Tag: Raffi Ahmad

  • Sederet Kemeriahan HUT ke-80 RI: dari Proklamasi, hingga Karnaval Rakyat di Monas

    Sederet Kemeriahan HUT ke-80 RI: dari Proklamasi, hingga Karnaval Rakyat di Monas

    Bisnis.com, JAKARTA — Langit pagi Jakarta tampak bersih setelah semalaman diguyur hujan ringan. Udara yang biasanya padat dengan polusi, seolah memberi jeda pada Minggu (17/8/2025).

    Ribuan pasang mata menatap ke halaman Istana Merdeka, tempat Sang Saka Merah Putih akan dikibarkan pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia.

    Di antara semarak musik, derap langkah pasukan, hingga riuh sorak masyarakat yang memenuhi undangan, ada banyak yang berbeda dari perayaan kali ini.

    Kemeriahan tidak hanya hadir di halaman utama upacara. Di sudut istana, berdiri photobooth dengan latar dedaunan dan ornamen khas daerah yang lengkap dibubuhi tulisan tagline “HUT Ke-80 RI Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”.

    Warga, undangan, hingga pejabat tampak antusias berfoto, mengabadikan momen bersejarah ini dengan senyum lebar. Tak jauh dari sana, sebuah pameran mobil klasik menarik perhatian. Deretan kendaraan dinas presiden terdahulu—mulai dari Mercedes Benz putih yang pernah ditumpangi Soeharto hingga Cadillac Fleetwood hitam era 1980-an—menjadi magnet nostalgia. Seakan waktu berhenti sejenak, menyambungkan generasi lama dan baru dalam satu ruang kebanggaan yang sama.

    Saat upacara berlangsung pun Presiden Prabowo Subianto, untuk pertama kalinya, membacakan naskah Proklamasi di hadapan rakyat—sebuah momen simbolis yang mengikat sejarah dengan masa kini.

    Tepat pukul 10.00 WIB, halaman Istana Merdeka yang biasanya teduh berubah hening. Semua mata tertuju pada mimbar utama ketika Presiden Prabowo Subianto berdiri dengan tegap. Dengan suara mantap, dia membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

    “Proklamasi, kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia…” suara itu bergema melalui pengeras suara, lalu disambut hening khidmat di antara ribuan tamu undangan.

    Biasanya, pembacaan teks Proklamasi adalah tugas Ketua DPR atau MPR. Namun, tahun ini sejarah mencatat perubahan penting untuk pertama kalinya, teks sakral itu dibacakan langsung oleh Presiden setelah pertama kali dibaca oleh proklamator RI Soekarno.

    Setelah pembacaan Proklamasi, suasana hening beralih menjadi degup yang penuh harap. Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) memasuki lapangan dengan langkah tegap. Seragam putih mereka berkilau di bawah sinar matahari.

    Sang Merah Putih, dilipat rapi dan dijaga dengan penuh kehormatan, perlahan dibawa menuju tiang utama. Ketika bendera mulai ditarik ke atas, hembusan angin membuatnya terbentang sempurna. Tepuk tangan bergemuruh.

    Bagi rakyat biasa yang lebih sering melihat megah dengan menonton dari luar pagar Istana, momen itu juga tak kalah emosional. Para pengunjung pun tampak tertib dan kooperatif, meski harus melewati beberapa lapisan pemeriksaan sebelum masuk ke area istana.

    “Ini pertama kalinya saya ikut upacara di Istana. Tak sabar sekali saat lagu Indonesia Raya dikumandangkan dan bendera Merah Putih dikibarkan. Saya menangis,” ujar Clorinda Rahmania Revan, seorang siswi asal Padang yang datang bersama orang tuanya.

    Sejak beberapa tahun terakhir, setiap peringatan HUT RI di Istana selalu menghadirkan parade busana adat. Tradisi itu kembali hadir, dengan Presiden Prabowo tampil mengenakan pakaian adat Melayu berwarna hitam dengan berkalung melati.

    Salah satu momen paling menyentuh datang dari Presiden Prabowo sendiri. Sebelum bendera dikibarkan, ia terlihat menundukkan badan dan mencium Sang Merah Putih.

    Gerakan sederhana itu sontak mengundang decak kagum. Banyak yang menilai, ciuman tersebut melambangkan penghormatan kepada para pahlawan bangsa.

    “Saya sangat terharu. Itu simbol kecintaan pada bangsa, penghormatan pada sejarah,” ujar Utusan Khusus Presiden untuk Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad.

    Upacara kenegaraan tahun ini juga mencatat pertemuan bersejarah: tiga presiden hadir dalam satu panggung. Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden ke-7 Joko Widodo, dan Presiden ke-8 Prabowo Subianto duduk berdampingan.

    Kebersamaan itu mengingatkan publik pada pentingnya kesinambungan kepemimpinan. Meski berbeda latar belakang politik, ketiga presiden itu tampil akrab dan saling melempar senyum.

    Meski begitu, ada satu kursi kosong yang menyita perhatian. Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri absen dari upacara.

    Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menanggapinya santai. Saat ditanya mengenai absennya Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, Luhut menilai hal tersebut tidak menjadi persoalan.

    “Ya memang kita berharap lengkap, tapi mungkin Ibu Mega berhalangan, enggak apa-apa,” tandas Luhut.

    Dari Istana ke Jalanan

    Seiring matahari bergeser ke barat, suasana berubah. Jika pagi hari khidmat, maka sore hingga malam hari adalah pesta rakyat. Ribuan warga berbondong-bondong menuju kawasan Monumen Nasional (Monas) untuk menyaksikan karnaval rakyat.

    Mobil hias dari setiap kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah berparade dengan dekorasi khas. Ada yang menampilkan kapal phinisi, ada yang menghadirkan ondel-ondel raksasa, hingga miniatur naga barongsai.

    Anak-anak kecil bersorak gembira melihat pertunjukan tari daerah. Orang dewasa sibuk mengabadikan momen dengan kamera ponsel.

    Di tengah keriuhan karnaval, suara rakyat tetap menjadi inti perayaan. Bagi sebagian orang, HUT ke-80 RI bukan sekadar pesta, melainkan ruang untuk merenung. Namun, bagi generasi muda, perayaan ini lebih seperti ajang kebanggaan.

    “Seru sekali saya ikut acara dari pagi sampai malam. Capek, tapi seru sekali” kata Irfan warga asal Cibubur.

    Menjaga Api Persatuan

    Perayaan 80 tahun Indonesia bukanlah garis akhir, melainkan titik awal menuju masa depan. Pemerintah berjanji akan melanjutkan program unggulan seperti Makan Bergizi Gratis, pemerataan pendidikan, hingga transformasi energi.

    Namun, lebih dari sekadar program, peringatan HUT RI adalah ajakan untuk menjaga api persatuan.

    Jelang pergantian hari, di bawah langit Jakarta yang terang benderang dengan lampu malam, ribuan bendera kecil berkibar bersamaan. Di wajah-wajah rakyat, terpancar kebanggaan dan harapan. Delapan dekade Indonesia menjadi pengingat: bahwa kemerdekaan adalah hadiah yang harus dijaga, dan persatuan adalah kunci untuk melangkah lebih jauh.

  • Top 3 News: Penampakan Terbaru Setya Novanto saat Bebas dari Lapas Sukamiskin – Page 3

    Top 3 News: Penampakan Terbaru Setya Novanto saat Bebas dari Lapas Sukamiskin – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta – Wajah eks Ketua DPR, Setya Novanto, berseri-seri. Dia berdiri di Bapas Kelas 1 Bandung sambil menerima map berisi dokumen-dokumen. Itulah top 3 news hari ini.

    Foto itu diambil saat proses serah terima Setya Novanto dari Lapas Sukamiskin kepada Balai Pemasyarakatan Bandung.

    Ya, tepat sehari menjelang perayaan HUT RI ke-80, Setya Novanto akhirnya menghirup udara kebebasan. Dia keluar dari Lapas Sukamiskin, Bandung, melalui program pembebasan bersyarat. Hal itu dibenarkan oleh Kalapas Sukamiskin Fajar Nur Cahyono.

    Sementara itu, sejumlah artis papan atas turut menghadiri upacara Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI di halaman Istana Merdeka Jakarta, Minggu 17 Agustus 2025

    Dari pantauan, mereka mulai berdatangan sejak pukul 07.35 WIB dengan mengenakan baju adat Nusantara.

    Pasangan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina tampil kompak memakai busana adat Jawa. Raffi mengenakan beskap hitam, sementara Nagita memilih kebaya putih sederhana.

    Berita terpopuler lainnya di kanal News Liputan6.com adalah terkait Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka bersama istri, Selvi Gibran Rakabuming menghadiri Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia (HUT ke-80 RI) di Halaman Istana Merdeka, Jakarta, Minggu 17 Agustus 2025.

    Pada momentum tahun ini, Wapres Gibran mengenakan busana adat Kerawang Gayo. Diketahui, pilihan busana ini tidak semata-mata untuk penampilan seremonial, melainkan sarat dengan nilai filosofis yang mendalam.

    Selain itu, tampak keserasian dari teluk belanga hitam yang dikenakan Gibran, dipadu dengan kain songket merah-emas-hitam yang melingkar sebagai ikat pinggang, serta penutup kepala adat yang kian menegaskan wibawa dan kharisma.

    Berikut deretan berita terpopuler di kanal News Liputan6.com sepanjang Minggu 17 Agustus 2025:

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi mempertanyakan motif dibalik pengakuan mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2014-2019, Agus Rahardjo yang menyebut dirinya meminta agar kasus e-KTP yang menjerat Setya Novanto dihentikan. Jokowi pun…

  • Raffi Ahmad berbusana adat Jawa hadiri upacara HUT ke-80 RI di Istana

    Raffi Ahmad berbusana adat Jawa hadiri upacara HUT ke-80 RI di Istana

    Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad mengenakan busana adat Jawa saat menghadiri upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (17/8/2025). (ANTARA/dokumentasi pribadi)

    Raffi Ahmad berbusana adat Jawa hadiri upacara HUT ke-80 RI di Istana
    Dalam Negeri   
    Editor: Novelia Tri Ananda   
    Minggu, 17 Agustus 2025 – 11:45 WIB

    Elshinta.com – Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad mengenakan busana adat Jawa saat menghadiri upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu. Pada kesempatan tersebut, Raffi juga hadir bersama sang istri Nagita Slavina yang turut mengenakan pakaian adat Jawa.

    Pilihan busana itu menjadi bentuk pengingat bagi pasangan tersebut terhadap momen pernikahan yang dahulu menggabungkan adat Sunda dan Jawa.

    “Pernikahan kita dulu pakai baju Sunda dan jawa. Jadi kita mengenang baju pernikahan ceritanya,” kata Raffi sesaat setelah tiba di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

    Dalam kesempatan itu, Raffi turut menyampaikan harapan agar semangat perjuangan 1945 tetap melekat di hati masyarakat Indonesia, terutama generasi muda. Dia menekankan pentingnya meneruskan perjuangan para pahlawan dengan cara masing-masing sesuai bidang yang digeluti.

    Raffi juga menilai bahwa pengabdian kepada bangsa dapat dilakukan dengan berbagai bentuk asalkan tetap berada pada jalur yang positif.

    “Yang paling penting kita bisa berikan pengabdian kepada nusa dan bangsa sesuai jalur masing-masing. Yang paling penting selalu positif,” kata artis kenamaan tersebut.

    Peringatan HUT Ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2025 bertema “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”. Tema tersebut mencerminkan semangat kebangsaan yang terus dijaga sebagai fondasi untuk melangkah ke masa depan. Peringatan HUT ke-80 RI akan dipusatkan di halaman Istana Merdeka dan kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta.

    Presiden Prabowo Subianto akan memimpin langsung upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi dalam rangka HUT Ke-80 Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta. Ada beberapa kegiatan yang digelar untuk menyemarakkan peringatan HUT Ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia pada Minggu yakni Kirab Bendera Sang Merah Putih dan Teks Proklamasi, Pesta Rakyat dan Karnaval Bersatu Kemerdekaan.

    Sumber : Antara

  • Bak Pengantin, Raffi-Nagita Pakai Baju Adat Jawa saat Upacara HUT Ke-80 RI

    Bak Pengantin, Raffi-Nagita Pakai Baju Adat Jawa saat Upacara HUT Ke-80 RI

    Bisnis.com, JAKARTA — Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad turut merayakan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia pada Minggu (17/8/2025).

    Raffi menyampaikan ucapan selamat sembari mengingatkan pentingnya menjaga semangat perjuangan para pahlawan.

    “Merdeka. Selamat hari 17 Agustus. Mudah-mudahan semangat 45 selalu ada di hati kita semua,” ujar Raffi kepada Bisnis, Minggu (17/8/2025). 

    Dalam momen peringatan HUT RI, Raffi tampil mengenakan baju adat Jawa begitu pula istrinya, Nagita Slavina.

    Dia menuturkan pemilihan busana adat Jawa tersebut terinspirasi dari latar belakang keluarganya.

    “Hari ini saya pakai baju adat Jawa. Sama Jawa juga [Nagita]. Karena istri saya dari Jawa. Pernikahan kita dulu pakai baju Sunda dan Jawa, jadi sekalian mengenang baju pernikahan ceritanya,” katanya.

    Raffi menambahkan, busana adat yang dikenakannya juga dimaknai sebagai simbol kekayaan budaya Nusantara.

    Terkait harapannya bagi Indonesia, Raffi menekankan pentingnya semangat juang para pahlawan agar terus diwariskan kepada generasi muda.

    “Pastinya Pak Prabowo maunya semangat juang 45 kita selalu ada di hati kita. Dan juga untuk para generasi muda, teruskan perjuangan para pahlawan dengan cara apapun,” ucapnya.

    Menurut Raffi, pengabdian kepada bangsa tidak harus dalam bentuk besar, melainkan bisa dilakukan melalui peran masing-masing individu.

    “Yang paling penting kita bisa berikan pengabdian kepada nusa dan bangsa sesuai jalur masing-masing. Yang paling penting selalu positif,” pungkas Raffi.

  • 5
                    
                        Raffi Ahmad dan Nagita Hadiri HUT ke-80 RI di Istana, Pakai Baju Adat Jawa buat Kenang Pernikahan
                        Nasional

    5 Raffi Ahmad dan Nagita Hadiri HUT ke-80 RI di Istana, Pakai Baju Adat Jawa buat Kenang Pernikahan Nasional

    Raffi Ahmad dan Nagita Hadiri HUT ke-80 RI di Istana, Pakai Baju Adat Jawa buat Kenang Pernikahan
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, menghadiri upacara HUT ke-80 RI di Istana, Jakarta, Minggu (17/8/2025).
    Pantauan Kompas.com di lokasi, Raffi Ahmad mendatangi Istana bersama istrinya, Nagita Slavina, dan adiknya, Nisya Ahmad.
    “Merdeka. Selamat hari 17 Agustus. Mudah-mudahan semangat juang ’45 selalu ada di hati kita semua,” ujar Raffi.
    Raffi mengatakan, dirinya dan Nagita sama-sama mengenakan baju adat Jawa.
    Raffi mengeklaim dirinya turut mengenang pernikahannya, sehingga memilih adat Jawa, bukan Sunda.
    “Karena istri saya dari Jawa. Pernikahan kita dulu pakai baju Sunda dan Jawa. Jadi kita mengenang baju pernikahan ceritanya. Sama adik saya. Baju adat apa ini? Nusantara saja,” jelasnya.
    Sementara itu, Raffi turut memberikan harapannya untuk Indonesia di usia ke-80 ini.
    Raffi mengatakan, Presiden Prabowo Subianto ingin agar semangat juang ’45 selalu ada di hati rakyat.
    “Dan juga untuk para generasi muda, teruskan perjuangan para pahlawan dengan cara apapun,” kata Raffi.
    “Yang paling penting kita bisa berikan pengabdian kepada nusa dan bangsa sesuai jalur masing-masing. Yang paling penting selalu positif,” imbuhnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Nonton Konser Gratis-Belajar Keuangan, Daftar LPS Financial Festival!

    Nonton Konser Gratis-Belajar Keuangan, Daftar LPS Financial Festival!

    Jakarta, CNBC Indonesia – Setelah sukses dengan perhelatan di Surabaya, LPS Financial Festival kembali hadir di Medan, Sumatera Utara, pada 20-21 Agustus 2025. Festival ini merupakan salah satu menggencarkan literasi keuangan dan mendorong sektor keuangan di Indonesia hingga semakin dikenal masyarakat.

    LPS Financial Festival Medan akan diselenggarakan di Regale International Convention Center, Medan. Gelaran kali ini tidak kalah seru dengan event di Surabaya, karena selain menampilkan banyak pakar dan tokoh inspiratif, acara ini juga akan menampilkan panggung hiburan yang akan diisi oleh penyanyi dan grup musik ternama mulai dari RAN, Setia Band, Wali, hingga Judika.

    Selain itu, ada DJ Herjunot Ali yang juga diharapkan bisa menambah keseruan LPS Financial Festival Medan. Ada pula Stand Up Comedy dari Agak Laen yang diharapkan makin memeriahkan acara tersebut dengan kelucuan mereka.

    Sementara untuk sesi educational class acara ini akan diisi oleh Raline Shah, seorang artis kelahiran Medan yang juga Staf Khusus Komdigi. Tidak lupa, pengusaha dan artis papan atas seperti Raffi Ahmad juga akan tampil untuk memberikan inspirasi ke peserta yang ingin sukses berkarier.

    Sedangkan nama-nama besar di sektor keuangan seperti Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa, Pengusaha Senior dan Pendiri CT Corp Chairul Tanjung, dan Ketua Komisi XI DPR Muhammad Misbakhun juga akan memeriahkan festival ini di Medan.

    Melalui acara ini, para peserta diharapkan mendapatkan ilmu dari berbagai tokoh-tokoh penting di industri keuangan mulai dari LPS hingga praktisi keuangan.

    Jadi, jangan sampai ketinggalan untuk menghadiri LPS Financial Festival di Medan. Yuk tunggu apalagi? Daftarkan diri segera di sini! 

    Foto: LPS Financial Festival Medan

    (rah/rah)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Fakta-fakta Kanker, Diidap Mpok Alpa Sebelum Meninggal Dunia

    Fakta-fakta Kanker, Diidap Mpok Alpa Sebelum Meninggal Dunia

    Jakarta

    Kabar duka datang dari komedian dan presenter Mpok Alpa, Jumat (15/8/2025). Mpok Alpa meninggal dunia usai bergelut melawan penyakit kanker.

    Berita ini disampaikan oleh rekannya, Raffi Ahmad dan Irfan Hakim di acara FYP Trans 7. Mpok Alpa menghembuskan napas terakhirnya di usia 38 tahun.

    “Jadi memang dia ini sakit kanker ya sudah beberapa bulan ini mengeluh sakit karena penyakit yang diidapnya,” ungkap Raffi Ahmad di FYP, Trans7, Jakarta Selatan, Jumat (15/8/2025).

    Raffi Ahmad bercerita, rekannya tersebut sudah menjalani pengobatan kanker sejak hamil anak kembar. Belum diketahui jenis kanker apa yang dialami Mpok Alpa.

    Sebenarnya Mpok Alpa sudah mengidap penyakit tersebut sejak lama. Namun, teman-temannya menutupi hal tersebut demi menjaga privasi Mpok Alpa.

    “Kita menjaga privasi Mpok Alpa. Dia nggak mau kondisinya diketahui banyak orang,” kata Irfan Hakim, pada Jumat (15/8/2025).

    “Memang keinginan almarhumah untuk menjaga semuanya,” timpal Raffi.

    Menyoal Penyakit Kanker

    Kanker adalah penyakit yang bisa bermula di hampir semua organ atau jaringan tubuh saat sel-sel abnormal tumbuh tidak terkendali, melampaui batas normalnya, dan menyerang tubuh di sekitarnya dan atau menyebar ke organ lain.

    Proses yang terakhir ini disebut metastasis dan merupakan penyebab utama kematian akibat kanker. Neoplasma dan tumor ganas adalah sebutan umum lainnya untuk kanker.

    Kanker merupakan penyebab kematian kedua terbanyak di dunia, dengan perkiraan 9,6 juta kematian, atau 1 dari 6 kematian, pada tahun 2018.

    Kanker yang Sering Dialami Wanita

    Ada dua jenis kanker dengan kasus terbanyak dialami wanita di Indonesia, yaitu kanker serviks dan payudara. Kedua jenis kanker ini juga menjadi salah satu perhatian utama Kementerian Kesehatan.

    Ini juga menjadi masalah besar mengingat kanker seringkali terlambat terdeteksi, sehingga pasien lebih sulit sembuh dan kualitas hidup menurun.

    “Kanker serviks adalah kanker pembunuh kedua untuk perempuan di Indonesia setelah kanker payudara. Jadi mungkin setiap 25 menit ada satu orang perempuan di Indonesia meninggal akibat kanker,” kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam sebuah kesempatan.

    Menurut data Globocan tahun 2020, ada sebanyak 65.858 kasus baru kanker payudara atau 16,6 persen dari total 396.914 kasus kanker baru di seluruh Indonesia. Sementara, kasus baru kanker serviks berada di angka 36.633 kasus, atau sekitar 9,2 persen.

    Kanker Payudara

    Dikutip dari Cleveland Clinic, kanker payudara terjadi saat sel-sel payudara mengalami mutasi dan berubah menjadi sel kanker. Hingga saat ini, ahli belum mengetahui secara pasti apa yang memicu perubahan tersebut.

    Tapi, mereka memetakan beberapa faktor risiko kanker payudara, di antaranya meliputi usia 55 tahun atau lebih, riwayat keluarga, genetika, kebiasaan merokok, kegemukan, paparan radiasi, konsumsi minuman beralkohol, hingga riwayat terapi hormon.

    Adapun beberapa gejala kanker payudara yaitu:

    Perubahan ukuran, bentuk, atau kontur payudara.Benjolan atau massa, yang mungkin sekecil biji kacang polong.Benjolan atau penebalan di atau dekat payudara, atau di ketiak, yang bertahan selama siklus menstruasi.Perubahan tampilan atau rasa kulit pada payudara atau puting. Kulit mungkin terlihat berlesung, berkerut, bersisik, atau meradang. Warnanya bisa menjadi merah, ungu, atau lebih gelap dibandingkan bagian lain payudara.Area keras seperti marmer di bawah kulit.Keluarnya cairan dari puting yang bercampur darah atau bening.

    Kanker Serviks

    Kanker serviks umumnya disebabkan oleh Human Papilloma virus (HPV). Infeksi virus ini biasanya menyebar melalui kontak seksual lalu. Ketika sistem kekebalan tubuh tidak mampu melawan, maka infeksi ini akan terjadi dan memicu kanker serviks.

    Beberapa tanda gejala dari kanker serviks stadium awal yaitu:

    Cairan vagina berair atau berdarah yang mungkin banyak dan berbau tidak sedap.Pendarahan vagina setelah berhubungan seks, di antara periode menstruasi, atau setelah menopause.Nyeri saat berhubungan seks (dyspareunia).

    Jika kanker telah menyebar ke jaringan atau organ di sekitarnya, gejala yang muncul meliputi:

    Sulit atau nyeri saat buang air kecil, terkadang disertai darah dalam urine.Diare, nyeri, atau pendarahan dari rektum saat buang air besar.Kelelahan, penurunan berat badan, dan hilangnya nafsu makan.Perasaan tidak sehat secara umum.Nyeri punggung tumpul atau pembengkakan pada kaki.Nyeri panggul atau perut.

    Kanker Rentan Menyerang Usia Muda

    Berdasarkan riset yang dipublikasikan Lancet Public Health, generasi Milenial dan Generasi X lebih mungkin didiagnosis dengan 17 jenis kanker, termasuk sembilan jenis kanker yang angkanya menurun pada orang dewasa yang lebih tua.

    “Apa yang terjadi pada generasi ini dapat dianggap sebagai pertanda tren kanker di masa mendatang,” kata Hyuna Sung, seorang ahli epidemiologi kanker di American Cancer Society, yang memimpin penelitian tersebut.

    Dikutip dari laman TIME, beberapa faktor risiko kanker yang diketahui yaitu mulai dari gen yang dimiliki seseorang sejak lahir sampai dengan kebiasaan gaya hidup tidak sehat, seperti merokok, banyak minum alkohol, atau menghabiskan waktu di bawah sinar matahari.

    Kebiasaan itu bisa mempercepat degradasi alami sel, yang seiring waktu memperoleh mutasi genetik karena kehilangan kemampuan untuk memperbaiki kerusakan.

    Sebab kerusakan itu terakumulasi seiring bertambahnya usia, sel bisa menjadi kanker, serta tumbuh dan berkembang biak terlalu cepat. Hal ini membuat sistem kekebalan tubuh tidak dapat mengendalikannya dan berpotensi mencekik organ-organ vital.

    Halaman 2 dari 5

    Simak Video “Video: Sembuh dari Kanker Payudara, Nunung Beri Pesan untuk Jaga Kesehatan”
    [Gambas:Video 20detik]
    (elk/up)

  • Firasat Mpok Alpa sebelum Meninggal Kini Jadi Kenyataan, Postingan Instagram Ini yang Bikin Warganet Menangis

    Firasat Mpok Alpa sebelum Meninggal Kini Jadi Kenyataan, Postingan Instagram Ini yang Bikin Warganet Menangis

    GELORA.CO – Presenter sekaligus komedian Nina Carolina atau yang akrab disapa Mpok Alpa meninggal dunia pada Jumat (15/8/2025) di usia 38 tahun setelah berjuang melawan kanker.

    Kabar ini mengejutkan publik, terlebih karena Mpok Alpa dikenal sebagai sosok ceria.

    Di tengah duka, warganet menyoroti unggahannya di Instagram yang dinilai seperti firasat sebelum kepergiannya.

    Dikutip JatimNetwork.com melalui akun Instagram @nina_mpokalpa, Mpok Alpa membagikan momen kebersamaan kedua anak kembarnya, Raffi Ahmad Darmadina dan Raffa Ahmad Darmadina, pada 30 Mei 2025.

    Dalam unggahan tersebut, ia menuliskan pesan penuh nasihat untuk kedua buah hatinya.

    “Lagu ini mewakili hati mama untuk kamu nak, mama mau liat kamu tumbuh besar dan sukses. Jadilah pribadi yang baik untuk masa depan kamu… #janganjadiorangsombong #janganjadiorangrakus #janganjadiorangserakah #janganjadiorangpelit #janganjadiorangpembohong #janganjadioranggengsian #jadilahorangapaadanya” tulisnya.

    Unggahan ini disertai dengan lagu “Selalu Ada di Nadimu” yang dinyanyikan oleh Bunga Citra Lestari (BCL), salah satu soundtrack utama film animasi Indonesia Jumbo (2025).

    Sebagai informasi, lagu “Selalu Ada di Nadimu” diciptakan oleh trio produser Laleilmanino dan dirilis pada 21 Maret 2025.

    Liriknya menggambarkan doa dan cinta abadi orang tua kepada anak, bahkan ketika secara fisik mereka tak lagi bersama.

    Pesan dalam lagu ini kini terasa semakin menyayat hati setelah kepergian Mpok Alpa. Sehingga banyak warganet yang menganggap unggahan tersebut sebagai firasat sebelum kepergiannya.

    “Ya Allah lagunya… kenapa lagi ini, jadi kenyataan kan…” tulis akun Instagram @madiunwisata.

    “Seperti sudah firasat menyampaikan pesan untuk anak-anaknya,” komentar akun @queen.annisa.

    “Bahkan lagunya menjadi kenyataan. Semoga amal ibadah Mpok diterima dan dilipatgandakan oleh Allah SWT. Mpok orang baik,” tulis akun @staarliin.***

  • Mpok Alpa Meninggal di Usia 38, Kanker Mulai Rentan Menyerang Usia Muda

    Mpok Alpa Meninggal di Usia 38, Kanker Mulai Rentan Menyerang Usia Muda

    Jakarta

    Kabar duka datang dari hiburan Tanah Air. Presenter dan komedian Nina Carolina atau Mpok Alpa meninggal dunia karena kanker di usia 38 tahun.

    “Jadi memang dia ini sakit kanker ya sudah beberapa bulan ini mengeluh sakit karena penyakit yang diidapnya,” ungkap Raffi Ahmad di FYP, Trans7, Jakarta Selatan, Jumat (15/8/2025).

    Mpok Alpa disebut sudah menjalani pengobatan kanker sejak hamil anak kembar namun tidak mengungkapnya ke publik. Belum diinformasikan jenis kanker yang diidap Mpok Alpa.

    Terlepas dari kondisi yang dialami Mpok Alpa, saat ini ada kecenderungan kanker menyerang usia lebih muda. Dalam riset yang dipublikasikan Lancet Public Health, generasi Milenial dan Generasi X lebih mungkin didiagnosis dengan 17 jenis kanker, termasuk sembilan jenis kanker yang angkanya menurun pada orang dewasa yang lebih tua.

    “Apa yang terjadi pada generasi ini dapat dianggap sebagai pertanda tren kanker di masa mendatang,” kata Hyuna Sung, seorang ahli epidemiologi kanker di American Cancer Society, yang memimpin penelitian tersebut.

    Dikutip dari TIME, ada banyak faktor risiko kanker yang diketahui, mulai dari gen yang dimiliki seseorang sejak lahir hingga kebiasaan gaya hidup tidak sehat yang mereka miliki, seperti merokok, banyak minum alkohol, atau menghabiskan waktu di bawah sinar matahari.

    Kebiasaan seperti itu dapat mempercepat degradasi alami sel, yang seiring waktu memperoleh mutasi genetik karena kehilangan kemampuan untuk memperbaiki kerusakan.

    Karena kerusakan itu terakumulasi seiring bertambahnya usia, sel dapat menjadi kanker, tumbuh dan berkembang biak terlalu cepat sehingga sistem kekebalan tubuh tidak dapat mengendalikannya dan berpotensi mencekik organ-organ vital.

    (kna/kna)

  • Video Viral Mpok Alpa Dikenang Netizen hingga Dikenal Raffi Ahmad

    Video Viral Mpok Alpa Dikenang Netizen hingga Dikenal Raffi Ahmad

    Jakarta, CNBC Indonesia – Kepergian Mpok Alpa meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan netizen Tanah Air. Komedian yang memiliki nama asli Nina Carolian tersebut mengembuskan napas terakhir pada hari ini, Jumat (15/8/2025).

    Raffi Ahmad dan Irfan Hakim yang merupakan rekan Mpok Alpa di program FYP Trans7 mengatakan Mpok Alpa meninggak karena sakit kanker. Namun, tak banyak orang yang tahu ihwal penyakit tersebut, sebab Mpok Alpa tak ingin menyusahkan.

    Pantauan CNBC Indonesia, netizen ramai mengirimkan doa untuk Mpok Alpa melalui media sosial X. Akun Instagram resmi Mpok Alpa (@nina_mpokalpa) juga dibanjiri komentar dari netizen yang kehilangan sosoknya.

    Banyak yang menyebut Mpok Alpa sebagai komedian favorit. Sosok Mpok Alpa dinilai polos, apa adanya, dan selalu membawa keceriaan bagi para audiens.

    Tak jarang pula yang kembali membagikan video viral pertama Mpok Alpa di media sosial pada 2018 silam. Dalam video tersebut, tampak Mpok Alpa curhat ingin diajak ke ‘Alfamart’ oleh sang suami.

    [Gambas:Twitter]

    [Gambas:Twitter]

    “Tiap hari megangin penggorengan, megangin panci, udah ngurus anak. Ya Allah, bang, ajak apa kita ini yang udah cakep ke mall. Enggak usah ke mall, dah, bang, ke Alfa juga udah girang banget ini,” begitu kata-kata Mpok Alpa dalam videonya yang viral.

    Video tersebut menjadi awal-mula perjalanan karier Mpok Alpa hingga wajahnya masuk ke layar-layar televisi. Ia juga banyak dipanggil untuk menjadi pembawa acara, hingga akhirnya bisa sepanggung dengan nama-nama kawakan, termasuk Raffi Ahmad.

    Acara televisinya yang paling sukses adalah FYP di Trans7. Dia memandu acara tersebut bersama Raffi Ahmad dan Irfan Hakim.

    Mpok Alpa meninggal dunia meninggal dua bayi laki-laki kembar yang ia lahirkan pada Oktober 2024 lalu.

    (fab/fab)

    [Gambas:Video CNBC]