Tag: Raditya Endra Budiman

  • Idul Adha 2025, BUMD Jakarta Dharma Jaya Siapkan 1.241 Sapi – Page 3

    Idul Adha 2025, BUMD Jakarta Dharma Jaya Siapkan 1.241 Sapi – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta – BUMD milik Pemprov Jakarta Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Dharma Jaya menyiapkan 1.241 ekor sapi dalam rangka Hari Raya Idul Adha 2025. Ukuran hewan kurban itu beragam agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.

    Gubernur Jakarta Pramono Anung sendiri sempat meninjau lokasi penampungan hewan kurban, sekaligus melepas pemeriksa hewan dan daging kurban di Perumda Dharma Jaya, Cakung, Jakarta Timur, pada Kamis 5 Juni 2025.

    “Semuanya telah sangat siap dan dipastikan tidak ada penyakit mulut dan kuku pada hewan kurban di Jakarta ini. Sehingga, mudah-mudahan pelaksanaan kurban dapat berjalan baik dan tidak ada permasalahan di lapangan,” tutur Pramono.

    Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman menerangkan, ribuan sapi itu telah melalui pemeriksaan ketat serta dinyatakan sehat dan layak oleh petugas kesehatan hewan dari Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (DKPKP) Provinsi DKI Jakarta.

    Ketersediaan sapi tersebut merupakan hasil kerjasama dari sejumlah daerah penghasil ternak seperti Kupang, Bali, Bima dan Sumbawa dan lainnya.

    “Sapi yang kami sediakan berasal dari berbagai daerah, ada yang dari Jakarta, JawaTengah bahkan Lampung juga ada. Hewan sapi harus disertai surat kesehatan dari daerah asal untuk bisa masuk ke Jakarta. Kemudian ketika sampai disini, Tim dari Dinas KPKP DKI akan melakukan pengecekan ulang untuk memastikan sapi sehat,” ujar Raditya dalam keterangannya, Jumat (6/6/2025).

    Menurutnya, sapi yang telah terjual kepada masyarakat sebanyak 911 ekor. Dari jumlah tersebut, sebanyak 211 ekor dipotong di Rumah Pemotongan Hewan (RPH).

     

  • Dharma Jaya pastikan pemotongan hewan lebih praktis dan higienis

    Dharma Jaya pastikan pemotongan hewan lebih praktis dan higienis

    Jakarta (ANTARA) – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Dharma Jaya memastikan pemotongan hewan kurban pada perayaan Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah/2025 berjalan lebih praktis dan higienis.

    “Keunggulannya, customer tinggal tahu beres. Mau dibagiin langsung bisa, mau diambil karkasnya juga boleh. Jadi lebih simpel, praktisi, dan higienis,” kata Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman di Perumda Dharma Jaya, Jalan Penggilingan Raya Nomor 25, Cakung, Jakarta Timur, Jumat.

    Raditya menyebut, pemotongan tersebut membuat masyarakat tidak perlu repot memikirkan pembuangan limbah. Lalu, konsumen juga dapat memilih hewan mau dibagikan langsung dalam bentuk potongan daging per kilo, atau hanya berupa karkas.

    “Konsumen tinggal tahu beres. Mau dibagiin langsung bisa, mau diambil karkasnya juga boleh. Dan yang penting, masyarakat tidak perlu repot dengan limbah. Itu semua kami yang urus,” ujar Raditya.

    Lalu, Raditya juga menyebut bahwa Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan arahan agar Dharma Jaya terus berkoordinasi dengan dinas terkait demi menjaga kualitas daging kurban.

    “Termasuk penggunaan besek ramah lingkungan untuk pengemasan. Di sini kantongnya kita sarankan pakai besek supaya lebih ramah lingkungan,” ucap Raditya.

    Lebih lanjut, Raditya menyebut pihaknya berkurban sebanyak 13 ekor sapi tahun ini yang akan didistribusikan ke berbagai wilayah sesuai arahan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai bentuk kontribusi perusahaan.

    Mengenai teknis pembagian daging kurban, Raditya menyampaikan, pihaknya menyerahkan skema pembagian kepada pemotong hewan.

    Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mengimbau seluruh warga dan panitia kurban di Jakarta menerapkan prinsip Eco Qurban dalam pelaksanaan ibadah kurban pada Hari Raya Idul Adha 1446 H, salah satunya tidak membuang limbah ke got.

    Imbauan ini merujuk pada Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 10 Tahun 2022 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Pemotongan Hewan Kurban.

    Pergub tersebut mengatur bagaimana penanganan limbah cair dan padat yang bisa dilakukan untuk meminimalisasi pencemaran lingkungan.

    Adapun penerapan Eco Qurban adalah praktik penyelenggaraan pemotongan hewan kurban yang berprinsip kepada perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup yang dilakukan on-site atau di lokasi pemotongan.

    Prinsipnya tidak mencemari dan mengotori lingkungan, baik pada saat pelaksanaan maupun setelahnya sehingga jangan sampai ada limbah seperti darah, isi perut, atau bagian hewan kurban lainnya dibuang sembarangan ke selokan, got atau kali.

    Apabila limbah kurban tidak ditangani dengan baik, maka dapat menimbulkan bau tak sedap, mengganggu kenyamanan warga, bahkan membahayakan kesehatan serta merusak ekosistem badan air.

    Pewarta: Siti Nurhaliza
    Editor: Alviansyah Pasaribu
    Copyright © ANTARA 2025

  • Dongkrak Potensi Komersial, Dharma Jaya Buka Hub Channel di Jakbar

    Dongkrak Potensi Komersial, Dharma Jaya Buka Hub Channel di Jakbar

    Jakarta: Perumda Dharma Jaya membuka hub channel di Jakarta Barat. BUMD DKI Jakarta itu menggandeng Trust Mart untuk melayani kebutuhan penjualan daging dalam jumlah besar.

    Direktur Utama Perumda Dharma Jaya Raditya Endra Budiman mengatakan, hub channel ini untuk memenuhi permintaan pasar yang semakin meningkat, serta melayani kebutuhan penjualan dalam jumlah besar seperti hotel, restoran, katering, dan reseller di berbagai daerah.

    “Di sini tidak hanya jual retail, tapi juga wholesale. Freezer-nya ada yang dari kita, sehingga memudahkan. Kapasitasnya satu ton, bisa jual satu ton, tidak harus beli per kilo. Kalau ada kebutuhan besar dari masyarakat, bisa langsung ambil dari hub ini,” kata Raditya usai meresmikan hub channel di Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat.

    Raditya mengatakan, produk yang dijual di Trust Mart sama dengan di outlet Dharma Jaya Cakung dan Warung Buncit. Namun, hub channel Duri Kosambi mampu menjual dalam skala besar dengan kapasitas hingga satu ton. Untuk mendukung kelancaran operasional, Trust Mart dilengkapi dengan fasilitas penyimpanan yang memadai.

    Raditya menyebut Trust Mart menjadi bagian dari strategi ekspansi Dharma Jaya secara komersial melalui kemitraan. Bahkan, pengguna Kartu Jakarta Pintar (KJP) juga dapat melakukan pembelian di Trust Mart.

    “Ini hub kami, warga Jakarta Barat beli di sini lebih hemat, karena tidak perlu mengeluarkan ongkos ke Cakung,” katanya.

    Raditya memastikan harga di Trust Mart lebih terjangkau dibanding pasar umum, namun standar kualitas tetap tinggi. Selain itu, Dharma Jaya berencana memperluas jaringan hub channel ke berbagai wilayah.

    “Kebutuhan masyarakat berubah sesuai musim. Lebaran kita siapkan lebih banyak daging dan hati sapi, Iduladha kita stok daging paha sapi lebih banyak, atau Natal dengan produk-produk premium,” ucap Raditya.

    Anggota DPRD DKI Jakarta Lukmanul Hakim menilai hub channel ini untuk mendekatkan usaha retail di sektor protein hewani kepada masyarakat yang ingin menjadi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di sektor ini. 

    Kepala Bidang Usaha Pangan, Utilitas, Perpasaran, dan Industri BP BUMD DKI Jakarta Thomas mengatakan hub Channel dapat memperluas pemasaran, mendekatkan jangkauan akses masyarakat dalam memenuhi kebutuhan daging dan peningkatan gizi sebagai upaya pencegahan stunting.

    Jakarta: Perumda Dharma Jaya membuka hub channel di Jakarta Barat. BUMD DKI Jakarta itu menggandeng Trust Mart untuk melayani kebutuhan penjualan daging dalam jumlah besar.
     
    Direktur Utama Perumda Dharma Jaya Raditya Endra Budiman mengatakan, hub channel ini untuk memenuhi permintaan pasar yang semakin meningkat, serta melayani kebutuhan penjualan dalam jumlah besar seperti hotel, restoran, katering, dan reseller di berbagai daerah.
     
    “Di sini tidak hanya jual retail, tapi juga wholesale. Freezer-nya ada yang dari kita, sehingga memudahkan. Kapasitasnya satu ton, bisa jual satu ton, tidak harus beli per kilo. Kalau ada kebutuhan besar dari masyarakat, bisa langsung ambil dari hub ini,” kata Raditya usai meresmikan hub channel di Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat.

    Raditya mengatakan, produk yang dijual di Trust Mart sama dengan di outlet Dharma Jaya Cakung dan Warung Buncit. Namun, hub channel Duri Kosambi mampu menjual dalam skala besar dengan kapasitas hingga satu ton. Untuk mendukung kelancaran operasional, Trust Mart dilengkapi dengan fasilitas penyimpanan yang memadai.
     
    Raditya menyebut Trust Mart menjadi bagian dari strategi ekspansi Dharma Jaya secara komersial melalui kemitraan. Bahkan, pengguna Kartu Jakarta Pintar (KJP) juga dapat melakukan pembelian di Trust Mart.
     
    “Ini hub kami, warga Jakarta Barat beli di sini lebih hemat, karena tidak perlu mengeluarkan ongkos ke Cakung,” katanya.
     
    Raditya memastikan harga di Trust Mart lebih terjangkau dibanding pasar umum, namun standar kualitas tetap tinggi. Selain itu, Dharma Jaya berencana memperluas jaringan hub channel ke berbagai wilayah.
     
    “Kebutuhan masyarakat berubah sesuai musim. Lebaran kita siapkan lebih banyak daging dan hati sapi, Iduladha kita stok daging paha sapi lebih banyak, atau Natal dengan produk-produk premium,” ucap Raditya.
     
    Anggota DPRD DKI Jakarta Lukmanul Hakim menilai hub channel ini untuk mendekatkan usaha retail di sektor protein hewani kepada masyarakat yang ingin menjadi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di sektor ini. 
     
    Kepala Bidang Usaha Pangan, Utilitas, Perpasaran, dan Industri BP BUMD DKI Jakarta Thomas mengatakan hub Channel dapat memperluas pemasaran, mendekatkan jangkauan akses masyarakat dalam memenuhi kebutuhan daging dan peningkatan gizi sebagai upaya pencegahan stunting.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (FZN)

  • Dharma Jaya Pastikan Stok Daging Aman untuk Ramadan dan Idulfitri

    Dharma Jaya Pastikan Stok Daging Aman untuk Ramadan dan Idulfitri

    Jakarta: Perumda Dharma Jaya memastika stok daging di Jakarta aman untuk memenuhi kebutuhan Ramadan dan Idulfitri. Harga produk pangan protein hewani itu juga dipastikan tidak naik.

    “Harga produk pangan di Dharma Jaya tetap stabil, kami menjual dengan harga yang terjangkau dan saat ini, stok daging sapi, ayam, ikan tersedia dengan harga yang bersaing di pasar,” kata Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman.

    Perumda Dharma Jaya akan menambah cold storage serta dan bekerja sama dengan Pemda lainnya, termasuk dalam sektor penggemukan sapi.

    Kerja sama ini sangat penting untuk menjaga ketersediaan pasokan daging sapi dan produk pangan hewani lainnya agar tetap lancar, baik dalam produksi maupun distribusi.

    “Saat ini, stok pangan protein hewani di Dharma Jaya mencapai sekitar 600 ton, dan kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan stok ini mencukupi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

    Pihaknya menargetkan tambahan stok hingga 800 ton, dengan pasokan yang terus berputar setiap bulan. Dirinya memprediski kebutuhan menjelang Ramadhan akan meningkat.

    Raditya mengaku sedang mempersiapkan pembangunan fasilitas cold storage baru dengan kapasitas 5.000 ton.Pembangunan dilakukan di lahan Perumda Dharma Jaya di Cakung, Jakarta Timur.

    “Kami sedang mempercepat pembangunan dan menjadi prioritas kami. Kami berharap dapat segera dioperasikan,” katanya.

    Penambahan cold storage kapasitas 5000 ton diharapkan dapat memberikan banyak manfaat bagi kebutuhan penyimpanan stok yang lebih besar bagi Perumda Dharma Jaya, sehingga pengelolaan stok menjadi lebih efisien untuk memastikan ketahanan pangan di Jakarta dan sekitarnya tetap terjaga dengan baik.

    Raditya mengatakan, pihaknya akan memperkuat armada logistik untuk memastikan distribusi pangan ke berbagai daerah berjalan lancar.

    Saat ini, perusahaan memiliki empat armada distribusi, dan akan menambah sejumlah armada lagi agar lebih mudah menjangkau berbagai wilayah.

    “Penambahan armada ini dilakukan untuk mendukung distribusi yang lebih efisien dan efektif, serta untuk memastikan pangan bisa sampai ke masyarakat dengan cepat, tepat dan merata,” ujar Raditya.

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengaku telah memberikan penugasan khusus kepada Tim Transisi untuk fokus pada penyediaan pangan di Jakarta menghadapi bulan Ramdan dan Idulfitri.

    “Saya sudah meninjau ketersediaan stok di Perumda Dharma Jaya. Stok daging, ayam, ikan cukup untuk memenuhi kebutuhan warga Jakarta,” kata Rano Karno.

    Menurutnya, produk-produk itu merupakan dasar dari kebutuhan protein masyarakat Jakarta. Karena kebutuhan masyarakat sangat banyak, Rano meminta Dharma Jaya menambah kapasitas cold storage.

    “Populasi semakin bertambah, kebutuhan pangan hewani juga bertambah. Bahkan tidak bisa dipungkiri, saudara-saudara kita yang dari Bekasi juga belanja di sini,” ujarnya.

    Jakarta: Perumda Dharma Jaya memastika stok daging di Jakarta aman untuk memenuhi kebutuhan Ramadan dan Idulfitri. Harga produk pangan protein hewani itu juga dipastikan tidak naik.
     
    “Harga produk pangan di Dharma Jaya tetap stabil, kami menjual dengan harga yang terjangkau dan saat ini, stok daging sapi, ayam, ikan tersedia dengan harga yang bersaing di pasar,” kata Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman.
     
    Perumda Dharma Jaya akan menambah cold storage serta dan bekerja sama dengan Pemda lainnya, termasuk dalam sektor penggemukan sapi.

    Kerja sama ini sangat penting untuk menjaga ketersediaan pasokan daging sapi dan produk pangan hewani lainnya agar tetap lancar, baik dalam produksi maupun distribusi.
     
    “Saat ini, stok pangan protein hewani di Dharma Jaya mencapai sekitar 600 ton, dan kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan stok ini mencukupi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
     
    Pihaknya menargetkan tambahan stok hingga 800 ton, dengan pasokan yang terus berputar setiap bulan. Dirinya memprediski kebutuhan menjelang Ramadhan akan meningkat.
     
    Raditya mengaku sedang mempersiapkan pembangunan fasilitas cold storage baru dengan kapasitas 5.000 ton.Pembangunan dilakukan di lahan Perumda Dharma Jaya di Cakung, Jakarta Timur.
     
    “Kami sedang mempercepat pembangunan dan menjadi prioritas kami. Kami berharap dapat segera dioperasikan,” katanya.
     
    Penambahan cold storage kapasitas 5000 ton diharapkan dapat memberikan banyak manfaat bagi kebutuhan penyimpanan stok yang lebih besar bagi Perumda Dharma Jaya, sehingga pengelolaan stok menjadi lebih efisien untuk memastikan ketahanan pangan di Jakarta dan sekitarnya tetap terjaga dengan baik.
     
    Raditya mengatakan, pihaknya akan memperkuat armada logistik untuk memastikan distribusi pangan ke berbagai daerah berjalan lancar.
     
    Saat ini, perusahaan memiliki empat armada distribusi, dan akan menambah sejumlah armada lagi agar lebih mudah menjangkau berbagai wilayah.
     
    “Penambahan armada ini dilakukan untuk mendukung distribusi yang lebih efisien dan efektif, serta untuk memastikan pangan bisa sampai ke masyarakat dengan cepat, tepat dan merata,” ujar Raditya.
     
    Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengaku telah memberikan penugasan khusus kepada Tim Transisi untuk fokus pada penyediaan pangan di Jakarta menghadapi bulan Ramdan dan Idulfitri.
     
    “Saya sudah meninjau ketersediaan stok di Perumda Dharma Jaya. Stok daging, ayam, ikan cukup untuk memenuhi kebutuhan warga Jakarta,” kata Rano Karno.
     
    Menurutnya, produk-produk itu merupakan dasar dari kebutuhan protein masyarakat Jakarta. Karena kebutuhan masyarakat sangat banyak, Rano meminta Dharma Jaya menambah kapasitas cold storage.
     
    “Populasi semakin bertambah, kebutuhan pangan hewani juga bertambah. Bahkan tidak bisa dipungkiri, saudara-saudara kita yang dari Bekasi juga belanja di sini,” ujarnya.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (FZN)

  • Rano pastikan kesediaan pangan di `Cold Storage` Dharma Jaya aman

    Rano pastikan kesediaan pangan di `Cold Storage` Dharma Jaya aman

    Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno meninjau ketersediaan pangan di \”Cold Storage\” Perumda Dharma Jaya, Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur, Sabtu (22/2/2025). ANTARA/Risky Syukur

    Rano pastikan kesediaan pangan di `Cold Storage` Dharma Jaya aman
    Dalam Negeri   
    Editor: Calista Aziza   
    Sabtu, 22 Februari 2025 – 15:18 WIB

    Elshinta.com – Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno memastikan ketersediaan bahan pangan di tempat penyimpanan dingin (cold storage) Perumda Dharma Jaya, di Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur, aman.

    “Saya memantau semua, alhamdulillah jumlah daging, saya tidak mengatakan surplus, tapi lebih dari pada kebutuhan Jakarta. Bukan hanya daging, ayam juga ada, ikan juga ada,” ungkap Rano kepada wartawan di Jakarta, Sabtu.

    Ketersediaan pangan tersebut, kata Rano, dapat dikatakan aman, meskipun potensi kenaikan harga dapat saja terjadi menjelang Ramadhan.

    “Memang tidak bisa dipungkiri, setiap hari raya (Ramadhan) itu kadang-kadang harga pasti naik. Tapi di sinilah fungsi pemerintah daerah untuk menjaga, karena kita juga punya tugas untuk menjaga inflasi daerah,” katanya. 

    Lebih lanjut, Rano juga memastikan harga daging masih stabil atau tidak naik menjelang Ramadhan.

    “Harga sampai hari ini tidak ada kenaikan. Di Dharma Jaya tidak ada kenaikan. Insyaaallah kita masih menjual dengan harga yang sangat wajar,” katanya.

    Sejalan dengan pernyataan Wagub Rano, Direktur Utama Perumda Dharma Jaya Raditya Endra Budiman menyebut harga daging khususnya daging sapi masih di bawah harga pasar.

    “Paha belakang (sapi) masih ada di sekitar Rp115.000-Rp120.000, untuk paha depan bisa lebih murah lagi, antara Rp105.000-Rp115.000 mungkin Rp110.000, tapi untuk daging kerbau mungkin di kisaran Rp90.000-an,” kata Raditya.

    Sementara untuk stok daging, Raditya menyebut terdapat sekitar 600 ton di Cold Storage Perumda Dharma Jaya, Penggilingan, Cakung.

    “Jumlah kita di sini sekarang di Cakung ada 300 ton, tapi di depan juga ada 300. (Jumlah itu) Sebelum nanti dengan kerja sama antar daerah, kerja sama dengan Sister City juga, dengan Australia, insyaallah kebutuhannya akan terpenuhi,” katanya. 

    Sumber : Antara

  • Cek Stok Pangan Jelang Ramadhan, Rano Karno: Mudah-mudahan Harga Stabil
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        22 Februari 2025

    Cek Stok Pangan Jelang Ramadhan, Rano Karno: Mudah-mudahan Harga Stabil Megapolitan 22 Februari 2025

    Cek Stok Pangan Jelang Ramadhan, Rano Karno: Mudah-mudahan Harga Stabil
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Wakil Gubernur Jakarta
    Rano Karno
    memastikan ketersediaan stok pangan di Jakarta menjelang bulan Ramadhan dalam kondisi tercukupi.
    Saat meninjau cold storage Dharma Jaya, salah satu BUMD pangan Jakarta, di Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur, Rano memastikan stok daging di Jakarta cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
    “Alhamdulillah
    jumlah daging saya tidak mengatakan surplus, tapi lebih daripada memang kebutuhan Jakarta. Itu membuat kita aman. Aman artinya mudah-mudahan kita bisa menjaga kestabilan harga,” kata Rano saat ditemui di lokasi, Sabtu (22/2/2025).
    Ia mengakui bahwa kenaikan harga bahan pokok kerap menjadi masalah menjelang hari raya.
    Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta akan berupaya menjaga stabilitas harga agar tidak memberatkan masyarakat.
    “Tapi di sinilah fungsi pemerintah daerah untuk menjaga, karena kita juga punya tugas untuk menjaga inflasi daerah,” ujar Rano.
    Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus mengawal distribusi dan kestabilan harga bahan pangan di Jakarta.
    “Memang saya memberikan penugasan khusus untuk fokus kepada penyediaan pangan Jakarta menghadapi Ramadhan dan
    Insya Allah
    Idul Fitri,” imbuh dia.
    Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman, menyebut ketersediaan daging mereka saat ini mencapai 500 ton. Dia yakin stok daging di Jakarta aman untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat.
    “Di Cakung ada 300 ton, lalu di tempat lain ada 200 ton, jadi totalnya 500 ton. Ini sebelum tambahan dari kerja sama antar daerah dan sister city dengan Australia,” jelas dia.
    Dalam kunjungannya ke
    cold storage
    , Rano terlebih dahulu mengenakan pakaian pengaman dan jaket tebal berwarna merah serta sepatu
    boot
    berwarna kuning.
    “Bang Doel, mau naik gunung bang?” tanya media kepada mantan Gubernur Banten itu sambil bercanda.
    Candaan itu pun langsung dijawab olehnya.
    “Kita mau main salju,” jawab Rano yang kemudian disambut oleh suara tawa.
    Selama di cold storage, pria yang akrab disapa Bang Doel itu diperlihatkan ke setiap tempat penyimpanan daging.
    Setelah itu, dia diarahkan ke Toko Daging Dharma Jaya dan Resto.
    Di sana tampak banyak daging beku yang dikemas sesuai dengan kebutuhan, seperti daging sop dan daging slice.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Rano pastikan ketersediaan pangan di “Cold Storage” Dharma Jaya aman

    Rano pastikan ketersediaan pangan di “Cold Storage” Dharma Jaya aman

    Jakarta (ANTARA) – Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno memastikan ketersediaan bahan pangan di tempat penyimpanan dingin (cold storage) Perumda Dharma Jaya, di Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur, aman.

    “Saya memantau semua, alhamdulillah jumlah daging, saya tidak mengatakan surplus, tapi lebih dari pada kebutuhan Jakarta. Bukan hanya daging, ayam juga ada, ikan juga ada,” ungkap Rano kepada wartawan di Jakarta, Sabtu.

    Ketersediaan pangan tersebut, kata Rano, dapat dikatakan aman, meskipun potensi kenaikan harga dapat saja terjadi menjelang Ramadhan.

    “Memang tidak bisa dipungkiri, setiap hari raya (Ramadhan) itu kadang-kadang harga pasti naik. Tapi di sinilah fungsi pemerintah daerah untuk menjaga, karena kita juga punya tugas untuk menjaga inflasi daerah,” katanya.

    Lebih lanjut, Rano juga memastikan harga daging masih stabil atau tidak naik menjelang Ramadhan.

    “Harga sampai hari ini tidak ada kenaikan. Di Dharma Jaya tidak ada kenaikan. Insyaaallah kita masih menjual dengan harga yang sangat wajar,” katanya.

    Sejalan dengan pernyataan Wagub Rano, Direktur Utama Perumda Dharma Jaya Raditya Endra Budiman menyebut harga daging khususnya daging sapi masih di bawah harga pasar.

    “Paha belakang (sapi) masih ada di sekitar Rp115.000-Rp120.000, untuk paha depan bisa lebih murah lagi, antara Rp105.000-Rp115.000 mungkin Rp110.000, tapi untuk daging kerbau mungkin di kisaran Rp90.000-an,” kata Raditya.

    Sementara untuk stok daging, Raditya menyebut terdapat sekitar 600 ton di Cold Storage Perumda Dharma Jaya, Penggilingan, Cakung.

    “Jumlah kita di sini sekarang di Cakung ada 300 ton, tapi di depan juga ada 300. (Jumlah itu) Sebelum nanti dengan kerja sama antar daerah, kerja sama dengan Sister City juga, dengan Australia, insyaallah kebutuhannya akan terpenuhi,” katanya.

    Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
    Editor: Edy Sujatmiko
    Copyright © ANTARA 2025

  • Perkuat Ketahanan Pangan, Dharma Jaya Bangun Cold Storage 10 Ribu Ton

    Perkuat Ketahanan Pangan, Dharma Jaya Bangun Cold Storage 10 Ribu Ton

    Jakarta: BUMD DKI Perumda Dharma Jaya akan membangun cold storage berkapasitas 10 ribu ton. Pembangunan akan dilakukan dalam dua tahap di kawasan Cakung, Jakarta Timur.

    Direktur Utama Perumda Dharma Jaya Raditya Endra Budiman memastikan kebutuhan pangan di Jakarta terpenuhi. Kebutuhan protein hewani juga memadai.

    Dirinya menyebut ketahanan pangan Provinsi DKI Jakarta menuju transformasi sebagai kota global. “Kita sedang mencoba mengembangkan diri lebih berperan di nasional,” kata Raditya dalam sambutan perayaan HUT-58 Dharma Jaya.

    Dharma Jaya akan fokus melakukan pengembangan dengan berbagai diversifikasi usaha agar bisa berperan di tingkat nasional. Tidak hanya untuk meningkatkan performa bisnis, diversifikasi diyakini akan mendukung program ketahanan pangan dan makan bergizi gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

    “Kami akan mencoba mendiversifikasi usaha. Kami berencana membangun cold storage dan pengembangan sapi perah. Ini sesuai dengan program Presiden untuk meningkatkan produksi susu,” ujarnya.

    Cold storage dibangun di lahan milik Dharma Jaya di Cakung, Jakarta Timur. Cold storage pertama berkpasitas 5 ribu ton, kemudian diperluas dengan tambahan kapasitas 5.000 ton lagi.

    “Jakarta akan menjadi kota global, dan salah satu syarat menjadi kota global adalah adanya ketahanan pangan. Artinya diperlukan stok pangan. Stok tersebut tidak akan terpenuhi kalau kita tidak punya cold storage,” katanya.

    Terkait pengembangan sapi perah, tahun depan pihaknya akan menjalin kemitraan dengan peternak sapi perah. Kemudian, tahun 2026, ditargetkan memiliki kandang perternakan sapi perah sendiri. “Lokasinya di dataran tinggi Jawa Timur atau Jawa Tengah,” ujarnya.

    Raditya ingin Jakarta menjadi leader dalam ketahanan pangan. Perumda Dharma Jaya berkolaborasi bersama Perumda Pasar Jaya dan PT Food Station Tjipinang Jaya di bawah koordinasi Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI.

    “Langkah ini untuk mempersiapkan diri menyambut lima abad Jakarta pada tiga tahun mendatang. Harapannya Dharma Jaya menjadi market leader protein hewani,” katanya.

    Pj Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi minta Perumda Dharma Jaya meningkatkan kinerja, menguatkan kolaborasi dan sinergi agar bisa meningkatkan performa bisnis.

    Ia berharap Perumda Dharma Jaya mampu menjadi BUMD yang mengembangkan usahanya dengan melakukan diversifikasi di berbagai bidang.

    Teguh minta Perumda Dharma Jaya melakukan digitalisasi bisnis, baik dalam hal manajerial maupun pemasaran produk. Sehingga cakupan pemasaran produk semakin luas dan bisa bertransformasi menjadi suplier besar.

    Jakarta: BUMD DKI Perumda Dharma Jaya akan membangun cold storage berkapasitas 10 ribu ton. Pembangunan akan dilakukan dalam dua tahap di kawasan Cakung, Jakarta Timur.
     
    Direktur Utama Perumda Dharma Jaya Raditya Endra Budiman memastikan kebutuhan pangan di Jakarta terpenuhi. Kebutuhan protein hewani juga memadai.
     
    Dirinya menyebut ketahanan pangan Provinsi DKI Jakarta menuju transformasi sebagai kota global. “Kita sedang mencoba mengembangkan diri lebih berperan di nasional,” kata Raditya dalam sambutan perayaan HUT-58 Dharma Jaya.
    Dharma Jaya akan fokus melakukan pengembangan dengan berbagai diversifikasi usaha agar bisa berperan di tingkat nasional. Tidak hanya untuk meningkatkan performa bisnis, diversifikasi diyakini akan mendukung program ketahanan pangan dan makan bergizi gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
     
    “Kami akan mencoba mendiversifikasi usaha. Kami berencana membangun cold storage dan pengembangan sapi perah. Ini sesuai dengan program Presiden untuk meningkatkan produksi susu,” ujarnya.
     
    Cold storage dibangun di lahan milik Dharma Jaya di Cakung, Jakarta Timur. Cold storage pertama berkpasitas 5 ribu ton, kemudian diperluas dengan tambahan kapasitas 5.000 ton lagi.
     
    “Jakarta akan menjadi kota global, dan salah satu syarat menjadi kota global adalah adanya ketahanan pangan. Artinya diperlukan stok pangan. Stok tersebut tidak akan terpenuhi kalau kita tidak punya cold storage,” katanya.
     
    Terkait pengembangan sapi perah, tahun depan pihaknya akan menjalin kemitraan dengan peternak sapi perah. Kemudian, tahun 2026, ditargetkan memiliki kandang perternakan sapi perah sendiri. “Lokasinya di dataran tinggi Jawa Timur atau Jawa Tengah,” ujarnya.
     
    Raditya ingin Jakarta menjadi leader dalam ketahanan pangan. Perumda Dharma Jaya berkolaborasi bersama Perumda Pasar Jaya dan PT Food Station Tjipinang Jaya di bawah koordinasi Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI.
     
    “Langkah ini untuk mempersiapkan diri menyambut lima abad Jakarta pada tiga tahun mendatang. Harapannya Dharma Jaya menjadi market leader protein hewani,” katanya.
     
    Pj Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi minta Perumda Dharma Jaya meningkatkan kinerja, menguatkan kolaborasi dan sinergi agar bisa meningkatkan performa bisnis.
     
    Ia berharap Perumda Dharma Jaya mampu menjadi BUMD yang mengembangkan usahanya dengan melakukan diversifikasi di berbagai bidang.
     
    Teguh minta Perumda Dharma Jaya melakukan digitalisasi bisnis, baik dalam hal manajerial maupun pemasaran produk. Sehingga cakupan pemasaran produk semakin luas dan bisa bertransformasi menjadi suplier besar.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (FZN)

  • HUT Ke-58, Dharma Jaya Berkomitmen Jaga Ketahanan Pangan di Jakarta

    HUT Ke-58, Dharma Jaya Berkomitmen Jaga Ketahanan Pangan di Jakarta

    loading…

    Pj Gubernur Jakarta Teguh Setyabudi mengapresiasi capaian Perumda Dharma Jaya yang berkomitmen dalam menjaga ketahanan pangan Jakarta. Foto: Ist

    JAKARTA – HUT ke-58 BUMD Dharma Jaya berkomitmen menjaga ketahanan pangan di Jakarta. Direktur Utama Perumda Dharma Jaya Raditya Endra Budiman berharap dapat berkontribusi memenuhi protein hewani di Jakarta hingga memperluas bisnisnya ke skala nasional.

    “Perjalanan 58 tahun itu waktu yang tidak sebentar. Banyak yang sudah kita lalui, fase naik maupun turun, terutama saat Covid-19. Saya berpikir Dharma Jaya sudah harus mengembangkan diri lebih berperan di nasional,” ujar Raditya, Selasa (24/12/2024).

    Ke depan, pihaknya berfokus untuk mengembangkan dengan berbagai diversifikasi usaha agar bisa berperan di tingkat nasional. Dia akan meningkatkan performa bisnis dan mendukung program ketahanan pangan dan makan bergizi gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

    “Kami akan mencoba untuk mendiversifikasi usaha. Contohnya, tahun depan kami berencana membangun cold storage berkapasitas 5 ribu ton dan pengembangan sapi perah. Ini sesuai dengan program Presiden untuk meningkatkan produksi susu,” katanya.

    Pembangunan di lahan milik Perumda Dharma Jaya, Cakung, Jakarta Timur akan memperluas cold storage tersebut dengan tambahan kapasitas 5.000 ton lagi.

    Sehingga, cold storage mampu menjadi tempat penyimpanan cadangan atau stok protein hewani dengan total kapasitas sebesar 10 ribu ton.

    “Jakarta akan menjadi kota global dan salah satu syarat menjadi kota global adalah adanya ketahanan pangan,” ucapnya.

    Untuk pengembangan sapi perah, Raditya mengungkapkan tahun depan akan menjalin kemitraan dengan para peternak sapi perah. Kemudian, tahun 2026 dia berharap perusahaannya memiliki kandang peternakan sapi perah di dataran tinggi Jawa Timur atau Jawa Tengah.

    Penjabat (Pj) Gubernur Jakarta Teguh Setyabudi mengapresiasi capaian Perumda Dharma Jaya yang berkomitmen dalam menjaga ketahanan pangan Jakarta.

    Dia berharap Perumda Dharma Jaya semakin meningkatkan kinerja, menguatkan kolaborasi dan sinergi agar bisa meningkatkan performa bisnis serta berkontribusi bagi Pemprov Jakarta dan kesejahteraan masyarakat.

    Selain itu, Pj Gubernur menyampaikan sambutan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian saat penyerahan penghargaan pengelolaan APBD bahwa banyak BUMD di berbagai daerah memiliki performa bisnis tidak sehat. Dia berharap Dharma Jaya mampu menjadi BUMD sehat dengan mengembangkan usahanya dengan melakukan diversifikasi di berbagai bidang.

    (jon)