Tag: Puan Maharani

  • Sekjen Gerindra Sebut Didit Anak Prabowo Nikmati Suasana Lebaran di Kediaman Megawati

    Sekjen Gerindra Sebut Didit Anak Prabowo Nikmati Suasana Lebaran di Kediaman Megawati

    loading…

    Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani memberikan keterangan kepada media usai menghadiri halalbihalal di kediaman Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Senin (31/3/2025). FOTO/ACHMAD AL FIQRI

    JAKARTA – Putra Presiden Prabowo Subianto , Ragowo Hediprasetyo Djojohadikusumo alias Didit Hediprasetyo menghadiri halalbihalal di kediaman Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri . Menurut Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani, Didit memiliki hubungan baik dengan Ketua DPP PDIP sekaligus putri Megawati, Puan Maharani.

    “Didit sangat akrab dengan Ibu Puan dan keluarga Bu Puan di sini,” kata Muzani usai hadiri halalbihalal.

    Muzani menyebut, Didit amat menikmati suasana Lebaran di kediaman Megawati. “Jadi beliau menikmati suasana Lebaran ini,” tuturnya.

    Selama pertemuan, Muzani mengaku tak membicarakan topik yang berat, termasuk politik. “Nggak ada hal berat (diomongin), apalagi politik gak ada sama sekali,” terang Muzani usai hadiri halalbihalal.

    Saat disinggung terkait Megawati menitipkan pesan ke Prabowo, Muzani tak menjawab. Ia menegaskan bahwa suasana hari ini masih nuansa lebaran. “Ini lagi lebaran, lagi lebaran,” ujar Muzani sembari berjalan ke arah mobilnya.

    Ia pun menegaskan, Megawati juga tak melayangkan permintaan apa pun. “Nggak, nggak ada, permintaan pun nggak ada. Nggak ada, aman,” katanya.

    Sementara itu, elite PDIP Pramono Anung menyebut, Megawati senang menerima para tamu halalbihalal di kediamannya, termasuk Didit sebagai tamu undangan.

    “Ibu sehat, Ibu happy. Tadi ada Mas Didit juga, barusan datang kan Mas Didit,” kata Gubernur Jakarta Pramono Anung di kediaman Megawati, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta, Senin (31/3/2025).

    Dalam pertemuan, Megawati ditemani putrinya Ketua DPR Puan Maharani. Juga cucunya yang anggota DPR Pinka Hapsari.

    (abd)

  • Silaturahmi dengan Prabowo Tinggal Tunggu Waktu

    Silaturahmi dengan Prabowo Tinggal Tunggu Waktu

    loading…

    Putra Presiden Prabowo Subianto, Didit Hediprasetyo menghadiri halalbihalal di kediaman Megawati Soekarnoputri, Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, Senin (31/3/2025). FOTO/ACHMAD AL FIQRI

    JAKARTA – Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDIP ) Ahmad Basarah menilai pertemuan antara Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dan Presiden Prabowo Subianto tinggal menunggu waktu. Hal itu dilandasi kehadiran putra Prabowo, Didit Hediprasetyo , pada halalbihalal di kediaman Megawati, Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, Senin (31/3/2025).

    Menurut Ahmad Basarah, kehadiran Didit di acara halalbihalal menunjukkan silaturahmi antara Prabowo dan Megawati masih terjaga. Apalagi, Megawati kerap mengatakan bahwa hubungan dengan Prabowo masih terjaga dengan baik.

    “Ya, saya kira itu bentuk dari silaturahmi antara keluarga Pak Prabowo dengan keluarga Ibu Mega atau Sukarnoputri karena Ibu Mega berulang-ulang mengatakan bahwa hubungan pribadi antara Ibu Mega dan Pak Prabowo itu sangat baik sejak dulu hingga sekarang,” kata Basarah usai hadiri halalbihal.

    Dengan hadirnya Didit di acara halalbihalal, Basarah menganggap, hal itu menjadi bukti maaih terjaganya dengab baik silaturahmi antara Megawati dan Prabowo. Untuk itu, ia menilai, pertemuan Megawati dan Prabowo hanya tinggal menunggu waktu saja.

    “Dan itu dibuktikan dengan silaturahmi Pak Didit hari ini ke kediaman beliau. Dan saya kira silaturahmi antara Ibu Mega dan Pak Prabowo itu hanya tinggal menunggu waktu saja,” ungkapnya.

    Basarah mengatakan, hubungan Megawati dan Prabowo telah terjalin lama. Apalagi, kata dia, Didit telah bersahabat lama dengan Diah Pikatan Orissa Putri Hapsari, anak Puan Maharani.

    “Sudah sangat kenal lama Ibu Mega dengan keluarga Pak Prabowo. Mas Didit juga sahabat baik dengan Pak Pink, cucu Ibu Mega putra Pak Puan Maharani,” tutur Basarah.

    “Mudah-mudahan persahabatan dan persaudaraan antara keluarga Pak Prabowo dan keluarga Ibu Mega akan terus terjadi selama-lamanya,” kata Basarah.

    (abd)

  • Ucapkan Selamat Idulfitri 1446 H, Puan Ajak Pererat Persaudaraan

    Ucapkan Selamat Idulfitri 1446 H, Puan Ajak Pererat Persaudaraan

    Jakarta, Beritasatu.com – Ketua DPR Puan Maharani mengucapkan selamat Idulfitri 1446 H kepada seluruh umat muslim di Indonesia. Puan juga mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk menjadikan Idulfitri sebagai momentum memperkuat silaturahmi dan tali persaudaraan.

    “Alhamdulillah, setelah kita sebulan berpuasa, insyaallah ini menjadi kesempatan berharga untuk kita memperkuat iman, Islam, dan ketakwaan kita semua. Kini kemenangan telah tiba, saatnya kita mempererat kembali tali silaturahmi,” ujar Puan kepada wartawan, Senin (31/3/2025).

    Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) resmi menetapkan Idulfitri 1 Syawal 1446 H pada hari ini, Senin (31/3/2025), sesuai hasil sidang isbat yang merupakan penentu pelaksanaan ibadah salat Idulfitri bagi umat muslim di Indonesia. 

    Puan pun menyampaikan selamat menyambut hari kemenangan bagi umat muslim di Indonesia yang telah menjalani ibadah puasa selama 30 hari lamanya.

    “Selamat Idulfitri 1446 H, minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga di hari yang suci ini, kita semua diberikan keberkahan, kebahagiaan, dan semakin erat dalam persaudaraan,” tutur dia.

    Puan menekankan bahwa Idulfitri merupakan momen sakral yang tidak hanya menandai kemenangan spiritual, tetapi juga memperkokoh kebersamaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

    “Indonesia adalah rumah bagi keberagaman. Mari kita jadikan semangat Idulfitri ini sebagai pemicu untuk semakin memperkuat kebersamaan dan toleransi, menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, serta menjaga persatuan bangsa,” tandas Puan.

    “Di tengah berbagai tantangan yang kita hadapi, hanya dengan persatuan dan semangat gotong royong kita dapat membangun Indonesia yang lebih maju dan sejahtera,” imbuhnya.

    Puan juga berharap momentum Idulfitri 1446 H dapat menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa untuk terus menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, menghormati perbedaan, dan bersama-sama menciptakan kehidupan yang harmonis.

    “Semoga kita semua dapat mengambil hikmah dari bulan suci Ramadan dan menjadikannya sebagai bekal untuk terus mempererat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, serta menjaga kebersamaan di tengah keberagaman bangsa kita,” tutur Puan.

    Secara khusus, Puan mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menjadikan perbedaan sebagai kekuatan. Menurut Puan, harmoni dalam perbedaan dapat berkontribusi dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

    “Semoga Idulfitri membawa semakin banyak keberkahan serta kesuksesan bagi bangsa dan negara Indonesia,” ungkapnya.

    Kepada masyarakat, Puan mengucapkan selamat berkumpul bersama keluarga di momen Idulfitri ini. Ia juga kembali mengingatkan bagi masyarakat yang mudik untuk selalu berhati-hati selama di perjalanan dan terus menjaga kesehatan.

    “Sekali lagi dengan hati yang tulus saya mengucapkan selamat Idulfitri 1446 H untuk seluruh umat muslim di Indonesia. Semoga segala niat baik bagi bangsa dan negara dapat terijabah,” pungkas Puan.

  • Idulfitri 1446 H momen pererat persaudaraan

    Idulfitri 1446 H momen pererat persaudaraan

    Ketua DPR RI Puan Maharani. ANTARA/HO-DPR RI

    Puan: Idulfitri 1446 H momen pererat persaudaraan
    Dalam Negeri   
    Editor: Widodo   
    Minggu, 30 Maret 2025 – 22:59 WIB

    Elshinta.com – Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan selamat Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah kepada seluruh umat Muslim di Indonesia dan mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk menjadikan Idul Fitri sebagai momentum memperkuat silaturahmi dan tali persaudaraan.

    “Alhamdulillah, setelah kita sebulan berpuasa, Insyaallah ini menjadi kesempatan berharga untuk kita memperkuat iman Islam, dan ketakwaan kita semua. Kini kemenangan telah tiba, saatnya kita mempererat kembali tali silaturahmi,” kata Puan dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.

    Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) resmi menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1446 Hijriah jatuh pada hari Senin, 31 Maret 2025, berdasarkan sesuai hasil sidang isbat yang merupakan penentu pelaksanaan ibadah shalat pada Hari Raya Idul Fitri bagi umat Muslim di Indonesia.

    Puan pun menyampaikan selamat menyambut Hari Kemenangan bagi umat Muslim di Indonesia yang telah menjalani ibadah puasa selama 30 hari lamanya.

    “Selamat Hari Raya Idul Fitri 1446 H, Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga di hari yang suci ini, kita semua diberikan keberkahan, kebahagiaan, dan semakin erat dalam persaudaraan,” tutur perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.

    Lebih lanjut, Puan menekankan bahwa Idul Fitri merupakan momen sakral yang tidak hanya menandai kemenangan spiritual, tetapi juga memperkokoh kebersamaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

    “Indonesia adalah rumah bagi keberagaman. Mari kita jadikan semangat Idul Fitri ini sebagai pemicu untuk semakin memperkuat kebersamaan dan toleransi, menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, serta menjaga persatuan bangsa,” ungkap Puan.

    “Di tengah berbagai tantangan yang kita hadapi, hanya dengan persatuan dan semangat gotong royong, kita dapat membangun Indonesia yang lebih maju dan sejahtera,” ujarnya.

    Puan juga berharap momentum Idul Fitri dapat menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa untuk terus menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, menghormati perbedaan, dan bersama-sama menciptakan kehidupan yang harmonis.

    “Semoga kita semua dapat mengambil hikmah dari bulan suci Ramadhan dan menjadikannya sebagai bekal untuk terus mempererat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, serta menjaga kebersamaan di tengah keberagaman bangsa kita,” kata Puan.

    Secara khusus, cucu Bung Karno tersebut mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menjadikan perbedaan sebagai kekuatan.

    Menurut Puan, harmoni dalam perbedaan dapat berkontribusi dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

    “Semoga Idul Fitri membawa semakin banyak keberkahan serta kesuksesan bagi bangsa dan negara Indonesia,” ungkapnya.

    Kepada masyarakat, Puan mengucapkan selamat berkumpul bersama keluarga pada momen Lebaran ini.

    Ia juga kembali mengingatkan masyarakat yang mudik untuk selalu berhati-hati selama dalam perjalanan, dan terus menjaga kesehatan.

    “Sekali lagi dengan hati yang tulus saya mengucapkan selamat Lebaran tahun 2025 untuk seluruh umat Muslim di Indonesia. Semoga segala niat baik bagi bangsa dan negara dapat terijabah,” tutup Puan.

    Sumber : Antara

  • Ini Pesan Puan Sambut Hari Raya Idulfitri

    Ini Pesan Puan Sambut Hari Raya Idulfitri

    Bisnis.com, JAKARTA — Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan selamat Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah kepada seluruh umat muslim di Indonesia. 

    Dia mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk menjadikan Idulfitri sebagai momentum memperkuat silaturahmi dan tali persaudaraan.

    “Alhamdulillah, setelah kita sebulan berpuasa, Insyaallah ini menjadi kesempatan berharga untuk kita memperkuat iman Islam, dan ketakwaan kita semua. Kini kemenangan telah tiba, saatnya kita mempererat kembali tali silaturahmi,” ujarnya, Minggu (30/3/2025).

    Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) resmi menetapkan Idulfitri 1 Syawal 1446 Hirjiah bertepatan pada hari Senin, 31 Maret 2025, sesuai hasil sidang isbat yang merupakan penentu pelaksanaan ibadah salat di Hari Raya Idul Fitri bagi umat Muslim di Indonesia. 

    “Selamat Hari Raya Idul Fitri 1446 H, Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga di hari yang suci ini, kita semua diberikan keberkahan, kebahagiaan, dan semakin erat dalam persaudaraan,” katanya. 

    Menurutnya, Idulfitri merupakan momen sakral yang tidak hanya menandai kemenangan spiritual, tetapi juga memperkokoh kebersamaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

    “Di tengah berbagai tantangan yang kita hadapi, hanya dengan persatuan dan semangat gotong royong, kita dapat membangun Indonesia yang lebih maju dan sejahtera,” ucapnya. 

    Puan juga berharap momentum Idufitri dapat menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa untuk terus menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, menghormati perbedaan, dan bersama-sama menciptakan kehidupan yang harmonis.

    “Semoga kita semua dapat mengambil hikmah dari bulan suci Ramadan dan menjadikannya sebagai bekal untuk terus mempererat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, serta menjaga kebersamaan di tengah keberagaman bangsa kita,” tuturnya. 

    Secara khusus, cucu Bung Karno tersebut mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menjadikan perbedaan sebagai kekuatan. Menurut Puan, harmoni dalam perbedaan dapat berkontribusi dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

    “Semoga Idul Fitri membawa semakin banyak keberkahan serta kesuksesan bagi bangsa dan negara Indonesia,” ujarnya. 

    Dia mengingatkan bagi masyarakat yang mudik untuk selalu berhati-hati selama di perjalanan dan terus menjaga kesehatan.

    “Sekali lagi dengan hati yang tulus saya mengucapkan selamat Lebaran tahun 2025 untuk seluruh umat Muslim di Indonesia. Semoga segala niat baik bagi bangsa dan negara dapat terijabah,” kata Puan.

  • Beredar Narasi Ancaman Pembunuhan terhadap Prabowo seperti JFK, Ini Kekhawatiran Direktur IPR

    Beredar Narasi Ancaman Pembunuhan terhadap Prabowo seperti JFK, Ini Kekhawatiran Direktur IPR

    GELORA.CO – Direktur Indonesia Political Review (IPR) Iwan Setiawan menyorit narasi sejumlah warganet yang kontra terhadap Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI) di platform X dan menyerukan ancaman pembunuhan terhadap Presiden RI Prabowo Subianto.

    Menurutnya, penyebaran ancaman ini bukan hanya tindakan kriminal tetapi juga dapat berdampak luas terhadap stabilitas politik nasional.

    “Dampak politik ancaman pembunuhan presiden dapat sangat signifikan dan berpotensi mengganggu stabilitas politik suatu negara, bisa memicu kerusuhan terutama jika ancaman tersebut dianggap serius,” kata Iwan saat dihubungi Antara dari Jakarta, Sabtu.

    Dia menyebut, pelaku penyebaran ancaman ini dapat dijerat dengan berbagai pasal, termasuk Pasal 218 KUHP tentang penghinaan terhadap Presiden, Pasal 27 ayat (3) dan Pasal 28 ayat (2) UU ITE tentang penyebaran ujaran kebencian dan ancaman kekerasan, Pasal 160 KUHP tentang penghasutan melawan penguasa, serta Pasal 369 KUHP tentang pengancaman.

    “Langkah ini harus dilakukan agar tidak melebar menjadi krisis politik yang lebih besar. Jika dibiarkan, penghasutan seperti ini bisa berlanjut dan bahkan dapat menggiring orang-orang yang sedang frustasi untuk melakukan tindakan yang lebih ekstrem,” ujarnya.

    Sebelumnya, sempat beredar narasi ancaman ke Presiden di akun X.  Akun @paraworkz menuliskan, “someone couldve pulled a jfk.. just saying tho ????” 

    Dalam cuitan yang disertai video pemandangan mobil iring-iringan Presiden Prabowo dari jarak jauh. Cuitan itu dibuat pada tanggal 26 Maret 2025 pada pukul 13.53 WIB.

    Cuitan itu merujuk pada kasus pembunuhan Presiden Amerika Serikat (AS) John F. Kennedy (JFK) yang tewas akibat pembunuhan yang terjadi pada tanggal 22 November 1963 di Dallas, Texas. Saat itu, Kennedy sedang berkendara dalam iring-iringan mobil kepresidenan.

    Rapat Paripurna DPR RI Ke-15 Masa Persidangan II Tahun Sidang 2024–2025 pada Kamis (20/3) menyetujui RUU TNI untuk disahkan menjadi Undang-Undang TNI baru.

    “Apakah Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia dapat disetujui untuk disahkan menjadi undang-undang?,” kata Ketua DPR RI Puan Maharani yang dijawab setuju oleh para peserta rapat.

    Dalam Pasal 47 UU TNI yang setujui DPR tersebut, prajurit TNI diatur dapat mengisi jabatan di BNPB, Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan (BNPP), Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Badan Keamanan Laut (Bakamla), dan Kejaksaan Agung (Kejagung).

    Berdasarkan data Mabes TNI per Februari 2025, terdapat dua prajurit yang telah bertugas di BNPB, 12 di BNPP, 18 di BNPT, 129 di Bakamla, dan 19 di Kejagung.

  • Megawati Soekarnoputri nyekar ke makam Taufiq Kiemas dan Fatmawati

    Megawati Soekarnoputri nyekar ke makam Taufiq Kiemas dan Fatmawati

    Jakarta (ANTARA) – Presiden Kelima RI yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri berziarah ke makam suami tercinta yang juga mantan Ketua MPR RI Taufiq Kiemas dan ibunda tercinta Ibu Fatmawati Soekarno, istri Proklamator serta Presiden Pertama RI.

    “Sore ini, Ibu Megawati bersama keluarga nyekar ke makam Ibu Fatmawati di TPU Karet Bivak, setelah itu dilanjutkan nyekar ke makam Bapak Taufiq Kiemas di TMP Kalibata,” ujar Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

    Ahmad Basarah mengatakan Megawati didampingi putranya yang juga Ketua DPP PDIP M. Prananda Prabowo bersama istri Nancy Prananda. Lalu, putrinya yang juga Ketua DPR RI Puan Maharani yang datang bersama suami Happy Hapsoro dan putri mereka Diah Pikatan Orissa Putri Haprani atau Pinka.

    Tampak juga keponakan Megawati yang merupakan putri Guntur Soekarnoputri, Puti, lalu Rommy Soekarno bersama istri. Tampak pula Bayu Soekarno.

    Terlihat juga sejumlah sahabat Megawati berada di lokasi untuk menemani. Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno juga tampak hadir mengikuti doa bersama itu.

    Megawati yang menggunakan baju berwarna putih dengan motif bunga terlihat khusyuk berdoa di depan pusara almarhumah Fatmawati, Ibu Bangsa yang menjahit bendera pusaka Merah Putih yang dikibarkan saat Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, serta pusara almarhum Taufiq Kiemas, Ketua MPR RI 2009-2013.

    Megawati berfoto bersama Puan Maharani dan beberapa pengurus PDIP usai menabur bunga di makam Taufiq Kiemas. (ANTARA/HO-PDIP)

    Menurut Ahmad Basarah, dalam dua agenda Sabtu sore itu, Megawati mengajak para pimpinan PDIP melakukan nyekar yang sudah menjadi tradisi Megawati. Biasanya menjelang puasa Ramadhan, Megawati mengunjungi dan berdoa di pusara Presiden Pertama RI, Soekarno, di Blitar, Jawa Timur.

    Selain Ahmad Basarah, terlihat pengurus serta fungsionaris PDIP. Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat, Rokhmin Dahuri, Wiryanti Sukamdani, Mindo Sianipar, Deddy Yevri Sitorus, Ronny Talapessy; Wakil Sekjen Yoseph Aryo Adhi Dharmo; Bendahara serta Wakil Bendahara Umum Olly Dondokambey dan Yuke Yurike; dan Kepala BKN PDIP Aria Bima. Tampak juga beberapa anggota DPR RI seperti Mayjen TNI (Purn) Tb.Hasanuddin dan Alex Indra Lukman.

    Ahmad Basarah yang merupakan Dewan Penasihat Pengurus Pusat Baitul Muslimin Indonesia (PP Bamusi), sayap keagamaan PDIP yang ide pembentukannya diinisiasi oleh Taufiq Kiemas, mengatakan nyekar merupakan bentuk penghormatan dan doa kepada anggota keluarga yang telah meninggal dunia, memohon kepada Allah SWT agar di alam barzah jiwa mereka tenang dan bahagia.

    “Selama hidup, almarhum Bapak Taufiq Kiemas dikenal sebagai tokoh nasional yang selalu berusaha merekatkan perbedaan. Makanya sebagai Ketua MPR, almarhum menggagas sosialisasi empat pilar agar NKRI terus utuh. Sedangkan almarhumah Ibu Fatmawati adalah pahlawan bangsa yang ikut berjasa mewujudkan proklamasi kemerdekaan Indonesia,’’ jelas Ahmad Basarah.

    Ketua Fraksi PDI Perjuangan itu menambahkan, Megawati selalu mendoakan agar Indonesia Raya yang dicita-citakan para pendiri bangsa yang dituangkan dalam Pembukaan UUD 1945 bisa terwujud.

    “Nyekar tentunya tidak sekadar membersihkan makam dan menaburkan bunga di pusara. Nyekar menjadi momen silaturahmi keluarga besar Ibu Megawati, berbagi cerita dan memperkuat ikatan dan nilai-nilai kekeluargaan. Selain menunjukkan penghormatan dan ikut berdoa, kehadiran para fungsionaris partai juga menjadi momen refleksi diri dalam menjaga dan memperkuat partai yang solid,” papar Ahmad Basarah.

    Ahmad Basarah membenarkan seperti di tahun-tahun sebelumnya, setelah Ramadhan berakhir, Megawati dan keluarga akan merayakan Idul Fitri di kediaman Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat.

    Pewarta: Narda Margaretha Sinambela
    Editor: Budi Suyanto
    Copyright © ANTARA 2025

  • Pelaku Pengirim Ancaman Pembunuhan terhadap Presiden Bisa Dipenjarakan dengan Pasal Berlapis

    Pelaku Pengirim Ancaman Pembunuhan terhadap Presiden Bisa Dipenjarakan dengan Pasal Berlapis

    PIKIRAN RAKYAT – Ramai di internet, seruan ancaman pembunuhan terhadap Presiden RI Prabowo Subianto, buntut warganet yang kontra terhadap Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI). Pelaku disebut-sebut dapat dipenjarakan dengan jeratan pasal berlapis.

    Menurut Direktur Indonesia Political Review (IPR) Iwan Setiawan, narasi yang muncul di platform X (dulu Twitter) ini bukan termasuk hal sepele.

    Menurutnya, penyebaran ancaman semacam itu bukan hanya tindakan kriminal melainkan juga bisa sangat mengganggu stabilitas politik nasional.

    “Dampak politik ancaman pembunuhan presiden dapat sangat signifikan dan berpotensi mengganggu stabilitas politik suatu negara, bisa memicu kerusuhan terutama jika ancaman tersebut dianggap serius,” kata Iwan saat dihubungi ANTARA dari Jakarta, Sabtu, 29 Maret 2025.

    Pasal Berlapis bagi Pelaku

    Iwan menjelaskan, sejumlah upaya perlu dilakukan agar tidak menjamur hal serupa di kalangan masyarakat. Terutama saat penggiringan opini masyarakat semakin mudah dilakukan secara online.

    Menurutnya, pelaku penyebaran ancaman ini dapat dijerat dengan berbagai pasal, antara lain:

    Pasal 218 KUHP tentang penghinaan terhadap Presiden Pasal 27 ayat (3) UU ITE tentang penyebaran ujaran kebencian dan ancaman kekerasan Pasal 28 ayat (2) UU ITE tentang penyebaran ujaran kebencian dan ancaman kekerasan Pasal 160 KUHP tentang penghasutan melawan penguasa Pasal 369 KUHP tentang pengancaman

    “Langkah ini harus dilakukan agar tidak melebar menjadi krisis politik yang lebih besar. Jika dibiarkan, penghasutan seperti ini bisa berlanjut dan bahkan dapat menggiring orang-orang yang sedang frustasi untuk melakukan tindakan yang lebih ekstrem,” ujarnya.

    Sekilas Kisruh UU TNI

    Sebelumnya, Rapat Paripurna DPR RI Ke-15 Masa Persidangan II Tahun Sidang 2024–2025 pada Kamis, 20 Maret 2025, menyetujui RUU TNI untuk disahkan menjadi Undang-Undang TNI baru.

    “Apakah Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia dapat disetujui untuk disahkan menjadi undang-undang?,” kata Ketua DPR RI Puan Maharani yang dijawab setuju oleh para peserta rapat.

    Dalam Pasal 47 UU TNI yang disetujui oleh DPR, diatur bahwa prajurit TNI dapat menduduki jabatan di beberapa lembaga, seperti BNPB, Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan (BNPP), Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Badan Keamanan Laut (Bakamla), dan Kejaksaan Agung (Kejagung).

    Menurut data dari Mabes TNI pada Februari 2025, terdapat dua prajurit yang bertugas di BNPB, 12 di BNPP, 18 di BNPT, 129 di Bakamla, dan 19 di Kejagung. ***

    Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News

  • Direktur IPR soroti ancaman warganet terhadap presiden

    Direktur IPR soroti ancaman warganet terhadap presiden

    “Dampak politik ancaman pembunuhan presiden dapat sangat signifikan dan berpotensi mengganggu stabilitas politik suatu negara, bisa memicu kerusuhan terutama jika ancaman tersebut dianggap serius,”

    Jakarta (ANTARA) – Direktur Indonesia Political Review (IPR) Iwan Setiawan menyoroti narasi beberapa warganet yang kontra terhadap Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI) di platform X yang menyerukan ancaman pembunuhan terhadap Presiden RI Prabowo Subianto.

    Menurutnya, penyebaran ancaman ini bukan hanya tindakan kriminal tetapi juga dapat berdampak luas terhadap stabilitas politik nasional.

    “Dampak politik ancaman pembunuhan presiden dapat sangat signifikan dan berpotensi mengganggu stabilitas politik suatu negara, bisa memicu kerusuhan terutama jika ancaman tersebut dianggap serius,” kata Iwan saat dihubungi ANTARA dari Jakarta, Sabtu.

    Dia menyebut, pelaku penyebaran ancaman ini dapat dijerat dengan berbagai pasal, termasuk Pasal 218 KUHP tentang penghinaan terhadap Presiden, Pasal 27 ayat (3) dan Pasal 28 ayat (2) UU ITE tentang penyebaran ujaran kebencian dan ancaman kekerasan, Pasal 160 KUHP tentang penghasutan melawan penguasa, serta Pasal 369 KUHP tentang pengancaman.

    “Langkah ini harus dilakukan agar tidak melebar menjadi krisis politik yang lebih besar. Jika dibiarkan, penghasutan seperti ini bisa berlanjut dan bahkan dapat menggiring orang-orang yang sedang frustasi untuk melakukan tindakan yang lebih ekstrem,” ujarnya.

    Sebelumnya, Rapat Paripurna DPR RI Ke-15 Masa Persidangan II Tahun Sidang 2024–2025 pada Kamis (20/3) menyetujui RUU TNI untuk disahkan menjadi Undang-Undang TNI baru.

    “Apakah Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia dapat disetujui untuk disahkan menjadi undang-undang?,” kata Ketua DPR RI Puan Maharani yang dijawab setuju oleh para peserta rapat.

    Dalam Pasal 47 UU TNI yang setujui DPR tersebut, prajurit TNI diatur dapat mengisi jabatan di BNPB, Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan (BNPP), Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Badan Keamanan Laut (Bakamla), dan Kejaksaan Agung (Kejagung).

    Berdasarkan data Mabes TNI per Februari 2025, terdapat dua prajurit yang telah bertugas di BNPB, 12 di BNPP, 18 di BNPT, 129 di Bakamla, dan 19 di Kejagung.

    Pewarta: Narda Margaretha Sinambela
    Editor: Agus Setiawan
    Copyright © ANTARA 2025

  • Wejangan Puan ke Pemudik: Selalu Jaga Kesehatan dan Hati-Hati di Jalan – Page 3

    Wejangan Puan ke Pemudik: Selalu Jaga Kesehatan dan Hati-Hati di Jalan – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Puan Maharani mengingatkan kepada para pemudik yang pulang ke kampung halaman agar selalu menjaga kesehatan dan berhati-hati selama di perjalanan

    Selain itu, Ketua DPP PDI Perjuangan itu pun mengingatkan kepada para pemudik untuk tidak terburu-buru dan memastikan kondisi fisik dalam keadaan sehat sebelum berangkat.

    Tak hanya itu, perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR tersebut juga mengimbau masyarakat agar waspada akan potensi cuaca ekstrem yang masih terjadi di beberapa wilayah di Indonesia.

    Ia pun berharap masyarakat dapat menikmati silaturahmi dan berkumpul dengan keluarga di momen Idulfitri 1446 Hijriah dalam suasana gembira.

    “Semoga sampai di kampung halamannya dengan selamat dan kembali dari kampung halamannya juga selamat,” ujar Puan.

    (*)