Tag: Raditya Endra Budiman

  • Dharma Jaya berencana impor 7.500 ekor sapi dari Australia pada 2026

    Dharma Jaya berencana impor 7.500 ekor sapi dari Australia pada 2026

    Jakarta (ANTARA) – Perumda Dharma Jaya berencana melakukan impor 7.500 ekor sapi hidup dari Australia untuk memperkuat pasokan daging sapi bagi masyarakat Jakarta sepanjang 2026.

    Direktur Utama Perumda Dharma Jaya Raditya Endra Budiman dalam keterangan di Jakarta, Rabu, menyampaikan kebijakan itu juga merupakan upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan strategis, khususnya menjelang Ramadhan dan Idul Fitri.

    Kendati demikian, rencana impor sapi tersebut pada 2026 masih menunggu persetujuan impor dari Kementerian Perdagangan.

    “Untuk saat ini, kami masih menunggu persetujuan impor dari Kementerian Perdagangan. Mudah-mudahan, bisa terbit pada akhir Januari ini. Setelah izin keluar, kami baru bisa mulai proses pembelian,” kata Raditya.

    Menurut dia, persetujuan impor sapi hidup harus diperbarui setiap tahun dan tidak dapat menggunakan izin pada tahun sebelumnya.

    Apabila seluruh perizinan rampung sesuai rencana, maka pembelian sapi dapat dimulai pada Februari 2026.

    Lebih lanjut, dia mengatakan waktu kedatangan sapi hidup diperkirakan sekitar dua hingga tiga minggu setelah transaksi dilakukan.

    Dia pun memastikan impor sapi hidup tersebut dilakukan secara bertahap, menyesuaikan kapasitas kandang yang dimiliki.

    “Saat ini, kapasitas kandang di Serang mampu menampung sekitar 1.300 ekor sapi. Jadi, dari 7.500 ekor sapi hidup, untuk tahap awal, diperkirakan yang akan datang sebanyak 750 ekor,” ungkap Raditya.

    Akan tetapi, sambung dia, Perumda Dharma Jaya saat ini tengah mencari lahan lain untuk perluasan kandang yang mampu menampung sekitar 1.000 ekor sapi hidup.

    Dia menuturkan jika lahan kandang di Serang tidak memungkinkan untuk diperluas lagi karena di lokasi tersebut, peruntukan lahannya sudah ditetapkan sebagai kawasan agrowisata.

    Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
    Editor: Rr. Cornea Khairany
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • ​Perumda Dharma Jaya Pastikan Stok Daging Aman Jelang Natal dan Tahun Baru

    ​Perumda Dharma Jaya Pastikan Stok Daging Aman Jelang Natal dan Tahun Baru

    Jakarta: Perumda Dharma Jaya memastikan bahwa stok daging untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 sudah aman. Bahkan, siap diningkatkan stok apabila terjadi lonjakan permintaan dari warga Jakarta.

    Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman mengatakan dalam setiap perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN), pihaknya selalu menyiapkan stok daging baik itu sapi, ikan dan ayam sesuai kebutuhan masyarakat. Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, perusahaannya telah menyiapkan strategi jitu untuk mengamankan stok eksisting maupun cadangan.

    “Hingga hari ini, kami telah menyiapkan sekitar 1.000 ton daging sapi, 500 ton daging ayam dan lebih dari 300 ton ikan. Jumlah stok ini cukup untuk memenuhi kebutuhan Nataru sampai bulan Ramadan dan Idulfitri. Alhamdulillah, stok aman,” kata Raditya.

    Ia memperkirakan kebutuhan daging saat HBKN di DKI Jakarta, termasuk Nataru, tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya, yakni rata-rata mencapai 6.000 ton per bulan, atau mengalami peningkatan sekitar 10-15 persen dari hari-hari biasa.

    “Sudah terlihat ada peningkatan sangat signifikan dari hari biasa. Tanda peningkatan kebutuhan daging sudah terlihat. Namun, masyarakat tidak perlu khawatir, stok daging untuk Nataru aman,” ujarnya.

    Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda Provinsi DKI Jakarta, Suharini Eliawati mengatakan kebutuhan daging di Jakarta masih mengandalkan impor, termasuk dari Australia, sehingga kerja sama bisnis antarperusahaan (B2B) dan kontrak beli putus menjadi langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan pasokan.

    Ia menilai, dengan kesiapan stok serta strategi penguatan jaringan suplai, Pemprov DKI Jakarta optimistis kebutuhan masyarakat, khususnya protein hewani dapat terpenuhi dengan baik dan stabilitas harga tetap terjaga.

    “Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan ketahanan pangan Jakarta tetap kuat memasuki perayaan Natal dan Tahun Baru 2025,” terangnya.

    Karena itu, Eli mengimbau masyarakat tidak panic buying karena stok pangan di Kota Jakarta aman, meski terjadi lonjakan kebutuhan saat Nataru.

    “Akhir tahun ini, kondisi pangan strategis kita dalam kondisi relative cukup, seperti beras, telur, cabai, bawang merah dan bawang putih, gula, minyak goreng, daging ayam dan sapi. Jadi, masyarakat jangan panik buying karena stok aman hanya memang terjadi lonjakan kebutuhan karena memang Nataru. Itu pasti terjadi,” jelas Eli.

    Jakarta: Perumda Dharma Jaya memastikan bahwa stok daging untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 sudah aman. Bahkan, siap diningkatkan stok apabila terjadi lonjakan permintaan dari warga Jakarta.
     
    Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman mengatakan dalam setiap perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN), pihaknya selalu menyiapkan stok daging baik itu sapi, ikan dan ayam sesuai kebutuhan masyarakat. Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, perusahaannya telah menyiapkan strategi jitu untuk mengamankan stok eksisting maupun cadangan.
     
    “Hingga hari ini, kami telah menyiapkan sekitar 1.000 ton daging sapi, 500 ton daging ayam dan lebih dari 300 ton ikan. Jumlah stok ini cukup untuk memenuhi kebutuhan Nataru sampai bulan Ramadan dan Idulfitri. Alhamdulillah, stok aman,” kata Raditya.

    Ia memperkirakan kebutuhan daging saat HBKN di DKI Jakarta, termasuk Nataru, tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya, yakni rata-rata mencapai 6.000 ton per bulan, atau mengalami peningkatan sekitar 10-15 persen dari hari-hari biasa.
     
    “Sudah terlihat ada peningkatan sangat signifikan dari hari biasa. Tanda peningkatan kebutuhan daging sudah terlihat. Namun, masyarakat tidak perlu khawatir, stok daging untuk Nataru aman,” ujarnya.
     
    Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda Provinsi DKI Jakarta, Suharini Eliawati mengatakan kebutuhan daging di Jakarta masih mengandalkan impor, termasuk dari Australia, sehingga kerja sama bisnis antarperusahaan (B2B) dan kontrak beli putus menjadi langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan pasokan.
     
    Ia menilai, dengan kesiapan stok serta strategi penguatan jaringan suplai, Pemprov DKI Jakarta optimistis kebutuhan masyarakat, khususnya protein hewani dapat terpenuhi dengan baik dan stabilitas harga tetap terjaga.
     
    “Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan ketahanan pangan Jakarta tetap kuat memasuki perayaan Natal dan Tahun Baru 2025,” terangnya.
     
    Karena itu, Eli mengimbau masyarakat tidak panic buying karena stok pangan di Kota Jakarta aman, meski terjadi lonjakan kebutuhan saat Nataru.
     
    “Akhir tahun ini, kondisi pangan strategis kita dalam kondisi relative cukup, seperti beras, telur, cabai, bawang merah dan bawang putih, gula, minyak goreng, daging ayam dan sapi. Jadi, masyarakat jangan panik buying karena stok aman hanya memang terjadi lonjakan kebutuhan karena memang Nataru. Itu pasti terjadi,” jelas Eli.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di

    Google News

    (FZN)

  • DKI kemarin, perekonomian menguat hingga stok daging aman

    DKI kemarin, perekonomian menguat hingga stok daging aman

    Jakarta (ANTARA) – Sejumlah peristiwa penting terjadi di Jakarta pada Jumat (12/12), mulai dari perekonomian Jakarta yang terus menguat dan menunjukkan kinerja positif sebagai pusat ekonomi nasional hingga stok daging untuk kebutuhan Natal dan Tahun Baru aman.

    Berikut lima berita pilihan yang menarik untuk dibaca kembali:

    Perekonomian Jakarta terus menguat

    Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengemukakan bahwa perekonomian Jakarta terus menguat dan menunjukkan kinerja positif sebagai pusat ekonomi nasional.

    “Jakarta menyumbang 16,61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 4,96 persen (yoy) pada triwulan III 2025,” kata Pramono di Jakarta Selatan, Juma.

    Berita selengkapnya klik di sini

    Pramono angkat bicara soal kasus pengroyokan di kawasan Kalibata

    Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo angkat bicara terkait kasus pengeroyokan dan perusakan yang terjadi di Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Kamis (11/12) malam.

    “Saya sebagai Gubernur Jakarta meminta semuanya untuk menahan diri. Dan ‘Jaga Jakarta’ itu menjadi hal yang komitmen kita bersama,” kata Pramono di Jakarta Selatan, Jumat.

    Berita selengkapnya klik di sini

    Pramono berharap “Jakarta Festive Wonders 2025” diminati pengunjung

    Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo berharap “Jakarta Festive Wonders 2025” mampu menarik lebih banyak orang datang ke Jakarta untuk meramaikan pusat perbelanjaan.

    Pramono menyebutkan perlombaan ini tidak hanya ditujukan untuk memeriahkan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, tetapi juga menjadi instrumen menjaga stabilitas inflasi.

    Berita selengkapnya klik di sini

    Wagub: kemampuan warga tuturkan kisah dukung Jakarta jadi kota sinema

    Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Rano Karno mengatakan kemampuan warga dalam menuturkan kisah-kisah tentang kota tempat tinggal mereka merupakan salah satu faktor yang dapat mendukung Jakarta menjadi kota sinema.

    Menurut dia, sebuah kota tidak hanya dibangun oleh gedung-gedung megah, melainkan oleh cerita dan pengalaman yang hidup di tengah masyarakat.

    Berita selengkapnya klik di sini

    Stok daging di Jakarta aman saat Natal dan Tahun Baru

    Perumda Dharma Jaya memastikan stok daging sapi, ikan, dan ayam untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Jakarta saat perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 aman, termasuk jika terjadi lonjakan permintaan.

    “Kami menyiapkan sekitar 1.000 ton daging sapi, 500 ton daging ayam, dan lebih dari 300 ton ikan. Jumlah stok ini cukup untuk memenuhi kebutuhan Natal dan Tahun Baru sampai Ramadhan dan Idul Fitri,” kata Direktur Utama Perumda Dharma Jaya Raditya Endra Budiman di Jakarta, Jumat.

    Berita selengkapnya klik di sini

    Pewarta: Ilham Kausar
    Editor: Rr. Cornea Khairany
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Stok daging di Jakarta aman saat Natal dan Tahun Baru

    Stok daging di Jakarta aman saat Natal dan Tahun Baru

    Jakarta (ANTARA) – Perumda Dharma Jaya memastikan stok daging sapi, ikan, dan ayam untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Jakarta saat perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 aman, termasuk jika terjadi lonjakan permintaan.

    “Kami menyiapkan sekitar 1.000 ton daging sapi, 500 ton daging ayam, dan lebih dari 300 ton ikan. Jumlah stok ini cukup untuk memenuhi kebutuhan Natal dan Tahun Baru sampai Ramadhan dan Idul Fitri,” kata Direktur Utama Perumda Dharma Jaya Raditya Endra Budiman di Jakarta, Jumat.

    Dia memperkirakan kebutuhan daging saat Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) di Jakarta, termasuk Natal serta Tahun Baru tidak jauh berbeda dari sebelumnya, yakni rata-rata 6.000 ton per bulan, atau meningkat sekitar 10-15 persen dari hari biasa. Maka dari itu, pihaknya telah mengamankan stok eksisting maupun cadangan.

    Menurut Raditya, saat ini sudah terlihat peningkatan permintaan daging. Namun, dia meminta masyarakat agar tidak khawatir karena stok daging aman.

    Sementara itu, dalam kesempatan terpisah, Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda DKI Jakarta Suharini Eliawati menuturkan kebutuhan daging di Jakarta masih mengandalkan impor, termasuk dari Australia.

    Oleh sebab itu, kerja sama bisnis antarperusahaan (B2B) dan kontrak beli putus menjadi langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan pasokan.

    Senada dengan Raditya, dia juga optimistis kebutuhan masyarakat, khususnya protein hewani dapat terpenuhi dengan baik dan stabilitas harga tetap terjaga. Ini juga berlaku untuk bahan makanan lain yang dibutuhkan masyarakat, seperti telur, cabai, dan minyak goreng.

    Lebih lanjut, Suharini pun mengimbau masyarakat agar tidak membeli produk secara berlebihan dan mendadak karena rasa takut atau panic buying.

    “Akhir tahun ini, kondisi pangan strategis kita dalam kondisi relatif cukup, seperti beras, telur, cabai, bawang merah dan bawang putih, gula, minyak goreng, daging ayam dan sapi. Jadi, masyarakat jangan panic buying karena stok aman, hanya memang terjadi lonjakan kebutuhan karena memang Nataru (Natal dan Tahun Baru),” ungkap Suharini.

    Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
    Editor: Rr. Cornea Khairany
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Dharma Jaya Genjot Transformasi Bisnis, Bidik Logistik hingga Produk Olahan Daging

    Dharma Jaya Genjot Transformasi Bisnis, Bidik Logistik hingga Produk Olahan Daging

    Bisnis.com, JAKARTA — PT Dharma Jaya bersiap melakukan transformasi bisnis dalam waktu dekat, mulai dari penguatan lini logistik melalui pembangunan cold storage, pengembangan produk olahan daging, hingga peningkatan kapasitas penggemukan sapi.

    Direktur Utama Dharma Jaya Raditya Endra Budiman menuturkan bahwa langkah transformasi ini dilakukan sebagai bagian dari strategi diversifikasi usaha guna memperkuat posisi perusahaan di sektor pangan dan distribusi.

    “Transformasi bisnis kami dalam waktu dekat, kami memulai Dharma Jaya itu menjadi suatu perusahaan yang kita punya divisi baru namanya logistik kan, kami mau bangun cold storage. Nah itu nanti ke depannya kita akan berdiversifikasi untuk menambah usaha untuk logistik,” kata Raditya saat ditemui seusai kunjungan media ke Wisma Bisnis Indonesia, Jakarta, Kamis (16/10/2025).

    Selain fokus pada infrastruktur logistik, Raditya menuturkan bahwa Dharma Jaya juga tengah menyiapkan lini produk turunan dari daging, seperti bakso dan nugget, yang ditargetkan mulai diproduksi dalam waktu dekat.

    Di samping itu, perusahaan juga akan memperluas sektor peternakan dengan menggarap usaha sapi perah dan meningkatkan kapasitas penggemukan sapi.

    “Produk turunan seperti bakso dan nugget, lalu sapi perah, sapi perah Insya Allah tahun depan kita akan melaksanakan. Terus, penggemukan sapi juga dengan kita tambah tahun ini kita dapat 5.000 [ekor], Insya Allah tahun depan bisa kita tingkatkan antara 7.500–10.000 ekor,” jelasnya.

    Lebih lanjut, Raditya menambahkan bahwa Dharma Jaya juga berperan dalam mendukung ekosistem pangan melalui program Koperasi Desa/Kelurahan (KopDes/Kel) Merah Putih dengan menjadi pemasok utama bahan pangan hewani seperti daging, ayam, dan ikan.

    “Keterlibatan kami men-supply bahan baku untuk koperasi [KopDes/Kel Merah Putih], memasok hewani, daging, ayam dan juga ikan,” imbuhnya.

    Hingga saat ini, Raditya menyampaikan bahwa Dharma Jaya baru memasok bahan baku untuk dua KopDes/Kel Merah Putih, yakni di Melawai dan di sekitar Pasar Cipinang. Namun ke depan, dia menuturkan bahwa pihaknya akan menambah ke lokasi lain untuk memasok bahan pangan ke KopDes Merah Putih.

    Kinerja Membaik

    Dalam hal kinerja keuangan, Dharma Jaya membukukan peningkatan penjualan segmen B2B2C sebesar 191,9% pada kuartal II/2025 daripada periode yang sama 2024. 

    Direktur Bisnis Dharma Jaya Irwan Nusyirwan mengatakan perusahaan terus melakukan transformasi dan terobosan untuk meningkatkan kinerja.

    Dharma Jaya yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) itu juga tak memungkiri pandemi Covid-19 sempat menghantam kinerja perusahaan pada 2021–2022.

    “Performanya memang sedikit terganggu ketika Covid-19, memang Covid semua lini vital terdampak. Tetapi semenjak tahun 2022–2023 itu ada lonjakan dan letupan yang mana penjualannya bagus,” ujar Irwan.

    Namun, pada 2023, perusahaan mengalami perbaikan kinerja. Satu tahun berikutnya, perusahaan mengalami penurunan laba seiring dengan transformasi yang tengah dijalankan dan kenaikan beberapa bahan baku impor.

    Kemudian pada 2024–2025, Dharma Jaya mencatatkan pertumbuhan laba, termasuk dengan kembali menggerakkan importasi sapi.

    “[Kinerja pada kuartal II] 2025 hampir ada peningkatan 200% di B2B2C. Banyak program yang sifatnya bukan baru tetapi sudah lama dilakukan,” bebernya.

    Data perusahaan menunjukkan, pendapatan telah mencapai 63% sampai dengan Agustus 2025. Adapun, laba bersih perusahaan sudah mencapai 71% dari target rencana kerja dan anggaran (RKA) 2025.

  • Hilirisasi Jadi Andalan, Dharma Jaya Perluas Pemasaran

    Hilirisasi Jadi Andalan, Dharma Jaya Perluas Pemasaran

    Jakarta: Perumda Dharma Jaya meningkatkan target kapasitas bisnis penggemukkan sapi dari 5 ribu ekor pada 2025, menjadi 10 ribu ekor pada 2026. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat ketahanan pangan.

    Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman mengatakan, langkah ini sekaligus mendukung program pemerintah pusat yang menargetkan populasi 1 juta ekor sapi nasional.

    Dia menyebut bisnis penggemukan sapi saat ini menjadi salah satu sumber pendapatan baru yang cukup menjanjikan bagi Dharma Jaya. Selain memperbesar skala usaha, Dharma Jaya juga memastikan rantai pasok daging tetap stabil dan terjangkau bagi masyarakat Jakarta.

    Tak hanya fokus pada budidaya, Dharma Jaya juga mulai melirik pengembangan produk olahan daging untuk memperluas lini bisnis dan meningkatkan profitabilitas. Raditya mengungkapkan, perusahaan berencana membuat bakso dan sosis sebagai tahap awal diversifikasi produk turunan daging sapi.

    “Kita akan bikin produk-produk turunan seperti bakso dan sosis,” katanya.

    Selain dua produk utama tersebut, Dharma Jaya tengah melakukan kajian terhadap potensi pasar produk lain seperti nugget daging sapi. Namun, berdasarkan riset internal, preferensi konsumen terutama anak-anak lebih condong pada nugget ayam.

    Meski begitu, tidak menutup kemungkinan untuk mengembangkan varian produk olahan lain yang memiliki daya tarik tinggi di pasar. “Nanti kami coba pelajari bentuk produk lain selain sosis dan bakso,” ujarnya.

    Raditya menjelaskan, upaya pengembangan produk olahan ini juga menjadi bagian dari strategi peningkatan profit Dharma Jaya ke depan. Ia mengatakan, pihaknya akan terus beradaptasi dengan tren dan kebutuhan pasar.

    Ia menambahkan, dengan dua strategi utama, ekspansi penggemukan sapi dan pengembangan industri olahan, Dharma Jaya menargetkan posisi yang lebih kuat sebagai BUMD pangan strategis DKI Jakarta.

    “Langkah strategis ini diharapkan selain mendorong peningkatan kinerja dan pendapatan perusahaan, tetapi juga memperkuat peran Perumda Dharma Jaya sebagai motor penggerak dalam mendukung ketahanan pangan serta memberikan lebih banyak pilihan harga yang terjangkau dan berkualitas bagi masyarakat Jakarta,” katanya.

    Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda Provinsi DKI Jakarta, Suharini Eliawati mengatakan, ekspansi usaha penggemukan sapi dan pengembangan produk olahan daging merupakan bentuk nyata dari hilirisasi sektor pangan yang sejalan dengan arah kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

    “Upaya ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan daerah, tetapi juga menunjukkan komitmen Dharma Jaya dalam berinovasi dan beradaptasi terhadap kebutuhan pasar yang dinamis,” katanya.

    Eli menilai strategi hilirisasi yang dijalankan Dharma Jaya mampu memberikan dampak ganda, baik secara ekonomi maupun sosial. Selain membuka peluang peningkatan pendapatan perusahaan, langkah ini juga berpotensi menciptakan lapangan kerja baru dan memperluas rantai nilai industri pangan di Jakarta.

    “Kami berharap Dharma Jaya terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pelaku UMKM dan sektor swasta, agar transformasi bisnis ini dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” kata Eli.

    Jakarta: Perumda Dharma Jaya meningkatkan target kapasitas bisnis penggemukkan sapi dari 5 ribu ekor pada 2025, menjadi 10 ribu ekor pada 2026. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat ketahanan pangan.
     
    Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman mengatakan, langkah ini sekaligus mendukung program pemerintah pusat yang menargetkan populasi 1 juta ekor sapi nasional.
     
    Dia menyebut bisnis penggemukan sapi saat ini menjadi salah satu sumber pendapatan baru yang cukup menjanjikan bagi Dharma Jaya. Selain memperbesar skala usaha, Dharma Jaya juga memastikan rantai pasok daging tetap stabil dan terjangkau bagi masyarakat Jakarta.

    Tak hanya fokus pada budidaya, Dharma Jaya juga mulai melirik pengembangan produk olahan daging untuk memperluas lini bisnis dan meningkatkan profitabilitas. Raditya mengungkapkan, perusahaan berencana membuat bakso dan sosis sebagai tahap awal diversifikasi produk turunan daging sapi.
     
    “Kita akan bikin produk-produk turunan seperti bakso dan sosis,” katanya.
     
    Selain dua produk utama tersebut, Dharma Jaya tengah melakukan kajian terhadap potensi pasar produk lain seperti nugget daging sapi. Namun, berdasarkan riset internal, preferensi konsumen terutama anak-anak lebih condong pada nugget ayam.
     
    Meski begitu, tidak menutup kemungkinan untuk mengembangkan varian produk olahan lain yang memiliki daya tarik tinggi di pasar. “Nanti kami coba pelajari bentuk produk lain selain sosis dan bakso,” ujarnya.
     
    Raditya menjelaskan, upaya pengembangan produk olahan ini juga menjadi bagian dari strategi peningkatan profit Dharma Jaya ke depan. Ia mengatakan, pihaknya akan terus beradaptasi dengan tren dan kebutuhan pasar.
     
    Ia menambahkan, dengan dua strategi utama, ekspansi penggemukan sapi dan pengembangan industri olahan, Dharma Jaya menargetkan posisi yang lebih kuat sebagai BUMD pangan strategis DKI Jakarta.
     
    “Langkah strategis ini diharapkan selain mendorong peningkatan kinerja dan pendapatan perusahaan, tetapi juga memperkuat peran Perumda Dharma Jaya sebagai motor penggerak dalam mendukung ketahanan pangan serta memberikan lebih banyak pilihan harga yang terjangkau dan berkualitas bagi masyarakat Jakarta,” katanya.
     
    Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda Provinsi DKI Jakarta, Suharini Eliawati mengatakan, ekspansi usaha penggemukan sapi dan pengembangan produk olahan daging merupakan bentuk nyata dari hilirisasi sektor pangan yang sejalan dengan arah kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
     
    “Upaya ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan daerah, tetapi juga menunjukkan komitmen Dharma Jaya dalam berinovasi dan beradaptasi terhadap kebutuhan pasar yang dinamis,” katanya.
     
    Eli menilai strategi hilirisasi yang dijalankan Dharma Jaya mampu memberikan dampak ganda, baik secara ekonomi maupun sosial. Selain membuka peluang peningkatan pendapatan perusahaan, langkah ini juga berpotensi menciptakan lapangan kerja baru dan memperluas rantai nilai industri pangan di Jakarta.
     
    “Kami berharap Dharma Jaya terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pelaku UMKM dan sektor swasta, agar transformasi bisnis ini dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” kata Eli.

     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di

    Google News


    Viral! 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id

    (FZN)

  • Video: Cegah Inflasi Jakarta Melonjak, Bazar Murah Daging-Ayam Disebar

    Video: Cegah Inflasi Jakarta Melonjak, Bazar Murah Daging-Ayam Disebar

    Jakarta, CNBC Indonesia- Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman mengungkapkan strategi Pemprov DKI Jakarta dalam memenuhi kebutuhan protein yakni daging ayam, daging sapi hingga ikan segar dan menjaga stabilitas pangan daerah.

    Selain mendatangkan pasokan daging impor ,Perumda Dharma Jaya bekerjasama dengan peternak dan UMKM lokal dalam memenuhi kebutuhan daging termasuk dalam rantai pasok daging. Hal ini dilaksanakan dengan penyediaan Rumah Potong Hewan (RPH) hingga pengembangan bisnis penggemukan sapi.

    Dharma Jaya juga memastikan perannya dalam memenuhi pasokan protein termasuk bazar murah yang ditargetkan mencapai 1.000 bazar hingga akhir tahun. Langkah ini tidak hanya menjamin ketersediaan daging namun juga menjaga inflasi daerah.

    Seperti apa perang Perumda Dharma Jaya menjaga stabilitas harga dan pasokan protein Jakarta? Selengkapnya simak dialog Safrina Nasution dengan Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Kamis, 02/10/2025)

  • Dharma Jaya perkuat profesionalisme untuk wujudkan ketahanan pangan

    Dharma Jaya perkuat profesionalisme untuk wujudkan ketahanan pangan

    Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman. ANTARA/HO-Perumda Dharma Jaya.

    Dharma Jaya perkuat profesionalisme untuk wujudkan ketahanan pangan
    Dalam Negeri   
    Editor: Novelia Tri Ananda   
    Senin, 11 Agustus 2025 – 08:37 WIB

    Elshinta.com – Perumda Dharma Jaya berkomitmen terus memperkuat profesionalisme sebagai BUMD pangan di DKI Jakarta untuk mewujudkan ketahanan pangan dan kemandirian penyediaan protein hewani serta mendukung transformasi Kota Jakarta menjadi kota global yang berkelanjutan.

    “Kami terus bergerak agar menjadi perusahaan yang profesional untuk mendukung ketahanan pangan serta mendorong perekonomian berkelanjutan di Indonesia dan skala global, searah dengan visi Gubernur DKI menjadikan Jakarta sebagai kota global yang berkelanjutan,” kata Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman di Jakarta, Senin.

    Dia mengatakan profesionalisme dalam mengelola BUMD juga merupakan sebuah langkah strategis untuk memperkuat tata kelola perusahaan. Hal ini sejalan dengan arahan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung yang menekankan profesionalisme dalam pengelolaan perusahaan yang tersistem dengan baik di setiap BUMD Jakarta.

    Dia menyampaikan, ada tiga pilar strategis yang dilakukan perusahaan untuk mendukung ketahanan pangan di Jakarta, salah satunya ketersediaan Pasokan. Hal itu untuk menjamin ketersediaan pangan protein hewani, terutama daging sapi dan ayam, melalui kemitraan dengan peternak nasional dan impor strategis dari Australia.

    Kedua, keterjangkauan harga, yang dilakukan melalui program pangan murah bersubsidi serta melalukan bazar murah. Ketiga, perluasan jaringan distribusi baik melalui “meat shop”, hub channel, pasar tradisional, serta “platform e-commerce”, dilengkapi armada pendingin dan mobil khusus bazar (Moding). Hal ini untuk memastikan kelancaran distribusi pasokan pangan.

    “Kami terus menjaga harga tetap terjangkau bagi masyarakat di Jakarta dan memudahkan akses terhadap pangan protein hewani,” ujarnya.

    Dalam kesempatan berbeda, Asisten Perekonomian dan Keuangan Setda Provinsi DKI Jakarta, Suharini Eliawati, mengatakan strategi tiga pilar tersebut merupakan formula tepat untuk menjawab tantangan pangan di Jakarta.

    Menurut dia, upaya menghadirkan pasokan daging sapi dan ayam melalui kemitraan dengan peternak nasional dan impor strategis, disertai program pangan murah bersubsidi dan bazar murah, menunjukkan keberpihakan pada kebutuhan warga, khususnya masyarakat menengah ke bawah.

    Sumber : Antara

  • Dharma Jaya impor 750 sapi bantu jaga stabilitas pangan di Jakarta

    Dharma Jaya impor 750 sapi bantu jaga stabilitas pangan di Jakarta

    Ilustrasi – Perumda Dharma Jaya mendatangkan 750 sapi impor dari Australia pada pertengahan Juli ini, yang merupakan bagian dari tahap kedua program pengadaan sapi tahun 2025, sebagai salah satu upaya menjaga ketahanan dan stabilitas pangan di Provinsi DKI Jakarta. ANTARA/HO- Perumda Dharma Jaya

    Dharma Jaya impor 750 sapi bantu jaga stabilitas pangan di Jakarta
    Dalam Negeri   
    Editor: Novelia Tri Ananda   
    Sabtu, 26 Juli 2025 – 08:53 WIB

    Elshinta.com – Perumda Dharma Jaya mengimpor 750 sapi dari Australia sebagai salah satu upaya menjaga ketahanan dan stabilitas pangan di Provinsi DKI Jakarta.

    “Ratusan sapi ini akan melalui masa penggemukan selama tiga hingga empat bulan di kandang penggemukan kami di Serang. Nantinya, dijual dalam bentuk sapi hidup,” kata Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.

    Jenis sapi yang datang pada tahap kedua terdiri dari 711 ekor jenis “feeder steer” dan “bull”, serta 39 ekor jenis “productive heifer”. Sapi impor itu merupakan bagian dari tahap kedua program pengadaan sapi tahun 2025, Jenis feeder steer dan bull merupakan sapi yang diperuntukkan dijual sebagai sapi potong setelah penggemukan. Sedangkan jenis productive heifer akan dikembangkan sebagai bagian dari program budidaya sapi Dharma Jaya dan bentuk dukungan peningkatan sapi lokal.

    “Sapi jenis feeder steer dan bull kami rawat dengan baik agar berat badannya bertambah setiap hari, sehingga nilai jualnya pun meningkat. Sementara sapi betina jenis productive heifer akan kami ternakan dan kembangkan hingga empat kali masa produktifnya,” kata Raditya.

    Sebelumnya, pada tahap pertama, sebanyak 500 sapi telah tiba lebih dulu di kandang penggemukan Serang. Setelah menjalani proses penggemukan selama tiga bulan, sapi-sapi tersebut kini memasuki masa siap jual. Raditya menyampaikan, 500 sapi impor tahap pertama berjenis feeder steer dan bull sudah laku terjual. Sementara 750 ekor pada tahap kedua juga sudah bisa dipesan, meski masih menunggu penggemukan.

    “Kami punya sekitar 10 pelanggan tetap dari RPH di Cakung, Serang, Bogor, dan Sukabumi. Tiap pelanggan bisa pesan hingga 50 sapi per bulan. Jadi begitu proses penggemukan selesai, sapi langsung dikirim karena semuanya sudah dipesan,” ujarnya.

    Total sapi impor sebanyak 1.250 ekor, kini berada di kandang penggemukan Dharma Jaya – Serang, Banten. Adapun Dharma Jaya menargetkan 5.000 sapi impor pada program pengadaan sapi sepanjang tahun 2025. Direktur Bisnis Perumda Dharma Jaya, Irwan Nusyirwan mengatakan, penggemukan sapi bukan sekadar jual-beli. Proses ini meningkatkan berat badan sapi secara optimal, menambah nilai jual, serta ikut membuka lapangan kerja dan mendorong ekonomi lokal.

    Dia menambahkan pengiriman sapi impor dari Australia tahap ketiga akan dilakukan di Jakarta pada awal September. Sapi tersebut nantinya dibawa ke kandang penggemukan di Serang yang memiliki kapasitas penampungan hingga 3.000 ekor sapi.

    “Pengiriman dilakukan bertahap agar proses penggemukan berjalan optimal dan distribusi ke pasar lebih terkendali,” katanya.

    Sumber : Antara

  • Ada `vending machine` produk hewani di Jakarta Fair 2025

    Ada `vending machine` produk hewani di Jakarta Fair 2025

    Perumda Dharma Jaya menghadirkan mesin penjual otomatis (vending machine) untuk pembelian produk daging sapi, ayam, dan ikan dengan harga diskon di perhelatan Jakarta Fair 2025, Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta Pusat. ANTARA/Dharma Jaya

    Ada `vending machine` produk hewani di Jakarta Fair 2025
    Dalam Negeri   
    Editor: Novelia Tri Ananda   
    Rabu, 25 Juni 2025 – 13:51 WIB

    Elshinta.com – Perumda Dharma Jaya menghadirkan mesin penjual otomatis (vending machine) untuk pembelian produk daging sapi, ayam, dan ikan dengan harga diskon di perhelatan Jakarta Fair 2025, Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta Pusat.

    “Saat ini sudah ada dua vending machine yang kami miliki (Stasiun MRT Lebak Bulus dan Jakarta Fair). Sementara dua dulu, karena kita ingin melihat dulu marketnya seperti apa di tengah-tengah masyarakat,” kata Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu.

    Raditya mengatakan mesin penjual otomatis yang ditempatkan di hall anjungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta itu menghadirkan produk unggulan dan premium.

    “Kami berharap animo masyarakat lebih meningkat, sehingga target omzet penjualan antara Rp150-200 juta dapat tercapai dengan adanya vending machine ini,” kata dia.

    Sementara itu, petugas Dharma Jaya Rafli menyampaikan pengunjung yang ingin membeli produk daging dan ikan melalui mesin penjual otomatis, bisa menekan gambar produk yang diinginkan, kemudian muncul kode batang (barcode) pembayaran yang dapat menggunakan QRIS.

    “Ada steak paketan, short plate, daging sop hingga daging giling. Untuk ikan ada dori dan salmon. Selama ini daging ayam yang paling laku. Ukurannya dari 250-500 gram dengan kisaran harga antara Rp20.000 hingga Rp 50.000,” ujar dia.

    Menurut dia, harga produk yang ditawarkan di mesin penjual otomatis relatif terjangkau karena sudah diberikan diskon harga mulai dari 8- 20 persen. Seorang pengunjung Jakarta Fair 2025, asal Teluk Gong, Jakarta Utara, Lizahari Pratiwi berharap mesin penjual otomatis tersebut dapat diperbanyak dan ditempatkan di lokasi yang strategis sehingga dengan mudah diakses oleh masyarakat.

    Sumber : Antara