gubernur dan wakil gubernur nomor urut 1, Ridwan Kamil-Suswono (RIDO), Ahmed Zaki Iskandar (Azmi Samsul Maarif)

    Tim RIDO optimistis Pilkada Jakarta berlangsung dua putaran
    Dalam Negeri   
    Editor: Widodo   
    Rabu, 27 November 2024 – 21:29 WIB

    Elshinta.com – Ketua Dewan Pengarah tim pemenangan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut 1 Ridwan Kamil-Suswono (RIDO), Ahmed Zaki Iskandar optimistis bila Pilkada Jakarta 2024 akan berlangsung dua putaran.

    “Kita optimistis, kalau dilihat dari hasil semua baru Quick Count, bukan Real Count. Walaupun nanti ada keputusan resmi dari KPU,” kata Zaki di Tangerang, Rabu malam.

    Menurutnya, perolehan penghitungan suara Pilkada Jakarta saat ini masih hasil sementara waktu. Dimana, dari jumlah yang dicapai masing-masing pasangan calon (paslon) belum menyentuh angka 50 persen.

    Kemudian, apabila hasil akhir penghitungan suara nyata tidak ada paslon yang memperoleh 50 persen lebih suara, maka putaran kedua Pilkada Jakarta akan dilakukan.

    “Makanya konsentrasi hari ini adalah pengumpulan C1 dari setiap TPS agar kita bisa benar-benar hitung perolehan suara, setelah itu baru kita evaluasi keseluruhannya,” katanya.

    Zaki mengungkapkan, meski perolehan suara pasangan RIDO saat ini berada di bawah pasangan Pramono Anung-Rano Karno (Pram-Doel), pihaknya tetap optimistis bisa melaju pada putaran kedua seperti pilkada tahun sebelumnya.

    Berdasarkan hasil hitung cepat Lembaga Survei Indonesia (LSI) dengan 35,6 persen suara masuk, Pram-Rano meraih 50,05 persen suara, RK-Suswono 39,41 persen dan Dharma-Kun 10,54 persen.

    “Setelah memastikan tidak ada lagi angka 50 persen, baru kita akan melakukan langkah evaluasi perencanaan strategi berikutnya,” tuturnya.

    Ia menuturkan, tim pemenangan RIDO kini tengah menyiapkan beberapa strategi untuk menghadapi tahapan dua putaran untuk pilkada ini. Sebab seperti apa yang diketahui jika dinamika politik di Jakarta luar biasa.

    “Setelah itu, kalau sudah ada keputusan resmi kami mewajibkan seluruh saksi di TPS membawa hasil dari TPS masing-masing,” kata dia.

    Dalam hal ini, KPU Jakarta telah menetapkan tiga pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta.

    Ketiga paslon tersebut adalah Ridwan Kamil-Suswono (RIDO) nomor urut satu (1), Dharma Pongrekun-Kun Wardana (Dharma-Kun) dari independen nomor urut dua (2) dan Pramono Anung-Rano Karno (Pram-Doel) nomor urut tiga (3).

    Sebanyak 8,2 juta pemilih yang telah ditetapkan sebagai daftar pemilih tetap (DPT) Pilkada Jakarta 2024 telah menggunakan hak pilihnya di 14.835 tempat pemungutan suara (TPS) pada 27 November 2024.

    Sumber : Antara

  • Data 100 persen, Pram-Doel raih 51,03 persen hasil hitung cepat SMRC

    Data 100 persen, Pram-Doel raih 51,03 persen hasil hitung cepat SMRC

    Pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga Pramono Anung (kiri) dan Rano Karno (kanan) menyampaikan visi misi pada debat pertama pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta tahun 2024 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Minggu (6/10/2024). (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/aww.)

    Data 100 persen, Pram-Doel raih 51,03 persen hasil hitung cepat SMRC
    Dalam Negeri   
    Editor: Novelia Tri Ananda   
    Kamis, 28 November 2024 – 08:41 WIB

    Elshinta.com – Saiful Mujani Research And Consulting (SMRC) mengungkapkan, berdasarkan hitung cepat dengan data yang masuk sudah 100 persen pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta Pramono Anung dan Rano Karno (Pram-Doel) meraih sekitar 51,03 persen suara.

    “Data masuk sudah 100 persen dari 300 tps, dengan total sampel 88.661 suara sah,” kata Peneliti SMRC M. Ezha Fachriza melalui keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis.

    Menurut dia, dari jumlah sampel tersebut pasangan Pram-Doel mendapatkan suara sekitar 51,03 persen disusul oleh Ridwan Kamil-Suswono 38,80 persen dan Dharma Pongrekun-Kun Wardana Abyoto 10,17 persen. Ia menjelaskan bahwa hasil analisis statistik menunjukkan, pada tingkat kepercayaan 95 persen, suara Pram-Doel diperkirakan berkisar antara 49,99 persen hingga 52.07 persen.

    Sedangkan pasangan Ridwan Kamil-Suswono yaitu 37.68 persen sampai 39,92 persen, dan Dharma Pongrekun-Kun Wardana Abyoto 9,80 persen hingga 10,54 persen. Berdasarkan analisis tersebut lanjut Ezha, secara statistik suara Pram-Doel signifikan berada di atas suara Ridwan Kamil-Suswono dan Dharma-Kun.

    “Hitung cepat tidak memiliki bukti yang cukup kuat untuk menyimpulkan apakah Pilkada Jakarta berlangsung satu putaran atau dua putaran, karena rentang estimasi suara Pram-Doel yaitu 49,99 persen sampai 52,07 persen, masih terpaut dengan ambang batas 50 persen,” ujarnya.

    Ia menambahkan bahwa hitung cepat bukan hasil resmi pemilihan kepala daerah, untuk itu masyarakat harus sabar menunggu hasil resmi dari KPU.

    “Kita menunggu hasil akhir rekapitulasi suara yang akan dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU),” katanya.

    KPU Provinsi DKI Jakarta telah menetapkan tiga pasangan calon (penyebutan nama paslon sesuai dengan nomor urut peserta pilkada), yakni pasangan Ridwan Kamil-Suswono (RIDO), pasangan Dharma Pongrekun-Kun Wardana (Dharma-Kun) dari independen, dan pasangan Pramono Anung-Rano Karno (Pram-Doel).

    Sebanyak 8,2 juta pemilih yang telah ditetapkan sebagai daftar pemilih tetap (dpt) pada Pilkada Jakarta 2024 menggunakan hak pilihnya di 14.835 tempat pemungutan suara (tps) pada hari Rabu ini.

    Sumber : Antara

  • Poltracking Nilai Dukungan Anies dan Ahok Dongkrak Perolehan Suara Pramono-Rano

    Poltracking Nilai Dukungan Anies dan Ahok Dongkrak Perolehan Suara Pramono-Rano

    Bisnis.com, JAKARTA – Lembaga survei Poltracking menilai dukungan Anies Baswedan dan Basuki Tjahja Purnama (Ahok) turut mendongkrak perolehan suara pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta Pramono Anung dan Rano Karno.

    Direktur Poltracking Indonesia Masduri Amrawi mengatakan, dukungan dari eks Gubernur Jakarta dengan anak Abahnya menjadi faktor utama naiknya suara Pram-Rani di Pilkada Jakarta 2024.

    “Cuma kalau saya membaca, memang kejutan-kejutan di belakang itu yang cukup signifikan pengaruhnya tentu dukungan Anies Baswedan,” kata Masduri saat ditemui di The Westin, Rabu (27/11/2024) malam.

    Selain itu, faktor yang menjadi pembeda adalah dukungan yang diberikan oleh eks Gubernur Jakarta 2014-2017 Basuki Tjahja Purnama atau Ahok kepada Pram-Rano.

    Masduri menuturkan bahwa dukungan Ahok yang ditambah dengan Anies Baswedan kepada Pram-Rano menjadi faktor naiknya perolehan suara paslon nomor urut 3 tersebut.

    Adapun, dalam hitung cepat atau quick count yang dilakukan Poltracking Indonesia yang saat ini 100% data sudah masuk, tercatat Pramono Anung-Rano Karno berada di posisi teratas dengan perolehan 50,08% suara.

    Pram-Rano disusul oleh paslon nomor urut dua Ridwan Kamil-Suswono dengan perolehan 39,55% suara. Dan di posisi ketiga Dharma-Kun Wardana 10,37% suara. 

    Meski mencapai angka 50,08%, Poltracking kata Masduri belum bisa memberikan kesimpulan apakah Pilkada Jakarta akan dilukan secara 1 putaran atau 2 putaran. Sebab, hasil tersebut adalah hasil quick count dan buman real count.

    “Kesimpulannya, belum bisa disimpulkan, bisa 1 atau 2 putaran. Karena masih dalam konsekuensi margin of error di dalam quick count yang dilakukan oleh Poltracking Indonesia,” ucapnya.