Tag: Rano Karno

  • 4
                    
                        PDI-P: Kandang Banteng Sekarang Jakarta, Jateng Kandang Bansos
                        Nasional

    4 PDI-P: Kandang Banteng Sekarang Jakarta, Jateng Kandang Bansos Nasional

    PDI-P: Kandang Banteng Sekarang Jakarta, Jateng Kandang Bansos
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –

    PDI-P
    menyindir bahwa wilayah kekuasaan mereka atau yang dijuluki “Kandang Banteng” kini sudah bukan lagi di
    Jawa Tengah
    selepas
    Pilkada 2024
    .
    Pasalnya, di Jawa Tengah, calon gubernur-wakil gubernur usungan PDI-P, Andika Perkasa-Hendrar Prihadi, diprediksi kalah dari Ahmad Luthfi-Taj Yasin yang diusung 14 partai politik.
    “Sekarang rekan-rekan wartawan semua mulai hari ini bisa menyebut Jawa Tengah bukan sebagai kandang banteng lagi. Tapi sebagai kandang bansos dan parcok (partai cokelat),” kata Ketua DPP PDI-P
    Deddy Sitorus
    dalam jumpa pers di Kantor DPP PDI-P, Jakarta, Kamis (28/11/2024).
    “Jadi jangan lagi sebut Jawa Tengah sebagai kandang banteng, tetapi sebagai kandang bansos dan parcok,” ujar dia.
    Istilah parcok diasosiasikan dengan dugaan pengerahan aparat kepolisian untuk kerja-kerja politik elektoral di Pilkada Serentak 2024.
    PDI-P meyakini, kemenangan Luthfi-Yasin di Jawa Tengah tak terlepas dari hal tersebut.
    Walaupun demikian, PDI-P masih menganggap pencapaian mereka di Jawa Tengah lebih dari cukup karena diprediksi memperoleh lebih dari 40 persen suara meski Andika-Hendi hanya diusung PDI-P sendiri.
    Hal itu dinilai menjadi bukti bahwa secara politik, Jawa Tengah masih layak disebut kandang banteng.
    Namun, PDI-P justru melontarkan sarkasme bahwa “kandang banteng” telah berpindah ke Jakarta karena kandidat gubernur dan wakil gubernur yang mereka usung, Pramono Anung-Rano Karno, menang satu putaran.
    “Jadi dari Jawa Tengah, PDI Perjuangan kandangnya sekarang di ibu kota Jakarta,” sebut Deddy.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Ucapan Selamat HUT Persija dari Pramono Anung, Inginkan Jadi Klub Kebanggaan Kita Bersama – Page 3

    Ucapan Selamat HUT Persija dari Pramono Anung, Inginkan Jadi Klub Kebanggaan Kita Bersama – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta – Persija Jakarta merayakan hari ulang tahun ke-96 pada hari ini, Kamis (28/11/2024). Calon Gubernur atau Cagub Jakarta nomor urut 3 Pramono Anung pun memberikan ucapan selamat.

    Hal itu disampaikan Pramono Anung saat mendeklarasikan kemenangannya bersama Rano Karno di Pilkada Jakarta 2024.

    “Tepat hari ini tanggal 28 November saya dan Bang Doel ingin mengucapkan selamat HUT Persija ke-96,” ujar Pramono dalam keterangannya, Kamis (28/11/2024).

    Pramono mengatakan, bersama pasangannya Rano Karno, bertekad menjadikan Persija menjadi klub kebanggaan untuk seluruh masyarakat khususnya warga Jakarta.

    “Dan secara khusus di jelang satu abad Persija, tentunya kedepan kami ingin Persija menjadi klub kebanggaan kita bersama,” kata dia.

    “Untuk itu secara khusus sebagai bagian dari keluarga besar Jakarta Menyala, kami ingin mengucapkan selamat ulang tahun untuk Persija,” tandas Pramono.

    Sebelumnya, Pilkada 2024 bergulir pada Rabu 27 November 2024. Di wilayah Jakarta, ada tiga pasangan calon yang memperebutkan kursi gubernur, yakni Pramono Anung-Rano Karno, Ridwan Kamil-Suswono, dan Dharma Pongrekun-Kun Wardana Abyoto.

    Sejumlah pasangan calon pun telah membeberkan program kerja serta janji-janji mereka kepada warga Jakarta selama masa kampanye beberapa waktu lalu.

    Tak hanya bertekad mendorong kemajuan daerah secara umum, ketiga pasln gubernur secara khusus juga menargetkan The Jakmania sebagai sasaran bagi sejumlah janji dan program kerja apabila terpilih.

    Sebagaimana diketahui, The Jak merupakan basis pendukung klub sepak bola Persija Jakarta yang saat ini berkompetisi di kasta tertinggi Tanah Air, Liga 1.

    Sejumlah tekad bagus telah disampaikan, baik oleh pasangan Pramono Anung-Rano Karno, Ridwan Kamil-Suswono, dan Dharma Pongrekun-Kun Wardana Abyoto guna menggaet hati para anggota The Jakmania saat Pilkada.

    Untuk itu, The Jakmania boleh dikata merupakan bagian penting dari masyarakat yang diharapkan tidak golput. Ada setidaknya dua alasan krusial basis pendukung Persija Jakarta alias The Jak tak boleh absen memberikan suara dalam Pilkada kali ini.

     

    Calon Gubernur (Cagub) dan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Nomor Urut 3 Pramono Anung (Mas Pram) dan Rano Karno (Bang Doel) kembali bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta 2017-2022 Anies Baswedan (Mas Anies), Rabu (20/11/2024) pagi.

  • Pramono sebut anak Abah dan Ahokers berperan dulang suara Pilkada DKI

    Pramono sebut anak Abah dan Ahokers berperan dulang suara Pilkada DKI

    Sehingga kalau kemudian pada hari ini kami memperoleh 50,07 persen, saya meyakini ini kerja keras semuanya

    Jakarta (ANTARA) – Calon gubernur DKI Jakarta nomor urut 3, Pramono Anung sebut pendukung Anies Baswedan (Anak Abah) dan pendukung Ahok (Ahokers) berperan dalam mendulang suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta.

    Dia mengatakan tidak mungkin jika dirinya dan Bang Doel bisa unggul meraih 50,07 persen tanpa adanya kontribusi banyak pihak.

    Terlebih pada survei awal yang dilakukan oleh Charta Politika, pihaknya hanya mendapatkan angka 0,1 persen.

    Kendati demikian, dia menegaskan tidak ada dominasi dari apapun untuk memenangkan pertarungan pilkada, kecuali yang mendominasi adalah warga Jakarta sendiri.

    Berdasarkan hasil perhitungan suara (real count) KPU DKI Jakarta dan perhitungan formulir model C – KWK di seluruh daerah pemilihan Jakarta menunjukkan pasangan Pramono-Rano meraih 2.183.577 suara atau 50,07 persen.

    Menurut dia, dari jumlah sampel tersebut pasangan Pram-Doel mendapatkan suara sekitar 51,03 persen disusul oleh Ridwan Kamil-Suswono 38,80 persen dan Dharma Pongrekun-Kun Wardana Abyoto 10,17 persen.

    KPU DKI Jakarta telah menetapkan tiga paslon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta.

    Ketiga paslon tersebut adalah Ridwan Kamil-Suswono (RIDO) nomor urut 1, Dharma Pongrekun-Kun Wardana (Dharma-Kun) dari independen nomor urut 2 dan Pramono Anung-Rano Karno (Pram-Doel) nomor urut 3.

    Sebanyak 8,2 juta pemilih yang telah ditetapkan sebagai daftar pemilih tetap (DPT) Pilkada Jakarta 2024 akan menggunakan hak pilihnya di 14.835 tempat pemungutan suara (TPS) pada 27 November 2024.

    Adapun rangkaian kampanye Pilkada Jakarta telah dilaksanakan sejak 25 September hingga 23 November 2024.

    Pewarta: Luthfia Miranda Putri
    Editor: Ganet Dirgantara
    Copyright © ANTARA 2024

  • Kepastian putaran kedua Pilkada Jakarta tunggu rekapitulasi berjenjang

    Kepastian putaran kedua Pilkada Jakarta tunggu rekapitulasi berjenjang

    Jakarta (ANTARA) – Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta menyatakan kepastian untuk pelaksanaan putaran kedua Pilkada Jakarta 2024 menunggu hasil rekapitulasi manual berjenjang.

    “(Kepastiannya menunggu) Rekapitulasi manual berjenjang,” kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta Wahyu Dinata di Jakarta, Kamis.

    KPU DKI Jakarta dijadwalkan melaksanakan rekapitulasi perhitungan suara di tingkat kecamatan pada Kamis dan akan berlangsung selama enam hari.

    Merujuk Keputusan KPU DKI Jakarta Nomor 29 Tahun 2024 tentang Pedoman Teknis dan Jadwal Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Tahun 2024 adapun perhitungan suara dan rekapitulasi hasil perhitungan suara dimulai 27 November hingga 16 Desember 2024.

    Lalu apabila perolehan suara gubernur dan wakil gubernur tidak lebih dari 50 persen untuk ditetapkan sebagai gubernur dan wakil gubernur terpilih, maka diadakan pemilihan gubernur dan wakil gubernur putaran kedua yang diikuti oleh pasangan calon yang memperoleh suara terbanyak pertama dan kedua pada putaran pertama.

    Selanjutnya, penetapan pemilihan gubernur dan wakil gubernur putaran kedua akan dilakukan pada 7 Januari 2025, diawali pembentukan dan atau pengangkatan kembali badan ad hoc penyelenggara pemilihan. Yakni Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) pada hari yang sama hingga 12 Februari 2025.

    Sementara itu, untuk Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) pada 8 Januari 2025 hingga 12 Februari 2025 serta pada hari yang sama dilakukan pemutakhiran dan penyusunan daftar pemilih.

    KPU DKI akan mengumumkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada 24 Januari 2025, sementara masa kampanye dimulai pada 2 Februari 2025 hingga 22 Februari 2025.

    Pemungutan suara nantinya dilakukan pada 26 Februari 2025 dan rekapitulasinya pada hari yang sama hingga 17 Maret 2025.

    Sebelumnya, KPU DKI menetapkan tiga pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta.

    Ketiga paslon tersebut adalah Ridwan Kamil-Suswono (RIDO) nomor urut 1, Dharma Pongrekun-Kun Wardana (Dharma-Kun) dari independen nomor urut 2 dan Pramono Anung-Rano Karno (Pram-Doel) nomor urut 3.

    Sebanyak 8,2 juta pemilih yang telah ditetapkan sebagai dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilkada Jakarta 2024 dan berhak menggunakan hak pilihnya di 14.835 Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada 27 November 2024.

    Adapun rangkaian kampanye Pilkada Jakarta telah dilaksanakan sejak 25 September hingga 23 November 2024.

    Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2024

  • Mengapa Ridwan Kamil Jagoan KIM Plus Kalah di Jakarta?

    Mengapa Ridwan Kamil Jagoan KIM Plus Kalah di Jakarta?

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pengamat politik Akar Rumput Strategic Consulting (ARSC) Dimas Oky Nugroho menilai Pemilihan Gubernur Jakarta 2024 sudah menunjukkan kualitas demokrasi dari warga Jakarta luar biasa dan mereka bisa memilih secara rasional.

    Menurut dia, pertarungannya sangat ketat antara tiga calon, bahkan pertarungannya sebenarnya bukan hanya antara nomor urut 01 dan 03, dalam hal ini adalah Ridwan Kamil-Sarwono melawan Pramono Anung dan Rano Karno, tapi juga ternyata 02 Dharma-Kun juga bisa menunjukkan kualitas yang tidak disangka-sangka, bisa mencapai angka 10 persen dan itu luar biasa

    “Bahwa kenapa bisa mendapat 10 persen itu mungkin banyak pendapat yang menyatakan itu bisa bervariasi, tapi apapun itu kalau kita lihat bahwa pemilih Dharma Kun itu juga banyak yang mungkin kecewa dengan 01, kecewa dengan 03. Artinya ketika kampanye tidak sesuai dengan apa yang mereka harapkan misalnya,” kata Dimas Oky dalam keterangannya, Kamis (28/11/2024).

    Tapi apapun itu, lanjut Dimas, upaya untuk Ridwan Kamil yang selama masa kampanye banyak isu yang menerpanya meskipun di awal memiliki survei yang cukup tinggi dan sangat prospektif.

    “Tapi akibatnya kemudian lalu di akhir ini dia merosot atau stuck paling tidak angka perolehan suara realnya, itu juga menunjukkan sebenarnya ketangguhan tersendiri bagi Ridwan Kamil, dan memiliki basis yang kuat, wakilnya yaitu Sarwono yang didukung oleh PKS yang bagaimanapun punya basis kuat di Jakarta,” paparnya.

    Ia menlanjutkan, tentunya kredit terbesar itu harus dilihat dari perolehan suara akhir yang didapat oleh Pram dan Bang Dul Rano Karno.

  • KPU DKI Minta Paslon Tak Buru-buru Deklarasi Kemenangan, Tunggu Rekapitulasi Akhir!

    KPU DKI Minta Paslon Tak Buru-buru Deklarasi Kemenangan, Tunggu Rekapitulasi Akhir!

    GELORA.CO – Ketua KPU DKI Jakarta Wahyu Dinata meminta pasangan calon (paslon) Gubernur dan wakil Gubernur DKI Jakarta tidak buru-buru melakukan deklarasi kemenangan.

    Wahyu meminta, paslon peserta Pilkada DKI Jakarta menunggu hasil rekapitulasi resmi dari KPU DKI Jakarta.

    “Ya kami juga monitor di media sebenarnya ya, setiap paslon itu pasti dikata akhirnya menunggu rekapitulasi akhir dari KPU,” ujar Wahyu di kantor KPU DKI Jakarta pada Kamis, 28 November 2024.

    Sebab kata Wahyu, percuma saja salah satu paslon mendeklarasikan kemenangan satu putaran atau dua putaran.

    Karena tanpa hasil resmi dari KPU, deklarasi kemenangan tersebut tidak sah.

    “Jadi walaupun ada yang mengklaim, ada yang menyatakan satu putaran, dua putaran, mereka tetap menunggu hasil resmi dari KPU,” ujarnya.

    “Karena tanpa hasil resmi KPU tentu saja prosesnya tidak bisa berjalan ya, sesuai dengan aturan yang ada,” tegasnya. 

    Wahyu menyampaikan, pengumuman rekapitulasi Pilkada DKI Jakarta paling lambat diumumkan tanggal 16 Desember 2024.

    “Tapi kami di KPU DKI mengusahakan secepat mungkin tanpa mengganggu tahapan yang ada atau melanggar tahapan yang ada,” terang Wahyu.

    Kata Wahyu, untuk rekapitulasi kecamatan dan pengumuman dimulai tanggal 28 November sampai 3 Desember 2024. 

    “Mulai tanggal 4 (Desember).kita sudah masuk misalnya rekap di kabupaten kota. Nah selanjutnya sampai tingkat provinsi,” ucap Wahyu.

    Wahyu mengatakan, pihaknya belum melakukan rapat pleno terkait kapan waktu yang tepat melakukan pengumuman hasil suara Pilkada Jakarta 2024.

    “Yang pasti kami mengikuti tahapan yang ada,” pungkasnya.

    Sebelumnya diberitakan, pasangan calon nomor urut 3, Pramono Anung-Rano Karno, mendeklarasikan kemenangan Pilkada Jakarta 2024 satu putaran.

    Pramono mengatakan berdasarkan hasil real count KPUD DKI Jakarta, pasangan nomor urut 3 itu mendapatkan 2.183.577 suara atau 50,07 persen. 

    “Alhamdulillah hasil real account KPUD DKI Jakarta dan perhitungan formulir C hasil KWK saat ini, pagi ini, Kamis tanggal 28 November 2024 telah mencapai 100 persen TPS di seluruh daerah pemilihan Jakarta dengan menunjukkan hasil bagi pasangan nomor 03 yaitu 2.183.577 suara atau 50,07 persen,” kata Pramono di kediamannya, Jakarta Selatan, Kamis, 28 November 2024.

  • Pastikan Satu Putaran, Pramono Anung: Ini Kemenangan Warga Jakarta

    Pastikan Satu Putaran, Pramono Anung: Ini Kemenangan Warga Jakarta

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung dan Rano Karno atau Bang Doel (Paslon nomor 3), dipastikan menang dalam satu putaran Pilkada DKI Jakarta 2024.

    Berdasarkan hasil Real Count KPUD DKI Jakarta, yang telah mencapai 100 persen pada Kamis (28/11/2024) pagi, pasangan ini memperoleh 2.183.577 suara atau 50,07 persen.

    Kemenangan ini melampaui ambang batas 50 persen plus satu suara, dengan selisih 2.943 suara, sehingga tidak diperlukan putaran kedua dalam pemilihan.

    “Alhamdulillah telah mencapai 100 persen TPS,” ujar Pram dalam keterangannya di aplikasi X @pramonoanung (28/11/2024).

    Perolehan 50 persen plus 2.943 suara ini menandakan kemenangan satu putaran di Pilkada Jakarta 2024 untuk pasangan Pramono-Rano Karno.

    “Satu suara anda sangat berharga bagi kami. Sehingga, ini bukan kemenangan kami sendiri, tapi ini kemenangan untuk warga Jakarta,” lanjut Pram.

    Diungkapkan Pram, dengan berlangsungnya kontestasi Pilkada satu putaran, maka masalah masyarakat akan lebih cepat terselesaikan.

    “Apalagi kita sedang menghadapi cuaca ekstrem dan persiapan harga bahan pokok menyambut bulan suci Ramadan,” imbuhnya.

    Ia pun tidak henti-hentinya mengucap rasa terimakasih kepada seluruh pihak yang mendukung mereka dalam Pilkada DKI Jakarta.

    “Terima kasih bagi semua kelompok masyarakat yang telah mendukung,” tandasnya.

    Kemenangan pasangan Pramono-Rano Karno ini menandai awal dari kepemimpinan mereka untuk periode mendatang, dengan fokus pada percepatan solusi bagi kebutuhan warga Jakarta.

  • Rekap Hasil Quick Count Terkini Pilkada DKI Jakarta, Pramono-Rano Unggul

    Rekap Hasil Quick Count Terkini Pilkada DKI Jakarta, Pramono-Rano Unggul

    Liputan6.com, Bandung – Masyarakat Indonesia telah selesai menjalankan pesta demokrasi dengan mengikuti Pilkada serentak 2024 pada Rabu (27/11/2024). Adapun saat ini masyarakat khususnya warga DKI Jakarta mulai memperhatikan hasil hitungan cepat atau quick count pemilihan tersebut.

    Melansir dari sejumlah lembaga, pasangan calon Pramono Anung – Rano Karno berhasil unggul dalam perolehan suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta 2024 dari lawan lainnya yaitu Ridwan Kamil – Suswono dan Dharma Pongrekun – Kun Wardana.

    Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani menyebutkan berdasarkan hitung cepat dengan data yang masuk sudah 100 persen pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta Pramono Anung dan Rano Karno meraih sekitar 51,03 persen.

    Mengutip dari Antara, peneliti SMRC M Ezha Fachriza menuturkan dari jumlah sampel pasangan Pram-Doel mendapatkan suara sekitar 51,03 persen. Kemudian disusul dengan Ridwan Kamil-Suswono 38,80 persen serta Dharma Pongrekun-Kun Wardana 10,17 persen.

    “Data masuk sudah 100 persen dari 300 tps, dengan total sampel 88.661 suara sah,” ucapnya.

    Dia juga menjelaskan bahwa hasil analisis statistik menunjukkan pada tingkat kepercayaan 95 persen paslon Pramono Anung – Rano Karno berkisar antara 49,99 persen hingga 52,07 persen.

    Sementara itu, paslon Ridwan Kamil – Suswono sekitar 37,68 persen hingga 39,92 persen dan Dharma Pongrekun – Kun Wardana 9,80 persen hingga 10,54 persen. Pihaknya juga menegaskan bahwa hitungan cepat bukan hasil resmi pemilihan kepala daerah.

    Kemudian tidak memiliki bukti yang cukup kuat untuk menyimpulkan apakah Pilkada Jakarta berlangsung satu putaran atau dua putaran. Pihaknya juga meminta masyarakat untuk tetap bersabar dan menunggu hasil resmi dari KPU.

    “Kita menunggu hasil akhir rekapitulasi suara yang akan dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU),” katanya.

  • Penghitungan suara KPU: Pram-Rano unggul sementara di DKI Jakarta

    Penghitungan suara KPU: Pram-Rano unggul sementara di DKI Jakarta

    Jakarta (ANTARA) – Hasil sementara penghitungan suara atau real count Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menunjukkan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Pramono Anung-Rano Karno unggul sementara dari pasangan Ridwan Kamil-Suswono dan Dharma Pongrekun-Kun Wardana di DKI Jakarta

    Pewarta ANTARA yang memantau situs web pilkada2024.kpu.go.id, Kamis, melaporkan data per pukul 13.22 WIB jumlah suara yang masuk sebanyak 14.825 TPS dari 14.835 TPS atau 99,93 persen.

    Berikut hasilnya yang disusun berdasarkan nomor urut pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta:

    1. Ridwan Kamil-Suswono: 39,40 persen atau 1.717.245 suara,
    2. Dharma Pongrekun-Kun Wardana: 10,53 persen atau 458.886 suara,
    3. Pramono Anung-Rano Karno: 50,07 persen atau 2.181.939 suara.

    Hasil yang ditampilkan KPU ini bukan hasil akhir Pilkada 2024. KPU menyatakan publikasi form model C/D hasil adalah hasil penghitungan suara di TPS dengan tujuan memudahkan akses informasi publik.

    KPU juga menyatakan penghitungan suara yang dilakukan oleh KPPS, rekapitulasi hasil penghitungan suara dan penetapan hasil pilkada dilakukan secara berjenjang dalam rapat pleno terbuka oleh PPK, KPU kabupaten/kota, KPU provinsi, dan KPU berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

    Perkembangan hasil real count KPU dapat dilihat di sini.

    Diketahui, tahap pemungutan suara untuk pemilihan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, serta wali kota dan wakil wali kota telah dilaksanakan pada 27 November 2024.

    Pada saat ini tahapan Pilkada 2024 yang sedang berlangsung adalah rekapitulasi hasil penghitungan secara berjenjang.

    Rekapitulasi secara berjenjang di tingkat kecamatan oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dimulai pada 28 November-3 Desember 2024. Selanjutnya, tingkat kabupaten/kota dimulai pada 29 November-6 Desember 2024. Kemudian, tingkat provinsi dimulai pada 30 November-9 Desember 2024.

    Setelah itu, adalah tahapan pengumuman rekapitulasi hasil penghitungan suara. Untuk pilkada tingkat kabupaten/kota diumumkan pada 29 November-12 Desember 2024, sedangkan pilkada tingkat provinsi pada 30 November-15 Desember 2024.

    Pewarta: Narda Margaretha Sinambela
    Editor: Agus Setiawan
    Copyright © ANTARA 2024

  • 1
                    
                        Pramono Unggul Pilkada Jakarta, Pengamat: Megawati Bikin Jokowi-Prabowo Gamang Keroyok PDI-P
                        Nasional

    1 Pramono Unggul Pilkada Jakarta, Pengamat: Megawati Bikin Jokowi-Prabowo Gamang Keroyok PDI-P Nasional

    Pramono Unggul Pilkada Jakarta, Pengamat: Megawati Bikin Jokowi-Prabowo Gamang Keroyok PDI-P
    Tim Redaksi

    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Analis politik Universitas Paramadina, Ahmad Khoirul Umam, menilai keputusan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menunjuk
    Pramono Anung
    sebagai calon gubernur Jakarta terbukti jitu.
    Megawati dinilai sengaja memilih sosok yang selama ini memiliki kedekatan personal dengan
    Joko Widodo
    dan
    Prabowo Subianto
    .
    “Sehingga, sel-sel politik keduanya juga tampaknya tidak dilepas untuk menghancurkan pilar-pilar politik Pramono,” kata Umam pada Kamis (28/11/2024).
    Adapun sebelum ditunjuk sebagai cagub Jakarta, Pramono Anung merupakan Sekretaris Kabinet di kabinet Jokowi.
    “Pemegang remote kekuasaan bisa dibuat gamang untuk menghabisi calon dari PDI-P yang dikeroyok rame-rame, mengingat kedekatan personal mereka selama ini,” imbuhnya.
    Di luar itu, Umam juga melihat sejumlah faktor lain yang membuat Pramono dan
    Rano Karno
    bisa unggul jauh dibandingkan pasangan Ridwan Kamil dan Suswono.
    Pasangan usungan Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus itu dinilai banyak melakukan blunder dan mengusung program-program yang dianggap “gimmick” rupanya tidak mempan untuk memilih Jakarta.
    “Materi-materi kampanye Ridwan Kamil di fase awal juga didominasi oleh materi-materi gimmick, laiknya Mobil Curhat, bantuan kopi untuk yang terkena PHK dll, model-model semacam ini sebelumnya berhasil ia gunakan di politik Bandung dan Jawa Barat, kini ternyata tidak mempan dijual di masyarakat Jakarta,” jelas Umam.
    “Slip of
    tounge
    Suswono tentang “janda” yang berhasil dipolitisir lawan dengan argumen teologis, mengindikasikan kandidat ini kurang disiplin,” ujar dia.
    Sementara itu, Pramono-Rano terlihat lebih disiplin dalam kampanye lapangan maupun narasi.
    Di saat yang sama, kedekatan Pramono-Rano dengan Anies yang menjadi simbol perlawanan terbuka pada kekuatan politik yang mengorkestrasi dominasi peta politik Jakarta.
    Hal itu mampu mengkonsolidasikan basis pemilih loyal Anies utk mendukung Pramono-Rano, yang banyak di antara mereka beririsan dengan basis pemilih loyal PKS.
    “Kemenangan sementara Pramono-Rano atas RK-Suswono mengindikasikan bahwa basis mesin politik KIM Plus tidak solid. Kekompakan KIM Plus bak kawin paksa, di mana aspirasi kepentingan partai-partai pengusung tampaknya kurang terakomodasi,” tambahnya.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.