Kecelakaan di Tol Malang, Berawal dari Truk Mundur Tak Terkendali
Tim Redaksi
MALANG, KOMPAS.com-
Sebuah truk tronton bermuatan pakan ternak dengan nomor polisi S 9126 UU dan bus S 7607 UW mengalami kecelakaan hebat di ruas Tol Malang-Pandaan KM 77. Akibat kejadian itu, empat orang tewas, termasuk sopir dan kernet bus.
Bus Tirto Agung membawa rombongan 40 pelajar SMP Islam Terpadu dari Gunung Putri, Bogor. Truk tersebut diketahui berhenti di bahu jalan karena tidak kuat menanjak.
Kapolres Malang, AKBP Putu Kholis Aryana, menjelaskan bahwa sopir truk sempat mengganjal kendaraan agar tidak bergerak, tetapi ganjalan tersebut tidak cukup kuat. Akibatnya, truk mundur secara tidak terkendali.
“Truk meluncur mundur, dan bus Tirto Agung yang melaju di belakangnya dengan kecepatan tinggi tidak dapat menghindar. Kecelakaan tak terelakkan, bus terguling dan melintang di tengah jalan,” ujar Putu, Senin (23/12/2024).
Proses evakuasi awal menemukan satu korban meninggal dunia.
Namun setelah dilakukan penyelamatan lanjutan, jumlah korban tewas bertambah menjadi empat orang. Mereka terdiri dari sopir, kernet, dan dua penumpang bus.
Korban meninggal dunia telah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Saiful Anwar, Kota Malang.
Sementara korban luka-luka dilarikan ke RSUD Lawang, RS Saiful Anwar, dan fasilitas kesehatan lainnya.
Hingga saat ini, identifikasi beberapa korban tewas masih dilakukan melalui metode sidik jari dan koordinasi dengan pihak terkait.
“Fokus kami adalah menyelamatkan korban luka-luka dan mengevakuasi yang masih terjebak. Penyelidikan akan dilanjutkan untuk memastikan penyebab kecelakaan,” kata Putu.
Polisi dan petugas gabungan masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Lalu lintas di lokasi kecelakaan saat ini dilaporkan ramai lancar.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Tag: Putu Kholis Aryana
-

Polres Malang Siap Laksanakan Operasi Lilin Semeru 2024
Malang (beritajatim.com) – Kepolisian Resor (Polres) Malang menggelar apel gelar pasukan di halaman Mapolres Malang sebagai tanda kesiapan Operasi Lilin Semeru 2024, Jumat (20/12/2024).
Operasi yang berlangsung selama 12 hari, mulai 21 Desember 2024 hingga 2 Januari 2025, bertujuan untuk mengamankan perayaan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 di wilayah hukum Polres Malang.
Apel ini dipimpin langsung oleh Kapolres Malang AKBP Putu Kholis Aryana, dengan dihadiri jajaran personel Polri, TNI, serta mitra keamanan lainnya. Dalam amanatnya, Kapolres menyampaikan pentingnya operasi ini untuk memastikan masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan aman, nyaman, dan tertib.
“Kita harus mempersiapkan seluruh rangkaian pengamanan dengan sebaik-baiknya terlebih lagi pengamanan Natal tahun baru kali ini bersamaan dengan pengamanan sisa tahapan Pilkada serentak 2024,” tegas AKBP Putu Kholis Aryana, Jumat (20/12/2024).
Operasi Lilin 2024 melibatkan 185 personel Polri serta gabungan, termasuk 75.447 personel Polri, 13.826 personel TNI, serta 52 ribu personel dari berbagai instansi terkait. Di wilayah hukum Polres Malang, sejumlah 185 personel Polri dilibatkan guna mendukung pengamanan selama libur Natal dan Tahun Baru 2025.
Sejumlah posko pengamanan akan didirikan di lokasi-lokasi strategis, seperti gereja, pusat perbelanjaan, terminal, stasiun, dan tempat wisata.
Tercatat 5 pos pengamanan, 1 pos pelayanan, dan 13 pos wisata telah disiapkan untuk mendukung jalannya operasi. Pengamanan juga mencakup jalur tol, arteri, serta titik-titik rawan kemacetan dan kecelakaan.
Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat diperkirakan mencapai 110,67 juta orang selama libur akhir tahun. Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 21 dan 28 Desember 2024, sedangkan puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada 29 Desember hingga 1 Januari 2025.
“Untuk itu saya berharap rekan-rekan dapat mewaspadai berbagai potensi kerawanan baik pada jalur penyebrangan, jalur tol, dan Arteri serta kepadatan penumpang pada transportasi umum hingga kepadatan pengunjung di lokasi wisata,” tegas Kholis.
Kapolres Malang juga menekankan pentingnya pengamanan tempat ibadah selama Natal. Sterilisasi dan pengecekan akan dilakukan secara intensif untuk memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan kondusif.
Selain itu, patroli rutin di lokasi rawan kejahatan konvensional akan ditingkatkan untuk mencegah potensi gangguan. “Mari kita laksanakan tugas pengamanan baru ini dengan penuh semangat dari ulasan dan rasa tanggung jawab,” ujar Kholis.
Sebagai bentuk apresiasi, Polres Malang juga telah menyiapkan paket sembako yang akan didistribusikan kepada relawan pengatur lalu lintas dan penjaga perlintasan kereta api. Langkah ini diharapkan dapat memotivasi para relawan dalam membantu pengamanan operasi.
“Bantuan ini agar nanti bisa lebih maksimal dalam membantu kita dalam mendukung kita dalam koperasi lilin Semeru 2024,” pungkasnya. [yog/suf]
-

Imelia Nangis Santap Setengah Makan Siang Gratis Demi Adik, si Anak Petani Ngaku Jarang Makan Enak
TRIBUNJATIM.COM – Kisah mengharukan di momen makan siang gratis kembali viral di media sosial.
Kali ini cerita datang dari Imelia, siswi kelas VII MTs Al Khalifah Kabupaten Malang.
Kondisi Imelia terpotret jelas saat dirinya menerima dan menyantap makanan bergizi gratis program khusus Polres Malang pada Rabu (4/12/2024).
Di saat teman lainnya menyantap habis menu yang diterima, Imelia justru menyisakan separo.
Siswi kelas VII ini memilih untuk tidak menghabiskan makanan dan susu yang diberikan karena ingin membawanya pulang untuk sang adik.
Anggota polisi yang menyerahkan makanan terkejut dan mendekati Imelia untuk mengetahui alasan di balik tindakannya.
Imelia menjelaskan bahwa dia ingin berbagi dengan adiknya di rumah.
Dia sebagai anak dari seorang buruh tani dan menyatakan bahwa dia dan adiknya jarang menikmati makanan enak.
Saat menceritakan hal tersebut kepada anggota polisi, Imelia tidak dapat menahan tangisnya.
“Dia hanya makan separuh makanan yang diberikan.”
“Dia mengatakan separuhnya akan diberikan kepada adiknya, termasuk susunya juga.”
“Kami sangat tersentuh dengan kondisi seperti ini,” ungkap Kapolres Malang, AKBP Putu Kholis Aryana seusai memberikan makanan bergizi kepada para siswa.
AKBP Putu Kholis Aryana menjelaskan bahwa agenda pemberian makanan bergizi kepada siswa ini merupakan bagian dari simulasi untuk mendukung program pemerintah terkait peningkatan gizi anak-anak sekolah.
“MTs Al Khalifah kami pilih karena banyaknya siswa di sini yang berasal dari kalangan duafa dan anak yatim,” ujarnya, melansir dari Kompas.com.
Diketahui, sebanyak 167 siswa dan guru di MTs Al Khalifah menerima makanan bergizi yang terdiri dari nasi, ayam goreng, sayur mayur, buah segar, dan susu.
Sebelumnya, AKBP Putu menyebutkan bahwa Polres Malang juga telah melaksanakan kegiatan serupa di SD Negeri 04 Sitiarjo dan SD Swasta TPN Sendangbiru, Kecamatan Sumbermanjing Wetan.
“Dua sekolah yang kami lakukan uji coba sebelumnya merupakan lokasi terdampak bencana banjir,” tuturnya.
Sementara itu, kisah haru lain terjadi di Ogan Ilir, Sumatera Selatan.
Tepatnya di SDN 02 Indralaya Utara.
Seorang siswa SD bernama Danang sempat membuat polisi heran.
Melansir dari TribunSumsel, Satreskrim Polres Ogan Ilir menyambangangi SDN 02 Indralaya Utara pada Jumat (29/11/2024) lalu.
Kasat Reskrim Polres Ogan Ilir AKP Muhammad Ilham membagikan seratus box makanan sehat dan bergizi kepada pelajar.
Setelah membagikan seluruh makanan, Ilham melihat seorang siswa yang tak menyantap makanan.
Ilham pun menghampirinya.
“Kenapa gak dimakan?” tanya Ilham pada pelajar SD tersebut pada video yang diterima TribunSumsel.com dan Sripoku.com, Sabtu (30/11/2024).
“Nanti di rumah,” jawab siswa kelas III bernama Danang itu.
Siswa yang bernama Danang tersebut menuturkan, dia ingin makan bersama adiknya yang masih kecil.
Siswa berusia 8 tahun itu pun memasukkan box makanan ke dalam kantong kain yang dibawanya.
“(Bawa pulang makanan karena) sayang adik,” ucapnya.
Sementara Ilham menuturkan, pembagian makan siang sehat dan bergizi merupakan instruksi dari pucuk pimpinan Polda Sumatera Selatan melalui Kapolres Ogan Ilir.
“Kemarin ada 100 paket makanan sehat dan bergizi yang dibagikan,” kata Ilham.
Kegiatan seperti ini akan terus dilakukan setiap minggu, sekaligus sebagai uji coba program makan siang gratis yang mulai dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia pada Januari 2025 mendatang.
“Semoga dengan makan siang sehat dan bergizi ini dapat membantu semangat belajar anak sehingga cerdas dan berprestasi,” ucap Ilham.
Berita Lain Seputar Makan Bergizi Gratis
Makan bergizi gratis untuk para pelajar di Gresik sudah disiapkan.
Diketahui Pemkab Gresik bersama DPRD Gresik sepakat menyiapkan alokasi anggaran makan bergizi gratis pada tahun anggaran 2025.
Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Gresik, Abdullah Hamdi mengatakan anggaran untuk makan bergizi gratis telah disiapkan pada APBD 2025 yang baru saja digedok.
“Nominalnya (makan bergizi gratis) sekitar Rp 5 miliar. Namun, secara teknis kami serahkan kepada Pemerintah Kabupaten Gresik, Dalam proses pembahasan APBD 2025 kami berupaya memastikan program mandatory spending dan gagaran pemerintah pusat agar bisa terpenuhi,” kata Hamdi sapaan akrabnya.
Politisi asal Menganti mengatakan, disiapkannya alokasi anggaran makan bergizi gratis untuk mendukung program yang digagas Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Gresik Herawan Eka Kusuma mengatakan pihaknya telah diminta untuk menyiapkan data siswa terkait makan bergizi gratis.
Pihaknya sudah menyiapkan mulai dari siswa TK-B, SD hingga SMP baik negeri maupun swasta. Dari data yang dimiliki, total lembaga TK, SD hingga SMP baik negeri maupun swasta sebanyak 1.219 sekolah.
“Dari 1.219 sekolah tersebut, jumlah siswanya sebanyak 126.712 orang. Teknisnya seperti apa masih belum. Yang pasti kami siapkan dulu perangkatnya,” pungkasnya.
Terkait mekanisme makan bergizi gratis, kata Herawan, pihaknya menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com
-
/data/photo/2024/12/04/67504cdd29f43.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Momen Haru saat Pemberian Makanan Bergizi Gratis oleh Polres Malang, Siswi MTs Sisakan Separuh untuk Adiknya di Rumah Surabaya 4 Desember 2024
Momen Haru saat Pemberian Makanan Bergizi Gratis oleh Polres Malang, Siswi MTs Sisakan Separuh untuk Adiknya di Rumah
Tim Redaksi
KOMPAS.com
– Seorang siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al Khalifah, Imelia, mengharukan banyak orang saat menerima
makanan bergizi
dari
Polres Malang
pada Rabu (4/12/2024).
Siswi kelas VII ini memilih untuk tidak menghabiskan makanan dan susu yang diberikan, karena ingin membawanya pulang untuk sang adik.
Anggota polisi yang menyerahkan makanan terkejut dan mendekati Imelia untuk mengetahui alasan di balik tindakannya.
Imelia menjelaskan bahwa ia ingin berbagi dengan adiknya di rumah.
Ia mengaku sebagai anak dari seorang buruh tani dan menyatakan bahwa ia dan adiknya jarang menikmati makanan enak.
Saat menceritakan hal tersebut kepada anggota polisi, Imelia tidak dapat menahan tangisnya.
“Ya, dia hanya makan separuh makanan yang diberikan. Dia mengatakan separuhnya akan diberikan kepada adiknya, termasuk susu-nya juga.”
“Kami sangat tersentuh dengan kondisi seperti ini,” ungkap Kapolres Malang, AKBP Putu Kholis Aryana, usai memberikan makanan bergizi kepada para siswa.
Putu menjelaskan bahwa agenda pemberian makanan bergizi kepada siswa ini merupakan bagian dari simulasi untuk mendukung program pemerintah Republik Indonesia terkait peningkatan gizi anak-anak sekolah.
“MTs Al Khalifah kami pilih karena banyaknya siswa di sini yang berasal dari kalangan duafa dan anak yatim,” ujarnya.
Sebanyak 167 siswa dan guru di MTs Al Khalifah menerima makanan bergizi yang terdiri dari nasi, ayam goreng, sayur mayur, buah segar dan susu.
Sebelumnya, Putu menyebutkan bahwa Polres Malang juga telah melaksanakan kegiatan serupa di SD Negeri 04 Sitiarjo dan SD Swasta TPN Sendangbiru, Kecamatan Sumbermanjing Wetan.
“Dua sekolah yang kami lakukan uji coba sebelumnya merupakan lokasi terdampak bencana banjir,” tuturnya.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -

Polemik Asuransi Tragedi Kanjuruhan, Kapolres Malang : Kita Bentuk Forum Resmi
Malang (beritajatim.com) – Genap dua tahun peringatan Tragedi Kanjuruhan, Selasa (1/10/2024) siang ini, Kepala Polisi Resor Malang AKBP Putu Kholis Aryana menggelar doa bersama bagi almarhum dan almarhumah korban tragedi Kanjuruhan.
Hadir dalam doa bersama di masjid Al Ajmi Satpas Tegaron, Desa Panggungrejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, sebanyak 52 keluarga korban tragedi Kanjuruhan. Dengan khusyuk, para keluarga korban bersama Polres Malang, menggelar tahlil dan doa bersama.
“Kami masih bersama keluarga korban. Hari ini kami bersama keluarga korban menggelar doa bersama. Memperingati dua tahun tragedi Kanjuruhan. Hadir 52 keluarga korban Kanjuruhan dari Kabupaten Malang,” ungkap Kapolres Malang AKBP Putu Kholis Aryana.
Menurut Kholis, suara suara korban terus kita tindaklanjuti. “Yang terbaru hasil dari interaksi kami bersama keluarga korban Kanjuruhan, bagaimana keluarga korban ingin minta kejelasan tentang polemik asuransi pada saat pertandingan. Karena hal ini salah satu temuan juga oleh TGIPF, namun juga keluarga korban belum memperoleh informasi secara jelas,” beber Kholis.
Dengan begitu, sambung Kholis, pihaknya sudah melakukan pendalaman kembali. “Harapanya adalah kami bisa menyampaikan lebih detail bagaimana polemik tentang asuransi tersebut. Nanti akan kami sampaikan di forum yang lebih teknis dan resmi. Kita lakukan bersama keluarga korban baik itu paguyupan, yayasan, perhimpunan atau komunitas yang mewadahi. Agar tidak ada lagi pertanyaan di keluarga korban tentang asuransi tersebut,” tegasnya.
Kholis menambahkan, pihaknya memahami polemik asuransi yang menjadi temuan tim gabungan independen pencari fakta (TGIPF). “Hal inilah yang belum dipahami seutuhnya oleh keluarga korban. Sehingga kami sudah menyusun, merangkum agar ada kejelasan tentang polemik asuransi ini,” Kholis mengakhiri. (yog/kun)
-

“Dirujak” Warganet, Polres Malang Dalami Dugaan Korupsi Renovasi Stadion Kanjuruhan
Malang (beritajatim.com) – Kepala Polisi Resor (Kapolres) Malang Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Putu Kholis Aryana bakal melakukan pendalaman secara menyeluruh terkait proyek renovasi Stadion Kanjuruhan. Proyek ini sempat “dirujak” warganet lantaran hasilnya dinilai tidak sebanding dengan anggaran yang digunakan yang mencapai Rp300 miliar lebih.
Ditanya dugaan besarnya nilai proyek renovasi namun jadi cibiran warganet hingga menduga ada unsur korupsi, Kapolres Malang bilang, pihaknya coba melakukan komunikasi lintas sektoral.
“Saya coba dalami benar atau tidaknya. Saya coba komunikasi lintas sektoral juga, apakah ada pengaduan tentang hal tersebut ataukah tidak ada,” tutup Kholis Aryana.
Proyek renovasi stadion Kanjuruhan oleh PT Waskita Karya, sesuai kontrak kerja akan selesai pada akhir Desember tahun 2024 ini.
Sehari jelang peringatan Tragedi Kanjuruhan 1 Oktober 2024 esok, suasana Stadion Kanjuruhan di Jalan Trunojoyo, Kepanjen, Kabupaten Malang, nampak lengang. Hingga pukul 11.41 wib, Senin (30/9/2024) siang ini, proyek pembangunan renovasi Kanjuruhan terus dikebut.
PT Waskita Karya selaku pelaksana renovasi Kanjuruhan mengklaim, proyek senilai Rp 300 milyar lebih itu sudah mendekati rampung. Secara keseluruhan, pengerjaan renovasi sudah mencapai 85 persen.
“Secara keseluruhan sudah 85 persen pengerjaan. Tinggal 15 persen lagi yang akan kita rampungkan,” ungkap Vino Teguh Pramudia, Project Manager PT Waskita Karya, Kamis (26/9/2024) lalu di hadapan awak media.
Vino menjelaskan, penguatan struktur bangunan Stadion Kanjuruhan sudah dilakukan. Finishing arsitek juga sudah dikerjakan.
“Memang 15 persen sisa yang belum kami laksanakan itu adalah atap di tribun barat stadion beserta penutupnya. Kemudian juga sisa sisa kecil finishing yang belum kami laksanakan. Ya tinggal sedikit sedikit saja,” tegasnya.
Soal progres monumen atau museum Tragedi Kanjuruhan, Vino mengaku, hasil keputusan sebulan lalu yang diambil khusus bangunan di Pintu 13 dengan monumen, mulai hari ini akhirnya disetujui dengan beberapa titik penguatan struktur bangunan.
“Titik penguatan struktur kita lakukan hari ini dengan menyisakan originalitas tangga di pintu tiga belasnya. Per hari ini, per siang hari ini, progres penguatan struktur di pintu 13 sudah mencapai tujuh puluh persen. Setelah itu kami akan memberikan tata ruang fungsinya sesuai kesepakatan diwakili yayasan keluarga korban Kanjuruhan dan Pemkab Malang selaku user,” ujar Vino ketika itu.
Menurut Vino, pihaknya mewujudkan new face. Atau wajah baru Stadion Kanjuruhan pasca tragedi. “Kami mewujudkan new face. Kami merenovasi secara massif, dan ini lebih rumit dibanding kita membangun stadion yang baru. Karena kita harus mempertahankan legacy, dan juga mempertahankan struktur yang lama, dengan menambah kekuatan serta memberikan aspek aspek keamanan dan kenyamanan untuk penonton,” bebernya.
Sehingga, lanjut Vino, dari setiap gate atau pintu yang dibangun kembali sudah pasti ada perubahan.
“Ada perubahan pastinya, karena kita ketahui bersama stadion yang lama keamanan dah kenyamanan kan masih kurang ya, termasuk akses keluar masuk untuk evakuasinya. Kami lakukan pelebaran dan perubahan tangga secara total. Jadi tangga lama kami bongkar, kami buat yang baru dengan tangga yang lebih aman,” tuturnya.
Terakhir, Vino bilang, khusus kapasitas kursi penonton, ada pendisiplinan. “Menang ada pendisiplinan ya untuk seat penonton. Stadion lama kapasitas kursi penonton itu 18 ribu. Tapi karena tidak ada pendisiplinan single seat, jadinya berpuluh puluh ribu penonton dan over kapasitas. Itulah kita masuk disini, kita lakukan pendisiplinan dengan single seat menyesuaikan kekuatan struktur bangunan. Sehingga kapasitas single seat sebanyak 21.700 tempat duduk penonton,” pungkas Vino.
Sementara itu, meski bangunan megah renovasi Kanjuruhan terus digeber, sejumlah Warganet pun menganggap, proyek besar yang dilakukan PT Waskita Karya masih jauh dari kata layak.
Warganet menganggap dana besar renovasi Kanjuruhan, tidak sebanding dengan hasilnya meski baru sekitar 85 persen pengerjaan. Di sejumlah laman YouTube yang menampilkan video pembangunan stadion Kanjuruhan, suara minor Warganet menyeruak.
“Biaya 331 M Kanjuruhan vs 310 M bisa dilihat lah ya perbandingan hasilnya, KPK wajib turun cek lah ya hasilnya,” tulis akun @mu****29* di video Nico Chanel..
Hal serupa juga dilontarkan akun @ad**m****. Ia menulis ” 331 M untuk renovasi…ya harus setara dengan stadiun Etihad,”. Komentar @fa***hu***** pun sama : “Anggaran 330M, hasilnya masih sama dengan sebelumnya..
Di chanel beritajatim TV, warganet pun berkomentar serupa. “Tribun utuh..cuma ganti cat dan kursi aja yang utuh,” tulis akun @Na****73*.
Akun @Al*****uri bahkan membandingkan stadion Kanjuruhan dengan Maguwoharjo hingga Stadion di Aceh. “Lucu dana renovasi 300M tapi stadion Kanjuruhan sangat jelek. Gradasi kursi juga sangat jelek banget. Stadion Maguwoharjo dan Surajaya Lamongan, Stadion Utama Sumut Deli Serdang, Harapan Bangsa Aceh Tertawa Melihat Kanjuruhan,”.Akun @m***3*** juga menulis : “model kuno banget..padahal biaya besar..100 persen jelek,”. [yog/beq]
-

Kapolres Malang Lakukan Mutasi Pejabat Utama, Sertijab Digelar di Mapolres
Malang (beritajatim.com) – Kapolres Malang, AKBP Putu Kholis Aryana, menggelar mutasi jabatan di lingkungan Polres Malang.Berdasarkan Surat Keputusan Kapolda Jatim yang diterbitkan pada Sabtu (6/9/2024), terdapat sejumlah pergantian posisi penting, termasuk Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) dan Kasatlantas Polres Malang. Selain itu, beberapa pejabat utama dan Kapolsek juga mengalami rotasi jabatan.
Upacara serah terima jabatan (Sertijab) dilaksanakan di halaman Mapolres Malang pada Sabtu (7/9/2024), yang dipimpin langsung oleh AKBP Putu Kholis Aryana. Dalam upacara tersebut, dilakukan pengambilan sumpah dan janji jabatan, serta penandatanganan Berita Acara Sumpah dan Pakta Integritas oleh perwira yang menerima jabatan baru, sebagai tanda komitmen mereka dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab.
Beberapa pejabat utama yang mengalami rotasi antara lain Kasatlantas AKP Adis Dani Garta yang kini bertugas di Polres Bojonegoro. Posisinya digantikan oleh AKP Widyagana Putra yang sebelumnya bertugas di Polres Lamongan. Sementara itu, Kasatreskrim Polres Malang AKP Ghanda Syah mendapatkan penugasan baru sebagai Kasubag Dalpers Ro SDM Polda Jatim, dan digantikan oleh AKP Muhammad Nur dari Polsek Tulungagung.
Mutasi juga terjadi di jajaran Kapolsek, di mana AKP Suyanto yang sebelumnya menjabat Kapolsek Jabung, berpindah tugas menjadi Kapolsek Pakis. Jabatannya digantikan oleh AKP Sumarsono, yang sebelumnya adalah Wakapolsek Bululawang, dan posisi Sumarsono diisi oleh AKP Sunarko Subianto, mantan Kapolsek Pakis. Selain itu, Iptu Loto Condro Siswanto SH yang sebelumnya menjabat Kapolsek Sumbermanjing, kini menduduki jabatan baru di Reskrim Polsek Singosari dan digantikan oleh Iptu Cahyo dari Kanitgegana.
AKP Ghanda Syah menyebut bahwa mutasi jabatan merupakan hal yang wajar dalam tubuh kepolisian. “Pergantian jabatan ini adalah hal yang lumrah dan merupakan keniscayaan,” ujar Ghanda kepada awak media pada Sabtu (7/9/2024).
Ia juga menyampaikan keyakinannya bahwa penggantinya, AKP Muhammad Nur, mampu menjalankan tugas sebagai Kasatreskrim dengan lebih baik. “Saya yakin beliau lebih mampu dari saya. Semoga kasus-kasus yang belum terungkap atau selesai bisa dituntaskan dengan cepat dan benar,” harap Ghanda.
Menanggapi rotasi ini, AKP Muhammad Nur menyatakan kesiapannya melanjutkan pekerjaan yang ditinggalkan AKP Ghanda. “Kami akan melanjutkan prestasi yang telah ditorehkan oleh bang Ghanda. Kami ingin meneruskan tongkat estafet ini agar lebih baik lagi, baik dalam mengungkap kasus maupun tindakan lainnya, dengan lebih cepat dan tepat,” pungkasnya.
Dengan mutasi ini, Polres Malang diharapkan dapat lebih efektif dalam menangani berbagai permasalahan, sekaligus meningkatkan kinerja dalam melayani masyarakat. (ted)
/data/photo/2024/12/23/676962e952ae8.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)


